Dari milis fisika indonesia,,,
---------------------------------------------------------------------
KOMET LULIN TERUS MELUNCUR SEMAKIN MENDEKATI BUMI
“The Universe, Yours to Discover” adalah tema yang diusung UNESCO
dan IAU (International Astronomical Union) untuk merayakan tahun 2009
sebagai Tahun Astronomi Internasional/International Year of Astronomy
(IYA 2009). Bertepatan dengan perayaan 400 tahun penggunaan teleskop
pertama kalinya bagi keperluan astronomi oleh Galileo Galilei,
beberapa fenomena alam yang menarik perhatian manusia akan terjadi
selama tahun 2009. Setelah Gerhana Matahari Cincin terjadi pada 26
Januari lalu, dalam waktu dekat, penduduk bumi kembali akan disuguhkan
fenomena alam menarik lainnya, yakni kemunculan Komet Lulin (C/2007
N3) berwarana hijau yang saat ini terus meluncur semakin mendekati
Bumi.
Tidak seperti kepercayaan orang terdahulu yang mengaitkan kehadiran
komet dengan akan terjadinya musibah dan malapetaka, kini malah
sebaliknya, banyak para astronom yang “berburu” komet bahkan
masyarakat awampun ingin melihat datangnya komet karena keindahan
visual yang ditampilkan. Lulin, “si-Hijau“ nan cantik, merupakan
salah satu dari 233 komet yang gambarnya berhasil ditangkap oleh
pengamat dari Bumi selama tahun 2007. Dinamakan Lulin didasarkan atas
observatorium tempat fotonya diambil yakni Observatorium Lulin. Komet
ini ditemukan pertama kali pada tanggal 11 juli 2007 oleh Quanzhi Ye,
mahasiswa dari Sun Yat-sen University, China, sementara gambarnya
pertama kali diabadikan oleh Chi Sheng Lin dari National Central
University, Taiwan, menggunakan teleskop berdiameter 16 inchi.
Komet lulin tergolong sangat redup sehingga dibutuhkan bantuan minimal
sebuah binokuler untuk dapat mengamatinya. Namun, seiring dengan
semakin mendekatnya komet ini ke Bumi, maka Lulin akan terlihat
semakin terang dan diperkirakan akan mencapai magnitudo (kecerlangan)
maksimal (sekitar 5,8 - 6,4) pada pertengahan sampai akhir bulan
Februari. Saat ini, Lulin bisa diamati dengan mata telanjang. Waktu
fajar sebelum matahari terbit adalah saat terbaik untuk mengamati
komet ini. Lulin akan mencapai jarak terdekatnya dengan bumi pada
tanggal 24 Februari 2009 waktu UT (Universal Time). Pada tanggal
tersebut jarak Bumi-Lulin hanya 0,41 SA atau sekitar 38.140.957 mil
saja, hal ini berarti Lulin akan mendekati Bumi hingga kurang dari
setengah jarak Matahari-Bumi. Walaupun demikian, Komet ini tidak akan
memberikan efek negatif apalagi membahayakan Bumi.
Hanya ada 2 kemungkinan lintasan dari Komet Lulin. Pertama lintasan
berbentuk parabola, jika benar lintasan ini, bisa dipastikan Lulin
hanya akan 1 kali mendekati Bumi, yang kemudian akan ia menjauh dan
tidak akan pernah kembali lagi. Atau kemungkinan kedua lintasan
tertutup/elips siklus panjang, pada lintasan ini komet akan kembali
mendekati Bumi dalam rentang waktu lebih dari 200 tahun. Oleh karena
itu, menjadi saksi peristiwa meluncurnya “si-Hijau” nan Cantik
dalam perjalanan mendekati Bumi adalah suatu hal yang sangat luar
biasa, karena hanya akan terjadi 1 kali dalam seumur hidup manusia.
Mengakomodasi hal tersebut Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) di TMII
akan menggelar Peneropongan Bersama Komet Lulin secara gratis pada
tanggal 25 Februari 2009, mulai pukul 19.00 " 20.30. Tiga teleskop
PP-IPTEK telah disediakan dan siap untuk membidik Komet Lulin. Bagi
masyarakat dan pecinta astronomi yang ingin menyaksikan fenomena ini
dengan lebih jelas dapat mengunjungi PP-IPTEK pada hari dan jam
tersebut. Jika cuaca mendukung diharapkan Komet Lulin bisa menampakkan
keindahannya kepada masyarakat dan menambah khasanah pengetahuan kita
semua.
-----------------------------------------------------------------
Bgmn dgn d SuRabAya..??
kemarin yang ngamat di Al-Akbar ada teleskopnya gak?
di planetarium mini TNI AL (tanjung perak) ada teleskop gak ya?
(maklum gak pernah kesana..)
Ayo Rekk,,,