Lanjutan posting berikutnya yang saya ambil dari Buku: Visi, Startegi dan Filosofi Bisnis Acer Group : Me-too is not my style (Stan Shih, Gramedia & MarkPlus,2000)
- ZB
Keriwausahaan Bersama
(Stan Shih, Founder Acer Group)
Adalah mudah untuk mempunyai pembagian kerja diantara para mitra (mitra = karyawan) dalam sebuah organisasi (lihat posting sebelumnya tentang 'bermain dengan kartu terbuka'),
tetapi sulit untuk membangun rasa percaya yang di perlukan untuk bisa berfungsi secara efektif dengan adanya pembagian kerja.
Sebuah konsep yang sangat penting telah ada sejak acer di dirikan, yakni kewirausahaan bersama. Meskipun saya CEO Acer, saya mengangap diri saya sebagai mitra, demikian juga karyawan lain adalah mitra. Hal ini adalah engsel yang memungkinkan acer mampu membangun rasa saling mempercayai.
Sebagai contoh, karena konsep kemitraan, para karyawan tidak akan di peringatkan karena "melenyapkan uang saya" jika mereka membuat kesalahan. Setiap orang memiliki porsi yang adil dalam menutup kerugian tersebut dan saya menerima tanggung jawab lebih besar. Dengan kata lain, sepanjang sang bos berpikir bahwa anda 'menggunakan uang saya' atau 'saya berhak memutuskan bagaimana menggunakan uang saya', rasa saling percaya dalam organisasi tersebut hancur sama sekali.
Taruhlah kondisinya seperti ini, jika organisasi tersebut di bangun berdasarkan hubungan antara bos dan karyawan, organisasi tersebut tidak akan mencapai hasil yang memuaskan dalam hal pembagian keuntungan. Bos akan selalu mempunyai mentalitas bahwa dia memberikan terlalu banyak untuk karyawannya, di pihak lain, para karyawan merasa telah memberikan jauh lebih banyak dari yang mereka terima akan tetapi si bos mengantongi semua keuntungan yang di peroleh.
(bersambung)