Search the web
Sign In
New User? Sign Up
SbyAstroClub · Surabaya Astronomy Club
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Want your group to be featured on the Yahoo! Groups website? Add a group photo to Flickr.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Memata-matai Matahari dari Watukosek   Message List  
Reply | Forward Message #24 of 378 |
HADIRNYA Matahari setiap hari yang selama ini dianggap lazim,
ternyata begitu istimewa bagi Stasiun Pengamat Matahari atau Solar
Observatory.

Stasiun dari berbagai belahan dunia intens memata-matai dan memasok
data hasil aktivitas bintang berjarak delapan menit cahaya atau
sekitar 144 juta kilometer tersebut. Salah satunya adalah stasiun
pengamatan Matahari di bukit yang disebut Gunung Perahu, Watukosek,
Pasuruan, Jawa Timur.

"Daerah ini dipilih karena rata- rata curah hujannya paling sedikit
dibandingkan dengan daerah lain di Pulau Jawa. Ketinggiannya sekitar
54 meter di atas permukaan laut. Bahkan, Watukosek Solar Observatory
(WKSO) mempunyai hari cerah paling banyak dibandingkan dengan
observatorium Matahari lain di dunia," ungkap Kepala WKSO Bambang
Setiahadi Phamudji yang berkerja sama dengan enam orang peneliti
lainnya.

Pusat pemantauan yang terletak di dalam kompleks Lembaga Penerbangan
dan Antariksa Nasional (Lapan) itu tidak langsung terlihat dari jalan
utama penghubung Mojokerto-Pasuruan. Pengunjung masih harus berjalan
satu kilometer lagi menapaki lahan tandus berbatu dan membelah
perkebunan jambu mete milik PT Perhutani.

Tidak terlalu kompleks struktur bangunan di stasiun itu. Terdiri atas
dua bangunan. Sebuah bangunan berisi kantor staf dan teleskop sunspot
(bintik Matahari) lengkap dengan ruang pengendalinya. Bangunan lain
berisi teleskop flare.

Sekalipun berlokasi di Desa Watukosek yang terpencil, kegiatan
peneliti di sana termasuk salah satu mata rantai observatorium
Matahari internasional. Sejak beberapa tahun lalu Stasiun Watukosek
telah diakui di dunia. Hasil pengamatannya tercantum dalam Sunspot
Index Data Center News, Solar Influence Data Analysis Center, dan
sejak 1991 tergabung dalam National Oceanic and Atmosphere
Administration.

GERHANA Matahari total tahun 1983 menjadi titik awal kerja sama Lapan
dengan Jepang untuk mendirikan tempat pengamatan itu. Aktivitas
Matahari yang langsung bersentuhan dengan kehidupan manusia di Bumi
menjadi sangat menarik diamati.

Pengamatan Matahari di Watukosek menggunakan dua teleskop. Yang
pertama berfungsi sebagai pengambilan data sunspot secara manual
(sunspot sketch) dan fotografi. Teleskop berdiameter 15 sentimeter
dengan panjang 3 meter itu bagian belakang lensa okulernya dilengkapi
layar proyeksi. Bayangan Matahari yang jatuh kemudian disket manual.
Data bintik Matahari diambil pula secara fotografi dengan meletakan
kamera standar Asahi Pentax di salah satu tabung.

Teleskop kedua digunakan untuk mengamati flare. Data diambil secara
fotografi dan digital sehingga teleskop dilengkapi kamera fotografi
dan CCD.

"Sejauh ini, aktivitas Matahari baru dapat diamati dari reaksi
kegiatan Matahari yang tampak pada lapisan luar seperti sunspot dan
flare, belum dari inti Matahari itu sendiri," kata Bambang.

Sunspot (bintik/noda Matahari) merupakan daerah di lapisan fotosfer
yang temperaturnya lebih rendah daripada sekelilingnya, sehingga
tampak seperti noda-noda gelap.

Bambang mengibaratkan bintik Matahari seperti jerawat yang muncul
ketika terjadi ketidakseimbangan hormon dan metabolisme di dalam
tubuh. Dari pengamatan sunspot dapat dilakukan studi prediksi
terhadap siklus Matahari. Kemunculan bintik hitam di Matahari yang
berkembang cepat menjadi bintik hitam raksasa, sekaligus merupakan
peristiwa paling meyakinkan akan datangnya badai antariksa.

FENOMENA menarik lainnya dari kegiatan pengamatan bintik Matahari
adalah peristiwa pelontaran materi oleh flare besar atau coronal mass
ejection dan pengaruh fisik terhadap Bumi akibat mekanisme perambatan
gelombang kejut MHD (Magnetohydrodynamics).

Sunspot akan tumbuh dan berevolusi menjadi flare besar, yaitu
pelepasan energi berupa ledakan besar. Peristiwa ledakan tersebut
melontarkan materi ke angkasa Matahari dan memancarkan radiasi pada
semua gelombang panjang.

Salah satu peristiwa penting yang tidak dilupakan awak Watukosek
terjadi tanggal 28-30 Oktober 2003. Matahari melepaskan tenaganya
yang mahadahsyat berupa ledakan disertai dengan embusan angin sangat
kuat. Tak kurang dari 100 juta ton materi dari permukaan Matahari
ditembakkan dengan kecepatan 500 km per detik atau sekitar 1.800.000
km per jam. Peristiwa itu disebut pula dengan badai antariksa.

Badai antariksa yang menghasilkan gelombang besar itu bisa
berpengaruh kepada kegiatan yang berkaitan dengan gelombang di Bumi.
Sejak lama para peneliti di Watukosek mengembangkan cara peringatan
dini antariksa untuk menghindarkan masyarakat dari bahaya aktivitas
Matahari, terutama sebelum terjadinya badai antariksa.

Untuk menggambarkan dampak badai antariksa kepada masyarakat sebelum
badai tiba di Bumi, dilakukan simulasi dengan perangkat utama
teleskop sebagai mata dan sebuah komputer. Dengan sejumlah perintah
yang sudah disusun sebelumnya, komputer akan menyimulasikan badai
seperti yang sesungguhnya terjadi di antariksa dan menghitung dampak
lanjutannya terhadap Bumi.

Informasi itu dapat digunakan untuk mengantisipasi bahaya atau
kerugian yang akan ditimbulkan badai antariksa terhadap peralatan
navigasi yang digunakan operator penerbangan dan pelayaran nasional
maupun internasional.

Di era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini, pihak
lain yang berkepentingan mengantisipasi badai Matahari adalah
operator satelit dan telekomunikasi. Ribuan satelit menjadi bangkai
karena terhantam badai antariksa.

Stasiun Pengamat Matahari tak sekadar mengamati, tetapi mampu menjadi
stasiun peringatan dini. Mereka selalu berjaga kalau-kalau sang Surya
bergejolak dan mempengaruhi kehidupan kita di Bumi.

Sumber : Kompas (26 Juni 2004)






Thu Mar 29, 2007 4:32 am

xeninthux
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #24 of 378 |
Expand Messages Author Sort by Date

HADIRNYA Matahari setiap hari yang selama ini dianggap lazim, ternyata begitu istimewa bagi Stasiun Pengamat Matahari atau Solar Observatory. Stasiun dari...
xeninthux
Offline Send Email
Mar 29, 2007
4:45 am

HADIRNYA Matahari setiap hari yang selama ini dianggap lazim, ternyata begitu istimewa bagi Stasiun Pengamat Matahari atau Solar Observatory. Stasiun dari...
xeninthux
Offline Send Email
Mar 29, 2007
4:49 am

HADIRNYA Matahari setiap hari yang selama ini dianggap lazim, ternyata begitu istimewa bagi Stasiun Pengamat Matahari atau Solar Observatory. Stasiun dari...
xeninthux
Offline Send Email
Mar 29, 2007
4:50 am

HADIRNYA Matahari setiap hari yang selama ini dianggap lazim, ternyata begitu istimewa bagi Stasiun Pengamat Matahari atau Solar Observatory. Stasiun dari...
xeninthux
Offline Send Email
Mar 29, 2007
4:58 am

HADIRNYA Matahari setiap hari yang selama ini dianggap lazim, ternyata begitu istimewa bagi Stasiun Pengamat Matahari atau Solar Observatory. Stasiun dari...
Rya Xenitux
xeninthux
Offline Send Email
Mar 29, 2007
5:06 am

HADIRNYA Matahari setiap hari yang selama ini dianggap lazim, ternyata begitu istimewa bagi Stasiun Pengamat Matahari atau Solar Observatory. Stasiun dari...
xeninthux
Offline Send Email
Mar 29, 2007
5:08 am

HADIRNYA Matahari setiap hari yang selama ini dianggap lazim, ternyata begitu istimewa bagi Stasiun Pengamat Matahari atau Solar Observatory. Stasiun dari...
xeninthux
Offline Send Email
Mar 29, 2007
5:35 am

HADIRNYA Matahari setiap hari yang selama ini dianggap lazim, ternyata begitu istimewa bagi Stasiun Pengamat Matahari atau Solar Observatory. Stasiun dari...
xeninthux
Offline Send Email
Mar 29, 2007
6:30 am

HADIRNYA Matahari setiap hari yang selama ini dianggap lazim, ternyata begitu istimewa bagi Stasiun Pengamat Matahari atau Solar Observatory. Stasiun dari...
xeninthux
Offline Send Email
Mar 29, 2007
8:21 am

HADIRNYA Matahari setiap hari yang selama ini dianggap lazim, ternyata begitu istimewa bagi Stasiun Pengamat Matahari atau Solar Observatory. Stasiun dari...
Rya Xenitux
xeninthux
Offline Send Email
Mar 29, 2007
11:45 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help