Skip to search.

Breaking News Visit Yahoo! News for the latest.

×Close this window

Migas_Indonesia · Mailing List Migas Indonesia

The Yahoo! Groups Product Blog

Check it out!

Group Information

  • Members: 16083
  • Category: Petroleum
  • Founded: Aug 25, 2001
  • Language: Indonesian
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Hear how Yahoo! Groups has changed the lives of others. Take me there.

Messages

Advanced
Messages Help
Messages 18324 - 18353 of 130420   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Messages: Show Message Summaries Sort by Date ^  
#18324 From: "Siregar, Ediwin" <ESiregar@...>
Date: Tue May 4, 2004 12:40 am
Subject: [pmt] Project management in Oil/Gas/Petrochemical industry
ESiregar@...
Send Email Send Email
 
Rekans,
Bagi rekan-rekan yang tertarik dengan forum project management yang
berkaitan langsung untuk Oil,Gas & Petrochemical industry, dapat mencoba
masuk ke website:
www.ogpsig.org

Di website tersebut dapat mengetahui news & event yang sedang hangat
dibicarakan atau terlibat dengan grup diskusi untuk mengetahui approach2 apa
yang dilakukan untuk execution suatu project.

Salam
-ediwin

#18325 From: "Sutrisno" <priamasadepangemerlap@...>
Date: Mon May 3, 2004 7:37 pm
Subject: Infomasi (Attachment not working in yahoo.groups)
priamasadepa...
Send Email Send Email
 
Salam kenal,

Saya adalah anggota milis yang baru bergabung beberapa hari, ada
beberapa hal yang ingin saya sarankan setelah melihat pesan2 yang
diposting.

Sepertinya banyak diantara anggota yang ingin memakai fasilitas
attachment, akan tetapi (maaf bukannya saya menggurui) fasilitas
tersebut tidak bisa digunakan dalam milis, hal ini disebabkan mail
server yahoo akan menanggung file yang terus membesar jika fasilitas
ini diaktifkan.

Jadi saran saya, sebaiknya attachment tersebut langsung dialamatkan
ke
yang bersangkutan.

Demikian informasi saya, semoga bermanfaat.

Salam,

Sutrisno

#18326 From: Rumaji - <rumadjie@...>
Date: Mon May 3, 2004 7:45 pm
Subject: Re: [Oil&Gas] (info) Pertamina Pemasar Tunggal LNG
rumadjie@...
Send Email Send Email
 
Pak Norman dan Pak Dicky,

> Numpang urun info dari sekilas lawatan ke Northen Europe.

> Berdasarkan informasi yang didapat dari salah satu perusahaan
> transport di Oslo-Norway, saya cukup gembira bahwa Indonesia
> merupakan salah satu supplier terbesar untuk LNG selain Malaysia.
> Meskipun Middle East Countries mulai berkembang (emerges) sebagai main
suppliers. dan itu tantangan buat Indonesia untuk tetap
> eksis di pasar global bersama2 dengan Gasnatural, tractebel, Statoil dan
TOTAL.

>  Sejalan itu, permintaan LNG fleet diharapkan meningkat dua kali
> dari tahun 2002 - 2010 dimana current fleet (2004) adalah 158 vessels,
meskipun ada oversupply di 204 dan 2005.

Salam,
RUMAJI
World Maritime University's Student
Malmö- SWEDEN

!!! HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK PERLU SEWAKTU REPLY !!!

#18327 From: novembri_limo_singkek@...
Date: Mon May 3, 2004 11:20 pm
Subject: RE: [Oil&Gas] (OOT) Memilih Digital Camera
novembri_limo_singkek@...
Send Email Send Email
 
Silahkan bapak buka di http://fotografer.net/
Disana banyak teori fotografi dan tips tips masalah foto.
Mudah mudahan mambantu...

Salam





                       "John Suez"
                       <mazsuez@...        To:      
<Migas_Indonesia@yahoogroups.com>
                       m.sg>                    cc:
                                                Subject:  RE: [Oil&Gas] (OOT)
Memilih Digital Camera
                       05-04-2004 01:42
                       AM
                       Please respond to
                       Migas_Indonesia








Btw, jadi ngambil yang di Carefour apa di Salam? D-70 oke banget.



-----Original Message-----
From: Mohd. Al-Khori [mailto:mohd_alkhori@...]
Sent: Friday, April 30, 2004 16:21
To: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Subject: [Oil&Gas] (OOT) Memilih Digital Camera

Rekan-rekan yth,

Memilih Digital Camera

Untuk mudahnya datangi saja show room camera, pada salesman camera
tersebut terangkan apa mau kita. Sewaktu salesman itu memberikan sebuah
digital camera untuk kita teliti kalau model dan mereknya sudah cocok,
maka tanyakan lagi I want the best camera in this class. Maka
diperolehlah sebuah Digital Camera yang
///////////////////////////js////////////////////////////





Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
No E-mail (Web) : Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
Daily Digest    : Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
Individual Mail : Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
Administrator   : Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
(Note: dibutuhkan 2-3 hari sebelum efektif berlaku)

!!! HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK PERLU SEWAKTU REPLY !!!
Yahoo! Groups Links

#18328 From: "Ratman Hadi" <ratmanhadi@...>
Date: Tue May 4, 2004 1:01 am
Subject: Flow Rate Calculation
ratmanhadi@...
Send Email Send Email
 
Dear All,

   Mohon Pencerahan, bagaimana perhitungan / Calculation untuk menentukan
Flow rate suatu fluida yang  mengalir pada suatu pipe / Tubing.

   seberapa besar pengaruh jarak pipe / tubing, Diameter Tubing, Jenis
material Tubing, ketinggian antara ujung tubing yang satu terhadap yang
lain, Pressure yang sedang mengalir, Viscosity dari Fluida yang mengaliri
tubing / pipe, dll.

   faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi Flow rate, selain faktor2
diatas.

   Terimakasih atas bantuannya.

   regads,
   RHD


[Non-text portions of this message have been removed]

#18329 From: "Edyson Simorangkir" <edyson@...>
Date: Tue May 4, 2004 1:01 am
Subject: RE: [Oil&Gas] [HSE] Peraturan Band Wall ?
edyson@...
Send Email Send Email
 
Bisa dilihat di Keputusan Kepala Badab Pengendalian Dampak Lingkungan
Nomor:
Kep.-01/BAPEDAL/09/1995 Pasal 5 dan pada lampirannya 2.2 b.5 dan butir
3.1 b.
Mudah2 an bisa membantu.

-----Original Message-----
From: saptamai tarigan [mailto:saptamai@...]
Sent: 30 April 2004 16:31
To: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Subject: [Oil&Gas] [HSE] Peraturan Band Wall ?


Dear rekan Migas,

Mohon bantuan apakah ada peraturan pemerintah mengenai keharusan membuat
Band wall untuk tangki yang menyimpan hazardous material, untuk
menampung tumpahan incase tank rupture atau major spillage.
Sebelumnya terima kasih atas masukan yang diberikan,

Salam Migas,

Sapta Mai Tarigan
Environmental Coordinator
PT. Ecogreen Oleochemicals



---------------------------------
Do you Yahoo!?
Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs

[Non-text portions of this message have been removed]



Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
No E-mail (Web) : Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
Daily Digest    : Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
Individual Mail : Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
Administrator   : Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
(Note: dibutuhkan 2-3 hari sebelum efektif berlaku)

!!! HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK PERLU SEWAKTU REPLY !!!
Yahoo! Groups Links

#18330 From: "Agus Ibrahim" <agus.ibrahim@...>
Date: Tue May 4, 2004 1:43 am
Subject: [Oil&Gas] [HSE] Kecelakaan Tower crane di pembangunan gedung tinggi
agus.ibrahim@...
Send Email Send Email
 
Berita di koran Kompas hari ini:
satu tower crane ambruk di sebuah proyek pembangunan gedung tinggi Jakarta,
penyebab belum diketahui.
Ada yang punya data lebih komplit mengenai "root cause"?

Regards,
AIB

#18331 From: Steven.Brown@...
Date: Tue May 4, 2004 2:00 am
Subject: RE: [Oil&Gas] [HSE] Peraturan Band Wall ?
Steven.Brown@...
Send Email Send Email
 
Seperti dikatakan oleh Pak Edyson, untuk hazardous waste cukup jelas,
yaitu secondary containment wajib sesuai dengan Kep Bapedal 01 tahun 1995.
  Untuk hazardous material kurang jelas.  Dalam Peraturan Pemerintah 74
tahun 2001, hanya ada ini:

(1). Setiap tempat penyimpanan B3 wajib diberikan simbol dan label.
(2). Tempat penyimpanan B3 sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib
memenuhi persyaratan untuk:
a. Lokasi;
b. Konstruksi bangunan.
(3). Kriteria persyaratan tempat penyimpanan B3 sebagaimana dimaksud dalam
ayat (2) ditetapkan lebih lanjut dengan Keputusan Kepala instansi yang
bertanggung jawab.
Pasal 19
Pengelolaan tempat penyimpanan B3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat
(2) wajib dilengkapi dengan sistem tanggap darurat dan prosedur penanganan
B3.

Mudah-mudahan berguna.

Steven Brown
Senior Consultant
_____
 
For information on our upcoming Community Relations Training program in Jakarta,
contact Steven.Brown@...

PT. ERM Indonesia is a consulting company, member of the Environmental
Resources Management Group, registered in Indonesia at:
 
         Graha Mustika Ratu, 7th floor
         Jl. Gatot Subroto kav. 74-75
         Jakarta 12870
 
         Telephone +62 21 8370 7134
         Facsimile +62 21 8370 7135
 
ERM provides services in environmental, health, safety and social
consulting.
Delivering sustainable solutions in a more competitive world
http://www.erm.com/




"Edyson Simorangkir" <edyson@...>
04-05-04 08:01 AM
Please respond to Migas_Indonesia


         To:     <Migas_Indonesia@yahoogroups.com>
         cc:
         Subject:        RE: [Oil&Gas] [HSE] Peraturan Band Wall ?



Bisa dilihat di Keputusan Kepala Badab Pengendalian Dampak Lingkungan
Nomor:
Kep.-01/BAPEDAL/09/1995 Pasal 5 dan pada lampirannya 2.2 b.5 dan butir
3.1 b.
Mudah2 an bisa membantu.

--






[Non-text portions of this message have been removed]

#18332 From: "Suryanto, Slamet " <Slamet.Suryanto@...>
Date: Tue May 4, 2004 2:52 am
Subject: RE: [K3_LH] Risk Assessment
Slamet.Suryanto@...
Send Email Send Email
 
Mas Yudi,

Terlampir disampaikan Surat Edaran Menaker Nomor:
SE.140/MEN/PPK-KK/II/2004 tentang Pemenuhan Kewajiban Syarat-Syarat K3
di Industri Kimia dengan Potensi Bahaya Besar.

Sayang sekali surat edaran tersebut secara tegas menyatakan untuk
industri kimia. Menurut saya, Depnaker selaku otoritas tertinggi untuk
K3 di tanah air seharusnya tidak membatasi diri pada segmentasi jenis
industri tertentu.

Menambahkan komentar anda, bahkan informasi terakhir yang didapat draft
PP-HSE untuk migas sudah kabur ketentuan adanya risk assessment,
khususnya untuk Major Accident Event (MAE) dan lebih mengedepankan
"hardware inspection" yang secara praktek selama ini telah dijalankan,
jadi secara umum draft terakhir dari PP tersebut hampir tidak ada
kemajuan dibandingkan dengan peraturan yang sudah ada (dari Depnaker &
MIGAS) plus praktek yang sudah berjalan.

Secara umum, mengomentari kelembagaan K3 di tanah air, saya mengimpikan
adanya institusi seperti halnya HSE (Health Safety Executive) di UK yang
mempunyai kompetensi teknis yang tinggi selaku regulator dan juga
auditor.

Saya setuju dengan masukan anda bahwa RRM (risk reduction measures)
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan penting dalam studi Risk
Assessment. Namun demikian, mohon dipahami bahwa terkadang suatu studi
hanya mencakup Risk Analysis dimana RRM tidak termasuk dalam  cakupan
Risk Analysis. Mudah-mudahan tidak terjebak dengan beberapa istilah,
Risk Analysis, Risk Assessment maupun Risk Management dimana
masing-masing tersebut mempunyai batasan dan cakupan. Terlampir pula
diagram masing-masing batasan. Penerapan RRM terkait atau tercakup dalam
Risk Management.

Menambahkan komentar paragraph anda terakhir ada sedikit ingatan saya
ketika membaca buku "Against the God" karya Peter L. Berstein (2002)
bahwa terdapat dua kutub dalam menentukan keputusan dalam mengelola
risiko. Yang pertama adalah kutub yang secara tegas dalam pengambilan
keputusan (ke depan) diperlukan data dan pengalaman masa lampau
sedangkan kutub satunya berpendapat bahwa pengambilan keputusan
didasarkan pada subyektifitas intuitive. Keduanya sampai sekarang tidak
pernah bertemu. Dalam paragraph lain di bukunya dinyatakan bahwa batas
jelas antara dunia modern dengan dunia tradisional adalah Manajemen
Risiko.

Pertanyaan selanjutnya adalah cenderung berdiri dimanakah kita diantara
dua kutub tersebut? Jika anda condong pada kutub pertama, maka
pengambilan keputusan anda setidaknya akan menggunakan dasar-dasar
Manajemen Risiko dan jika sebaliknya maka intuisi yang menjadi driver.

Salam hangat,
Slamet Suryanto

Note: saya forwardkan juga ke milist migas Indonesia karena juga terkait
dengan isu K3 di migas.



-----Original Message-----
From: Ria Rosalin Rochaeli [mailto:fizzy@...]
Sent: 01 May 2004 16:41
To: K3_LH@yahoogroups.com
Subject: Re: [K3_LH] Risk Assessment

Halo Mas Selamet,
setuju dengan Risk Assessmentnya, dan terimakasih informasinya mengenai
SE Menaker soal Risk assessment, (punya soft copynya engga, mau dong
saya)
salut buat Depnaker, sementara Migas masih sibuk workshop dan rapat
kanan-kiri membahas PP nya , Depnaker malah sudah mengeluarkan SE
Menterinya, walaupun sekedar Surat
Edaran tapi paling tidak sudah ada kebijakan terlulis dari regulator
mengenai kewajiban ini (acung jempol buat Bu Zul, plus pak Saut dan Pak
Pungki tentunya..)

kalau boleh menambahkan, supaya Hasil Risk dan ALARP assessment kita
tidak di buang kelaut sama teman-teman kita di lapangan sana (walaupun
di pajang mentereng di meja
manajer-manajer kita)

yang harus lebih ditekankan adalah adalah bagai mana penerapan Risk
reduction measuresnya ( baik untuk Prevention, detection. control,
mitigation dan EER nya),  yaitu
pedoman bagi kita mengenai  " what to do" , "Who to do ",  "when and how
often", "how to do" and "at what out come"

So buat temen-temen yang mau menerapkan Risk assessment atau jualan risk
assessment jangan lupa menyediakan waktu dan effort yang memadai untuk
merencanakan penerapan risk
reduction measurenya, jangan terlalu berkutat di penentuan nilai
resikonya aja, atau juga di ALARP demonstrationnya, itu khan cuma
kira-kira diatas kertas.

Yudi


"Suryanto, Slamet" wrote:

> Pak Sunarno,
>
> Mempelajari risk assessment tidak sesederhana hanya dengan membaca
> standar karena risk assessment bersifat sangat complicated apalagi
yang
> menyangkut kuantitatif. Kalaupun ada masih bersifat company-based.
> Shell, sebagai salah satu contoh, perusahaan yang mempunyai Risk
> Assessment procedure yang bagus. Shell selain membuat prosedur Risk
> Assessment yang menurut saya bagus, juga membuat beberapa software
untuk
> Consequence Assessment. Namum dalam prakteknya, Shell justru banyak
> memanfaatkan jasa Lloyd's Register untuk melakukan Risk Assessment
> maupun Safety Case.
>
> Sampai sekarang belum ada standard risk assessment tetapi requirement
> mengenai risk assessment sudah mulai ada di regulasi Indonesia, Surat
> Edaran Menaker No. 140.MEN/PPK-KK/II/ 2004 untuk industri kimia yang
> mempunyai potensi bahaya besar dan PP mengenai HSE Management untuk
> industri MIGAS (sekarang masih berupa draft dan mungkin diisu tahun
> 2004)
>
> Masalahnya bagaimana menentukan bahwa suatu industri mempunyai potensi
> bahaya besar, bagaimana mengkuantifikasinya dan bagaimana menerapkan
> risk reduction measures untuk prevention, control dan mitigation
> (P/C/M)-nya? Apakah manajemen risiko anda ALARP (as low as reasonably
> practicable)? Teknik CBA (cost-benefit analysis) akan membantu anda
> dalam membuat keputusan apakah dengan cost yang harus di-spent efektif
> dengan risiko yang dapat direduksi.
>
> Kami mempunyai program kursus yang akan memperkenalkan sekaligus
> mempraktekkan teknik risk assessment dari yang kualitatif sampai
dengan
> kuantitatif.
> Pelatihan dapat diarange in-house, bahkan dengan Case Study Workshop
> dengan object dari case study berupa Fasilitas produksi/proses yang
ada
> di perusahaan.
> Perusahaan kami juga menyediakan jasa studi Risk Assessment baik untuk
> industri kimia, petrokimia maupun migas.
>
> Tertarik? Kami akan mengirimkan training course flyers untuk
penjelasan
> lebih detil via japri jika anda minta.
>
> Salam,
> Slamet Suryanto
>
> --




Yth Netter,

Milis ini hanya akan membicarakan masalah kesehatan kerja, keselamatan
kerja dan lingkungan kerja/hidup. Peminat yang akan menulis surat agar
mengikuti pedoman berikut:

Post message: K3_LH@yahoogroups.com
Subscribe:  K3_LH-subscribe@yahoogroups.com
Unsubscribe:  K3_LH-unsubscribe@yahoogroups.com
List owner:  K3_LH-owner@yahoogroups.com

Selamat bertukar pengalaman.

Moderator,
Dr Sudjoko KUSWADJI MSc(OM)
Ketua Umum
Perhimpunan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI)
d/a Lembaga Kesehatan Penerbangan dan Antariksa Saryanto
Jl MT Harjono Kav 41 Jakarta 12770
Telp: 021 7918 4052 Email: dokterkesja@...
http://www.idki.or.id/
========================

Yahoo! Groups Links







[Non-text portions of this message have been removed]

#18333 From: "Rosmana Eko Saputra" <resaputra@...>
Date: Tue May 4, 2004 2:56 am
Subject: Re: [Oil&Gas] Infomasi (Attachment not working in yahoo.groups)
resaputra
Send Email Send Email
 
Wah Pak Sutrisno belum membaca tata tertib milis ya.... Penting tuh Pak,
tolong dibaca lagi.
   Di sana, Oleh Pak Budhi diberitahukan bahwa milis migas tidak memperkenankan
attachment langsung dari Anggota, tetapi harus lewat admin. Jadi kalo mau ngirim
attachment sebaiknya di-cc-kan ke beliau nanti beliau yang menentukan apakah
lewat milis atau hanya di-upload ke direktori migas.....

   Demikian Pak, Mohon perhatian untuk membaca peraturan dan netiket milis...

   ROSES - LION
     ----- Original Message -----
     From: Sutrisno
     To: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
     Sent: Tuesday, May 04, 2004 2:37 AM
     Subject: [Oil&Gas] Infomasi (Attachment not working in yahoo.groups)


     Salam kenal,

     Saya adalah anggota milis yang baru bergabung beberapa hari, ada
     beberapa hal yang ingin saya sarankan setelah melihat pesan2 yang
     diposting.

     Sepertinya banyak diantara anggota yang ingin memakai fasilitas
     attachment, akan tetapi (maaf bukannya saya menggurui) fasilitas
     tersebut tidak bisa digunakan dalam milis, hal ini disebabkan mail
     server yahoo akan menanggung file yang terus membesar jika fasilitas
     ini diaktifkan.

     Jadi saran saya, sebaiknya attachment tersebut langsung dialamatkan
     ke
     yang bersangkutan.

     Demikian informasi saya, semoga bermanfaat.

     Salam,

     Sutrisno




     Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
     No E-mail (Web) : Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
     Daily Digest    : Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
     Individual Mail : Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
     Administrator   : Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
     (Note: dibutuhkan 2-3 hari sebelum efektif berlaku)

     !!! HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK PERLU SEWAKTU REPLY !!!


           Yahoo! Groups Sponsor
                 ADVERTISEMENT





----------------------------------------------------------------------------
     Yahoo! Groups Links

       a.. To visit your group on the web, go to:
       http://groups.yahoo.com/group/Migas_Indonesia/

       b.. To unsubscribe from this group, send an email to:
       Migas_Indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com

       c.. Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.




[Non-text portions of this message have been removed]

#18334 From: alvina@...
Date: Tue May 4, 2004 3:08 am
Subject: Re: [Oil&Gas] [mech][instr] surge control ?
alvina@...
Send Email Send Email
 
Hi.....tutu

Keep the spirit for learning OK .
Saya ngga tahu harus bantu jelasin darimana, yang jadi kebiasaan saya
adalah mencoba melihat dasar fenomena yang terjadi dalam suatu sistem. Saya
cuma mau bantu sedikit saja disini.....hope it will be valuable for you.

Untuk sistem surge control ini, kenapa diperlukan utk kompresor ?
Tentunya karena semua kompresor baik centrifugal ataupun axial tidak
dibolehkan beroperasi dibawah surge limit dari kondisi operasinya. Jika
surge tidak dicontrol tentunya yang paling parah akan menyebabkan
kompresornya rusak.

Apa itu surge phenomena pada kompresor ?
Terjadi jika fluid yang masuk ke inlet kompresor berubah-ubah besarnya atau
disebut surge, dan surge tersebut tidak dapat dicontrol atau diatur lagi
besarnya, dan ketika tekanan yang melewati kompresor naik, dan adanya
sedikit aliran yang memutar balik (occurance of flow reversal).
Saat surge ini terjadi, aliran balik yang muncul dapat menurunkan tekanan
discharge atau menaikkan tekanan suction, yang mana jika telah sampai pada
surge point harus dicegah agar rotating mesin tidak rusak atau agar sistem
yang berhubungan dengan kompresor ini dapat bekerja terus dengan optimum.

Worst case that will happen?  Ineffeicient compressor operation, wasted
energy, blow-off flow, in-optimum operation of the connecting/nearest
system to this compressor system.

Common anti-surge control method ?
Tipikal adalah fungsi pengukuran dari tekanan yang naik dengan flow yang
melewati kompresor . Ada beberapa referensi yang bisa dicari di internet
mengenai hal ini, contohnya surge control system yang dipatenkan Dresser
Rand, caranya Yokogawa, atau caranya DeltaV dari Emerson, dll. atau buku2
tentang proses control.
Dipelajari saja sendiri yach......yang jelas tentukan saja worst case
penyebab surge ini, atau ambil beberapa kemungkinan skenario yang
terjadi.....baru develop curve safe operating for your compressor, dan
terakhir minta saran sama expert instrumen juga vendor kompresor tersebut.

Semoga membantu, dan mohon dikoreksi bila ada yang salah
ya.................. Mungkin rekan instrument/rotating/proses yang lain
bisa lebih membantu anda.............cheers.


Thanks & Salam,
Alvin




                       "tutu"
                       <toe.toe@...        To:      
migas_indonesia@yahoogroups.com
                       m>                       cc:
                                                Subject:  [Oil&Gas] [mech][instr]
surge control ?
                       04/29/2004 06:15
                       PM
                       Please respond to
                       Migas_Indonesia







dear rekans,

saya tertarik dengan subject diatas, mohon pencerahannya
ttg surge control tersebut pada rotating equipment, i.e
centrifugal gas compressor, mungkin dari para rekans ada
yang tau ttg formula yang dipake untuk menentukan surge
line pada compressor map?

----deleted----

#18335 From: "Arief Rahman T" <arief_rahman@...>
Date: Tue May 4, 2004 3:04 am
Subject: RE: [Oil&Gas] RE: [K3_LH] Risk Assessment
arief_rahman@...
Send Email Send Email
 
Pak Slamet Suryanto,

Saya tertarik bertanya mengenai dua kutub :
1. Kutub yang secara tegas dalam pengambilan keputusan (ke depan) diperlukan
data dan pengalaman masa lampau
pengambilan keputusan
2. Kutub yang secara tegas dalam pengambilan keputusan (ke depan) didasarkan
pada subyektifitas intuitive

Agak aneh saja kenapa bisa ada kutub yang purely intuitive dan ngotot tidak
mau ketemu sama yang jelas-jelas based on previous experience and data
(menurut tulisan anda).

Mohon penjelasannya kalau-kalau saya salah persepsi.

Thanks,

  -----Original Message-----
From:  Suryanto, Slamet  [mailto:Slamet.Suryanto@...]
Sent: Tuesday, May 04, 2004 9:52 AM
To: K3_LH@yahoogroups.com
Cc: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Subject: [Oil&Gas] RE: [K3_LH] Risk Assessment

Mas Yudi,

Terlampir disampaikan Surat Edaran Menaker Nomor:
SE.140/MEN/PPK-KK/II/2004 tentang Pemenuhan Kewajiban Syarat-Syarat K3
di Industri Kimia dengan Potensi Bahaya Besar.

Sayang sekali surat edaran tersebut secara tegas menyatakan untuk
industri kimia. Menurut saya, Depnaker selaku otoritas tertinggi untuk
K3 di tanah air seharusnya tidak membatasi diri pada segmentasi jenis
industri tertentu.

Menambahkan komentar anda, bahkan informasi terakhir yang didapat draft
PP-HSE untuk migas sudah kabur ketentuan adanya risk assessment,
khususnya untuk Major Accident Event (MAE) dan lebih mengedepankan
"hardware inspection" yang secara praktek selama ini telah dijalankan,
jadi secara umum draft terakhir dari PP tersebut hampir tidak ada
kemajuan dibandingkan dengan peraturan yang sudah ada (dari Depnaker &
MIGAS) plus praktek yang sudah berjalan.

Secara umum, mengomentari kelembagaan K3 di tanah air, saya mengimpikan
adanya institusi seperti halnya HSE (Health Safety Executive) di UK yang
mempunyai kompetensi teknis yang tinggi selaku regulator dan juga
auditor.

Saya setuju dengan masukan anda bahwa RRM (risk reduction measures)
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan penting dalam studi Risk
Assessment. Namun demikian, mohon dipahami bahwa terkadang suatu studi
hanya mencakup Risk Analysis dimana RRM tidak termasuk dalam  cakupan
Risk Analysis. Mudah-mudahan tidak terjebak dengan beberapa istilah,
Risk Analysis, Risk Assessment maupun Risk Management dimana
masing-masing tersebut mempunyai batasan dan cakupan. Terlampir pula
diagram masing-masing batasan. Penerapan RRM terkait atau tercakup dalam
Risk Management.

Menambahkan komentar paragraph anda terakhir ada sedikit ingatan saya
ketika membaca buku "Against the God" karya Peter L. Berstein (2002)
bahwa terdapat dua kutub dalam menentukan keputusan dalam mengelola
risiko. Yang pertama adalah kutub yang secara tegas dalam pengambilan
keputusan (ke depan) diperlukan data dan pengalaman masa lampau
sedangkan kutub satunya berpendapat bahwa pengambilan keputusan
didasarkan pada subyektifitas intuitive. Keduanya sampai sekarang tidak
pernah bertemu. Dalam paragraph lain di bukunya dinyatakan bahwa batas
jelas antara dunia modern dengan dunia tradisional adalah Manajemen
Risiko.

Pertanyaan selanjutnya adalah cenderung berdiri dimanakah kita diantara
dua kutub tersebut? Jika anda condong pada kutub pertama, maka
pengambilan keputusan anda setidaknya akan menggunakan dasar-dasar
Manajemen Risiko dan jika sebaliknya maka intuisi yang menjadi driver.

Salam hangat,
Slamet Suryanto

Note: saya forwardkan juga ke milist migas Indonesia karena juga terkait
dengan isu K3 di migas.







[Non-text portions of this message have been removed]

#18336 From: "BerisiK bangeT" <hatiku_selembardaun@...>
Date: Tue May 4, 2004 3:32 am
Subject: Re: [Oil&Gas] (KMI) Rencana Seminar HSE (was: Standar Keselamatan Kerja Indonesia)
hatiku_selembardaun@...
Send Email Send Email
 
Mas Budhi,

Usul saya cuman satu, untuk perusahaan petrokimia macam di daerah Banten, saya
kira yang terlalu prosedural tidaklah tepat, sebaiknya yang dikedepankan adalah
Process Safety.
itu ajah,

rgrds,

DAM
Process Safety Learner


____________________________________________________________
Find what you are looking for with the Lycos Yellow Pages
http://r.lycos.com/r/yp_emailfooter/http://yellowpages.lycos.com/default.asp?SRC\
=lycos10

[Non-text portions of this message have been removed]

#18337 From: "Bambang S. Santoso" <BSSantoso@...>
Date: Tue May 4, 2004 3:37 am
Subject: RE: [Oil&Gas] RE: [K3_LH] Risk Assessment
BSSantoso@...
Send Email Send Email
 
Mas Slamet,

Saya juga tertarik dengan beda kutub-kutub pemikiran ini:

Akhirnya saya percaya bahwa kedua kutub ini mempengaruhi pengambilan
keputusan oleh seorang pemimpin perusahaan/organisasi. Bedanya, adalah
pengaruh dari kutub yang pertama dapat dituliskan secara lengkap dalam
narasi justification, tetapi yang kedua sebahagiaanya tidak dapat
dituliskan
dan hanya merupakan bahagian dari dasar keyakinan pemimpin ybs, yang
tidak dapat didiskusikan.

Contoh:
Sebuah perusahaan konsultan resiko di USA menawarkan suatu program
mahal yang untuk mempelajari/mengakses resiko terjadinya ledakan akibat
serangan teroris. Perusahaan-perusahaan yang berminat dapat ambil bagian
dalam pembiayaan studi tsb. dengan imbalan full disclosure/access
terhadap hasil yg diperoleh.

Bila perusahaan yang ditawari program tsb. tidak meresponse, sudah
berarti mengambil keputusan untuk tidak ikutan. Seperti diketahui,
menghitung probabilitas dan dampak terjadinya serangan teroris bukanlah
hal yang mudah.

Pendekatan dari kedua kutub sama-sama diperlukan dalam mengambil
keputusan. Namun yang berdasarkan intuisi sulit dituliskan. Meskipun
ternyata dominan. Tanpa dasar tertulis, keputusan sudah di ambil: untuk
tidak meresponse tawaran konsultan tertentu, karena mungkin intuisi
mengatakan "probabilitas kejadian itu - kecil, buat apa bayar konsultan
mahal-mahal ".

Salam,


Bambang S. Santoso, CMRP



>>> arief_rahman@... 05/04/04 11:04AM >>>
Pak Slamet Suryanto,

Saya tertarik bertanya mengenai dua kutub :
1. Kutub yang secara tegas dalam pengambilan keputusan (ke depan)
diperlukan
data dan pengalaman masa lampau
pengambilan keputusan
2. Kutub yang secara tegas dalam pengambilan keputusan (ke depan)
didasarkan
pada subyektifitas intuitive

Agak aneh saja kenapa bisa ada kutub yang purely intuitive dan ngotot
tidak
mau ketemu sama yang jelas-jelas based on previous experience and data
(menurut tulisan anda).

Mohon penjelasannya kalau-kalau saya salah persepsi.

Thanks,

  -----Original Message-----
From:  Suryanto, Slamet  [mailto:Slamet.Suryanto@...]
Sent: Tuesday, May 04, 2004 9:52 AM
To: K3_LH@yahoogroups.com
Cc: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Subject: [Oil&Gas] RE: [K3_LH] Risk Assessment

Mas Yudi,

Terlampir disampaikan Surat Edaran Menaker Nomor:
SE.140/MEN/PPK-KK/II/2004 tentang Pemenuhan Kewajiban Syarat-Syarat K3
di Industri Kimia dengan Potensi Bahaya Besar.

Sayang sekali surat edaran tersebut secara tegas menyatakan untuk
industri kimia. Menurut saya, Depnaker selaku otoritas tertinggi untuk
K3 di tanah air seharusnya tidak membatasi diri pada segmentasi jenis
industri tertentu.

Menambahkan komentar anda, bahkan informasi terakhir yang didapat
draft
PP-HSE untuk migas sudah kabur ketentuan adanya risk assessment,
khususnya untuk Major Accident Event (MAE) dan lebih mengedepankan
"hardware inspection" yang secara praktek selama ini telah dijalankan,
jadi secara umum draft terakhir dari PP tersebut hampir tidak ada
kemajuan dibandingkan dengan peraturan yang sudah ada (dari Depnaker &
MIGAS) plus praktek yang sudah berjalan.

Secara umum, mengomentari kelembagaan K3 di tanah air, saya
mengimpikan
adanya institusi seperti halnya HSE (Health Safety Executive) di UK
yang
mempunyai kompetensi teknis yang tinggi selaku regulator dan juga
auditor.

Saya setuju dengan masukan anda bahwa RRM (risk reduction measures)
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan penting dalam studi Risk
Assessment. Namun demikian, mohon dipahami bahwa terkadang suatu studi
hanya mencakup Risk Analysis dimana RRM tidak termasuk dalam  cakupan
Risk Analysis. Mudah-mudahan tidak terjebak dengan beberapa istilah,
Risk Analysis, Risk Assessment maupun Risk Management dimana
masing-masing tersebut mempunyai batasan dan cakupan. Terlampir pula
diagram masing-masing batasan. Penerapan RRM terkait atau tercakup
dalam
Risk Management.

Menambahkan komentar paragraph anda terakhir ada sedikit ingatan saya
ketika membaca buku "Against the God" karya Peter L. Berstein (2002)
bahwa terdapat dua kutub dalam menentukan keputusan dalam mengelola
risiko. Yang pertama adalah kutub yang secara tegas dalam pengambilan
keputusan (ke depan) diperlukan data dan pengalaman masa lampau
sedangkan kutub satunya berpendapat bahwa pengambilan keputusan
didasarkan pada subyektifitas intuitive. Keduanya sampai sekarang
tidak
pernah bertemu. Dalam paragraph lain di bukunya dinyatakan bahwa batas
jelas antara dunia modern dengan dunia tradisional adalah Manajemen
Risiko.

Pertanyaan selanjutnya adalah cenderung berdiri dimanakah kita
diantara
dua kutub tersebut? Jika anda condong pada kutub pertama, maka
pengambilan keputusan anda setidaknya akan menggunakan dasar-dasar
Manajemen Risiko dan jika sebaliknya maka intuisi yang menjadi driver.


Salam hangat,
Slamet Suryanto

Note: saya forwardkan juga ke milist migas Indonesia karena juga
terkait
dengan isu K3 di migas.







[Non-text portions of this message have been removed]



Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
No E-mail (Web) : Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
Daily Digest    : Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
Individual Mail : Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
Administrator   : Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
(Note: dibutuhkan 2-3 hari sebelum efektif berlaku)

!!! HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK PERLU SEWAKTU REPLY !!!
Yahoo! Groups Links

#18338 From: "Suryanto, Slamet " <Slamet.Suryanto@...>
Date: Tue May 4, 2004 4:04 am
Subject: RE: [Oil&Gas] RE: [K3_LH] Risk Assessment
Slamet.Suryanto@...
Send Email Send Email
 
Pak Arief,

Manajemen risiko dalam sejarahnya tidak lepas dari perjudian yang
mendasarkan diri pada nasib. Bahkan salah satu peletak dasar ilmu
manajemen risiko dan reliabilitas adalah bangsawan Perancis yang hobi
judi. Dasar-dasar ilmu risiko berkembang pesat pada abad 17 dan 18
ketika jaman Renaissance dan berkembang lambat sampai dengan abad 20.
Itulah mengapa garis pembatas antara dunia modern dan tradisional adalah
pada manajemen risiko, karena dunia tradisional masih mendasarkan diri
pada nasib sedangkan dunia modern pada pengelolaan risiko yang secara
tersirat berupa against the god (tidak semata-mata berdasarkan nasib)
tetapi lebih kepada probable atau plausible.

Pertanyaan anda masih relevan sampai sekarang. Kutub yang kedua sama
sekali tidak bisa menerima asumsi bahwa suatu kejadian ke depan
merupakan pengulangan dari peristiwa masa lampau sedangkan kutub yang
pertama meyakini bahwa peristiwa ke depan merupakan sebagian pengulangan
peristiwa masa lampau. Mengapa garis pemisah ini sangat penting? Karena
inilah yang menjadi dasar Manajemen Risiko. Dari mana Diagram Distribusi
Normal yang bentuknya seperti lonceng berasal? Diagram ini berasal dari
pertanyaan mengapa keruntuhan selalu didahului dengan kejayaan.

Pertanyaan selanjutnya adalah seberapa besar Manajemen Risiko
diterapkan? Umumnya perusahaan di Indonesia melakukan shortcut dengan
menerapkan teknik Transfer dalam mengelola risiko, khususnya risiko
proyek dan umumnya tanpa adanya koordinasi antara Fungsi Keungan dengan
Fungsi yang mengelola risiko (misal HSE) . Padahal masih terdapat banyak
teknik yang bisa diterapkan diantaranya:

1. Prevention;
2. Control;
3. Mitigation;
4. Avoidance;
5. Transfer (by contract and by insurance)
6. Retention.

Salam,
Slamet Suryanto



-----Original Message-----
From: Arief Rahman T [mailto:arief_rahman@...]
Sent: 04 May 2004 10:05
To: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Subject: RE: [Oil&Gas] RE: [K3_LH] Risk Assessment

Pak Slamet Suryanto,

Saya tertarik bertanya mengenai dua kutub :
1. Kutub yang secara tegas dalam pengambilan keputusan (ke depan)
diperlukan
data dan pengalaman masa lampau
pengambilan keputusan
2. Kutub yang secara tegas dalam pengambilan keputusan (ke depan)
didasarkan
pada subyektifitas intuitive

Agak aneh saja kenapa bisa ada kutub yang purely intuitive dan ngotot
tidak
mau ketemu sama yang jelas-jelas based on previous experience and data
(menurut tulisan anda).

Mohon penjelasannya kalau-kalau saya salah persepsi.

Thanks,

  -----Original Message-----
From:  Suryanto, Slamet  [mailto:Slamet.Suryanto@...]
Sent: Tuesday, May 04, 2004 9:52 AM
To: K3_LH@yahoogroups.com
Cc: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Subject: [Oil&Gas] RE: [K3_LH] Risk Assessment

Mas Yudi,

Terlampir disampaikan Surat Edaran Menaker Nomor:
SE.140/MEN/PPK-KK/II/2004 tentang Pemenuhan Kewajiban Syarat-Syarat K3
di Industri Kimia dengan Potensi Bahaya Besar.

Sayang sekali surat edaran tersebut secara tegas menyatakan untuk
industri kimia. Menurut saya, Depnaker selaku otoritas tertinggi untuk
K3 di tanah air seharusnya tidak membatasi diri pada segmentasi jenis
industri tertentu.

Menambahkan komentar anda, bahkan informasi terakhir yang didapat draft
PP-HSE untuk migas sudah kabur ketentuan adanya risk assessment,
khususnya untuk Major Accident Event (MAE) dan lebih mengedepankan
"hardware inspection" yang secara praktek selama ini telah dijalankan,
jadi secara umum draft terakhir dari PP tersebut hampir tidak ada
kemajuan dibandingkan dengan peraturan yang sudah ada (dari Depnaker &
MIGAS) plus praktek yang sudah berjalan.

Secara umum, mengomentari kelembagaan K3 di tanah air, saya mengimpikan
adanya institusi seperti halnya HSE (Health Safety Executive) di UK yang
mempunyai kompetensi teknis yang tinggi selaku regulator dan juga
auditor.

Saya setuju dengan masukan anda bahwa RRM (risk reduction measures)
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan penting dalam studi Risk
Assessment. Namun demikian, mohon dipahami bahwa terkadang suatu studi
hanya mencakup Risk Analysis dimana RRM tidak termasuk dalam  cakupan
Risk Analysis. Mudah-mudahan tidak terjebak dengan beberapa istilah,
Risk Analysis, Risk Assessment maupun Risk Management dimana
masing-masing tersebut mempunyai batasan dan cakupan. Terlampir pula
diagram masing-masing batasan. Penerapan RRM terkait atau tercakup dalam
Risk Management.

Menambahkan komentar paragraph anda terakhir ada sedikit ingatan saya
ketika membaca buku "Against the God" karya Peter L. Berstein (2002)
bahwa terdapat dua kutub dalam menentukan keputusan dalam mengelola
risiko. Yang pertama adalah kutub yang secara tegas dalam pengambilan
keputusan (ke depan) diperlukan data dan pengalaman masa lampau
sedangkan kutub satunya berpendapat bahwa pengambilan keputusan
didasarkan pada subyektifitas intuitive. Keduanya sampai sekarang tidak
pernah bertemu. Dalam paragraph lain di bukunya dinyatakan bahwa batas
jelas antara dunia modern dengan dunia tradisional adalah Manajemen
Risiko.

Pertanyaan selanjutnya adalah cenderung berdiri dimanakah kita diantara
dua kutub tersebut? Jika anda condong pada kutub pertama, maka
pengambilan keputusan anda setidaknya akan menggunakan dasar-dasar
Manajemen Risiko dan jika sebaliknya maka intuisi yang menjadi driver.

Salam hangat,
Slamet Suryanto

Note: saya forwardkan juga ke milist migas Indonesia karena juga terkait
dengan isu K3 di migas.







[Non-text portions of this message have been removed]



Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
No E-mail (Web) : Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
Daily Digest    : Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
Individual Mail : Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
Administrator   : Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
(Note: dibutuhkan 2-3 hari sebelum efektif berlaku)

!!! HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK PERLU SEWAKTU REPLY !!!
Yahoo! Groups Links

#18339 From: x.sulistiyono@...
Date: Tue May 4, 2004 4:07 am
Subject: RE: [Oil&Gas] (SDM) Indonesianisasi di perusahaan migas sukses ?
x.sulistiyono@...
Send Email Send Email
 
Rekan2 milister ,

Sangat menarik uraian Pak Akhmad Sabardi perihal supervisor yang diinginkan
oleh bawahan, namun dalam kata pembukanya beliau juga mencontohkan beberapa
menteri Republik ini yang cukup dewasa dalam bersikap, sehingga krieria
supervisor yang disampaikan yaitu jujur, memiliki visi kedepan, inspiring
dan kompeten nampaknya juga dapat ditambahkan satu  item lagi yaitu dewasa
dalam bersikap dan bertindak. Kompeten tentunya tidak hanya kompeten dalam
hal teknis tetapi juga hal non teknis yang justru sangat sulit dan
memerlukan kedewasaan sikap sebab dia menjadi Bapak para anak buahnya.

Mengenai komentar beliau tentang tidak berhasilnya Indonesianisasi
seyogyanya tidak ditimpakan kepada tenaga nasional semata karena menurut
beberapa pihak ,  tidak berjalannya Indonesianisasi sebagaimana mestinya
disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :
    Tidak siapnya tenaga nasional seperti diuraikan oleh Pak Akhmad Sabardi.
    Disamping itu ada komentar bahwa orang Indonesia tidak mampu
    menyesuaikan diri dengan kultur orang non Indonesia. Ini nampaknya
    banyak pihak yang tersinggung karena semestinya orang non Indonesia yang
    harus menyesuaikan dengan kultur Indonesia wong mereka bekerja di
    Indonesia. Namun apabila kultur yang dimaksud adalah etos kerja yang
    tinggi, tepat waktu, menepati janji (tertulis), dll tentunya patut kita
    renungkan..
    Para pengawas atau supervisor dan  pihak regulator , seyogyanya
    mengawasi dan memantau dan menindak lanjuti dengan betul proses
    Indonesianisasi .Sangat disarankan kepada  BP MIGAS , Direktorat Jendral
    MIGAS dan Depnaker . Yang seyogyanya  diperhatikan oleh para pengawas
    dan  regulator adalah istilah kebijaksanaan sebenarnya artinya adalah
    menyalahi/ melanggar  peraturan yang ada. Tanpa beliau2 Indonesianisasi
    tidak akan berhasil. Perlu langkah2 konkrit yang perlu dilakukan. Nah
    masukan dari migas milister tentunya sangat diharapkan, namun masukan
    dari para milister toh tidak ada gunanya apabila beliau2 tidak
    bergeming.
    Indonesia tidak sama dengan Qatar yang menargetkan 50% tenaga
    nasionalnya pada perusahaan2 mereka. Indonesia saya pikir sudah lebih
    kurang 90% menggunakan tenaga nasional and toh beberapa pihak menganggap
    itu belum berhasil.


Salam
Sulistiyono

#18340 From: "Suryanto, Slamet " <Slamet.Suryanto@...>
Date: Tue May 4, 2004 4:22 am
Subject: RE: [Oil&Gas] RE: [K3_LH] Risk Assessment
Slamet.Suryanto@...
Send Email Send Email
 
Mas Bambang,
Manajemen risiko tidak seharusnya hanya diletakkan pada probabilitas
tetapi juga konsekuensi. Jika probabilitasnya kecil tetapi
konsekuensinya besar, dan konsekuensi kecil tapi probabilitasnya besar,
mana yang menurut anda mempunyai risiko lebih besar?

Contoh gampangnya mana yang risikonya lebih besar naik pesawat atau naik
bus jika anda bepergian ke Surabaya dari Jakarta? Data statistic
menyebutkan bahwa fatality akibat land-traffic accident sangat besar
dibanding fatality akibat kecelakaan pesawat. Jika tersedia tiket bus
dan pesawat mana yang anda pilih berdasarkan analisa risiko anda?

Penerimaan terhadap risiko hendaknya didasarkan pada suatu penilaian
sehingga teknik Retention yang dipilih untuk mengelola risiko atau
kombinasi dengan teknik lain. Teknik Retention dipilih jika risiko
dinilai acceptable dan jika dibiarkan tetap ada maka cost yang timbul
akibat kerugian masih dapat ditanggung oleh organisasi tersebut.

Salam,
Slamet Suryanto

-----Original Message-----
From: Bambang S. Santoso [mailto:BSSantoso@...]
Sent: 04 May 2004 10:37
To: arief_rahman@...; Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Subject: RE: [Oil&Gas] RE: [K3_LH] Risk Assessment

Mas Slamet,

Saya juga tertarik dengan beda kutub-kutub pemikiran ini:

Akhirnya saya percaya bahwa kedua kutub ini mempengaruhi pengambilan
keputusan oleh seorang pemimpin perusahaan/organisasi. Bedanya, adalah
pengaruh dari kutub yang pertama dapat dituliskan secara lengkap dalam
narasi justification, tetapi yang kedua sebahagiaanya tidak dapat
dituliskan
dan hanya merupakan bahagian dari dasar keyakinan pemimpin ybs, yang
tidak dapat didiskusikan.

Contoh:
Sebuah perusahaan konsultan resiko di USA menawarkan suatu program
mahal yang untuk mempelajari/mengakses resiko terjadinya ledakan akibat
serangan teroris. Perusahaan-perusahaan yang berminat dapat ambil bagian
dalam pembiayaan studi tsb. dengan imbalan full disclosure/access
terhadap hasil yg diperoleh.

Bila perusahaan yang ditawari program tsb. tidak meresponse, sudah
berarti mengambil keputusan untuk tidak ikutan. Seperti diketahui,
menghitung probabilitas dan dampak terjadinya serangan teroris bukanlah
hal yang mudah.

Pendekatan dari kedua kutub sama-sama diperlukan dalam mengambil
keputusan. Namun yang berdasarkan intuisi sulit dituliskan. Meskipun
ternyata dominan. Tanpa dasar tertulis, keputusan sudah di ambil: untuk
tidak meresponse tawaran konsultan tertentu, karena mungkin intuisi
mengatakan "probabilitas kejadian itu - kecil, buat apa bayar konsultan
mahal-mahal ".

Salam,


Bambang S. Santoso, CMRP



>>> arief_rahman@... 05/04/04 11:04AM >>>
Pak Slamet Suryanto,

Saya tertarik bertanya mengenai dua kutub :
1. Kutub yang secara tegas dalam pengambilan keputusan (ke depan)
diperlukan
data dan pengalaman masa lampau
pengambilan keputusan
2. Kutub yang secara tegas dalam pengambilan keputusan (ke depan)
didasarkan
pada subyektifitas intuitive

Agak aneh saja kenapa bisa ada kutub yang purely intuitive dan ngotot
tidak
mau ketemu sama yang jelas-jelas based on previous experience and data
(menurut tulisan anda).

Mohon penjelasannya kalau-kalau saya salah persepsi.

Thanks,

  -----Original Message-----
From:  Suryanto, Slamet  [mailto:Slamet.Suryanto@...]
Sent: Tuesday, May 04, 2004 9:52 AM
To: K3_LH@yahoogroups.com
Cc: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Subject: [Oil&Gas] RE: [K3_LH] Risk Assessment

Mas Yudi,

Terlampir disampaikan Surat Edaran Menaker Nomor:
SE.140/MEN/PPK-KK/II/2004 tentang Pemenuhan Kewajiban Syarat-Syarat K3
di Industri Kimia dengan Potensi Bahaya Besar.

Sayang sekali surat edaran tersebut secara tegas menyatakan untuk
industri kimia. Menurut saya, Depnaker selaku otoritas tertinggi untuk
K3 di tanah air seharusnya tidak membatasi diri pada segmentasi jenis
industri tertentu.

Menambahkan komentar anda, bahkan informasi terakhir yang didapat
draft
PP-HSE untuk migas sudah kabur ketentuan adanya risk assessment,
khususnya untuk Major Accident Event (MAE) dan lebih mengedepankan
"hardware inspection" yang secara praktek selama ini telah dijalankan,
jadi secara umum draft terakhir dari PP tersebut hampir tidak ada
kemajuan dibandingkan dengan peraturan yang sudah ada (dari Depnaker &
MIGAS) plus praktek yang sudah berjalan.

Secara umum, mengomentari kelembagaan K3 di tanah air, saya
mengimpikan
adanya institusi seperti halnya HSE (Health Safety Executive) di UK
yang
mempunyai kompetensi teknis yang tinggi selaku regulator dan juga
auditor.

Saya setuju dengan masukan anda bahwa RRM (risk reduction measures)
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan penting dalam studi Risk
Assessment. Namun demikian, mohon dipahami bahwa terkadang suatu studi
hanya mencakup Risk Analysis dimana RRM tidak termasuk dalam  cakupan
Risk Analysis. Mudah-mudahan tidak terjebak dengan beberapa istilah,
Risk Analysis, Risk Assessment maupun Risk Management dimana
masing-masing tersebut mempunyai batasan dan cakupan. Terlampir pula
diagram masing-masing batasan. Penerapan RRM terkait atau tercakup
dalam
Risk Management.

Menambahkan komentar paragraph anda terakhir ada sedikit ingatan saya
ketika membaca buku "Against the God" karya Peter L. Berstein (2002)
bahwa terdapat dua kutub dalam menentukan keputusan dalam mengelola
risiko. Yang pertama adalah kutub yang secara tegas dalam pengambilan
keputusan (ke depan) diperlukan data dan pengalaman masa lampau
sedangkan kutub satunya berpendapat bahwa pengambilan keputusan
didasarkan pada subyektifitas intuitive. Keduanya sampai sekarang
tidak
pernah bertemu. Dalam paragraph lain di bukunya dinyatakan bahwa batas
jelas antara dunia modern dengan dunia tradisional adalah Manajemen
Risiko.

Pertanyaan selanjutnya adalah cenderung berdiri dimanakah kita
diantara
dua kutub tersebut? Jika anda condong pada kutub pertama, maka
pengambilan keputusan anda setidaknya akan menggunakan dasar-dasar
Manajemen Risiko dan jika sebaliknya maka intuisi yang menjadi driver.


Salam hangat,
Slamet Suryanto

Note: saya forwardkan juga ke milist migas Indonesia karena juga
terkait
dengan isu K3 di migas.







[Non-text portions of this message have been removed]



Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
No E-mail (Web) : Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
Daily Digest    : Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
Individual Mail : Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
Administrator   : Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
(Note: dibutuhkan 2-3 hari sebelum efektif berlaku)

!!! HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK PERLU SEWAKTU REPLY !!!
Yahoo! Groups Links








Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
No E-mail (Web) : Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
Daily Digest    : Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
Individual Mail : Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
Administrator   : Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
(Note: dibutuhkan 2-3 hari sebelum efektif berlaku)

!!! HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK PERLU SEWAKTU REPLY !!!
Yahoo! Groups Links

#18341 From: Achmad Suryanto <achmadsuryanto@...>
Date: Tue May 4, 2004 4:27 am
Subject: Sistim Kontrak Bagi Hasil Pada Perusahaan Minyak di Indonesia
achmadsuryanto
Send Email Send Email
 
Rekan2 sekalian,
Saya mohon pendapat dari rekan sekalian mengenai subject ini? apakah metode
sistim bagi hasil ini memang menguntungkan bangsa kita? kemudian apakah sudah
ada inisiatif merubahnya?
Thanks,
A.S. Suryanto


---------------------------------
Do you Yahoo!?
Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs

[Non-text portions of this message have been removed]

#18342 From: "Swastioko, Budhi" <BSwastioko@...>
Date: Tue May 4, 2004 4:35 am
Subject: Re: [Oil&Gas] [mech][instr] surge control ?
migas_indonesia
Send Email Send Email
 
Pak Budhi,

Mungkin artikel dapat dishare sehubungan dengan subject diatas. File ini
secara gratis dapat didownload di website-nya Compressor Controls
Corporation (www.cccglobal.com). Semoga bermanfaat.

Regards,
Weby

> -----Original Message-----
> From: tutu [mailto:toe.toe@...]
> Sent: Thursday, April 29, 2004 5:16 PM
> To: migas_indonesia@yahoogroups.com
> Subject: [Oil&Gas] [mech][instr] surge control ?

> dear rekans,
>
> saya tertarik dengan subject diatas, mohon pencerahannya
> ttg surge control tersebut pada rotating equipment, i.e centrifugal
> gas compressor, mungkin dari para rekans ada yang tau ttg formula yang
> dipake untuk menentukan surge line pada compressor map?
> why surge control ? worst condition if surging happened to
> equipment and entire process ??
>
> sekiranya tidak mengganggu waktu kerja para rekans, mohon
> pencerahannya....
>
>
> yang baru belajar,
>
> "toe.toe"
> barito wirajasa

#18343 From: "Muhammad Nashar" <nashar@...>
Date: Tue May 4, 2004 4:47 am
Subject: RE: [Oil&Gas] RE: [K3_LH] Risk Assessment
mnashard
Send Email Send Email
 
Pak Suryanto dan Pak Bambang

Ingin ikutan sedikit mengenai manajemen resiko, Resiko dalam artian
management for decision atau keputusan manajemen akan dilihat dari
apakah resiko itu dapat di hitung atau calculated risk or uncalculated
risk. Hal ini cukup penting agar keputusan atau konsenkuensi bila
keputusanya yang di ambil adalah saya (if) maka resiko yang paling besar
atau yang paling akan muncul akan segera dapat diketahui.

Salam
M.Nashar

-----Original Message-----
From: Suryanto, Slamet [mailto:Slamet.Suryanto@...]
Sent: Tuesday, May 04, 2004 11:23 AM
To: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Subject: RE: [Oil&Gas] RE: [K3_LH] Risk Assessment

Mas Bambang,
Manajemen risiko tidak seharusnya hanya diletakkan pada probabilitas
tetapi juga konsekuensi. Jika probabilitasnya kecil tetapi
konsekuensinya besar, dan konsekuensi kecil tapi probabilitasnya besar,
mana yang menurut anda mempunyai risiko lebih besar?

Contoh gampangnya mana yang risikonya lebih besar naik pesawat atau naik
bus jika anda bepergian ke Surabaya dari Jakarta? Data statistic
menyebutkan bahwa fatality akibat land-traffic accident sangat besar
dibanding fatality akibat kecelakaan pesawat. Jika tersedia tiket bus
dan pesawat mana yang anda pilih berdasarkan analisa risiko anda?

Penerimaan terhadap risiko hendaknya didasarkan pada suatu penilaian
sehingga teknik Retention yang dipilih untuk mengelola risiko atau
kombinasi dengan teknik lain. Teknik Retention dipilih jika risiko
dinilai acceptable dan jika dibiarkan tetap ada maka cost yang timbul
akibat kerugian masih dapat ditanggung oleh organisasi tersebut.

Salam,
Slamet Suryanto


Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
No E-mail (Web) : Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
Daily Digest    : Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
Individual Mail : Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
Administrator   : Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
(Note: dibutuhkan 2-3 hari sebelum efektif berlaku)

!!! HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK PERLU SEWAKTU REPLY !!!
Yahoo! Groups Links








Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
No E-mail (Web) : Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
Daily Digest    : Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
Individual Mail : Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
Administrator   : Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
(Note: dibutuhkan 2-3 hari sebelum efektif berlaku)

!!! HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK PERLU SEWAKTU REPLY !!!
Yahoo! Groups Links








Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
No E-mail (Web) : Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
Daily Digest    : Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
Individual Mail : Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
Administrator   : Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
(Note: dibutuhkan 2-3 hari sebelum efektif berlaku)

!!! HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK PERLU SEWAKTU REPLY !!!
Yahoo! Groups Links

#18344 From: "BerisiK bangeT" <hatiku_selembardaun@...>
Date: Tue May 4, 2004 5:15 am
Subject: Re:(K3LH) RiskAssessment
hatiku_selembardaun@...
Send Email Send Email
 
Saya percaya,

Dalam konteks (HSE) ini Berstein tidak hendak membenturkan intuitive based
decision dengan experience and data based decision...
dan menurut saya intuitive based decision tidak harus dijadikan kutub tersendiri
dalam mewujudkan safer process operation. Ia tak lebih hanya pelengkap bagi satu
satunya kutub yakni Data dan Experience. Tantangan terbesar dalam penerapan
process safety
di Industri adalah kurangnya pengetahuan tentang process safety itu sendiri yang
menurut saya sangat mustahil diperoleh dengan dasar dasar intuisi belaka....
Intuisi dibutuhkan jika data data dan pengalaman yang mumpuni telah dimiliki.
Agak musykil kiranya seorang engineer mengandalkan kutub intuisi untuk merancang
sistem safety instrumented misalnya:

Engineer paranormal: "Oh kira kira sistem kita butuh SDV segede 32"!",
Engineer bandel : "bukaannya seberapa cepat Pak?" ...
Engineer paranormal:"Ohh... menurut intuisi saya sih 500 ms!" (busyet dah, mana
mungkin SDV segede gajah bukaanya hanya setengah detik??)
Engineer bandel: "Bapak mau cari sampai ke ujung dunia, bukaan secepat itu untuk
SDV segede itu ngga akan ada pak!"

Atau ngga dalam diskusi lain....

Engineer paranormal: "Menurut intuisi saya kita harus melakukan penambahan
sistem proteksi vessel kita ini"
Engineer bandel: "Lho, bukannya vessel kita sudah dilengkapi dengan BDV menuju
flare (dengan sistem SIS redundant pula) dan dilengkapi juga dengan PSV (max
relief at 110% MAWP), deluge sistem dan dikes yang mampu menampung kebocoran
liquid untuk worst case?"
Engineer paranormal: "Pokoknya menurut intuisi saya itu masih kurang, karena
tekanan operasi kita 1500 psig"
ENgineer bandel : "Bukannya semua sistem kita disesuaikan dengan MAWP?" "Artinya
di atas 2000 psig bahkan?"
Engineer paranormal: "pokoke nambah proteksi deh yah!"
Engineer bandel: "gimana kalau kita lakukan LOPA terhadap kemungkinan failure di
vessel kita?"
Engineer Paranormal: "Apaan sih itu LOPA?"

Jadi, saya kurang sepakat jika ada dua kutub yang dikotomis dalam melakukan
pengambilan keputusan untuk menentukan risk...
Yang saya kira lebih sahih hanyalah satu yakni pengambilan keputusan atas dasar
data dan experience, intuisi hanyalah dibutuhkan kjika dan hanya jika si
pengambil keputusan (untuk menentukan risk) telah memiliki data dan experience
yang cukup...

CCPS-AIChE, HSE, EPSC, ISO, semua menyarankan pentingnya data data dan
experience dalam pengambilan keputusan penentuan risk.. karena sesungguhkan ilmu
process safety dan HSE adalah ilmu pasti.

Tentang paparan Pak Bambang tentang pengambilan keputusan untuk menghadapi
Resiko serangan teroris, semua ada tuntunannya (data dan experience) yang
dirangkum dalam ilmu yang bernama Security and Vulnerability analysis (aktif
dikembangkan oleh CCPS AIChE sejak 2001 (9/11 attacks), dengan "Guidelines for
Analysing and Managing Security and Vulnerability of Fixed Chemical Sites, 2002
(kebetulan saya punya bukunya),
sementara API bekerja sama dengan NPRA menerbitkan guideline serupa, MKOPSC
(Mary Kay O COnnor Process Safety Center) juga giat mengadakan Seminar tentang
Security dan Vulnarability Plant ini sejak tahun 2002, bahkan software SVA
banyak dijual terutama oleh Primatech dan Dyadem (kebetulan saya juga telah
mencobanya).
Dengan guidelines, software dan experience maka ilmu SVA ini menjadi lebih mudah
buat dipelajari (tidak lantas menjadi mudah, tetapi menjadi lebih mudah, note)


Kesimpulannya, pengambilan keputusan Risk hanyalah didasarkan atas Kutub
tunggal....Data, Experience dan Intuisi sebagai satu kesatuan(Intuisi hanya
sebagai penunjang dan tidak bisa diletakkan tersendiri sebagai dasar pengambilan
keputusan)....

Jika Mas Slamet membaca Berstein, Against the God, maka saya gandrung membaca
Against Interpretation (oleh Susan Sonntag, penerbit Picador, NY)

rgrds,

DAM

NB:
Terus terang saya pribadi kurang setuju jika Depnaker mulai mengatur  atur
Industri Petrokimia degan Surat Edaran Menaker Nomor:
SE.140/MEN/PPK-KK/II/2004 tentang Pemenuhan Kewajiban Syarat-Syarat K3
di Industri Kimia dengan Potensi Bahaya Besar.
Syarat syarat K3 untuk Petrokimia yang dikeluarkan oleh depnaker ini tidak
banyak merangkum persoalan Process Safety yang merupakan dasar bagi industri
proses semacam Petrokimia...
kejadian kejadian macam Petrowidada menurut tidak bisa diselesaikan dengan
standar standar dan prosedur OHS (Occupational Health and Safety) semata,
melaikan harus purely based on process safety... barulah prosedur diterapkan
untuk melengkapinya...

Turut campurnya pemerintah sebaelum pemerintah memiliki dasar ilmu yang kuat di
bidang process safety menurut saya tidak akan besar kemanfaatnya...
Sekali lagi Prosedur OHS aja tidak cukup... (mungkin kalau untuk perhotelan
sudah sesuai).. tapi untuk petrokimia pendekatannya adalah process safety
management...

Setidaknya pelajaran dari amerika di mana OSHA (depnakernya USA) menghadapi
kecaman kecaman bertubi dari CSB, CMA dan AIChE agar merevisi CFRnya bias kita
petik agar Depnaker tidak terjebak pada persoalan yang sama ……





____________________________________________________________
Find what you are looking for with the Lycos Yellow Pages
http://r.lycos.com/r/yp_emailfooter/http://yellowpages.lycos.com/default.asp?SRC\
=lycos10

#18345 From: "Haris W. ranuamihardjo" <hwidyar@...>
Date: Tue May 4, 2004 6:20 am
Subject: Re: [Oil&Gas] Re:(K3LH) RiskAssessment
hwidyar
Send Email Send Email
 
Dear Pembaca Milist yang Setia:

Ini seru banget......... Argumentasi falsafah2 sangat
berbobot yang telah didiskusikan. Hebat....
Bravo......

Cuma, saya kok mau tanya? Apa sih definisi dari Risk
Assessment, menurut APIkah, CCPS-IEChekah, menurut HSE
Executive kah, menurut OSHAkah, menurut ISO?????????

Perasaan saya kok mengatakan diskusi akan meluas kalau
kita tak mengenali terlebih dahulu definisi Risk
Assessment, lalu dilihat bersama-sama mana yang pakai
intuisi, mana yang berdasarkan sejarah dan data, mana
yang menggabungkan dua-duanya. Mana yang lebih
banyakan, mana dikitan, dll,dll.......

Karena menurut hemat saya, hemat lho, engga
boros....... Selama definisi yang dibicarakan beda, ya
engga pernah ketemu khan??????

Mohon pencerahannya

Haris
DNV Jakarta

--- BerisiK bangeT <hatiku_selembardaun@...>
wrote:
> Saya percaya,
>
> Dalam konteks (HSE) ini Berstein tidak hendak
> membenturkan intuitive based decision dengan
> experience and data based decision...
> dan menurut saya intuitive based decision tidak
> harus dijadikan kutub tersendiri dalam mewujudkan
> safer process operation. Ia tak lebih hanya
> pelengkap bagi satu satunya kutub yakni Data dan
> Experience. Tantangan terbesar dalam penerapan
> process safety
> di Industri adalah kurangnya pengetahuan tentang
> process safety itu sendiri yang menurut saya sangat
> mustahil diperoleh dengan dasar dasar intuisi
> belaka....
> Intuisi dibutuhkan jika data data dan pengalaman
> yang mumpuni telah dimiliki.
> Agak musykil kiranya seorang engineer mengandalkan
> kutub intuisi untuk merancang sistem safety
> instrumented misalnya:
>
> Engineer paranormal: "Oh kira kira sistem kita butuh
> SDV segede 32"!",
> Engineer bandel : "bukaannya seberapa cepat Pak?"
> ...
> Engineer paranormal:"Ohh... menurut intuisi saya sih
> 500 ms!" (busyet dah, mana mungkin SDV segede gajah
> bukaanya hanya setengah detik??)
> Engineer bandel: "Bapak mau cari sampai ke ujung
> dunia, bukaan secepat itu untuk SDV segede itu ngga
> akan ada pak!"
>
> Atau ngga dalam diskusi lain....
>
> Engineer paranormal: "Menurut intuisi saya kita
> harus melakukan penambahan sistem proteksi vessel
> kita ini"
> Engineer bandel: "Lho, bukannya vessel kita sudah
> dilengkapi dengan BDV menuju flare (dengan sistem
> SIS redundant pula) dan dilengkapi juga dengan PSV
> (max relief at 110% MAWP), deluge sistem dan dikes
> yang mampu menampung kebocoran liquid untuk worst
> case?"
> Engineer paranormal: "Pokoknya menurut intuisi saya
> itu masih kurang, karena tekanan operasi kita 1500
> psig"
> ENgineer bandel : "Bukannya semua sistem kita
> disesuaikan dengan MAWP?" "Artinya di atas 2000 psig
> bahkan?"
> Engineer paranormal: "pokoke nambah proteksi deh
> yah!"
> Engineer bandel: "gimana kalau kita lakukan LOPA
> terhadap kemungkinan failure di vessel kita?"
> Engineer Paranormal: "Apaan sih itu LOPA?"
>
> Jadi, saya kurang sepakat jika ada dua kutub yang
> dikotomis dalam melakukan pengambilan keputusan
> untuk menentukan risk...
> Yang saya kira lebih sahih hanyalah satu yakni
> pengambilan keputusan atas dasar data dan
> experience, intuisi hanyalah dibutuhkan kjika dan
> hanya jika si pengambil keputusan (untuk menentukan
> risk) telah memiliki data dan experience yang
> cukup...
>
> CCPS-AIChE, HSE, EPSC, ISO, semua menyarankan
> pentingnya data data dan experience dalam
> pengambilan keputusan penentuan risk.. karena
> sesungguhkan ilmu process safety dan HSE adalah ilmu
> pasti.
>
> Tentang paparan Pak Bambang tentang pengambilan
> keputusan untuk menghadapi Resiko serangan teroris,
> semua ada tuntunannya (data dan experience) yang
> dirangkum dalam ilmu yang bernama Security and
> Vulnerability analysis (aktif dikembangkan oleh CCPS
> AIChE sejak 2001 (9/11 attacks), dengan "Guidelines
> for Analysing and Managing Security and
> Vulnerability of Fixed Chemical Sites, 2002
> (kebetulan saya punya bukunya),
> sementara API bekerja sama dengan NPRA menerbitkan
> guideline serupa, MKOPSC (Mary Kay O COnnor Process
> Safety Center) juga giat mengadakan Seminar tentang
> Security dan Vulnarability Plant ini sejak tahun
> 2002, bahkan software SVA banyak dijual terutama
> oleh Primatech dan Dyadem (kebetulan saya juga telah
> mencobanya).
> Dengan guidelines, software dan experience maka ilmu
> SVA ini menjadi lebih mudah buat dipelajari (tidak
> lantas menjadi mudah, tetapi menjadi lebih mudah,
> note)
>
>
> Kesimpulannya, pengambilan keputusan Risk hanyalah
> didasarkan atas Kutub tunggal....Data, Experience
> dan Intuisi sebagai satu kesatuan(Intuisi hanya
> sebagai penunjang dan tidak bisa diletakkan
> tersendiri sebagai dasar pengambilan keputusan)....
>
> Jika Mas Slamet membaca Berstein, Against the God,
> maka saya gandrung membaca Against Interpretation
> (oleh Susan Sonntag, penerbit Picador, NY)
>
> rgrds,
>
> DAM
>
> NB:
> Terus terang saya pribadi kurang setuju jika
> Depnaker mulai mengatur  atur Industri Petrokimia
> degan Surat Edaran Menaker Nomor:
> SE.140/MEN/PPK-KK/II/2004 tentang Pemenuhan
> Kewajiban Syarat-Syarat K3
> di Industri Kimia dengan Potensi Bahaya Besar.
> Syarat syarat K3 untuk Petrokimia yang dikeluarkan
> oleh depnaker ini tidak banyak merangkum persoalan
> Process Safety yang merupakan dasar bagi industri
> proses semacam Petrokimia...
> kejadian kejadian macam Petrowidada menurut tidak
> bisa diselesaikan dengan standar standar dan
> prosedur OHS (Occupational Health and Safety)
> semata, melaikan harus purely based on process
> safety... barulah prosedur diterapkan untuk
> melengkapinya...
>
> Turut campurnya pemerintah sebaelum pemerintah
> memiliki dasar ilmu yang kuat di bidang process
> safety menurut saya tidak akan besar kemanfaatnya...
> Sekali lagi Prosedur OHS aja tidak cukup... (mungkin
> kalau untuk perhotelan sudah sesuai).. tapi untuk
> petrokimia pendekatannya adalah process safety
> management...
>
> Setidaknya pelajaran dari amerika di mana OSHA
> (depnakernya USA) menghadapi kecaman kecaman bertubi
> dari CSB, CMA dan AIChE agar merevisi CFRnya bias
> kita petik agar Depnaker tidak terjebak pada
> persoalan yang sama ……
>
>
>
>
>
>
____________________________________________________________
> Find what you are looking for with the Lycos Yellow
> Pages
>
http://r.lycos.com/r/yp_emailfooter/http://yellowpages.lycos.com/default.asp?SRC\
=lycos10
>
>
> Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
> No E-mail (Web) :
> Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
> Daily Digest    :
> Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
> Individual Mail :
> Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
> Administrator   :
> Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
> (Note: dibutuhkan 2-3 hari sebelum efektif berlaku)
>
> !!! HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK PERLU SEWAKTU
> REPLY !!!
> Yahoo! Groups Links
>
>
>      Migas_Indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com
>
>
>





__________________________________
Do you Yahoo!?
Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs
http://hotjobs.sweepstakes.yahoo.com/careermakeover

#18346 From: Teddy - <graviton03@...>
Date: Tue May 4, 2004 6:26 am
Subject: Re: [Oil&Gas] Flow Rate Calculation
graviton03@...
Send Email Send Email
 
Pak/Mas Ratman Hadi,

Untuk aliran incompressible nonviscous, biasanya segala sesuatunya mengenai
dinamika aliran sudah terangkum dalam formula Berneoulli ( P/densitas + gz +
v2/2 = C) yang sebenarnya diekstrak dari Persamaan Aliran Euler Satu Dimensi
yang lebih luas menggambarkan dan "menangkap" gejala-gejala aliran. Dengan
persamaah Berneoulli bisa dihitung berapa kecepatan aliran pada suatu titik pada
berbagai beban aliran.

Meskipun persamaan Berneoulli diatas bisa diterapkan secara luas untuk berbagai
aplikasi tapi tetap memiliki keterbatasan pada wilayah incompressible
nonviscous.

Dengan demikian untuk memudahkan perhitungan kecepatan aliran pada tubing, ada 2
metode yang dapat dipakai:

1. Pada aliran Incompressible Laminar  Newtonian Fluids Flow, mengikuti teori
Hagen-Poseuille:

Kecepatan rata-rata V (Q/A):

V = (1/8u)(-dP/dx)ro2

Kecepatan maksimum profil aliran:
Umax = 2V

dimana u= viskositas dinamik , ro = D/2

2. Pada aliran Incompressible Trubulent Newtonian Fluid Flow

Bisa dihitung dengan menggunakan universal formula hasil pekerjaan Blasius,
Prandtl, dan Nikuradse berikut ini:

V/Vf = 1.75 + 5.75 log (Vf*ro*densitas/u)

dimana Vf = friction velocity/shear velocity = sqrt(To/densitas)

Secara umum hubungan tekanan dan kecepatan dapat dilihat dari persamaan Darcy
DP/dx=f*L*V2/D*2*g (dimana f = friction pipe coefficient, untuk aliran laminar f
= Reynold Number/64, untuk turbulen bisa memakai formula empiris blasius,
Nikuradse, Prandtl, dsb)

Dari semua persamaan diatas bisa dilihat relasi dan hubungan timbal balik yang
mungkin terjadi antara kecepatan, viskositas, diameter, tekanan, dsb.

Untuk lebih detil bisa dibaca pada berbagai buku Mekanika Fluida pada bab fluid
dynamics.

Untuk gas, mungkin yang lain bisa menambahkan.

Kekurangan dan kesalahan silahkan dikoreksi.

Salam,
Teddy

Ratman Hadi <ratmanhadi@...> wrote:
   Dear All,

   Mohon Pencerahan, bagaimana perhitungan / Calculation untuk menentukan
Flow rate suatu fluida yang  mengalir pada suatu pipe / Tubing.

   seberapa besar pengaruh jarak pipe / tubing, Diameter Tubing, Jenis
material Tubing, ketinggian antara ujung tubing yang satu terhadap yang
lain, Pressure yang sedang mengalir, Viscosity dari Fluida yang mengaliri
tubing / pipe, dll.

   faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi Flow rate, selain faktor2
diatas.

   Terimakasih atas bantuannya.

   regads,
   RHD


[Non-text portions of this message have been removed]




Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
No E-mail (Web) : Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
Daily Digest    : Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
Individual Mail : Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
Administrator   : Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
(Note: dibutuhkan 2-3 hari sebelum efektif berlaku)

!!! HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK PERLU SEWAKTU REPLY !!!



---------------------------------
Yahoo! Groups Links

    To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Migas_Indonesia/

    To unsubscribe from this group, send an email to:
Migas_Indonesia-unsubscribe@yahoogroups.com

    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.



---------------------------------
Do you Yahoo!?
Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs

[Non-text portions of this message have been removed]

#18347 From: "Arief Rahman T" <arief_rahman@...>
Date: Tue May 4, 2004 6:39 am
Subject: RE: [Oil&Gas] Re:(K3LH) RiskAssessment
arief_rahman@...
Send Email Send Email
 
Mas Haris,

Saran yang bagus. Saya yakin anda sudah tahu definisi-definisi dari ISO,
API, AICHe, CCPS, HSE Executive dsb-dsb (Karena anda kerja di DNV). Kenapa
tidak anda share langsung saja pengertian-pengertian tersebut daripada anda
mengajukan teka-teki seperti ini ?? Dengan demikian kita bisa lebih focus
(seperti saran anda).

Saya tunggu paparan definisi-definisinya untuk pencerahan bersama.

Regards,

  -----Original Message-----
From:  Haris W. ranuamihardjo [mailto:hwidyar@...]
Sent: Tuesday, May 04, 2004 1:20 PM
To: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Subject: Re: [Oil&Gas] Re:(K3LH) RiskAssessment

Dear Pembaca Milist yang Setia:

Ini seru banget......... Argumentasi falsafah2 sangat
berbobot yang telah didiskusikan. Hebat....
Bravo......

Cuma, saya kok mau tanya? Apa sih definisi dari Risk
Assessment, menurut APIkah, CCPS-IEChekah, menurut HSE
Executive kah, menurut OSHAkah, menurut ISO?????????

Perasaan saya kok mengatakan diskusi akan meluas kalau
kita tak mengenali terlebih dahulu definisi Risk
Assessment, lalu dilihat bersama-sama mana yang pakai
intuisi, mana yang berdasarkan sejarah dan data, mana
yang menggabungkan dua-duanya. Mana yang lebih
banyakan, mana dikitan, dll,dll.......

Karena menurut hemat saya, hemat lho, engga
boros....... Selama definisi yang dibicarakan beda, ya
engga pernah ketemu khan??????

Mohon pencerahannya

Haris
DNV Jakarta

#18348 From: "Nugroho Wibisono" <nugroho.wibisono@...>
Date: Tue May 4, 2004 7:37 am
Subject: RE: [Oil&Gas] Flow Rate Calculation
nugrohowibisono
Send Email Send Email
 
Pak Ratman Hadi dan Pak Teddy,

Wah jawaban dari Pak Teddy komplit banget! :)
Kalau saya sih cukup dengan mengingat-ingat persamaannya Bernoulli saja
untuk perhitungan aliran, biar mudah ngebayanginnya (jika terjadi elevasi
pipa, hilang tekan). kalau fluidanya turbulen? ya dilaminarkan saja, kan
lebih gampang melakukan pengukuran aliran fluida laminar daripada turbulen
(pake straightening vane misalnya), yg mudah2 aja kalo saya hehehe..
untuk aplikasi fluida yg lebih spesifik (gas misalnya), bisa menengok
sebentar ke AGA report no 3.
tapi prinsipnya ya balik lagi ke Bernoulli.
saya kira begitu dulu...


Regards,
Weby

* Sunrise - Norah Jones (lagi nyari tablatur gitarnya)


> -----Original Message-----
> From: Teddy - [mailto:graviton03@...]
> Sent: Tuesday, May 04, 2004 1:27 PM
> To: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
> Subject: Re: [Oil&Gas] Flow Rate Calculation
>
>
> Pak/Mas Ratman Hadi,
>
> Untuk aliran incompressible nonviscous, biasanya segala
> sesuatunya mengenai dinamika aliran sudah terangkum dalam
> formula Berneoulli ( P/densitas + gz + v2/2 = C) yang
> sebenarnya diekstrak dari Persamaan Aliran Euler Satu Dimensi
> yang lebih luas menggambarkan dan "menangkap" gejala-gejala
> aliran. Dengan persamaah Berneoulli bisa dihitung berapa
> kecepatan aliran pada suatu titik pada berbagai beban aliran.
>
> Meskipun persamaan Berneoulli diatas bisa diterapkan secara
> luas untuk berbagai aplikasi tapi tetap memiliki keterbatasan
> pada wilayah incompressible nonviscous.
>
> Dengan demikian untuk memudahkan perhitungan kecepatan aliran
> pada tubing, ada 2 metode yang dapat dipakai:
>
> 1. Pada aliran Incompressible Laminar  Newtonian Fluids Flow,
> mengikuti teori Hagen-Poseuille:
>
> Kecepatan rata-rata V (Q/A):
>
> V = (1/8u)(-dP/dx)ro2
>
> Kecepatan maksimum profil aliran:
> Umax = 2V
>
> dimana u= viskositas dinamik , ro = D/2
>
> 2. Pada aliran Incompressible Trubulent Newtonian Fluid Flow
>
> Bisa dihitung dengan menggunakan universal formula hasil
> pekerjaan Blasius, Prandtl, dan Nikuradse berikut ini:
>
> V/Vf = 1.75 + 5.75 log (Vf*ro*densitas/u)
>
> dimana Vf = friction velocity/shear velocity = sqrt(To/densitas)
>
> Secara umum hubungan tekanan dan kecepatan dapat dilihat dari
> persamaan Darcy DP/dx=f*L*V2/D*2*g (dimana f = friction pipe
> coefficient, untuk aliran laminar f = Reynold Number/64,
> untuk turbulen bisa memakai formula empiris blasius,
> Nikuradse, Prandtl, dsb)
>
> Dari semua persamaan diatas bisa dilihat relasi dan hubungan
> timbal balik yang mungkin terjadi antara kecepatan,
> viskositas, diameter, tekanan, dsb.
>
> Untuk lebih detil bisa dibaca pada berbagai buku Mekanika
> Fluida pada bab fluid dynamics.
>
> Untuk gas, mungkin yang lain bisa menambahkan.
>
> Kekurangan dan kesalahan silahkan dikoreksi.
>
> Salam,
> Teddy
>
> Ratman Hadi <ratmanhadi@...> wrote:
>   Dear All,
>
>   Mohon Pencerahan, bagaimana perhitungan / Calculation untuk
> menentukan
> Flow rate suatu fluida yang  mengalir pada suatu pipe / Tubing.
>
>   seberapa besar pengaruh jarak pipe / tubing, Diameter Tubing, Jenis
> material Tubing, ketinggian antara ujung tubing yang satu
> terhadap yang
> lain, Pressure yang sedang mengalir, Viscosity dari Fluida
> yang mengaliri
> tubing / pipe, dll.
>
>   faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi Flow rate,
> selain faktor2
> diatas.
>
>   Terimakasih atas bantuannya.
>
>   regads,
>   RHD

#18349 From: "Swastioko, Budhi" <BSwastioko@...>
Date: Tue May 4, 2004 8:51 am
Subject: (HSE) Protect Your Hearing
migas_indonesia
Send Email Send Email
 
Sumbangan artikel dari Sdr. Yusuf Yudowidodo - Aventis Pharma.
 
Thanks,
Budhi S.

#18350 From: "Yudi Siswadi" <Ysiswadi@...>
Date: Tue May 4, 2004 7:55 am
Subject: [Oil&Gas] Re: Proses / Phosphate Hide-out
Ysiswadi@...
Send Email Send Email
 
Jika polyemr dispersant bekerja dengan baik, maka  dia akan mendisperse
iron yang tidak larut sehingga tidak menempel di permukaan tube,
kemudian  iron yang terdisperse tersebut dibuang melalui continuous
blowdown di  Steam drum.

Air didalam boiler akan mengalir dari downcomer ke generating tube,
riser tube, wall tube dan roof tube kemudian ke steam drum.  Di riser
dan roof tube yang berhadapan langsung dengan api, terjadi pembentukan
uap air sehingga pada tube ini ada dua phase (uap-cair) yang
mengakibatlan iron yang terdisperse akan terkonsentrasi dan berpotensi
membentuk  scale jika tidak sampai ke steam drum.   Itu menurut pendapat
saya lho, olehkarena itu, perlu dipelajari lebih jauh  tentang polymer
dispersant. Mungkin ada yang bisa bantu atau punya literature mengenai
ini?


Wassalam

>>> berindil@... 04/30/04 07:46PM >>>
Mau komentar dikit nih mengenai Boiler treatment,yg sebenarnya saya
sangat awam.
Jika disadvantage dr dispersant polymer berpotensi scale pd riser dan
roof tube menurut saya koq agak aneh krn fungsi dispersant mestinya
membuat iron terdispersi dlm larutan shg iron scale malah tdk akan
terbentuk. Jika polymer kurang efektif mungkin benar shg dibutuhkan dlm
jumlah yg relatif banyak, nah ini yg mungkin akan membentuk jelly.
Kemudian jika fungsinya utk mengikat iron kenapa tdk menggunakan iron
sequestrant atau iron chelating agent model EDTA atau sejenisnya.
Menurut sahibul hikayat sih sangat bagus bekerja pd pH basa dan tahan
thd suhu tinggi. Hanya jika berlebihan (katanya) bisa mengakibatkan
bacidic corrosion.


---------------------------------
Do you Yahoo!?
Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor

Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com
No E-mail (Web) : Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
Daily Digest    : Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
Individual Mail : Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
Administrator   : Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
(Note: dibutuhkan 2-3 hari sebelum efektif berlaku)

!!! HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK PERLU SEWAKTU REPLY !!!
Yahoo! Groups Links

#18351 From: "Swastioko, Budhi" <BSwastioko@...>
Date: Tue May 4, 2004 8:52 am
Subject: (pipeline / mech) Pipeline Compressor
migas_indonesia
Send Email Send Email
 
Ada anggota milis yang bisa membantu memberikan pencerahan mengenai perancangan kompressor untuk pipeline ?.
 
Thanks,
Budhi S.
 
-----Original Message-----
From: Ahmad Firdaus [mailto:firdausa@...]
Sent: Tuesday, May 04, 2004 2:56 PM
To: Swastioko, Budhi
Subject: Pipeline Compressor

Yth.P. Budhi,
 
Saya anggota milis Migas yang relatif masih baru tetapi aktif memantau dialog-dialognya. Saya ingin bertanya apakah ada arsip tentang perancangan kompresor untuk pipeline?
Kalau ada mohon saya diberi tahu bagaimana mengaksesnya.
 
Terima kasih atas bantuannya.  
 
Wassalam,
Ahmad Firdaus
Nusantara Turbin dan Propulsi
Jl. Pajajaran 154, KP4,
Bandung, Indonesia.
Ph: 62 22 6031985 / 6078495
Fax: 62 22 6031851 / 6037747
E-Mail  firdausa@...
http://www.umcntp.co.id

#18352 From: "Swastioko, Budhi" <BSwastioko@...>
Date: Tue May 4, 2004 8:52 am
Subject: (Las-Struktur) Rumus Panjang Leg setelah Pengelasan
migas_indonesia
Send Email Send Email
 
Rekan2 Migas ysh,

 

Barangkali rekan2 dari KBK Las dan Struktur memiliki referensi Rumus, yaitu rumus untuk mencari :

Berapa Panjang Leg (L) setelah semua Brace dilas ke Leg tsb. (seperti terlihat di gambar terlampir)

 

Seperti kita ketahui, akibat proses pengelasan tsb maka panjang Leg (chord) akan sedikit menyusut/memendek.

Tentu hal ini akan mengakibatkan kurang akuratnya proses fabrikasi dari suatu struktur (misalnya Jacket).

 

Perlu rekan2 ketahui, pertanyaan ini merupakan salah satu pertanyaan yang muncul saat KMI Batam menyelenggarakan seminar.

Sampai saat ini, terus terang kami belum menemukan referensi yang memuaskan.

 

Terima kasih sebelumnya atas referensi dan jawabannya.

 

Salam,

Eris Risuda


#18353 From: "Swastioko, Budhi" <BSwastioko@...>
Date: Tue May 4, 2004 8:52 am
Subject: (las) Pengetahuan dasar ttg Heat Input
migas_indonesia
Send Email Send Email
 
Pagi ini saya lihat ada rekan Herman Antono yang betanya ttg Heat Input.
Kebetulan saya punya satu artikel sederhana yang menerangkan tentang apa itu Heat Input.
Mudah-mudahan artikel ini bisa menjawab pertanyaan rekan Herman Antono dan sebagai bahan bacaan buat rekan lainnya.
Jadi mohon tolong agar bisa di upload ke milis
Salam
 
Darmayadi
PT. Adhireksa Inticor
 
 

Messages 18324 - 18353 of 130420   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright © 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines NEW - Help