All,Menurut saya memang dari awal sudah ada masalah dengan Kontrak Karya
nya. Namun sebenarnya Freeport sendiri setahu saya juga sudah mengeluarkan
yang tidak sedikit untuk com dev nya. Tapi pengelolaan yang tidak terkontrol
sehingga sering ada penggelapan, serta tidak meratanya pembangunan di
wilayah sekitar Freeport ini yang membuat kesenjangan cukup besar.
Saya pernah jalan di Port Site (daerah pengangkutan Concentrate) disitu
kesenjangan terasa sekali,
sebuah sungai dimana berhadap2an antara penduduk lokal dengan rumah panggung
kayu (kayaknya listriknya juga belum ada) berhadapan dengan bangunan
pelabuhan Freeport yang serba modern.
entah siapa yang harus bertanggung jawab, pemda ato freeport ?
Salam,
Gusnawan
2009/7/12 <anpangg@...>
> Keponakan saya jadi dokter OJT atau tugas lapangan dipapua sekarang ini,
> menceritakan adanya perbedaan yg sangat mencolok antara kehidupan orang
> lokal dengan pendatang. Bahkan orang lokal kalau mau ambil sisa2 dari hasil
> tambang itu mereka diperlakukan seperti tdk punya peri kemanusiaanlah. Lahan
> berburu mereka diambil, uang dari company tdk sampai kemasyarakat, tentu ada
> ketidak puasan tersendiri.
> Masih ingat kasus2 di Aceh, hasil gas melimpah, hutan dan kopi subur, apa
> yg diterima orang Aceh.. Perlu ada keseimbangan antara pendatang dengan
> orang lokal sebagai pemilik lahan. Seharusnya anak2 mereka disekolahkan
> sampai perguruan tinggi oleh Company. Ini sekedar info dan pemikiran saya
> melihat kejadian penduduk lokal di Aceh dan Ria dan itulah akar timbulnya
> wacana Riau dan Aceh merdeka.
>
> Salam merdeka,
> Anthonp