Terima kasih buat rekan2 yang sudah memberikan tanggapan pada thread ini.
Setelah berdiskusi dengan guru fisika yang lebih senior, beliau berkata dalam hal ini dilakukan pendekatan dengan menganggap gelas sebagai "bulk"/pejal [padatan utuh tanpa rongga] (makanya volumenya dianggap 200 cm kubik). Yang tetap menjadi pertanyaan: bagiamana pemuaian "kulit" bisa diasumsikan sebagai pemuaian "bulk"? Sekali lagi: yang memuai gelas berongga, bukan gelas TANPA rongga. Volume dan massa-nya saja sudah jauh beda... menurut saya besar pemuaiannya juga tidak akan saling mendekati. Bahkan jika kulit kita anggap sebagai benda 2 dimensi, nilai koefisien muainya juga akan jauh berbeda.
Karena kita dalam konteks pemuaian, kita berbicara tentang hal-hal dengan orde kecil (seandainya memang dilakukan pendekatan, ya harus "benar2" dekat... hehe...). Di semua buku
yang saya baca (termasuk Giancoli, Young-Freedman, dan Tipler), soal seperti ini diselesaikan dengan cara yang sama, tanpa ada penjelasan bahwa penyelesaian tersebut menggunakan pendekatan. Karena itu, saya penasaran sekali, bagaimana bisa persamaan (1) [pada posting saya yang pertama] berlaku untuk kasus seperti ini.
@ Sdr. Firdaus:
Apakah Anda bisa menerangkan dengan lebih jelas, bagaimana bentuk pelat yang Anda maksud? Jika pelat itu berbentuk segi empat dengan lingkaran di tengahnya, kemudian dibagi 4 sama besar dengan cara membagi sisi2nya (bukan dengan "memotong" secara diagonal), maka 1 potongan akan menghasilkan bangun datar dengan 5 sisi (bukan 4) [4 sisi berbentuk garis dan 1-nya berbentuk busur]. Mungkin Anda bisa menjelaskan yang mana sisi A dan B yang Anda maksud.
Untuk persamaan Anda: (2) A' - r' = (A - r) + (A - r) k T. Bukankah sebenarnya: (A - r)' = (A - r) + (A - r) k T. Pertanyaannya sekarang:
apakah benar, (A - r)' = A' - r' ?
Terima kasih banyak atas masukannya.
@ Pak Putu:
Untuk kurikulum KTSP (terbaru), soal ini soal standar untuk SMA kelas X. Materi pemuaian memang hadir di SMP kelas VII, tapi untuk kurikulum KTSP, tidak melibatkan soal seperti ini (di kurikulum 1994: ya, soal seperti ini hadir di kelas VII). Tadinya saya mau berikan tipe soal seperti ini untuk pengayaan di kelas VII (jika logikanya jelas).
Buat semua, thank you for any future help.
Regina
--- On Fri, 11/20/09, Firdaus Prabowo <bowo_fis01@...> wrote:
From: Firdaus Prabowo <bowo_fis01@...> Subject: Re: [FISIKA] Pemuaian (2) ? To: fisika_indonesia@yahoogroups.com Date: Friday, November 20, 2009, 7:07 PM
Misalkan pelat kaca memiliki rongga berbentuk lingkaran berjejari r di tengahnya. Pelat berongga tersebut kemudian kita bagi 4 sama besar. Setiap bagian punya sisi A dan B (yang tidak terpotong rongga), A-r dan B-r (yg terpotong rongga). Lalu kita panaskan.
Maka ekspansi karena pemanasan:
(1) A' = A +A k T (2) A' - r' = (A - r) + (A - r) k T
Kurangkan (1) dengan (2): r' = A - (A - r) + A k T - ((A - r) k T) , jadi didapat r' = r + r k T
Hal yg sama juga didapat untuk B dan B-r.
Jadi, lubang memuai dengan laju linear yang sama dengan kaca. Bentuk2 yang lain juga kira2 sama caranya.
Hmm. Bener ga ya? :)
From: Regina <reggie_nih@yahoo. com> To: fisika_indonesia@ yahoogroups. com Sent: Mon, November 16, 2009 9:38:50 PM Subject: [FISIKA] Pemuaian (2) ?
Menyambung thread pemuaian yang pernah saya angkat (dan telah ditanggapi dengan memuaskan oleh beberapa rekan di milis ini), saya masih punya sedikit masalah...
Contoh soal: Sebuah gelas kaca dengan volume 200 cm kubik diisi penuh dengan raksa pada suhu 293 K. Berapa banyak raksa yang tumpah saat suhu sistem naik menjadi 373 K? (Sebut saja koef muai kaca = p per kelvin dan koef muai raksa = q per kelvin).
Di semua buku fisika yang pernah saya baca (univ textbook dan highschool textbook), soal seperti ini diselesaikan dengan cara sbb.
Dihitung perubahan volume (rongga gelas) kaca: delta V kaca =
[koef muai kaca] . [V awal] . [delta suhu] = p x 200 x 80 (1) Dihitung perubahan volume raksa: delta V raksa =
[koef muai raksa] . [V awal] . [delta suhu] = q x 200 x 80 (2) Sehingga volume raksa yang tumpah= 16000 (q-p)
Yang menjadi pertanyaan saya: Apakah valid menghitung "perubahan volume rongga pada gelas kaca" menggunakan persamaan (1)? Perlu diingat, V awal = 200 cm kubik, bukanlah volume KACA-nya, tetapi volume RONGGA-nya. Tapi perubahan volume rongga ini dihitung dengan memakai koefisien muai KACA-nya. Apakah dapat dipastikan, perubahan volume rongga pasti linier dengan penambahan volume kaca, sehingga perhitungannya dapat dilakukan dengan persamaan (1)? Apakah ada penurunan persamaan yang dapat mengkonversikan "perubahan volume kaca (di sini berfungsi sebagai 'kulit')" menjadi "perubahan volume
rongga" seperti pada persamaan (1)? (Saya sudah utak-atik dengan matematika sederhana, belum ketemu2).
Di buku-buku, penyelesaian soal seperti di atas juga berlaku untuk bentuk "kulit" yang sembarang (silinder bertutup/tidak bertutup, bola, kubus, dsb.). Semuanya memasukkan data "volume rongga", dikombinasikan langsung dengan "koef muai bahan kulit" (yang tadinya saya anggap tidak bisa dikombinasikan) ke dalam persamaan (1).
I'm looking forward to any help... Thank you for the future postings in this thread.
salam.... sayah baru ngointrak mata kuliah fisika modern. disana dipelajari klo cahay itu mempunyai sifa dualisme; gelombang-partikel. saya masih bingung, pada...
... Kapan sifat gelombang dan partikel muncul, tergantung dari eksperimen yang digunakan untuk mempelajari sifat cahaya. Dua sifat itu tidak pernah muncul...
Hallo, Saya tidak berkutat dengan fisika kuantum, hanya kebetulan sedang baca buku "programming the universe"-nya Seth LLoyd. Sebenarnya itu buku sih tentang...
sekedar sharing sedikit ilmu. Dosen yang mengajari saya kuantum pernah bilang kapan kita menggunakan sifat gelombang dan kapan kita menggunakan sifat partikel...
Saya kurang setuju bila dua sifat tersebut tidak bisa muncul bersamaan, justru dualisme cahaya maksudnya cahaya itu bisa dianggap sebagai materi (partikel)...
... Setelah membaca komentar anda, saya melakuan sedikit web search, dan moga-moga ini merupakan jawaban akhir dari pertanyaan ini. Titik awalnya adalah...
pengen nimbrung aja nih.. kayaknya ngga nyambung.. tapi diskusinya nyambung dengan perasaan lirik lagu yang saya lagi buat :) *Mendua* Kadang kala kau bersifat...
Kita ketahui bahwa benda jika dipanaskan akan memuai ke segala arah. Benda 1 dimensi yang mengalami pemuaian akan bertambah panjang, benda 2 dimensi akan...
Bu Regina, Menurut hemat saya, kita bisa menganalisanya dengan hanya mengambil sisi terdalam dan sisi terluar saja sebagai masing-masing satu lapisan tipis...
Menyambung thread pemuaian yang pernah saya angkat (dan telah ditanggapi dengan memuaskan oleh beberapa rekan di milis ini), saya masih punya sedikit...
Kita mesti tau dahulu tebal gelas kaca tsb berapa. ... ===== ketika memuai dinding gelas tsb akan memuai ke segala arah, rongga dalam gelas menyempit. dgn koef...
saya belum lagi turunkan formula tuk masalah tu, tapi dengan tidak mengurangi rasa hormat pada Pak Putu, intuisi saya mengatakan ada sedikit kesalahan dari...
Ok pak Eka, saya bisa mengerti intuisi anda Saya jg blm bicara berdasarkan eksperimen, baru sekedar feeling Pada akhirnya nanti semua harus dibuktikan dalam...
Ini menjadi objek menarik untuk masalah pemodelan matematisnya, tapi tentu saja model yang benar adalah bila disusun dengan teliti dan terbukti secara empiris....
Misalkan pelat kaca memiliki rongga berbentuk lingkaran berjejari r di tengahnya. Pelat berongga tersebut kemudian kita bagi 4 sama besar. Setiap bagian punya...
Terima kasih buat rekan2 yang sudah memberikan tanggapan pada thread ini. Setelah berdiskusi dengan guru fisika yang lebih senior, beliau berkata dalam hal ini...
Salam. Ibu regina, beberapa waktu yang lalu aku kirim rumusan untuk memandang kondisi pemuaian secara mikroskopik. Yakni dengan menggunkan persamaan tensor...
jadi inget kalo karet di rendem ama minyak tanah....sama ga ya analoginya ma pemuaian logam cinicin?? (malah nanya) kalo diameternya semakin kecil bukannya...
salam kawan-kawan fisika indonesia.. mohon bantuan kawan-kawan sekalian.. apa ada yang tau alamat e-mail HRD nya GEODIPA ENERGI.. saya berniat untuk mengajukan...