Artikel ini saya kutip dari http://www.biofob.blogspot.com/

Di
bawah ini adalah langkah-langkah bertani jagung semi organik yang telah
dipraktekkan oleh petani pengguna teknologi bio-triba. Dengan metoda
ini cukup efektif dalam menekan penggunaan pupuk kimia, bahkan
produksinya lebih tinggi dari budidaya jagung biasa.
Pengolahan Tanah
Pada
tanah berat dengan struktur mampat pengolahan tanah dilakukan 2 kali,
sedang untuk tanah ringan (porous) seperti tanah Alfisol, Regosol,
Etisol, dan Oxixol, dapat dilakukan pengolahan tanah minimun, yaitu
pengolahan tanah sepanjang baris tanaman atau tanpa pengolahan tanah
(TOT). Untuk memperbaiki tingkat kesuburan tanah dapat diberi pupuk
organic yang telah diolah dengan BioTRIBA sebanyak 2 ton/ha 1 – 2
minggu sebelum tanam (Baca Teknik pembuatan kompos BioTRIBA)
Cara Tanam
Cara
tanam dapat dilakukan dengan 2 cara (a) ditugal dan mengikuti alur
bajak atau traktor. Jarak tanaman diusahakan dengan jarak yang teratur
Populasi
tanaman optimal berkisar antara 62.500 – 100.000 tanaman /ha, dengan
jarak tanam (a) 75 cm x 40 cm, 2 tanaman/lubang atau (b) 75 cm x 20 cm,
1 1 tanaman/lubang.
Untuk varietas lokal pada musim penghujan
jarak tanam 75 cm x 30 cm, 2 tanaman/lubang. Untuk jagung hibrida,
jarak tanam 75 cm x 20 cm, 1 tanaman/lubang dapat memberikan
pertumbuhan dan hasil produksi yang lebih baik.
Penanaman dapat
juga dilakukan dengan sistem dua baris (double row), yaitu jarak tanam
(100 cm x 50 cm) x 20 cm dengan 1 tanaman/lubang.
Sebelum
benih ditugal terlebih dahulu direndam dalam BioTRIBA selama 20 – 30
menit. Untuk 1 liter BioTRIBA dapat dilarutkan dalam 20 liter air
bersih, kemudiaan benih jagung direndam dalam larutan BioTRIBA tadi
selama 20 – 30 menit, kemudiaan benih itu ditanam.
Pemupukan
Setelah benih jagung ditanam ditutup dengan pupuk organoTRIBA sebanyaki 5- 10 g/lobang.( 400 kg – 600kg/ha).
Pupuk an-organik yang digunakan dapat diberikan hanya 50% dari dosis anjuran. Urea 200 kg/ha, KCL 100kg/ha dan 100kg/ha.
Pemberian
pupuk 100k/ha Urea, 100kg,TSP,100 kg KCL dilakukan 7 hari. Kemudiaan
setelah berumur 30 – 35 hari setelah tanam di berikan Urea 100 kg/Ha.
Cara
pemupukan ditugal ± 7-10 cm disekitar tanaman atau goretan (parit) yang
dibuat disamping tanaman sepanjang barisan, Setelah pupuk diberikan
kemudian ditutup dengan tanah.
Penyiangan dan Pembumbunan
Penyiangan
dilakukan 2 kali, Penyiangan I pada umur 10 – 15 hari dan penyiangan ke
II pada umur 28 – 35 hari bersamaan dengan dilakukannya pembumbunan dan
pemupukan ke II..
Pengendalian Hama dan Penyakit
Kalau
menggunakan varitas unggul yang tepat maka serangan Hama Penyakit akan
sangat terbatas seperti BS2, Peonir, Lamuru, Srikandi Putih dll.
Varitas yang tahan hama penyakit sudah banyak dipasarkan sampai pada
tingkat petani. Dilakukan dengan menerapkan kaidah pengendalian hama
terpadu (PHT) yang komponen-nya terdiri dari penanaman varietas tahan
pengelolaan kultur teknis yang tepat dan penggunaan pestisida. organik
seperti Mitol 20EC, ekstrak Nimba, Mikoria. Kalau serangan berat dapat
dibantu dengan pestida sintetis..
Panen
Panen
dilakukan setelah biji pada tongkol masak yang ditandai dengan
terbentuknya lapisan hitam pada lembaga dan tongkol telah menguning.
Panen merupakan tahap awal yang penting dari seluruh rangkaian
penanganan pasca panen jagung, karena berpengaruh terhadap jumlah dan
mutu hasil. Panen terlalu awal menyebabkan jumlah butir muda banyak,
sehingga mutu biji dan daya simpannya rendah. Sebaliknya, terlabat
panen mengakibatkan penurunan mutu dan peningkatan kehilangan hasil.
Budidaya Jagung Organik dengan Teknologi Biotriba
Standar
operasional (SOP) untuk budidaya jagung organik penuh sama dengan SOP
Budidaya Jagung Semi Organik. Akan tetapi yang berbeda adalah pada BAB
III (Pemupukan). Pupuk yang digunakan hanya pupuk organic yaitu
OrganoTRIBA dan pupuk organik yang telah diolah dengan atau dicampur
dengan BioTRIBA. Pupuk OrganoTRIBA yang digunakan sebanyak 800 kg/ha
sedang pupuk organik yang telah diolah dengan BioTRIBA adalah 2 ton/ha.
Untuk
meningkatkan kesuburan tanah data dibantu dengan pupuk organic cair
BioPORTAM. Pemupukan dilakukan sebanyak 2 kali yaitu 7 hari setelah
tanaman (500kg OrganoTRIBA, dan 1200 kg pupuk organikTRIBA ) dan 21
hari seteah tanam, 300 kg OrganoTRIBA + 800 kg OrganikTRIBA)
Sumber: http://www.biofob.blogspot.com/
|
|
Hendra Sipayung <hendrasipayung@...>
hendrasipayung
Offline Send Email
|