Search the web
Sign In
New User? Sign Up
berkebun
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Hear how Yahoo! Groups has changed the lives of others. Take me there.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Messages 1317 - 1346 of 1346   Newest  |  < Newer  |  Older >  |  Oldest
Messages: Show Message Summaries   (Group by Topic) Sort by Date v  
#1346 From: nahesson_panj@...
Date: Thu Dec 3, 2009 2:34 am
Subject: Re: KLIPING: Warsiyah, Benih untuk Perubahan Iklim
nahesson_panj
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Sangat menarik pak postingannya...saya pribadi terharu dan angkat 4 jempol pada
ide,kreatifitas,semangat dlsb dr pak Warsiyah.... Bukan hanya memikirkna promosi
produk yg gak jelas asal-usulnya,administrasi (sertifikasi,ijin merek dlsb)  yg
membuat harga bibit semakin mahal...akal2an bisnis yg buat para petani semakin
terpuruk dan menderita. Tks pak Manglayang atas info 'posting'an nya...salam
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Manglayang <manglayang@...>
Date: Thu, 03 Dec 2009 09:26:27
To: <berkebun@yahoogroups.com>
Subject: [berkebun] KLIPING: Warsiyah, Benih untuk Perubahan Iklim

Warsiyah, Benih untuk Perubahan Iklim
KOMPAS/IDHA SARASWATI WAHYU SEJATI
<http://oase.kompas.com/read/xml/2009/12/03/0030102/Warsiyah..Benih.untuk.Peruba\
han.Iklim#>
Warsiyah
Kamis, 3 Desember 2009 | 00:30 WIB

Oleh *Idha Saraswati Wahyu Sejati*

Pemahaman Warsiyah (52) tentang istilah perubahan iklim baru muncul
akhir-akhir ini. Namun, sebagai seorang petani yang sudah puluhan tahun
bergumul dengan lumpur sawah, ia merasakan perubahan di sawah sejak
lama. Beruntung ia terbiasa mandiri sebagai petani. Petani bisa
mengantisipasi kerugian akibat perubahan iklim dengan kembali pada
benih-benih padi lokal yang selama ini ditinggalkan.Di daerah asalnya,
yakni di Desa Kalensari, Widasari, Indramayu, Jawa Barat, penanda
perubahan itu antara lain tampak dari hawa di sawah yang semakin panas.
Tanaman sampai layu karena tak tahan hawa panas. Pasokan air ke sawah
juga tak lagi selancar dulu.

Petani memang menjadi salah satu pihak yang paling merasakan dampak
negatif perubahan iklim. Patokan musim tak lagi berlaku seiring dengan
perubahan kondisi lahan. Perubahan itu membuat petani salah prediksi
sehingga jerih payah mereka sia-sia.

Belajar dari pengalaman, Warsiyah mengerti perubahan kondisi lahan
menuntut perubahan perlakuan. Benih padi yang sebelumnya cocok di sawah,
kelak tidak akan lagi sesuai. Sebab, sejumlah lahan sawah yang dulu
cukup pasokan air kini mulai mengering.

”Kalau benih pabrik itu kan dibuatnya secara nasional. Jadi kalau
kondisi tanah di daerah berubah, benih itu belum tentu sesuai dengan
kondisi tanah di daerah,” kata Warsiyah, saat ditemui awal Oktober lalu
dalam sebuah pelatihan pemuliaan tanaman di Yogyakarta.

Namun, kesimpulan semacam itu justru membuat Warsiyah lega. Ia merasa
siap menghadapi perubahan itu karena telah memiliki cadangan benih padi
yang tak biasa dalam jumlah besar.

Sejak lama, ia telah menjadi kolektor benih-benih padi lokal yang kini
jumlahnya semakin langka akibat kebijakan penyeragaman benih padi secara
nasional. Ia juga sudah menyilangkan padi dari benih-benih itu hingga
menghasilkan ratusan jenis padi baru.

*Pemulia*

Sebelum mendapat ilmu tentang teknik pemuliaan tanaman, Warsiyah yang
menjadi petani sejak belasan tahun juga menanam benih buatan pabrik di
sawahnya. Kebiasaan semacam itu sudah berlangsung sejak awal 1980-an,
yakni ketika petani di desanya mulai diajak beralih dari benih padi
lokal ke varietas baru yang berumur lebih pendek dan menghasilkan lebih
banyak beras.

Meski begitu, petani mengenal benih pabrik sebagai benih yang kurang
tahan serangan hama.

Kebiasaan Warsiyah mengonsumsi benih pabrik berubah setelah dirinya
mengikuti pelatihan yang diadakan Yayasan Farmer’s Initiative for
Ecological Livelihood and Democracy (FIELD) Indonesia pada tahun 2002.
Waktu itu, ia bersama sejumlah petani Indramayu diajak mengkaji padi
hibrida yang ternyata keturunannya tidak bisa ditanam ulang oleh petani.

”Itu kan bahaya. Petani tidak bisa seperti orang dulu yang mengambil
benih dari lahan sendiri untuk ditanam sendiri,” ungkapnya.

Selain mengkaji padi hibrida, dari pelatihan itu Warsiyah yang lulusan
sekolah dasar juga mendapat teori sekaligus praktik pemuliaan tanaman.
Berbekal ilmu barunya, Warsiyah mencoba menyilangkan padi sendiri. Untuk
menunjang percobaannya, ia mulai mengumpulkan benih-benih padi lokal di
sekitar Indramayu, seperti gundil, jalawara, cengkong, glewang, warong,
serta jambon.

Saat berada di Yogyakarta, ia membawa sebagian koleksi benihnya. Dikemas
dalam wadah bohlam lampu pijar, benih-benih itu ada yang berwarna putih,
merah, dan hitam. Ia juga membawa benih ketan lokal. Benih lokal
dianggap penting karena terbukti lebih cocok beradaptasi dengan
lingkungan setempat.

Benih-benih itu ternyata masih disimpan oleh petani desa dan bisa
ditebus dengan harga mulai dari Rp 10.000 per malai. Sampai sekarang ia
mengaku sudah mengoleksi sekitar 30 jenis benih padi dan ketan lokal.
Benih-benih itu sering ditukar dengan benih milik petani lain di desanya
yang telah ikut menjadi pemulia. ”Jadi, kalau ada tetangga yang punya
varietas lain kami bisa saling pinjam,” ujarnya.

Dengan benih-benih itu, ia membuat ratusan kombinasi penyilangan. Tujuan
utamanya adalah mencari varietas unggulan yang bisa bertahan hidup
meskipun pasokan air kurang; tahan serangan hama; produktivitas tinggi
dan umur panen pendek. Dalam kasus perubahan iklim, petani akan
memerlukan benih padi yang bisa bertahan dalam lahan minim air.

Menurut dia, mencari varietas unggul seperti orang Jawa mencari jodoh.
Bobot, bibit, dan bebet benih sangat diperhitungkan. Seorang pemulia
mesti memahami karakteristik tanaman. Ada padi yang tahan hama dan
produktivitasnya tinggi, tapi rasanya tidak enak. Ada juga padi yang
rasanya enak, tapi produktivitasnya rendah.

Dengan mengenali kelebihan dan kelemahan setiap jenis padi, jalan menuju
penemuan varietas unggulan akan semakin terbuka. ”Tinggal nanti
bagaimana hasil persilangannya. Kalau untuk lahan yang airnya kurang,
varietas padi yang biasa ditanam di ladang seperti padi gogo bisa jadi
indukan,” tuturnya.

Warsiyah menyilangkan jenis-jenis padi itu dan kemudian menanam hasilnya
dalam lahan seluas 5.000 meter persegi. Akibatnya, bulir padi yang ia
hasilkan saat panen tidak seragam, baik dari bentuk, sifat, maupun rasa.
Untunglah hasil panen itu tetap diterima pedagang sehingga ia bisa
mendapat pemasukan.

Tahun ini Warsiyah sudah menghasilkan 104 varietas padi baru. Namun,
hingga lebih dari lima tahun menjadi pemulia, varietas unggul yang
diidam-idamkannya belum juga muncul.

*Membagi ilmu*

Meski punya obsesi menemukan varietas unggulan, Warsiyah tidak lantas
menyendiri dengan bunga-bunga padi. Ilmu yang ia peroleh dari pelatihan
dan praktik langsung di sawah tidak dimanfaatkan sendiri. Ia aktif
membagikan ilmu dan pengalamannya ke sejumlah kelompok petani di
Indramayu serta daerah lain di Indonesia. Selain petani, dosen, dan
mahasiswa, rombongan petani dari negara lain juga kerap datang ke
tempatnya untuk melakukan studi banding.

Pengalaman bergelut dengan bunga padi juga membuat dia pandai
menyilangkan jenis tanaman lain, terutama sayuran. Ilmu itu pun telah ia
bagi setiap kali menjadi pemateri pelatihan di sejumlah tempat.
Berdasarkan pengalamannya sendiri, ia percaya bahwa petani bisa diajak
berubah.

Bagi Warsiyah, menjadi petani pemulia berarti memilih menjadi pemain.
Dengan menjadi pemulia, petani lebih aktif sehingga bisa mengurangi
ketergantungan kepada pihak lain. Kemandirian itulah yang dibutuhkan
petani untuk menghadapi setiap perubahan yang terjadi di lingkungan mereka.

WARSIYAH

• Lahir: Indramayu, 27 Juni 1957 • Pendidikan: Lulusan sekolah dasar •
Istri: Amna • Anak: Ikhwan (38), Khumaiyah (35), Kadir (36), Nasuka
(33), dan Taningsih (29) • Aktivitas: Koordinator Sains Petani pada
Ikatan Petani Pengendali Hama Terpadu Indonesia (IPPHTI) Kabupaten
Indramayu, Jawa Barat

http://oase.kompas.com/read/xml/2009/12/03/0030102/Warsiyah..Benih.untuk.Perubah\
an.Iklim



------------------------------------

Yahoo! Groups Links

#1345 From: Manglayang <manglayang@...>
Date: Thu Dec 3, 2009 2:26 am
Subject: KLIPING: Warsiyah, Benih untuk Perubahan Iklim
manglayang_farm
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Warsiyah, Benih untuk Perubahan Iklim
KOMPAS/IDHA SARASWATI WAHYU SEJATI
<http://oase.kompas.com/read/xml/2009/12/03/0030102/Warsiyah..Benih.untuk.Peruba\
han.Iklim#>
Warsiyah
Kamis, 3 Desember 2009 | 00:30 WIB

Oleh *Idha Saraswati Wahyu Sejati*

Pemahaman Warsiyah (52) tentang istilah perubahan iklim baru muncul
akhir-akhir ini. Namun, sebagai seorang petani yang sudah puluhan tahun
bergumul dengan lumpur sawah, ia merasakan perubahan di sawah sejak
lama. Beruntung ia terbiasa mandiri sebagai petani. Petani bisa
mengantisipasi kerugian akibat perubahan iklim dengan kembali pada
benih-benih padi lokal yang selama ini ditinggalkan.Di daerah asalnya,
yakni di Desa Kalensari, Widasari, Indramayu, Jawa Barat, penanda
perubahan itu antara lain tampak dari hawa di sawah yang semakin panas.
Tanaman sampai layu karena tak tahan hawa panas. Pasokan air ke sawah
juga tak lagi selancar dulu.

Petani memang menjadi salah satu pihak yang paling merasakan dampak
negatif perubahan iklim. Patokan musim tak lagi berlaku seiring dengan
perubahan kondisi lahan. Perubahan itu membuat petani salah prediksi
sehingga jerih payah mereka sia-sia.

Belajar dari pengalaman, Warsiyah mengerti perubahan kondisi lahan
menuntut perubahan perlakuan. Benih padi yang sebelumnya cocok di sawah,
kelak tidak akan lagi sesuai. Sebab, sejumlah lahan sawah yang dulu
cukup pasokan air kini mulai mengering.

”Kalau benih pabrik itu kan dibuatnya secara nasional. Jadi kalau
kondisi tanah di daerah berubah, benih itu belum tentu sesuai dengan
kondisi tanah di daerah,” kata Warsiyah, saat ditemui awal Oktober lalu
dalam sebuah pelatihan pemuliaan tanaman di Yogyakarta.

Namun, kesimpulan semacam itu justru membuat Warsiyah lega. Ia merasa
siap menghadapi perubahan itu karena telah memiliki cadangan benih padi
yang tak biasa dalam jumlah besar.

Sejak lama, ia telah menjadi kolektor benih-benih padi lokal yang kini
jumlahnya semakin langka akibat kebijakan penyeragaman benih padi secara
nasional. Ia juga sudah menyilangkan padi dari benih-benih itu hingga
menghasilkan ratusan jenis padi baru.

*Pemulia*

Sebelum mendapat ilmu tentang teknik pemuliaan tanaman, Warsiyah yang
menjadi petani sejak belasan tahun juga menanam benih buatan pabrik di
sawahnya. Kebiasaan semacam itu sudah berlangsung sejak awal 1980-an,
yakni ketika petani di desanya mulai diajak beralih dari benih padi
lokal ke varietas baru yang berumur lebih pendek dan menghasilkan lebih
banyak beras.

Meski begitu, petani mengenal benih pabrik sebagai benih yang kurang
tahan serangan hama.

Kebiasaan Warsiyah mengonsumsi benih pabrik berubah setelah dirinya
mengikuti pelatihan yang diadakan Yayasan Farmer’s Initiative for
Ecological Livelihood and Democracy (FIELD) Indonesia pada tahun 2002.
Waktu itu, ia bersama sejumlah petani Indramayu diajak mengkaji padi
hibrida yang ternyata keturunannya tidak bisa ditanam ulang oleh petani.

”Itu kan bahaya. Petani tidak bisa seperti orang dulu yang mengambil
benih dari lahan sendiri untuk ditanam sendiri,” ungkapnya.

Selain mengkaji padi hibrida, dari pelatihan itu Warsiyah yang lulusan
sekolah dasar juga mendapat teori sekaligus praktik pemuliaan tanaman.
Berbekal ilmu barunya, Warsiyah mencoba menyilangkan padi sendiri. Untuk
menunjang percobaannya, ia mulai mengumpulkan benih-benih padi lokal di
sekitar Indramayu, seperti gundil, jalawara, cengkong, glewang, warong,
serta jambon.

Saat berada di Yogyakarta, ia membawa sebagian koleksi benihnya. Dikemas
dalam wadah bohlam lampu pijar, benih-benih itu ada yang berwarna putih,
merah, dan hitam. Ia juga membawa benih ketan lokal. Benih lokal
dianggap penting karena terbukti lebih cocok beradaptasi dengan
lingkungan setempat.

Benih-benih itu ternyata masih disimpan oleh petani desa dan bisa
ditebus dengan harga mulai dari Rp 10.000 per malai. Sampai sekarang ia
mengaku sudah mengoleksi sekitar 30 jenis benih padi dan ketan lokal.
Benih-benih itu sering ditukar dengan benih milik petani lain di desanya
yang telah ikut menjadi pemulia. ”Jadi, kalau ada tetangga yang punya
varietas lain kami bisa saling pinjam,” ujarnya.

Dengan benih-benih itu, ia membuat ratusan kombinasi penyilangan. Tujuan
utamanya adalah mencari varietas unggulan yang bisa bertahan hidup
meskipun pasokan air kurang; tahan serangan hama; produktivitas tinggi
dan umur panen pendek. Dalam kasus perubahan iklim, petani akan
memerlukan benih padi yang bisa bertahan dalam lahan minim air.

Menurut dia, mencari varietas unggul seperti orang Jawa mencari jodoh.
Bobot, bibit, dan bebet benih sangat diperhitungkan. Seorang pemulia
mesti memahami karakteristik tanaman. Ada padi yang tahan hama dan
produktivitasnya tinggi, tapi rasanya tidak enak. Ada juga padi yang
rasanya enak, tapi produktivitasnya rendah.

Dengan mengenali kelebihan dan kelemahan setiap jenis padi, jalan menuju
penemuan varietas unggulan akan semakin terbuka. ”Tinggal nanti
bagaimana hasil persilangannya. Kalau untuk lahan yang airnya kurang,
varietas padi yang biasa ditanam di ladang seperti padi gogo bisa jadi
indukan,” tuturnya.

Warsiyah menyilangkan jenis-jenis padi itu dan kemudian menanam hasilnya
dalam lahan seluas 5.000 meter persegi. Akibatnya, bulir padi yang ia
hasilkan saat panen tidak seragam, baik dari bentuk, sifat, maupun rasa.
Untunglah hasil panen itu tetap diterima pedagang sehingga ia bisa
mendapat pemasukan.

Tahun ini Warsiyah sudah menghasilkan 104 varietas padi baru. Namun,
hingga lebih dari lima tahun menjadi pemulia, varietas unggul yang
diidam-idamkannya belum juga muncul.

*Membagi ilmu*

Meski punya obsesi menemukan varietas unggulan, Warsiyah tidak lantas
menyendiri dengan bunga-bunga padi. Ilmu yang ia peroleh dari pelatihan
dan praktik langsung di sawah tidak dimanfaatkan sendiri. Ia aktif
membagikan ilmu dan pengalamannya ke sejumlah kelompok petani di
Indramayu serta daerah lain di Indonesia. Selain petani, dosen, dan
mahasiswa, rombongan petani dari negara lain juga kerap datang ke
tempatnya untuk melakukan studi banding.

Pengalaman bergelut dengan bunga padi juga membuat dia pandai
menyilangkan jenis tanaman lain, terutama sayuran. Ilmu itu pun telah ia
bagi setiap kali menjadi pemateri pelatihan di sejumlah tempat.
Berdasarkan pengalamannya sendiri, ia percaya bahwa petani bisa diajak
berubah.

Bagi Warsiyah, menjadi petani pemulia berarti memilih menjadi pemain.
Dengan menjadi pemulia, petani lebih aktif sehingga bisa mengurangi
ketergantungan kepada pihak lain. Kemandirian itulah yang dibutuhkan
petani untuk menghadapi setiap perubahan yang terjadi di lingkungan mereka.

WARSIYAH

• Lahir: Indramayu, 27 Juni 1957 • Pendidikan: Lulusan sekolah dasar •
Istri: Amna • Anak: Ikhwan (38), Khumaiyah (35), Kadir (36), Nasuka
(33), dan Taningsih (29) • Aktivitas: Koordinator Sains Petani pada
Ikatan Petani Pengendali Hama Terpadu Indonesia (IPPHTI) Kabupaten
Indramayu, Jawa Barat

http://oase.kompas.com/read/xml/2009/12/03/0030102/Warsiyah..Benih.untuk.Perubah\
an.Iklim

#1344 From: Hendra Sipayung <hendrasipayung@...>
Date: Wed Dec 2, 2009 2:43 pm
Subject: Peta Ketersediaan Bibit Sawit, Kakao dan Sengon
hendrasipayung
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Peta Ketersediaan Bibit Kelapa Sawit, Kakao dan Sengon

 

 

Kami dari BISNIS BENIH CENTER menyediakan bibit sawit, kakao dan sengon bersertifikat di beberapa tempat di Indonesia. Untuk sawit, kami memiliki penangkar di wilayah Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

 

Seluruh bibit berasal dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan, melalui kerjasama waralaba benih dengan varietas Marihat, kecuali di Bengkulu, dimana kami juga penawarkan bibit kelapa sawit impor Papua New Guini.  Untuk sawit harga kami tawarkan dengan harga bervaritas dari 20 Ribu sampai dengan 35 ribu, bervariasi menurut umur dan tinggi bibit. Potensi produksi varietas yang kami tawarkan bisa mencapai 30 Ton/ha/tahun

 

Untuk kecambah “Bisnis  Benih Center “ menjalin kerjasama dengan PT. Bakti Tani Nusantara. Dengan jenis varietas TN 1, potensi 30 Ton/ha/tahun dan cocok untuk lahan kelas 3. Dimana Bisnis Benih Center akan membantu pemesan dalam pengurusan Surat Persetujuan Penyaluran Benih kelapa Sawit (SP2BKS) yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan. Dan pengiriman ke bandara terdekat (untuk pemesanan lebih dari 10 Ribu)

 

Untuk kakao, kami menawarkan bibit kakao unggul dengan klon ICCRI 03, 04, Sulawesi 1 dan Sulawesi 2 dengan karakteristik produktivitas tinggi dan tahan VSD. Namun untuk kakao kami hanya memiliki pengkaran kakao di wilayah Sulawesi Tengah.

 

Sedangkan untuk sengon kami memiliki stok banyak di wilayah Banten dengan ukuran 65 cm sampai dengan 1 meter.

 

Seluruh bibit akan disertifikasi pada saat disalurkan oleh Balai Benih di Propinsi setempat. Sehingga terjamin kualitas dan mutunya

 

Adapun untuk memesankan bibit dari kami, langkah-langkahnya silahkah mengsms dengan format

 

nama_ lokasi_ komoditi_ kebutuhan

 

contoh

 

Rudi_Riau_bibit Kelapa sawit_10 ribu batang

 

Ke operator kami, biro Jakarta di nomor 085925077652 a.n Hendra

 

Selanjutnya kami kami akan mengirimkan no contact biro terdekat, dimana negosiasi harga dan rencana kunjungan ke kebun dibicarakan pada biro daerah. Kecuali untuk pemesanan kecambah PT. BTN

 

Adapun biro kami adalah 1) biro Sumsel, 2) Biro bengkulu, 3) Biro Banten, 4) Biro Kakao, 5) Biro Kalteng, 6) Biro Kalsel, 7) Biro Kaltim..

 

Demikian kami sampaikan

Bisnis Benih Center-Biro Jakarta

(Benih unggul menjadi mudah dicari)



www.pengawasbenihtanaman.blogspot.com



#1343 From: nahesson_panj@...
Date: Wed Dec 2, 2009 10:17 am
Subject: Re: Re: *** Panen Bawang Merah di atas 30 ton per hektar di Brebes Selatan
nahesson_panj
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Itu artinya petani tsb tidak menggunakan produk "AJAIB" anda. Masa ada sich petani yg gak mau di promosikan keberhasilannya? Ini pelajaran bagi sales2 lainnya agar jangan hanya sebagai penjual produk saja,yg belum tentu jelas gunanya bagi dunia agro. Tks

Nb. Posisi sy 1-2 bulan lalu ada di brebes selatan. Jelas2 tdk ada info yg saya terima ada petani yg panen 30ton/ha. Kalau total utk semua area brebes selatan mgkn saja,bahkan lebih dr 30ton. Dasar sales... Tks.

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Organik Ajaib <organik_ajaib@...>
Date: Tue, 1 Dec 2009 21:21:43 -0800 (PST)
To: <berkebun@yahoogroups.com>
Subject: [berkebun] Re: *** Panen Bawang Merah di atas 30 ton per hektar di Brebes Selatan

 

Ini fakta bukan omong kosong,maaf kami tidak bisa memberikan data petani yg bersangkutan karena yg bersangkutan tidak mengizinkan,adapun teknis apa yg menyebabkan produksi bisa melonjak sampai di atas 30 ton per hektar akan kami jelaskan pada penyuluhan di boyolali tanggal 9 desember 2009


Regards,

Admin-pupuk ajaib SO
http://organik-ajaib.blogspot.com


#1342 From: nahesson_panj@...
Date: Wed Dec 2, 2009 10:04 am
Subject: Re: Re: *** Panen Bawang Merah di atas 30 ton per hektar di Brebes Selatan
nahesson_panj
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Itu artinya petani tsb tidak menggunakan produk "AJAIB" anda. Masa ada sich petani yg gak mau di promosikan keberhasilannya? Ini pelajaran bagi sales2 lainnya agar jangan hanya sebagai penjual produk saja,yg belum tentu jelas gunanya bagi dunia agro. Tks

Nb. Posisi sy 1-2 bulan lalu ada di brebes selatan. Jelas2 tdk ada info yg saya terima ada petani yg panen 30ton/ha. Kalau total utk semua area brebes selatan mgkn saja,bahkan lebih dr 30ton. Dasar sales... Tks.

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Organik Ajaib <organik_ajaib@...>
Date: Tue, 1 Dec 2009 21:21:43 -0800 (PST)
To: <berkebun@yahoogroups.com>
Subject: [berkebun] Re: *** Panen Bawang Merah di atas 30 ton per hektar di Brebes Selatan

 

Ini fakta bukan omong kosong,maaf kami tidak bisa memberikan data petani yg bersangkutan karena yg bersangkutan tidak mengizinkan,adapun teknis apa yg menyebabkan produksi bisa melonjak sampai di atas 30 ton per hektar akan kami jelaskan pada penyuluhan di boyolali tanggal 9 desember 2009


Regards,

Admin-pupuk ajaib SO
http://organik-ajaib.blogspot.com


#1341 From: Organik Ajaib <organik_ajaib@...>
Date: Wed Dec 2, 2009 5:21 am
Subject: Re: *** Panen Bawang Merah di atas 30 ton per hektar di Brebes Selatan
organik_ajaib
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Ini fakta bukan omong kosong,maaf kami tidak bisa memberikan data petani yg bersangkutan karena yg bersangkutan tidak mengizinkan,adapun teknis apa yg menyebabkan produksi bisa melonjak sampai di atas 30 ton per hektar akan kami jelaskan pada penyuluhan di boyolali tanggal 9 desember 2009


Regards,

Admin-pupuk ajaib SO
http://organik-ajaib.blogspot.com


#1340 From: Mitra Agro <trainingagro@...>
Date: Wed Dec 2, 2009 2:44 am
Subject: info pelatihan : Teknik Penyulingan Minyak Atsiri
trainingagro
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Yth. Bapak dan Ibu sekalian.....
 
Apabila Bapak dan Ibu mempunyai masalah dengan penyulingan minyak atsiri yang ada, rendemen yang tidak optimal, atau mutu minyak atsiri yang dihasilkan kurang bagus.  Maka kami tawarkan solusi dengan bergabung pada pelatihan " Teknik Penyulingan Serta Peningkatan Rendemen dan Mutu Minyak Atsiri" yang akan diadakan di Bogor tanggal 12-13 Desember 2009.
 
Pelatihan ini akan dipandu langsung oleh Bapak Ir. Semangat Ketaren,MS. Beliau adalah seorang praktisi, pengajar dan pengarang buku yang sudah lebih dari 40 tahun berkecimpung dalam dunia minyak atsiri.  Salah satu karangan buku beliau "Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan" tahun 1986 dan terjemahan Ernest Guenther "MINYAK ATSIRI" jilid I dan II.  Terima kasih
 
Salam,
adi 


#1339 From: Hendra Sipayung <hendrasipayung@...>
Date: Tue Dec 1, 2009 3:06 pm
Subject: Paket CD Info Lengkap Sawit (kembali ditawarkan)
hendrasipayung
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Paket CD Info Lengkap Sawit (kembali ditawarkan)

 

Setelah sekian lama vakum, karena sibuk mengurus seminar nasional Kelapa sawit yang sudah berlangsung 17 s.d 18 Nopember 2009 yang lalu di Bidakara, kami kembali menawarkan CD info lengkap sawit yang berisikan:

 

  1. CD data, yang berisikan pedoman, data, kumpulan presentasi, informasi terkait dengan budidaya dan pemasaran kelapa sawit, mulai dari perbenihan hingga pemanenen, termasuk juga di dalamnya daftar alamat sumber benih di dalam maupun di luar negeri
  2. DVD budidaya kelapa sawit lengkap mulai pembibitan hingga panen
  3. Dokumen penting, form SP3BKS (Surat permohonan persetujua penyaluran Benih kelapa sawit) yang digunakan untuk pemesanan benih, contoh SP2BKS yang dilampirkan untuk order benih ke sumber benih
  4. Brosur menarik
  5. Plus data dan info tambahan dari seminar sawit nasional

 

 

CD ini kami tawarkan dengan harga tetap Rp 150.000 (sudah termasuk ongkos kirim) . Cara pemesanan, silahkan mengsms alamat Anda ke nomor 085925077652 dan kami segera menyiapkan paket Anda.

 

(Plus kami juga memiliki buku daftar varietas kelapa sawit unggul di Indonesia seharga Rp. 60.000,-)

 

Hormat saya

Hendra Sipayung

www.pengawasbenihtanaman.blogspot.com

 

 

 

 

 

 

 



#1338 From: "hendrasipayung" <hendrasipayung@...>
Date: Mon Nov 30, 2009 12:52 pm
Subject: Bibit Sawit Bermutu lokasi Sumsel, Bengkulu, Kalteng, Kaltim
hendrasipayung
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Kami menawarkan bibit sawit unggul bermutu dengan lokasi Sumsesl, Bengkulu,
Kalteng dan Kaltim. Bibit asal PPKS (Marihat) dan Papua New Gunea (Dami) , umur
9 s.d 16 bulan. Mendapatkan sertifikat dari Balai Benih, dan harga nego..

Kami juga memiliki bibit sengon (Banten), kakao (Sulawesi)

Untuk pemesanan hubungi 085925077652 (dgn Hendra ,biro Jakarta)

#1337 From: nahesson_panj@...
Date: Mon Nov 30, 2009 1:15 am
Subject: Tanggapan betapa mudahnya mendapatkan bibit sawit
nahesson_panj
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Horas pak Hendra. Infonya sangat menarik,namun apakah bapak dan pihak perusahaan
sudah melakukan survey langsung ke lapangan,dalam arti petani sawit/kelompok
petani sawit (akar rumput),mengenai keluhan dan masalah yg mrk alami,dlsb,yg
berkaitan dgn bibit sawit ini. Kebanyakan dr rekan2 petani sawit menjawab
problemnya adalah : 1. Harga bibit tambah mahal stlh disertifikasi (sama spt
produk lain setelah di ertifikasi,spt sertifikasi halal,bahkan sertifikasi guru
dan dosen juga skrg mahal...hahaha). Yg ke 2 : Tidak ada jaminan bahwa bibit yg
disertifikasi itu lebih baik/menguntungkan kualitas dan kuantitasnya,karena ini
masih dipengaruhi berbagai aspek,spt thp lokasi dan tata cara pemeliharaan.
Artinya,sebaik apapun bibit nya,kalau lokasi dan tata cara pemeliharaan kurang
mendukung,hasilnya tetap jeblok juga. Dan perlu diingat bahwa level pengetahuan
'akar rumput' di perkelapa sawitan ini relatif masih rendah pak. Dan yg pasti
pihak perusahaan penyedia bibit sawit unggulan tidak berani memberikan garansi
thdp kualitas dan kuantitas panen nya kelak. Ini hanya sebagai masukan ya lae
Hendra,utk kemajuan persawitan di Indonesia...salam & horas selalu.. ;)
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

#1336 From: Hendra Sipayung <hendrasipayung@...>
Date: Mon Nov 30, 2009 12:55 am
Subject: Betapa Mudahnya Mendapatkan Bibit Sawit Bermutu
hendrasipayung
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Betapa Mudahnya Mendapatkan Bibit Sawit Bermutu

 

Sulitkan mendapatkan bibit unggul bermutu? Sesungguhnya tidak. Saat ini banyak tersebar penangkar-penangkar bibit pewaralaba dengan PPKS di berbagai wilayah Indonesia. Tentu perlu diingat bahwa bibit yang bermutu hanya bisa diperoleh dari penangkar yang memiliki waralaba dengan sumber benih, PPKS atau PT Bakti Tani Nusantara. Di luar itu dipastikan bibit asalan.

 

Dan cara mendapatkannya juga prosedurnya lebih mudah karena cukup mendatangi penangkaran, lihat bibit, jika cocok minta bibit disertifikasi (namun ada penangkar yang sudah melakukan sertifikasi  terlebih dahulu) oleh Balai Benih, setelah itu siap diangkut ke lokasi pertanaman.

 

Tapi sebagaimana banyaknya email yang masuk ke milis ini yang menyatakan bahwa bibit sawit sulit dicari. Tentu ada penyebab, kelangkaan bibit tersebut. Pertama, karena informasi terbatas, mengingat sumber benih dan penangkar legal agak kurang mempublikasikan bahan tanamnya. Di satu sisi oknum penyebar bibit palsu gencar melakukan promosi termasuk melalui milis ini.

 

Kedua, harga bibit bermutu dipastikan relatif mahal dibandingkan bibit oplosan. Harap diketahui bibit umur 9 s.d 12 bulan dijual bervariasi antara Rp. 25.000 s.d Rp 30.000. Ini adalah harga yang rasional mengingat kecambah saja (dalam bentuk benih) oleh sumber benih dijual dari harga Rp. 6.000 s.d Rp. 12.000,- .

 

Jadi seringkali calon konsumen begitu mendapatkan informasi bibit yang sesungguhnya legal, namun mendapati harganya cukup mahal, membuatnya mengurungkan niatnya. Dan begitu mendapatkan penawaran bibit dengan harga Rp. 5.000/batang plus dengan layanan antar di tempat, langsung melakukan transaksi pembelian. Naasnya bibit itu sesungguhnya bibit palsu.

 

Oleh sebab itu jangan pernah berspekulias karena bibit bermutu hanya bisa diperoleh dari 8 sumber benih atau penangkar yang memiliki kerjasama waralaba dengan sumber benih PPKS atau PT. BTN. Dan lebih baik mau mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli bibit daripada menanggung kerugiaan jangka panjang karena tanaman tidak berbuah atau produksinya rendah.

 

Untuk informasi lokasi pembibitan di dekat lokasi Anda sms Belanja Bibit Centre melalui no 085925077652 dengan format nama_perusahaan_kebutuhan bibit_lokasi kebun. Kami akan menghubungkan Anda ke biro penyedia bibit terdekat.

 

Hormat kami

Hendra Sipayung

http://www.pengawasbenihtanaman.blogspot.com/

office

Kantor Pusat Departemen Pertanian

Direktorat Jenderal Perkebunan

Jl. Harsono RM No. 3

 Ragunan – P. Minggu

Jakarta Selatan

Mobile Phone: 085925077652

 

 

 



4 of 4 File(s)


#1335 From: Hendra Sipayung <hendrasipayung@...>
Date: Mon Nov 30, 2009 12:54 am
Subject: Betapa Mudahnya Mendapatkan Bibit Sawit Bermutu
hendrasipayung
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Betapa Mudahnya Mendapatkan Bibit Sawit Bermutu

 

Sulitkan mendapatkan bibit unggul bermutu? Sesungguhnya tidak. Saat ini banyak tersebar penangkar-penangkar bibit pewaralaba dengan PPKS di berbagai wilayah Indonesia. Tentu perlu diingat bahwa bibit yang bermutu hanya bisa diperoleh dari penangkar yang memiliki waralaba dengan sumber benih, PPKS atau PT Bakti Tani Nusantara. Di luar itu dipastikan bibit asalan.

 

Dan cara mendapatkannya juga prosedurnya lebih mudah karena cukup mendatangi penangkaran, lihat bibit, jika cocok minta bibit disertifikasi (namun ada penangkar yang sudah melakukan sertifikasi  terlebih dahulu) oleh Balai Benih, setelah itu siap diangkut ke lokasi pertanaman.

 

Tapi sebagaimana banyaknya email yang masuk ke milis ini yang menyatakan bahwa bibit sawit sulit dicari. Tentu ada penyebab, kelangkaan bibit tersebut. Pertama, karena informasi terbatas, mengingat sumber benih dan penangkar legal agak kurang mempublikasikan bahan tanamnya. Di satu sisi oknum penyebar bibit palsu gencar melakukan promosi termasuk melalui milis ini.

 

Kedua, harga bibit bermutu dipastikan relatif mahal dibandingkan bibit oplosan. Harap diketahui bibit umur 9 s.d 12 bulan dijual bervariasi antara Rp. 25.000 s.d Rp 30.000. Ini adalah harga yang rasional mengingat kecambah saja (dalam bentuk benih) oleh sumber benih dijual dari harga Rp. 6.000 s.d Rp. 12.000,- .

 

Jadi seringkali calon konsumen begitu mendapatkan informasi bibit yang sesungguhnya legal, namun mendapati harganya cukup mahal, membuatnya mengurungkan niatnya. Dan begitu mendapatkan penawaran bibit dengan harga Rp. 5.000/batang plus dengan layanan antar di tempat, langsung melakukan transaksi pembelian. Naasnya bibit itu sesungguhnya bibit palsu.

 

Oleh sebab itu jangan pernah berspekulias karena bibit bermutu hanya bisa diperoleh dari 8 sumber benih atau penangkar yang memiliki kerjasama waralaba dengan sumber benih PPKS atau PT. BTN. Dan lebih baik mau mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli bibit daripada menanggung kerugiaan jangka panjang karena tanaman tidak berbuah atau produksinya rendah.

 

Untuk informasi lokasi pembibitan di dekat lokasi Anda sms Belanja Bibit Centre melalui no 085925077652 dengan format nama_perusahaan_kebutuhan bibit_lokasi kebun. Kami akan menghubungkan Anda ke biro penyedia bibit terdekat.

 

Hormat kami

Hendra Sipayung

http://www.pengawasbenihtanaman.blogspot.com/

office

Kantor Pusat Departemen Pertanian

Direktorat Jenderal Perkebunan

Jl. Harsono RM No. 3

 Ragunan – P. Minggu

Jakarta Selatan

Mobile Phone: 085925077652

 

 

 



#1334 From: Ja Koll <icepackbio@...>
Date: Sun Nov 29, 2009 5:19 am
Subject: Re: Konservasi hanya teori
icepackbio@...
Send Email Send Email
 
Saya setuju dengan mang Layang. Konservasi yang tidak mengindahkan perut rakyat di sekitarnya sudah pasti gagal. Saya bermimpi kita punya program konservasi yang bermanfaat bagi rakyat sekitarnya, jadi mereka juga sebagai stakeholder dan ikut menjaga, bukannya merambah/mencuri.

vincent

--- On Fri, 11/20/09, Manglayang <manglayang@...> wrote:

From: Manglayang <manglayang@...>
Subject: Re: [berkebun] (unknown)
To: berkebun@yahoogroups.com
Date: Friday, November 20, 2009, 8:45 PM

 

Di beberapa sentra di wilayah yang sering saya kunjungi saya lihat sudah
luntur. Coba saja tengok pola-pola pertanian sayuran di lahan miring yang
tidak mengindahkan konservasi tanah. Pola tani ternak yang sudah mulai
ditinggalkan. Pengunduhan kayu bakar yang marak tidak saja untuk
kepentingan masak masyarakat tapi untuk dijual ke luar wilayah..
Doktrin konservasi tanpa manfaat untuk perut masyarakat ya begini
nasibnya.. asik diobrolin tapi berat diimplementasi.

Salam.
mang Layang

Try Zulchi wrote:
>
>
> Minta Informasi teman2,
>
> Bagaimana pengetahuan lokal (tradisonal) / traditional knowledge daerah
> seluruh Indonesia terhadap konservasi in situ ?
> Sejauh mana perkembangan pengetahuan lokal menangani perubahan iklim,
> cekaman biotik dan abiotik trhadap konservasi benih2 masyarakat ?
>
> terima kasih atas bantuan informasinya
>
> Zulchi



#1333 From: Manglayang <manglayang@...>
Date: Thu Nov 26, 2009 1:09 pm
Subject: Pakan Ternak: Gajah Kerdil dan Setaria
manglayang_farm
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Pakan Ternak: Gajah Kerdil dan Setaria

Belum lama ini kami ‘bermain’ ke kebun di pakidulan, selain mencoba tanam
beberapa jenis pohon kayu, disana kami menanam beberapa jenis rumput
unggulan untuk pakan ternak.

Ternyata dibandingkan dengan penanaman di sekitar Bandung, wuih jauh sekali
perbedaan tumbuhnya.

Rumput dan tanaman-tanaman yang kami tanam di sana memiliki performa yang
lebih baik dibandingkan di dataran tinggi di sekitar Bandung dan
Cicalengka. Anakan rumput lebih banyak, daun lebih sehat dan segar.
Perkiraan kami ini karena pemanasan dan nutrisi di tanah yang lebih baik,
padahal kami tidak melakukan pemupukan intensif, pupuk sama saja dengan
penanaman kami sebelumnya yaitu pupuk kandang kotoran sapi.

Rumput unggulan yang kami tanam diantaranya adalah:

Pennisetum purpureum cv. Mott

selengkapnya di:
http://manglayang.blogsome.com/2009/11/26/pakan-ternak-gajah-kerdil-dan-setaria/\
#more-86

#1332 From: Manglayang <manglayang@...>
Date: Thu Nov 26, 2009 10:07 am
Subject: benih calliandra/ kaliandra merah
manglayang_farm
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Kami punya stok benih/ biji kaliandra merah (Calliandra callothyrsus), bila
ada rekan2 yang membutuhkan silahkan kontak japri. Posisi di Bandung, harga
negotiable :)

Salam.
mang Layang

#1331 From: Hendra Sipayung <hendrasipayung@...>
Date: Thu Nov 26, 2009 9:59 am
Subject: Sawit tidak berbuah, petanipun meringis!!
hendrasipayung
Offline Offline
Send Email Send Email
 

SAWIT TIDAK BERBUAH, PETANIPUN MERINGIS


Benih oplosan ketika dipasarkan tampak mengiurkan. Harga murah, produksi diklaim tinggi oleh si penjual, ditambah dengan layanan pengiriman sampai lokasi penanaman. Namun ketika ditanam, petani baru menyadari dampaknya. Ternyata tanaman lambat berbuah dengan tingkatproduksi rendah atau tidak berbuah sama sekali.

Demikian pulalah nasih 2 petani di Kabupaten Paser di Propinsi Kalimantan Timur. Saat ini mereka hanya bisa mengelus dada, setelah menyaksikan perkebunan sawitnya tidak kunjung mendatangkan kekayaan.

Salah satu petani yang naas tersebut telah menanam hampir 25 ha selama kurang lebih 6 tahun. Ironisnya hingga saat ini belum berbuah. Padahal menurut pengekuannya biaya yang ia keluarkan sudah cukup besar, mulai dari land clearing hingga perawatan tanaman.

“ Ini semua gara-gara saya nekat menggunakan benih tidak bermutu. Ingin mendapatkan benih murah, malah saya akhirnya rugi saat iniâ€, dimikian penuturannya.

Karena tidak lagi yakin tanamannya bakal menghasilkan, maka ia memutuskan akan membongkar kebunnya. Dan sawit-sawit yang tidak produktif tersebut akan digantukan tanaman baru yang bahan tanammnya berasal dari sumber benih resmi. “Lebih baik begitu, meskipun mengeluarkan biaya, tapi ini lebih baik dari pada terus menerus merugiâ€, ungkapnya.

Namun lain lagi dengan petani lainnya di tempat yang sama. Lahannya hanya sawitnya hanya 6 ha dan ia sudah menanam selama 7 tahun. Sialnya dari hasil investigasi tim dari Balai Pengawasan Beni di Kalimantan Timur diketahui seluruhn tanamannya adalah pejantan alias psifera. Hanya menghasilkan serbuk sari namun tidak memproduksi buah . Dan karena lagi memiliki dana maka ia hanya bisa menunggu pasrat, moga-moga terjadi keajaiban dan tanamannya mulai berbuah. Iapun mendapatkan bahan tanamannya dari penangkar ilegal.

Oleh sebab itu penggunaan benih sawit unggul bermutu merupakan keharusan bagi setiap pekebun sawit. Dimana bahan tanaman unggul hanya dapat diperoleh melalui 8 sumber benih (PPKS, PT Socfindo. PT. Lonsum. PT. Bina Sawit Makmur, PT. Dami Mas Sejahtera, PT. Tunggal Yunus, PT. Tania Selatan dan PT. Bakti Tani Nusantara) maupun penangkar yang memiliki kerjasama waralaba dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan dan PT. Bakti Tani Nusantara. Jika tidak, nasib maka calon petani sawit bisa mengalami nasih naas seperti dua petani asal Kalimantan Timur di atas.
 
Sumber: Pengawas Benih Tanaman
 
Ingin mendapatkan benih/bibit  unggul bermutu hubungi call centre Seed Business PBT 08592507652, kami akan mengarahkan Anda ke biro penyedia benih kami terdekat dengan lokasi Anda.
 
atau kunjungi Belanja Benih sawit


#1330 From: Mitra Agro <trainingagro@...>
Date: Thu Nov 26, 2009 3:40 am
Subject: pelatihan : Teknik Penyulingan Serta Peningkatan Rendemen dan Mutu Minyak Atsiri
trainingagro
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Yth. Bapak dan Ibu sekalian.....
 
Apabila Bapak dan Ibu mempunyai masalah dengan penyulingan minyak atsiri yang ada, rendemen yang tidak optimal, atau mutu minyak atsiri yang dihasilkan kurang bagus.  Maka kami tawarkan solusi dengan bergabung pada pelatihan " Teknik Penyulingan Serta Peningkatan Rendemen dan Mutu Minyak Atsiri" yang akan diadakan di Bogor tanggal 12-13 Desember 2009.
 
Pelatihan ini akan dipandu langsung oleh Bapak Ir. Semangat Ketaren,MS. Beliau adalah seorang praktisi, pengajar dan pengarang buku yang sudah lebih dari 40 tahun berkecimpung dalam dunia minyak atsiri.  Salah satu karangan buku beliau "Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan" tahun 1986 dan terjemahan Ernest Guenther "MINYAK ATSIRI" jilid I dan II.  Terima kasih
 
Salam,
adi 


#1329 From: Manglayang <manglayang@...>
Date: Wed Nov 25, 2009 7:55 am
Subject: Re: Daun Pepaya, Sumber Serat Pangan
manglayang_farm
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Saya termasuk ga anti dengan masakan sayur yang pahit seperti daun pepaya
atau paria, plus sambal nafsu makan jadi bertambah hehe.

Jadi ingat kemarin lagi giat di lapangan kebetulan kehabisan bahan sayuran,
akhirnya metik pucuk pepaya, direbus dulu dalam air garam kemudian dimasak
sebentar dicampur dengan sarden. Wuih maknyus.

Oya, daun kelor terutama yang muda juga enak tuh di tumis/oseng. Saingan
lah sama oseng jantung pisang hehe.

Anak2 kebun musim kemarau kemarin saya sempat pada masak belalang. Yup,
belalang yang gede2 warna coklat itu, yang kaki belakangnya berduri. Di
goreng kering krauk krauk. Waduh saya sih ga berani makan serangga2,
pengalaman dulu makan laron/ siraru hehe. Terbukti kemarin dari 3 orang
yang makan, satu alergi berat, sekujur tubuhnya bentol-bentol.

Ada lagi pengalaman makan kacang koro pedang (Canavalia spp) yang berbiji
merah.. Kalau saya karena hanya makan beberapa butir tidak mengapa, tapi
ada rekan yang sampe muntah2 karena kandungan sianidanya lumayan, padahal
sudah di rendam dan di rebus hehe. Tapi serius kacang koro ini rasanya enak!.

Barangkali ada rekan2 di daerah lain yang punya pengalaman dengan kuliner2
eksotik begini..

Salam kuliner ekstrim!
mang Layang



PPIC Inventory wrote:
>
>
> *Daun Pepaya, Sumber Serat Pangan*
>
> Rabu, 25 November 2009
>
> *Kompas.com, *Daun Pepaya, walaupun rasanya pahit, dapat diolah menjadi
> makanan yang enak. Cukup banyak kandungan gizi yang bermanfaat bagi
> kesehatan dalam daun berwarna hijau itu. Dibandingkan dengan daging
> buahnya, kandungan vitamin A dan C daun pepaya jauh lebih tinggi.
>
> Komponen lain yang menonjol pada daun pepaya ini adalah serat pangan.
> Berikut ini beberapa manfaat serat daun pepaya :
>
> 1. Konsumsi serat pangan yang tinggi (terutama dari daun pepaya) akan
> mempengaruhi mikroflora usussedemikian rupa, sehingga tidak menghasilkan
> senyawa karsinogenik penyebab kanker.
>
> 2. Serat pangan dapat menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan
> ekskresi asam empedu dalam tinja. Hal tersebut akan menurunkan
> ketersediaan lemak dan kolesterol, sehingga dapat mencegah
> aterosklersosis dan penyakit jantung.
>
> 3. Serat pangan dapat mencegah sembelit. Di dalam saluran cerna, serat
> mampu menyerap air dalam jumlah cukup besar, sehingga massa tinja
> menjadi lunak dan tekanan dalam usus besar berkurang.
>
> 4. Serat pangan dalam daun pepaya sangat baik untuk menunjang program
> diet. Diet dengan makanan tinggi serat akan sangat membantu program
> penurunan berat badan. Serat pangan mempunyai kemampuan menyerap air
> yang cukup tinggi sehingga dapat mengingat zat-zat gizi yang telah
> disederhanakan oleh enzim pencernaan.
> Zat-zat gizi yang larut dan terikat pada serat, selanjutnya akan
> dikeluarkan melalui tinja. Keadaan tersebut mampu mengurangi
> ketersediaan zat-zat gizi dalam tubuh, sehingga dapat menurunkan berat
> badan dan mencegah obesitas.
>
> 5. Serat pangan mampu menyerap air dan mengikat glukosa, sehingga
> mengurangi ketersediaan glukosa. Diet cukup serat juga menyebabkan
> terjadinya kompleks karbohidrat dan serat, sehingga daya cerna
> karbohidrat berkurang. Keadaan tersebut mampu meredam kenaikan glukosa
> darah dan menjadikannya tetap terkontrol.
>
> Sumber : Tabloid Gaya Hidup Sehat

#1328 From: PPIC Inventory <ppic.inventory@...>
Date: Wed Nov 25, 2009 6:44 am
Subject: Daun Pepaya, Sumber Serat Pangan
ppic.inventory@...
Send Email Send Email
 
Daun Pepaya, Sumber Serat Pangan
 
Rabu, 25 November 2009
 
Kompas.com, Daun Pepaya, walaupun rasanya pahit, dapat diolah menjadi makanan yang enak. Cukup banyak kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan dalam daun berwarna hijau itu. Dibandingkan dengan daging buahnya, kandungan vitamin A dan C daun pepaya jauh lebih tinggi.
 
Komponen lain yang menonjol pada daun pepaya ini adalah serat pangan. Berikut ini beberapa manfaat serat daun pepaya :
 
1. Konsumsi serat pangan yang tinggi (terutama dari daun pepaya) akan mempengaruhi mikroflora usussedemikian rupa, sehingga tidak menghasilkan senyawa karsinogenik penyebab kanker.
 
2. Serat pangan dapat menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan ekskresi asam empedu dalam tinja. Hal tersebut akan menurunkan ketersediaan lemak dan kolesterol, sehingga dapat mencegah aterosklersosis dan penyakit jantung.
 
3. Serat pangan dapat mencegah sembelit. Di dalam saluran cerna, serat mampu menyerap air dalam jumlah cukup besar, sehingga massa tinja menjadi lunak dan tekanan dalam usus besar berkurang.
 
4. Serat pangan dalam daun pepaya sangat baik untuk menunjang program diet. Diet dengan makanan tinggi serat akan sangat membantu program penurunan berat badan. Serat pangan mempunyai kemampuan menyerap air yang cukup tinggi sehingga dapat mengingat zat-zat gizi yang telah disederhanakan oleh enzim pencernaan.
Zat-zat gizi yang larut dan terikat pada serat, selanjutnya akan dikeluarkan melalui tinja. Keadaan tersebut mampu mengurangi ketersediaan zat-zat gizi dalam tubuh, sehingga dapat menurunkan berat badan dan mencegah obesitas.
 
5. Serat pangan mampu menyerap air dan mengikat glukosa, sehingga mengurangi ketersediaan glukosa. Diet cukup serat juga menyebabkan terjadinya kompleks karbohidrat dan serat, sehingga daya cerna karbohidrat berkurang. Keadaan tersebut mampu meredam kenaikan glukosa darah dan menjadikannya tetap terkontrol.
 
Sumber : Tabloid Gaya Hidup Sehat
 
 
 

#1327 From: Smart Digdaya <smartdigdaya@...>
Date: Tue Nov 24, 2009 7:18 am
Subject: jual pupuk kandang da
smartdigdaya
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Sedia Pupuk kandang kering dari kotorang sapi, ayam dan kambing . Di bungkus dalam karung beras ukuran 50 kg. Berat per karung kurang lebih 30-35 kg kering. Pupuk siap pakai untuk tanaman perkebunan, hias, buah2 siap kirim keluar kota dalam jumlah besar.Client kami perkebunan JatiArthamas jonggol ,perkebunan kacan koro pel ratu, perkebunan pisang cikarang, perkebunan sayur puncak dll. Hub smartagro 085216209309 32670696


Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!!
Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah

#1326 From: Hendra Sipayung <hendrasipayung@...>
Date: Mon Nov 23, 2009 2:33 pm
Subject: Menawarkan Bibit Sawit, kakao dan Sengon bersertifikat
hendrasipayung
Offline Offline
Send Email Send Email
 
bagi rekan-rekan yang ingin mendapatkan bibit kelapa sawit, kakao , sengon, bersertifikat silahkan menghubungi kami melalui no 085925077652 (  central  call)

Adapun lokasi pembibitan kami

1) bibit sawit di Propinsi Sumatera Selatan,  Bengkulu, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur
2) Kakao: di Propinsi  Riau dan  Sulawesi Tengah
3) Sengon : di Propinsi Banten

Bibit yang kami  tawarkan seluruhnya mendapakan sertifikat dari Balai Benih di Sumsel, Bengkulu, Banten, Kalteng, Kaltim Sulteng dsb..

Cara pemesanan: Hubungi call centre dengan menyebutkan lokasi kebun Anda, maka call centre akan menghubungkan Anda dengan biro yang terterdekat dengan kebun Anda.

Penetapan harga tidak berlangsung pada call centre melainkan pada biro. Dan calon konsumen kami harapkan mengunjungi kebun pembibitan sebelum melakukan transaksi.

Hormat Kami
Pengawas Benih Tanaman
Sumber informasi dan penjualan bibit terpercaya
www.pengawasbenihtanaman.blogspot.com




#1325 From: Mitra Agro <trainingagro@...>
Date: Mon Nov 23, 2009 4:58 am
Subject: info pelatihan : Teknik Penyulingan Minyak Atsiri
trainingagro
Offline Offline
Send Email Send Email
 

TEKNIK PENYULINGAN MINYAK ATSIRI

Bogor, 28 – 29 November 2009

Indonesia merupakan negara penghasil minyak atsiri seperti minyak nilam, cengkeh, sereh wangi dan akar wangi yang besar untuk memenuhi pasokan dunia.  Minyak atsiri merupakan cairan yang lembut, bersifat aromatik dan mudah menguap pada suhu kamar. Minyak atsiri diperoleh dari ekstrak bunga, biji, kulit batang, daun, dan akar tanaman tertentu.

Terdapat berbagai macam cara yang dilakukan untuk memproduksi minyak atsiri, yaitu metode penyulingan, enfleurasi, maserasi dan ekstraksi dengan pelarut menguap.  Pada pelatihan ini akan dikaji lebih jauh tentang produksi minyak atsiri dengan metode penyulingan dengan menitikberatkan pada praktek.

TUJUAN

·         Mengetahui prinsip-prinsip umum dalam produksi minyak atsiri

·       Mengetahui susunan kimia, sumber, dan fungsi minyak atsiri dalam tanaman

·       Memahami prinsip-prinsip dalam penyulingan minyak atsiri

·       Mengetahui pengujian dan analisis minyak atsiri

·       Memiliki kemampuan teknis dalam produksi minyak atsiri dengan metode penyulingan

MATERI PELATIHAN

Ø Perkembangan modern dalam produksi minyak atsiri

Ø  Susunan kimia, sumber dan kegunaan minyak atsiri dalam kehidupan tanaman

Ø  Praktek penyulingan

o  Teori penyulingan

o  Perlakuan terhadap bahan yang mengandung minyak

o  Metode umum penyulingan

o  Peralatan penyulingan

o  Masalah praktis penyulingan

o  Hidrodestilasi bahan tanaman pada tekanan tinggi dan rendah, dengan uap superheated

o  Rektifikasi dan Fraksinasi minyak atsiri

o  Hidrodestilasi minyak atsiri pada tekanan tinggi dan rendah, dengan uap superheated

Ø  Pengujian dan analisis minyak atsiri

o  Penetapan sifat-sifat fisika

o  Penetapan sifat-sifat kimia

o  Uji khusus

Ø  Metoda penyimpanan minyak atsiri

Ø  Diskusi

BIAYA PELATIHAN

Rp 1.500.000/peserta.  Biaya termasuk akomodasi peserta.

Biaya termasuk konsumsi (makan siang dan 2 X coffe break), training kit, dokumentasi, materi pelatihan, kunjungan lapang dan sertifikat

INSTRUKTUR

Ir. Semangat Ketaren, MSi  dan tim

Semangat Ketaren adalah seorang praktisi dibidang minyak atsiri lebih dari 20 tahun.  Beliau banyak berkecimpung dalam pembinaan pengusaha-pengusaha kecil mengenai mutu minyak atsiri dalam bentuk pelatihan di lapangan. Dan banyak berperan aktif dalam program pemerintah melalui penyuluhan-penyuluhan untuk mengembangkan bidang minyak atsiri di Indonesia.  Beliau sudah banyak menulis buku tentang atsiri termasuk salah satunya menerjemahkan karangan Ernest Guenther yaitu MINYAK ATSIRI jilid I & II dengan judul aslinya Essential Oils.  Sampai saat ini beliau juga aktif mengajar di Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mata kuliah Minyak Atsiri.

 

Untuk informasi dan pendaftaran silahkan menghubungi kami :

MITRA AGRO

Cp. Sumirat (081386323107), Adi (085649422953)

Email. mitraagro@...   Website. www.mitraagro.com



#1324 From: Rudy Surbakti <agronursery@...>
Date: Mon Nov 23, 2009 2:25 am
Subject: Re: Semoga bermanfaat
agronursery
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Kebanyakan hasil produksi padi yg luar biasa dari sistem SRI dan juga yg memakai pupuk tertentu ternyata adalah hasil ubinan. Dan hasil ubinan tidak bisa dijadikan patokan kalau di tanam dilahan yg luas nya berhektar hektar.
Makanya ada yg sampai mengklaim hasil padi mereka setelah memakai pupuk organik merek 'X' menjadi 30 ton/ha.

Wassalam.

=============================================================================================
STOP PEMBELIAN PRODUK ASING!
 
Keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan asing akan digunakan untuk menjajah negara Indonesia, membeli asset-asset Indonesia, memberi Indonesia pinjaman dengan bunga tinggi yang mencekik leher. Masihkah kita tidak sadar dengan semua ini?
Mari kita membangun Ekonomi Kerakyatan dengan membeli produk-produk dalam negeri.
Kita harus membeli hasil-hasil pertanian dari para petani kita sendiri karena keuntungan yang didapatkan akan digunakan untuk membangun Indonesia.
Pupuk Hayati EMAS adalah hasil karya terbaik anak bangsa. Pupuk Hayati Emas mampu menghemat pemupukan 25% - 40%!
Pemesanan silahkan Hubungi:
061-76533494



--- Pada Ming, 22/11/09, Manglayang <manglayang@...> menulis:

Dari: Manglayang <manglayang@...>
Judul: Re: [berkebun] Semoga bermanfaat
Kepada: berkebun@yahoogroups.com
Tanggal: Minggu, 22 November, 2009, 1:37 PM

 

Kalau baca metodanya ada kemiripan dengan SRI ya walau ada modifikasi.. di
milis ini ada pak Utju yang praktisi padi SRI dari Ganesha Organic. Mungkin
beliau bisa komentar bagaimana perkembangan terakhir mengenai implementasi
SRI di berbagai wilayah.. saya rasa sih untuk hasil yang besar2 diatas 10
ton/hektar ini sangat kasuistik dan lokal, tidak bisa pukul rata.

Terima kasih sharing infonya pak Farid.

Salam.
mang Layang

Yanti Yanto wrote:
>
>
> Dengan biaya turun, menghasilkan padi yang berlipat. Silahkan kunjungi:
> http://www.mediaind onesia.com/ read/2009/ 11/11/104744/ 45/7/Metode_ Baru_Pertanian_ Hasilkan_ Panen_Gabah_ 17_tonHektare
>



Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini!

#1323 From: Manglayang <manglayang@...>
Date: Mon Nov 23, 2009 1:37 am
Subject: KLIPING: Mencari Manajemen Tata Kelola Pupuk
manglayang_farm
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Mencari Manajemen Tata Kelola Pupuk

Senin, 23 November 2009 | 04:04 WIB

Oleh BUSTANUL ARIFIN

Satu kata paling tepat untuk menggambarkan manajemen tata kelola
(governance) sistem produksi dan distribusi pupuk di Indonesia adalah
karut-marut.

Kamus Besar Bahasa Indonesia memaknai kata karut-marut sebagai ’kusut’ dan
’tidak keruan’. Banyak pihak, mulai dari produsen pupuk, pedagang, petani,
hingga pemerintah bertanggung jawab atas kekusutan sistem produksi dan
distribusi pupuk.

Di hulu, sistem produksi pupuk urea, misalnya, tidak mendapatkan dukungan
bahan baku pasokan gas yang memadai. Kalaupun gas tersedia, harga yang
harus dibayar produsen pupuk sangat tinggi, bahkan di luar jangkauan
tingkat keekonomiannya.

Di tengah, sistem distribusi pupuk sering bermasalah, walaupun Indonesia
memiliki satu induk perusahaan yang mewadahi kerja sama antarprodusen
pupuk, dan keterkaitan dengan distributor dan pengampu kepentingan lain.

Di hilir, pupuk sering langka dan harganya jauh di atas harga eceran
tertinggi, justru saat musim tanam, satu fase amat vital dalam sistem
produksi pangan, terutama beras, sebagai salah satu tumpuan ketahanan
pangan di Indonesia.

Seberapa besar pangsa masing-masing aktor itu terhadap karut-marut tata
kelola ekonomi pupuk di Indonesia, analisis berikut ini mungkin sedikit
menjelaskan.

Produsen pupuk didominasi badan usaha milik negara, yang kini tersisa lima
pabrik, yaitu PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Aceh, PT Pupuk Sriwijaya
(Pusri) di Sumatera Selatan, PT Pupuk Kaltim di Kalimantan Timur, PT Pupuk
Kujang di Jawa Barat, dan PT Pupuk Petrokimia di Jawa Timur.

Tahun 2008, produksi pupuk nasional 6,2 juta ton, lebih tinggi dari tingkat
konsumsinya. Namun, produksi itu masih di bawah kapasitas terpasangnya,
sekitar 8 juta ton urea. Kapasitas produksi pupuk non-urea 600.000 ton ZA,
900.000 ton SP3, dan 300.000 ton Phonska.

Indonesia mencatat surplus produksi sampai 1 juta ton per tahun hingga
memungkinkan bagi produsen pupuk untuk menjualnya ke pasar ekspor.

Dimensi governance muncul setidaknya pada dua aspek, yakni batasan volume
ekspor pupuk dan pasokan gas bumi. Ekspor pupuk berhubungan dengan kinerja
produsen pupuk, yang berkepentingan memperoleh tambahan penghasilan,
menjaga kesehatan perusahaan, dan memperbesar skala usahanya.

Gas bumi adalah komponen terbesar dari biaya produksi industri pupuk,
dengan komposisi 50–60 persen untuk urea, 25–35 persen untuk ZA, dan 40-50
persen batuan fosfat dan asam fosfat untuk SP-36.

Sampai saat ini Indonesia tidak memiliki cadangan gas bumi jangka panjang
yang khusus dimanfaatkan untuk industri pupuk. Akibatnya, harga gas untuk
industri pupuk mengikuti harga dunia, yang secara inheren ditentukan dengan
suatu formula berdasarkan harga minyak bumi dunia.

Saat ini harga gas bumi dunia 4,14 dollar AS per MMBTU (harga rata-rata
semester I- 2009) sehingga biaya produksi urea Indonesia jauh di atas harga
jual, yang berakibat terhadap kinerja usaha produsen pupuk.

Sistem distribusi

Pada sistem distribusi, sampai saat ini Indonesia selalu bereksperimen
dalam sistem distribusi pupuk. Sistem distribusi pupuk yang terus berubah,
dari tertutup, terbuka, semitertutup, dan saat ini tertutup lagi, adalah
fungsi dari kualitas governance dua instansi besar, yakni Departemen
Pertanian dan Departemen Perdagangan.

Kebutuhan pupuk ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan)
Nomor 42 Tahun 2008, yang selama ini selalu lebih kecil dari kebutuhan yang
sebenarnya di lapangan. Fakta tingkat ketergantungan petani Indonesia yang
sangat tinggi pada pupuk belum terakomodasi baik.

Misalnya, kebutuhan teknis urea untuk mencapai target produksi pangan
nasional 6,3 juta ton, sementara dalam Permentan hanya dicantumkan 5,5 juta
ton. Kebutuhan teknis Superphos 3 juta ton (vs 1 juta ton), ZA 1,6 juta ton
(vs 923.000 ton), NPK 3 juta ton (vs 1,5 juta ton), dan organik 4,7 juta
ton (vs 450.000 ton dalam Permentan).

Akibatnya, pupuk bersubsidi di beberapa daerah sentra produksi langka
karena ada kesenjangan antara jumlah kebutuhan dan pasokan pupuk selama ini.

Di samping itu, pola distribusi pupuk ditentukan melalui Peraturan Menteri
Perdagangan Nomor 21 Tahun 2008 yang memungkinkan rayonisasi daerah
pemasaran pupuk menurut produsen.

PT PIM melayani Aceh; PT Pusri melayani Sumatera kecuali Aceh plus
Kalimantan Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Yogyakarta; Kujang melayani Jawa
Barat; Petrokimia sebagian Jawa Timur; dan Pupuk Kaltim melayani seluruh
kawasan timur Indonesia plus sebagian Jatim dan Bali.

Dimensi governance pada sistem rayonisasi pupuk ini menjadi lebih pelik
karena pupuk bersubsidi adalah barang dalam pengawasan, sesuai Peraturan
Presiden Nomor 77 Tahun 2005. Jika ada sedikit saja pupuk mengalir ke rayon
lain, pelaku akan berurusan dengan pihak berwajib, yang juga memiliki
masalah governance sendiri.

Sistem harga

Harga eceran tertinggi (HET) pupuk diperkirakan naik signifikan pada 2010
walaupun Menteri Pertanian Suswono berniat mencegah kenaikan ini. Pangkal
persoalannya, alokasi anggaran subsidi pupuk menurun, dari Rp 18,4 triliun
pada APBN 2009 menjadi Rp 11,3 triliun pada APBN 2010.

HET yang ditetapkan dalam Permentan seharusnya ditegakkan dan dipantau.
Namun, disparitas harga pupuk bersubsidi dan harga aktual di lapangan
terlalu lebar sehingga membuka peluang spekulasi di semua level.

Pemerintah dituntut untuk meningkatkan rasa aman dan kepastian, yang mampu
memberikan sinyal bagi petani untuk meningkatkan produksi dan produktivitasnya.

Penggunaan pupuk sebagai input pertanian kini berubah dibandingkan dengan
awal Revolusi Hijau dekade 1980-an. Petani Indonesia kini sangat bergantung
pada pupuk kimia, bahkan cenderung berlebihan menggunakannya. Karena itu,
esensi subsidi pupuk kini berubah, bukan lagi soal adopsi teknologi baru,
tetapi strategi pemihakan dan langkah afirmatif manajemen risiko bagi
petani miskin, dan pada sistem ketahanan pangan.

Pemerintah pusat dan provinsi wajib memperbaiki aransemen kelembagaan dari
sistem produksi, distribusi, sistem harga, mekanisme subsidi, hingga
manajemen keuangan publik secara umum. Langkah ini mensyaratkan suatu
policy leadership yang berwibawa, sistem akuntabilitas dan kualitas tata
kelola yang lebih baik.

Bustanul Arifin Guru Besar Unila; Professorial Fellow di Intercafe dan MB-IPB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/23/0404473/mencari.manajemen.tata.kelol\
a.pupuk

#1322 From: Manglayang <manglayang@...>
Date: Mon Nov 23, 2009 1:37 am
Subject: Re: Semoga bermanfaat
manglayang_farm
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Kalau baca metodanya ada kemiripan dengan SRI ya walau ada modifikasi.. di
milis ini ada pak Utju yang praktisi padi SRI dari Ganesha Organic. Mungkin
beliau bisa komentar bagaimana perkembangan terakhir mengenai implementasi
SRI di berbagai wilayah.. saya rasa sih untuk hasil yang besar2 diatas 10
ton/hektar ini sangat kasuistik dan lokal, tidak bisa pukul rata.

Terima kasih sharing infonya pak Farid.

Salam.
mang Layang

Yanti Yanto wrote:
>
>
> Dengan biaya turun, menghasilkan padi yang berlipat. Silahkan kunjungi:
>
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/11/11/104744/45/7/Metode_Baru_Pertanian_\
Hasilkan_Panen_Gabah_17_tonHektare
>

#1321 From: Organik Ajaib <organik_ajaib@...>
Date: Sat Nov 21, 2009 8:02 pm
Subject: Re: Sisi negatif pupuk organik bagi agro
organik_ajaib
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Selama nutrisi dalam pupuk organik itu lengkap dan seimbang.....maka tidak ada masalah.....tetapi jika tidak seimbang...itu  menjadi masalah......dan satu lagi dosis pemupukan juga harus tepat, jangan over dosis........makanya sebelum dilempar kepasaran pupuk organik cair itu biasanya di uji coba dulu di ladang/kebun......untuk memastikan tidak ada efek samping dari ramuan yg dibuat

--- On Sat, 11/21/09, Yanti Yanto <pthws_pati@...> wrote:

From: Yanti Yanto <pthws_pati@...>
Subject: Re: [berkebun] Sisi negatif pupuk organik bagi agro
To: berkebun@yahoogroups.com
Date: Saturday, November 21, 2009, 5:22 PM

 

Saya tunggu hasil penelitiannya pak.

Salam kenal,
Farid Pati, Jateng


From: "nahesson_panj@ yahoo.com" <nahesson_panj@ yahoo.com>
To: berkebun@yahoogroup s.com
Sent: Mon, November 9, 2009 9:59:15 PM
Subject: [berkebun] Sisi negatif pupuk organik bagi agro

Tks utk pak mang layang. Ini ada pengalaman pribadi saya dalam memakai pupuk organik... Sy pakai pupuk organik sdh 5 tahun ini,digunakan utk tanaman dan juga ternak (aplikasi khusus utk sapi dan ikan). Ada benarnya juga yg dipromosikan. ..seperti pertumbuhan cepat,panen melimpah,'kelihatan ' sehat,daun lebat,dll. Namun dibalik semua sisi positif dari PO ini,sy menemukan kekurangannya yaitu : akibat pertumbuhan tanaman yg terlalu cepat,kemampuan batang utama dalam memikul beban dari buah sangat kurang,batang utama sering bengkok bahkan patah.akibatnya tanaman lebih pendek umurnya dr yg biasanya (pengalaman pohon mangga,anthurium, jeruk dan ternak sapi(khusus ternak,anak yg dilahirkan banyak yg cacat/struktur tubuh tidak seimbang). Dan rasa buah tidak seperti induknya (kurang manis). Bahkan sy terpikir,apakah kandungan mineral dr buah ini aman utk dikonsumsi manusia? Alasan dugaan sy ini adalah : sesuatu/kondisi yg di'rekayasa' dr tanaman/termasuk ternak (lebih cepat besar,cepat panen,dan lebih cepat lainya..),tentu ada penyimpangan gen nya,ada penambahan zat tertentu pd tanaman/ternak agar dpt lebih dr biasanyam..  Nah,apakah penambahan zat ini tidak menyebabkan penyimpangan gen pada tumbhan/ternak?  Apakah cukup aman utk dikonsumsi? Dapatkah kita bayangkan,akibat penyimpangan gen yg terkandung pada buah hasil PO ini terhadap diri kita bahkan anak cucu kita dimasa yg akan datang? Mudah2an para ahli PO ini sdh meneliti akibat sampingan dr pemakaian PO ini,tidak hanya menjual dan mencari keuntungan dr produknya saja. Sbg informasi,hal ini sdh sy diskusikan dgn beberapa teman yg berkecimpung dlm bidang penelitian,utk bisa meneliti hal ini. Kita tunggu hasilnya... Salam.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

------------ --------- --------- ------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups. yahoo.com/ group/berkebun/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups. yahoo.com/ group/berkebun/ join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    berkebun-digest@ yahoogroups. com
    berkebun-fullfeatur ed@yahoogroups. com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    berkebun-unsubscrib e@yahoogroups. com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs. yahoo.com/ info/terms/




#1320 From: Yanti Yanto <pthws_pati@...>
Date: Sat Nov 21, 2009 6:10 pm
Subject: Semoga bermanfaat
pthws_pati
Offline Offline
Send Email Send Email
 
#1319 From: Yanti Yanto <pthws_pati@...>
Date: Sat Nov 21, 2009 5:39 pm
Subject: Panen Padi 17,5/ha
pthws_pati
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Ada pengalaman menarik dari kelompok petani "Tani Rukun" yg beralamat di desa Ngagel Kec. Dukuhseti Kab. Pati, Jateng.
Dengan memanfaatkan urine sapi, empon-empon dan sabut kelapa, kelompok ini bisa memanen padi antara 13 ton sampai 17,5 ton per hektar.
Jenis padi yg ditanam adalah ciherang dan ditanam di areal seluas 22 hektar.
Terima kasih.

Salam,
Farid


#1318 From: Yanti Yanto <pthws_pati@...>
Date: Sat Nov 21, 2009 5:22 pm
Subject: Re: Sisi negatif pupuk organik bagi agro
pthws_pati
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Saya tunggu hasil penelitiannya pak.

Salam kenal,
Farid Pati, Jateng


From: "nahesson_panj@..." <nahesson_panj@...>
To: berkebun@yahoogroups.com
Sent: Mon, November 9, 2009 9:59:15 PM
Subject: [berkebun] Sisi negatif pupuk organik bagi agro

Tks utk pak mang layang. Ini ada pengalaman pribadi saya dalam memakai pupuk organik... Sy pakai pupuk organik sdh 5 tahun ini,digunakan utk tanaman dan juga ternak (aplikasi khusus utk sapi dan ikan). Ada benarnya juga yg dipromosikan...seperti pertumbuhan cepat,panen melimpah,'kelihatan' sehat,daun lebat,dll. Namun dibalik semua sisi positif dari PO ini,sy menemukan kekurangannya yaitu : akibat pertumbuhan tanaman yg terlalu cepat,kemampuan batang utama dalam memikul beban dari buah sangat kurang,batang utama sering bengkok bahkan patah.akibatnya tanaman lebih pendek umurnya dr yg biasanya (pengalaman pohon mangga,anthurium, jeruk dan ternak sapi(khusus ternak,anak yg dilahirkan banyak yg cacat/struktur tubuh tidak seimbang). Dan rasa buah tidak seperti induknya (kurang manis). Bahkan sy terpikir,apakah kandungan mineral dr buah ini aman utk dikonsumsi manusia? Alasan dugaan sy ini adalah : sesuatu/kondisi yg di'rekayasa' dr tanaman/termasuk ternak (lebih cepat besar,cepat panen,dan lebih cepat lainya..),tentu ada penyimpangan gen nya,ada penambahan zat tertentu pd tanaman/ternak agar dpt lebih dr biasanyam..  Nah,apakah penambahan zat ini tidak menyebabkan penyimpangan gen pada tumbhan/ternak?  Apakah cukup aman utk dikonsumsi? Dapatkah kita bayangkan,akibat penyimpangan gen yg terkandung pada buah hasil PO ini terhadap diri kita bahkan anak cucu kita dimasa yg akan datang? Mudah2an para ahli PO ini sdh meneliti akibat sampingan dr pemakaian PO ini,tidak hanya menjual dan mencari keuntungan dr produknya saja. Sbg informasi,hal ini sdh sy diskusikan dgn beberapa teman yg berkecimpung dlm bidang penelitian,utk bisa meneliti hal ini. Kita tunggu hasilnya... Salam.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/berkebun/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/berkebun/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    berkebun-digest@yahoogroups.com
    berkebun-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    berkebun-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/



#1317 From: Manglayang <manglayang@...>
Date: Sat Nov 21, 2009 8:20 am
Subject: KLIPING: Minum Kopi tapi Tetap Sehat
manglayang_farm
Offline Offline
Send Email Send Email
 
13 Nopember 2009
Minum Kopi tapi Tetap Sehat

KALI  pertama kopi dikenal oleh manusia sebagai tanaman obat, kendati dunia
kedokteran modern sudah lama menengarai komoditas itu sebagai salah satu
penyebab/ pemicu berbagai penyakit.

Mengapa kopi bukan makanan/minuman lainnya? Mungkin karena kopi sama sekali
tidak mempunyai kandungan nutrisi tapi dapat membuat manusia merasa lebih
baik tanpa sebab yang jelas.

Namun pecinta minuman itu di dunia dapat bernapas sedikit lebih lega karena
setelah lebih dari 20 tahun penelitian yang intensif, sampai sekarang belum
bisa dibuktikan bahwa kebiasaan minum kopi dalam jumlah yang wajar
berhubungan dengan penyakit apapun atau gangguan kehamilan.

Namun untuk amannya, bila sedang hamil atau memiliki masalah kesehatan
tertentu, ada baiknya Anda mengkonsultasikan kebiasaan minum kopi anda
kepada dokter. Ini juga dianjurkan kepada mereka yang memiliki tingkat
kolesterol tinggi, penyakit jantung, gejala kanker payudara, atau gangguan
pencernaan.

Sekali lagi, sampai saat ini tidak ada penelitian yang berhasil membuktikan
adanya hubungan antara kebiasaan minum kopi dengan penyakit-penyakit
tersebut, tapi tidak ada salahnya kalau kita lebih waspada.

Kandungan kafein dalam makanan/ minuman
Satu cangkir kopi rata-rata mengandung 100-150 miligram kafein.

Satu demitase (cangkir mini untuk espresso) single-espresso rata-rata
mengandung 80-120 miligram kafein.
Satu cangkir teh rata-rata mengandung 40 miligram kafein.
Satu batang cokelat ukuran sedang rata-rata mengandung 20-60 miligram kafein.

Satu botol minuman cola berukuran 340ml mengandung 40-60 miligram kafein,
atau kira-kira separo kandungan kafein dalam secangkir kopi/espresso.
Efek Jangka Pendek Dalam The Pharmacological Basis of Therapeutics oleh Dr
J Murdoch Ritchie disebutkan bahwa:
Efek positif dari kafein antara lain menambah kecepatan berpikir dan
inspirasi, menyembuhkan rasa ngantuk dan kelelahan, peningkatan sensor
stimuli ,dan reaksi motorik. Misalnya seorang yang mengetik akan dapat
bekerja lebih cepat dan dengan tingkat kesalahan lebih kecil.

Secara ilmu kedokteran, menurut pakar itu, kafein yang terkandung dalam 1-2
cangkir kopi dapat menambah detak jantung, melebarkan pembuluh darah,
mendorong aliran sampah-sampah cair ataupun padat dari dalam tubuh,
sehingga badan kita terasa lebih ’’segar’’.

Efek negatif kafein bila diserap oleh tubuh secara berlebihan antara lain
kecemasan kronis, gelisah, lekas marah, insomnia, otot berkedut, dan diare.

Kafein dalam jumlah yang lebih besar (yang dikandung oleh misalnya 10
cangkir kopi yang diminum berturut-turun) akan bersifat racun bagi tubuh.

Efek yang ditimbulkan antara lain muntah, demam, dan kebingungan secara
mental. Kafein dalam jumlah yang sangat besar bahkan dapat menjadi zat yang
mematikan.

Dosis mematikan bagi manusia adalah sekitar 10 gram, atau kira-kira 100
cangkir kopi yang diminum berturut-turut. Jadi jangan coba-coba bunuh diri
dengan cara ini, karena kemungkinan besar di cangkir ke-75 perut Anda sudah
kembung dan tidak kuat minum lagi.
Efek Jangka Panjang Dari buku Coffee and Health karangan Kenneth Davis
disbutkan pula bahwa peneliti sejak lebih dari 20 tahun lalu sudah berusaha
menghubungkan kopi atau kafein yang terkandung di dalamnya dengan berbagai
macam penyakit, tapi sampai sekarang tidak mendapatkan bukti yang meyakinkan.

Tahun 70-an di Amerika Serikat pernah dipublikasikan bahwa meminum 12-24
gelas kopi sehari dapat menyebabkan gangguan kehamilan pada tikus.

Namun tubuh manusia mungkin mempunyai metabolisme yang berbeda untuk
mengolah kafein. Yang perlu diperhatikan, meski Anda sedang hamil atau
tidak adalah tingkat konsumsi yang wajar.

Jadi dalam jumlah yang wajar kafein dapat membantu pikiran, pekerjaan, dan
pergaulan, tapi akan berubah menjadi racun bila dikonsumsi secara
berlebihan. Jumlah yang tepat berbeda untuk tiap orang.

Yang bisa dijadikan pedoman adalah bahwa sampai saat ini tidak ada
penelitian yang menyebutkan efek-efek negatif kafein terjadi bila
dikonsumsi dengan dosis di bawah 300 miligram sehari.

Bila 1 demitasse single-espresso mengandung sekitar 100 miligram kafein,
berarti kita bisa minum sampai dengan 3 cangkir espresso sehari dengan aman
tanpa terpengaruh efek negatif dari kafein; dengan asumsi Anda tidak minum
terlalu banyak minuman cola, makan cokelat, atau minum obat sakit kepala di
hari yang sama.

Telah lama orang curiga akan efek negatif dari kopi, sehingga sedikit
mengejutkan bahwa penelitian terakhir menunjukkan bahwa mengkonsumsi 2-4
cangkir kopi setiap hari mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan.

Di antaranya mengurangi resiko kanker usus besar sampai 25% (dibandingkan
dengan yang tidak mengkonsumsi kopi), mengurangi resiko batu empedu sampai
45%, mengurangi resiko sirosis hati sampai 80%. (Cocong AP, dari berbagai
sumber-10)

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/11/13/87959/Minum.Kopi.tapi\
.Tetap.Sehat

Messages 1317 - 1346 of 1346   Newest  |  < Newer  |  Older >  |  Oldest
Advanced
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help