Search the web
Sign In
New User? Sign Up
Migas_Indonesia · Mailing List Migas Indonesia
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Show off your group to the world. Share a photo of your group with us.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Messages 85075 - 85104 of 87312   Newest  |  < Newer  |  Older >  |  Oldest
Messages: Show Message Summaries   (Group by Topic) Sort by Date v  
#85104 From: uci sanusi <uci20032000@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 5:54 am
Subject: Re: Re: [Oil&Gas] Deep Water
uci20032000@...
Send Email Send Email
 
Kalau dynflex saya ga tau. tapi terkadang client/owner punya preference
tersendiri.

Kalau Orcaflex untuk melakukan time domain mooring analysis dia membutuhkan data
dari software2 lain yang khusus mengeluarkan nilai2 koefisien untuk 1st order
diffraction wave load juga 2nd order diffraction wave load. Jadi Orcaflex hanya
motion analyses, karakteristik pergerakan vesel harus dilakukan di software lain
misalnya Moses, Seasoft, Aqwa, SACS untuk 1st order saja, Maxsurf dll.

Sy sendiri juga blm tau Aqwa, tapi yang saya liat di brosur, Aqwa menghitung
sendiri koefisien 1st dan 2nd order wave load dan kemudian dia mensimulasikan
mooring analysis di dalam software yang sama tidak perlu pindah2 software.
Makanya berarti Aqwa lebih canggih daripada Orcaflex. Moses sendiri juga ada
modul mooring analysis tapi kurang user friendly. Tidak semudah orcaflex. SESAM
juga dengernya bisa untuk mooring analysis, anggota milis ada yang jago sesam

trims

________________________________
From: budi setyo <budisp_ci@...>
To: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Sent: Tue, 10 November, 2009 12:42:58 PM
Subject: RE: Re: [Oil&Gas] Deep Water

Kalau dibandingin sama Orcaflex atau Dynflex gimana pak ?
Karena Orcaflex agak populer di tanah air. Dan sudah banyak yang menguasai
software ini.
Jadi kalau memang untuk training, mungkin bisa pakai resource dari tanah air,
ndak usah jauh jauh. Bisa hemat devisa banyak.

salam
budi setyo

#85103 From: Ika Prasetyawan <keisya_prasetyawan@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 5:06 am
Subject: Re: [Oil&Gas] Deep Water
n2212366
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Bang Yuyus,

FTK ITS saat ini mempunyai unit riset "Pusat Kajian Laut Dalam" dikomandani oleh Prof.  Eko Budi Djatmiko. Diharapkan dari sini bisa memproduksi lulusan spesialisasi laut dalam. Ini memang relatif baru jadi mungkin outputnya belum banyak.

-Ika-



From: Yuyus <yuskara@...>
To: "Migas_Indonesia@yahoogroups.com" <Migas_Indonesia@yahoogroups.com>
Sent: Mon, 9 November, 2009 18:39:17
Subject: Re: [Oil&Gas] Deep Water

aps sih Pak yang Indonesia ga bisa? saya pikir yang pertama sih memang dari kampus dulu, bikin program yang mengakomodasi deepwater study.

kalo ga ada industri di dalam negri yang bisa menampung, ya bisa jadi expat seperti pak Budi.

Fakultas Teknologi Kelautan ITS sudah seharusnya memang bisa memproduksi lulusan yang berspesialisasi di deepwater. dan tentu saja kampus yang lain.

mungkin bisa di cc ke mendiknas? :D




#85102 From: Abdul Majid <amajid267@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 5:32 am
Subject: Fwd: Loker: Assistant HSE Manager (1 position) & Environment Officers (2 positions)
amajid267
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Pak Budi, mohon ijin atas postingan LOKER di bawah ini.
Terima kasih.
Salam,
Majid

--- On Tue, 11/10/09, Abdul Majid - in Batam <abdul.majid267@...> wrote:

From: Abdul Majid - in Batam <abdul.majid267@...>
Subject: Fwd: Loker: Assistant HSE Manager (1 position) & Environment Officers (2 positions)
To: amajid267@...
Date: Tuesday, November 10, 2009, 12:27 AM



---------- Pesan terusan ----------
Dari: Abdul Majid - in Batam <abdul.majid267@...>
Tanggal: 10 November 2009 12:26
Subjek: Loker: Assistant HSE Manager (1 position) & Environment Officers (2 positions)
Ke: a2k3kepri@googlegroups.com


Rekan-rekan Bapak Ibu sekalia,

Saya dimintai tolong dari rekan saya, seorang  Manager HSE di salah satu Perusahaan International ternama (Batam base), dan mohon bagi rekan-rekan yang berminat atas lowongan kerja seperti judul email ini agar dikirimkan lamaran/CV-nya ke saya (email: Abdul.majid267@... atau email ini: Amajid267@...) dan saya akan teruskan. Mohon tidak melalui milis CV/Lamaran Bapak/Ibu.

Inyallah saya akan fowarkan ke beliau.

Terima kasih,
Salam,
Majid
 



#85101 From: sidiq k <sidiq2k1@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 4:31 am
Subject: Re: [Oil&Gas] PM-10000 hrs
sidiq2k1
Online Now Online Now
Send Email Send Email
 
Pak Dadi,
 
IMHO, tidak harus Pak. Best practice yang pernah saya jadwalkan yaitu, top O/H di 6000 hrs, major O/H di 12000 hrs, dan general O/H di 18000 hrs. Acuan paling valid adalah maintenance guidance dari engine maker (kalo engine nya beli dari baru dan bukunya masih ada) dan/atau dari studi analisa kegagalan berdasarkan kondisi operasional. CMIIW.
 
Salam,
Sidiq K. 

2009/11/10 Dadi Mulyadi <dadi.mld@...>
 


Dear milister,

Mohon penjelasannya, apakah benar setiap engine generator set utama dengan kapasitas 50 Kva apabila telah running 10.000 jam harus melakukan overhaul sebagai tindakan Preventive Maintenance nya? Atau adakah panduannya kapan suatu generator set harus melakukan overhoul??

Mohon pencerahannya


Salam,
Dadi.



#85100 From: "Amal Ashardian" <amal_ashardian@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 4:53 am
Subject: RE: Re: [Oil&Gas] Deep Water
amal_ashardian
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Apa itu Aqwa ya??

Apa kira kira ini cuma APDL?

Mengingat memasukkan history load ke model kalau jumlahnya ribuan, ngga mungkin
dilakukan dengan GUI?

Salam
Amal

From: Migas_Indonesia@yahoogroups.com [mailto:Migas_Indonesia@yahoogroups.com]
On Behalf Of uci20032000@...
Sent: Tuesday, November 10, 2009 11:47 AM
To: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Subject: Re: Re: [Oil&Gas] Deep Water

Milister,

Salah satu software yg bgus utk analisa mooring adalah AQWa yg dapat tersambung
dgan ansys.

Apakah ada pelatihan Aqwa di indonesia? Karena setahu sy bru di singapore dan
perth. Kira2 apa bisa ya KMI bekerja sama dgan instansi2 pendidikan utk
menyelenggarakan training software semacam ini? Mengingat biaya training yg di
singapore bisa sampai puluhan juta rupiah. Apakah bisa diselenggarakan dgn biaya
kursus yg jauh lebih ringan?

Trims

#85099 From: junedkudus@...
Date: Tue Nov 10, 2009 4:57 am
Subject: Re: [Oil&Gas] PM-10000 hrs
junedkudus@...
Send Email Send Email
 
Pak Dadi,
Untuk 50Kva 10rb memnag harus di OH dimana yg diganti mungkin hanya gasket, seal, ring dll.guidance tsb tentunya ada di OMM masing2 produk.

Powered by "Majulah Indonesia Raya-ku"


From: Dadi Mulyadi <dadi.mld@...>
Date: Tue, 10 Nov 2009 10:55:07 +0700
To: <Migas_Indonesia@yahoogroups.com>
Subject: [Oil&Gas] PM-10000 hrs

 


Dear milister,

Mohon penjelasannya, apakah benar setiap engine generator set utama dengan kapasitas 50 Kva apabila telah running 10.000 jam harus melakukan overhaul sebagai tindakan Preventive Maintenance nya? Atau adakah panduannya kapan suatu generator set harus melakukan overhoul??

Mohon pencerahannya


Salam,
Dadi.


#85098 From: Dirman Artib <dir.art@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 4:28 am
Subject: Re: [Oil&Gas] Re: Deep Water
dir.art@...
Send Email Send Email
 
Apa ya yang harus didiskusikan dari Deepwater Development ?
Maksudnya supaya nggak liar kesana-kemari.
Mungkin bisa dimulai dari aspek-aspek project, seperti concept dan teknologi
platform/facility yang mungkin digunakan untuk Deepwater.
kan tersedia pilihan mulai dari FPSO, TLP, Semi-sub, dll.
Kalau TLP mungkin bisa diperkecil apakah tipe StarSea, Moses, Classical TLP,
dll.
Dan kemudian khusus naval architect dan tendon engineeringnya.

Lalu nanti boleh pula diobrolin Flowline dan Riser yang juga cukup menantang
dari aspek design/engineering, lalu masuk phase fab/const/installation nya.

Dari aspek Project Management, boleh juga membahas aspek commercial dan cost
aspect.
Lebih menarik sekali jika ada diskusi tentang Project human Resources,
karena di area ini kita mulai terkena sengatan jiran yang sudah mulai di
depan dalam hal SDM ini.
Contoh, project FEED Malikai Deepwater yang sekarang berjalan, dimotori oleh
JV AMEC dan MMC (local co.) adalah salah satu misi jiran mempersiapkan SDM
mereka, agar di masa yad, lokal SDM akan lebih besar peranannya. Lalu
company EPC lokal pun tak ketinggalan dalam misis project ini. Dgn jelas2
Supermajor Shell menyebutkan nama perusahaan lokal yang akan diangkat
kompetensinya lewat project ini.
Bagaimana Garuda ?

Salam dari Peninsular
d'Art.

2009/11/10 samperuru1 <samperuru1@...>

> Setuju sekali. Indonesia sebagai negara kepulauan tergede di dunia &
> kebutuhan akan energi yg selalu meningkat mengharuskan penjelajahan
> pencarian hidrokarbon semakin difokuskan ke laut dalam.
>
> Pencarian, pengujian, pengangkatan & pengolahan hidrokarbon dari laut dalam
> sangat-sangat menantang, dalam semua disiplin & bidang. Dari sisi pemboran &
> konstruksi sumur juga fasilitas produksinya, ada tulisan pendek yg pernah
> saya buat & dimuat di situs alumni angkatan:
>
>
http://www.mesin89itb.net/2008/05/penambangan-hidrokarbon-di-laut-dalam-frontier\
-terbaru-industri-perminyakan/
>
> Jangan kuatir, tulisan itu dikemas secara populer, tidak terlalu teknikal
> seperti tulisan jurnal SPE misalnya. It's a good reading for the students.
>
> Salam,
> Doddy

#85097 From: "e_huntangadi" <e_huntangadi@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 4:28 am
Subject: Job Desc untuk Electrical Engineer (Power/Listrik) di Oil & Gas
e_huntangadi
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Dear rekan-rekan,


Mohon informasinya mengenai job desc dari electrical engineer (power/listrik) di
bidang oil & gas baik sebagai di bidang engineering maupun di field.

Apakah dapat dikatakan hampir sama dengan job desc electrical engineer
(power/listrik) di perencanaan/konstruksi bangunan besar/gedung atau di
telekomunikasi khususnya di bangunan data center?

Apakah perlu ada training/sertifikasi khusus untuk electrical engineer yang
belum berpengalaman di oil & gas untuk dapat bekerja di oil & gas sehingga dapat
mengetahui dari hulu ke hilir perangkat electrical yang dipakai di oil & gas?

Pertanyaan berikutnya, apakah training/sertifikasi tsb cukup untuk mendukung
skill yang memang diminta oleh perusahaan oil & gas?

Pengalaman saya melamar di beberapa perusahaan oil & gas sepertinya tidak mudah
untuk electrical engineer power/listrik diluar oil & gas untuk mendapatkan
kesempatan karena rata-rata perusahaan meminta harus ada pengalaman di oil & gas
atau petrochemical dahulu.

Menurut pendapat saya, secara umum perangkat electrical yang dipakai tidak jauh
berbeda dengan perangkat electrical yang dipakai di gedung seperti generator,
motor listrik, transformator, medium voltage switchgear dll sedangkan untuk
perhitungannya juga hampir sama seperti tegangan jatuh, arus hubung singkat,
analisa daya, dimensi kabel, busbar dll walaupun di oil & gas memang ada
persyaratan khusus tambahan untuk daerah-daerah yang riskan terhadap timbulnya
bahaya ledakan.

Apakah pandangan saya ini tidak tepat?

Mohon masukan dari rekan-rekan.

Terima kasih.

Salam,

Erwin Huntangadi

#85096 From: kunadi fajarianto <kvajarr@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 4:17 am
Subject: Re: [Oil&Gas] PM-10000 hrs
kvajarr
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Pak Dadi,
Coba di cek di manualbook bawaan dari genset tsb. Setau saya tiap2 maker/merk Genset masing2 punya jadwal perawatan berkala termasuk beberapa "spare parts" yang harus diganti tuk tiap2 tahapan perawatan. Bahkan sampai dengan general overhaul ada jadwalnya juga.
Mungkin ada rekan2 lain yang bisa menambahkan....
 
Salam,
Fajar


From: Dadi Mulyadi <dadi.mld@...>
To: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, 10 November 2009 10:55:07
Subject: [Oil&Gas] PM-10000 hrs

 


Dear milister,

Mohon penjelasannya, apakah benar setiap engine generator set utama dengan kapasitas 50 Kva apabila telah running 10.000 jam harus melakukan overhaul sebagai tindakan Preventive Maintenance nya? Atau adakah panduannya kapan suatu generator set harus melakukan overhoul??

Mohon pencerahannya


Salam,
Dadi.



Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.

#85095 From: "Setiawan, Ruddy (Jakarta)" <Ruddy.Setiawan@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 4:10 am
Subject: RE: Re: [Oil&Gas] Deep Water
Ruddy.Setiawan@...
Send Email Send Email
 

Kenapa tidak pakai MOSES saja pak?

Lebih familiar dan banyak dipakai di berbagai analisis floating structure

 

Regards, RES

 


From: Migas_Indonesia@yahoogroups.com [mailto:Migas_Indonesia@yahoogroups.com] On Behalf Of uci20032000@...
Sent: Tuesday, 10 November 2009 10:47 AM
To: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Subject: Re: Re: [Oil&Gas] Deep Water

 

 

Milister,
 
Salah satu software yg bgus utk analisa mooring adalah AQWa yg dapat tersambung dgan ansys.
 
Apakah ada pelatihan Aqwa di indonesia? Karena setahu sy bru di singapore dan perth. Kira2 apa bisa ya KMI bekerja sama dgan instansi2 pendidikan utk menyelenggarakan training software semacam ini? Mengingat biaya training yg di singapore bisa sampai puluhan juta rupiah. Apakah bisa diselenggarakan dgn biaya kursus yg jauh lebih ringan?
 
Trims
 

#85094 From: budi setyo <budisp_ci@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 5:42 am
Subject: RE: Re: [Oil&Gas] Deep Water
budisp_ci
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Kalau dibandingin sama Orcaflex atau Dynflex gimana pak ?
Karena Orcaflex agak populer di tanah air. Dan sudah banyak yang menguasai software ini.
Jadi kalau memang untuk training, mungkin bisa pakai resource dari tanah air, ndak usah jauh jauh. Bisa hemat devisa banyak.
 
salam
budi setyo

--- On Tue, 11/10/09, Indratmo Jaring Prasojo <indratmo.prasojo@...> wrote:

From: Indratmo Jaring Prasojo <indratmo.prasojo@...>
Subject: RE: Re: [Oil&Gas] Deep Water
To: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Date: Tuesday, November 10, 2009, 11:39 AM

 

Pak Uci,

 

Mengenai training software2 sejenis itu di Singapore bisa lihat di mana ya infonya?

 

Terimakasih,

IJP

 

From: Migas_Indonesia@ yahoogroups. com [mailto:Migas_ Indonesia@ yahoogroups. com] On Behalf Of uci20032000@ yahoo.com. au
Sent: Tuesday, November 10, 2009 11:47 AM
To: Migas_Indonesia@ yahoogroups. com
Subject: Re: Re: [Oil&Gas] Deep Water

 

 

Milister,
  
Salah satu software yg bgus utk analisa mooring adalah AQWa yg dapat tersambung dgan ansys.
  
Apakah ada pelatihan Aqwa di indonesia? Karena setahu sy bru di singapore dan perth. Kira2 apa bisa ya KMI bekerja sama dgan instansi2 pendidikan utk menyelenggarakan training software semacam ini? Mengingat biaya training yg di singapore bisa sampai puluhan juta rupiah. Apakah bisa diselenggarakan dgn biaya kursus yg jauh lebih ringan?
  
Trims


#85093 From: "Indratmo Jaring Prasojo" <indratmo.prasojo@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 4:39 am
Subject: RE: Re: [Oil&Gas] Deep Water
sipil_itb_2002
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Pak Uci,

 

Mengenai training software2 sejenis itu di Singapore bisa lihat di mana ya infonya?

 

Terimakasih,

IJP

 

From: Migas_Indonesia@yahoogroups.com [mailto:Migas_Indonesia@yahoogroups.com] On Behalf Of uci20032000@...
Sent: Tuesday, November 10, 2009 11:47 AM
To: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Subject: Re: Re: [Oil&Gas] Deep Water

 

 

Milister,
 
Salah satu software yg bgus utk analisa mooring adalah AQWa yg dapat tersambung dgan ansys.
 
Apakah ada pelatihan Aqwa di indonesia? Karena setahu sy bru di singapore dan perth. Kira2 apa bisa ya KMI bekerja sama dgan instansi2 pendidikan utk menyelenggarakan training software semacam ini? Mengingat biaya training yg di singapore bisa sampai puluhan juta rupiah. Apakah bisa diselenggarakan dgn biaya kursus yg jauh lebih ringan?
 
Trims

#85092 From: uci20032000@...
Date: Tue Nov 10, 2009 3:47 am
Subject: Re: Re: [Oil&Gas] Deep Water
uci20032000@...
Send Email Send Email
 
Milister,

Salah satu software yg bgus utk analisa mooring adalah AQWa yg dapat tersambung dgan ansys.

Apakah ada pelatihan Aqwa di indonesia? Karena setahu sy bru di singapore dan perth. Kira2 apa bisa ya KMI bekerja sama dgan instansi2 pendidikan utk menyelenggarakan training software semacam ini? Mengingat biaya training yg di singapore bisa sampai puluhan juta rupiah. Apakah bisa diselenggarakan dgn biaya kursus yg jauh lebih ringan?

Trims

-----Original Message-----
From: Pala <pala_utama@...>
Sent: 2009-11-10 07:38:47 GMT+08:00
To: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Subject: Re: [Oil&Gas] Deep Water



> > Please Comment
> >
> > Adik2 mahasiswa yg tertarik utk study oil & gas terutama di lepas pantai,
> > sebaiknya (disarankan) mulai memfokuskan ke teknologi explorasi dan
> > exploitasi di laut dalam.  Ada beberapa faktor yg mendorong saya utk
> > mennyapaikan hal ini:
> >
> > 1. Kemungkinan penemuan lapangan/cadangan di laut dangkal semakin kecil.
> > 2. Cadangan terindikasi di laut dalam terutama di Indonesia bgn timur,
> > maupun dibelahan dunia lainnya masih banyak yg belum di kembangkan
> > 3. Explorasi/Exploitasi migas diperairan (dangkal) Indonesia sudah memasuki
> > hampir setengah abad (Unocal di Kalsel,sejak 1960 an) sama tuanya dgn Shell,
> > Exxon, atau Chevron jg melakukan explorasi/exploitasi di Gulf Mexico dan
> > North Sea. Kenyataannya sampai saat ini kita belum mengusai teknologi dengan
> > benar pengembangan lapangan di laut dangkal. Tak ada satupun karya kita di
> > bidang tsb, selain hanya menikmati teknologi bangsa lain, yang datang ke
> > sini dan menjadikan ladang2 lepas pantai di teluk Jakarta atu delta Mahakan
> > sebagai laboratorium. Lembaga pendidikan tinggi kita spt ITS dan ITB dengan
> > disiplin Kelautan hanya terpaku pada hal2 yg tradisionil, seperti kapal,
> > fixed platform dsb. Laboratorium hydrodinamika (BPPT) kita seperti menara
> > gading, pajangan dan impotent. Sampai saat ini kita masih bertanya bagaimana
> > mendesign Platform/jaket, bagaimana kita menginspeksi marine growth atau
> > submarine pipe line  dsb..
> >
> > Saya sarankan utk semua yg bekepentingan
> > (MIGAS/BPMIGAS/LEMIGAS/BPPT/LIPI/BKI/ITS/ITB etc etc, bahu-membahu,
> > menguasai teknologi laut dalam supaya kita bisa menjadikan cadangan2
> > sebagai kejayaan industri kita
> >
> > Marilah kita memperbayak diskusi tentang penguasaan laut dalam, terutama
> > untuk menghadapi exploitasi Chevron, Talisman di selat Makassar atau Inpex
> > di Tanimbar.!
> >
> >
> > El Mundo (wis tue)
> >
> >
> > 
> >
Kebetulan saya ikut bekerja untuk Project Deep water (West Seno), mulai dari pembuatan pipa di Bakri Bekasi sampai pemasangan pipe line dari offshore Santan dengan menggunakan Barge milik Australia (Clough) sampai pemasangan pipa laut dalam yg menggunakan barge di bawa dari North Sea (Allsea), karena di Indonesia belum ada barge yg secanggih itu,kenapa saya bilang canggih karena mereka tidak menggunakan Anchor job lagi, mereka cukup menggunakan mesin yg dapat menggerakkan Ship tersebut ke semua arah.
dan barge yg satu lagi adalah untuk mensuvey posisi pipa di dalam laut, dan yg mengagumkan lagi buat orang seperti saya adalah, setelah kedalaman beberapa ratus meter, pipa tersebut tidak di laying di dasar laut lagi karena jalur tujuan (FPS)semakin dalam kira2 1000 m.
wah cukup menantang untuk bangsa yg katanya besar ini

PU 



--------------------------------------------------------------------------------
Sent by Morange V from my phone. Click here to download.


#85091 From: Dadi Mulyadi <dadi.mld@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 3:55 am
Subject: PM-10000 hrs
dady_mulya
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Dear milister,

Mohon penjelasannya, apakah benar setiap engine generator set utama dengan kapasitas 50 Kva apabila telah running 10.000 jam harus melakukan overhaul sebagai tindakan Preventive Maintenance nya? Atau adakah panduannya kapan suatu generator set harus melakukan overhoul??

Mohon pencerahannya


Salam,
Dadi.

#85090 From: "samperuru1" <samperuru1@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 3:44 am
Subject: Re: Deep Water
samperuru1
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Setuju sekali. Indonesia sebagai negara kepulauan tergede di dunia & kebutuhan
akan energi yg selalu meningkat mengharuskan penjelajahan pencarian hidrokarbon
semakin difokuskan ke laut dalam.

Pencarian, pengujian, pengangkatan & pengolahan hidrokarbon dari laut dalam
sangat-sangat menantang, dalam semua disiplin & bidang. Dari sisi pemboran &
konstruksi sumur juga fasilitas produksinya, ada tulisan pendek yg pernah saya
buat & dimuat di situs alumni angkatan:
http://www.mesin89itb.net/2008/05/penambangan-hidrokarbon-di-laut-dalam-frontier\
-terbaru-industri-perminyakan/

Jangan kuatir, tulisan itu dikemas secara populer, tidak terlalu teknikal
seperti tulisan jurnal SPE misalnya. It's a good reading for the students.

Salam,
Doddy

--- In Migas_Indonesia@yahoogroups.com, El Mundo <el_mundo27@...> wrote:
>
> Please Comment
>  
> Adik2 mahasiswa yg tertarik utk study oil & gas terutama di lepas pantai,
sebaiknya (disarankan) mulai memfokuskan ke teknologi explorasi dan exploitasi
di laut dalam.  Ada beberapa faktor yg mendorong saya utk mennyapaikan hal ini:
>  
> 1. Kemungkinan penemuan lapangan/cadangan di laut dangkal semakin kecil.
> 2. Cadangan terindikasi di laut dalam terutama di Indonesia bgn timur, maupun
dibelahan dunia lainnya masih banyak yg belum di kembangkan
> 3. Explorasi/Exploitasi migas diperairan (dangkal) Indonesia sudah memasuki
hampir setengah abad (Unocal di Kalsel,sejak 1960 an) sama tuanya dgn Shell,
Exxon, atau Chevron jg melakukan explorasi/exploitasi di Gulf Mexico dan North
Sea. Kenyataannya sampai saat ini kita belum mengusai teknologi dengan benar
pengembangan lapangan di laut dangkal. Tak ada satupun karya kita di bidang tsb,
selain hanya menikmati teknologi bangsa lain, yang datang ke sini dan menjadikan
ladang2 lepas pantai di teluk Jakarta atu delta Mahakan sebagai laboratorium.
Lembaga pendidikan tinggi kita spt ITS dan ITB dengan disiplin Kelautan hanya
terpaku pada hal2 yg tradisionil, seperti kapal, fixed platform dsb.
Laboratorium hydrodinamika (BPPT) kita seperti menara gading, pajangan dan
impotent. Sampai saat ini kita masih bertanya bagaimana mendesign
Platform/jaket, bagaimana kita menginspeksi marine growth atau submarine pipe
line  dsb.. 
>  
> Saya sarankan utk semua yg bekepentingan
(MIGAS/BPMIGAS/LEMIGAS/BPPT/LIPI/BKI/ITS/ITB etc etc, bahu-membahu, menguasai
teknologi laut dalam supaya kita bisa menjadikan cadangan2 sebagai kejayaan
industri kita 
>  
> Marilah kita memperbayak diskusi tentang penguasaan laut dalam, terutama untuk
menghadapi exploitasi Chevron, Talisman di selat Makassar atau Inpex di
Tanimbar.!
>  
>  
> El Mundo (wis tue) 
>  
>

#85089 From: sylvia agustiny <s_agustiny@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 3:38 am
Subject: Spesifikasi kandungan O2 dalam air injeksi pada fasilitas system produced water injection
s_agustiny
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Dear All
Mohon bantuannya kira2 ada yang tau kandungan O2 dalam air injeksi (yang dikembalikan ke resorvoir)
biasanya 2 ppm atau 2 ppb?

thanks,
sylvia


Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.

#85088 From: ucok coqy <coqymanster@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 3:12 am
Subject: Formula untuk mencari luasan painting structure steel
coqymanster@...
Send Email Send Email
 
DH. Rekan Mailist
 
Mohon bantuan untuk formula mendapatkan luasan area painting convert dari tonage ke luasan area pada steel structure karena saat ini saya menghitung manual permember steel structure sebagai finnal BQ.
Light steel =...........
Medium Steel =..........
Heavy Steel =.........
Adakah dari rekan2 yang mempunyai formula tersebut?
 
Terima kasih sebelumnya atas bantuannya.
 
Salam
Ucoks


#85087 From: "SexiSweetie710964" <raiza_ndut@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 2:49 am
Subject: tanya UMSP tahun 2009 sektor migas wilayah Pertamina Cirebon
raiza_ndut
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Dear All Millis Migas

Mohon bantuanya rekan2 millis saya membutuhkan UMSP 2009 sektor migas diwilayah
Pertamina cirebon, apabila ada rekan2 millis yang mempunyai sk nya mohon info
nya, atas bantuanya saya ucapakan banyak terimakasih

Salam hormat

Raiza

#85086 From: dhani fayumi <yumie_mbes@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 2:24 am
Subject: Training Orcaflex
yumie_mbes
Offline Offline
Send Email Send Email
 
selamat pagi rekan Mailist,

Mohon pencerahan tentang pelatihan software Orcaflex baik yang di lakukan oleh lembaga ataupun perseorangan...??
Mohon Infonya dan terima kasih...



Best Regards,
Yumie
081803131222

_._,___


#85085 From: "Akh. Munawir" <amunawir@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 2:37 am
Subject: Re: [Oil&Gas] tanya total flooding system
amunawir@...
Send Email Send Email
 
Guidance-nya ada di NFPA 12 untuk aplikasi CO2 Total Flooding System.
 
Salam,
A Munawir

2009/11/9 primagint <ithink_stayhere@...>
 

salam,,
saya mau tanya apakah
Ruangan trafo dengan tegangan tinggi dapat diterapkan
carbon dioxide total flooding fire extinguising system.
trafo ditempatkan di ruangan tertutup.
apakah ada standar untuk penerapan total flooding system khusus di ruangan trafo.
mohon informasi dari bapak - bapak di group ini yang mengetahui..

sebelumnya saya ucapkan terima kasih.



#85084 From: nico roberto <nico_pirtondi@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 1:45 am
Subject: mohon info pipa low carbon steel API
nico_pirtondi
Offline Offline
Send Email Send Email
 
dear rekan2 milist

Pak Admin mohon maaf jika yg sy tanyakan agak menyimpang..
rekan2 ada yg punya info tempat penjualan/produsen pipa baja karbon di daerah bandung dan sekitarnya??

jika ada mohon informasinya..

terimakasih.


Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!

#85083 From: Afif Ikhsani <aikhsani@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 1:35 am
Subject: Re: [Oil&Gas] Deep Water
aikhsani
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Saya semester depan akan kerja praktek,
kira-kira besar ga peluang untuk kerja praktek di deep water??
Apa untuk proposal harus spesifik juga mengenai deep water??
Dan saya bisa menghubungi siapa untuk ini??
selanjutnya, jika mahasiswa perminyakan ingin menulis tugas akhir ataupun
komprehensif (seperti di universitas saya) bertemakan drilling di deepwater, is
there any advice(s) in this???

Terimakasih, mohon bantuannya
salam

Afif Ikhsani

--- Pada Sen, 9/11/09, iwan aryawan <idaryawan@...> menulis:
Dari: iwan aryawan <idaryawan@...>
Judul: Re: [Oil&Gas] Deep Water
Kepada: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Tanggal: Senin, 9 November, 2009, 7:45 PM

Pak El,
 
Saya mengamini saran bapak, soalnya bidang saya sendiri saat ini lebih banyak
ngurusin proyek2 laut dalam. Tidak mudah memang untuk mengembangkan bidang ini
di negeri kita saat ini. Bukan karena kita tidak mampu, tapi seperti biasa
masalah utamanya karena kita tidak atau belum banyak diberikan kesempatan untuk
mendalami bidang ini. Masukan saya sbb:
 

Mungkin pintu gerbang utama untuk akses teknology ini adalah BP Migas. Seperti
yg pak Sulis singgung, untuk justifikasi proyek laut dalam dibutuhkan kondisi
finansial yg kondunsif. Harga minyak tinggi atau volume reservoir yg besar.
Karena biaya yg besar dan teknologi yg tinggi, perusahaan nasional belum mampu
melakukannya sendiri. BP Migas harus berusaha untuk 'mengawinkan' perusahaan
nasional dengan perusahaan minyak internasional untuk mengerjakaan proyek2
seperti ini.
Sistim bagi hasil atau PSC boleh2 aja, tapi bukan berarti peran kita hanya
seperti orang kaya di kota yg punya petak sawah di kampung. Kita cuma 'menarik'
hasil panen, sementara si petani yg ngerjain semuanya. Saya kira ini yg terjadi
selama ini. Makanya sampai saat ini kita belum bisa apa-apa. Kita harus aktif
berperan dari awal sampai tahap akhir proyek.
ITS dan ITB bisa dijadikan centres of excellent dibidang ini. Perlu diketahui
bukan hanya floating platforms fokus kita, tapi juga bidang sub-sea,
pipeline dan riser teknologi. Saya terkesan dengan pengalaman pak Ato dan pak
Bobby dibidang sub-sea sewaktu diseminar floating platform di ITB bulan Juli yg
lalu. Ini sebagai bukti bahwa orang kita mampu, apabila diberikan kesempatan.
Fasilitas laboratorium hidro dinamika kita mungkin agak ketinggalan untuk
melakukan model testing proyek laut dalam, karena keterbatasan kedalaman model
basin-nya. Tapi yg lebih penting disini, kita yg bergerak dibidang offshore
teknology harus berusaha mengikursertakan mereka didalam proyek2 nasional.
Dengan demikian pengalaman mereka semakin bertambah dan kepercayaan
internasionalpun akan bertambah pula. Sehingga tidak hanya Marin atau Marintek
yg dijadikan acuan Internasional.
Setuju dengan pak El, harus ada keinginan dan usaha yg serius dari kita sendiri
dan pihak pemerintah kalau kita mau menguasai teknologi laut dalam ini.
Teknologi ini tidak bakalan berhenti di industri minyak dan gas saja. Pastinya
akan banyak berguna dimasa masa datang. Apalagi kita adalah negara maritim
dimana 2/3 wilayahnya adalah laut.
 
Jangan meragukan lagi kemampuan bangsa sendiri. Berikan kesempatan, bangsa
Indonesia pasti mampu melakukan !!
 
Wassalam,
 
Iwan

#85082 From: "Nangz" <a_nanang_z@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 1:35 am
Subject: Dismantling
a_nanang_z@...
Send Email Send Email
 
Selamat Pagi,
 
Untuk pekerjaan pembongkaran Plant Facility (Smelter Plant), apakah bisa dilakukan oleh kontraktor pada umumnya atau perlu kontraktor khusus/spesialisasi untuk melakukan pekerjaan pembongkaran (dismantling) Plant Facility. Mohon berbagi infonya bagi Rekan2 KMI. Thanks.
 
Rgrds,
 
 
Nanang

#85081 From: Triez <trisworo99@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 1:34 am
Subject: Re: [Oil&Gas] Petroleum product density
trisworo99
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Pak TRB,

Coba buka www.pertamina.com , trus masuk ke our business , pilih down stream trus our product.

Disitu ada ada beberapa product pertamina.Data yang ada spesifik grafity .Dari SG kita bisa dapat

density. Klo masih ada yg belum lengkap bisa liat di SK Dirjen Migas untuk masing2 produk atau ASTM.

Download SK Dirjen Migas gratis,kok. Silahkan di Googling saja.

Semoga bermanfaat..




salam,

Triez



From: TRB <calltrb@...>
Sent: Tue, November 10, 2009 8:20:13 AM
Subject: [Oil&Gas] Petroleum product density

 

Mhn infonya berapa density dan heat capacity yg ditetapkan/disarank an Migas/refinery Pertamina untuk product2 :
1.Medium Naphtha
2.Heavy Naphtha
3.Ligth Kerosene
4.Kerosene
5.Diesel
6.AGO
7.LSWR

Terima kasih
Salam

AhNI TRB




#85080 From: TRB <calltrb@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 1:20 am
Subject: Petroleum product density
calltrb
Online Now Online Now
Send Email Send Email
 
Mhn infonya berapa density dan heat capacity yg ditetapkan/disarankan Migas/refinery Pertamina untuk product2 :
1.Medium Naphtha
2.Heavy Naphtha
3.Ligth Kerosene
4.Kerosene
5.Diesel
6.AGO
7.LSWR

Terima kasih
Salam

AhNI TRB



#85079 From: budi setyo <budisp_ci@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 1:16 am
Subject: Re: [Oil&Gas] Deep Water
budisp_ci
Offline Offline
Send Email Send Email
 
++++++++++++++++++++++++
Pak Iwan Wrote :
4. Fasilitas laboratorium hidro dinamika kita mungkin agak ketinggalan untuk melakukan model testing proyek laut dalam, karena keterbatasan kedalaman model basin-nya. Tapi yg lebih penting disini, kita yg bergerak dibidang offshore teknology harus berusaha mengikursertakan mereka didalam proyek2 nasional. Dengan demikian pengalaman mereka semakin bertambah dan kepercayaan internasionalpun akan bertambah pula. Sehingga tidak hanya Marin atau Marintek yg dijadikan acuan Internasional.
+++++++++++++++++++++++++
 
FYI .. Pak Iwan dan rekans migas.
Lab. Hidro BPPT Surabaya akhir tahun ini dan awal tahun depan terlibat dalam pekerjaan pemodelan (numerik dan fisik) untuk INPEX PROJECT - Floating LNG (LNG FPSO) di abadi Field di block Masela di sekitar laut arafura, dengan kedalaman 400 - 800 m. Tipe mooring yang dipakai adalah external turret mooring.
Karena keterbatasan kedalaman kolam uji di lab, maka proses pemodelan menggunakan gabungan iterasi numerik dan pemodelan fisik di kolam uji dengan metode truncated method (model di dalam model). Ini sangat menantang ... karena merupakan pengalaman pertama untuk memakai metode truncated ini. Karena biasanya, dalam pemodelan subcale di lab, hanya mengacu 3 hukum kesamaan, (kesamaan geometri, froude dan reynold). Dengan memakai metode truncated, maka 3 hukum kesamaan dasar diatas "diakali" untuk masih bisa mengakomodasi keterbatasan kedalaman kolam. MARIN - netherland akan digandeng untuk supervisi selama pekerjaan berlangsung, karena MARIN punya pengalaman yang lebih, kususnya untuk pengujian dengan metode truncated.
 
Tabik
budi


#85078 From: strife <m.bstrife@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 12:55 am
Subject: Re: [Oil&Gas] BP
m.bstrife@...
Send Email Send Email
 
dear pak yanto,

sepertinya email tersebut penipuan pak jangan dipercaya. saya juga pernah dapat form seperti itu setelah saya cek di google ternyata sudah banyak mendapat email seperti itu baik di dalam dan di luar negeri. jadi jangan ditanggapi email tersebut pak.

tks

2009/11/9 yanto_tongge <yanto_tongge@...>
 

Selamat pagi rekan2 migas..
Baru-baru ini saya mendapat form lamaran kerja dari BP, ada 2 form. Yang pertama form data diri, sedangkan yang lainnya form term&condition. Dalam form term and condition tertulis •"Every successful candidate is required to pay 33% upfront of his/her Travel expenses. Our Travel Agency will receive this payment before travel arrangement will be processed. This payment is to show applicant's commitment towards employment offered by BP". Saya menjadi ragu dengan term ini. Jika Bapak/Ibu rekan migas sekalian mempunyai info mengenai pernyataan ini apa benar atau tidak, mohon dishare...trms

Salam

VB



#85077 From: "Pala" <pala_utama@...>
Date: Mon Nov 9, 2009 11:38 pm
Subject: Re: [Oil&Gas] Deep Water
pala_utama
Offline Offline
Send Email Send Email
 
> > Please Comment
> >
> > Adik2 mahasiswa yg tertarik utk study oil & gas terutama di lepas pantai,
> > sebaiknya (disarankan) mulai memfokuskan ke teknologi explorasi dan
> > exploitasi di laut dalam.  Ada beberapa faktor yg mendorong saya utk
> > mennyapaikan hal ini:
> >
> > 1. Kemungkinan penemuan lapangan/cadangan di laut dangkal semakin kecil.
> > 2. Cadangan terindikasi di laut dalam terutama di Indonesia bgn timur,
> > maupun dibelahan dunia lainnya masih banyak yg belum di kembangkan
> > 3. Explorasi/Exploitasi migas diperairan (dangkal) Indonesia sudah memasuki
> > hampir setengah abad (Unocal di Kalsel,sejak 1960 an) sama tuanya dgn Shell,
> > Exxon, atau Chevron jg melakukan explorasi/exploitasi di Gulf Mexico dan
> > North Sea. Kenyataannya sampai saat ini kita belum mengusai teknologi dengan
> > benar pengembangan lapangan di laut dangkal. Tak ada satupun karya kita di
> > bidang tsb, selain hanya menikmati teknologi bangsa lain, yang datang ke
> > sini dan menjadikan ladang2 lepas pantai di teluk Jakarta atu delta Mahakan
> > sebagai laboratorium. Lembaga pendidikan tinggi kita spt ITS dan ITB dengan
> > disiplin Kelautan hanya terpaku pada hal2 yg tradisionil, seperti kapal,
> > fixed platform dsb. Laboratorium hydrodinamika (BPPT) kita seperti menara
> > gading, pajangan dan impotent. Sampai saat ini kita masih bertanya bagaimana
> > mendesign Platform/jaket, bagaimana kita menginspeksi marine growth atau
> > submarine pipe line  dsb..
> >
> > Saya sarankan utk semua yg bekepentingan
> > (MIGAS/BPMIGAS/LEMIGAS/BPPT/LIPI/BKI/ITS/ITB etc etc, bahu-membahu,
> > menguasai teknologi laut dalam supaya kita bisa menjadikan cadangan2
> > sebagai kejayaan industri kita
> >
> > Marilah kita memperbayak diskusi tentang penguasaan laut dalam, terutama
> > untuk menghadapi exploitasi Chevron, Talisman di selat Makassar atau Inpex
> > di Tanimbar.!
> >
> >
> > El Mundo (wis tue)
> >
> >
> >
> >
Kebetulan saya ikut bekerja untuk Project Deep water (West Seno), mulai dari
pembuatan pipa di Bakri Bekasi sampai pemasangan pipe line dari offshore Santan
dengan menggunakan Barge milik Australia (Clough) sampai pemasangan pipa laut
dalam yg menggunakan barge di bawa dari North Sea (Allsea), karena di Indonesia
belum ada barge yg secanggih itu,kenapa saya bilang canggih karena mereka tidak
menggunakan Anchor job lagi, mereka cukup menggunakan mesin yg dapat
menggerakkan Ship tersebut ke semua arah.
dan barge yg satu lagi adalah untuk mensuvey posisi pipa di dalam laut, dan yg
mengagumkan lagi buat orang seperti saya adalah, setelah kedalaman beberapa
ratus meter, pipa tersebut tidak di laying di dasar laut lagi karena jalur
tujuan (FPS)semakin dalam kira2 1000 m.
wah cukup menantang untuk bangsa yg katanya besar ini

PU

#85076 From: bito@...
Date: Mon Nov 9, 2009 11:16 pm
Subject: RE: [Oil&Gas] Tanya Job Desk. Mechanical Engineering (Oil & Gas)
bitomesin76
Offline Offline
Send Email Send Email
 
pak Komed dan Rekans di dunia Migas,

Apakah memang sudah ada secara formal posisi Mechanical Engineer (bukan
mekanik ME) ?
Setahu saya, lulusan S1 dengan latar belakang ME/Teknik Mesin biasanya
nanti akan di konversikan menjadi a.l. Drilling Engineer, HSE Engineer,
Company Man malahan juga bidang Procurement. dasarnya adalah
pengetahuannya tentang peralatan atau permesinan yang ada atau yang
digunakan didalam operasi migas.

Bila memang sekarang sudah ada posisi Mech. Eng., tentunya ini kabar yang
menggembirakan dan patut saya sebarkan kepada para mahasiswa saya.
Memang dari pengalaman observasi saya terhadap operasional rig di
indonesia, ternyata masih sering terjadi hal seperti yang disebutkan pak
Komed, yang biasa saya istilahkan "kesesuaian atau Ketidak-sesuaian".
Contohnya: ada daya yang tersedia dari prime mover (genset) total ternyata
underpowered atau pas pasan untuk seluruh sistem yang ada (drawwork,
rottable, pompa pompa, mudpumps dll) sehingga bila terjadi keadaan
emergency yang secara bersamaan semua membutuhkan max power maka sistem
akan trip. Misalnya pada satu kejadian dimana string harus ditarik dengan
cepat full power dan lumpur harus dipompa dengan tekanan dan aliran
maksimum ternyata total dayanya tidak kuat. Atau posisi pipa tertentu yang
harus miring sekian derajat dipasang lurus, clamp besi pada pressurised
vibration hose dipasangnya pada connector neck-nya yang terbuat dari metal
bukan justru di hose karetnya. Belum lagi ketidak-sesuaian antara
kapasitas pipa, tangki, pompa, accumulator, antara mesin diesel dengan
generatornya akibat turn over nya peralatan yang tinggi diantara rig rig.
Demikian pula masalah perawatan dalam operasional misalnya pelumasan, baik
olie ataupun grease untuk mudpumps dll. Hal semacam itu kebanyakan karena
kesalahan intepretasi terhadap perancangan sistem ME yang terjadi
barangkali pada engineer yang latarbelakangnya bukan ME.
Bekerjasama dengan KMI, sejak beberapa tahun yang lalu saya telah
mempersiapkan dan mengintrodusir mata kuliah pilihan bagi mhs ME semester
akhir yaitu "Sistem dan Teknologi pemboran migas" yang inti isinya adalah
wrap up implementasi pengetahuan ME yang sudah didapat di semester
sebelumnya (motor bakar, pompa, sistem fluida, dinamika dll) kedalam
implementasinya pada operasional rig. Bukan bermaksud merubah langsung
lulusan ME menjadi Drilling Engineer tapi lebih membuka wawasan mereka
yang tertarik menjadi lebih aware dan focus sehingga  lebih siap untuk
dibentuk di lapangan sesuai kebutuhan nantinya. Kita sudah musti siap siap
dari sekarang, saya tidak rela kalau ditahun mendatang ternyata engineer
di rig rig di Indonesia diisi oleh engineers bangsa Malaysia, Bangladesh,
India, pakistan atau China walaupun itu adalah konsekwensi dari
globalisasi. Di beberapa bidang sudah mulai terjadi loh....

  salam,

Wahyu
Dept. Teknik Mesin UI

> Mechanical Engineer (field) punya responsibility untuk memastikan semua
> yang berhubungan dengan mechanical (piping, equipment, engine etc) sesuai
> dengan desain dan berjalan dengan benar.
>
> Pedoman kerja bagi seorang mechanical engineer adalah gambar isometric,
> P&ID, termasuk gambar desain vessel dan machinery  (untuk nozzle).
> Ketersediaan material di site biasanya agak butuh perhatian lebih, karena
> kadangkala Material Take Off (MTO) tidak sesuai dengan pembelian (Bill Of
> Material/BOM) jadi engineer harus jeli dan me-list ulang material on site
> untuk request material, agar waktu tidak terbuang percuma gara2 menunggu
> material.
>
> Salam
> Komed
> Mechanical Engneering
>
> From: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
> [mailto:Migas_Indonesia@yahoogroups.com] On Behalf Of helmi abdullah helmi
> Sent: Monday, November 09, 2009 1:55 PM
> To: Migas Indonesia
> Subject: [Oil&Gas] Tanya Job Desk. Mechanical Engineering (Oil & Gas)
>
> Dear All
>
> Mungkin ada yg py Job desk apa saja untuk seorang Mechanical Engineer
> (untuk tahun2 pertama).
>
> Thanks
> Helmi
>



--------------------------------------------------------------------------------\
------------------
Faculty of Engineering University of Indonesia
http://www.eng.ui.ac.id

#85075 From: iwan aryawan <idaryawan@...>
Date: Mon Nov 9, 2009 7:45 pm
Subject: Re: [Oil&Gas] Deep Water
idaryawan
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Pak El,
 
Saya mengamini saran bapak, soalnya bidang saya sendiri saat ini lebih banyak ngurusin proyek2 laut dalam. Tidak mudah memang untuk mengembangkan bidang ini di negeri kita saat ini. Bukan karena kita tidak mampu, tapi seperti biasa masalah utamanya karena kita tidak atau belum banyak diberikan kesempatan untuk mendalami bidang ini. Masukan saya sbb:
 
  1. Mungkin pintu gerbang utama untuk akses teknology ini adalah BP Migas. Seperti yg pak Sulis singgung, untuk justifikasi proyek laut dalam dibutuhkan kondisi finansial yg kondunsif. Harga minyak tinggi atau volume reservoir yg besar. Karena biaya yg besar dan teknologi yg tinggi, perusahaan nasional belum mampu melakukannya sendiri. BP Migas harus berusaha untuk 'mengawinkan' perusahaan nasional dengan perusahaan minyak internasional untuk mengerjakaan proyek2 seperti ini.
  2. Sistim bagi hasil atau PSC boleh2 aja, tapi bukan berarti peran kita hanya seperti orang kaya di kota yg punya petak sawah di kampung. Kita cuma 'menarik' hasil panen, sementara si petani yg ngerjain semuanya. Saya kira ini yg terjadi selama ini. Makanya sampai saat ini kita belum bisa apa-apa. Kita harus aktif berperan dari awal sampai tahap akhir proyek.
  3. ITS dan ITB bisa dijadikan centres of excellent dibidang ini. Perlu diketahui bukan hanya floating platforms fokus kita, tapi juga bidang sub-sea, pipeline dan riser teknologi. Saya terkesan dengan pengalaman pak Ato dan pak Bobby dibidang sub-sea sewaktu diseminar floating platform di ITB bulan Juli yg lalu. Ini sebagai bukti bahwa orang kita mampu, apabila diberikan kesempatan.
  4. Fasilitas laboratorium hidro dinamika kita mungkin agak ketinggalan untuk melakukan model testing proyek laut dalam, karena keterbatasan kedalaman model basin-nya. Tapi yg lebih penting disini, kita yg bergerak dibidang offshore teknology harus berusaha mengikursertakan mereka didalam proyek2 nasional. Dengan demikian pengalaman mereka semakin bertambah dan kepercayaan internasionalpun akan bertambah pula. Sehingga tidak hanya Marin atau Marintek yg dijadikan acuan Internasional.
Setuju dengan pak El, harus ada keinginan dan usaha yg serius dari kita sendiri dan pihak pemerintah kalau kita mau menguasai teknologi laut dalam ini. Teknologi ini tidak bakalan berhenti di industri minyak dan gas saja. Pastinya akan banyak berguna dimasa masa datang. Apalagi kita adalah negara maritim dimana 2/3 wilayahnya adalah laut.
 
Jangan meragukan lagi kemampuan bangsa sendiri. Berikan kesempatan, bangsa Indonesia pasti mampu melakukan !!
 
Wassalam,
 
Iwan


--- On Mon, 9/11/09, El Mundo <el_mundo27@...> wrote:

From: El Mundo <el_mundo27@...>
Subject: [Oil&Gas] Deep Water
To: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
Date: Monday, 9 November, 2009, 6:59

 

Please Comment
 
Adik2 mahasiswa yg tertarik utk study oil & gas terutama di lepas pantai, sebaiknya (disarankan) mulai memfokuskan ke teknologi explorasi dan exploitasi di laut dalam.  Ada beberapa faktor yg mendorong saya utk mennyapaikan hal ini:
 
1. Kemungkinan penemuan lapangan/cadangan di laut dangkal semakin kecil.
2. Cadangan terindikasi di laut dalam terutama di Indonesia bgn timur, maupun dibelahan dunia lainnya masih banyak yg belum di kembangkan
3. Explorasi/Exploitas i migas diperairan (dangkal) Indonesia sudah memasuki hampir setengah abad (Unocal di Kalsel,sejak 1960 an) sama tuanya dgn Shell, Exxon, atau Chevron jg melakukan explorasi/exploitas i di Gulf Mexico dan North Sea. Kenyataannya sampai saat ini kita belum mengusai teknologi dengan benar pengembangan lapangan di laut dangkal. Tak ada satupun karya kita di bidang tsb, selain hanya menikmati teknologi bangsa lain, yang datang ke sini dan menjadikan ladang2 lepas pantai di teluk Jakarta atu delta Mahakan sebagai laboratorium. Lembaga pendidikan tinggi kita spt ITS dan ITB dengan disiplin Kelautan hanya terpaku pada hal2 yg tradisionil, seperti kapal, fixed platform dsb. Laboratorium hydrodinamika (BPPT) kita seperti menara gading, pajangan dan impotent. Sampai saat ini kita masih bertanya bagaimana mendesign Platform/jaket, bagaimana kita menginspeksi marine growth atau submarine pipe line  dsb.. 
 
Saya sarankan utk semua yg bekepentingan (MIGAS/BPMIGAS/ LEMIGAS/BPPT/ LIPI/BKI/ ITS/ITB etc etc, bahu-membahu, menguasai teknologi laut dalam supaya kita bisa menjadikan cadangan2 sebagai kejayaan industri kita 
 
Marilah kita memperbayak diskusi tentang penguasaan laut dalam, terutama untuk menghadapi exploitasi Chevron, Talisman di selat Makassar atau Inpex di Tanimbar.!
 
 
El Mundo (wis tue) 
 



Messages 85075 - 85104 of 87312   Newest  |  < Newer  |  Older >  |  Oldest
Advanced
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help