Skip to search.

Breaking News Visit Yahoo! News for the latest.

×Close this window

falak-net · Kumpulan Peminat Ilmu Falak

The Yahoo! Groups Product Blog

Check it out!

Group Information

  • Members: 1064
  • Category: Astronomy
  • Founded: Jul 15, 1999
  • Language: Malay
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Real people. Real stories. See how Yahoo! Groups impacts members worldwide.

Messages

Advanced
Messages Help
Messages 584 - 613 of 4668   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Messages: Show Message Summaries Sort by Date ^  
#584 From: "Isma Nusa" <ismanusa@...>
Date: Sun Mar 31, 2002 4:17 pm
Subject: Air Tasik Tabariyyah surut paras terendah!!
em_sanusi
Send Email Send Email
 

Assalamualaikum wbt,

Salah satu tanda-tanda yg sangat hampirnya munculnya Dajjal seperti amaran yg telah diberitahu oleh Rasulullah s.a.w tentang ialah surutnya air Tasik Tabariyyah (hadis tersebut dilampirkan). sama2 kita lengkapkan diri kita dengan berdoa semoga kita dijauhkan dari berjumpa dengan Dajjal dan membaca 10 ayat terakhir surah al-Kahfi. Juga diberitakan Israel sedang giat musnahkan pokok zaitun...kerana dalam hadis yg lain ketika berlaku perang besar (perang Dajjal) antara Muslim dan Yahudi, hinggakan pokok Zaitun dan batu2 akan bersama tentera muslim memberi tahu dimanakah Yahudi bersembunyi!

Berikut maklumat mutaakhir keadaan sekitar al-Aqsa:

3. The Holy Land's Water Resources Are In Enormous Danger.  
Commentary by Hilmi Salem (Canada) - March 25, 2002 <az086@...>

See also: http://groups.yahoo.com/group/iapinfo/message/3033

In addition to the Israeli killing and wounding of thousands of Palestinains (mostly civilians) and the Israeli total destruction of the livelihoods of the Palestinian people who have been living under the Israeli military occupation for 35 years and to continue, the Israelis have also been destroying the environmnet by uprooting millions of olive trees and otherwise and by destroying huge amounts of agricultural fields owned by the Palestinian people. The Israelis have also been dumping huge amounts of nuclear, chemical and industrial wastes in differents locations in the Occupied Palestinian Territories. Furhtermore, the Israelis have been causing severe damage (pollution and otherwise) to the water resources in The Holy Land.   All of these Israeli acts are, by all definitions, criminal acts as they are strong violations of the Geneva Conventions and many other international laws, protocols, standars and regulations.

Please read below about the severe damage that has been caused by the Israelis to the Sea of Galeeli (or Tabareyya Lake), as recently published in Ha'aretz (an Israeli daily).

Please be aware and make others aware. Thank you. _______________________________________________________________

    Kinneret pumping plan will drain lake to lowest levels ever        By Amiram Cohen - Haaretz (Sunday, March 24, 2002)

   The 2002 pumping program prepared for Lake Kinneret [Sea of Galeeli or     Tabareyya Lake] by Mekorot and approved by the Water Commission will    require lowering the level of the lake to minus 215.10 meters,    according to Sarah Haklai, the director of the water resources    department at the national water utility. The lowest level ever    recorded for the lake was minus 214.87 meters, in November 2001.

   The quantity of water that flowed into the lake last year, Haklai    said, had been the lowest ever recorded - 65 million cubic meters as    opposed to an annual average of around 420 million cubic meters.

   Haklai warned that the level the Kinneret would drop to during the    course of 2002 would bring the lake down to the lowest limit at which    water could still be pumped into the National Water Carrier. She said    that this year, Mekorot would pump 220 million cubic meters of water    from the lake, as opposed to an annual average of some 380 million    cubic meters.

   At the end of February, Mekorot's water resources director said, the    level of the lake had dropped to 3.3 meters below the annual average    for the same period, and 75 centimeters below the level recorded at    the same time last year.

   By the end of last month, she said, around 142 million cubic meters of    water had flown into the lake - only some 64 percent of the annual    average for the period.

   The drop in the water level of the Kinneret, Haklai said, had led to a    sharp rise in the lake's salinity. By the end of 2001, the lake's    salinity level had reached 292 milligrams of chlorine per liter. Water    with a salinity level above 250 milligrams of chlorine per liter is    not recommended for drinking.

   Figures released by Mekorot show that last year, the company, which    supplies some 65 percent of Israel's water consumption, supplied some    393 million cubic meters of potable water to the agricultural sector -    a drop of 17 percent as opposed to 2000. Urban water consumption fell    slightly from 602 million cubic meters in 2000 to 578 million cubic    meters in 2001.

Peristiwa Tamim ad-Dari disebutkan dalam Sahih Muslim:

Telah menyampaikan kepada kami Ibnu Buraidah dari ‘Amir bin syurahbil asy-Sya’bi, kabilah Hamdan, bahawa ia pernah bertanya kepada Fatimah binti Qais dan termasuk kelompok perempuan pada hijrah pertama.

‘Amir berkata:" Sampaikanlah kepadaku suatu hadis yang engkau dengar dari Rasulullah s.a.w yg tidak engkau sandarkan kepada sesiapapun selain beliau." Fatimah berkata:" jika engkau mahu, nescaya aku lakukan." ‘Amir berkata: Tentu, sampaikanlah kepadaku."

Fatimah berkata:

Setelah menyelesaikan solatnya, Rasulullah s.a.w duduk dimimbar. Sambil tersenyum, beliau bersabda:" Hendaklah setiap orang tinggal di tempat solatnya." Selanjutnya beliau bersabda:" apakah kamu semua mengetahui sebab aku mengumpulkan kamu?" mereka menjawab:

" Hanya Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui."

Beliau bersabda:

"Sesungguhnya aku, demi Allah tidak mengumpulkan kamu semua bukan kerana ada pengharapan ataupun ketakutan. Melainkan, aku mengumpulkan kamu semua adalah kerana Tamim ad-Dari, yg dulunya seorang Nasrani, datang untuk berbai'at masuk Islam. Ia menceritakan kepadaku seperti apa yang telah disampaikan kepada kamu tentang Dajjal. Ia menceritakan kepadaku bahawa ia mengenderai sebuah perahu bersama tiga puluh orang dari Lakhm dan Judzam. Mereka di buai ombak selama sebulan di laut. Lantas mereka berlabuh menuju suatu pulau di laut itu sampai terbenam matahari. Mereka duduk-duduk di pantai dekat perahu.

Lalu mereka naik ke pulau itu. Maka mereka didatangi oleh seekor binatang yang banyak bulunya, yang mereka tidak dapat membezakan mana bahagian depan dan mana bahagian belakangnya.

Mereka berkata:

' Celaka kamu, apakah kamu ini?'

Binatang itu menjawab:

'Aku adalah Jassasah (mata-mata)'

mereka bertanya:

'Mata-mata apa?'

Ia menjawab:

'Wahai kaum, pergilah kepadaorang yang berada di dalam gua, kerana ia merindukan berita dari kamu.'

Tamim ad-Dari berkata:

'Ketika binatang itu menyebutkan kepada kami seseorang, kami meninggalkannya kerana mungkin ia adalah syaitan perempuan.'

'Lalu kami berangkat segera hingga memasuki gua. Tiba-tiba di dalamnya ada seorang manusia yang paling besar badannya dan diikat dengan rantai yang kuat. Kedua tangan dan lehernya disatukan dan diikat dengan rantai yang kuat. Kedua tangan dan lehernya disatukan dan diikat dengan besi diantara hingga kedua mata kakinya. Kami katakan:

 'Celaka kamu, makhluk apakah kamu ini? Ia menjawab: 'Kamu semua telah mengetahui perihalku, kini beritahukan kepadaku, siapakah kamu ini?'

Mereka menjawab: ' Kami adalah adalah manusia dari Arab. Kami belayar perahu lalu dipukul gelombang laut besar dan ombak mempermainkan kami selama sebulan'.

Maka kami duduk-duduk di pantai dekat perahu lalu memasuki pulau ini. Kami didatangi oleh seekor binatang yang berbulu lebat sehinnga tidak diketahui mana bahagian muka dan mana bahagian belakangnya.

Kami bertanya:

' Celaka kamu, apakah kamu ini?'

Binatang itu menjawab:

'Aku adalah mata-mata'

'Mata-mata apa?'

'Pergilah kepada orang yang ada di dalam gua ini, kerana ia sangat merindukan berita dari kamu semua.'

'Maka kami pun segera menjumpaimu. Kami takut pada binatang itu, dan kami tidak tenang jangan-jangan syaitan betina.

Orang itu berkata:' Beritahukan kepadaku tentang kurma Baisan!' [Nota:Baisan sebuah daerah berada dekat Syam lama dan merupakan salah satu kota di Palestin].

'Tentang apakah yang kamu tanyakan?'

'aku bertanya kepadamu, apakah pohon kurma itu hampir berbuah?'

'ya'

'Sesungguhnya pohon kurma itu hampir tidak berbuah'

Lalu ia berkata lagi:' Beritahukan kepadaku tentang tasik Tabariyyah!'

'Tentang apakah yang kamu tanyakan?'

'apakah tasik itu masih berair?'

[Nota:Tasik ini besar, luasnya 10x6 batu2 . Airnya makin berkurang. Jarak Tasik Tabariyyah dgn Bait al-Muqaddis sekitar 100 batu]

'Ya, tasik itu masih banyak airnya'

'Sesungguhnya air tasik itu hampir habis'

Ia berkata:' Beritahukan kepadaku tentang mata air Zughar!'

'Mengenai apakah yang kamu tanyakan?'

'Apakah mata air itu masih memancarkan airnya dan apakah penduduknya masih bercucuk tanam dari mata air itu?'

[Nota:Melimpahnya air dari mata air Zughar terjadi sekali lagi adalah isyarat dekatnya keluar Dajjal silaknat]

'Ya, mata air itu masih memancarkan banyak air, dan penduduknya bercucuk tanam dari air tersebut.'

 

'Terangkan padaku tentang nabi yang diutus kepada orang-orang yang buta huruf, apa yang dilakukannya?'

'Ia telah keluar dari Makkah menuju Yathrib'

'Apakah orang Arab memeranginya?'

'Ya' ' Bagaimana caranya memperlakukan mereka?'

'Ia telah menunudukkan orang-orang Arab terdekatnya, sehingga mereka mengikutinya'

'Apakah demikian?'

'Ya',

'Lebih baik dari mereka untuk mengikutinya. Aku akan memberitahukan kepada kamu mengenai diriku. Aku adalah al-Masih. Aku hampir akan diizinkan keluar, maka aku akan keluar. Lalu aku akan berjalan di muka bumi. Aku tidak melewatkan suatu kampung melainkan aku akan tinggal di situ selama empat puluh malam kecuali kota Makkah dan Taibah (Madinah). Kedua kota itu diharamkan atasku. Setiap kali aku akan memasuki salah satu kota itu, aku akan dihadang oleh malaikat yang memegang pedang untuk memenggalku. Di setiap celah kedua-dua kota itu dijaga oleh para malaikat.'

 

Fatimah berkata:

"Sambil memukulkan tongkatnya pada mimbar Rasulullah s.a.w bersabda:

Ini adalah Taibah(kota Madinah), Ingatlah apakah hal itu telah aku sampaikan pada kamu semua?"

Orang-orang menjawab:" Benar"

Nabi Muhammad s.a.w bersabda,

"Sungguh cerita Tamim itu sesuai dengan apa yang telah aku sampaikan kepada kamu, juga mengenai kota Makkah dan Madinah. Ketahuilah Dajjal itu berada di laut Syam atau dilaut Yaman, bukan dari timur, bukan dari timur, bukan dari timur,sambil mengisyaratkan tangannya kearah timur"

(Lihat Sahih Muslim dengan syarah Imam an-Nawawi, Matba'ah al-Misriyyah, XVIII, hlmn 78-73)

******************************************************************
 Barang siapa hafal sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir Surat Al-Kahfi ia akan selamat dari (fitnahnya) Dajjal



Get more from the Web. FREE MSN Explorer download : http://explorer.msn.com


#585 From: Shah <shah7475@...>
Date: Wed Apr 3, 2002 3:09 pm
Subject: Komet C/2002 F1 (Utsunomiya)
shahgazer
Send Email Send Email
 
Assalamualaikum wbt.

Terlebih dahulu, saya ingin memohon maaf kerana agak lama menyepi, tugasan di
pejabat agak berat akhir-akhir
ini. Juga memohon maaf kerana masih belum berpeluang untuk mengemaskini laman
web Falak-Net. Buat masa ini,
mudah-mudahan maklumat yg disampaikan dlm email ini memadai, InsyaAllah

Antara berita Komet yang terbaru ialah terjumpanya sebuah lagi komet yang
diramalkan boleh mencapai kecerahan
yg dapat dicapai dengan mata kasar akhir bulan ini.

Komet yang bernama Komet Utsunomiya atau no.katalog C/2002 F1, dilaporkan akan
mencapai posisi perihelion
(paling dekat dengan matahari) pada 23hb Apr 2002 ini, pada jarak 0.46 AU
(Astronomical Unit) iaitu di antara
orbit Utarid dan Zuhrah  . Dijangkakan ia akan mencapai magnitude 5.5 semasa
perihelion nanti.

Maklumat yg diperolehi menyatakan kedudukan elongation maksimum (yakni jarak
komet ini dari matahari apabila
dicerap di langit ) adalah sekitar 32 darjah sahaja, buat 2 1/2 bulan yg akan
datang. Pada ketika perihelion
pula, elongation komet ini hanya 20 darjah sahaja...terlalu hampir dengan
matahari. Saya jangkakan memang cukup
sukar untuk melihatnya, lebih-lebih lagi pengalaman dengan komet Linear WM1 yg
lepas cukup sukar utk dijejaki
kerana hampirnya dgn matahari.

Untuk dapatkan Elements Orbit Komet Utsunomiya, boleh mendapatkannya di
http://cfa-
www.harvard.edu/iau/Ephemerides/Comets/2002F1.html

Mudah-mudahan maklumat ringkas ini dapat membantu mereka yg berminat untuk
menjejaki objek-objek elusif di
langit ini dengan lebih 'mudah'  :-P

Wassalam
Shahrin Haji Ahmad

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
".....an observer should keep alert, constantly scrutinizing his work, promoting
his self-criticism, moderating
his self-admiration and pursuing his researches without impatience or boredom".
(Al-Biruni:Douglas, 1973)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
'Freelance Stargazer'

#586 From: Shah <shah7475@...>
Date: Thu Apr 4, 2002 6:00 am
Subject: Diary Falak (Planetary) 21 Muharram 1423 - 4 Apr 2002
shahgazer
Send Email Send Email
 
Assalamualaikum wbt.

Berikut merupakan antara maklumat fenomena langit yang telah saya kategorikan
sebagai kejadian "Planetary" bertarikh Khamis 21 Muharram 1423 bersamaan 4 Apr
2002. Waktu kejadian adalah berdasarkan waktu Malaysia.

Waktu  Peralatan minima Fenomena
7.57 PM Teleskop 	 Io Transit Egress
8.10 PM Teleskop 	 Ganymede Transit Egress
9.15 PM Teleskop 	 Io Shadow Egress
10.12 PM Teleskop 	 Ganymede Shadow Ingress
11.29 PM Infomasi 	 Bulan di kedudukan Last Quarter

PENERANGAN!
Maklumat di atas adalah saya berdasarkan info dari beberapa buah perisian
Astronomi seperti Skymap Pro 8 dan Occult 4.20

Waktu - Waktu tempatan di Malaysia.

Peralatan minima - Teleskop > bermaksud kita memerlukan sekurang-kurangnya
teleskop utk mencerap fenomena ini.
			  - Informasi > Sekadar maklumat tambahan.

Fenomena  - contoh < Io Transir Egress > bermaksud bulan Io bagi planet Musytari
sedang transit (lalu di 'hadapan' planet Musytari). Egress bermaksud Io sedang
menamatkan 'laluan'nya di hadapan Musytari.
		 - contoh < Ganymede Shadow Ingress > bermaksud bayang-bayang bulan
Ganymede sedang jatuh ke permukaan Musytari dan Ingress bermaksud bayang-
bayangnya baru sahaja memulakan 'laluan'nya di permukaan Musytari.

Maaf jika penerangan ini terlampau teknikal. Saya mengalu-alukan sesiapa yang
boleh 'meringkaskan' lagi ayat di atas buat kemudahan semua! :-)

Wassalam
Shahrin Haji Ahmad

#587 From: mior latfee <latfee@...>
Date: Wed Apr 10, 2002 4:59 am
Subject: Big Bang
latfee@...
Send Email Send Email
 

 Assalamualaikum.

Terjemahan maksud al-Quran Surah Al-Adiyat, 100 ayat 1-7

  1. Demi yang melaju kencang dengan termengah-mengah
  2. Yang lalu memercikkan api,
  3. Yang lalu meledak menampilkan cahaya,
  4. Lalu dengan itu menerbangkan debu
  5. Lalu dengan itu menghentakkan kumpulan
  6. Sesungguhnya manusia sangat ingkar kepada Penciptanya,
  7. Dan atas hal itu dia benar-benar menyaksikan,

Dari kumpulan ayat ini ada yang mencuba untuk menggambarkan permulaan awal terbentuknya alam semesta. Wal'adiyati, demi yang berlari kencang, menunjukkan kecepatan yang luar biasa besar, tertahan, lalu memercikkan api( energy), lalu meledakkan cahaya yang terbit, lalu menerbangkan partikel-partikel halus, lalu menghentakkannya untuk mendorong terbentuknya kumpulan-kumpulan. Barangkali ini gambaran dari apa yang sekarang dinamai 'Big Bang'.

Oleh itu,sesiapa yang arif mengenai pembentukkan permulaan alam semesta tolong berikan sedikit gambaran mengenainya ?

Sekian.Wassalam.

Note:Tafsiran yang biasa dibuat adalah mengenai kuda dalam peperangan.



Do You Yahoo!?
Yahoo! Tax Center - online filing with TurboTax

#588 From: "Azam Noor" <zammaster@...>
Date: Fri Apr 12, 2002 3:47 pm
Subject: NUKILAN.....
zammaster@...
Send Email Send Email
 
Assalamu'alaikum kepada para falak-netters,
 
Sudah sekian lama saya tidak menulis untuk ruangan ini disebabkan kesibukan yang amat sangat di Unit Falak USM kerana menyiapkan tesis kajian jilid pertama bagi Astrofizik Matahari setebal 300 halaman selain dari kesibukan menyiapkan kesemua hampir 10 komputer (setting up hardware dan software termasuk networking dan checking apa-apa problem bagi kedua-dua jenis tersebut sebab saya mempunyai pengalaman serba-sedikit sebagai juruteknik komputer), justeru saya tidak ada masa untuk menulis perkara baru. Saya minta maaf. Saya merancang untuk menyiapkan Kalendar Safar 1423 terbaru setelah Kalendar Muharram 1423 yang lalu tetapi belum dibuat lagi. Insya Allah nanti.
 
Untuk menjawab perkara berkenaan Big Bang, saya mempunyai jawapan yang cukup jelas dan kompleks tetapi mungkin rumit untuk difahami dan saya bercadang untuk mengkhusus dalam kajian Kosmologi Big Bang diperingkat PhD di UK nanti, Insya Allah. Namun saya boleh menjelaskan kesemua term dan huraian yang sebaik mungkin berkenaannya di ruangan ini nanti berdasarkan huraian Quran tetapi sesiapa saja perlu berjanji tidak akan menciplak idea saya ini kerana saya akan gunakan konsep tersebut untuk PhD nanti.
 
Untuk perhatian pembaca di falak-net ini, Big Bang bagi saya tidak berlaku tetapi dengan satu istilah yang lain. Walaupun dalam Surah Fushshilat dan Ali 'Imran ada menyebut fasal pemisahan langit tetapi percayalah bahawa maksud pemisahan tidak semestinya "meletup" tetapi mungkin juga umpama pemisahan semacam buih sabun sebab kita patut memandang kejadian kosmos ini dari skala yang lebih besar (galaktik), bukannya dari perspektif skala bumi.
 
Saya berasa kecewa dengan sikap Persatuan Ulama Malaysia dan Persatuan Ulama Kedah kerana membisu untuk menjawab sama ada pandangan dan 'aqidah' saya dalam semua artikel di falak-net terdahulu itu betul atau tidak. Sepatutnya mereka boleh memandang 'tafsiran' saya secara bebas tetapi mereka tidak hendak lakukannya. Jika begini keadaannya, bagaimanakah boleh umat Islam maju dalam tafsiran Al Quran secara moden, sebagai contohnya berkenaan tafsiran berkenaan kejadian manusia... kita boleh buat tafsiran dalam bentuk footnote ke atas ayat-ayat Quran dan ditambah gambar-gambar menarik tetapi Al Quran terjemahan yang sedang dilaksanakan oleh PUM tidak ada ciri-ciri ini. Memang malang. Apa salahnya jika gambar-gambar dari team Jejak Rasul TV3 digunakan untuk Quran terjemahan ini seperti gambar Makam Nabi-Nabi... bahtera nabi Nuh dan sebagainya dimasukkan?? Tetapi mereka (PUM) mungkin menganggap semua ini 'bidaah'. wallahua'lam.
 
Itulah sedikit sebanyak ngomelan saya buat masa ini dan saya berharap akan ada orang yang pakar dalam Bahasa Arab untuk merencahkan artikel di falak-net ini sebab kefahaman dalam nahu Arab sepatutnya boleh menafsirkan dengan baik setiap ayat berkenaan Alam Semesta. Namun saya juga percaya bahawa masih ada juga ayat Quran yang langsung tidak ataupun sedikit menggunakan kefahaman nahu Bahasa Arab untuk membongkar maksudnya. Oleh itu, saya yakin bahawa ayat Quran tidak dapat ditafsir hanya dengan kepakaran dalam nahu semata-mata tetapi dengan cara yang lain juga sebab Al Quran itu Universal yang terbuka untuk umat yang Islam Universal. Kenapa anda semua tidak mahu mencuba. Jadikanlah artikel saya yang terdahulu sebagai contoh berkenaan Planet ke-12 dan sebagainya. Ambillah iktibar wahai saudara-saudara sekalian jika anda semua ada satu idea yang mungkin boleh kita semua dengar. Jangan diam membisu seribu sejuta bahasa. Kembangkanlah bakatmu!
 
Contoh yang telah saya buat dahulu ialah artikel berkenaan ABU LAHAB WTC. Cuba renungkan dan perhatikan bagaimana mukjizat Quran itu tidak menzahirkan diri pada kurun-kurun yang lalu melainkan setelah WTC ranap baru umat Islam dapat memahami bagaimana tafsiran Quran itu boleh berubah mengikut suasana. Saya tidak ambil berat berkenaan ayat hukum sebab kita telahpun mendapat penjelasan yang cukup baik dari ahli-ahli fiqah terkemuka terdahulu seperti Imam-Imam Mazhab tersohor dan ramai lagi termasuk di sini pengumpul hadis terkemuka dan sebagainya. Mereka adalah untaian mutiara sepanjang zaman.
 
Jadi sekarang... ada ayat lain yang memerlukan penjelasan iaitu ayat-ayat berkenaan peristiwa dan alam semesta termasuk sains itu ini (perubatan dan sebagainya).. Kenapa tidak kita jadikan senjata yang berkesan untuk menghujah sesuatu fenomena sepanjang zaman berdasarkan mukjizat Al Quran yang sentiasa akan zahir setiap waktu dan ketika sebaik-baik tertemunya sesuatu gejala dalam alam semesta seperti itu ini dan lain-lain....??? Fikirkanlah wahai saudara-saudari, tuan-puan semua.
 
Ini adalah saat kita menunjukkan kebenaran Islam untuk sesiapa saja hatta saudara seagama sendiri pun. Jadi saya ucapkan syabas pada Isma Nusa dengan sedikit penerangannya berkenaan peristiwa susutnya air dari Tasik Tabariyyah (Sea of Galeeli), seorang pembaca budiman (perempuan: saya lupa nama) berkenaan salji turun di Mekah.... dan lain-lain lagi. Jangan tinggap sepinya laman falak-net yahoogroups ini. Sampaikanlah walaupun sepotong ayat, itu lebih afdahl jika anda mengetahuinya.
 
Sekian, wassalam.
 
Harap tunggu artikel saya berkenaan KEJADIAN LANGIT DAN BUMI MUTAKHIR.
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, April 10, 2002 12:59 PM
Subject: [falak-net] Big Bang

 Assalamualaikum.

Terjemahan maksud al-Quran Surah Al-Adiyat, 100 ayat 1-7

  1. Demi yang melaju kencang dengan termengah-mengah
  2. Yang lalu memercikkan api,
  3. Yang lalu meledak menampilkan cahaya,
  4. Lalu dengan itu menerbangkan debu
  5. Lalu dengan itu menghentakkan kumpulan
  6. Sesungguhnya manusia sangat ingkar kepada Penciptanya,
  7. Dan atas hal itu dia benar-benar menyaksikan,

Dari kumpulan ayat ini ada yang mencuba untuk menggambarkan permulaan awal terbentuknya alam semesta. Wal'adiyati, demi yang berlari kencang, menunjukkan kecepatan yang luar biasa besar, tertahan, lalu memercikkan api( energy), lalu meledakkan cahaya yang terbit, lalu menerbangkan partikel-partikel halus, lalu menghentakkannya untuk mendorong terbentuknya kumpulan-kumpulan. Barangkali ini gambaran dari apa yang sekarang dinamai 'Big Bang'.

Oleh itu,sesiapa yang arif mengenai pembentukkan permulaan alam semesta tolong berikan sedikit gambaran mengenainya ?

Sekian.Wassalam.

Note:Tafsiran yang biasa dibuat adalah mengenai kuda dalam peperangan.


#589 From: "Isma Nusa" <ismanusa@...>
Date: Fri Apr 12, 2002 4:53 pm
Subject: Astronomical Facts in Quran
em_sanusi
Send Email Send Email
 

Professor Yoshihide Kozai: I say, I am very much impressed by finding true astronomical facts in the Qur'aan.
Dr. Kozai is Professor Emeritus at Tokyo University, Hongo, Tokyo, Japan, and was the Director of the National Astronomical Observatory, Mikata, Tokyo Japan. We presented to him a number of Qur'aanic verses describing the beginning of creation and the heavens, and which deal with the relationship of the earth to the heavens. After studying these verses, Professor Kozai asked us about the Qur'aan and about the time when the Qur'aan was revealed. We informed him that it was revealed 1400 years ago, and then we asked him about the facts which these verses contained. After each answer we would show him the Qur'aanic text. He expressed his astonishment, saying that this Qur'aan describes the universe as seen from the highest point, everything seen is distinct and clear. He who said this sees everything in existence. Seen from such a point, there is nothing which can be unseen.
We asked him whether at some point in time the firmament was in a form of smoke. He stated that all signs and indications are converging to prove that at one point in time the whole firmament was nothing but a cloud of smoke. This has come to be established as a proven visible fact. Scientists now can observe new stars forming up out of that smoke, which is the origin of our universe, as we see in this picture (Figure 17.1)
Fig. 17.1
This picture was obtained only recently with the help of the spaceship. It shows one of the stars as it forms up out of the smoke. Look at the outer reddish parts of the smoke as it begins to heat and cluster. And look at the center of the cloud and how the smoky matter is of such high density that it becomes irradiant. The illuminating stars we see today were, just as was the whole universe, in that smoke form. We presented to him the Qur'aanic verse saying:
Then he turned to the sky, and it had been (as) smoke (dukhaan): He said to it and to the earth: come you together, willingly or unwillingly. They said: we do come (together) in willing obedience. (Qur'aan 41:11).
Some scientists describe this dukhaan or smoke “mist”. But Professor Kozai pointed out that the term “mist” does not correspond to the description of this smoke, because mist is characteristically cold, whereas this cosmic smoke is somewhat hot. Dukhaan indeed is made up of diffused gases to which solid substances are attached, and this is the exact description of the smoke from which the universe emerged even before the stars were formed. Professor Kozai said that because that smoke was hot, we cannot describe it as “mist”. Dukhaan is the best descriptive word that can ever be. In this way Professor Kozai continued to scrutinize each Qur'aanic verse we presented to him.
Fig.17.2
Finally we asked him: ‘What do you think of this phenomenon which you have seen for yourself, namely, that science is beginning to discover the secrets of the universe, whereas many of these secrets have already been revealed in the Qur'aan or in the Sunnah? Do you think that the Qur'aan was given to the Prophet Muhammad (sallAllahu ‘alaihi wa sallam) from a human source?’
Professor Kozai replied: "I say, I am very much impressed by finding true astronomical facts in Qur'aan, and for us modern astronomers have been studying a very small piece of the universe. We have concentrated our efforts for understanding of a very small part. Because by using telescopes, we can see only very few parts of the sky without thinking about the whole universe. So, by reading Qur'aan and by answering to the questions, I think I can find my future way for investigation of the universe."
Fig. 17.3
Professor Kozai believes it is impossible that the Qur'aan was from a human source. He further stated that we scientists in our studies concentrated only on a small area, but if we read the Qur'aan, then we will see a much larger picture of this universe. Scientists have to look at it in a panorama, not within limited and narrow perspectives. Professor Kozai acknowledges relating to the Cosmos, he is now able to define his way in the future. He states that, from now on, he will plan his research guided by the comprehensive Qur'aanic view of the universe.
Glory to You O Lord, may You be exalted! This is the ever-lasting miracle which renews itself. This is a miracle which gives life and which convinces Muslims and Non-Muslims, and which will convince all generations until the Day of Judgment. Allah said in the Qur'aan:
But Allah bears witness that what He has sent unto thee He has sent with His (own) knowledge. (Qur'aan 4:166).
And say: Praise be to Allah, Who will soon show you His signs, so that you shall know them. (Qur'aan 27:93).
Visit http://www.it-is-truth.org for more information



Get more from the Web. FREE MSN Explorer download : http://explorer.msn.com


#590 From: Bincang Bincang <suraubig@...>
Date: Sat Apr 13, 2002 12:41 am
Subject: Re: NUKILAN.....
suraubig
Send Email Send Email
 
Sdr Azam,

Saya meminati tulisan saudara,  bahkan saya bersama
rakan-rakan net yang lain sentiasa menunggu-nunggu
tulian terbaru saudara.  Walaupun saya tidak mendalami
bidang ini tetapi saya meminatinya.

Cuma saya agak terkilan dengan komen saudara terhadap
institusi seperti PUM dan Persatuan Ulama Kedah yang
pada perkiraan saya tidak wajar diluah kan di sini.
Ditambah lagi dengan lontaran gopoh saudara sebagai
'...mungkin menganggap semua ini sebagai 'bidaah'....'

Bukanlah bermakna 'mereka'  ini tidak boleh ditegur,
tetapi sudah tentu teguran untuk mereka lebih sesuai
melalui forumnya yang sebenar.

Mungkin 'mereka' sibuk seperti mana saudara juga
mengeluh sibuk.  Ditambah lagi dengan apa-apa sahaja
yang akan di'keluar'kan oleh mereka berhubung sesuatu
akan menjadi garis panduan kepada umat.  Mereka
mungkin perlu lebih berhati-hati dengan amanah ini.
Mungkin juga mereka kekurangan maklumat disebabkan
kekurangan kepakaran dalam bidang ini....alangkah
lebih baik saudara lebih 'mendekati'  mereka atau
terlibat dengan mereka seterusnya kepakaran saudara
boleh dimanafaatkan sepenuhnya.

Sekali lagi....tulisan dan kajian saudara memang
menarik.

Terimakasih.

--- Azam Noor <zammaster@...> wrote:
> Assalamu'alaikum kepada para falak-netters,
>
> Sudah sekian lama saya tidak menulis untuk ruangan
> ini disebabkan kesibukan yang amat sangat di Unit
> Falak USM kerana menyiapkan tesis kajian jilid
> pertama bagi Astrofizik Matahari setebal 300 halaman
> selain dari kesibukan menyiapkan kesemua hampir 10
> komputer (setting up hardware dan software termasuk
> networking dan checking apa-apa problem bagi
> kedua-dua jenis tersebut sebab saya mempunyai
> pengalaman serba-sedikit sebagai juruteknik
> komputer), justeru saya tidak ada masa untuk menulis
> perkara baru. Saya minta maaf. Saya merancang untuk
> menyiapkan Kalendar Safar 1423 terbaru setelah
> Kalendar Muharram 1423 yang lalu tetapi belum dibuat
> lagi. Insya Allah nanti.
>
> Untuk menjawab perkara berkenaan Big Bang, saya
> mempunyai jawapan yang cukup jelas dan kompleks
> tetapi mungkin rumit untuk difahami dan saya
> bercadang untuk mengkhusus dalam kajian Kosmologi
> Big Bang diperingkat PhD di UK nanti, Insya Allah.
> Namun saya boleh menjelaskan kesemua term dan
> huraian yang sebaik mungkin berkenaannya di ruangan
> ini nanti berdasarkan huraian Quran tetapi sesiapa
> saja perlu berjanji tidak akan menciplak idea saya
> ini kerana saya akan gunakan konsep tersebut untuk
> PhD nanti.
>
> Untuk perhatian pembaca di falak-net ini, Big Bang
> bagi saya tidak berlaku tetapi dengan satu istilah
> yang lain. Walaupun dalam Surah Fushshilat dan Ali
> 'Imran ada menyebut fasal pemisahan langit tetapi
> percayalah bahawa maksud pemisahan tidak semestinya
> "meletup" tetapi mungkin juga umpama pemisahan
> semacam buih sabun sebab kita patut memandang
> kejadian kosmos ini dari skala yang lebih besar
> (galaktik), bukannya dari perspektif skala bumi.
>
> Saya berasa kecewa dengan sikap Persatuan Ulama
> Malaysia dan Persatuan Ulama Kedah kerana membisu
> untuk menjawab sama ada pandangan dan 'aqidah' saya
> dalam semua artikel di falak-net terdahulu itu betul
> atau tidak. Sepatutnya mereka boleh memandang
> 'tafsiran' saya secara bebas tetapi mereka tidak
> hendak lakukannya. Jika begini keadaannya,
> bagaimanakah boleh umat Islam maju dalam tafsiran Al
> Quran secara moden, sebagai contohnya berkenaan
> tafsiran berkenaan kejadian manusia... kita boleh
> buat tafsiran dalam bentuk footnote ke atas
> ayat-ayat Quran dan ditambah gambar-gambar menarik
> tetapi Al Quran terjemahan yang sedang dilaksanakan
> oleh PUM tidak ada ciri-ciri ini. Memang malang. Apa
> salahnya jika gambar-gambar dari team Jejak Rasul
> TV3 digunakan untuk Quran terjemahan ini seperti
> gambar Makam Nabi-Nabi... bahtera nabi Nuh dan
> sebagainya dimasukkan?? Tetapi mereka (PUM) mungkin
> menganggap semua ini 'bidaah'. wallahua'lam.
>
> Itulah sedikit sebanyak ngomelan saya buat masa ini
> dan saya berharap akan ada orang yang pakar dalam
> Bahasa Arab untuk merencahkan artikel di falak-net
> ini sebab kefahaman dalam nahu Arab sepatutnya boleh
> menafsirkan dengan baik setiap ayat berkenaan Alam
> Semesta. Namun saya juga percaya bahawa masih ada
> juga ayat Quran yang langsung tidak ataupun sedikit
> menggunakan kefahaman nahu Bahasa Arab untuk
> membongkar maksudnya. Oleh itu, saya yakin bahawa
> ayat Quran tidak dapat ditafsir hanya dengan
> kepakaran dalam nahu semata-mata tetapi dengan cara
> yang lain juga sebab Al Quran itu Universal yang
> terbuka untuk umat yang Islam Universal. Kenapa anda
> semua tidak mahu mencuba. Jadikanlah artikel saya
> yang terdahulu sebagai contoh berkenaan Planet ke-12
> dan sebagainya. Ambillah iktibar wahai
> saudara-saudara sekalian jika anda semua ada satu
> idea yang mungkin boleh kita semua dengar. Jangan
> diam membisu seribu sejuta bahasa. Kembangkanlah
> bakatmu!
>
> Contoh yang telah saya buat dahulu ialah artikel
> berkenaan ABU LAHAB WTC. Cuba renungkan dan
> perhatikan bagaimana mukjizat Quran itu tidak
> menzahirkan diri pada kurun-kurun yang lalu
> melainkan setelah WTC ranap baru umat Islam dapat
> memahami bagaimana tafsiran Quran itu boleh berubah
> mengikut suasana. Saya tidak ambil berat berkenaan
> ayat hukum sebab kita telahpun mendapat penjelasan
> yang cukup baik dari ahli-ahli fiqah terkemuka
> terdahulu seperti Imam-Imam Mazhab tersohor dan
> ramai lagi termasuk di sini pengumpul hadis
> terkemuka dan sebagainya. Mereka adalah untaian
> mutiara sepanjang zaman.
>
> Jadi sekarang... ada ayat lain yang memerlukan
> penjelasan iaitu ayat-ayat berkenaan peristiwa dan
> alam semesta termasuk sains itu ini (perubatan dan
> sebagainya).. Kenapa tidak kita jadikan senjata yang
> berkesan untuk menghujah sesuatu fenomena sepanjang
> zaman berdasarkan mukjizat Al Quran yang sentiasa
> akan zahir setiap waktu dan ketika sebaik-baik
> tertemunya sesuatu gejala dalam alam semesta seperti
> itu ini dan lain-lain....??? Fikirkanlah wahai
> saudara-saudari, tuan-puan semua.
>
> Ini adalah saat kita menunjukkan kebenaran Islam
> untuk sesiapa saja hatta saudara seagama sendiri
> pun. Jadi saya ucapkan syabas pada Isma Nusa dengan
> sedikit penerangannya berkenaan peristiwa susutnya
> air dari Tasik Tabariyyah (Sea of Galeeli), seorang
> pembaca budiman (perempuan: saya lupa nama)
> berkenaan salji turun di Mekah.... dan lain-lain
> lagi. Jangan tinggap sepinya laman falak-net
> yahoogroups ini. Sampaikanlah walaupun sepotong
> ayat, itu lebih afdahl jika anda mengetahuinya.
>
> Sekian, wassalam.
>
> Harap tunggu artikel saya berkenaan KEJADIAN LANGIT
> DAN BUMI MUTAKHIR.
>   ----- Original Message -----
>   From: mior latfee
>   To: falak-net@yahoogroups.com
>   Sent: Wednesday, April 10, 2002 12:59 PM
>   Subject: [falak-net] Big Bang
>
>
>    Assalamualaikum.
>
>   Terjemahan maksud al-Quran Surah Al-Adiyat, 100
> ayat 1-7
>
>     1.. Demi yang melaju kencang dengan
> termengah-mengah
>     2.. Yang lalu memercikkan api,
>     3.. Yang lalu meledak menampilkan cahaya,
>     4.. Lalu dengan itu menerbangkan debu
>     5.. Lalu dengan itu menghentakkan kumpulan
>     6.. Sesungguhnya manusia sangat ingkar kepada
> Penciptanya,
>     7.. Dan atas hal itu dia benar-benar
> menyaksikan,
>   Dari kumpulan ayat ini ada yang mencuba untuk
> menggambarkan permulaan awal terbentuknya alam
> semesta. Wal'adiyati, demi yang berlari kencang,
> menunjukkan kecepatan yang luar biasa besar,
> tertahan, lalu memercikkan api( energy), lalu
> meledakkan cahaya yang terbit, lalu menerbangkan
> partikel-partikel halus, lalu menghentakkannya untuk
> mendorong terbentuknya kumpulan-kumpulan. Barangkali
> ini gambaran dari apa yang sekarang dinamai 'Big
> Bang'.
>
>   Oleh itu,sesiapa yang arif mengenai pembentukkan
> permulaan alam semesta tolong berikan sedikit
> gambaran mengenainya ?
>
>   Sekian.Wassalam.
>
>   Note:Tafsiran yang biasa dibuat adalah mengenai
> kuda dalam peperangan.
>
>


=====
ANYTIME...ANYWHERE...ANYNEWS...

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Tax Center - online filing with TurboTax
http://taxes.yahoo.com/

#591 From: "Azam Noor" <zammaster@...>
Date: Sat Apr 13, 2002 3:59 am
Subject: SOKONGAN
zammaster@...
Send Email Send Email
 
Salam dari saya seperti selalu,

Saya minta maaf kerana perkataan tersebut tetapi maksud tersebut bukanlah
satu lontaran sebenarnya, cuma saya mahu berseloroh agar para peminat falak
di falak-net dapat memahami apa yang saya siratkan itu tadi. Saya
menghormati pihak PUM dan walaupun saya luahkan perasaan di falak-net groups
ini tetapi dengan keahlian kita yang hanya seramai 236 orang, saya rasa ia
bukanlah mewakili pendapat kesemua bahkan mungkin kita dapat mengambil
sedikit iktibar yang mungkin boleh membantu atau memberi cadangan/pandangan
untuk PUM dalam ertikata 'mesej ringkas' yang diharapkan pihak PUM akan
menjayakan satu terjemahan "Quran period baru" dengan lebih success dan
termoden. Insya Allah.

Itulah pandangan saya yang tidaklah ingin membuat komen yang keterlaluan
kepada pihak PUM atau PUK. Kan?

Kepada Allahlah semua kebenaran.

Wassalam.

----- Original Message -----
From: "Bincang Bincang" <suraubig@...>
To: <falak-net@yahoogroups.com>
Sent: Saturday, April 13, 2002 8:41 AM
Subject: Re: [falak-net] NUKILAN.....


> Sdr Azam,
>
> Saya meminati tulisan saudara,  bahkan saya bersama
> rakan-rakan net yang lain sentiasa menunggu-nunggu
> tulian terbaru saudara.  Walaupun saya tidak mendalami
> bidang ini tetapi saya meminatinya.
>
> Cuma saya agak terkilan dengan komen saudara terhadap
> institusi seperti PUM dan Persatuan Ulama Kedah yang
> pada perkiraan saya tidak wajar diluah kan di sini.
> Ditambah lagi dengan lontaran gopoh saudara sebagai
> '...mungkin menganggap semua ini sebagai 'bidaah'....'
>
> Bukanlah bermakna 'mereka'  ini tidak boleh ditegur,
> tetapi sudah tentu teguran untuk mereka lebih sesuai
> melalui forumnya yang sebenar.
>
> Mungkin 'mereka' sibuk seperti mana saudara juga
> mengeluh sibuk.  Ditambah lagi dengan apa-apa sahaja
> yang akan di'keluar'kan oleh mereka berhubung sesuatu
> akan menjadi garis panduan kepada umat.  Mereka
> mungkin perlu lebih berhati-hati dengan amanah ini.
> Mungkin juga mereka kekurangan maklumat disebabkan
> kekurangan kepakaran dalam bidang ini....alangkah
> lebih baik saudara lebih 'mendekati'  mereka atau
> terlibat dengan mereka seterusnya kepakaran saudara
> boleh dimanafaatkan sepenuhnya.
>
> Sekali lagi....tulisan dan kajian saudara memang
> menarik.
>
> Terimakasih.

#592 From: Shah <shah7475@...>
Date: Sat Apr 13, 2002 4:36 am
Subject: Planetary conjunctions (1 - 3 Safar 1423) - Siri 1
shahgazer
Send Email Send Email
 
Assalamualaikum wbt.

Alhamdulillah keadaan langit sejak
kebelakangan ini di sekitar Bangi cukup
memuaskan bagi sesiapa yg dahagakan aktiviti
pencerapan. Buat masa ini, saya masih belum
berjaya mendapat masa yang terluang untuk
mengemaskini laman web falak-net. Harap maaf.

Namun, tergerak untuk saya menyampaikan
fenomena yang menarik yang bakal berlaku
dalam bulan Safar ini. Fenomena yang dikenali
sebagai planetary conjunctions, atau
'pengumpulan' planet-planet di dalam satu
kawasan yang kecil dan seolah-olah berdekatan
di antara satu sama lain. Kalau boleh sesiapa
yang dapat memberi istilah yang lebih baik
dalam bahasa melayu atau bahasa Arab saya
teramat mengalu-alukan.

Bersama-sama email ini, saya telah sertakan
satu imej yang diambil dari perisian
StarryNight Backyard, yang menunjukkan posisi
planet-planet dan bulan pada 3 hari berturut-
turut bermula dengan 1 Safar ini, yakni 14
Apr 2002, petang hari Ahad (esok),
InsyaAllah.

Imej 1 : 1 Safar: jam 8 malam waktu KL
mengadap ke arah langit Barat.

Jika keadaan langit bersih dari awan/jerebu,
cuba cari bulan sabit berumur 1 hari rendah
di kaki langit. Mungkin agak sukar untuk
melihatnya, tetapi cubalah gunakan planet
Zuhrah (Venus) yang saya kira cukup cerah
untuk dilihat pada waktu ini. Bulan akan
berada di kiri bawah dari kedudukan planet
Zuhrah.

Cuba mendongak ke atas kepala, kedudukan
tegak dari planet Zuhrah, akan kelihatan
planet Musytari yang cukup cerah, melewati
kecerahan bintang-bintang lain. Buat masa
ini, Musytari sedang berada di dalam buruj
Gemini.

Berkedudukan antara planet Zuhrah dan
Musytari, ialah planet Zuhal(Saturn). Kita
boleh mengenali planet ini kerana di sebelah
kiri dari Zuhal, berkelipan sebuah bintang
berwarna kemerahan, iaitu bintang Aldebaran.
Zuhal akan lebih cerah dari Aldebaran.

Marikh pula akan berada di antara Zuhal dan
Zuhrah pula. Tetapi disebabkan kedudukannya
yang semakin jauh dengan Bumi dan semakin
hampir dengan matahari, menyebabkan
kecerahannya sekarang tidak sehebat mana,
malah dijika ditinjau kawasan langit di situ,
ia tidak ubah seperti bintang-bintang lain.

Jika anda mempunyai binokulars, cuba 'jalan-
jalan' di kawasan Marikh ini, disebelah kanan
bawahnya (lihat attachment). Anda akan
terserempak dengan satu kumpulan bintang atau
"open cluster" yang paling popular di langit,
iaitu the Seven Sisters atau the Pleadies.

Imej 2 : 2 Safar jam 8 malam waktu KL.
Imej 3 : 3 Safar jam 8 malam waktu KL.

2 hari berikutnya, kedudukan planet-planet
tidak banyak berubah berbanding hari pertama.
Yang paling menonjol perubahan posisinya
ialah Bulan.

Pada 2 Safar, Bulan telah beranjak naik
sedikit dari kedudukan semalam ( 1 Safar ),
dan kini berada di atas planet Zuhrah.

Sementara pada 3 Safar pula, Bulan akan terus
beranjak ke atas, dan semakin menghampiri
kedudukan planet Zuhrah.

Jom kita ziarah kembali langit kita sambil
mengucap Subhanallah!

sdra Azam kite..nak tambah ape-ape?

Wassalam
Shahrin Ahmad

#593 From: "Unit Sains Lingkudau USKAL-Sabah" <uskal@...>
Date: Sat Apr 13, 2002 1:55 pm
Subject: Re: SOKONGAN
uskal@...
Send Email Send Email
 
Salam Hormat,

Bagi saya selaku seorang pegawai di salah sebuah NGO di Sabah, tiada
sebarang masalah jika saya di"komen" walau macam manapun. Dan itu lebih saya
suka. Saya pernah di"komen" secara terbuka melalui suratkhabar (tempatan,
Sabah),  Radio (Sabah), dan secara bersemuka serta melalui surat yang
"melayang" ataupun rasmi. Dan langsung tiada masalah jika orang kata saya
"bodoh", sebab saya sedar "sejak bila pula saya pandai?".

Bagi saya tiada sesiapapun yang sempurna. Dan teguran ataupun sebarang
"hentaman" saya anggap sebagai pengajaran berguna dan ini akan lebih
meningkatkan semangat kerja saya. Orang kata "Apa sahaja yang anda kata,
ianya tidak akan melukakan hati"..... sebab saya makhluk yang lemah yang
sentiasa kekurangan ilmu.

Sekian wasalam.

Mustapha Nasir
PUSKAL-Sabah


----Original Message Follows----
From: "Azam Noor" <zammaster@...>
Reply-To: falak-net@yahoogroups.com
To: <falak-net@yahoogroups.com>
CC: <ulama@...>, <ulamakedah@...>
Subject: [falak-net] SOKONGAN
Date: Sat, 13 Apr 2002 11:59:15 +0800

Salam dari saya seperti selalu,

Saya minta maaf kerana perkataan tersebut tetapi maksud tersebut bukanlah
satu lontaran sebenarnya, cuma saya mahu berseloroh agar para peminat falak
di falak-net dapat memahami apa yang saya siratkan itu tadi. Saya
menghormati pihak PUM dan walaupun saya luahkan perasaan di falak-net groups
ini tetapi dengan keahlian kita yang hanya seramai 236 orang, saya rasa ia
bukanlah mewakili pendapat kesemua bahkan mungkin kita dapat mengambil
sedikit iktibar yang mungkin boleh membantu atau memberi cadangan/pandangan
untuk PUM dalam ertikata 'mesej ringkas' yang diharapkan pihak PUM akan
menjayakan satu terjemahan "Quran period baru" dengan lebih success dan
termoden. Insya Allah.

Itulah pandangan saya yang tidaklah ingin membuat komen yang keterlaluan
kepada pihak PUM atau PUK. Kan?

Kepada Allahlah semua kebenaran.

Wassalam.

----- Original Message -----
From: "Bincang Bincang" <suraubig@...>
To: <falak-net@yahoogroups.com>
Sent: Saturday, April 13, 2002 8:41 AM
Subject: Re: [falak-net] NUKILAN.....


  > Sdr Azam,
  >
  > Saya meminati tulisan saudara,  bahkan saya bersama
  > rakan-rakan net yang lain sentiasa menunggu-nunggu
  > tulian terbaru saudara.  Walaupun saya tidak mendalami
  > bidang ini tetapi saya meminatinya.
  >
  > Cuma saya agak terkilan dengan komen saudara terhadap
  > institusi seperti PUM dan Persatuan Ulama Kedah yang
  > pada perkiraan saya tidak wajar diluah kan di sini.
  > Ditambah lagi dengan lontaran gopoh saudara sebagai
  > '...mungkin menganggap semua ini sebagai 'bidaah'....'
  >
  > Bukanlah bermakna 'mereka'  ini tidak boleh ditegur,
  > tetapi sudah tentu teguran untuk mereka lebih sesuai
  > melalui forumnya yang sebenar.
  >
  > Mungkin 'mereka' sibuk seperti mana saudara juga
  > mengeluh sibuk.  Ditambah lagi dengan apa-apa sahaja
  > yang akan di'keluar'kan oleh mereka berhubung sesuatu
  > akan menjadi garis panduan kepada umat.  Mereka
  > mungkin perlu lebih berhati-hati dengan amanah ini.
  > Mungkin juga mereka kekurangan maklumat disebabkan
  > kekurangan kepakaran dalam bidang ini....alangkah
  > lebih baik saudara lebih 'mendekati'  mereka atau
  > terlibat dengan mereka seterusnya kepakaran saudara
  > boleh dimanafaatkan sepenuhnya.
  >
  > Sekali lagi....tulisan dan kajian saudara memang
  > menarik.
  >
  > Terimakasih.



------------------------------------------
Falak-Net - Mengembalikan Zaman Kegemilangan Ilmu Falak Islam

"He Who created the seven heavens, one above another: No want of proportion
will you see in the creation of Most Gracious, so turn your face again; Do
you see any flaw ... .... And We have adorned the lowest heaven with lamps
...." (67:3-5)

Laman Web: falak-net.20m.com
Hantar mesej: falak-net@yahoogroups.com
Subscribe:  falak-net-subscribe@yahoogroups.com
Unsubscribe:  falak-net-unsubscribe@yahoogroups.com
List owner:  falak-net-owner@yahoogroups.com


Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/




_________________________________________________________________
MSN Photos is the easiest way to share and print your photos:
http://photos.msn.com/support/worldwide.aspx

#594 From: "Azam Noor" <zammaster@...>
Date: Sun Apr 14, 2002 4:31 am
Subject: Fw: DARI PUM
zammaster@...
Send Email Send Email
 
----- Original Message -----
From: "ulama PUM" <ulama@...>
To: "Azam Noor" <zammaster@...>
Sent: Saturday, April 13, 2002 12:59 PM
Subject: Re: SOKONGAN


>
> salam,
>
> PUM tidak pernah menghalang mana-mana individu untuk bersama mengembang
misi dakwah kepada masyarakat. Malah PUM sentiasa menggalakkan usaha
tersebut di atas nama perkembanagan dakwah dan ilmu.
>
> Tetapi jika bahan yang hendak diketengahkan itu memerlukan penelitian yang
panjang, yang melibatkan penafsiran kaedah hukum dan sebagainya, saya rasa
bukan PUM sahaja malah institusi ulama' lain juga wajar dirujuk.
>
> Bagi PUM, kami hanya menjalankan usaha sedaya seadanya utk mencapai segala
hasrat dan cita-cita, kita masih kekurangan tenaga dan harta ... tetapi
daripada tiada, lebih baik ada sedikit sumbangan kita utk kemajuan umat
islam, sungguhpun penghasilan kita itu bnyk kelemahan dan kekurangan...
biasanya masyarakat akan mengkritik apa sahaja kelemahan dan kekurangan.
>
> tetapi insyaallah kita bersama-sama berusaha dan bekerjasama ke arah
memperbaiki segala kekurangan.
>
> semoga Allah merestu segala usaha utk dakwah di jalanNya.
>
> ----- Original Message -----
> From: "Azam Noor" <zammaster@...>
> Date: Sat, 13 Apr 2002 11:59:15 +0800
> To:  <falak-net@yahoogroups.com>
> Subject: SOKONGAN
>
>
> > Salam dari saya seperti selalu,
> >
> > Saya minta maaf kerana perkataan tersebut tetapi maksud tersebut
bukanlah
> > satu lontaran sebenarnya, cuma saya mahu berseloroh agar para peminat
falak
> > di falak-net dapat memahami apa yang saya siratkan itu tadi. Saya
> > menghormati pihak PUM dan walaupun saya luahkan perasaan di falak-net
groups
> > ini tetapi dengan keahlian kita yang hanya seramai 236 orang, saya rasa
ia
> > bukanlah mewakili pendapat kesemua bahkan mungkin kita dapat mengambil
> > sedikit iktibar yang mungkin boleh membantu atau memberi
cadangan/pandangan
> > untuk PUM dalam ertikata 'mesej ringkas' yang diharapkan pihak PUM akan
> > menjayakan satu terjemahan "Quran period baru" dengan lebih success dan
> > termoden. Insya Allah.
> >
> > Itulah pandangan saya yang tidaklah ingin membuat komen yang keterlaluan
> > kepada pihak PUM atau PUK. Kan?
> >
> > Kepada Allahlah semua kebenaran.
> >
> > Wassalam.
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: "Bincang Bincang" <suraubig@...>
> > To: <falak-net@yahoogroups.com>
> > Sent: Saturday, April 13, 2002 8:41 AM
> > Subject: Re: [falak-net] NUKILAN.....
> >
> >
> > > Sdr Azam,
> > >
> > > Saya meminati tulisan saudara,  bahkan saya bersama
> > > rakan-rakan net yang lain sentiasa menunggu-nunggu
> > > tulian terbaru saudara.  Walaupun saya tidak mendalami
> > > bidang ini tetapi saya meminatinya.
> > >
> > > Cuma saya agak terkilan dengan komen saudara terhadap
> > > institusi seperti PUM dan Persatuan Ulama Kedah yang
> > > pada perkiraan saya tidak wajar diluah kan di sini.
> > > Ditambah lagi dengan lontaran gopoh saudara sebagai
> > > '...mungkin menganggap semua ini sebagai 'bidaah'....'
> > >
> > > Bukanlah bermakna 'mereka'  ini tidak boleh ditegur,
> > > tetapi sudah tentu teguran untuk mereka lebih sesuai
> > > melalui forumnya yang sebenar.
> > >
> > > Mungkin 'mereka' sibuk seperti mana saudara juga
> > > mengeluh sibuk.  Ditambah lagi dengan apa-apa sahaja
> > > yang akan di'keluar'kan oleh mereka berhubung sesuatu
> > > akan menjadi garis panduan kepada umat.  Mereka
> > > mungkin perlu lebih berhati-hati dengan amanah ini.
> > > Mungkin juga mereka kekurangan maklumat disebabkan
> > > kekurangan kepakaran dalam bidang ini....alangkah
> > > lebih baik saudara lebih 'mendekati'  mereka atau
> > > terlibat dengan mereka seterusnya kepakaran saudara
> > > boleh dimanafaatkan sepenuhnya.
> > >
> > > Sekali lagi....tulisan dan kajian saudara memang
> > > menarik.
> > >
> > > Terimakasih.
> >
> >
>
> --
>
> _______________________________________________
> Sign-up for your own FREE Personalized E-mail at Email.com
> http://www.email.com/?sr=signup
>
>

#595 From: "Azam Noor" <zammaster@...>
Date: Sun Apr 14, 2002 4:42 am
Subject: PINTA BANTUAN
zammaster@...
Send Email Send Email
 
Assalamu'alaikum wrh. wbrkh.,

Saya sangat berbesar hati di atas makluman kembali dari pihak tuan dan saya
ucapkan setinggi-tinggi terima kasih di atas balasan ini. Saya percaya, di
antara semua individu seIslam boleh menyumbang sesuatu yang terbaik menurut
bidang kerjaya masing-masing.

Saya telah ditanya oleh beberapa orang rakan apakah benar atau tidak dan
bercanggah atau tidak tentang apa yang telah saya tulis di dalam falak-net
yahoogoups ini. Oleh itulah, saya meminta budi bicara pihak tuan untuk cuma
mengesahkan semua fahaman saya berkenaan Alam Semesta. Saya tidak tahu
bagaimana untuk merujuk perkara ini kepada pihak-pihak berwajib agama yang
lain tetapi saya pinta tolong dari PUM atau PUK untuk memberi komen
berkenaan segala apa yang telah saya tulis itu.

Harap dapat klik semua link di bawah ini:-

Sila carikan nama saya dalam setiap senarai (Azam Noor) untuk membaca semua
artikel saya dalam falak-net!!

http://groups.yahoo.com/group/falak-net/messages/441?viscount=-30

http://groups.yahoo.com/group/falak-net/messages/411?viscount=-30

Sekian, wassalam adanya.

Pertolongan dari pihak tuan amatlah saya hargai demi kemantapan 'aqidah'
saya selama ini. Insya Allah.

AZAM NOOR,
SISWAZAH PEMBANTU SARJANA,
UNIT PENYELIDIKAN ILMU FALAK DAN SAINS ATMOSFERA,
UNIVERSITI SAINS MALAYSIA,
11800 MINDEN,
PULAU PINANG.

----- Original Message -----
From: Azam Noor
To: Astronomi_Malaysia@yahoogroups.com ; falak-net@yahoogroups.com
Cc: foxbat@... ; abdul@...
Sent: Friday, March 01, 2002 9:00 PM
Subject: LAMAN WEB ISLAM SONGSANG

LAMAN WEB 'ISLAM' SONGSANG:-

http://hometown.aol.com/soaljawapfikh/myhomepage/faith.html

FAKTA FALAK PALING SONGSANG OLEH USTAZ RABI @ SONGSANG (RABBI = USTAZ
YAHUDI):-

Puan Jenab : Benarkah dunia kita berpusing atas tanduk lembu ?

Ustaz Rabi : Benar. Itu yang Ibnu Katsir kata. (2/29 dan 50/1). Saintis
telah menipu kita yang bumi berpusing atas paksinya.

CUBA BACA APA YANG TELAH SAYA TULIS DALAM ARTIKEL FALAK-NET NI UNTUK
KEFAHAMAN FALAK ISLAM YANG SEJATI:-

LIHAT ARTIKEL NO. 411 ' AL QURAN, AL HADIS DAN ALAM SEMESTA'

http://groups.yahoo.com/group/falak-net/messages/403

DAN JUGA ARTIKEL NO. 447 'TERBITNYA MATAHARI DARI BARAT'

http://groups.yahoo.com/group/falak-net/messages/433

SAYA SANGAT KESAL MALAH CUKUP MARAH (TETAPI SABAR) DENGAN FAHAMAN 'USTAZ'
RABI INI!!

SESIAPA YANG BERSETUJU DENGAN SAYA FASAL LAMAN WEB SONGSANG TERSEBUT SILA
RESPONSE, JANGAN DIAM SEOLAH-OLAH MERESTUI KECETEKAN FAHAMAN USTAZ SONGSANG
NI!!!!!!!

----- Original Message -----
From: "ulama PUM" <ulama@...>
To: "Azam Noor" <zammaster@...>
Sent: Saturday, April 13, 2002 12:59 PM
Subject: Re: SOKONGAN


>
> salam,
>
> PUM tidak pernah menghalang mana-mana individu untuk bersama mengembang
misi dakwah kepada masyarakat. Malah PUM sentiasa menggalakkan usaha
tersebut di atas nama perkembanagan dakwah dan ilmu.
>
> Tetapi jika bahan yang hendak diketengahkan itu memerlukan penelitian yang
panjang, yang melibatkan penafsiran kaedah hukum dan sebagainya, saya rasa
bukan PUM sahaja malah institusi ulama' lain juga wajar dirujuk.
>
> Bagi PUM, kami hanya menjalankan usaha sedaya seadanya utk mencapai segala
hasrat dan cita-cita, kita masih kekurangan tenaga dan harta ... tetapi
daripada tiada, lebih baik ada sedikit sumbangan kita utk kemajuan umat
islam, sungguhpun penghasilan kita itu bnyk kelemahan dan kekurangan...
biasanya masyarakat akan mengkritik apa sahaja kelemahan dan kekurangan.
>
> tetapi insyaallah kita bersama-sama berusaha dan bekerjasama ke arah
memperbaiki segala kekurangan.
>
> semoga Allah merestu segala usaha utk dakwah di jalanNya.

#596 From: Shah <shah7475@...>
Date: Mon Apr 22, 2002 12:33 am
Subject: Fwd: Re: Welcome to falak-net
shahgazer
Send Email Send Email
 
Date:   Mon, 22 Apr 2002 00:24:25 +0000

   From:   kassim bahali <kassimhb@...>
   Subject:Re: Welcome to falak-net
   To:     falak-net-owner@yahoogroups.com
   Bcc:




   Assalamualaikum


   Selamat bertemu. Saya pensyarah Kanan Fizik MRSM Jasin Melaka dan penasihat
   Kelab Astronomi.

   Kassim



   >From: falak-net Moderator
   >To: kassimhb@...
   >Subject: Welcome to falak-net
   >Date: 18 Apr 2002 02:32:03 -0000
   >
   >
   >Assalamualaikum wrh wbt,
   >
   >Kumpulan Peminat Ilmu Falak ( Falak-Net ) merupakan sebuah jaringan email
   yang ditujukan khas buat para peminat Ilmu Astronomi atau Ilmu Falak di
   Malaysia.
   >
   >Sudi-sudilah memperkenalkan diri, bagi merapatkan lagi sillaturrahim di
   antara warga falak-net, InsyaAllah
   >
   >Sebarang perbincangan yang berkaitan dengan ilmu falak amat dialu-alukan.
   Begitu juga dengan sebarang notis atau pengumuman berkenaan dengan fenomena
   langit yang menarik untuk kita sama-sama lihat di samping sama-sama insaf
   akan betapa indahnya alam semesta ciptaan Allah S.W.T.
   >
   >Mudah-mudahan dengan lahirnya falak-net ini, akan dapat membantu masyarakat
   Islam mengembalikan zaman kegemilangan umat Islam di dalam bidang ilmu
   Falak.
   >
   >InsyaAllah
   >
   >Wassalam
   >Shahrin Ahmad
   >Moderator/Founder Falak-Net
   >
   >
   >Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
   >
   >
   >
   >
   >
   >


   Join the worlds largest e-mail service with MSN Hotmail. Click Here
-------- End of forwarded message --------

#597 From: mior latfee <latfee@...>
Date: Fri Apr 26, 2002 11:11 pm
Subject: Penemuan Usia Baru Alam Semesta
latfee@...
Send Email Send Email
 

Penemuan usia baru alam semesta

(www.utusan.com.my)

Astronomi
ALAM semesta ini umurnya 13 bilion tahun, sedikit muda daripada yang dijangka sebelum ini.

Itulah hasil penemuan kajian terbaru yang mengukur penyejukan ambar pada bintang yang sedang mati.

Para pakar berkata, penemuan itu memberikan ``keputusan yang boleh dibandingkan'' dengan kajian terdahulu, yang menggunakan kaedah yang berbeza. Kajian sebelum ini merumuskan bahawa alam semesta ini muncul dengan teori Ledakan Besar antara 13 hingga 14 bilion tahun lalu.

Pengkaji bintang di University of British Colombia, Harvey B. Richer berkata, Teleskop Angkasa Hubble mengumpulkan imej kelam bintang yang hampir mati yang ditemuinya di M4, satu kelompok bintang yang jauhnya kira-kira 7,000 tahun cahaya dari sini.

Kata Richer, bintang yang malap itu, yang dipanggil katik putih sebenarnya merupakan saki-baki bintang yang suatu ketika dulu hampir lapan kali ganda saiz matahari.

Selepas sekian lama bersinar, bintang-bintang itu mengecil menjadi ambar yang menyejuk sebesar saiz Bumi, yang akhirnya akan menjadi dingin dan lenyap dari pandangan.

Kajian awal menunjukkan kadar penyejukan bintang-bintang itu, kata Richer.

Dengan melihat bintang yang kelam dan tua, para pengkaji bintang boleh menggunakan kadar penyejukan itu untuk menganggarkan umur alam ini.

Dalam satu sidang akhbar baru-baru ini, Richer berkata, bintang yang paling kelam berumur sehingga 12.7 bilion tahun, campur tolak kira-kira setengah bilion tahun.

Kata Richer, pembentukan bintang dianggarkan tidak bermula sehingga satu bilion tahun selepas Ledakan Besar.

Katanya, ini bermakna anggaran terbaik umur alam semesta ini ialah ``kira-kira 13 bilion tahun lalu.''

Tiga tahun lalu, para pengkaji bintang menggunakan kaedah lain yang menganggarkan alam ini berumur antara 13 hingga 14 bilion tahun.

Ia bertolak daripada satu pengukuran terperinci kadar galaksi ini bergerak menjauhi antara satu sama lain, pengembangan yang bermula dengan Ledakan Besar. Mereka kemudian mengira dari belakang - seperti memutarkan filem dari belakang - untuk mendapatkan anggaran usia itu.

``Hasil kami sama dengan apa yang ditemui oleh Richer,'' kata Wendy L. Freedman, seorang ahli kaji bintang di Balai Cerap Carnegie di California.

Beliau merupakan pemimpin sebuah kumpulan yang membuat pengiraan umur itu tiga tahun lalu.

Bruce Margon, seorang ahli kaji bintang di Institut Sains Teleskop Angkasa berkata, kedua-dua penemuan itu adalah berdasarkan kepada ``andaian''. Namun hakikatnya kedua-dua kaedah yang berbeza itu menemukan rumusan yang hampir serupa.

``Untuk mendapatkan satu kaedah yang berbeza bagi mengukur umur dan kemudian mendapat jawapan yang hampir sama adalah satu kemajuan yang menakjubkan,'' kata Margon.

Ia mungkin bukan satu jawapan yang muktamad tentang usia alam semesta ini tetapi katanya, ia ``sangat-sangat hampir''.

Bagi mendapatkan anggaran umur baru itu, Teleskop Angkasa Hubble mengumpulkan cahaya daripada M4 selama lapan hari sepanjang 67 hari. Hanya ketika itu mereka dapat melihat cahaya kelam dari bintang kecil yang tua itu.

``Inilah bintang yang paling sejuk yang kita tahu di alam semesta ini,'' kata Richer. ``Bintang-bintang ini menjadi semakin sejuk dan lebih kurang berkilau apabila semakin meningkat umurnya.''

Tambah beliau: ``Kami rasa kami telah melihat yang paling kelam. Jika belum, kami perlu memikirkannya semula,'' rumusan itu.

Cahaya bintang yang paling kelam itu kurang satu per bilion daripada cahaya bintang kelam yang paling terang yang boleh dilihat oleh mata kasar.

M4 merupakan kelompok berbentuk bulat yang dipercayai sebagai kumpulan bintang pertama yang terbentuk di galaksi Bima Sakti. - AP



Do You Yahoo!?
Yahoo! Games - play chess, backgammon, pool and more

#598 From: "Azam Noor" <zammaster@...>
Date: Sat Apr 27, 2002 4:28 pm
Subject: BERITA TERKINI
zammaster@...
Send Email Send Email
 
Assalamu'alaikum kepada Falak-Netters,
 
Saya telahpun mengetahui perkara ini melalui berita dari Yahoo.News semalam. Sila lawat laman web ini:-
 
 
Sementara itu satu berita berkenaan Black Hole juga begitu menarik sekali yang telah dihantar oleh pihak European Space Agency (ESA) kepada saya dua hari lepas.
Berikut adalah kenyataan mengenainya:-
 
Far away among the stars, in the Ara constellation of the southern sky, a small black hole is whirling space around it. If you tried to stay still in its vicinity, you couldn't. You'd be dragged around at high speed as if you were riding on a giant flywheel. In reality, gas falling into the black hole is whirled in that way. It radiates energy, in the form of X-rays, more intensely than it would do if space were still by tapping into the black hole's internal energy stream.

--------------------------------------------------------------------------
From the European Space Agency Science website mailing list,
please visit this web page:
 
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
Saya sedang menyediakan teks lengkap kajian berkenaan kejadian alam semesta yang akan disiarkan sebagai artikel Falak-Net ini dalam seminggu dua lagi sebab saya sangat sibuk dengan beberapa tugasan malah teks ini juga agak kompleks untuk difahami secara sambil lalu. Jika anda semua berupaya memahami apa yang akan saya hebahkan nanti, tentunya anda akan yakin bahawa fakta umur alam semesta sebenarnya ada dinyatakan dalam Al Quran yang seratus-peratus tepat yakni di antara 13 hingga 14 ribu juta tahun! Bagaimana saya memperhitungkannya berdasarkan dalil Quran ini akan saya paparkan nanti, Insya Allah. Teks lengkap kajian saya ini adalah hasil dari penyelidikan selama 16 tahun.
 
Saya terpaksa menyediakan artikel tersebut secara bersambung bermula dengan pengenalan terhadap pemahaman falsafah kejadian alam semesta menurut Islam.
 
Harap tunggu.
 
Wassalam adanya.
 
----- Original Message -----
Sent: Saturday, April 27, 2002 7:11 AM
Subject: [falak-net] Penemuan Usia Baru Alam Semesta

Penemuan usia baru alam semesta

(www.utusan.com.my)

Astronomi
ALAM semesta ini umurnya 13 bilion tahun, sedikit muda daripada yang dijangka sebelum ini.

Itulah hasil penemuan kajian terbaru yang mengukur penyejukan ambar pada bintang yang sedang mati.

Para pakar berkata, penemuan itu memberikan ``keputusan yang boleh dibandingkan'' dengan kajian terdahulu, yang menggunakan kaedah yang berbeza. Kajian sebelum ini merumuskan bahawa alam semesta ini muncul dengan teori Ledakan Besar antara 13 hingga 14 bilion tahun lalu.

Pengkaji bintang di University of British Colombia, Harvey B. Richer berkata, Teleskop Angkasa Hubble mengumpulkan imej kelam bintang yang hampir mati yang ditemuinya di M4, satu kelompok bintang yang jauhnya kira-kira 7,000 tahun cahaya dari sini..................................................................


#599 From: "Azam Noor" <zammaster@...>
Date: Sun Apr 28, 2002 4:03 pm
Subject: DALIL-DALIL QURAN
zammaster@...
Send Email Send Email
 
Kepada semua ahli Falak-Net, silalah link ke laman web ini:-
 
 
Wassalam.

#600 From: mior latfee <latfee@...>
Date: Wed May 1, 2002 8:34 am
Subject: Bulan Terbelah .
latfee@...
Send Email Send Email
 

Assalamualaikum.

Saya ingin bertanya mengenai terbelahnya bulan pada zaman Rasulullah s.a.w.

Hadis Abdullah bin Mas'ud r.a katanya:
Bulan telah terbelah kepada dua bahagian pada zaman Rasulullah s.a.w. Rasulullah s.a.w bersabda: Saksikanlah! (
Hadis Dalam Sahih Muslim)

Apakah ada pengesahan atau tanda-tanda dari ahli astronomi bahawa bulan pernah terbelah? Apakah kesan pada bumi, seperti pasang surut air laut atau sebagainya pada ketika itu?

Sekian. Wassalam.



Do You Yahoo!?
Yahoo! Health - your guide to health and wellness

#601 From: "Azam Noor" <zammaster@...>
Date: Thu May 2, 2002 2:39 am
Subject: Kejadian Alam Semesta (Bahagian Pertama)
zammaster@...
Send Email Send Email
 

PEMIKIRAN MENGENAI PENCIPTAAN ALAM SEMESTA

 

Alam Semesta ciptaan Allah amat menakjubkan sekali. Berjuta‑juta keindahan dan keajaibannya meruntun‑runtun jiwa kita untuk memerhatikan hakikat yang penuh dengan berbagai‑bagai rahsia yang membawa kita kepada suatu persoalan besar ‑ bagaimanakah alam yang terbentang luas ini terjadi? Sikap ingin tahu ini mengajak kita untuk melibatkan diri dalam beduta‑juta kajian (research) dan pencarian atau penemuan (discoveries) untuk mengisi kekosongan jiwa kita ini dengan ilmu yang penuh ketauhidan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Bermula dari sikap ingin tahu ini seterusnya menjadi satu gagasan ilmu yang mengumpulkan 'para pembingung' di dalam satu bidang yang dikenali sebagai Kosmologi. Pembinaan Kosmologi menghasilkan cabang‑cabangnya yang lebih kompleks iaitu bidang Astronomi atau Falak (Kajian Bintang), Planetologi (Kajian Planet), Selenologi (Kajian Bulan), Geologi (Kajian Bumi), Nefologi (Kajian Awan), Meteorologi (Kajian Cuaca), Klimatologi (Kajian Iklim), Volkanologi (Kajian Gunung Berapi), Seismologi (Kajian Gempa), Oseanografi (Kajian Lautan), Hidrografi, Topografi dan sebagainya yang memainkan peranannya yang tersendiri pula oleh para sarjana di setiap bidang itu sebagai satu cara untuk mengenali Alam Semesta dengan lebih dekat lagi serta lebih jauh dan luas skopnya bertujuan pula menyelesaikan segala permasalahan meliputi cuaca, agronomi (pertanian) dan yang bersangkutan atau berhubungan dengan kehidupan manusia itu sendiri demi kebaikan untuk membaiki taraf hidup mereka di maya pada yang terbentang meluas ini.

 

Sebelum manusia dijadikan, telah terlebih dahulu Alam Semesta ini wujud. Dalam hal ini kejadian alam telah mencatatkan satu sumber ilmunya yang terpenting iaitu Kosmologi. Bidang Kosmologi bermula sebagai satu cabang ilmu sains yang terpaling tua di mana ianya bermula bagi setiap manusia di planet Bumi ini sewaktu mereka pertama kali memerhatikan Burni serta pergerakan segala cakerawala di Alam Semesta. Selama lebih dari beribu-ribu tahun manusia telah memerhatikan alam; mereka melihat dan terus melihat serta cuba memahami dan mempelajari apa yang terdapat di persekitaran mereka sama ada ketika hari cerah (siang) ataupun ketika gelap (malam) berturutan hari demi hari, minggu derni minggu, bulan demi bulan, tahun derni tahun dan berlangsungan abad derni abad sehinggalah meliputi ribuan tahun sehingga manusia berada di tahap kemajuan yang pesat di dalam sains dan teknologi angkasa lepas. Pada tahap ini manusia sudah semakin jauh "menjelajah" ke merata penjuru alam dan buat pertama kalinya manusia mendarat di permukaan Bulan pada 21 Julai 1969 bersarnaan 7 Jamadil Awal 1389 Hijrah, pada hari Isnin yang bersejarah. Lebih jauh dari ini, manusia sebenamya telah 'mengembara' lebih dari jutaan tahun pedalanan yang ditempohi oleh cahaya dengan cara memerhatikan alam luar dengan teleskop‑teleskop berkuasa tinggi sama ada yang terletak di Bumi (ground‑base observatories) dan yang diletakkan di sekeliling orbit Bumi (space telescope).

 

Sebelum kalam (qalam) Allah diturunkan, manusia sangat tidak berupaya untuk memikirkan akan dari mana datangnya alam dan akan ke mana perginya alarn kerana persoalan sedemikian sangat mencabar daya pernikirannya ditambah pula mata sebagai pancaindera yang masih lemah untuk meninjau dengan lebih jauh selain dari apa yang hanya dapat diperhatikan secara biasa (mata kasar). Oleh itu dengan turunnya kitab Taurat pada 6 Ramadhan 2331 Sebelum Hijrah oleh Allah kepada Nabi Musa adalah detik bermulanya pemikiran terhadap soal‑soal alam ghaib dan alam nyata dengan lebih kritis. Lanjutan dari soal ini diteruskan lagi dengan turunnya kitab Zabur pada 12 Ramadhan 1831 Sebelum Hijrah untuk Nabi Daud, kitab Injil pada 8 Ramadhan 631 Sebelum Hijrah bersamaan tahun 10 Sebelum Masihi untuk Nabi 'Isa. Ketika zaman kitab Injil inilah sebuah tamadun purba di pulau Crete di Laut Aegean berkembang. Tamadun tersebut ialah Minoa dan Yunani. Tamadun ini berorientasikan pemikiran dan falsafah dalam ciri‑ciri kehidupan mereka. Pada mulanya pemikiran Yunani lebih mencerminkan daya fikir mengenai alam. Tokoh‑tokoh Yunani yang cinta akan pengetahuan bergelar 'philisophia' (Ahli Falsafah) mengenai alarn antaranya ialah Claudius Ptolemy (Ptolemaeus) atau Batlamus, Plato (Afiatun), Thales, Anaxagoras, Anaximander, Xenophanes, Empedocles, Leucippus, Democritus dan Eratosthenes.

 

Kemudian; setelah hancurnya tamadun Yunani dan tamadun Persia (Parsi), Islam mengambil alih tempatnya sebagai sebagai satu tamadun yang amat gemilang dan sebagai satu kuasa ilmu pengetahuan terpaling tinggi setelah Al Quran diturunkan buat pertarna kalinya pada 27 Ramadhan 11 Sebelum Hijrah bersamaan 16 Ogos; 610 Masihi untuk Nabi Muhammad S.A.W.

 

Selain dari membicarakan soal‑soal kehidupan, Al Quran juga membicarakan soal‑soal mengenai keimanan dan ketauhidan terhadap keesaan kepada Allah 'Azza Wa Jalla di mana Al Quran memperingat, mengajak serta menyuruh manusia memerhati dan memikirkan mengenai proses kejadian alarn dengan lebih serius. Al Quran juga mengajak manusia memikirkan perkara dan perihal yang ghaib yang tidak dapat dicapai dengan pancaindera manusia melainkan dengan bantuan wahyu; iaitu As Sam'iiyyat . Walaupun ia merupakan suatu yang ghaib, umat Islam wajib mengimaninya sepenuh hati tanpa keraguan walau sedikitpun. Perkara‑perkara As Sam‑'iiyyat itu ialah Al Mizan (Neraca atau Timabangan), Al Jannah (Syurga), An Nar (Neraka), Lauhil Mahfuzh atau Adz Dzikra (Papan Yang Terpelihara), 'Arsy (Singgahsana), Kursiy, Qalam, Haikal (Rangka Yang Melingkungi), As Samawat (Langit‑Langit) dan lain‑lain. Perkara‑perkara yang sedemikian ini harus manusia memikirinya tetapi apa yang sangat dilarangkan sama sekah ialah memikirkan mengenai Dzat Allah.

 

Apa yang lebih baik dan terpuji ialah memikirkan mengenai "segala apa‑apa yang ada di Langit dan segala apa yang ada di Bumi" (firman Allah) kerana segala khazanah Langit dan Bumi tidak diciptakan dengan main‑main melainkan dengan benar (haqq)!, agar ianya menjadi renungan kepada sernua insan yang beriman dan mematuhi perintah Allah. Langit dan Bumi dijadikan untuk manusia tetapi scdikit benar manusia yang mengambil iktibar dan pengctahuan lantaran kelalaiannya sendiri dari mempergunakan 'aqli (akal fikiran) untuk tujuan yang mumi ini.

 

Kosmogoni (Cosmogony) bermaksud 'Kejadian Alam Semesta'. Pengajian mengenai Kosmogoni ialah Kosmologi yang dipelopori oleh para ahli Kosmologi (Kosmologis). Terdapat berbagai‑bagai kajian yang telah dibuat oleh para Kosmologis moden dan hasilnya telah menyimpulkan pendapatpendapat mereka di dalam beberapa hukum, teori dan hipotesis yang belum tentu mempunyai kebenaran mutlak. Oleh itu mereka sering bercanggah pendapat apabila lcbih banyak jumpaan dan penernuan terbaru yang kernudiannya diketahui bergantung kepada modennya penciptaan alatan Kosmofiziks dan Astrofiziks seperti teleskop‑teleskop baru dan satelit‑satclit berteknologi tinggi yang memainkan peranan dalam penyelidikan selaras dengan perkembangan sains dan teknologi moden semasa. Walaupun teknologi Kosmofiziks dan Astrofiziks mutakhir masih mempunyai kelemahan‑kelemahan tertentu, ianya masih cuba diatasi secara berperingkat‑peringkat sesuai dengan keadaan zaman yang memerlukan pernerhatian terhadap kosmos dengan lebih terperinci.

 

Sebelum penyelesaian akhir dapat dibuat mengenai penetapan bagaimana asal mula kejadian alam, beberapa teori dan hipotesis telah dircka dan dicuba untuk difahamikan dan dipersesuaikan bagi segala penemuan sama ada lama atau baru. Walaupun kedapatan beberapa penernuan baru yang mengejutkan, fakta‑fakta dan data‑data teori itu akan selalu berubah‑ubah pula dalam erti kata berelatif kepada penemuan baru tersebut. Beberapa teori diperkatakan seperti berikut: Teori Letupan Besar Duniawi (Big Bang Theory), Teori Keazalian Alam (Steady State Theory) dan Teori Kemelaran atau Pengecutan Alam (Oscillating Universe Theory).

 

Bagi saya, apa yang telah saya maklum ialah Alam Semesta ini terjadi dari pemecahan satu unsur tunggal yang terdiri dari 'air'. Pemecahan unsur tunggal 'air' ini adalah dari sebuah Bumi yang besar kepada Tujuh Lapisan Langit dan juga kepada bumi‑bumi kecil dan Bumi yang kita duduki ini adalah pecahan dari sebuah Bumi yang besar di suatu ketika dahulu. Persoalan ini akan saya huraikan dalam bahagian yang lain. Hal ini telah dinyatakan oleh Allah dalam Al Quran Surah Al Anbiyak ayat 30 iaitu: "Dan apakah orang‑orang yang kafir tidak mengetahui bahawasanya Langit dan Bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kernudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan daripada air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga (mahu) beriman?"

 

Berdasarkan ketetapan dalil Quran di atas, kita dapati secara pasti bahawa maksud 'pisahkan antara keduanya' itu tidak lain dari bermakna 'letupan' atau 'pengembangan Langit dan Bumi'. Oleh itu, Alam semesta ini sudah seharusnya dijadikan secara memecahkan antara Langit dan Bumi kepada dua kumpulan unsur iaitu Langit‑langit yang tujuh dan Bumi‑bumi yang kecil. Pendapat yang berhujah sebaliknya sememangnya tidak dapat diterima‑pakai.

 

Teori Letupan Besar Duniawi

 

Teori ini dikemukakan olch seorang ahli Astronomi Belgium dalam tahun 1930an iaitu Georges Abbe Lemaitre. Beliau mendapati bahawa kesemua galaksi‑galaksi yang jauh berterbangan menjauhi dari sesamanya. Oleh itu beliau menjejak kembali penerbangan galaksi‑galaksi itu dan berdasarkan satu perkiraan didapati mereka pernah bersama kira‑kira 12 ribu juta tahun silam. Hakikat ini mengilhamkan kepada beliau kemungkinan sebuah letupan besar atau 'big bang' di suatu ketika dahulu. Bahan‑bahan berkentalan tinggi memecah keluar ke semua arah dari tengah pusat yang sebelumnya adalah besar dan bahan‑bahan tersebut beransur‑ansur membentuk pelbagai galaksi. Kesimpulannya, 'Big Bang Theory' menganggap Alam Semesta ini terjadi akibat ledakan gumpalan unsur raksasa. Dengan erti kata, Alam Semesta ini berasal dari satu unsur tunggal yang amat besar dan berpecah akibat tekanan tenaga tinggi yang berpunca dari dalam (tengah‑tengahnya) schingga unsur tunggal itu pecah menjadi kepingan-kepingan kecil alam yang seterusnya mewujudkan galaksi‑galaksi dan jasad‑jasad samawi lain.

 

Teori Keazalian Alam

 

Teori ini bertentangan dengan teori 'big bang'. Tiga orang penentang yang mencipta teori ini ialah Hermann Bondi, Thomas Gold dan Fred Hoyle. Mereka bertiga mengernukakan Teori Keazalian Alam ini pada tahun 1948 dan berpendapat bahawa Alam Semesta ini sudah wujud dari 'dahulu' lagi atau dalam pengertian ‑ azali! Ini bermaksud kewujudan alam tidak berawal dan berakhir! Teori ini juga tidak menjelaskan bagaimana alam ini maujud. Mereka berhujah bahawa galaksi‑galaksi semakin menjauhi sesamanya tetapi bahan‑bahan baru sentiasa dibina pada setiap ketika. Hal sebegini penyebab ketumpatan alam mempunyai pernalar. Teori ini sangat bercanggah dan tidak dapat diterima langsung oleh Islam.

 

Teori Pengecutan Alam

 

Teori ini juga berlawanan dengan Teori Letupan Besar Duniawi tetapi dengan jalan yang hampir sama. la mengemukakan asal mula kejadian berikutan pengembangan yang diakhiri dengan pengecutan (dalam erti kata mengembang lalu mengecut). Saintis yang mengideakan teori ini menyatakan bahawa alam sentiasa meluas atau mengembang dan menguncup di dalam sebuah lingkaran di mana arus perluasan akan harus tedadi secara menurun perlahan‑lahan lalu berhenti. Maksudnya, alam yang meluas akan merapat kembali menjadi satu disebabkan oleh daya tarikan dalaman (centripetal) melebihi dari daya tarikan luaran (centrifugal). Penyatuan semula itu dianggap kiamat tetapi kemusnahan (kiamat) yang disebabkan oleh penyatuan semula itu akan menghasilkan Alam Semesta yang‑baru pula! Kesimpulannya, teori ini berpendapat Alam Semesta akan mengembang lalu mengecut menghasilkan ledakan seterusnya mengembang kembali lalu merapat lagi menghasilkan sekali lagi ledakan kemudian mengembang lagi dan proses itu bersilih ganti tidak ada hentinya sampai infinit! Teori ini juga terpaksa, ditolak oleh Islam.

 

Walau bagaimanapun, ramai ahli Kosmologi dan Astronomi lebih menyetujui pendapat Abbe Lemaitre kerana pandapatnya yang logikal dan memahamkan kita bahawa tentulah ada Pencipta yang menciptakan alam ini kerana alam ini sudah tentu terlebih dahulu dijadikan sebelum berkembang.

 

Dalam dekad 1990an, sebuah satelit peneroka angkasa bernama Pengembara Latarbelakang Kosmik (Cosmic Background Explorer atau COBE) telah dilancarkan pada November 1989 manakala Teleskop Angkasa Hubble pula pada 25 April 1990. Misi kedua‑dua probe ini ialah untuk mencari bukti kejadian alam sama ada alam ini secara benar dihasilkan oleh kejadian 'big bang' atau menafikan terus dari fakta yang sedia ada.

 

COBE yang ditugaskan untuk memetakan alam telah bedaya membuat sebuah peta radiasi kosmic bagi galaksi kita (Bima Sakti) dan galaksi‑galaksi berdckatan. Akibatnya menimbulkan persoalan yang membingungkan ‑ sepatutnya alam ini mempunyai jisim 100% tetapi yang ada hanyalah 10% sahaia, ke mana menghilangnya 90% lagi?

 

Hakikat ini telah membingungkan para saintis Barat dan menyebabkan mereka terpaksa menafikan Teori Letupan Besar Duniawi ! Dengan demikian amat wajarlah firman Allah yang bermaksud:

 

"maka mengapakah mereka tetap juga tidak mahu beriman!"

 

(Al Anbiyak: 30)

 

Yang manakah dari kurnia Tuhan yang hendak kamu dustakan? Maha berkat nama Tuhan engkau yang penuh kebesaran dan kemurahan."

 

(Ar Rahman: 77 ‑ 78)

 


#602 From: "Azam Noor" <zammaster@...>
Date: Thu May 2, 2002 2:48 am
Subject: Kejadian Alam Semesta (Bahagian ke-2)
zammaster@...
Send Email Send Email
 

ALAM MENURUT FALSAFAH SAINS ISLAM

 

Setiap suatu kejadian bermula dengan sejarahnya yang tersendiri evolusi ialah putaran, kitaran atau edaran bendabenda hidup yang bermula dengan sejarah itu, tegasnya evolusi Makhluk kerana ia adalah benda‑benda baru (hadis).Tumbuhan, haiwan dan manusia mempunyai evolusi masing‑masing yakni proses kejadian yang mewujudkan sebahagian besar makhluk penghuni jagat raya ini.

 

Dalam membicarakan evolusi konsep kun fayakun (maka jadilah ia) terseret sama kerana kita dalam ertikata sedang membicarakan putaran benda‑benda hidup yanq diciptakan oleh Allah sendiri. Kita sebaqai makhluk yang diberi akal fikiran telah mendapat dorongan secara fitrah sejak dilahirkan untuk berfikir ‑ dari mana asalnya kita dan Alam Semesta ini?

 

Amat berat fikiran kita memikirkan tetapi kita masih dan tetap ingin tahu kerana kita dilahirkan untuk mengetahui sesuatu yang menjadi rahsia menarik bagi diri kita tetapi kita tidak dapat berfikir sendirian. Oleh itu Allah jualah yang membimbing kita setelah Dia menjadikan kita untuk mengerti dan memahami maksud dan misteri penciptaan yang Dia sendiri adakan. Allah berfirman di dalam Al Quran bahawa Dialah vang menqajar kita sepala apa yanq tidak kita ketahui. Pengetahuan yang kita ada datangnya daripada khabaran Allah S.W.T. dan pengetahuan itu milik Allah. Allah menyampaikan khabaran berupa ilham kepada kita dan berupa wahyu kepada para utusan‑Nya.

 

Sebelum manusia diciptakan, Allah terlebih dahulu menciptakan alam. Ini menunjukkan alam itu mempunyai pertalian yanq rapat dengan ke.jadian manusia dan amat besar maknanya pada Allah sendiri. Betapa tidak, bahkan Allah telah bersumpah bahawa alam ini tidak diciptakan denqan main‑main tetapi denqan haqq (benar). Sesungguhnya Allah menciptakan alam kerana Allah ingin menjadikan manusia! Tidakkah manusia insaf akan hakikat ini? Alam yang melingkungi sebegitu luas ini sudah tentu mempunyai hubungan dengan manusia dan saling perlu‑memerlukan antara keduanya‑duanya. Apa yang ingin dihuraikan selanjutnya ialah bagaimana terjadinya alam dan bagaimana benarnya firman‑firman Allah untuk diyakini oleh kita betapa peri pentingnya segala ciptaan yang telah Allah perbuatkan.

 

Apa yang boleh kita fahamkan kun fayakun dalam pengertian sebenar (menurut bahasa ilmiah) dan bukannya semata‑mata bahasa agama yang lazim kita pakai bagi membenarkan segala yang dicipta‑mau.judkan oleh Allah?

 

Terlebih dahulu, patutlah kita merujuk kepada definasi Hukum Alam yanq direalisasikan oleh evolusi itu tadi.

 

Hukum Alam

 

Kita sedia maklum bahawa Alam Semesta ini setentunya mempunyai hukumnya yang tersendiri tetapi Allah jualah yanq meletakkan hukum‑Nya pada Alam Semesta ini. Inilah yanq kita kenal sebagai sunnatullah. Oleh kerana Allah itu Maha Esa (Al Wahid), maka alam ini mempunyai kesatuan aturan pula yanq penuh dengan berbaqai‑bagai Hukum Alam (Laws of Nature) yanq tidak perlu berubah sepanjang zaman, hatta sehingga berakhirnya alam ini akibat kiamat.

 

Hukum bersebab merupakan satu dari hukum alam. Ia berasaskan pemikiran seperti yang dianjurkan oleh Islam dan merupakan fitrah manusia itu sendiri. Tamadun Yunani purba sedikit-sebanyak berasaskan hukum kausal ini. Hukum kausal menjadi kaedah melalui status dan komposisi di mana, setiap pembuat hukum (penghukum) yang mendapati cara sedemikian akan mengambil kesimpulan ringkas lagi mudah bahawasanya setiap kejadian berpunca dari sebab dan akibat', bukannya kebetulan (accident). Walau bagaimanapun, mereka yang berfikir sedemikian akan bertanggapan pula bahawa hukum alam itu pasti tunduk kepada sebab dan akibat secara mutlak dan sebab dan akibat itu pula mesti wujud pada sebarang benda yang merupakan bahan‑bahan (matter) dari sesuatu kejadian. Di sinilah terletaknya kelemahan‑kelemahan tertentu dalam tamadun pemikiran Yunani dan kebiadapan saintis Barat yang menganggap alam ini azali serta qadim lantaran sebab dan akibat yang mutlak pada hukum alam itu.

 

Perspektif Islam menyebut, konsep hukum alam patuh kepada sebab dan akibat secara mutlak adalah bertentangan dengan syarak kerana sebab dan akibat itu sebenarnya digerakkan oleh iradat dan kuasa Allah Azza Wa Jalla jua yang diterapkan oleh‑Nya kepada sesuatu benda atau bahan yanq Ia cipta. Bukannya kemahuan sesuatu bahantara (matter) itu sendiri untuk berbuat demik.ian. 'Teqasnya. Alam Semesta ini bekerja menurut ketentuan hukum Allah sahaja di mana la telah menetapkan untuk berlaku sedemikian rupa semenjak azali lagi dan segala hukum alam inilah yang termaktub di dalam kitab induk Lauhil Mahfuzh yang difahamkan oleh saya besarnya adalah melebihi saiz Alam Semesta (rujuk Al Kahfi: 109 dan Luqman:27).

 

Oleh kerana Allah menetapkan hukum alam itu tidak perlu berubah, maka hukum alam dapat digunakan oleh kita dalam bentuk pemalar (constant). Contohnya halaju cahaya dalam vakum yang dihisabkan mencapai kelajuan 299,792,458 kilometer sesaat. Ini bermakna kelajuan cahaya bergerak secara malar yang tidaklah terlebih atau terkurang secara ketara dari nilai plawai tadi. Tidaklah pula mustahil jika Allah mengubahkan pemalar kelajuannya. Jika ini berlaku, dapatlah difahami pula bahawasanya hukum alam akan berubah jika Allah sendiri yang menghendaki terjadinya perubahan itu.

 

Contoh paling mudah difahami ialah api itu sifatnya membakar tetapi peristiwa yang berlaku terhadap Nabi Ibrahim A.S. seolah‑olah menafikan sifat api tadi. Disinilah terletaknya qadak dan qadar yang diterapkan oleh Allah terhadap situasi itu.

 

Walaupun begitu, Allah bersifat Maha Bijaksana. Dia tidak akan mengharu‑birukan sesuatu suasana atau keadaan yanq telah disusun‑atur oleh‑Nya melainkanlah jika kaum kafir musyrikin mencabar‑Nya. Lihatlah bulan, yang tergantunq‑gantung di angkasa raya berdekatan Bumi. Pernahkah ia terbelah dua? Jika kita tinjau buku‑buku Astronomi dan Lunar Geologi yang menceritakan darihal Bulan, tidak pernahpun disebut ia pernah terbelah. Nyatalah pada kita bahawa kaum kafir tidak pernah sedar ataupun tidak mahu mengaku penyimpangan hukum alam dari kebiasaan telah berlaku suatu masa lalu lantaran terbelahnya Bulan semata-mata kerana ini adalah mukjizat Nabi Muhammad S.A.W.

 

Denqan demikian saya mengusulkan bahawa Allah akan merubah hukum alam itu dalam dua sebab:

 

i. Jika Allah sendiri yang berkehendakan perubahan itu (lihat Al Haj: 65)

 

ii. Jika Allah dan para rasul‑Nya dicabar oleh kaum musyrikin (bagi membuktikan kekuasaan Allah).

 

Kini kita faham bahawa hukum alam itu tetap sepertimana sediakala keadaannya (tidak akan diubah piawai malarnya oleh Allah). Maka, ini membolehkan manusia memanfaatkan pemalar-pemalar terbitan hukum alam (ciptaan Allah) untuk, memudahkan kehidupan terutamanya amal ibadat mereka kepada Allah S.W.T. Kita perhatikan Bulan di angkasa itu bergerak sangat teratur. Pemalar pergerakannya manusia gunakan sebagai parameter untuk penentuan masa (hari, bulan, tahun), hilal (penentuan Ramadhan dan Syawal) dan gerhana.

 

Apa akan terjadi jika Allah merubah hukum alam sewenang-wenanqnya? Akibatnva sangat besar! Waktu sembahyang yang didasarkan dari pergerakan Matahari akan membuatkan manusia kelam-kabut jadinya kerana deklinasi (declination) Matahari bebas berqerak dan berubah dari sepatutnya. Jika ini berlaku, bermakna sanqat sukarlah manusia beribadat kepada Allah lantaran pergerakan alam ini sendiri yang sangat tidak teratur! Sedangkan Allah mencipta manusia supaya beribadah kepada‑Nya dengan selesa dan mudah. Oleh kerana sifat Allah Yang Maha Pengasihani, Dia memudahkan manusia dengan menjadikan pergerakan alam penuh ketertiban dan sopan, agar manusia tidak akan keluh‑kesah dalam mengerjakan ibadah kepada‑Nya. Teqasnya, ibadah hanya akan mudah dilakukan jika alam ini dalam kestabilan.

 

Demikian pemurahnya Allah. Hukum alam yang telah Dia perbuatkan itu tidak sewenang‑wenang diubah kecuali sebab-sebab tertentu. Firman Allah: "Dengan nama Allah Yanq Maha Pemurah lagi Maha Pengasihani. Sebagai suatu sunnatullah (hukum Allah yang telah ditetapkan‑Nya) yanq telah berlaku sejak dahulu; kamu sekali‑kali tidak akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu". (Al Fath: 23).

 

Sesetengah tanggapan umat Islam kita: untuk menjadikan sesuatu benda, Allah hanya perlu menyatakan: Jadilah, maka terjadilah ia di mana Allah tidak perlu menunggu suatu letupan dan berjuta‑juta tahun untuk menjadikan sesuatu menampakkan bagaimana golongan ini bertaklid buta terhadap kalimat 'kun fayakun'.

 

Kesimpulan dari huraian di atas, tampaklah bahawa Allah itu Maha Kuasa, tidak mustahil Ia boleh menyimpang hukum alam dan menjadikan sesuatu dengan dengan sekali jadi berdasarkan kun fayakun itu tanpa perlu menunggu selama berjuta‑juta tahun bahkan sekelip mata sekalipun pasti Allah boleh lakukan. TETAPI, Ingatlah! Bahawa Allah telah berjanji denqan sumpah‑Nya: Sesungguhnya Kami menciptakan sesuatu menurut ukuran denaan serapi‑rapinva. (Al Qamar: 49 dan Al Furqan: 2). Dalam ayat ini "sesungguhnya" merupakan ikrar dan sumpah Allah bahawa Dia telah menjadikan alam ini berada dalam keadaan seimbang lantaran ukuran (pemalar, parameter) yanag telah Ia cipta bukanlah dengan kalimat kun fayakun secara terburu‑buru yang mana ini akan menyalahi kaedah yang telah Dia tetapkan!

 

Ternyatalah hujah sesetengah golongan yang taksub dengan kalimat kun fayakun ini tidak kena pada tempatnya malah terperangkap apabila merujukkan evolusi dari kun fayakun itu dengan surah Al Hajj ayat 5 yang berbunyi: "kerana sebenarnya Kami telah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setitik mani, kemudian dari seketul darah beku. Kemudian dari seketul daging yang disempurnakan kejadiannya dan yang tidak disempurnakan...".

 

Persoalannya: adakah alam dan manusia ini diciptakan denqan kalimat kun fayakun sekelip mata lalu jadi tanpa perlu terpengaruh oleh bahan, masa dan peringkat! Adakah juga Nabi Adam itu Allah ciptakan dengan kalimat kun fayakun' secara automatis terus menjadi? Bahkan menurut ulamak, Nabi Adam itu diciptakan dari tanah dan mengalami beberapa proses sehingga ditiupkan roh lalu meresap setakat batasan kepala Adam itu sudah mengambil masa 200 tahun lamanya!

 

Jika kita rujuk pula terhadan ayat 39 suratuz Zumar: "Tidakkah engkau memerhatikan bahawa Allah menurunkan hujan dari lanqit lalu dialirkan‑Nya menjadi mata air di Bumi, kemudian Dia menumbuhkan denqan air itu tanam‑‑tanaman yanq beraneka jenis dan warna. Kemudian tanam‑tanaman itu bergerak segar, selepas itu engkau melihatnya berupa kuning, kemudian Dia menjadikannya hancur bersepai". Ternyata sekali ayat ini membuktikan Allah Talala menjadikan sesuatu bermula tahap demi tahap, masa demi masa; bukannva automatik sekali jadi!

 

Nampaknya memang golongan yang bertaklid buta kepada kun fayakun telah terkeliru dalam berhujah mengenai konsep kun favakun berdasarkan kedua‑dua ayat Al Quran di atas. Sebenarnya tidaklah timbul masalah di sini apabila kun fayakun diguna dalam pembahasan ilmiah dan agama. Dalam konteks ilmiah, haruslah menggunakan kalimah kun fayakun secara bersesuaian bagi memahami maksud sebenarnya.

Letupan 'Big Bang' merupakan salah satu dari hukum alam yang telah Allah tetapkan untuk berlaku sedemikian. Walaupun boleh saja umat Islam menerima teori ini kerana ia setidak-tidaknya agak mirip dengan keterangan Surah Al Ambiyak ayat 30. Namun, kita mesti percaya mutlak bahawa yang membuat ledakan itu Allah S.W.T. sendiri dan ia tidak terjadi dengan sendirinya.

 

Cuba kita rujuk ayat ini: Allah yang menciptakan Langit dan bumi dan apa yanq ada di antara keduanya dalam enam masa... (As Sajdah. 4‑6). Persoalannya: adakah kun fayakun (kalimat menciptakan) itu akan mengambil tempoh enam masa; dalam ertikata Allah perlu menunggu selama enam masa untuk menciptakan Langit dan Bumi walhal setengah golongan umat Islam menganggap Allah tidak perlu menunggu beberapa lama sekalipun, cukup dengan secepat saat sahaja?!

 

Walaupun memang disebutkan dalam Al Quran bahawa firman Allah: Apabila Allah menghendaki sesuatu hanya dengan perintah: Jadilah! maka jadilah ia". (Yasin:82)

 

"Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kerdipan mata (lamhil bashar)" (Al Qamar: 50).

 

"Dan Dialah yang menciptakan Langit dan Bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan‑Nya di waktu Dia mengatakan". Jadilah, lalu terjadilah, dan di tangan‑Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup...." (Al Anam: 73).

 

Tidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti kerdipan mata atau lebih cepat lagi!" (An Nahli: 77).

 

Tetapi Allah bersumpah: "Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seribu tahun dari tahun‑tahun yang kamu hitung." (As Sajdah: 5 dan Al Hajj: 47) dan "Malaikat‑malaikat dan Jibrail naik (mengadap) kepada Tuhan (Al 'Arsy) dalam sehari yana kadarnya lima puluh ribu tahun." (Al Malarij: 4).

 

Sekali lagi terbuktilah bahawa masa di sisi Allah hanya sebentar sahaja tidak sepertimana yang kita rasai. Persoalannya: adakah Allah menciptakan Langit dan Bumi (dengan kalimat kan fayakun) yang mengambil tempoh enam masa (hari) tadi menurut perhitungan kita adalah 6,000 tahun (As Saidah dan Al Hajj) atau 300,000 tahun (Al Maarij)?? Jika kita pegang dalil Al Malarij (50,000 tahun), adakah sesaat (lambil bashar: kerdipan mata) itu lamanya 1.728 tahun (sehari=86,400 saat; 86,400/50,000) atau 1 tahun 265 hari 21 Jam 30 minit 41.62 saat pada kita?

 

Adakan benar sehari disisi Allah itu 1,000 atau 50,000 tahun pada kita? Di dalam ketiga‑tiga surah (Sajdah: 5, Al Hajj: 47, Maarij: 4). Allah tidak menggunakan amin atau 'am bagi tahun tetapi sanatin atau sanah. Apakah sebenarnya yang dimaksudkan dengan Sanah itu? Saya akan menghuraikan fasal ini dalam bahagian yang akan datang.

 

Menggubal Kesatuan Hukum

 

Kemampuan untuk merumuskan perkara‑perkara yang amat kompleks dengan menghasilkan kesimpulan yang mudah adalah petanda pemikiran yana agung. Sifat beginilah yang menjadikan Albert Einstein seorang tokoh yang besar kerana beliau berupaya merumuskan pergerakan alam fizikal di dalam satu hukum gravitasi (tarikan sejagat) iaitu Teori Relativiti. Walaupun begitu, menurut pendapat para ahli Fizik semasa, teori Einstein masih tidak cukup universal sepenuhnya kerana ianya masih lagi tidak dapat memperjelaskan beberapa gejala fiziks dan kosmologi yang lain. Oleh itu mereka berlumba‑lumba untuk mengatasi keagungan Einstein dalam menghasilkan satu teori yang lebih umum serta kompleks, yang akan mampu menggabungkan segala teori fiziks dan astro sebelum ini serta dapat pula memperjelaskan segala rahsia alam iaitu The Grand Unified Theory (GUT) dan 7heory of Everything (TOE).

 

Apakah mungkin untuk menggabungkan sepala teori yangsedia ada untuk di.jadikan satu hukum umum? Ini tidak mungkin dapat dilakukan jika kesemua penyelidikan atau pengkajian hanya berdasarkan alatan saintifik semata‑mata. Sikap untuk meneruskan juqa kajian bagi menemukan satu hukum yana kompleks sebenarnya merupakan dorongan nafsu dan kehendak hati manusia semata-mata. Tidak ada siapa jua pun yang akan mampu mencarikan hukum tunggal mengenai proses dan evolusi alam setiap ketika kerana manusia itu pada dasarnya amat lemah dan hanya Pencipta (khaliq) alam ini sahajalah yanq lebih Mengetahui kerana Dialah yang merencanakan setiap hukum bagi apa jua kejadian yang dicipta‑Nya.

 

Penggunaan kitab suci Al Quranul Karim pun belum lagi mencukupi untuk mencari hukum tunggal yang istimewa itu kerana Al Quran tidak akan sempurna tanpa Al Hadis, dalam ertikata ini Al Quran perlu diseragamkan dengan Al Hadis untuk menemukan GUT dan TOE itu.

 

Dr. Abdullah Ibrahim, bekas Pensyarah Fakulti Pengajian Islam UKM merangkap bekas Yang DiPertua Persatuan Falak Syari Malaysia pernah berkata bahawa: "Ayat‑ayat Al Quran dan Al Hadis yang menyentuh sesuatu masalah itu perlulah yang saling berkaitan dan berpadanan, kedua‑duanya tidak boleh pula dibaca atau diambil secara berasingan tetapi hendaklah dibaca secara serentak untuk diambil hukum menurut kaedah‑kaedah istimbat hukum yang diiktiraf dalam disiplin ilmu‑ilmu Islam".

 

Satu langkah paling wajar ialah memasukkan hadis yang membicarakan mengenai Alam Semesta ke dalam himpunan dalil-dalil Quran yang menyentuh topik yanq sama. Segala pendapat umum boleh dijadikan sandaran untuk membuka tahap perbincanqan dengan lebih meluas lagi.

 

Kita amat dilarang mentafsirkan Al Quran menurut fikiran dan logik sendiri kerana ia akan memecah-belahkan perpaduan Islam dari segi pemfatwaan. Bukan itu saja, pentafsiran sendiri membawa keburukan kepada diri kerana manusia tidak­ selalunya menerima ilham hakiki dari Allah dan Malaikat tetapi yang lebih mengikuti seseorang itu ialah hawa nafsunya dan juga syaitan atau iblis.

 

Oleh itu, penafsiran Al Quran wajib bersumberkan hadis kerana hadis langsung tidak dicemari oleh ilham nafsu. Sesungguhnva Rasulullah mendapat wahyu dan pimpinan daripada Allah secara langsung. Segala tutur kata Baginda adalah hadis dan bukannya bikinan nafsu Baginda tetapi merupakan petunjuk langsung daripada Allah melalui perantaraan Jibril A.S.

 

Renungi dua sabda Rasul seperti berikut:

 

Ibnu 'Abbas melaporkan bahawa Rasulullah bersabda: "Barangsiapa menafsirkan Quran mengikut fikirannya sendiri, bersedialah mencari tempatnya dalam api neraka". (Riwayat At Tarmizi).

 

Jundub pula melaporkan: "Barangsiapa menafsirkan Quran mengikut fikirannya sendiri dan (kebetulan) tafsiran itu betul, maka dia (tetap) berdosa". (Tarmizi dan Abu Daud).

 

Kedua‑dua hadis tadi memberi amaran agar jangan menafsirkan Quran mengikut akal sendiri tetapi gunakan juga Al Hadis yang telah diperakui sahih atau setidak‑tidaknya hasan atau yang seumpamanya seperti yang telah diakui oleh jumhur ulamak. Sesungguhnya Al Hadis adalah penjelas Al Quran! Sebagai mengukuhkan lagi hujah‑hujah, boleh saja menggunakan perbincangan ilmiah meliputi qaul ulamak, para cendekiawan serta pakar‑pakar bahasa Arab agar setiap penafsir dapat mengelakkan penyelewengan.

Ayat‑ayat Al Quran sebenarnya terbahagi kepada dua bahagian; iaitu yang boleh difahami secara langsung atau tidak langsung (muhkamat) manakala yang tidak dapat difahami secara harfiah (huruf semata‑mata) atau perlu dibuat kajian secara mendalam disebut mutasyabihat.

 

Dalil‑dalil mengenai Alam Ghaib dan Alam Nyata (alamusy syahadah: Alam Semesta) serta penciptaan Lanqit dan Bumi adalah dalil mutasyabihat. Untuk memahaminya perlu bersandarkan hadis yang konkrit. Saya kemukakan dua contoh mengenai dalil muhkamat dan mutasyabihat ini.

 

Firman Allah: "Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan), yang ini tawar laqi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi". (Al Furqan: 53) "Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing‑masing". (Ar Rahman: 19‑20).

 

Kedua‑dua ayat dari surah Al   Furqan dan Ar Rahman ini adalah ayat muhkamat kerana dengan sekali baca kita lantas terfikir bahawa ia merujuk kepada muara sunqai. Walau demikian ia masih sebahagian dari ayat mutasyabihat.    Ditinjau secara mutasyabihat pula, kita dapati sebenarnya ayat‑ayat di atas tadi memaksudkan "Dua laut yang tidak. bercampur" itu ialah pesisiran pantai di Cape Town, Afrika Selatan di mana terdapat pertembungan Lautan Hindi yang airnya berwarna hijau dengan Lautan Atlantik yang airnya berwarna biru. Jika cuaca baik dan terang akan kelihatan buih lurus membelah lautan dan membezakan kedua‑dua laut tadi. Buih inilah dimaksudkan sebagai batas. Namun ada satu lagi fenomena ini yang berlaku di Selat Gibraltar berdekatan Sepanyol di mana pertembungan arus dari Lautan Atlantik dengan Laut Mediterranean yang mewujudkan satu batas yang telah ditemui dari satelit NOAA yang mengimbas kawasan berkenaan.

 

Fakta yang didapati dari maksud batas yang menghalangi ini ialah; dari segi saintifik didapati memang terdapat perbezaan kualiti serta warna air dan hidupan pada kedua‑dua lautan itu yang menunjukkan kemasinan dan jenis hidupannya yana berlainan. Inilah pemisahan yang amat ketara yang telah disebutkan oleh Allah sebaqai "batas yana tidak dilampaui oleh masing‑masing". Secara amnya tafsiran sebaqai muara atau kuala sunqai tetap tidak salah kerana ayat‑ayat dari kedua‑dua surah tersebut membenarkan maksud muara sungai dan juga Lautan Hindi‑Atlantik-Mediterranean.

 

Bagaimanakah pula dengan ayat mutasyabihat sepenuhnya? Kita lihat contoh ini. Firman Allah: "Tiadalah Matahari itu mengejar Bulan dan tidaklah malam mendahului siang, dan masing‑masing beredar di satah edarannya". (Yasin: 40). Sekali imbas agak sukar untuk dimengertikan. Apa yang dapat dimengertikan dari perkataan mengejar'. Ia berkaitan dengan satah edarannya (orbit). Tetapi orbit yang dilalui oleh Matahari dan bulan dalam bentuk apa? Lurus, bulat atau bujur? Ditinjau dari seni nahu: "wa kullun fi falakiy yasbahun" (dan masing‑masing beredar di orbitnya), kita akan dapati bahawa "fi falakiy" boleh ditukarkan kembali dalam bentuk ayat tetapi dieja dari belakang iaitu falak (kaf, lam, fa) dan fil (fa, ya). Hasilnya; kaf, lam dan fa menjadi kullan fi, manakala fa dan ya menjadi falakiy yasbahan! Jelaslah bahawa falak (edaran: orbit) Matahari dan Bulan adalah elips (bujur)! Demikian bagaimana Allah menstrukturkan kembali ayat tersebut dalam bentuk ejaan yang memberi perlambangan fizikal secara sambil lalu.

 

Bagi memahami dalil‑dalil muhkamat dan mutasyabihat tadi, setiap orang Islam perlulah mendalami ilmunya. Allah Ta'ala menyebut seseorang yang mendalami ilmu demi mentafsirkan ayat‑avat muhkamat dan mutasyabihat sebagai Ar Rasikhuna fil ilmi (Ali Imran: 7).

 

Kita tidak mahu dan tidak suka kejumudan (kebekuan) berfikir dan bertaqlid buta dalam mentafsirkan ayat‑ayat Quran. Sesetengah dari golongan kita umat Islam sama ada tidak menyedari ataupun menafikan Alain Semesta serta juga As Samawati wal Ardh (Langit‑langit dan Bumi) diciptakan oleh Allah daripada air. Di mana mereka beranggapan bahawa ayat 11 Surah Fushshilat yang diterjemahkan sebagai memaksudkan 'kabus' (wan, asap) itu sebaqai longgokan gas'. Pada hal kabus yang dipanggil dipanggil gas dalam pengertian sebenar itu berasal dari apa?  Tdak lain tentulah dari 'air' itu sendiri! Dalam ertikata air yang terpeluwap (dalam ertikata mendidih: vaporisation) akan bertukar bentuk menjadi wap atau kabus (water vapour).

 

Apa yang menarik untuk dihubungkait dengan dalil Quran ini ialah; dalam bulan Februari 2002, pihak NASA dan ESA telah menemui bahawa unsur-unsur air sangat dominan sekali dalam Alam Semesta dan adalah dipercayai apabila satu kumpulan air dari angkasa telah merempuh bumi untuk membentuk lautan di bumi ini. Lautan di bumi tidak terjadi dengan cara seperti yang pernah kita ketahui sebelum ini, maka fakta ini memang mengejutkan. Dilaporkan seperti berikut: hidrogen yang terhasil dari Big Bang telah ditemui berada merata-rata dalam Alam Semesta. Oksigen dihasilkan oleh bintang-bintang telah dihambur keluar ke angkasa lepas apabila berlakunya letupan supernova. Dua elemen ini (hidrogen dan oksigen) membentuk awan-awan di angkasa yang tumpat dengan air (H2O). Molekul-molekul air meninggalkan awan-awan ini dan berselerak di banyak tempat: komet, planet-planet malahan pusat galaksi sendiri. Apabila bintang-bintang baru yang terbentuk semakin berumur, lebih banyak oksigen dibebaskan sebagai satu kilang pembuat air kosmos. Fakta dalam internet yang boleh ditemui ialah dengan menggunakan enjin carian terhadap tajuk-tajuk berikut: the cosmic water factory dan when did liquid water fill the planets?

 

Agak malang apabila sesetengah golongan umat Islam menggunakan idea sendiri dalam menafsirkan ayat 11‑12 surah Fushshilat itu dan suratul Ambiyak ayat 30 iaitu dari firman Allah yang menyebut: "Kemudian Dia menuju kepada penciptaan Langit, dan Langit itu masih merupakan kabus (wap, asap: Dukhan), lalu Dia berkata kepadanya dan kepada Bum: datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan sukahati atau terpaksa. Keduanya menjawab: Kami datang dengan sukahati. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa (Fushshilat: 11‑12). "Dan apakah orang‑orang kafir itu tidak mengetahui bahawa Langit dan Bumi itu keduanya dahulu merupakan suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya, dan daripada Air (Al Mak) Kami jadikan segala sesuatu yang hidup (Al Ambiyak: 30).

 

Tegasnya; ayat 30 Surah Al Ambiyak: "Dan daripada air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup (haiyin) bukanlah setakat memaksudkan turunnya air hujan dari langit yang memungkinkan berlakunya evolusi hidupan bahkan juga memaksudkan bahawa Langit dan Bumi itu memang berasal dari air. Penemuan terkini sains moden telah menunjukkan banyak bukti bahawa air memang intipati asal Alam Semesta yang kita diami ini dan adalah dipercayai bahawa 90 peratus jisim alam yang hilang adalah merupakan keseluruhan unsur air yang masih belum dapat dikesan itu.

 

Kefahaman untuk mendapati rahsia Alam Semesta adalah berdasarkan taufik dan hidayat oleh Allah kepada kita. Jika kita mahu mengetahui rahsia alam sepertimana yang kita ingini dan minati. Insya Allah ia tidak sukar.

 

Allah berfirman: "Aku tidak menghadirkan mereka (Iblis dan anak cucunya:) untuk menyaksikan penciptaan Lanqit dan Bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan tidaklah Aku mengambil oranq‑oranq yang menyesatkan itu sebagai pelindunq." (Al Kahfi: 51).

 

Allah telah menjelaskan bahawa tidak ada sesiapa pun yang telah menyaksikan penciptaan Langit dan Bumi (ataupun dalam ertikata istilah yang ditanggapi manusia sebagai Big Bang), akan tetapi setiap yang telah Allah perbuatkan itu sebenarnya bukanlah bermakna bahawa Dia ingin merahsiakan sahaja segala rahsia kejadian Alam Semesta dari pengetahuan manusia bahkan secara terus‑terang dapat saya katakan bahawa Allah sebenarnya ingin menyatakan sesuatu pada kita jika kita sendiri memohon daripada‑Nya sepertimana firman‑Nya:

 

"Yang menciptakan Langit dan Bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyalah tentang itu (sejarah kejadian Langit dan Bumi) kepada (Dia) ‑ Yang Maha Menqetahui." (Al Furqan: 59).

 

Insya Allah bersambung.

 

_____________________________________________________________________________________________________________________

 

 

When did liquid water fill the planets? Maybe not as early as was thought...

 

 

The water that makes our 'Blue Planet' such a nice place to live comes from space. In fact water is a quite common compound in space. Moreover, its presence can often be used as a clue to deduce other things, such as the formation history of our Solar System. For instance, by establishing the time when liquid water was first present in our Solar System astronomers can learn, amongst other things, how long it took for planet-like bodies to form - because water in liquid form can only exist in large objects. But, how can we trace the presence of liquid water billions of years back in time? Astronomers thought they had found a way to do it, but after a new discovery with ESA's Infrared Space Observatory, ISO, they might have to review this.

To trace the presence of liquid water in the early Solar System scientists relied so far on certain minerals called carbonates, because these minerals were thought to require liquid water to form. On Earth, a large fraction of sedimentary rocks are carbonates, for instance limestone and marble; they are the sediments that precipitate when a watery solution of carbon dioxide and another mineral, such as calcium, becomes saturated - the 'scale' in a tea kettle forms in the same way. And carbonates exist also in grains of dust between the planets, in asteroids and in meteorites coming from Mars, for example, in the famous meteorite ALH 84001, which some say contains fossilised bacteria.

The age of the carbonates can be clearly determined, and some very old ones had been found on certain asteroids and meteorites. So if carbonates were present a long time ago, in the young Solar System, liquid water also had to be present; and if there was liquid water, there had to be planet-like bodies, scientists thought.

The Solar System formed with residual material left-over from the formation of the Sun itself, about 5 000 million years ago. This material was swirling around the newborn Sun, forming a disc in which 'clumps' formed and began to grow by attracting more and more dust. Some of these 'condensates' ended up forming the planets. Thanks to the old carbonates scientists had been able to estimate that planet-like bodies had 'formed' already 20 million years after the formation of the first clumps in the disc around the Sun.

However, that scenario may now be due for revision. An international team has discovered, using ESA's ISO, large amounts of carbonates around two dying stars, where large bodies - and hence liquid water - do not exist. This suggests that carbonates are not necessarily linked to liquid water. The discovery, which is also the first detection of carbonates outside the Solar System, is reported in the 17 January issue of the scientific journal Nature.

"Our finding suggests that not all carbonates found in the Solar System were formed in association with liquid water, and this of course sheds new light on the formation history of the Solar System," says Ciska Kemper, of the University of Amsterdam and main contributor to the Nature article.

The stars observed with ISO are the Bug Nebula (NGC 6302) and the Red Spider Nebula (NGC 6537). As old stars usually do, they have spent the last ten thousand years expelling material through dense stellar winds. It is in that expelled material, which now forms a shell around the central star, where ISO has identified the unmistakable chemical signature of the carbonates, their 'spectra'.

Such carbonates cannot have been formed through the interaction with liquid water: neither had the material from the stars sufficient time to form new planets, nor are the carbonates residual from a pre-existing planetary system destroyed by the dying star.

"The amount of carbonates we find is equivalent to at least 30 Earth masses, far too large to be the relic of a hypothetical planetary system present before the star became a planetary nebula. On the other hand, the age of the dust-shell in the nebula is about ten thousand years, which is too short for a new planetary system to form," explains Kemper.

Therefore, the carbonates around the Bug Nebula and the Red Spider Nebula must have formed through an alternative mechanism that does not involve liquid water. It means that scientists have lost their lead to trace the presence of liquid water back in time.

As for our knowledge of the Solar System history, the authors cannot say if the alternative mechanism for forming carbonates was at work also in the early Solar System. But the mere possibility of this implies that the assumption that very old carbonates signal the quick formation of planets needs to be reviewed. "The point is that it might be easier to form carbonates than people have previously thought: it is not necessary to first form planet-like bodies. Carbonates could be present before the first planets were present. They could be formed in situ, but it might even be true that they originated from evolved stars and have survived their residence in the interstellar medium," explains Kemper.


#603 From: Shah <shah7475@...>
Date: Sun May 5, 2002 2:08 am
Subject: Diari Falak-Net ( 5 Mei 2002 )
shahgazer
Send Email Send Email
 
Assalamualaikum. wbt

Senarai fenomena berikut merupakan hasil pengolahan data dari perisian
Skymap Pro 8, Occult 4.2 dan laman-laman web.

5 Mei 2002 (Ahad)

8.00pm - Jarak angular antara Bulan dan planet Uranus paling minimum.
Kedua-dua objek ini dipisahkan sejauh 4 deg 9 min. , dan semasa kejadian
ini berlaku, kedudukan Elongation ialah 16 deg 36 min.

8.44 pm - Fenomena bulan-bulan Galileans (bulan-bulan bagi planet
Musytari). Bulan Io akan keluar (regress) dari digerhanakan oleh Musytari.
( Code standard : I.Ec.R )

Wallahualam
Shahrin Ahmad

#604 From: "Azam Noor" <zammaster@...>
Date: Sun May 12, 2002 8:18 am
Subject: PERISTILAHAN DALAM FALAK SYAR'I
zammaster@...
Send Email Send Email
 
Assalamu'alaikum,
 
Pada hari ini telah tersiar dalam Mingguan Malaysia, 12 Mei 2002 berkenaan apa yang menjadi persoalan berkenaan tafsiran ulama silam yang diperbincangkan oleh penulisnya, Muhammad Razman dengan artikel berjudul "Ada Ulama Menolak Ilmu Logik" pada muka surat 8 bahagian 'Rencana' boleh dipertikaikan kebenaran tanggapannya apabila beliau telah menuduh Ibnu Kathir telah membuat penyelewengan yang cukup besar terhadap tafsiran ayat Quran.
 
Saya tidak fikir Ibnu Kathir sebagai seorang ulamak muktabar kononnya dikatakan membuat 'penyelewengan tafsiran yang sangat besar itu' menurut anggapan Muhammad Razman bahkan saya lihat ia bertitik-tolak dari hadis Rasul sendiri yang bermaksud begini: "adalah bumi itu atas seekor lembu.... adalah lembu itu di atas sebuah batu, kemudian batu itu di atas seekor ikan dan ikan itu berada di atas laut yang luasnya laut itu seribu tahun perjalanan......."
 
Saya tidak pernah nampak dari mana Razman mendapati ayat 'bumi berada di atas punggung sapi'. Jika ayat ini merupakan perkataan Razman sendiri, beliau patut dipersalahkan kerana cuba membawa otak pembaca akhbar untuk menerima bulat-bulat hujahnya dalam tuduhan itu tadi.
 
Mungkin Razman sebenarnya yang perlu memiliki pemikiran logik sebab saya sendiri sememangnya sedar bahawa hadis tersebut sangat susah hendak diterima berdasarkan fikiran logik tetapi secara keseluruhannya hadis tersebut mempunyai konsep yang telah sekian lama diabaikan oleh umat Islam sendiri. Konsep tersebut ialah PERISTILAHAN DALAM ILMU FALAK. Jika umat Islam mahu berjaya menterjemahkan ayat-ayat Quran atau hadis, ia bukan sekadar memerlukan pemahaman terhadap fungsi atau kehendak ayat atau dalil tersebut bahkan ia mesti diselaraskan dengan peristilahan yang diwakili oleh simbol ayat. Saya rasa umat Islam boleh maju lebih jauh jika umat Islam menterjemahkan penemuan sains moden yang diselaraskan oleh penerangan dalil Quran dan hadis.
 
Biarlah saya terangkan dengan lebih mudah berkenaan pemahaman konsep peristilahan dalam Ilmu Falak ini.
 
Seringkali kita melihat gambar-gambar angkasa lepas dengan cakerawala yang indah-indah tanpa berfikir sesuatu yang bermakna. Kita sukar memberi nama-nama terhadap segala keindahan itu kerana kita seakan tidak bersyukur terhadap alam cakerawala di sekeliling kita hingga membiarkan pihak lain yang sanggup memberikan nama. Faham apa maksud saya?
 
Begini, umat Islam diperkenalkan oleh saintis Barat dengan nama-nama saintifik berbau keYunanian (Greeco-name) terhadap apa jua istilah sains moden. Misalnya nama buah durian ialah durio zibetinus. Harimau belang sebagai panthera tigris. Kawah-kawah di permukaan Bulan yang diberi nama sebagai Al Biruni dan beberapa saintis Islam lain dinamakan oleh saintis Barat sebab umat Islam sendiri 'keberatan' hendak memberi nama lantaran tidak berminat atau apa-apa sebab-musabab yang lain; sedangkan pemberian nama kawah-kawah berbau Islamik oleh para saintis Barat itu sebenarnya hanya sekadar melepaskan batuk ditangga sahaja!! Pedulikanlah nama-nama apa-apa penemuan baru jasad kelangitan dengan nama mangsa-mangsa runtuhan WTC kerana kita ada hal lain yang lebih penting???
 
Kita diperkenalkan oleh saintis astronomi Barat dengan nama-nama nebula seperti Nebula Rosetta, Nebula Amerika Utara, Nebula Lagoon, Nebula Trifid (seakan-akan berbunyi 'Trinity' dalam agama Kristian), Nebula Kepala Kuda di buruj Orion dan lain-lain lagi. Komet Halley diberikan after Edmund Halley penemu komet yang mengorbit sistem solar 76 tahun sekali. Belum pernah ada dalam zaman moden ini nama-nama untuk saintis Islam. Orang India boleh berbangga dengan Subramanyam Chandrasekhar kerana namanya banyak diabadikan untuk beberapa lapangan astronomi seperti satelit angkasalepas Chandra, istilah Chandrasekhar Limit dan lain-lain. Kita? apa kita ada??
 
Umat Islam harus bertanya diri sendiri, salah siapa semua ini? Boleh saja kita menyebut bahawa umat Islam terkebelakang dari sains Barat sejauh 100 tahun. Maybe, jangan salahkan sesiapa sebab kita yang membuat begini terjadi selepas runtuhnya Baitul Hikmah di Baghdad dalam penyerbuan Mongol 1283.
 
Saya tidak mahu perpanjangkan isu di atas tetapi saya ingin menarik anda kepada nama-nama jasad cakerawala tadi.
 
Kita harus bertanya, adakah sesuatu dalam alam semesta ini tanpa mempunyai nama? Pasti saja ada! Di antara nama-nama itu ada yang sudah dijumpai dan diketahui selepas penemuan dan penyelidikan, malah ada juga yang diketahui manusia tanpa mengkaji. Misalnya pakar-pakar Astronomi tidak dapat menyebut satu sumber sinar X-ray yang sangat kuat di teras galaksi lalu diistilahkan merujuk kepada kewujudan Black Hole. Tegasnya mana yang sempat dilihat atau sempat diterfikirkan lantas diberikan nama sepertimana nama yang diberikan ke atas Planet Utarid, Zuhrah, Marikh, Musytari, Zuhal, Uranus, Neptun dan Pluto. Semuanya ada kisah dan hikayatnya yang tersendiri tetapi semua nama planet-planet berkenaan merupakan nama yang dikutip dari epik-epik Yunani Purba.
 
Walau apa sekalipun, kita patut sahaja menganggap bahawa semua nama berkenaan sebahagian dari nama yang diberikan oleh MANUSIA (tidak kira Islam atau tidak). OPERASI PEMBERIAN NAMA INI sebenarnya merupakan satu FITRAH untuk manusia semenjak azali lagi dan ia telahpun bermula semenjak kejadian Nabi Adam lagi!!
 
Renungi firman Allah dalam Surah Al Baqarah ayat 33 seperti berikut: "Dan Dia (Allah) mengajar ilmu kepada Adam segala nama-nama benda". Jadi, maksud yang paling tepat untuk memahami operasi pengilmuan terhadap Adam Alaihissalam terhadap nama-nama benda bukanlah sekadar nama bagi sesuatu yang terlihat di syurga secara sepintas lalu bahkan ia memaksudkan segala SESUATU YANG BERHUBUNG DENGAN SETIAP YANG DIBERI NAMA.
 
Sebab itulah, zuriat Nabi Adam yang terkemudian dari generasi ke generasi telah DITANAMKAN pengertian segala benda sebaik-baik sahaja ia lahir dan dapat mengenali benda-benda itu. Pengertian nama-nama benda itu tidak kiralah sama ada dari segi metafizika ataupun tidak. Ini menunjukkan bahawa bukan sahaja Adam yang diajarkan keseluruhan nama-nama benda itu, BAHKAN SEJAGAT UMAT MANUSIA SEMUANYA!
 
Walaupun segolongan manusia berbangga disebabkan pencapaian sains mereka hasil dari akal dan daya fikiran tetapi mereka tidak boleh mengingkari bahawa AKAL ITU MEMANG SENGAJA TELAH DIJADIKAN OLEH ALLAH DAN DIBERI KEKUATAN UNTUK MENCAPAI TARAF ITU DI MANA ALLAH TELAH MEMULIAKAN ADAM DENGAN MEMASUKKAN SEGALA PENGETAHUAN SEBAGAI SATU KEISTIMEWAAN BERBANDING PARA MALAIKAT.
 
Bersesuaian dengan PENGAJARAN NAMA-NAMA BENDA itu tadi, yang telah dilakukan oleh Allah terhadap Nabi Adam AS, maka wahyu pertama yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW ialah PERINTAH SUPAYA MEMBACA, dan dengan MENUNAIKAN PEMBACAAN itu maka tercapailah proses pengilmuan segala ilmu oleh Allah bahkan ILMU-ILMU YANG TELAH DIAJARKAN DALAM SYURGA SEBELUMNYA terhadap umat manusia seluruhnya sebagaimana kalimah "IQRAK BISMIRABBIKALLAZI KHOLAQ".
 
Kapal angkasalepas Voyager merupakan probe angkasa yang paling success dalam sejarah penerokaan planet-planet sistem suria. Banyak jumpaan yang telah direkodkan oleh probe ini. Masalahnya ialah banyak jasad-jasad cakerawala yang ditemui itu belum punya apa-apa nama.
 
Centre National D'etudes Spatiales (CNDS) di Paris, Perancis merupakan pusat pemberian nama terhadap apa jua jasad kelangitan. Semua peta-peta bintang yang dikemaskini perlu menetapkan segala nama terhadap segala ciri-ciri, struktur dan apa jua yang berkaitan. Jawatankuasa 'nomenclature' akan bermesyuarat di CNDS bagi menetapkan nama-nama itu. Anggota jawatankuasa terdiri dari ahli-ahli Astronomi dari CIS (Russia), Norway, Perancis dan US, malangnya negara Islam langsung tiada dalam senarai sebagai ahli jawatankuasa ini!! Bagi memilih nama-nama untuk jasad cakerawala yang dijumpai tadi, tema yang konsisten perlu dikekalkan malahan yang bersesuaian. Contohnya Planet Pluto sebagai 'tempat yang terhujung atau terpinggir dalam epik Yunani Purba bagi dewa-dewa kaum Yunani'. Tidaklah boleh untuk menamakan dengan nama pemimpin agama dan sebagainya walaupun pemimpin tersebut sangat terkemuka sekalipun.
 
Justeru itu, PERISTILAHAN DALAM FALAK SYAR'I sebenarnya telah lama dianugerahkan kepada dunia Islam berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW menerusi riwayat Ibnu Kathir seperti yang telah saya nyatakan di atas tadi, malangnya kita mengabaikannya malahan memomok-momok dengan seribu ketahyulan yang melampaui keserasian hadis dengan pemahamana sebenar dalam sains moden. Inilah masalahnya dengan mentaliti umta Islam kita semenjak dahulu sehingga sekarang.
 
Jika awal-awal lagi umat Islam tidak menganggap "bumi betul-betul berada di atas tanduk lembu" sebaliknya menafsirkan sebagai persimbolan titik awal Aries [atau Taurus 3000 tahun lalu (tak tahulah sama ada si Sapi itu Betina ataupun Jantan)] yang ditempohi pada posisi pertama Bumi mengelilingi Matahari maka PASTI sahaja umat Islam menjadi jaguh dalam memberikan segala istilah terhadap segala benda-benda langit tanpa perlu merujuk kepada CNDS.
 
Saya sedar bahawa mentaliti umat Islam perlu berubah dengan lebih pesat untuk mendalami makna Quran dan Hadis, bukannya dengan memahami secara semberono sahaja mana-mana hadis yang kelihatan daif. Saya percaya Rasulullah SAW sendiri sebenarnya sudah memahami simbolik Bumi berada di atas tanduk lembu sebab baginda sendiri bukanlah tidak nampak Buruj Lembu (Taurus) atau Kambing (Aries) menjadi titik pertama pada posisi Bumi mengelilingi Matahari tetapi DEK kerana sesetengah perawi masih terbelenggu oleh fakta dan masa, apalah sangat yang boleh dihujahkan.... mana yang terang jelas... peduli saja sebab semuanya NA'AM NA'AM NA'AM (BOLEH KATA BOLEHLAH ATAU IYA KATA IYALAH) tanpa bertanya itu ini pada Rasul maksud sebenar (AGAKNYA)!
 
Justeru, Rasul bersabda dengan BENAR, tak perlu pertikai. Golongan anti-hadis tak mahu faham sebab hadis yang kelihatan daif sebeginilah. Walau memang ada hadis daif tapi barangkali ada satu maksud yang sangat-sangat tersirat umpama encoding yang perlu didecipher terlebih dahulu. Wallahua'lam.
 
Suka saya nyatakan bahawa Razman perlu menyemak terlebih dahulu segala istilah astronomi moden sebelum mengatakan "Bumi berada di atas punggung Sapi (Betina atau Jantan: Baqarah)" itu salah sama sekali. Istilah Astronomi moden memang ada mentakrifkan "Bumi berada di atas kepala ataupun punggung Buruj Aries"!!!
 
Saya berharap komentar untuk falak-net ini dapat difahami maksud dengan sebaik-baiknya oleh semua pihak. Segala salah silap dalam takwilan saya adalah di atas kelemahan saya jua sebagai INSAN BIASA.
 
Wassalam. Wallahua'lam bil ghaib.
 
Sila klik di sini untuk link ke Utusan Malaysia Ahad (Mingguan Malaysia) untuk membaca artikel kontroversi Razman:
 
 
_________________________________________________________________________________________
 
Sila klik di sini untuk membaca segala artikel yang pernah saya karang untuk falak-net, pastikan nama saya terlebih dahulu bagi setiap artikel tersebut.
 
 
 
Rujuk kembali kepada artikel bertajuk "Al Quran, Al Hadis dan Alam Semesta". Harap maklum.
 
 
ARTIKEL KETIGA
 
Sent: Thursday, December 13, 2001 12:38 AM
Subject: [falak-net] Al Quran, Al Hadis dan Alam Semesta

Assalamu'alaikum kepada Falak Netters,

 

Saya lanjutkan perbicaraan dengan mendahului satu madah... firman Allah adalah dengan perantaraan qalam (Adz Dzikro atau Lauhil Mahfuzh) yang sentiasa menulis semenjak ia diciptakan hingga berakhirnya alam ini. Al Quran diturunkan dari induk kitab atau ummul kitab (Adz Dzikro) ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar sebanyak 30 juz yang kemudiannya disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad SAW dengan mengambil masa selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.

 

Turunnya ayatul Kursiy menggentarkan sekalian makhluk... jin dan syaitan. Ayatul Kursiy, ayat yang amat hebat. Namun Al Quran merupakan secebis sahaja tulisan dari qalam yang diturunkan dari Lauhil Mahfuzh. Apakah jika Allah menurunkan kesemua sekali ayat yang ditulis oleh kalam maka jin, syaitan dan iblis langsung akan mati dan manusia semuanya tidak digoda lagi oleh jin, syaitan hatta iblis?? Wallahua'lam bil ghaib.

 

Allah sebenarnya menguji semua umat manusia dengan secebis sahaja ayatul Quran yang sebanyak 30 juzu' itu... berimankah mereka atau tidak yakni percayakah mereka atau tidak dengan kebenaran wahyu yang berlaku zaman berzaman hingga menjelangnya kiamat adalah bergantung kepada sikap manusia itu sendiri.

 

Dengan tidak ingin meleret-leret dan menghabiskan masa para netters, saya paparkan di sini sebahagian dari dalil Quran dan juga hadis untuk difikir renungkan.

 

 

"Dan Matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Kuasa lagi Maha Mengetahui. Dan Kami tetapkan bagi Bulan beredar melalui beberapa peringkat sehingga di akhir peredarannya kembali  seperti bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi Matahari mendapatkan Bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang, dan masing-masing  beredar pada garis orbitnya." Surah Yasin ayat 38-40.

 

Apa yang menariknya ialah fasal perkataan FALAK yang terbit dari kalimat "kullun fi falakiy yasbahun" (masing-masing beredar pada garis orbitnya). Cuba anda lihat pernyataan di bawah:

 

Di atas adalah menunjukkan bagaimana perkataan FALAKIN atau ORBIT yang dibentuk dari FA, LAM dan KAF tetapi di flip secara horizontal yang menjadi KAF, LAM dan FA untuk menjadi kembali KULLUN FI.

 

Manakala perkataan FI iaitu dari gabungan FA dan YA yang menerbitkan kembali kalimat FALAKIN YASBAHUN.

 

Jelas di sini bahawa perkataan FALAK sepertimana yang disampaikan dalam firman Allah adalah ORBIT atau EDARAN kerana ayat FI FALAKIN seolah-olah berputar untuk membentuk kembali "kullun fi falakiy yasbahun".

 

Demikian bijaksananya Allah Ta'ala menyusun ayat dalam Surah Yasin sedemikian rupa untuk memberikan erti secara jelas bahawa Matahari dan Bulan adalah beredar di atas falak (orbit) masing-masing!

 

Jadi, jangan ingat saya buat tafsiran main-main pula dengan ayat-ayat di atas setelah saya dicap sedemikian rupa dengan Surat At Taubah ayat 109-110.

 

 

"Nun.... demi qalam dan apa yang mereka tulis." Surah Al Qalam ayat 1.

 

Dalam Bahasa Arab, 'Nun' bermakna ikan paus. Adakah tafsiran harfiah berbunyi "Ikan paus.... demi qalam dan apa yang mereka tulis."? Tentulah tidak. Tetapi adakah anda sedar bahawa jika sememangnya 'Nun' itu merujuk kepada ikan paus, apakah motif yang sepatutnya?

 

Apa kata jika kita tukarkan maksud sebutan itu kepada maksud perlambangan  sebagai mewakili simbol ikan. Namun begitu maksud ayat tersebut tidaklah demikian kerana apa yang hendak disampaikan adalah simbol ikan yang lebih ringkas lagi iaitu a. Sekarang jelaslah bahawa tafsiran bagi ayat 1 Surah Al Qalam patut saja adalah "Alfa (atau Alif)... demi pena (qalam) dan apa yang manusia (mereka) tulis". Justeru maksud ayat tersebut begitu menghampiri kepada makna dari Surah Al 'Alaq (Segumpal Darah) dari ayat 1 hingga 5 iaitu: "Bacalah dengan nama Tuhan engkau yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Dan Tuhan engkau itu Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan pena (tulis baca). Mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya."

 

Hal di atas membawa kita kepada sejarah asal-usul tulisan yang bermula dari tamadun Yunani apabila kita diperkenalkan dengan a b c d e f dan seterusnya yang kemudiannya menjadi a, b, c, d, e, f ..... atau alif, ba, ta, sa, jim, ha ..... 

 

Pasti ada di kalangan Falak dan Astronomi Netters yang akan membangkang saya lagi. Dipersilakan, tak kisahlah. Saya cuma hendak membuktikan kebenaran wahyu yang membuktikan mukjizat Quran berlaku sepanjang zaman bukan 'semenjak dari zaman Yunani' (yang mencetuskan tulisan moden yang ada pada hari ini). Justeru itu, saya ingin merujuk balik kepada pendapat kenapa kedudukan Juz 11 Surah ke-9 At Taubah yang diberi erti sebagai 11 September yang telah dibangkang supaya ditukar kepada bulan Ramadhan mengikut bulan Islam dan diperkatakan oleh Izlanuk: "mengapa perlu guna bulan September iaitu haribulan yg direka oleh orang yang jahil sejak dari zaman roman empire lagi...".

 

Sebetulnya kita sebagai umat Islam jangan lekas menuduh kaum dari empayar Romawi sebagai perekacipta kalendar yang jahil walhal kenapa kita masih menggunakan kalendar Roman dan tulisan Yunani pada masa sekarang? Oleh itu jangan menganggap segala ilmu kaum kafir itu semuanya tak boleh dipakai dan sebagainya sedangkan umat manusia sama saja di sisi Allah kecuali yang bertaqwa. Kalendar Rumawi adalah kalendar pusingan suria di mana bumi mengelilingi matahari sedangkan taqwim Islam adalah kalendar pusingan lunar mengelilingi bumi. Kedua-duanya diakui oleh semua bangsa manusia (Islam atau kafir) sebagai accurate, tak perlu dipertikai atau diperbangkangkan lagi. Guna saja. Ingatlah bahawa perkembangan ilmu merupakan revolusi dari tamadun dan budaya manusia. Semuanya adalah hak dan trade mark manusia sendiri, kenapa hendak dipertikaikan? Kalau kita asyik berbangga dengan taqwim Islam, adakah kaum Hindu, China dan Yahudi tidak mempunyai kalendar mereka sendiri yang mereka banggakan?? Jadi, jangan persoalkan sangat kenapa Juz 11 Surah ke-9 At Taubah memberi erti sebegitu (11 September). Benar atau tidak bukan soal akidah; ini tidak penting, tapi yang penting adalah maksud sebenar ayat 109 dan 110 itu.

Berbalik kepada perkara a yang saya nyatakan di atas, saya tertarik untuk menghuraikan sedikit masalah Kosmologi Islam yang memperkisahkan tentang kejadian langit dan bumi (As Samawati wal Ardh). Pada dasarnya kebanyakan dari kisah-kisah kejadian langit dan bumi adalah bertitik-tolak dari Al Quran dan Hadis namun banyak juga unsur-unsur Israiliyyat yang menyerap dalam kebanyakan hadis. Ini kerana banyak sekali penulis-penulis awalnya berasal dari ulama Yahudi umpamanya Ka'ab Al Ahbar dan Wahab bin Munabbih bahkan As Sa'labi sendiri merupakan penafsir Quran yang banyak dipengaruhi oleh tafsir Israilliyyat.

 

Bagaimanakah contoh-contoh Israiliyyat ini? Kita lihat salah satu kosmologi Islam yang terserap ke alam Melayu dengan kisah-kisah kejadian langit dan bumi di mana kejadian yang pertama adalah cahaya, air dan api lalu kejadian bumi. Selepas itu dijadikan ikan paus raksasa diikuti oleh lembu besar yang mempunyai banyak tanduk yang duduk di atas ikan paus itu. Di atas salah satu tanduknya diletakkan bumi yang mana apabila diubah tempatnya ke tanduk-tanduk lain nescaya berlakulah gempa bumi. Demikianlah seterusnya sehingga Nabi Adam diciptakan.

 

Menarik untuk ditunjukkan satu hadis berkenaan pertanyaan Abdullah bin Abdus Salam kepada Rasulullah: ".....dan ada apakah di balik bumi itu? Sabda Rasul SAW: dibalik bumi itu ada tujuh puluh ribu alam dan setiap daripada alam itu ada sejumlah malaikatnya........dan ada apakah pula di balik itu? Sabdanya: ada seekor ular yang melingkari alam itu. Ada apa pula dibalik bumi itu? Sabda SAW: ada tujuh lapis bumi serta sejumlah malaikat........ dan bumi itu di atas apa? Sabdanya: adalah bumi itu atas seekor lembu.... adalah lembu itu di atas sebuah batu, kemudian batu itu di atas seekor ikan dan ikan itu berada di atas laut yang luasnya laut itu seribu tahun perjalanan.......".

 

Saya percaya hadis sebeginilah yang selalu dipertikaikan oleh golongan anti-hadis tanpa mengetahui maksud yang tersirat di sebaliknya. Contoh-contoh di atas menonjolkan beberapa perkara yang bersamaan iaitu bumi berada di atas lembu besar manakala lembu besar ini berada pula di atas ikan paus di mana ikan itu pula berada di atas lautan yang luasnya seribu tahun perjalanan.

 

Jika sebelum ini, ahli Falak Net telah dibawa oleh saya untuk memikirkan bagaimana erti "alfi sanatin" (seribu tahun) dibahagikan dengan 24 jam untuk membentuk orbit planet-planet sistem suria bermula dari Uranus (Planet ke-7) hingga Muntaha (Planet ke-12). Satu lagi yang saya lupa hendak nyatakan ialah bahawasanya Surah Yasin mengandungi 83 ayat dengan ayat "falakin yasbahun" berada di ayat ke-40 yang diteruskan kepada ayat 41 yang masih mempunyai perkataan falak (orbit) iaitu FULKI.

 

Ini memperlihatkan menerusi dalil ayat itu bagaimana piawaian untuk ORBIT bagi 1000 tahun yang dibahagi 24 jam = 41.6666667 tahun sebagai jam pertama dan 83.33333333 sebagai jam ke-2 (orbit Uranus sebagai permulaan enam planet dari dua belas planet di sistem suria) terbukti secara terang-terangan dengan kedudukan ayat 40, 41 dan 83 Surah Yasin itu sendiri! (ayat 83 tidak ada menyebut falak, ia cuma penghabisan surah).

 

Berbalik kepada pengertian bumi berada di atas tanduk lembu dan lembu berada di atas ikan paus manakala ikan paus berada pula di atas laut yang jaraknya dari timur ke barat adalah 1000 tahun. Apakah justifikasi yang saudara Falak Net sekalian dapat fikirkan? Adakah benar harfiahnya begitu?

 

Menurut astronomi moden, kedudukan posisi semua jasad cakerawala adalah diukur pada peta langit (celestial map) dengan Right Ascension (RA atau simbolnya a) berjumlah 24 jam dari kanan ke kiri dan Declination (simbolnya d). Manakala permulaan bagi semua pusingan jasad-jasad cakerawala adalah dimulai dari Jarak Hamal (First Point of Aries dengan simbol  ) tetapi pada tiga ribu tahun yang lalu posisi permulaan ini adalah pada Jarak Saur (First Point of Taurus dengan simbol  ).

 

Menerusi hakikat fakta astronomi moden barulah kita sedar dan memahami bahawa bumi sememangnya berada di atas tanduk lembu (First Point of Taurus) dengan perjalanan di atas tanduk lembu ini menuruti laluan anti-clockwise (lawan jam) pada Right Ascension (a atau  atau Ikan Paus) bahkan simbol Declination itu sendiri mirip kepada rupa Ular d)!! Lautan yang dimaksudkan dalam hadis itu tadi pasti sahaja angkasa lepas manakala jumlah jarak 1000 tahun benar-benar mewakili 24 jam RA bagi setiap pusingan orbit setiap planet di Sistem Suria.

 

Sekarang, jelaslah bahawa pernyataan Sabda Rasul SAW yang seakan-akan ganjil (atau setengah orang mengatakan dongeng) dalam hadis dapat digambarkan dengan begitu realistik sekali!! Kita dapat membuat kesimpulan bahawa peristilahan dalam ilmu falak menerusi Sabda Rasul berkembang semenjak zaman berzaman tanpa disedari hakikat ilmiahnya oleh semua umat Islam.

 

Saya percaya ada lagi perkara yang masih belum dicungkil oleh ramai ulamak dan semuanya menunggu hari sahaja untuk dibuktikan. Saya berharap usaha saya dapat memberikan satu dimensi baru terhadap pemahaman dalil Quran dan Hadis-hadis Nabi walaupun tidak secara keseluruhan. Itulah harapan saya.

 

Dengan itu, saya sudahi artikel ini dengan salam untuk seluruh warga Falak Net. Kita jumpa lagi dengan suatu yang baru pula selepas ini. Insya Allah.

 

Sekian, wassalam adanya.

 

==========================================================================================================================

 

ARTIKEL KEDUA

 

Wa'alaikum salam...
 
Saya sangat berterima kasih di atas segala pertanyaan yang sering dikemukakan oleh Sdr. Mior Latfee sebab tidak ada persoalan yang menarik sebegini yang selalu dikemukakan orang khususnya Falak Netters ini.
 
Terlebih dahulu saya pintakan kepada sesiapa sahaja Falak Netters agar dapat membaca terlebih dahulu buku karangan Prof. Dr. Zakaria Awang Soh berjudul: "Kejadian dan Keadaan Alam Semesta" terbitan Berita Publishing kerana jawapan terhadap persoalan kawakib dan kisah mimpi Nabi Yusuf ini ada dihuraikan pada muka surat 68 dan 69.
 
Sebenarnya jumhur ulamak sepakat menafsirkan bahawa kawakib atau kaukab sebagai bintang beredar ataupun planet. Merujuk kepada daripada tafsiran ini dapat disimpulkan bahawa apa yang dimimpikan oleh Nabi Yusuf selain merujuk kepada 11 orang adik-beradiknya dari keluarga Nabi Ya'aqub adalah juga merujuk kepada sistem matahari. Mungkin dapat ditakwilkan dengan tepat bahawa kekacakan dan kelebihan Nabi Yusuf dapat diumpamakan dengan keindahan dan kelebihan planet Bumi berbanding jasad cakerawala lain. Justeru Nabi Yusuf adalah putera ke-7 dari dua belas putera Nabi Ya'aqub (Bunyamin adiknya adalah yang ke-12) tetapi ini tidak selari dengan kedudukan sebenar bumi yang ke-3. Abaikan keselarian ini kerana apa yang penting adalah fakta selanjutnya.
 
Jika mimpi Nabi Yusuf itu boleh ditafsirkan kepada sebelas planet, matahari dan bulan maka ia bermaksud kepada sebelas saudaranya, ayahandanya dan bondanya. Oleh kerana Nabi Ya'aqub mempunyai 12 orang putera, maka jumlah planet bukanlah sebelas sebalik adalah juga 12 yang bersesuaian dengan maksud ayat "aku melihat mereka semua tunduk hormat kepadaku". Jadi, Nabi Yusuf adalah major dari dua belas beradik.
 
Kenapakah terdapat hanya 9 planet sahaja dalam sistem solar? Saya akan kemudiankan hal ini. Menurut tafsir Ibnu Kasir pada muka surat 468 ada satu petikan pertanyaan seorang Yahudi kepada Rasulullah tentang nama-nama 11 kawakib (planet) yang disebut dalam Al Quran. Nama-nama itu ialah:
1. Jaryan (Utarid / 'Athorid ?)
2. Ath Thoriq (Kejora / Zuhrah ?)
3. Al Ardh (Bumi)
4. Adz Dzaiyal (Marikh / Al Qohir ?)
5. Dzul Kanafat (Musytari ?)
6. Qobas (Zuhal ?)
7. Wasab (Uranus @ Waruna ?)
8. 'Umudan (Neptun ?)
9. Al Faliq (Pluto ?)
10. Al Mishbah (X ?)
11. Adh Dhoruh (Z ?)
12. Dzul Farigh (Muntaha ?)
 
Untuk pengetahuan anda, Al Ardh adalah nama bumi yang disebut secara meluas di dalam Al Quran dan sengaja saya tambahkan pada baris ke-3 untuk mencukupkan bilangan 12 buah planet. Sementara itu terdapat apa yang saya berikan nama-nama bagi tiga lagi planet (yang belum dijumpai) selepas Pluto sebagai planet X, Z dan Muntaha. Nama Muntaha adalah dari perkataan Arab "antah" yang bermakna "yang terpinggir" atau "yang terhujung" dan sesetengah orang Islam ada yang telah terbiasa dengar dengan nama Muntaha ini.
 
Adakah boleh kita membuktikan tiga buah lagi planet itu memang wujud atau khayalan semata? Bagaimana kita dapat mendeduksikan satu kemungkinan terhadap kebenaran yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW?
 
Kita akan menggunakan satu teknik yang sangat asas berdasarkan ayat 47 Surah Al Hajj: "Dan mereka meminta kepadamu agar azab disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janjinya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun dari tahun-tahun yang kamu hitung." Ayat 5 Surah As Sajdah: "Dia mengatur urusan dari Langit ke Bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu."
 
Sedarkah kita kepada malam Lailatul Qadar yang satu malam itu beribadah adalah lebih baik dari seribu bulan (83 tahun 4 bulan). Apakah perkaitannya pula dengan semua ini?? Ada jawapannya terhadap semua clue ini. Saya sekadar mencuba, kebenarannya adalah hak Allah jua... jadi tak usahlah ada pro dan kontra dari para peminat OK?
 
Dalam surah Al Ma'arij ayat 4: "Malaikat-malaikat dan Jibril naik (mengadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya 50 ribu tahun". Bagaimanakah dengan 1 hari = 1000 tahun malahan ada pula 1 hari 50,000 tahun? Apakah takwilan anda? Sebenarnya ia sama saja cuma pernisbahan mengikut skala tertentu iaitu jika kita ambil masa 1 hari sebagai 24 jam maka pembahagian setiap jam dari 1000 dan 50,000 tahun adalah seperti berikut:-
 
1 jam    =    41.66666667 tahun                               =    2,083.3333333 tahun
2 jam    =    83.33333333                                        =    4,166.6666667
3 jam    =    125                                                      =    6,250
4 jam    =    166.66666667                                       =    8,333.333333
5 jam    =    208.33333333                                       =    10,416.666667
6 jam    =    250                                                      =    12,500
7 jam    =    291.66666667                                       =    14,583.33333
8 jam    =    333.33333333                                       =    16,666.666667
9 jam    =    375                                                      =    18,750
10 jam  =    416.66666667                                       =    20,833.333333
11 jam  =    458.33333333                                       =    22,916.666667
12 jam  =    500                                                      =    25,000
dan seterusnya hingga jam ke-24    =    1000 th.        =    50,000 tahun
 
Bolehkah kita membuat andainya bahawa waktu atau tahun di tempat Tuhan dapat dipiawaikan dengan waktu atau tahun di tempat kita? Tentulah tidak boleh kerana apa yang dimaksudkan dengan firman Allah itu sebenarnya sukar hendak ditentukan secara realiti dengan apa yang kita rasai dan alami melainkan jika kita kita berada di angkasa. Waktu dan tahun berlaku disebabkan putaran bumi diatas paksi selain bumi ini mengedari matahari. 
 
Sebenarnya, andai kita dapat keluar dari bumi dan langsung tidak mengedari matahari, waktu dan tahun tidak akan berlaku ke atas diri kita. Merujuk kepada teori kerelatifan Einstein dikatakan ada seorang pemuda berusia 30 tahun meninggalkan anaknya yang berusia 1 tahun di bumi menuju ke satu sistem bintang sejauh 35 tahun cahaya dengan kapal angkasa berkelajuan 99.99 peratus kelajuan cahaya. Pemuda ini akan mengambil masa selama 70 tahun untuk pergi dan pulang yang bermakna anaknya di bumi akan mencapai umur 71 tahun sewaktu pemuda ini tiba di bumi tetapi disebabkan pemuda ini seakan-akan tidak "dilintasi oleh waktu" maka ia hanya mengalami pertambahan sekitar 10 tahun sahaja dari umurnya. Bayangkan pemuda ini berusia 40 tahun sedangkan anaknya telahpun 71 tahun!!
 
Mungkin waktu dan tahun yang kita hitung adalah dimaksudkan oleh Allah pada alam cakerawala kita bahkan mungkin bagi seluruh alam semesta yang dipenuhi segala galaksi yang kita diami ini. Wallahu a'lam. Apa yang ingin saya sentuh ialah bukanlah perwakilan setiap jam yang saya buat itu untuk mewakili mana-mana yang firmankan oleh Allah seperti 1:1000 ataupun 1:50,000. Akan tetapi ialah apa yang telah ahli astronomi jumpai semenjak beberapa kurun yang lalu. Apa yang dijumpai? Iaitulah jumlah pusingan orbit-orbit planetari yang berjumlah 9 dari Utarid hingga ke Pluto. Bagaimana? Di bawah adalah faktanya:-
 
1. Utarid    =    0.240849589649 tahun
2. Kejora    =    0.615195693 tahun
3. Bumi    =    1 tahun
4. Marikh    =    1.8807512468 tahun
5. Musytari    =    11.8567843032 tahun
6. Zuhal    =    29.423742449 tahun
7. Uranus    =    83.7565662715 tahun
8. Neptun    =    163.704652246 tahun
9. Pluto    =    248.54 tahun
 
Apa yang anda nampak dari perbandingan di antara perbandingan jumlah tahun orbit planetari dengan jumlah tahun bagi perwakilan setiap jam di atas? Saya tandakan merah setiap persamaan yang dijumpai antara keduanya. Cuba celik mata luas-luas terhadap perkara yang menjadi persamaan ini dahulu.
 
Jika demikian bermakna malam Lailatul Qadar adalah lebih baik dari satu pusingan planet Uranus.... kan? Jika hakikat kesamaan di atas boleh memulakan kita dengan kefahaman baru terhadap kemungkinan terdapat tiga lagi planet seperti yang disebutkan oleh Rasulullah SAW dan seperti yang dinyatakan oleh Allah di dalam Surah Yusuf, boleh saja kita membuat jujukan yang telah ditandakan merah di atas bermula dari planet Uranus iaitu:-
 
7. Uranus    =    83.33333333 tahun
8. Neptun    =    166.6666666 tahun
9. Pluto    =    250 tahun
10. X    =    333.3333333 tahun
11. Z    =    416.66666666 tahun
12. Muntaha    =    500 tahun
 
Jadi, kebarangkalian yang boleh kita dapati ialah jumlah tahun kemungkinan orbitan bagi tiga lagi planet yang belum ditemui hingga ke masa ini ialah planet X, Z dan Muntaha. Menggunakan Hukum Kepler Ke-3 di mana kuasa dua jumlah orbit planet-planet mengelilingi matahari adalah bersamaan dengan punca kuasa tiga bagi jaraknya dalam 1 Unit Astronomi (AU). Maka, kita akan membuat taksiran kejauhan jarak orbit ketiga-tiga planet tersebut dari matahari sebagaimana berikut:-
 
7. Uranus    =    83.33333 dikuasa duakan = 6944.4444444; kemudian dipuncakuasa tigakan = 19.07857071 AU X 149,597,870 km = 285,411,3541 km #
8. Neptun    = 30.28534321 AU X 149,597,870 km = 4,530,622,836 km #
9. Pluto    =    39.6850263 AU X 149,597,870 km = 5,936,795,405 km #
10. X    = 48.07498567 AU X 149,597,870 km = 7,191,915,458 km #
11. Z    =    55.78607917 AU X 149,597,870 km = 8,345,478,619 km #
12. Muntaha    =    62.99605249 AU X 149,597,870 km = 9,424,075,272 km #
 
perhatian: planet-10 adalah planet X yang sering diperbincangkan oleh banyak orang.
 
Sekarang kita telah mendapat maklumat secara tidak langsung berkenaan jarak jauh ketiga-ketiga planet yang masih majhul (invisible) dari pencerapan kita di bumi. Saya sangat tertarik hari dengan jumpaan yang saya alami ini  untuk diperbandingkan dengan apa yang telah dihitung oleh Ahli Falak Malaysia terkemuka, Allahyarham Hj. Mohd. Khair bin Hj. Mohd. Taib iaitu jarak planet ke-10 (planet X) yang beliau hitung adalah 7,200,000,000 km dari matahari! Saya tidak tahu pula bagaimana beliau mengirakannya tetapi konsep saya adalah seperti yang telah saya sampaikan di atas untuk para Falak Net sekalian.
 
Mohd. Khair pernah berkata dengan penuh yakin: "planet ke-10 dan ke-11 itu memang ada, hanya menunggu masa saja untuk ditemui oleh ahli falak masa akan datang". Insya Allah. Itulah juga harapan saya. Tapi bagaimana hendak kita carikan ketiga-tiga planet ini di angkasa yang nun jauh di sana??? Cuba perhati senario ini:-
 
Katakan kita hendak mencerap planet terpaling pinggir iaitu planet Muntaha yang kemungkinan orbitnya mengelilingi matahari adalah selama 500 tahun bumi. Kita darabkan 500 dengan 365.2421909722 hari = 182,621.095485 hari. Oleh kerana sepusingan -= 360 darjah maka; 360 darjah dibahagikan dengan 182,621.095486 hari = 0.001971294713 darjah sehari. Bermakna planet Muntaha beranjak sebanyak 7.0966609668 arka second bagi setiap hari bumi !!! TERLALU PERLAHAN !! Bagaimana mungkin akan dapat dicerap?? Dalam setahun tropikal bumi, planet Muntaha baru akan beranjak sebanyak 43 minit 10.281252884 saat arka. Untuk mendapatkan anjakan sebanyak 1 darjah arka bagi planet Muntaha, kita mungkin perlu mencerap selama 507 hari 6 jam 44 minit 22.914873612 saat di bumi atau 1 tahun 142 hari 55 minit 37.614720 saat !! Ini satu pekerjaan pencerapan bintang yang paling meletihkan sekali dan planet tersebut seakan-akan salah satu dari sekian banyak bintang-bintang tetap di langit untuk dikenalpastikan !!
 
Berkenaan planet X (planet ke-10) suka saya membawakan satu maklumat yang diberikan oleh seorang ahli kajibintang Amerika iaitu:-
 
Planet X
 
1. Jisim = 2 hingga 5 bumi
2. Jarak = di antara 50 dan 100 AU (saya menghitungkan 48.07498567 AU)
3. Tempoh orbit = 350 hingga 1000 tahun (saya menghitungkan 333.3333333 tahun)
4. Magnitud = 14
5. Unsur orbitan:
    paksi semi major sepanjang 101.2 AU
    keeksentrikan orbit 0.41 (sangat eksentrik)
    kesengetan satah orbit 32.4 dari ekliptik (sangat senget)
6. Simpul menaik / ascending node = 275.4 dari jarak Hamal
7. Dalil Perihelion berada pada 208.5 dari jarak Hamal
8. Epoch perihelion berlaku pada 6 Ogos 1789
9. Sifat orbit boleh jadi dari jenis bulat atau lonjong atau parabola ataupun hiperbola
 
Sementara itu, di London pada 11 Disember 1995; seorang ahli astronomi amatur Britain bernama George Sallit menjumpai sebuah planet kecil  yang terletak sejauh 645 juta kilometer dari bumi yang telah disahkan oleh sekumpulan pakar dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics (HCSA) di Boston, Massachusett, USA. Planet yang terletak di antara orbit Marikh dan Musytari dan bergaris pusat 32 itu dinamakan sempena namanya "Sallit One" (bukan Solo One: filem tv dari Britain yang ditayangkan di Malaysia tahun 1981 dahulu !)
 
Pada bulan September 1998, sekumpulan ahli astronomi dari San Francisco State University telah menemui sembilan dari 12 buah planet yang mengorbit bintang HD210227. Jarak sistem bintang HD210227 ini adalah sejauh 68 tahun cahaya dari matahari.
 
Sebelum saya menamatkan penjelasan yang dramatik ini, apa kata saya sudahi dengan kalam Allah berikut:-
 
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang di langit dan Kami telah menghiasinya bagi orang-orang yang memandangnya" Al Hijr ayat 16.
 
"Sesungguhnya dalam penciptaan Langit dan Bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (iaitu) orang-orang yang mengingati Allah sambil berdiri dan duduk dan dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan Langit dan Bumi (seraya berkata): Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." Ali 'Imran ayat 190 - 191.
 
Sekian, wassalam adanya.
 
p/s: Kalau saya dah sampai tahap nak buat PhD nanti, mungkin boleh buat kajian (cari) tiga-tiga planet tadi kot??? Falak Netters ada dak yang sokong saya?
 
----- Original Message -----
Sent: Saturday, December 08, 2001 1:26 PM
Subject: [falak-net] Mimpi Nabi Yusof a.s.

Assalamualaikum.

"(Ingatlah peristiwa) ketika Nabi Yusuf berkata kepada bapanya: "Wahai ayahku! Sesungguhnya aku mimpi melihat sebelas bintang dan matahari serta bulan; aku melihat mereka tunduk memberi hormat kepadaku".  (Maksud Al-Quran Surah Yusuf(12) Ayat 4)

Dalam Bahasa Arab bintang adalah "Najm". Dalam Surah Yusuf(12) Ayat 4 diertikan sebagai "kaukab" juga dalam terjemahan Melayu adalah bintang. Ada tak sesiapa yang arif tentang Bahasa Arab untuk menterjemahkan perkataan "kaukab" dalam Bahasa Melayu.

Apakah ada perkaitan mimpi Nabi Yusuf dalam bidang astronomi atau bukti saintifik yang telah ditemui oleh manusia?

Apakah mungkin ada lagi planet-planet selepas Pluto? (Untuk menjadi 11 planet?)

Sekian.Wassalam.

=========================================================================================================================

ARTIKEL PERTAMA

Black Hole

 
Tuan Hj. Mohamad Suandi telahpun menjelaskan erti sebenar Black Holes. Cuma saya ingin menambah bahawa Black Holes tidak dapat dilihat walaupun dengan menggunakan teleskop optik kerana ia menyedut cahaya dari apa jua objek yang mengeluarkan cahaya (bintang sebagai contoh) malahan ia turut menghisap jisim dari apa saja objek yang berhampiran disebabkan oleh tarikan gravitinya yang amat kuat sekali. Matahari juga boleh menjadi calon Black Hole disuatu hari nanti apabila ia kehabisan bahan bakar termonuklear di mana ia akan meletup menjadi Supernova sebelum jisimnya meruntuh kedalam dirinya sendiri dengan menghasilkan ketumpatan jisim yang amat tumpat menyebabkan kekuatan graviti dalaman bertambah berkali-kali ganda sehingga mampu menarik mana-mana cahaya yang melintasinya.
 
Secara saintifiknya, Black Hole digelar sedemikian rupa kerana ia tidak dapat dilihat lantaran ketidak wujudan cahaya padanya, tetapi apabila gas-gas dan debu-debu objek samawi misalnya bintang-bintang ataupun nebula ditarik kepadanya, bahan-bahan ini berkelajuan tinggi berkadar dengan suhu yang hasilnya adalah letusan bertenaga tinggi yang sudah tentu boleh dikesan dengan teleskop radio.
 
Bukanlah disebabkan Black Hole itu tidak dapat dilihat maka ia menjadi satu hipotesis tetapi ia sebenarnya menjadi satu FAKTA apabila cerapan menggunakan teleskop radio mengesahkan denyutan yang menjadi bukti kewujudannya. Denyutan yang dimaksudkan di sini adalah Black Hole membebaskan sejumlah tenaga bergelombang pendek yang terdiri dari sinar Gamma dan X akibat penghasilan suhu yang amat tinggi diterasnya. Penghasilan suhu yang amat tinggi ini bersumberkan dari jisim jasad-jasad lain yang disedut dan ditelannya hatta cahaya sekalipun.
 
Terdapat banyak calon-calon Black Holes di angkasa lepas seperti Kuasar dan juga pusat galaksi termasuk Galaksi Bima Sakti kita. Setiap galaksi adalah berputar yakni ia mempunyai banyak 'lengan' yang bertindak seperti jejari kipas yang berputar. Sistem suria kita berada di atas lengan Orion. Tentu anda akan faham jika dikatakan bahawa Buruj Orion (Si Pemburu atau Osiris) yang kita mudah melihatnya saban malam pada bulan yang tertentu adalah berada di atas salah satu lengan Galaksi Bima Sakti (Milky Way's spiral arms). Justeru lengan Orion telah dinamakan kerana ia mengandungi bintang-bintang dari konstellasi (Buruj) Orion yang berada di atas salah satu lengan pusaran Bima Sakti yang menampung kedudukan sistem matahari kita ini.
 
Putaran galaksi diketahui sebagai terkuat di pusatnya (galactic center). Di sinilah barangkali Super-massive Black Hole (Lubang Hitam Super-tumpat) yang terkuat wujud di alam semesta kerana ia menghasilkan letusan sinaran yang amat dahsyat di mana gas yang berputar mengelilingi lubang hitam akan merupai kolam pusingan (lubuk maut angkasa) yang amat-amat besar yang berpusing beberapa ribu kilometer per saat! Di sini gas-gas menjadi padat dengan bintang-bintang berkumpul sambil pusar-memusar, suhu meningkat dan memanaskan kabus gas di sekeliling. Gas dan bintang-bintang itu ditarik mengelilingi lohong hitam dan menghadapi risiko tertarik kedalam di mana sesetengah bahan ada juga yang terpelanting keluar. Bahan-bahan yang ditarik atau ditendang sebenarnya menunjukkan ke arah lohong hitam galaksi.
 
NGC1275 merupakan calon yang sesuai bagi sebuah Black Hole tetapi sebenarnya ia adalah sebuah galaksi walau seakan-akan Kuasar. Kuasa tenaga NGC1275 amat kuat, gelombang radio yang dipancarkan adalah lebih banyak dari cahayanya sendiri. Sebab itu ia tidak kelihatan luar biasa jika dilihat secara optikal. Walau tampak normal, ia mempunyai denyutan radio yang sangat berkuasa di pusatnya. Cuma satu benda saja yang boleh keluarkan begitu banyak tenaga iaitulah lohong hitam yang besar dan ianya mungkin terdapat di tengah-tengah pusat tersebut. NGC1275 menyinar dengan keamatan cahaya 100 ribu juta kali lebih terang dari matahari walau ia dipancarkan dari kawasan yang kecil sahaja di mana cahaya ini pastinya datang dari lohong hitam besar yang berputar itu.
 
Galaksi dibentuk oleh gas hidrogen yang disatukan oleh graviti, ditengah-tengahnya gas itu dimampatkan. Jika cukup mampat, lohong hitam akan terbentuk. Walaupun jika lohong hitam yang terbentuk itu hanyalah sebesar sistem suria kita, ia tetap dapat menarik apa jua yang melintasi atau menghampirinya. Kuasar (Quasar) mempunyai tenaga yang jauh lebih kuat dari sesuatu galaksi, mungkin daya graviti lohong hitamnyalah yang memberi tenaga kepadanya.
 
Selain dari Kuasar dan pusat galaksi, andaian sesebuah bintang untuk menjadi black hole juga tidak dapat ditolak. Bintang Cygnus X-1 iaitu sebuah bintang kembar dua yang memancarkan sinar-X paling terang dalam Buruj Cygnus (Angsa) merupakan calon bagi sebuah Black Hole. Ia menjadi calon bagi Black Hole kerana salah sebuah kembarnya yang tidak dapat dilihat sedang menyedut gas-gas dan jisim dari kembarnya yang satu lagi. Sedutan gas-gas dan jisim ini meletuskan radiasi sinar-X paling hebat di angkasa. Salah satu calon Black Hole yang lain dari kategori bintang ialah V861 Scorpii di Buruj Scorpius.
 
Pada 26 Mei 1994 yang lalu, berdasarkan pemerhatian teleskop angkasa lepas Hubble (HST), NASA telah mengumumkan penemuan sebuah Black Hole. Ia begitu jelas kelihatan di mana bahan-bahan serta gas disedut masuk kedalam satu lubang yang dikelilingi oleh awan-awan gas (nebula). Apa yang menjadi misteri paling mengejutkan ialah rakaman gelombang radio berfrekuensi ultra menggunakan sistem komputer sensitiviti bunyi kuasa tinggi telah dapat meghuraikan (extraction) raungan kesakitan dari lubang yang amat dalam itu. Rahsia ini dibongkarkan oleh seorang yang rapat dengan NASA. Adakah teleskop Hubble telah menemui "Neraka"? Tidak. Hubble dengan peralatan saintifik yang ada padanya telah secara tidak langsung membuktikan kewujudan lubang hitam di angkasa.
 
Selepas beberapa abad bertelagah pendapat, saintis akhirnya berhadapan dengan kepercayaan agama. Rakaman pita magnetik imej dan frekuensi bunyi memberi bukti terhadap apa yang dikenali sebagai roh tanpa sinar yang terbakar dan menjerit kesakitan dalam penyeksaan. Menggunakan resolusi peleraian imej sangat tinggi, HST merakamkan imej seakan-akan roh-roh manusia yang terbakar dalam api yang sangat besar di dalam lubang hitam angkasa itu. Namun begitu, pihak NASA tidak memberitahu hal sebenar kecuali seorang lain yang berhubung rapat dengannya yang telah mengakui melihat imej tersebut serta rakaman sebenar pita tambahan pula krew NASA juga sangat yakin bahawa imej seakan-akan roh-roh yang diambil tersebut memang sama bentuk dengan fizikal manusiawi. Tidak diketahui di mana imej tersebut kini. Sebenarnya banyak lagi imej yang boleh membawa kepada kebenaran Islam telah disembunyikan oleh pihak NASA dengan alasan sulit dan rahsia besar (Top Secret Classified).
 
Sekarang apa telahan anda? Itriah mahukan bukti Black Hole dari Al Quran sementara Mior Latfee merujukkan kepada ayat 19 Surah An Nabak dan ayat 16 Surah Al Haaqqah. Sebenarnya tidak sukar untuk mempertemukan ayat atau dalil Al Quran berkenaan Black Hole dengan adanya penemuan dari NASA seperti yang disebutkan di atas itu tadi. Adakah penemuan "Neraka" di angkasa itu benar-benar neraka dalam erti kata yang sebenarnya? Walaupun kita sedar dan tahu bahawa neraka itu benar sepertimana yang disebutkan dalam Al Quran dan Hadis, sekarang kita berdepan pula dengan penemuan "Neraka" dari ahli sains astronomi.
 
Mari kita lihat hadis Nabi SAW berkenaan neraka. Bersabda Rasulullah SAW: "Api kamu ini adalah satu bahagian daripada tujuh puluh bahagian api di neraka Jahannam. Para sahabat mengatakan: Yang ini pun sudah mencukupi. Berkata Nabi: Bahkan api neraka itu melebihi (api dunia) sebanyak enam puluh sembilan kali, setiap bahagiannya sama panasnya." Bersabda baginda lagi: "Dibakar di atas neraka Jahannam seribu tahun hingga menjadi merah. Kemudian dibakar lagi selama seribu tahun hingga menjadi putih. Kemudian dibakar lagi selama seribu tahun hingga menjadi hitam legam seperti malam yang gelap gelita."
 
Adakah takwil dari sabda Nabi "hitam legam" boleh merujuk kepada lohong hitam yang panas itu? Wallahua'lam. Tetapi sekurang-kurangnya begitulah kerana lohong yang hitam sememangnya benar-benar dahsyat panasnya! Hakikat ini tidak dapat ditolak. Namun Black Hole tidak dapat menjadi "Neraka" dalam erti kata hakiki walaupun penemuan NASA mengesahkan bagaimana bunyi raungan datang dari sumber Black Hole itu. Kenapa saya berkata begini? Ikuti alasan saya yang lain. Saya tidak ingin mengatakan jumpaan NASA itu satu neraka tetapi biarlah saya kemukakan Hadis dan dalil Al Quran berkenaannya.
 
Sabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya bila seorang mukmin akan putus hubungannya dengan dunia dan segera akan menuju ke akhirat, maka datang kepadanya para malaikat dengan wajah terang bercahaya seperti terangnya sinar matahari. Mereka duduk sejauh pandangan mata orang mukmin itu. Kemudian datang malaikatul maut dan berkata: Wahai jiwa yang tenang, keluarlah menuju pengampunan dan kerinduan Allah. Maka keluarlah dan dibungkus dengan kain putih berbau amat harum dan dibawanya pergi. Malaikat lain bertanya: Siapa orang itu? Jawabnya: Fulan bin Fulan, namanya terbaik yang dipakainya di dunia. Maka ketika pintu langit dibuka, malaikat bersama menyembutnya. Kemudian Allah bertitah: Tempatkan hambaku ke dalam ILLIYYIN (langit ke tujuh tempat orang mukmin). Setelah itu dikembalikan ke bumi..............................." [hadis ini amat panjang sekali, memadai ditaip setakat untuk menjelaskan. Jika hendak baca kesemuanya sila dapatkan buku bertajuk "Ibnul Qayyim: ROH: Perjalanan Bersama Roh Di Alam Lain: Perbahasan dan Komentar; Leila Mabruk" keluaran Thinkers Library]
 
Lain pula halnya dengan si kafir laknatullah yang hidupnya hanya mengabdi dunia semata-mata. Bila menjelang maut, bukan wajah seri malaikat yang datang tapi malaikat bermuka hitam dan kelam dengan pakaian berbulu. Didekati kepalanya, "Wahai jiwa yang jahat, keluarlah menuju kemurkaan Allah". Berkerumun malaikat saling berebut mencabut jasad. Dibungkus kain yang juga berbulu dengan bau yang amat busuk. Dibawanya ke atas. Malaikat yang dilewati bertanya: "Siapa si busuk itu?" Jawabnya: "Fulan bin Fulan", disebutkan nama yang paling jelek di dunia. Sampai di langit, tak dibuka pintu baginya. Allah bertitah: "Catatlah namanya pada SIJJIN (di bumi terendah dan ketujuh) dan rohnya ditempatkan di sana. Lalu firman-Nya lagi: "Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka seoalah-olah ia jatuh dari langit, lalu disambar burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh". (Al Haj ayat 31).
 
Apakah itu SIJJIN? Jika anda buka Surah Al Muthaffifin iaitu Surah ke-83 ayat 7 hingga 22 diterangkan apakah itu SIJJIN dan apakah itu ILLIYYIN. Menurut tafsir Quran menyebut bahawa SIJJIN itu adalah 'PENJARA' di mana kitab amal orang-orang yang jahat itu terletak di situ dengan kesempitan, kegelapan, kehinaan dan penyeksaan di penjara itu menjadi gambaran nasib malang dan kecelakaan. Manakala ILLIYYIN ertinya tempat yang tinggi dan mulia di mana kitab amalan orang-orang soleh (baik) berada dan disimpan di situ, tidak akan hilang dan tidak akan rosak.
 
Jika penerangan berkenaan laungan penyeksaan orang-orang yang tercelaka dinyatakan dalam Al Quran itu tadi sebagai memperlihatkan akan apa yang telah dijumpai oleh pihak NASA. Barangkali saja SIJJIN adalah lubang siksaan atau telaga yang amat dalam yang kita kenali sebagai Black Hole dalam dunia saintifik ini. Roh orang-orang kuffar akan ditempatkan terlebih dahulu di SIJJIN (Black Hole) ini sebelum ditempatkan pula di Neraka pada hari kiamat. Inilah hakikatnya. Wallahua'lam bil ghaib. Saya tidak menganggap Neraka yang sebenar (AN NAR atau Hell) berada dalam Alam Semesta kerana apa yang kita nampak walaupun satu titik cahaya di satu penjuru Alam Semesta dengan menggunakan teleskop yang paling berkuasa di dunia ini sekalipun sebenarnya masih berada dalam lingkungan Langit Pertama yang diperkatakan jauhnya oleh saintis kaji bintang sebagai 15 ribu juta tahun cahaya.
 
Menurut apa yang saya faham, jika langit diperkatakan mengandungi tujuh lapis, perlu saja menempuhi tujuh pintu langit untuk sampai ke sana sama ada ke Syurga atau ke Neraka. Saya juga berpendapat bahawa jika koordinat galaktik di mana satah pelataran Galaksi Bima Sakti dijadikan asas paksi Utara dan Selatan Alam Semesta (perhatian: Alam Semesta bermaksud rantau yang dikelilingi Langit Pertama), maka paksi Utara Galaksi Bima Sakti (paksi Utara galaktik) mungkin menuju terus ke Syurgawi manakala paksi Selatan Galaksi Bima Sakti (paksi Selatan galaktik) pula mungkin menuju terus ke arah Neraka. Itupun perlu menempuhi kejauhan jarak jejari dari pusat Galaksi Bima Sakti ke pintu Langit Pertama sahaja sudah sejauh 15 ribu juta tahun cahaya (perhitungan saya: 14 ribu 285 juta 714 ribu 290 tahun cahaya atau jarak 135 ribu 150 juta 402 ribu 857 billion kilometer)!! Itu belum lagi menempuhi tujuh lapis langit keseluruhan yang saya perkirakan sebagai sejauh 100 ribu juta tahun cahaya atau 946,052,819,600,000,000,000,000 km atau 946 ribu 52.8196 trillion kilometer!! (sila baca dalam unit Imperial, bukannya dalam unit Amerika). Apa yang telah saya dapati menurut kajian saya ini adalah angka bagi jarak dalam kilometer dari pusat Galaksi Bima Sakti ke final frontier Langit ke-7 adalah bersamaan dengan perjalanan cahaya matahari selama setahun yang memungkinkan cahaya matahari akan mengambil masa selama 100 ribu juta tahun untuk tiba di pintu Langit ke-7 andai semua pintu langit tadi dibukakan serentak menurut konseptual Isra' Mi'raj. Wallahua'lam bil ghaib.
 
Saya bukannya meneka-neka atau mereka-reka seperti apa yang telah saya pertunjukkan itu tetapi berdasarkan penyelidikan semenjak 13 tahun yang lalu. Benar atau tidak hanya Allah jualah yang lebih mengetahui kerana saya hanya mencuba, satu cubaan yang tidakpun ingin bercanggah dengan Islam tetapi sebagai satu KENYATAAN bahawa tidak mungkin ada siapa pun di kalangan manusia atau jin atau syaitan yang berupaya untuk melintasi jarak sejauh itu. Jadi, sesiapa yang berasa tidak redha takdir Allah ke atasnya di alam dunia ini, perlulah dia keluar dari lingkungan jarak 946 ribu 52.8196 trillion km!! Bagaimana mungkin? Firman Allah dalam Surah Ar Rahman ayat 33: "Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusinya melainkan dengan kekuatan." Astaghfirullahal 'azhim. Begitulah tuan-tuan.
 
Kesimpulannya Black Hole dengan Sijjin kemungkinannya adalah satu istilah yang sama. Terdapat amat banyak sekali Black Hole atau Sijjin di Langit Pertama ini yang menunggu sesiapa saja yang mungkar untuk disumbatkan rohnya kedalamnya.
 
Ayat 19 Surah An Nabak dan ayat 16 Surah Al Haaqqah yang diperturunkan oleh saudara Mior Latfee bukannya pembayang yang tepat kepada Black Holes kerana ia berkenaan pra-kehancuran ataupun kehancuran total Alam Semesta dari Langit Pertama sampai Langit Ke-7. Jangan fikir angka 7 bermakna angka bagi orang-orang dahulukala yang merujuk kepada infiniti kerana ketujuh-tujuh lapisan langit adalah pasti menurut Al Quran bahkan spektrum cahaya juga mempunyai 7 lapis iaitu ungu, indigo, biru, hijau, kuning, jingga dan merah. Mungkin warna setiap pintu yang menjadi sempadan setiap lapis langit juga demikian di mana pintu Langit Pertama adalah berwarna ungu. Justeru apabila kiamat, semua pintu langit pecah berderai maka pintu Langit ke-7 memperlihatkan rupanya dengan warnanya sebagai kilapan merah mawar sepertimana yang diterangkan oleh Allah dalam Surah Ar Rahman ayat 37: "Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti kilapan minyak". Amat banyak sekali ayat Quran yang menerangkan kejadian kiamat terutama sekali dalam juz yang terakhir.
 
Lapisan Ozon (Ozone Layer)
 
Harus dikatakan bahawa saat kiamat memang sudah dekat. Sewaktu Rasulullah SAW masih hidup, baginda pernah menunjuk bagaimana hampir tibanya kiamat dari masa-masa hidup beliau adalah seperti betapa dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah. Bayangkanlah, sudah 1422 tahun berlalu semenjak hijrah Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah. Untuk tidak membuang masa suka saya merujuk kepada dalil ".... dan terbelahlah langit kerana pada hari itu langit menjadi lemah". (Surah Al Haaqqah ayat 16). Terdapat tiga petunjuk dari ayat ini iaitu satu kepada langit bumi, kedua kepada langit samawi yang berupa awan nebula dan ketiga kepada langit hakiki iaitu Langit Pertama.
 
Berkenaan dengan langit bumi terdapat semacam satu kesamaan terhadap penipisan ketebalan lapisan ozon (ozone thickness layer) yang menjadi pelindung habitasi planet bumi dari sinaran radiasi kosmik seperti sinar ultra violet yang berbahaya. Para saintis membicarakan perihal suhu dunia yang semakin meningkat yang berpunca dari apa yang dikenali sebagai green house effect (kesan rumah hijau). Apabila bercakap fasal kesan rumah kaca ini, kita akan terseret kepada persoalan penipisan lapisan ozon. Ozon adalah satu gas yang berada tinggi di atmosfera yang berperanan menyerap dan menapis keamatan sinar matahari dari radiasi yang berbahaya agar bersesuaian dengan kehidupan di atas muka bumi. Jika tidak, kesan yang akan berlaku amatlah buruk. Begitulah pentingnya lapisan ozon ini. Teori sains bahawa gas ozon terjadi dari proses pertembungan cahaya matahari dengan oksigen, setiap kali ozon musnah ia akan dipulihkan secara otomatis. Maka gas ozon itu kekal volumnya di angkasa dan terus melindungi penghuni bumi tetapi semenjak tahun 80-an, gas ozon yang musnah telah kelihatan tidak pulih seperti biasa tetapi makin tipis dari tahun ke tahun. Lubang yang terhasil ini sangatlah luas di mana kebocorannya adalah seluas Amerika Syarikat yakni berlaku di Benua Antartika. Terdapat juga penipisan ozon berlaku di zon Tropika seperti di negara Asia Tenggara termasuk Malaysia. Ini yang amat merunsingkan kita. Terlalu banyak anasir yang menyumbang kepada penipisan lapisan ozon yang salah satunya yang paling ketara ialah kloroflurokarbon (CFC) yang bertindak meneutralkan gas ozon di stratosfera. Walaupun CFC adalah sedikit tetapi tanpa kawalan penggunaannya (seperti digunakan pada bahan penyembur serangga) maka kehadiran CFC meningkat kepada kuantiti yang banyak meliputi seluruh dunia hingga mengancam pembentukan semula ozon. Tipisnya lapisan ozon menyumbang kepada risiko peningkatan kepanasan dalam zon atmosfera bumi ditambah lagi dengan pelepasan gas karbon monoksida dari kenderaan yang terlalu banyak hingga tidak dapat keluar dari atmosfera bumi yang dengan itu menjadi heat trap kepada permukaan bumi. Kepanasan bumi bukan kerana sinar matahari tetapi heat trap itu sendiri yang memerangkap haba sehingga berupaya mencairkan ais di kutub (ini amat ditakuti) yang boleh menyebabkan banjir di seluruh dunia. Senario ini boleh dilihat sekarang apabila aras laut semakin meningkat dengan pertambahan pencairan ais di kutub selatan.
 
Kesemua gejala yang dipertunjukkan ini adalah malapetaka terhadap perbuatan manusia sendiri yang tidak dapat menguruskan alam dengan baik bilamana penggunaan bahan api fosil (petroleum) tidak menunjukkan apa-apa penurunan hingga ke alaf ini semenjak kereta dicipta pada awal abad ke-20. Penggunaan petrol atau minyak masih tidak diganti dengan bahan alternatif lain yang endah alam maka pencemaran gas karbon amat tidak dapat dikawal sama sekali. Jika hendak dibuat perbandingan, hanya saja bumi kita belum sampai ke tahap penyelubungan gas karbon dioksida sepertimana di Planet Zuhrah.
 
Memang satu anggapan yang amat benar sekali bahawa jika lapisan ozon sudah tidak ada sama sekali, maka tunggulah kehancuran bilamana tidak ada satu hidupan pun yang boleh hidup di muka bumi. Senario penipisan ozon cukup tepat untuk memberi erti terhadap pecahnya langit. Ini baru pra-kehancuran bukannya total. Memang jelas takwil ozon yang boleh dianggap sebagai langit bumi dalam erti kata secara tidak langsung untuk memahami senario langit pecah yang dibayangkan oleh Al Quran. Lapisan ozon tidak dapat dilihat dengan mata kasar tetapi berupaya dikesan oleh penderia satelit yang menggunakan kepekaan jalur spektrum elektromagnet dalam julat infrared dan UV.
 
Langit Pecah
 
Petunjuk kedua terhadap langit pecah adalah merujuk kepada awan-awan gas di angkasa raya di mana keadaan lapisan nebula-nebula yang berpecah-pecah ataupun perlanggaran mana-mana satu galaksi (memang ada galaksi yang berlanggar: collision). Fakta ini boleh juga merujuk kepada keadaan ledakan Nebula Ketam (Crab Nebula) yang misalnya ada orang awam yang menyangka bahawa itu adalah awn yang bertindih-tindih bukannya jasad langit yang sedang meruntuh. Allah telah berfirman dalam Surah Ath Thur ayat 44: "Jika mereka melihat sebahagian (benda) langit gugur, mereka akan mengatakan: Itu adalah awan yang bertindih-tindih."
 
Petunjuk ketiga terhadap langit pecah adalah bilamana lapisan Langit Pertama atau pintu langit itu benar-benar pecah berderaian yang mungkin disebabkan hasil pengembangan Alam Semesta (the expanding Universe). Teori Ledakan Besar Duniawi (Big Bang Theory) menyatakan semua jasad alam adalah dalam keadaan mengembang setelah letupan besar yang pertama yang memberi rupa alam ini. Boleh saja kita menerima teori ini kerana setidak-tidak ia sangat hampir kepada penerangan Surah Al Ambiyak ayat 30: "Dan apakah orang-orang kafir itu tidak mengetahui bahawasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah satu yang padu, kemudian kami pisah antara keduanya; maka mengapakah mereka tidak juga mahu beriman". Teori ini pertama kali diutarakan oleh ahli astronomi Belgium dalam tahun 1930-an bernama George Abbe Lemaitre yang kemudian disepakati ramai saintis lain walaupun ada juga yang menentang dengan mengemukakan teori-teori lain seperti Teori Keazalian Alam atau Steady State Theory (oleh Hermann Bondi, Thomas Gold dan Fred Hoyle) dan Teori Pengecutan atau Kemelaran Alam (Oscillating Universe Theory). Berdasarkan teori Big Bang, kesemua jasad Alam Semesta akan terus mengembang  hingga apabila melebihi batas maksimanya maka ia akan kehilangan daya gravitasi lantas semuanya akan jatuh atau meruntuh kembali dan berlanggar sesamanya sehingga letusan itu sampai ke bahagian-bahagian kecil yang lain. Namun, metod kehancuran (kiamat) menurut wahyu Al Quran menyatakan bahawa Langit yang merupakan benda yang terbesar akan pecah termasuklah galaksi-galaksi dan sebagainya, jadi adakah akhiran teori Big Bang tampak tidak sama? Tidak begitu kerana barangkali pengembangan jasad samawi sehingga melanggar pintu langit (Langit Pertama) akan menyebabkan kesemua jasad-jasad akan meruntuh ataupun TERSEDUT. Perumpamaan ini dapat kita lihat apabila kabin pesawat kehilangan tekanan apabila tingkap kapal terbang pecah sewaktu kapal terbang sedang terbang tinggi di udara.
 
Epilog
 
Justeru segala penerangan telah saya jelaskan adalah dengan sedaya upaya. Pasti ada yang tertinggal beberapa lagi fakta lain akibat kekhilafan penulis. Dipinta semua peminat falak dalam falak-net ini berfikir dan merenungi sejenak tentang kebesaran dan kebenaran wahyu Quran untuk umat manusia. Carilah ilmu walau di mana saja kita berada kerana dengannya ia menjadi penyuluh dalam kegelapan dan bagi memahamkan kita dengan sesuatu keadaan yang memerlukan pemikiran kritikal terhadap penemuan-penemuan sains moden untuk ditakwilkan menurut cara yang sewajarnya. Adalah menjadi hasrat saya untuk melihat satu bentuk Tafsiran Quran alaf baru yang membentangkan penemuan-penemuan sains terbaru yang bukanlah untuk dipersesuaikan dengan dalil Quran (Al Quran adalah kitab panduan) tetapi untuk menyatakan kebenaran-kebenaran yang berupa mukjizat yang berlaku dari petunjuk Quran zaman berzaman. Umat nabi-nabi terdahulu di tunjukkan mukjizat secara nyata (hissyi) tetapi Quran mempertunjukkan mukjizatnya secara maknawi!! Itulah yang seharusnya umat Islam (sesama kita) titik beratkan bagaimana untuk mempertemukan sesuatu fakta baru dari Quran yang boleh menerangkan sesuatu kepelikan dalam dunia sains moden. Sebab itulah Al Quran adalah kitab yang amat Universal. Jangankan kata ayat itu berbunyi atau menjadi begini tetapi amat luas sekali maksud yang mungkin ia hendak sampaikan sepertimana tiga jenis contoh langit pecah di atas tadi. Apa yang perlu saya nyatakan di sini ialah jangan berbantah-bantahan sesama lain apabila memperkatakan sesuatu ayat Al Quran melainkan seacar jujur katakan apa yang sepatutnya kerana kita tidak tahu sama ada tafsiran atau takwilan kita itu tepat atau tidak. Memegang kepada hakikat ini, saya ucapkan berbanyak-banyak terima kasih kepada Itriah dan Mior Latfee kerana sangat berminat untuk merujuk kepada sesuatu dalil Quran untuk sesuatu persoalan yang boleh ditunjukki apa yang sepatutnya berdasarkan apa yang saya faham dan tidak lebih dari itu. Jika ada sesuatu yang saya sendiri pun tidak faham, Insya Allah kita boleh perpanjangkan kepada sesiapa yang lebih berpengetahuan. Sekian. Wassalam.
 
----- Original Message -----
Sent: Thursday, December 06, 2001 2:14 PM
Subject: RE: [falak-net] Black Holes

Kalau tak salah saya black hole berasal dari sebuah bintang (seperti matahari) yang berkembang menjadi bintang raksaksa (matahari pun dalam proses ni) yang akhirnya akan meletup meninggalkan terasnya yang sangat kecil tetapi sangat tumpat dan amat berat sehingga menghasilkan daya graviti yang sangat tinggi. Graviti yang teramat tinggi ini akan menelan atau menyedut apa sahaja di sekelilingnya hatta cahaya, sehingga kawasan sekitar menjadi hitam kerana tiada cahaya yang tidak diserapnya.
 
Pakar-pakar astronomi boleh confirmkan ke?
 
----- Original Message -----
Sent: Friday, December 07, 2001 8:26 AM
Subject: Re: [falak-net] Black Holes

Assalamualaikum.

Saya bukanlah di antara orang yang terbaik untuk menjawab persoalan tersebut. Namun saya juga ingin berkongsi bersama mengenai huraian ringkas dari Al-Quran mengenai Black Holes.

Saya ingin kepilkan beberapa ayat Allah untuk saudara/i berfikir tentang ciptaan Allah.

"Dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu" ( Maksud Al-Quran Surah An-Naba(79) Ayat 19 )

"dan terbelahlah langit kerana pada hari itu langit menjadi lemah" ( Maksud Al-Quran Surah Al-Haaqqah(69) Ayat 16 )

Apakah ayat ini membuktikan kewujudan Black Holes? Wallahua'lam.

Sekian. Wassalam.

-----Original Message-----
From:
itriah [mailto:itriah@...]
Sent: Friday, December 07, 2001 1:28 AM
To: falak-net@yahoogroups.com
Subject: [falak-net] Black Holes


Assalamualaikum
 
Saya ingin mengetahui adakah Black Holes benar-benar wujud? Adakah ia hanya hipothesis? Jika benar, ada ke huraian Quran memperjelaskan isu ini. Bagaimana pula hubungan antara X rays dengan Black Holes itu?
 
Wassalam.

#605 From: Shah <shah7475@...>
Date: Sun May 19, 2002 9:00 am
Subject: Jumlah terkini satelit planet Musytari
shahgazer
Send Email Send Email
 
Assalamualaikum,

Berita terkini dari dunia Astronomi ialah penemuan 11 buah satelit  baru bagi planet Musytari, menjadikan jumlah satelit semulajadi yang sedang mengorbit planet tersebut ialah 39 buah kesemuanya!!

Scott S. Sheppard dan David C. Jewitt dari University of Hawaii telah menggunakan teleskop Canada-France-Hawaii Telescope yang berukuran 3.6 meter, dan teleskop kepunyaan University of Hawaii yg berukuran 88 inci yang terletak di Mauna Kea, Hawaii.

Satelit-satelit baru ini semuanya bersaiz tidak lebih dari 2 hingga 4 km, dan dalam orbit retrograde (bergerak ke belakang berbanding satelit lain). Setiap satelit ini mengambil masa antara 557 hingga 773 hari.

Orbit yang besar, elongated satelit satelit ini membuktikan ia telah di 'tangkap' di dalam kawalan graviti planet Musytari suatu ketika dahulu.

Sumber: www.skyandtelescope.com

Wassalam
Shahrin Haji Ahmad

#606 From: "shahgazer" <shah7475@...>
Date: Tue May 28, 2002 8:16 am
Subject: Fwd: assalammualaikum...
shahgazer
Send Email Send Email
 
Assalamualaikum wbt.

Selamat datang ke Falak-Net. Mudah-mudahan sdra Asri akan dpt banyak pengalaman
dan berkongsi pendapat dengan para ahli Falak-Net, InsyaAllah.

Memandangkan saya pun ex-UPM dan bekerja dekat dgn serdang, amat menarik jika
kita dapat berjumpa sekali-sekala berbincang berkaitan ilmu falak. Saya juga
cadangkan agar sdra Asri dapat berjumpa dengan penysarah di Jabatan Fizik UPM,
Dr.Zaidan Abdul Wahab, seorang peminat astronomi yang aktif di UPM. Bolehlah
bantu menggerakkan aktiviti pencerapan di sekitar UPM, InsyaAllah.

Boleh hubungi saya di 019-2869969

Wassalam
Shahrin Haji Ahmad
Moderator


----------------------------------------------------------
Date: Mon, 27 May 2002 10:09:47 +0800
From: Asri Masa <wal_asr@...>
Subject: assalammualaikum...


Terlebih dahulu saya ucapkan terima kasih sebab sudi memperkenalkan saya kepada
laman ini.Eloklah saya perkenalkan diri saya ini.Saya bernama Mohd asri md
saad,berasal dr Penang dan sedang menuntut dalam jurusan statistik di UPM.Minat
saya terhadap astronomi muncul semasa saya mengambil subjek sejarah
matematik.Dalam subjek ini saya dpt mengenali beberapa tokoh dalam matematik
khususnya astronomi.Kedua-duanya berkait rapat .Saya berharap melalui laman ini
saya dapat meluaskan pengetahuan saya dalam bidang ini(astronomi).Saya juga
bercadang untuk meneruskan minat saya dalam kajian falak selepas bergraduat
nanti lebih kurang setahun lagi.Oleh itu saya harap saudara moderator dapat
cadangkan @perkenalkan kepada saya mana-mana tempat atau jabatan yang boleh bagi
saya berkhidmat @ bekerja khususnya bidang yang menjurus kepada astronomi ini.
Harap dapat membantu saya...

sekian Wasalam...kita bertemu di lain kali..

#607 From: "Unit Sains Lingkudau USKAL-Sabah" <uskal@...>
Date: Tue May 28, 2002 1:41 pm
Subject: Gerhana Matahari Anulus 11 Jun 2002
uskal@...
Send Email Send Email
 
Salam hormat,

Sila lawat laman web kami di www.uskal.b0x.com untuk membaca siaran akhbar
berkaitan gerhana matahari anulus yang akan berlaku pada 11 Jun 2002.

Terima kasih, wasalam.

Mustapha Nasir
K.P Puskal-Sabah



_________________________________________________________________
Join the worlds largest e-mail service with MSN Hotmail.
http://www.hotmail.com

#608 From: "Isma Nusa" <ismanusa@...>
Date: Tue May 28, 2002 2:36 pm
Subject: PERISTIWA POKOK BERKATA2 DIPALESTINE?
em_sanusi
Send Email Send Email
 

Saya telah cuba poskan berita ini minggu lepas tapi tak berjaya, falak-net ada problem ke?

KENYATAAN SEIKH AHMAD YASIN PEMIMPIN GERAKAN ISLAM HAMAS DI PALESTIN.
"DI RAMALLAH : MEMANG BENAR POKOK BERKATA-KATA""
Kenyataan akhbar ini pasti akan menimbulkan berbagai persoalan dan perbincangan sama ada untuk menyokong atau menolak perkara ini. Adakah benar pokok-pokok berkata-kata di Ramallah? Dan adakah ini bermakna tanda-tanda kiamat telah mula timbul? Jesteru itu akhbar "Afaq Arabiah" milik Ikhwan Muslimin di Mesir keluaran 15 Mei 2002 telah berjaya mendapat laporan yang lengkap mengenai perkara ini dari sumbernya di Palestin. Pihak akhbar telah menghubungi Syeikh Ahmad Yassin, Pemimpin Gerakan Islam HAMAS di Palestin melalui telefon dan beliau menegaskan : "Pokok berkata-kata di Ramallah adalah salah satu tanda bagi kemenangan Islam, dan ini bukan tanda
yang pertama. Sebelum ini sebahagian dari pejuang kami yang syahid di dalam pertempuran,jasad-jasad mereka berbau harum ketika hendak dikebumikan".
Syeikh Ahmad Yassin menyatakan semasa dihubungi oleh pihak akhbar melalui telefon : "Sesungguhnya berita gembira yang disampaikan oleh Rasulullah SAW mengenai pokok-pokok dan batu-batu berkata-kata telahpun berlaku dan masa akan datang akan menyaksikan tanda-tanda lain dari dari apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dari berita gembira tersebut. Inilah yang meneguhkan keyakinan kami bahawa sesungguhnya pertolongan Allah SWT akan
datang dan ianya tidak mustahil berlaku. Perkara ini juga mengembalikan kekuatan barisan pejuang-pejuang Islam di Palestin. Ini juga memberikan makna yang besar kepada kami bahawa musuh kami akan hancur dan musnah
dengan izin dari Allah SWT dan kami yakin dengan Sabda Baginda SAW : "Tidak akan berlaku hari kiamat sehingga orang-orang Islam memerangi orang-orang Yahudi. Maka orang-orang Yahudi akan bersembunyi di sebalik batu-batu dan pokok-pokok (kerana takutkan orang-orang Islam) dan batu-batu dan pokok-pokok tersebut berkata kepada orang-orang Islam: "Wahai Muslim! Wahai hamba Allah! Ini Yahudi dibelakangku. Bunuhlah ia !" Kecuali pohon 'Gharqad' kerana sesungguhnya pohon tersebut adalah pohon Yahudi".
Syeikh Ahmad Yassin menjelaskan bahawa pokok-pokok berkata-kata adalah tanda awal kemenangan bagi pejuang-pejuang kebenaran yang tidak akan ditimpa kehinaan dan kelemahan seperti yang dijelaskan di dalam hadis
Rasulullah SAW : "Tidak akan hilang satu golongan dari umatku yang akan menegakkan kebenaran. Mereka tidak akan dapat dimudharatkan oleh orang-orang yang yang cuba menentang dan merendah-rendahkan mereka sehinggalah tiba pertolongan dari Allah SWT". Sahabat bertanya kepada
Baginda SAW : " Siapakah mereka Wahai Rasulullah ? Manusia dari umatku di Baitul Muqaddis dan pelindung-pelindung(mujahid-mujahid) di Baitul Muqaddis".
Berikut adalah laporan peristiwa tersebut yang disampaikan oleh Syeih Ahmad Yassin di mana lebih kurang pukul 8.30 pagi hari Ahad selepas hari serangan terakhir Yahudi terhadap Ramallah, tiga orang pemuda Palestin
keluar untuk menuju ke hospital pusat di Ramallah untuk mencari mangsa-mangsa serangan udara yang dilancarkan oleh pihak Israel. Semasa di pertengahan jalan, mereka melihat seorang penduduk Yahudi berdiri di atas
sebuah tembok. Mereka berpandangan di antara satu sama lain dan mengambil kata sepakat untuk membunuh Yahudi tersebut. Mereka menghampiri Yahudi tersebut secara sembunyi-sembunyi supaya kedatangan mereka tidak disedari
oleh Yahudi tersebut tetapi mereka mendapatinya telah melarikan diri. Mereka terus berusaha mencari dan mengepung Yahudi tersebut sehingga ke sebuah jalan mati tetapi mereka tidak berjaya menemui Yahudi tersebut.
Ketika mereka hendak pulang mereka mendengar satu suara memanggil mereka. Pada sangkaan mereka itu adalah khayalan mereka apabila mereka gagal mencari punca dari mana suara itu datang dan mereka mengambil keputusan
untuk meneruskan perjalanan mereka ke hospital. Sekali lagi mereka mendengar suara tersebut berulang-kali memanggil mereka dan akhirnya mereka mendapati bahawa suara itu datang dari belakang salah satu dari pokok-pokok yang berhampiran dengan mereka. Pada sangkaan mereka suara itu adalah dari salah seorang mangsa serangan Yahudi tempohari yang memanggil mereka untuk
meminta pertolongan. Ketika mereka sampai berhampiran dengan pokok tersebut mereka mendengar satu suara yang samar-samar menyuruh mereka melihat dan membunuh Yahudi yang bersembunyi di belakang pokok tersebut. Mereka
benar-benar mendapati Yahudi yang mereka cari itu bersembunyi di belakang pokok tersebut dan mereka terus mengepung dan membunuh Yahudi tersebut. Selepas itu mereka segera meninggalkan tempat tersebut untuk mengelakkan bertembung dengan tentera Yahudi Mereka terus menuju ke hospital dan menceritakan peristiwa tersebut kepada pihak hospital.
Dalam beberapa jam, berita tersebut telah tersebar luas ke seluruh bandar Ramallah dan sampai ke pengetahuan Yahudi yang mencari-cari punca sebenar pembunuhan Yahudi tersebut. Perkara ini menakutkan tentera-tentera Israel
dan mereka telah mengurangkan jumlah tentera di tempat kejadian.
Saluran berita Qatar telah menyebarkan berita mengenai peristiwa ini melalui akhbar dan media massa dan mengiktibarkan bahawa apa yang berlaku di Palestin adalah salah satu dari tanda-tanda kiamat dan ini adalah satu
peluang bagi penduduk Palestin untuk mencapai pertolongan dari Allah yang semakin hampir.
Berdasarkan dari apa yang disampaikan oleh Syeikh Ahmad Yassin, Doktor Abdul Aziem al-Mutni'ie - pensyarah Bahasa Arab di Universiti Al-Azhar menegaskan : "Kami tidak ragu-ragu untuk menerima perkara tersebut kerana
ianya telah jelas disebut di dalam hadis Baginda SAW dan ini bermakna, peristiwa ini tidak bercanggah dengan hadis dan kerana tidak ditentukan di dalam hadis apabila pokok berkata-kata maka kiamat akan terjadi esok. Tidak
diragui lagi bahawa umur dunia yang telah berlalu lebih banyak dari yang tinggal. Oleh itu tidak perlu diragui lagi tentang peristiwa ini lebih-lebih lagi ianya disampaikan oelh Syeikh Ahmad Yassin. Ini adalah
peluang yang baik bagi umat Islam dan salah satu dari tanda-tanda pertolongan Allah SWT.
Petikan dari akhbar "Afaq Arabiyah",Kaherah,Mesir

Tarikh : 15 Mei 2002

TERKINI! SYEIKH TANTAWI SAHKAN PERISTIWA TERSEBUT!

Date: Mon, 20 May 2002 19:24:48 +0800 (CST)

The al-azhar imam : the trees pronunciation from the help good news

Doctor Muhammad Sayed Tantawi the al-azhar imam confirmed that the information that Al-Sheikh Ahmed Yaseen reported is founder a Hamas movement regarding the trees pronunciation in Ramallah and his calling on three of youth the Palestinian a descendant and the one that was spread so that he guides them on a Jew hides Arab horizons is the of his details in the past issue .. He confirmed that this matter is from the help good news from from the god support marks to the Palestinian fighters .

This came in declarations to the journalistic after the past Friday prayer in the Al Azhr Al Shrif .

SILA CARI DI www.afaqarabia.com ART NO:The number is 558 thursday 11 of the Rabia I is 1423 23 of may is 2002

BERITA DIATAS DITERJEMAHKAN MELALUI www.ajeeb.com SILA DAFTAR SEBAGAI AHLI DAHULU (FREE) UTK MENDAPATKAN TERJEMAHAN TERSEBUT.


Send and receive Hotmail on your mobile device: Click Here

#609 From: "Azam Noor" <zammaster@...>
Date: Sat Jun 1, 2002 4:12 am
Subject: Laman USKAL Sabah
zammaster@...
Send Email Send Email
 
Nampaknya laman web USKAL Sabah telah diblock oleh pihak yang tidak
bertanggungjawab, entah kerana tindakan terhadap sebuah laman web 'Islam
songsang' dahulu atau tidak, tidak tahulah tetapi jika anda klik
http://www.uskal.b0x.com ia akan terus ke laman web lucah!!! Saya sangat
hairan sekali!!

----- Original Message -----
From: "Unit Sains Lingkudau USKAL-Sabah" <uskal@...>
To: <Astronomi_Malaysia@yahoogroups.com>; <falak-net@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, May 28, 2002 9:41 PM
Subject: [falak-net] Gerhana Matahari Anulus 11 Jun 2002


>
> Salam hormat,
>
> Sila lawat laman web kami di www.uskal.b0x.com untuk membaca siaran akhbar
> berkaitan gerhana matahari anulus yang akan berlaku pada 11 Jun 2002.
>
> Terima kasih, wasalam.
>
> Mustapha Nasir
> K.P Puskal-Sabah

#610 From: "Azam Noor" <zammaster@...>
Date: Sat Jun 1, 2002 7:16 pm
Subject: Masalah Akses ke Laman USKAL Sabah
zammaster@...
Send Email Send Email
 
Terima kasih diucapkan kepada saudara Ediramle di atas makluman ini. Untuk
pengetahuan saudara, komputer saya menggunakan Windows ME versi Arabic,
masalahnya ialah apabila saya klik sahaja laman web USKAL Sabah, ia akan
link ke sini http://www.freewebsites.com/error_lang.html . Adakah laman web
USKAL Sabah menggunakan ISP dari freewebsites ini maka setiap kali saya klik
ke laman USKAL, akan memaparkan ....error_lang.html dengan paparan "We do
not host non english speaking sites". Barangkali ini terjadi kerana saya
menggunakan Windows ME versi Arabic??

Insya Allah, saya akan membuka laman web USKAL di tempat kerja saya di USM,
Penang kerana masalah ini.

Sekian.

----- Original Message -----
From: "ediramle" <edi@...>
To: <Astronomi_Malaysia@yahoogroups.com>
Sent: Saturday, June 01, 2002 9:18 AM
Subject: Re: [Astronomi_Malaysia] Laman USKAL Sabah


> En. Azam saya telah ke laman http://www.uskal.b0x.com  dan ianya tidak
> kelihatan masalah yang dinyatakan. Laman http://www.uskal.b0x.com  boleh
> dibuka seperti biasa.
>
> Antara isi kandungan laman USKAL adalah seperti di bawah. Tn.  Dr.
Mustapha
> dan seluruh warga USKAL,  izinkan saya copy dan pastekan di ruangan
egroups
> ini.
>
> http://www.uskal.b0x.com/SiaranGerhana11jun.htm
>
> Fenomena Gerhana Matahari Anulus 11 Jun 2002
>
>  Gerhana matahari Anulus akan berlaku pada awal pagi 11 Jun 2002.
> Walaubagaimanapun disebabkan kedudukan Malaysia adalah diluar laluan
gerhana
> annulus, maka hanya gerhana separa yang akan dapat disaksikan  di seluruh
> kawasan Negeri Sabah dan Sarawak. Semananjung Malaysia tidak dapat
> menyaksikan fenomena ini.
>
>  Gerhana matahari separa yang paling lama dapat dilihat dari Malaysia
ialah
> di kawasan yang paling Timur  iaitu Tambisan, Sabah pada kadar 86%.  Di
> Tambisan, gerhana matahari separa bermula pada jam 05:04 pagi dan berakhir
> pada jam 07:01 pagi.  Walau bagaimanapun ketika gerhana separa ini bermula
> Matahari masih belum terbit dan kita sudah tentu tidak akan dapat
> melihatnya.
>  Gerhana ini hanya dapat disaksikan  ketika Matahari terbit di kawasan ini
> iaitu pada jam 05:49 pagi, bermakna ketika Matahari terbit gerhana sedang
> berlaku.  Apa yang dapat dilihat ialah Matahari yang terbit pada pagi 11
Jun
> 2002 nanti adalah Matahari yang berbentuk sabit sehinggalah berakhirnya
> gerhana pada jam 07:01 pagi.  Tempoh gerhana separa yang dapat dilihat
dari
> Tambisan, Sabah adalah selama 1 jam 12 minit (bermula dari terbitnya
> Matahari sehingga tamat gerhana) iaitu tempoh yang paling lama berbanding
> tempat-tempat lain di Malaysia.
>  Selain Tambisan, tempat-tempat lain di seluruh negeri Sabah dan Sarawak
> juga akan dapat melihat gerhana matahari separa bermula dari terbitnya
> Matahari.  Walau bagaimanapun waktu berakhirnya gerhana, tempoh gerhana
dan
> fasa gerhana separa dapat dilihat adalah berbeza-beza mengikut tempat.
>
> Lokasi
>  Gerhana Bermula
>  Gerhana
>
> Maksimum
>  Terbit
>
> Matahari
>
>
>  Gerhana Berakhir
>
> Tambisan
>  05:04
>  06:00
>  05:49
>  07:01
>
> Semporna
>  05:04
>  05:58
>  05:53
>  07:00
>
> Lahad Datu
>  05:04
>  05:58
>  05:53
>  07:01
>
> Sandakan
>  05:05
>  05:58
>  05:53
>  07:01
>
> Tawau
>  05:04
>  05:58
>  05:57
>  07:00
>
> Kudat
>  05:07
>  05:59
>  05:57
>  07:01
>
> Kota Kinabalu
>  05:07
>  05:59
>  06:01
>  07:01
>
> Labuan
>  05:07
>  05:59
>  06:05
>  07:00
>
> Miri
>  05:07
>  05:59
>  06:13
>  06:59
>
> Bintulu
>  05:07
>  05:59
>  06:18
>  06:59
>
> Sibu
>  05:07
>  05:59
>  06:24
>  06:58
>
> Kuching
>  05:08
>  05:59
>  06:31
>  06:58
>
>
> Nota :  Semua waktu di atas adalah Waktu Piawaian Malaysia (WPM).
>
>  Dan secara umumnya fasa gerhana matahari ini akan dapat disaksikan dari
> kawasan Timur Asia sehingga ke bahagian Barat Mexico.
>
>  Secara am, gerhana matahari  berlaku apabila Matahari, Bulan dan Bumi
> berada dalam kedudukan yang sebaris di mana Bulan berada di tengah-tengah
> antara Matahari dan Bumi, dan gerhana matahari  boleh dibahagikan kepada
> tiga katagori iaitu yang pertama Gerhana Matahari Separa yang berlaku
> apabila Bulan melintas di hadapan Matahari tetapi tidak menghalang
> keseluruhan cakera Matahari.  Menyebabkan hanya sebahagian sahaja daripada
> cakera  matahari akan dapat dilihat dari bumi.
>
>  Katagori Gerhana matahari yang kedua ialah Gerhana Matahari Penuh yang
mana
> fenomena ini berlaku apabila Bulan melintas di hadapan Matahari dan
> menghalang keseluruhan cakera Matahari hasilnya pusat gerhana Matahari di
> Bumi akan mengalamai suatu suasana seolah-olah siang bertukar menjadi
malam.
> Kali terakhir fenomena ini berlaku di Malaysia ialah pada 25 Oktober 1995
>
>  Katagori matahari yang ketiga ialah Gerhana Matahari Anulus yang mana
> berlaku apabila  Bulan melintas di hadapan Matahari tetapi saiz cakera
Bulan
> tidak cukup besar untuk menghalang keseluruhan cakera Matahari dan
> menyebabkan sebahagian sinaran Matahari yang berbentuk seperti cincin akan
> kelihatan. Katagori inilah yang akan berlaku pada 11 Jun 2002.
> Walaubagaimanapun bagi Malaysia hanya fasa separa gerhana  sahaja yang
akan
> dapat disaksikan kerana negara kita berada diluar laluan pusat gerhana
ini.
>
> Para pegawai  dari   Bahagian Kajian Sains Angkasa (BAKSA) dan dari
> Pertubuhan Unit Sains Lingkudau Ranau Sabah (PUSKAL-Sabah) merancang akan
> berada di Bandar Sahabat Lahad Datu bermula pada 8 Jun sehingga 11 Jun
2002.
>
> Agensi kerajaan dibawah Kementerian Sains, Teknologi Dan Alam Sekitar ini
> (BAKSA) dan NGO dari Sabah yang berpusat di Ranau Sabah (PUSKAL-Sabah) ini
> akan mengadakan program secara bersama iaitu program pencerapan gerhana
> matahari separa yang dirancang akan diadakan di Tepi Pantai Sahabat Resort
> di  Bandar Sahabat, Lahad Datu, Sabah pada 11 Jun 2002 dari jam 5.30pagi
> hingga 7.15 pagi.
>
> Sebanyak  5 buah teleskop akan dibawa ke lokasi pencerapan iaitu 2 buah
> untuk kegunaan orang awam dan 3 buah untuk tujuan penyelidikan. Orang
ramai
> dijemput bersama-sama untuk menyaksikan fenomena ini. Di tapak pencerapan
> akan disediakan moniter tv yang akan menayangkan fenomena ini secara terus
> dari teleskop bertujuan memudahkan orang ramai dan sebagai langkah
> keselamatan mata para pemerhati.
>
>
> Selain itu program pendidikan yang dirancang termasuklah ceramah
astronomi,
> pencerapan dan penerangan mengenai fenomena gerhana, pameran dan
pengedaran
> risalah gerhana.
>
>
> Manakala program penyelidikan yang akan dijalankan adalah astrofotografi
dan
> videografi, penentuan masa sentuhan gerhana dan mengukur paras air laut
> kesan daripada fenomena gerhana.
>
>
> LANGKAH KESELAMATAN SEMASA MENYAKSIKAN GERHANA
>
>
> Semasa berlakunya gerhana matahari orang ramai dilarang sama sekali untuk
> melihat terus ke arah gerhana dengan mata kasar atau menggunakan sebarang
> peralatan lain tanpa menggunakan penuras yang selamat kerana ia boleh
> merosakkan mata dan berkemungkinan akan menjadi buta.
>
>
>
> Terdapat beberapa jenis penuras yang sesuai dan selamat digunakan untuk
> melindungi mata kita ketika melihat Matahari yang terdapat di pasaran.
>
>
>
> Antaranya adalah penuras suria yang diperbuat daripada aloi nikel kromium,
> helaian Mylar, kaca topeng pengimpal bernombor 14 dan dua lapisan filem
> hitam-putih yang mengandungi emulsi perak yang mana filem ini perlu
> didedahkan sepenuhnya kepada cahaya serta diproses dengan sempurna sebelum
> digunakan.
>
>
>
> Beberapa jenis penuras yang TIDAK selamat digunakan pula adalah filem
> hitam-putih yang tidak mengandungi emulsi perak, filem slaid, filem
negatif
> berwarna, cermin mata hitam, kepingan gelas atau kaca berasap, kepingan
> cakera padat (CD), filem sinar-x yang mengandungi gambar diagnosis.  Semua
> bahan penuras ini dapat mengurangkan intensiti cahaya Matahari dalam
panjang
> gelombang boleh nampak tetapi hanya sedikit atau tidak sama sekali dapat
> menghalang sinaran infra-merah berbahaya yang boleh merosakkan mata kita.
>
>
>
> Orang ramai adalah dinasihatkan supaya tidak menggunakan sebarang penuras
> yang tidak dapat dipastikan keselamatannya untuk melihat gerhana matahari
> ini bagi mengelakkan sebarang kemungkinan yang tidak dingini.
>
>
>
> Sehubungan dengan itu, pihak PUSKAL-Sabah  akan mengadakan  infoline /
> hotline 24 jam sehari bermula pada 29 Mei 2002 sehingga 11 Jun 2002, yang
> berfungsi sebagai talian bantuan dan informasi sempena fenomena ini.
Talian
> telefon yang boleh dihubungi  ialah 088 878 870.
>
>
>
> PENUTUP
> Gerhana Matahari merupakan fenomena astronomi menarik dan menakjubkan yang
> jarang berlaku di negara kita.  Kali terakhir ianya berlaku di Malaysia
> ialah pada 22 Ogos 1998 iaitu gerhana matahari annulus dan 25 Oktober 1995
> iaitu gerhana matahari penuh.  Walaupun gerhana matahari yang akan kita
> saksikan pada 11 Jun 2002 ini hanyalah gerhana matahari separa, kita tidak
> sepatutnya melepaskan peluang ini kerana gerhana matahari berikutnya hanya
> akan berlaku di Malaysia pada 01 Ogos 2008 iaitu gerhana matahari separa.
>
>
>
> ----- Original Message -----
> From: Azam Noor <zammaster@...>
> To: <falak-net@yahoogroups.com>; <Astronomi_Malaysia@yahoogroups.com>
> Sent: Saturday, June 01, 2002 12:12 PM
> Subject: [Astronomi_Malaysia] Laman USKAL Sabah
>
>
> > Nampaknya laman web USKAL Sabah telah diblock oleh pihak yang tidak
> > bertanggungjawab, entah kerana tindakan terhadap sebuah laman web 'Islam
> > songsang' dahulu atau tidak, tidak tahulah tetapi jika anda klik
> > http://www.uskal.b0x.com ia akan terus ke laman web lucah!!! Saya sangat
> > hairan sekali!!
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: "Unit Sains Lingkudau USKAL-Sabah" <uskal@...>
> > To: <Astronomi_Malaysia@yahoogroups.com>; <falak-net@yahoogroups.com>
> > Sent: Tuesday, May 28, 2002 9:41 PM
> > Subject: [falak-net] Gerhana Matahari Anulus 11 Jun 2002
> >
> >
> > >
> > > Salam hormat,
> > >
> > > Sila lawat laman web kami di www.uskal.b0x.com untuk membaca siaran
> akhbar
> > > berkaitan gerhana matahari anulus yang akan berlaku pada 11 Jun 2002.
> > >
> > > Terima kasih, wasalam.
> > >
> > > Mustapha Nasir
> > > K.P Puskal-Sabah

#611 From: "Azam Noor" <zammaster@...>
Date: Mon Jun 3, 2002 4:42 pm
Subject: Makluman Berkenaan Laman USKAL Sabah
zammaster@...
Send Email Send Email
 
----- Original Message -----
From: "Unit Sains Lingkudau USKAL-Sabah" <uskal@...>
To: <Astronomi_Malaysia@yahoogroups.com>
Sent: Monday, June 03, 2002 11:45 AM
Subject: Re: [Astronomi_Malaysia] Laman USKAL Sabah


> Maaf kerana tidak menjawab email anda lebih awal. (Terlalu sibuk sehingga
> tiada masa membuka email)
> Sebenarnya laman kami adalah dikendalikan oleh ISP freewebsite.com dan ada
> kalanya saya dapati mereka memaparkan "Iklan" dari penaja yang adakalanya
> kandungannya mengandungi bahan-bahan lucah dan sebagainya yang saya fikir
> tidak sesuai dengan senario kita di sini.
>
> Walaubagaimanapun pihak kami sedang dalam peringkat rundingan dengan salah
> sebuah pembekal ISP di Malaysia untuk menghostkan laman kami dan
insyaAllah
> perkara ini (iklan) tidak akan timbul lagi.
>
> Dan sehingga  masa ini, laman kami masih boleh diakses, tanpa sebarang
> masalah.
>
> Terima Kasih
> Mustapha Nasir
____________________________________________________________________________
_____________

> Dari Azam Noor

Terima kasih diucapkan kepada saudara Ediramle di atas makluman ini. Untuk
pengetahuan saudara, komputer saya menggunakan Windows ME versi Arabic,
masalahnya ialah apabila saya klik sahaja laman web USKAL Sabah, ia akan
link ke sini http://www.freewebsites.com/error_lang.html . Adakah laman web
USKAL Sabah menggunakan ISP dari freewebsites ini maka setiap kali saya klik
ke laman USKAL, akan memaparkan ....error_lang.html dengan paparan "We do
not host non english speaking sites". Barangkali ini terjadi kerana saya
menggunakan Windows ME versi Arabic??

Insya Allah, saya akan membuka laman web USKAL di tempat kerja saya di USM,
Penang kerana masalah ini.

Sekian.
____________________________________________________________________________
________________

----- Original Message -----
From: "ediramle" <edi@...>
To: <Astronomi_Malaysia@yahoogroups.com>
Sent: Saturday, June 01, 2002 9:18 AM
Subject: Re: [Astronomi_Malaysia] Laman USKAL Sabah


> En. Azam saya telah ke laman http://www.uskal.b0x.com  dan ianya tidak
> kelihatan masalah yang dinyatakan. Laman http://www.uskal.b0x.com  boleh
> dibuka seperti biasa.
>
> Antara isi kandungan laman USKAL adalah seperti di bawah. Tn.  Dr.
Mustapha
> dan seluruh warga USKAL,  izinkan saya copy dan pastekan di ruangan
egroups
> ini.
>
> http://www.uskal.b0x.com/SiaranGerhana11jun.htm
____________________________________________________________________________
_________________________

> ----Original Message Follows----
> From: "Azam Noor" <zammaster@...>
> Reply-To: Astronomi_Malaysia@yahoogroups.com
> To: <falak-net@yahoogroups.com>, <Astronomi_Malaysia@yahoogroups.com>
> Subject: [Astronomi_Malaysia] Laman USKAL Sabah
> Date: Sat, 1 Jun 2002 12:12:10 +0800
>
> Nampaknya laman web USKAL Sabah telah diblock oleh pihak yang tidak
> bertanggungjawab, entah kerana tindakan terhadap sebuah laman web 'Islam
> songsang' dahulu atau tidak, tidak tahulah tetapi jika anda klik
> http://www.uskal.b0x.com ia akan terus ke laman web lucah!!! Saya sangat
> hairan sekali!!
>
____________________________________________________________________________
_________________

> ----- Original Message -----
> From: "Unit Sains Lingkudau USKAL-Sabah" <uskal@...>
> To: <Astronomi_Malaysia@yahoogroups.com>; <falak-net@yahoogroups.com>
> Sent: Tuesday, May 28, 2002 9:41 PM
> Subject: [falak-net] Gerhana Matahari Anulus 11 Jun 2002
>
>  > Salam hormat,
>  >
>  > Sila lawat laman web kami di www.uskal.b0x.com untuk membaca siaran
> akhbar
>  > berkaitan gerhana matahari anulus yang akan berlaku pada 11 Jun 2002.
>  >
>  > Terima kasih, wasalam.
>  >
>  > Mustapha Nasir
>  > K.P Puskal-Sabah

#612 From: "Isma Nusa" <ismanusa@...>
Date: Mon Jun 3, 2002 3:06 pm
Subject: Tulisan Allah & Muhammad muncul di Bulan?
em_sanusi
Send Email Send Email
 
#613 From: Shah <shahgazer@...>
Date: Wed Jun 5, 2002 6:24 am
Subject: Planet Zuhrah/Musytari
shahgazer@...
Send Email Send Email
 
Assalamualaikum wbt.

Buat peminat dan pemerhati kejadian langit, beberapa minggu yang lepas,
terjadinya pengumpulan planet-planet yang agak banyak di langit sebelah
barat, selepas waktu Maghrib. Di sebabkan berita ini tidak berapa di
highlightkan di dlm akhbar tempatan, tidak seperti kejadian yang sama yang
berlaku tahun lepas, maka tak ramailah yang bertanya akan 'kesan-kesan'
yang mungkin terjadi terhadap kehidupan di bumi(?).

Walaupun begitu, saya tidak mahu bercerita panjang sangat pasal isu itu,
cuma ingin berkongsi maklumat buat semua, pada ketika ini, langit selepas
waktu Maghrib di sebelah barat sedang didominasi oleh planet yang paling
cerah di langit, iaitu planet Zuhrah, di samping diringi oleh planet
Musytari , berhampiran dengannya, di sebelah kiri bawah.

Saya ada sertakan kepilan gambar dari perisian Sky Charts - Castes du Ciel.
Gambar itu menunjukkan ke arah langit barat pada petang esok (6 Jun 2002).
Bahagian warna hijau itu menggambarkan horizon atau kaki langit bumi.

Jom ramai-ramai melihat kejadian yang menakjubkan ini, Subhanallah!!

Wassalam
Shahrin Haji Ahmad
---
Outgoing mail is certified Virus Free.
Checked by AVG anti-virus system (http://www.grisoft.com).
Version: 6.0.362 / Virus Database: 199 - Release Date: 5/7/2002

Messages 584 - 613 of 4668   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines NEW - Help