sigh,... baru nge-lirik label ini, gag nyadar ada isinya.
btw, Bi[G], flirting model baru?
*kabur sebelum di banned mods*
On 12/13/05, Bi[G] ™ <bravo.india.gama@...> wrote:
> mungkin ada yg belum tau..
>
>
http://priyadi.net/archives/2005/12/13/sms-fitnah-dan-the-chronicles-of-narnia/
>
> SMS Fitnah dan "The Chronicles of Narnia"
> at 02:47
>
> Hari ini saya ada janji kepada istri saya untuk menonton Harry Potter
> and the Goblet of Fire, namun karena filmnya sudah lama raib dari
> bioskop langganan (ya ya ya saya tahu…. hare gene masih nonton Harry
> Potter?), kami memutuskan untuk menonton The Chronicles of Narnia: The
> Lion, the Witch and the Wardrobe.
>
> Kami berangkat sekitar pukul 16.30. Dalam perjalanan, saya dihubungi
> melalui telepon oleh seorang teman: "Emangnya kamu ikut
> nyebar-nyebarin foto SBY hasil rekayasa?" Hmmmm :-?, ya saya jawab
> saja tidak, karena memang begitu kenyataannya. Teman tersebut kemudian
> mengabarkan kalau ada SMS yang mengatakan bahwa saya adalah tersangka
> kedua kasus yang menimpa Herman Saksono. Hah!? Tercengang saya
> mendengarkannya. Sambil berusaha berkonsentrasi menyetir dan
> menenangkan istri saya yang terlihat agak panik, saya mencoba bertanya
> lebih lanjut. Tetapi selang beberapa waktu saya urungkan niat saya dan
> lebih berkonsentrasi menyetir dan menenangkan istri saya yang sedang
> hamil 8 bulan.
>
> Istri saya tentunya bukannya tidak kaget. Bagaimana tidak kaget, saya
> di telepon berbicara dengan berbagai kata kunci menyeramkan, misalnya
> "polisi", "jaksa", "pasal", dan sebagainya. Perjalanan menuju CITOS
> saya habiskan untuk memberi penjelasan kepada istri saya. Selama
> perjalanan saya tahu bahwa saya menerima beberapa pesan SMS, tetapi
> saya tunda niat saya untuk membaca setelah sampai ke tujuan.
>
> Setelah selesai memarkir mobil saya, saya baca SMS tersebut. Isinya
> kurang lebih adalah sebagai berikut:
>
> Kalau boleh menyarankan, selain si Herman yg sudah jadi tsk,
> sebenarnya si PRIYADI (www.priyadi.net) ini yg lebih berbahaya.Dia
> "menjaring kekuatan" di blog-nya, bahkan menunjukkan alamat2 blog
> teman2 lain & menyebarluaskan foto2 Rekayasa Presiden tsb.Berbeda dgn
> Herman, kalau si Priyadi ini di Jakarta.
>
> Hmmmm :-?.
>
> Berbahaya? Menjaring kekuatan? Kekuatan seperti apa? Saya cuma seorang
> penulis blog di antara ribuan blog di Indonesia, seorang pekerja
> teknologi informasi biasa dan jelas-jelas hanya seorang rakyat jelata.
> Jarang bicara politik umum, kecuali untuk bidang-bidang spesifik yang
> saya amati seperti teknologi informasi dan krisis energi. Saya bukan
> anggota partai politik, apalagi kelompok terlarang. Pemalas, sering
> terlambat bangun dan lebih sering menghabiskan waktunya di komputer.
> Rasanya saya bukan ancaman untuk pihak manapun.
>
> Sampai di depan bioskop kami langsung memesan tempat duduk. Ah,
> ternyata hari ini cukup ramai, mungkin karena ini hari Senin. Senin
> artinya NOMAT! Kami hanya mendapat tempat duduk yang tidak begitu
> ideal, yaitu di hampir di sisi samping. Ah biarlah, yang penting
> akhirnya kami nonton juga setelah beberapa lama.
>
> Pikiran saya kembali tertuju ke pesan SMS tersebut. Menyebarluaskan
> foto-foto rekayasa Presiden? Nah ini baru yang namanya fitnah. Fitnah
> lebih kejam daripada pembunuhan katanya, tapi itu sepertinya tidak
> menghalangi oknum tersebut untuk mengirim SMS ini ke banyak orang. Ya,
> SMS ini dikirim ke banyak orang. Selama saya menonton Narnia, saya
> menerima beberapa SMS hasil terusan yang isinya kurang lebih sama.
> Yang saya lakukan yang menyangkut foto SBY palsu tersebut hanyalah
> memberi taut ke blog Herman Saksono pada tulisan saya yang berjudul
> Didikgate. Tak kurang, tak lebih. Dan bahkan bukan hanya saya yang
> melakukan hal tersebut. Siapa saja? Silakan cari sendiri, saya tidak
> ingin menyulitkan teman-teman saya yang juga melakukan hal yang sama.
>
> Pada saat kami sedang menonton film, beberapa teman bahkan menelepon
> saya. Tetapi karena penonton lain –terutama pasangan di sebelah saya
> yang terlihat punya 'kesibukan' lain selain menonton– sepertinya
> terganggu, saya matikan telepon saya. Maaf bagi teman-teman yang
> kebetulan menghubungi saya pada waktu tersebut. Dan *uh*, maaf juga
> bagi anda berdua yang kebetulan duduk di samping kami ;).
>
> Filmnya sendiri menurut saya cukup bagus walaupun konsentrasi saya
> tidak penuh tertuju ke film ini. Selain karena SMS tersebut, juga
> karena *kebelet* ingin *pipis* selama separuh penayangan film ini :-&.
> Saya tahu persis film ini sama dengan selera menonton istri saya:
> fantasi, family, drama, perang terbuka. Ya, cocok sekali. Kualitas
> filmnya sendiri cukup baik, tetapi karena tulisan ini seharusnya tidak
> mengulas film :), maka ulasan tentang film saya cukupkan sampai di
> sini saja. Yang jelas rating 7.7 yang diberikan oleh pengunjung
> IMDB.com rasanya cukup representatif untuk menggambarkan kualitas film
> ini. Ini adalah film keluarga berkualitas di atas rata-rata, tipikal
> film-film yang beredar pada akhir tahun.
>
> Dan oh ya, saya sampai lupa memberi informasi kalau saya tidak di
> Jakarta. Rumah di Depok, kantor di Depok. Ke Jakarta hanya untuk
> misalnya (surprise!) menonton film. Yurisdiksi Polda Metro Jaya memang
> meliputi daerah Jabotabek, tetapi secara teknis saya tinggal di luar
> kota Jakarta. Kalau bukan orang Depok, rasanya lebih tepat melabeli
> saya sebagai orang Bandung ketimbang orang Jakarta.
>
> Setelah selesai nonton, kami langsung pulang dan seperti yang sudah
> saya duga sebelumnya, banyak rekan-rekan yang memberi berbagai macam
> masukan. Terima kasih kepada rekan-rekan semua.
>
> Kalau dipikir-pikir apa sih untungnya kalau Pak SBY menggugat saya
> menodai atribut negara? Saya jelas tidak melakukan hal tersebut.
> Bahkan menurut saya Herman Saksono pun tidak melakukannya. Dalam kasus
> kenaikan harga BBM tanpa diminta saya mendukung 100%. Saya bukannya
> ingin mencari simpati dari Pak SBY, semua tulisan saya murni pendapat
> saya tanpa ada maksud untuk menjadi partisan maupun oposisi kelompok
> politik secara spesifik. Hanya saja masih saja terpikir: apa sih
> untungnya seandainya saya digugat? Apakah ada pihak ketiga yang
> diuntungkan oleh hal-hal remeh semacam ini?
>
> Dan apa yang akan terjadi besok pagi? Beberapa hari yang lalu Herman
> Saksono menonton Narnia, sedangkan saya baru tadi. Apakah ini pertanda
> kasus Herman Saksono juga akan terjadi pada saya? Ataukah saya bisa
> melewati hari esok tanpa terjadi apa-apa seperti halnya Herman
> menonton Harry Potter dan saya melewatinya?
> 59 Responses
>
>
>
>
> --
> Bi[G]
> http://www.7sphere.com
> Y!:br4ind4m4ge
> Gmail:bravo.india.gama@...
> http://blog.adypermadi.com
> http://www.adypermadi.com
> ----------------------------------------
>
>
>
> Lihat arsip? http://groups.yahoo.com/group/diskusidomain
> unsubscribe? kirim e-mail ke: diskusidomain-unsubscribe@yahoogroups.com
> ========================================================================
>
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
--
- - -
******
Azil Adi Permana
blogs.mit.edu/azil/