Search the web
Sign In
New User? Sign Up
berkebun
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Want your group to be featured on the Yahoo! Groups website? Add a group photo to Flickr.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Info teknologi: Budidaya Jagung Semi Organik dengan Teknologi Biotri   Message List  
Reply | Forward Message #1090 of 1290 |
Artikel ini saya kutip dari http://www.biofob.blogspot.com/
BUDIDAYA JAGUNG Semi Organik DENGAN TEKNOLOGI BIOTRIBA

Di bawah ini adalah langkah-langkah bertani jagung semi organik yang telah
dipraktekkan oleh petani pengguna teknologi bio-triba. Dengan metoda ini cukup
efektif dalam menekan penggunaan pupuk kimia, bahkan produksinya lebih tinggi
dari budidaya jagung biasa.

Pengolahan Tanah
Pada tanah berat dengan struktur mampat pengolahan tanah dilakukan 2 kali,
sedang untuk tanah ringan (porous) seperti tanah Alfisol, Regosol, Etisol, dan
Oxixol, dapat dilakukan pengolahan tanah minimun, yaitu pengolahan tanah
sepanjang baris tanaman atau tanpa pengolahan tanah (TOT). Untuk memperbaiki
tingkat kesuburan tanah dapat diberi pupuk organic yang telah diolah dengan
BioTRIBA sebanyak 2 ton/ha 1 – 2 minggu sebelum tanam (Baca Teknik pembuatan
kompos BioTRIBA)

Cara Tanam
Cara tanam dapat dilakukan dengan 2 cara (a) ditugal dan mengikuti alur bajak
atau traktor. Jarak tanaman diusahakan dengan jarak yang teratur

Populasi tanaman optimal berkisar antara 62.500 – 100.000 tanaman /ha, dengan
jarak tanam (a) 75 cm x 40 cm, 2 tanaman/lubang atau (b) 75 cm x 20 cm, 1 1
tanaman/lubang.

Untuk varietas lokal pada musim penghujan jarak tanam 75 cm x 30 cm, 2
tanaman/lubang. Untuk jagung hibrida, jarak tanam 75 cm x 20 cm, 1
tanaman/lubang dapat memberikan pertumbuhan dan hasil produksi yang lebih baik.

Penanaman dapat juga dilakukan dengan sistem dua baris (double row), yaitu jarak
tanam (100 cm x 50 cm) x 20 cm dengan 1 tanaman/lubang.

Sebelum benih ditugal terlebih dahulu direndam dalam BioTRIBA selama 20 – 30
menit. Untuk 1 liter BioTRIBA dapat dilarutkan dalam 20 liter air bersih,
kemudiaan benih jagung direndam dalam larutan BioTRIBA tadi selama 20 – 30
menit, kemudiaan benih itu ditanam.

Pemupukan
Setelah benih jagung ditanam ditutup dengan pupuk organoTRIBA sebanyaki 5- 10
g/lobang.( 400 kg – 600kg/ha).

Pupuk an-organik yang digunakan dapat diberikan hanya 50% dari dosis anjuran.
Urea 200 kg/ha, KCL 100kg/ha dan 100kg/ha.

Pemberian pupuk 100k/ha Urea, 100kg,TSP,100 kg KCL dilakukan 7 hari. Kemudiaan
setelah berumur 30 – 35 hari setelah tanam di berikan Urea 100 kg/Ha.

Cara pemupukan ditugal ± 7-10 cm disekitar tanaman atau goretan (parit) yang
dibuat disamping tanaman sepanjang barisan, Setelah pupuk diberikan kemudian
ditutup dengan tanah.

Penyiangan dan Pembumbunan
Penyiangan dilakukan 2 kali, Penyiangan I pada umur 10 – 15 hari dan penyiangan
ke II pada umur 28 – 35 hari bersamaan dengan dilakukannya pembumbunan dan
pemupukan ke II..

Pengendalian Hama dan Penyakit
Kalau menggunakan varitas unggul yang tepat maka serangan Hama Penyakit akan
sangat terbatas seperti BS2, Peonir, Lamuru, Srikandi Putih dll. Varitas yang
tahan hama penyakit sudah banyak dipasarkan sampai pada tingkat petani.
Dilakukan dengan menerapkan kaidah pengendalian hama terpadu (PHT) yang
komponen-nya terdiri dari penanaman varietas tahan pengelolaan kultur teknis
yang tepat dan penggunaan pestisida. organik seperti Mitol 20EC, ekstrak Nimba,
Mikoria. Kalau serangan berat dapat dibantu dengan pestida sintetis..

Panen
Panen dilakukan setelah biji pada tongkol masak yang ditandai dengan
terbentuknya lapisan hitam pada lembaga dan tongkol telah menguning. Panen
merupakan tahap awal yang penting dari seluruh rangkaian penanganan pasca panen
jagung, karena berpengaruh terhadap jumlah dan mutu hasil. Panen terlalu awal
menyebabkan jumlah butir muda banyak, sehingga mutu biji dan daya simpannya
rendah. Sebaliknya, terlabat panen mengakibatkan penurunan mutu dan peningkatan
kehilangan hasil.

Budidaya Jagung Organik dengan Teknologi Biotriba
Standar operasional (SOP) untuk budidaya jagung organik penuh sama dengan SOP
Budidaya Jagung Semi Organik. Akan tetapi yang berbeda adalah pada BAB III
(Pemupukan). Pupuk yang digunakan hanya pupuk organic yaitu OrganoTRIBA dan
pupuk organik yang telah diolah dengan atau dicampur dengan BioTRIBA. Pupuk
OrganoTRIBA yang digunakan sebanyak 800 kg/ha sedang pupuk organik yang telah
diolah dengan BioTRIBA adalah 2 ton/ha.

Untuk meningkatkan kesuburan tanah data dibantu dengan pupuk organic cair
BioPORTAM. Pemupukan dilakukan sebanyak 2 kali yaitu 7 hari setelah tanaman
(500kg OrganoTRIBA, dan 1200 kg pupuk organikTRIBA ) dan 21 hari seteah tanam,
300 kg OrganoTRIBA + 800 kg OrganikTRIBA)

Sumber: http://www.biofob.blogspot.com/





Fri Jul 3, 2009 7:59 am

hendrasipayung
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #1090 of 1290 |
Expand Messages Author Sort by Date

Artikel ini saya kutip dari http://www.biofob.blogspot.com/ BUDIDAYA JAGUNG Semi Organik DENGAN TEKNOLOGI BIOTRIBA Di bawah ini adalah langkah-langkah bertani...
hendrasipayung
Offline Send Email
Jul 3, 2009
8:00 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help