Search the web
Sign In
New User? Sign Up
fisika_indonesia · Milis Fisika Indonesia (MFI)
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Hear how Yahoo! Groups has changed the lives of others. Take me there.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Messages 14757 - 14786 of 14811   Newest  |  < Newer  |  Older >  |  Oldest
Messages: Show Message Summaries   (Group by Topic) Sort by Date v  
#14786 From: Andri Husein <andri84@...>
Date: Sun Nov 29, 2009 7:43 am
Subject: Re: [FISIKA] Pemuaian (2) ?
andri84
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Salam.

Ibu regina, beberapa waktu yang lalu aku kirim rumusan untuk memandang kondisi pemuaian secara mikroskopik.. Yakni dengan menggunkan persamaan tensor rank-2. Namun kirimanku belum sampai dalam tahap merumuskan volume rongga. Moga dapat ditemukan di bagian spam email Anda soalnya aku kirim via docx.

Salam

Andri Sofyan Husein

Department of Physics, University of Lampung

Jln. Prof. Soemantri Brodjonegoro 1, Bandar Lampung, INDONESIA

http://www.unila.ac.id

Tlp.  : +(62-721) 702673

Fax. : +(62-721) 702767

 



--- On Wed, 25/11/09, Regina <reggie_nih@...> wrote:

From: Regina <reggie_nih@...>
Subject: Re: [FISIKA] Pemuaian (2) ?
To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
Date: Wednesday, 25 November, 2009, 8:50 AM

 

Terima kasih buat rekan2 yang sudah memberikan tanggapan pada thread ini.

Setelah berdiskusi dengan guru fisika yang lebih senior, beliau berkata dalam hal ini dilakukan pendekatan dengan menganggap gelas sebagai "bulk"/pejal [padatan utuh tanpa rongga] (makanya volumenya dianggap 200 cm kubik).
Yang tetap menjadi pertanyaan:
bagiamana pemuaian "kulit" bisa diasumsikan sebagai pemuaian "bulk"? Sekali lagi: yang memuai gelas berongga, bukan gelas TANPA rongga. Volume dan massa-nya saja sudah jauh beda... menurut saya besar pemuaiannya juga tidak akan saling mendekati. Bahkan jika kulit kita anggap sebagai benda 2 dimensi, nilai koefisien muainya juga akan jauh berbeda.

Karena kita dalam konteks pemuaian, kita berbicara tentang hal-hal dengan orde kecil (seandainya memang dilakukan pendekatan, ya harus "benar2" dekat... hehe...). Di semua buku yang saya baca (termasuk Giancoli, Young-Freedman, dan Tipler), soal seperti ini diselesaikan dengan cara yang sama, tanpa ada penjelasan bahwa penyelesaian tersebut menggunakan pendekatan. Karena itu, saya penasaran sekali, bagaimana bisa persamaan (1) [pada posting saya yang pertama] berlaku untuk kasus seperti ini..


@ Sdr. Firdaus:

Apakah Anda bisa menerangkan dengan lebih jelas, bagaimana bentuk pelat yang Anda maksud? Jika pelat itu berbentuk segi empat dengan lingkaran di tengahnya, kemudian dibagi 4 sama besar dengan cara membagi sisi2nya (bukan dengan "memotong" secara diagonal), maka 1 potongan akan menghasilkan bangun datar dengan 5 sisi (bukan 4) [4 sisi berbentuk garis dan 1-nya berbentuk busur]. Mungkin Anda bisa menjelaskan yang mana sisi A dan B yang Anda maksud.

Untuk persamaan Anda:  (2) A' - r' = (A - r) + (A - r) k T.
Bukankah sebenarnya: (A - r)' = (A - r) + (A - r) k T.
Pertanyaannya sekarang: apakah benar, (A - r)' = A' - r' ?

Terima kasih banyak atas masukannya.

@ Pak Putu:

Untuk kurikulum KTSP (terbaru), soal ini soal standar untuk SMA kelas X. Materi pemuaian memang hadir di SMP kelas VII, tapi untuk kurikulum KTSP, tidak melibatkan soal seperti ini (di kurikulum 1994: ya, soal seperti ini hadir di kelas VII). Tadinya saya mau berikan tipe soal seperti ini untuk pengayaan di kelas VII (jika logikanya jelas).

Buat semua, thank you for any future help.

Regina

--- On Fri, 11/20/09, Firdaus Prabowo <bowo_fis01@yahoo. com> wrote:

From: Firdaus Prabowo <bowo_fis01@yahoo. com>
Subject: Re: [FISIKA] Pemuaian (2) ?
To: fisika_indonesia@ yahoogroups. com
Date: Friday, November 20, 2009, 7:07 PM

 

Misalkan pelat kaca memiliki rongga berbentuk lingkaran berjejari r di tengahnya. Pelat berongga tersebut kemudian kita bagi 4 sama besar. Setiap bagian punya sisi A dan B (yang tidak terpotong rongga),  A-r dan B-r (yg terpotong rongga). Lalu kita panaskan.

Maka ekspansi karena pemanasan:

(1) A' = A +A k T
(2) A' - r' = (A - r) + (A - r) k T

Kurangkan (1) dengan (2):
r' = A - (A - r) + A k T - ((A - r) k T) , jadi didapat
r' = r + r k T

Hal yg sama juga didapat untuk B dan B-r.

Jadi, lubang memuai dengan laju linear yang sama dengan kaca.
Bentuk2 yang lain juga kira2 sama caranya.

Hmm. Bener ga ya? :)


From: Regina <reggie_nih@yahoo. com>
To: fisika_indonesia@ yahoogroups. com
Sent: Mon, November 16, 2009 9:38:50 PM
Subject: [FISIKA] Pemuaian (2) ?

 

Menyambung thread pemuaian yang pernah saya angkat (dan telah ditanggapi dengan memuaskan oleh beberapa rekan di milis ini), saya masih punya sedikit masalah...

Contoh soal:
Sebuah gelas kaca dengan volume 200 cm kubik diisi penuh dengan raksa pada suhu 293 K. Berapa banyak raksa yang tumpah saat suhu sistem naik menjadi 373 K? (Sebut saja koef muai kaca = p per kelvin dan koef muai raksa = q per kelvin).

Di semua buku fisika yang pernah saya baca (univ textbook dan highschool textbook), soal seperti ini diselesaikan dengan cara sbb.

Dihitung perubahan volume (rongga gelas) kaca:
delta V kaca = [koef muai kaca] . [V awal] . [delta suhu] = p x 200 x 80               (1)
Dihitung perubahan volume raksa:
delta V raksa = [koef muai raksa] . [V awal] . [delta suhu] = q x 200 x 80             (2)
Sehingga volume raksa yang tumpah= 16000 (q-p)

Yang menjadi pertanyaan saya:
Apakah valid menghitung "perubahan volume rongga pada gelas kaca" menggunakan persamaan (1)? Perlu diingat, V awal = 200 cm kubik, bukanlah volume KACA-nya, tetapi  volume RONGGA-nya. Tapi perubahan volume rongga ini dihitung dengan memakai koefisien muai KACA-nya.
Apakah dapat dipastikan, perubahan volume rongga pasti linier dengan penambahan volume kaca, sehingga perhitungannya dapat dilakukan dengan persamaan (1)?
Apakah ada penurunan persamaan yang dapat mengkonversikan "perubahan volume kaca (di sini berfungsi sebagai 'kulit')" menjadi "perubahan volume rongga" seperti pada persamaan (1)?
(Saya sudah utak-atik dengan matematika sederhana, belum ketemu2).

Di buku-buku, penyelesaian soal seperti di atas juga berlaku untuk bentuk "kulit" yang sembarang (silinder bertutup/tidak bertutup, bola, kubus, dsb.). Semuanya memasukkan data "volume rongga", dikombinasikan langsung dengan "koef muai bahan kulit" (yang tadinya saya anggap tidak bisa dikombinasikan) ke dalam persamaan (1).

I'm looking forward to any help... Thank you for the future postings in this thread.

Regina





Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!

#14785 From: "Zaenal Arief" <zaenal@...>
Date: Thu Nov 26, 2009 1:49 am
Subject: RE: [FISIKA] viscometer redwood
zaenal@...
Send Email Send Email
 

Saya pernah denger yg pake disk , cairan yg akan di cek di taruh diantara 2 disk terus disk nya diputar

 


From: fisika_indonesia@yahoogroups.com [mailto:fisika_indonesia@yahoogroups.com] On Behalf Of Yudi pRamono
Sent: Wednesday, November 25, 2009 11:24 PM
To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
Subject: [FISIKA] viscometer redwood

 

 

temen2 milis,tolong dong bantu cariin materi tentang cara kerja viscometer redwood,coz dari kemarin aku nyari tu cuma da spesifikasinya??kemudian mau tanya,adakah metode selain bola jatuh untuk menentukan viscositas [kekentalan]zat cair?tolong yach???

 


Akses email lebih cepat.
Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)


#14784 From: Yudi pRamono <noe_taka@...>
Date: Wed Nov 25, 2009 4:24 pm
Subject: viscometer redwood
noe_taka
Offline Offline
Send Email Send Email
 
temen2 milis,tolong dong bantu cariin materi tentang cara kerja viscometer redwood,coz dari kemarin aku nyari tu cuma da spesifikasinya??kemudian mau tanya,adakah metode selain bola jatuh untuk menentukan viscositas [kekentalan]zat cair?tolong yach???


Akses email lebih cepat.
Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)

#14783 From: Regina <reggie_nih@...>
Date: Wed Nov 25, 2009 1:50 am
Subject: Re: [FISIKA] Pemuaian (2) ?
reggie_nih
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Terima kasih buat rekan2 yang sudah memberikan tanggapan pada thread ini.

Setelah berdiskusi dengan guru fisika yang lebih senior, beliau berkata dalam hal ini dilakukan pendekatan dengan menganggap gelas sebagai "bulk"/pejal [padatan utuh tanpa rongga] (makanya volumenya dianggap 200 cm kubik).
Yang tetap menjadi pertanyaan:
bagiamana pemuaian "kulit" bisa diasumsikan sebagai pemuaian "bulk"? Sekali lagi: yang memuai gelas berongga, bukan gelas TANPA rongga. Volume dan massa-nya saja sudah jauh beda... menurut saya besar pemuaiannya juga tidak akan saling mendekati. Bahkan jika kulit kita anggap sebagai benda 2 dimensi, nilai koefisien muainya juga akan jauh berbeda.

Karena kita dalam konteks pemuaian, kita berbicara tentang hal-hal dengan orde kecil (seandainya memang dilakukan pendekatan, ya harus "benar2" dekat... hehe...). Di semua buku yang saya baca (termasuk Giancoli, Young-Freedman, dan Tipler), soal seperti ini diselesaikan dengan cara yang sama, tanpa ada penjelasan bahwa penyelesaian tersebut menggunakan pendekatan. Karena itu, saya penasaran sekali, bagaimana bisa persamaan (1) [pada posting saya yang pertama] berlaku untuk kasus seperti ini.


@ Sdr. Firdaus:

Apakah Anda bisa menerangkan dengan lebih jelas, bagaimana bentuk pelat yang Anda maksud? Jika pelat itu berbentuk segi empat dengan lingkaran di tengahnya, kemudian dibagi 4 sama besar dengan cara membagi sisi2nya (bukan dengan "memotong" secara diagonal), maka 1 potongan akan menghasilkan bangun datar dengan 5 sisi (bukan 4) [4 sisi berbentuk garis dan 1-nya berbentuk busur]. Mungkin Anda bisa menjelaskan yang mana sisi A dan B yang Anda maksud.

Untuk persamaan Anda:  (2) A' - r' = (A - r) + (A - r) k T.
Bukankah sebenarnya: (A - r)' = (A - r) + (A - r) k T.
Pertanyaannya sekarang: apakah benar, (A - r)' = A' - r' ?

Terima kasih banyak atas masukannya.

@ Pak Putu:

Untuk kurikulum KTSP (terbaru), soal ini soal standar untuk SMA kelas X. Materi pemuaian memang hadir di SMP kelas VII, tapi untuk kurikulum KTSP, tidak melibatkan soal seperti ini (di kurikulum 1994: ya, soal seperti ini hadir di kelas VII). Tadinya saya mau berikan tipe soal seperti ini untuk pengayaan di kelas VII (jika logikanya jelas).

Buat semua, thank you for any future help.

Regina

--- On Fri, 11/20/09, Firdaus Prabowo <bowo_fis01@...> wrote:

From: Firdaus Prabowo <bowo_fis01@...>
Subject: Re: [FISIKA] Pemuaian (2) ?
To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
Date: Friday, November 20, 2009, 7:07 PM

 

Misalkan pelat kaca memiliki rongga berbentuk lingkaran berjejari r di tengahnya. Pelat berongga tersebut kemudian kita bagi 4 sama besar. Setiap bagian punya sisi A dan B (yang tidak terpotong rongga),  A-r dan B-r (yg terpotong rongga). Lalu kita panaskan.

Maka ekspansi karena pemanasan:

(1) A' = A +A k T
(2) A' - r' = (A - r) + (A - r) k T

Kurangkan (1) dengan (2):
r' = A - (A - r) + A k T - ((A - r) k T) , jadi didapat
r' = r + r k T

Hal yg sama juga didapat untuk B dan B-r.

Jadi, lubang memuai dengan laju linear yang sama dengan kaca.
Bentuk2 yang lain juga kira2 sama caranya.

Hmm. Bener ga ya? :)


From: Regina <reggie_nih@yahoo. com>
To: fisika_indonesia@ yahoogroups. com
Sent: Mon, November 16, 2009 9:38:50 PM
Subject: [FISIKA] Pemuaian (2) ?

 

Menyambung thread pemuaian yang pernah saya angkat (dan telah ditanggapi dengan memuaskan oleh beberapa rekan di milis ini), saya masih punya sedikit masalah...

Contoh soal:
Sebuah gelas kaca dengan volume 200 cm kubik diisi penuh dengan raksa pada suhu 293 K. Berapa banyak raksa yang tumpah saat suhu sistem naik menjadi 373 K? (Sebut saja koef muai kaca = p per kelvin dan koef muai raksa = q per kelvin).

Di semua buku fisika yang pernah saya baca (univ textbook dan highschool textbook), soal seperti ini diselesaikan dengan cara sbb.

Dihitung perubahan volume (rongga gelas) kaca:
delta V kaca = [koef muai kaca] . [V awal] . [delta suhu] = p x 200 x 80               (1)
Dihitung perubahan volume raksa:
delta V raksa = [koef muai raksa] . [V awal] . [delta suhu] = q x 200 x 80             (2)
Sehingga volume raksa yang tumpah= 16000 (q-p)

Yang menjadi pertanyaan saya:
Apakah valid menghitung "perubahan volume rongga pada gelas kaca" menggunakan persamaan (1)? Perlu diingat, V awal = 200 cm kubik, bukanlah volume KACA-nya, tetapi  volume RONGGA-nya. Tapi perubahan volume rongga ini dihitung dengan memakai koefisien muai KACA-nya.
Apakah dapat dipastikan, perubahan volume rongga pasti linier dengan penambahan volume kaca, sehingga perhitungannya dapat dilakukan dengan persamaan (1)?
Apakah ada penurunan persamaan yang dapat mengkonversikan "perubahan volume kaca (di sini berfungsi sebagai 'kulit')" menjadi "perubahan volume rongga" seperti pada persamaan (1)?
(Saya sudah utak-atik dengan matematika sederhana, belum ketemu2).

Di buku-buku, penyelesaian soal seperti di atas juga berlaku untuk bentuk "kulit" yang sembarang (silinder bertutup/tidak bertutup, bola, kubus, dsb.). Semuanya memasukkan data "volume rongga", dikombinasikan langsung dengan "koef muai bahan kulit" (yang tadinya saya anggap tidak bisa dikombinasikan) ke dalam persamaan (1).

I'm looking forward to any help... Thank you for the future postings in this thread.

Regina




#14782 From: homijujung sihombing <homijujung@...>
Date: Tue Nov 24, 2009 11:02 am
Subject: Re: [FISIKA] ALIRAN DARAH DARI JANTUNG
homijujung
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Maaf mas, saya background nya instrument, tapi coba saya bantu.

Coba cek ini dulu:
http://health.howstuffworks.com/heart4.htm
Di halaman ini kamu bisa tahu mengapa si Jantung tetap bisa berdenyut.

Setelah itu, coba cek kata2 baru yang kamu dapat di web page itu di google.

Para sesepuh biofisika, cikal bakalmu minta bantuan niy...

Regards,
Homi


--- On Sat, 11/21/09, Zakiul Fuady <elzacky88@...> wrote:

From: Zakiul Fuady <elzacky88@...>
Subject: [FISIKA] ALIRAN DARAH DARI JANTUNG
To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
Date: Saturday, November 21, 2009, 12:12 PM

 

salam..


saya mau tanya....
ini tentang biofisika

bagaimana proses detailnya jantung memompa darah ke seluruh tubuh manusia bila dipandang dari sisi fisika (fluida)

dan saraf apa yang berperan dalam proses tersebut.

mohon bantuan penjelasannya
terima kasih

--
Zakiul Fuady
YM: zakiulfuady
www.kisahq.wordpres s.com



#14781 From: Eka Subyantara <eka.subyantara@...>
Date: Tue Nov 24, 2009 10:42 am
Subject: Re: [FISIKA] Pemuaian (2) ?
eka_subyantara
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Ini menjadi objek menarik untuk masalah pemodelan matematisnya, tapi tentu saja model yang benar adalah bila disusun dengan teliti dan terbukti secara empiris.

@Pak Putu
Seandainya pun dinding terlepas dari alas, asas pemuaian akan menjamin pelebaran dinding ke pinggir sama dengan pelebaran alasnya, jadi atom-atom kaca pada kedua bidang sentuh relatif tetap berdampingan satu sama lain,.

Dinding paling dalam akan saling menjauh karena alas rongganya melebar/meluas.
Jadi rongga udara memang akan membesar, karena dindingnya saling menjauh.

Donat digoreng? saya berharap itupun pemuaian, perubahan fisika yang disertai perubahan kimia.
 
Uuhh ... inget donat jadi lapar ... sekian dulu ah mau cari donat :-)

- eka -



#14780 From: Putu Sudiarta <coolputu@...>
Date: Tue Nov 24, 2009 9:30 am
Subject: Re: [FISIKA] Pemuaian (2) ?
coolputu2001
Offline Offline
Send Email Send Email
 
 
Ok pak Eka, saya bisa mengerti intuisi anda
Saya jg blm bicara berdasarkan eksperimen, baru sekedar feeling
Pada akhirnya nanti semua harus dibuktikan dalam eksperimen untuk mengetahui kebenarannya.
argumentasinya:
Rongga dinding kaca tidak di support 100% oleh alas nya untuk menpertahankan strukturnya
Misal gelas kaca tsb dipotong alasnya menjadi bentuk tabung terbuka diujung2nya, strukturnya tetap tidak berubah
jadi pemuaian alas gelas tidak berpengaruh banyak thd dinding,
melainkan lebih banyak dipengaruhi dari pemuaian molekul dinding gelas kaca tsb
Seandainya gelas tsb dipanaskan dgn suhu tinggi sehingga menyebabkan pemuaian yg banyak, maka ada kemungkinan struktur gelas tsb bisa berubah dgn bagian alasnya lebih melebar
 
Klo boleh balik lg ke diskusi bu Regina yg pertama ttg pemuaian benda berongga,
saya sebenernya masih ragu apakah dgn pemanasan rongga benda tsb akan membesar, menyempit, atau apakah tergantung dari materi benda.
Berdasarkan ingatan saya tentang pengamatan thd donat yg lg dimasak, kynya sih emg rongganya membesar ya.
Tp untuk pastinya mesti ada pengamatan thd pemuaian benda berongga (kalo donat dimasak bukan pemuaian).
Begitu sifat nya diketahui perhitungan harusnya ngga begitu sulit, cuma mgkn panjang...
 
Salam.

2009/11/20 Eka Subyantara <eka.subyantara@...>
 

saya belum lagi turunkan formula tuk masalah tu,
tapi dengan tidak mengurangi rasa hormat pada Pak Putu,
intuisi saya mengatakan ada sedikit kesalahan dari uraiannya.

SETUJU bahwa ketika memuai dinding gelas tsb akan memuai ke segala arah, tetapi
TIDAK SETUJU bahwa rongga dalam gelas akan menyempit.
Alasan saya sederhana,  dinding gelas berdiri di tepi alasnya,
karena alas juga memuai dan dinding tetap berada di tepi, maka
jarak antar dinding akan membesar atau dengan kata lain rongga membesar.

Untuk jelasnya perhatikan saja bagian alas yang tidak diinjak dinding,
karena pemanasan dia jadi memuai/melebar. Sementara dinding berada di luarnya.

Penurunan formulanya harusnya sesederhana logika di atas :-)
Mohon maaf dan tolong dikoreksi bila masih ada kesalahan
- eka -

2009/11/20 Putu Sudiarta <coolputu@...>

 

Kita mesti tau dahulu tebal gelas kaca tsb berapa.
misal anggap ini dibawah gambar penampang vertikal gelas kaca:
| |     | |
| |     | |
| |     | |
=====
ketika memuai dinding gelas tsb akan memuai ke segala arah, rongga dalam gelas menyempit.
dgn koef pemuaian kaca diketahui, ketebalan kaca setelah memuai bisa dihitung.
disini bisa pake asumsi karena pemuaian ke segala arah maka ketebalan dinding akan bertambah setengah ke luar & setengah ke dalam.
dasar gelas kaca jg bisa dihitung dgn cara yg sama, klo dianggap perlu
shg volume rongga kaca setelah memuai jg bisa dihitung.
Btw. ini soal untuk siswa smp?
apa gak terlalu ribet ya untuk anak smp.






#14779 From: Indarta Aji <indarta_aji@...>
Date: Mon Nov 23, 2009 7:41 am
Subject: Bls: [FISIKA] kerja praktek
indarta_aji
Offline Offline
Send Email Send Email
 
langsung saja buka websitenya... biasanya ada lowongan.. tapi kalau tidak ada... kirim surat ke lokasi yang akan di tuju untuk KP atau langsung datang


Dari: fardhady himawan <fardhady14789@...>
Kepada: fisika_indonesia@yahoogroups.com
Terkirim: Rab, 18 November, 2009 12:53:26
Judul: [FISIKA] kerja praktek

 

asslamualaykum wr wb..

SALAM DAHSYAT!!! temen temen, saya ingin bertanya tentang informasi KP (kerja praktek) di LIPI nih, ada yang tau informasinya ga? niatnya saya ingin melamar di bidang peminatan tentang pengolahan sinyal informasi (PSI).. mohon bantuan dan share ilmunya

terimakasih

salam
fard



Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)

#14778 From: Zakiul Fuady <elzacky88@...>
Date: Sat Nov 21, 2009 5:12 am
Subject: ALIRAN DARAH DARI JANTUNG
zakiulfuady
Offline Offline
Send Email Send Email
 
salam..


saya mau tanya....
ini tentang biofisika

bagaimana proses detailnya jantung memompa darah ke seluruh tubuh manusia bila dipandang dari sisi fisika (fluida)

dan saraf apa yang berperan dalam proses tersebut.

mohon bantuan penjelasannya
terima kasih

--
Zakiul Fuady
YM: zakiulfuady
www.kisahq.wordpress.com


#14777 From: "Haryo Sumowidagdo" <sumowidagdo@...>
Date: Fri Nov 20, 2009 11:17 pm
Subject: Large Hadron Collider telah kembali.
haryo_hep
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Catatan dari lapangan: Berita ini langsung dan masih segar dari kantor Humas
CERN.  Staf dan teknisi CERN memulai tugas untuk menghidupkan kembali LHC Jum'at
pukul 17:00 waktu Jenewa. Mereka berhasil mengendalikan berkas partikel
mengelilingi LHC antara pukul 20:00-22:00, baik untuk arah putaran searah jarum
jam maupun berlawanan jarum jam.  Kru BBC saat ini ada di lapangan, dan BBC
menjadi media pertama yang memberitakan peristiwa ini.

---------------------------------------------------------------------
The LHC is back

Geneva, 20 November 2009. Particle beams are once again circulating in the
world's most powerful particle accelerator, CERN1's Large Hadron Collider (LHC).
This news comes after the machine was handed over for operation on Wednesday
morning. A clockwise circulating beam was established at ten o'clock this
evening. This is an important milestone on the road towards first physics at the
LHC, expected in 2010.

"It's great to see beam circulating in the LHC again," said CERN Director
General Rolf Heuer. "We've still got some way to go before physics can begin,
but with this milestone we're well on the way."

The LHC circulated its first beams on 10 September 2008, but suffered a serious
malfunction nine days later. A failure in an electrical connection led to
serious damage, and CERN has spent over a year repairing and consolidating the
machine to ensure that such an incident cannot happen again.

"The LHC is a far better understood machine than it was a year ago," said CERN's
Director for Accelerators, Steve Myers. "We've learned from our experience, and
engineered the technology that allows us to move on. That's how progress is
made."

Recommissioning the LHC began in the summer, and successive milestones have
regularly been passed since then. The LHC reached its operating temperature of
1.9 Kelvin, or about -271 Celsius, on 8 October. Particles were injected on 23
October, but not circulated. A beam was steered through three octants of the
machine on 7 November, and circulating beams have now been re-established. The
next important milestone will be low-energy collisions, expected in about a week
from now. These will give the experimental collaborations their first collision
data, enabling important calibration work to be carried out. This is
significant, since up to now, all the data they have recorded comes from cosmic
rays. Ramping the beams to high energy will follow in preparation for collisions
at 7 TeV (3.5 TeV per beam) next year.

Particle physics is a global endeavour, and CERN has received support from
around the world in getting the LHC up and running again.

"It's been a herculean effort to get to where we are today," said Myers. "I'd
like to thank all those who have taken part, from CERN and from our partner
institutions around the world."

A press conference will be held at CERN, at the Globe of Science and Innovation,
at 2pm on Monday 23 November, and webcast at: http://webcast.cern.ch/. Submit
your questions to @CERN via Twitter. We cannot guarantee that all questions will
be answered.

Follow LHC progress on twitter at www.twitter.com/cern
For photos, video and latest information see:
http://press.web.cern.ch/press/lhc-first-physics/
Contact : http://press.web.cern.ch/press/ContactUs.html



1. CERN, the European Organization for Nuclear Research, is the world's leading
laboratory for particle physics. It has its headquarters in Geneva. At present,
its Member States are Austria, Belgium, Bulgaria, the Czech Republic, Denmark,
Finland, France, Germany, Greece, Hungary, Italy, Netherlands, Norway, Poland,
Portugal, Slovakia, Spain, Sweden, Switzerland and the United Kingdom. India,
Israel, Japan, the Russian Federation, the United States of America, Turkey, the
European Commission and UNESCO have Observer status.

#14776 From: Firdaus Prabowo <bowo_fis01@...>
Date: Fri Nov 20, 2009 12:07 pm
Subject: Re: [FISIKA] Pemuaian (2) ?
bowo_fis01
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Misalkan pelat kaca memiliki rongga berbentuk lingkaran berjejari r di tengahnya. Pelat berongga tersebut kemudian kita bagi 4 sama besar. Setiap bagian punya sisi A dan B (yang tidak terpotong rongga),  A-r dan B-r (yg terpotong rongga). Lalu kita panaskan.

Maka ekspansi karena pemanasan:

(1) A' = A +A k T
(2) A' - r' = (A - r) + (A - r) k T

Kurangkan (1) dengan (2):
r' = A - (A - r) + A k T - ((A - r) k T) , jadi didapat
r' = r + r k T

Hal yg sama juga didapat untuk B dan B-r.

Jadi, lubang memuai dengan laju linear yang sama dengan kaca.
Bentuk2 yang lain juga kira2 sama caranya.

Hmm. Bener ga ya? :)


From: Regina <reggie_nih@...>
To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
Sent: Mon, November 16, 2009 9:38:50 PM
Subject: [FISIKA] Pemuaian (2) ?

 

Menyambung thread pemuaian yang pernah saya angkat (dan telah ditanggapi dengan memuaskan oleh beberapa rekan di milis ini), saya masih punya sedikit masalah...

Contoh soal:
Sebuah gelas kaca dengan volume 200 cm kubik diisi penuh dengan raksa pada suhu 293 K. Berapa banyak raksa yang tumpah saat suhu sistem naik menjadi 373 K? (Sebut saja koef muai kaca = p per kelvin dan koef muai raksa = q per kelvin).

Di semua buku fisika yang pernah saya baca (univ textbook dan highschool textbook), soal seperti ini diselesaikan dengan cara sbb.

Dihitung perubahan volume (rongga gelas) kaca:
delta V kaca = [koef muai kaca] . [V awal] . [delta suhu] = p x 200 x 80               (1)
Dihitung perubahan volume raksa:
delta V raksa = [koef muai raksa] . [V awal] . [delta suhu] = q x 200 x 80             (2)
Sehingga volume raksa yang tumpah= 16000 (q-p)

Yang menjadi pertanyaan saya:
Apakah valid menghitung "perubahan volume rongga pada gelas kaca" menggunakan persamaan (1)? Perlu diingat, V awal = 200 cm kubik, bukanlah volume KACA-nya, tetapi  volume RONGGA-nya. Tapi perubahan volume rongga ini dihitung dengan memakai koefisien muai KACA-nya.
Apakah dapat dipastikan, perubahan volume rongga pasti linier dengan penambahan volume kaca, sehingga perhitungannya dapat dilakukan dengan persamaan (1)?
Apakah ada penurunan persamaan yang dapat mengkonversikan "perubahan volume kaca (di sini berfungsi sebagai 'kulit')" menjadi "perubahan volume rongga" seperti pada persamaan (1)?
(Saya sudah utak-atik dengan matematika sederhana, belum ketemu2).

Di buku-buku, penyelesaian soal seperti di atas juga berlaku untuk bentuk "kulit" yang sembarang (silinder bertutup/tidak bertutup, bola, kubus, dsb.). Semuanya memasukkan data "volume rongga", dikombinasikan langsung dengan "koef muai bahan kulit" (yang tadinya saya anggap tidak bisa dikombinasikan) ke dalam persamaan (1).

I'm looking forward to any help... Thank you for the future postings in this thread.

Regina



#14775 From: Eka Subyantara <eka.subyantara@...>
Date: Fri Nov 20, 2009 8:43 am
Subject: Re: [FISIKA] Pemuaian (2) ?
eka_subyantara
Offline Offline
Send Email Send Email
 
saya belum lagi turunkan formula tuk masalah tu,
tapi dengan tidak mengurangi rasa hormat pada Pak Putu,
intuisi saya mengatakan ada sedikit kesalahan dari uraiannya.

SETUJU bahwa ketika memuai dinding gelas tsb akan memuai ke segala arah, tetapi
TIDAK SETUJU bahwa rongga dalam gelas akan menyempit.
Alasan saya sederhana,  dinding gelas berdiri di tepi alasnya,
karena alas juga memuai dan dinding tetap berada di tepi, maka
jarak antar dinding akan membesar atau dengan kata lain rongga membesar.

Untuk jelasnya perhatikan saja bagian alas yang tidak diinjak dinding,
karena pemanasan dia jadi memuai/melebar. Sementara dinding berada di luarnya.

Penurunan formulanya harusnya sesederhana logika di atas :-)
Mohon maaf dan tolong dikoreksi bila masih ada kesalahan
- eka -

2009/11/20 Putu Sudiarta <coolputu@...>
 

Kita mesti tau dahulu tebal gelas kaca tsb berapa.
misal anggap ini dibawah gambar penampang vertikal gelas kaca:
| |     | |
| |     | |
| |     | |
=====
ketika memuai dinding gelas tsb akan memuai ke segala arah, rongga dalam gelas menyempit.
dgn koef pemuaian kaca diketahui, ketebalan kaca setelah memuai bisa dihitung.
disini bisa pake asumsi karena pemuaian ke segala arah maka ketebalan dinding akan bertambah setengah ke luar & setengah ke dalam.
dasar gelas kaca jg bisa dihitung dgn cara yg sama, klo dianggap perlu
shg volume rongga kaca setelah memuai jg bisa dihitung.
Btw. ini soal untuk siswa smp?
apa gak terlalu ribet ya untuk anak smp.





#14774 From: Putu Sudiarta <coolputu@...>
Date: Fri Nov 20, 2009 7:21 am
Subject: Re: [FISIKA] Pemuaian (2) ?
coolputu2001
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Kita mesti tau dahulu tebal gelas kaca tsb berapa.
misal anggap ini dibawah gambar penampang vertikal gelas kaca:
| |     | |
| |     | |
| |     | |
=====
ketika memuai dinding gelas tsb akan memuai ke segala arah, rongga dalam gelas menyempit.
dgn koef pemuaian kaca diketahui, ketebalan kaca setelah memuai bisa dihitung.
disini bisa pake asumsi karena pemuaian ke segala arah maka ketebalan dinding akan bertambah setengah ke luar & setengah ke dalam.
dasar gelas kaca jg bisa dihitung dgn cara yg sama, klo dianggap perlu
shg volume rongga kaca setelah memuai jg bisa dihitung.
Btw. ini soal untuk siswa smp?
apa gak terlalu ribet ya untuk anak smp.


 
2009/11/16 Regina <reggie_nih@...>
 

Menyambung thread pemuaian yang pernah saya angkat (dan telah ditanggapi dengan memuaskan oleh beberapa rekan di milis ini), saya masih punya sedikit masalah...

Contoh soal:
Sebuah gelas kaca dengan volume 200 cm kubik diisi penuh dengan raksa pada suhu 293 K. Berapa banyak raksa yang tumpah saat suhu sistem naik menjadi 373 K? (Sebut saja koef muai kaca = p per kelvin dan koef muai raksa = q per kelvin).

Di semua buku fisika yang pernah saya baca (univ textbook dan highschool textbook), soal seperti ini diselesaikan dengan cara sbb.

Dihitung perubahan volume (rongga gelas) kaca:
delta V kaca = [koef muai kaca] . [V awal] . [delta suhu] = p x 200 x 80               (1)
Dihitung perubahan volume raksa:
delta V raksa = [koef muai raksa] . [V awal] . [delta suhu] = q x 200 x 80             (2)
Sehingga volume raksa yang tumpah= 16000 (q-p)

Yang menjadi pertanyaan saya:
Apakah valid menghitung "perubahan volume rongga pada gelas kaca" menggunakan persamaan (1)? Perlu diingat, V awal = 200 cm kubik, bukanlah volume KACA-nya, tetapi  volume RONGGA-nya. Tapi perubahan volume rongga ini dihitung dengan memakai koefisien muai KACA-nya.
Apakah dapat dipastikan, perubahan volume rongga pasti linier dengan penambahan volume kaca, sehingga perhitungannya dapat dilakukan dengan persamaan (1)?
Apakah ada penurunan persamaan yang dapat mengkonversikan "perubahan volume kaca (di sini berfungsi sebagai 'kulit')" menjadi "perubahan volume rongga" seperti pada persamaan (1)?
(Saya sudah utak-atik dengan matematika sederhana, belum ketemu2).

Di buku-buku, penyelesaian soal seperti di atas juga berlaku untuk bentuk "kulit" yang sembarang (silinder bertutup/tidak bertutup, bola, kubus, dsb.). Semuanya memasukkan data "volume rongga", dikombinasikan langsung dengan "koef muai bahan kulit" (yang tadinya saya anggap tidak bisa dikombinasikan) ke dalam persamaan (1).

I'm looking forward to any help... Thank you for the future postings in this thread.

Regina



#14773 From: "savindievoice" <savonmilis@...>
Date: Wed Nov 18, 2009 10:50 am
Subject: “Pale Blue Dot” dan Carl Sagan
savonmilis
Offline Offline
Send Email Send Email
 
"Pale Blue Dot" dan Carl Sagan

Tidak ada bacaan yang lebih menginspirasi manusia tentang planetnya selain "Pale
Blue Dot: A Vision of the Human Future in Space" (1994) karya mendiang Carl
Sagan (9 November 1934-20 Desember 1996), seorang pengkaji astronomi yang selalu
tampil flamboyan dan penuh imajinasi. Inilah buku klasik astronomi yang berdiri
di tengah-tengah perdebatan statusnya sebagai buku ilmiah atau fiksi ilmiah.

Pale Blue Dot adalah narasi ilmiah dengan bahasa pop berbalut kata-kata
filosofis yang membawa pembacanya ke status kosmopolit sebagai penhuni planet
bumi. Tidak ada lagi status sosial, nasionalisme, fanatisme agama, maupun
kekayaan, karena inilah yang bisa dilihat dari kerdilnya planet bumi
dibandingkan alam semesta, hanya sebuah titik biru yang pucat (pale blue dot). 
Setidaknya itulah persepsi yang muncul tatkala melihat potret bumi yang diambil
Voyager I di jarak enam milyar kilometer dari bumi.

Pale Blue Dot memang tidak sefenomenal buku "Cosmos", yang konon dibaca lebih
dari setengah milyar manusia, tapi sebagai sebuah karya manusia tentang
planetnya, buku ini lebih menjanjikan. Bukan hanya hubungan dialektik manusia
dan pemikiran tentang planetnya, tapi juga mengajak pembaca meraba-raba, apakah
dunia ini memang diciptakan untuk manusia..?

Ihwal perseteruan manusia memandang planetnya memang tak pernah lepas dari
perasaan superioritas ini, setidaknya sampai dua abad yang lalu. Pandangan
geosentris yang menempatkan bumi sebagai pusat tata surya yang terletak "di
tengah-tengah surga" berpadu dengan asumsi teologis dan menjadi panutan
tersendiri bagi tokoh-tokoh klasik seperti Plato, Aristoteles, Augustinus, dan
Thomas Aquinas.

Pandangan naïf ini akhirnya runtuh ketika bukti-bukti yang mereka ajukan
terbantahkan. Kesombongan superioritas manusia dipertanyakan. Reputasi institusi
agama dalam menerjemahkan kata-kata Tuhan tercoreng begitu saja. Dan ini diawali
ketika Galileo mengarahkan teleskop pertamanya ke Jupiter, dilanjutkan
Copernicus yang membuktikan Merkurius dan Venus tidak mengitari kita (bumi),
tapi mengorbit matahari.

Peristiwa yang meminjam konsepsi Thomas Samuel Kuhn sebagai sebuah pergeseran
paradigma ini memancing lagi pertanyaan: apakah bumi merupakan satu-satunya
planet yang ideal untuk kehidupan? Apakah kehidupan hanya ada di planet ini?
Sayang sekali jika kita melewatkan untuk menjawab pertanyaan ini, tapi tentu
saja bukan pekerjaan satu atau dua generasi untuk menjawabnya.

Dan kapasitas Carl Sagan sebagai seorang pemikir visioner terbukti ketika
mengajukan lagi pertanyaan usil: bagaimana masa depan umat manusia? Alam semesta
pasti berevolusi dan planet bumi juga pasti musnah (dengan sendirinya atau kita
sendiri yang menghancurkan secara perlahan), paling tidak lima milyar tahun
lagi.

Apakah dari pertanyaan ini secara tidak langsung Carl Sagan, yang memperoleh
penghargaan NASA Distinguished Public Service Medal ini, menganjurkan migrasi
manusia (jika memang masih bisa survive) ke planet lain? Mungkin saja jika kita
menyimak bab pertama buku ini yang berkisah tentang manusia sebagai petualang
(wanderers).

Migrasi klasik sering terjadi di masa purba ketika batas-batas nasionalisme,
negara, kedaulatan masih belum tercipta. Hanya alam yang membatasi pergerakan
ini secara alamiah. Semua makhluk hidup bisa berpindah demi kelangsungan
hidupnya. Ini yang terjadi pada zaman es terakhir sekitar 11.500 tahun yang
lalu. Apakah kisah ini menjadi suatu inspirasi tersendiri bagi "migrasi" kita
selanjutnya..? Pertanyaan yang masih sulit untuk dijawab sekarang.

Sekali lagi Pale Blue Dot, yang juga mendapat banyak inspirasi dari Ann Druyan,
istri ketiga Carl Sagan,  memang tidak dimaksudkan sebagai sebuah ensiklopedi,
atau sebuah tafsir filosofis, tapi membawa misi bahwa manusia harus mempunyai
pemahaman baru (new recognition) tentang bumi, planet yang kita tinggali ini.
Refleksi sekaligus visi yang baru dari masa depan umat manusia di alam semesta
ini.

Inilah perbincangan sekaligus refleksi yang kita lakukan sebagai penghuni sebuah
planet yang hanya setitik iota di alam semesta ini. Dan untuk itulah Carl Sagan,
seorang agnostik, atheis-humanis, dan pemikir bebas, hadir dengan membawa
pemahaman baru, bahwa mungkin di kosmos ini kita tidaklah sepenting yang kita
duga. Tapi kata-kata Carl Sagan  inilah yang membesarkan hati kita:

"But for us, it's different. Look again at that dot. That's here. That's home.
That's us. On it everyone you love, everyone you know, everyone you ever heard
of, every human being who ever was, lived out their lives. The aggregate of our
joy and suffering, thousands of confident religions, ideologies, and economic
doctrines, every hunter and foreger, every hero and coward, every creator and
destroyer of civilization, ever king and peasant, every young couple in love,
every mother and father,hopeful child, inventor and explorer, every teacher of
morals, every corrupt politician, every "superstar", every "supreme leader",
every saint and sinner in the history of our species lived there-on a mote of
dust suspended in a sunbeam."

(sav)

#14772 From: fardhady himawan <fardhady14789@...>
Date: Wed Nov 18, 2009 5:53 am
Subject: kerja praktek
fardhady14789@...
Send Email Send Email
 
asslamualaykum wr wb..

SALAM DAHSYAT!!! temen temen, saya ingin bertanya tentang informasi KP (kerja praktek) di LIPI nih, ada yang tau informasinya ga? niatnya saya ingin melamar di bidang peminatan tentang pengolahan sinyal informasi (PSI).. mohon bantuan dan share ilmunya

terimakasih

salam
fard

#14771 From: W <wildan.m@...>
Date: Wed Nov 18, 2009 5:57 am
Subject: google translate - text to speech
hawking_123
Offline Offline
Send Email Send Email
 
OOT.

baru ngeh sekarang, google translate  sudah ada text to speech nya ... :D

Bener2 mempermudah dalam belajar bahasa asing ... :)

Salam,
Wildan

---
---
OpenThink Labs
http://wildanm.wordpress.com

Making IT, Business and Education in Harmony

>> 087884599249

Y! : hawking_123
Linkedln : http://www.linkedin.com/in/wildanmaulana

#14770 From: Satria Zulkarnaen <izoel13@...>
Date: Wed Nov 18, 2009 4:27 am
Subject: International Graduate Program in Advanced Sciences (IGPAS) 2010-Tohoku University: Master and PhD scholarship
izoel13
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Assalamu'alaikum wr wb

Rekan2, berikut ada tawaran kesempatan untuk melanjutkan S2 dan atau S3 di Tohoku University, Japan. Program dibuka untuk bidang-bidang Natural Sciences dan Geosciences. Ada beberapa slot full scholarship (5 tahun bagi yang mulai dari S2, dan 3 tahun bagi yang mulai dari S3) yang ditawarkan baik untuk program doktor dan program master.

Program ini dijalankan menggunakan bahasa Inggris, baik perkuliahan maupun riset di labnya.

Sejak program ini dibuka pada tahun 2004, mahasiswa Indonesia mulai mengisi program ini sejak tahun 2006, terutama untuk program Advanced Multi-scale Natural Sciences dimana pada enrollment 2008, full-scholarship didapat oleh 2 orang Indonesia yang menjadi mahasiswa berafiliasi kepada Department of Physics, sedangkan pada 2009, 2 orang Indonesia kembali mendapatkan full-scholarship pada Department of Earth Science.

FYI, Tohoku University adalah satu dari 7 Imperial Universities di Jepang (University of Tokyo, Kyoto University, Tohoku University, Nagoya University, Osaka University, Hokkaido University dan Kyushu University). Untuk tahun Fiskal 2008, Tohoku University adalah peringkat ke-3 Universitas terbaik di Jepang setelah Tokyo University dan Kyoto University, dalam hal jumlah project penelitian dan besarnya dana penelitian dari pemerintah, industri dan masyarakat yang diserap.

Berdasarkan peringkat yang dikeluarkan oleh Thomson Scientific (Essential Science Indicator), berdasarkan produktivitas riset untuk tiap-tiap bidang di Universitas dan Institusi-institusi penelitian di dunia, Tohoku University menempati peringkat:
  • ranking 3 untuk Materials Sciences, setelah Chinese Academy of Sciences dan Max Planck Institute (keduanya institusi penelitian pemerintah, seperti LIPI-nya Indonesia, sementara Tohoku University adalah Universitas)
  • ranking 9 untuk Physics, setelah Max Planck Institute, University of Tokyo, MIT, Inst. Nazl. Fis. Nucl. Rusia, Russian Academy of Science, University of California Berkeley, dan Chinese Academy of Sciences
  • ranking 16 untuk Chemistry
  • selengkapnya bisa dilihat di: http://esi.isiknowledge.com/rankdatapage.cgi?option=I&search=TOHOKU%20UNIV&searchby=N

Mahasiswa IGPAS dapat bergabung kepada lab yang berafiliasi pada spearhead research institute milik Tohoku University, seperti Institute for Materials Research (IMR), Institute for Multidisciplinary Research in Advanced Sciences (IMRAM), dan juga satu dari 5 start-up research center dengan funding terbesar di Jepang, yaitu World Premier Institute-Advanced Institute for Materials Research (WPI-AIMR). Selain itu, juga dengan research center yang berafiliasi pada Graduate School of Sciences.

Berikut informasi lengkap dan persyaratannya:

International Course
IGPAS (International Graduate Program for Advanced Science)

About IGPAS
Application
Others
・Link
IGPAS Application Booklet 2010
Pamphle
12p/1.96MB

Application Period

IGPAS 2010

Program begins:
October, 2010 (Fall 2010 semester)
Application Period:
November 2, 2009 – December 18, 2009
Notification Period:
February 1- 15, 2010
Status:
Open

IGPAS 2009

Program begins:
October, 2009 (Fall 2009 semester)
Application Period:
December 1, 2008 – January 31, 2009
Notification Period:
March 6, 2009 or around
Status:
Closed

INTRODUCTION

     International Graduate Program for Advanced Science (IGPAS) is an interdisciplinary graduate program in the Graduate School of Science, Tohoku University. It was established in October 2004 as the first international graduate program founded in Japanese national universities. IGPAS offers courses in English for international students who are eager to obtain master’s and doctoral degrees from the Graduate School of Science. It also aims to educate Japanese students to exert their abilities as internationally-active, professional scientists.
     IGPAS has proudly reserved positions of Japanese government scholarship for its master’s students since its foundation, and in 2008, IGPAS-Super Doctoral Course (SDC) has been started for doctoral students jointly with the Institute for the International Advanced Research and Education (IIARE) of Tohoku University. Students of IGPAS-SDC benefit from fellowship by IIARE to promote world top-level, interdisciplinary research at the Graduate School of Science.
     Prospective students will have excellent opportunities to study modern science and conduct cutting-edge research with top-level scientists currently working at Tohoku University.

top of pageâ–²

PROGRAM DETAILS

     IGPAS is a 5-year graduate program as the combination of a 2-year master’s program and a 3-year doctoral program. Each student belongs to one of six departments, which are divided into three groups according to the GCOE programs:(i) Chemistry, (ii) Mathematics, Astronomy, and Physics, and (iii) Earth Science and Geophysics.
     The academic year of IGPAS starts in October. The Graduate School of Science will admit at most 20 students each for the master’s and doctoral programs each year.

 

 
top of pageâ–²

Financial Support

     As of October, 2009, availability of financial supports for IGPAS students is as shown below. See 7. FINANCIAL SUPPORT of the IGPAS appplication booklet for the eligibility requirements of the following financial support below.

Master’s Program
Japanese government (MEXT) scholarship for 8 students
Term of the Scholarship: 5 years (2 years + 3 years)

■ Monthly stipend of 156,000 yen as a master’s student and 157,000 yen as a doctoral student.
■ Flight tickets between the country of the student’s nationality and Japan
â– Exemption from application, admission and tuition fees.

Doctoral Program
IGPAS-SDC fellowship for 2 students
Term of the Fellowship: 3 years
â–  Monthly stipend of 200,000 yen
â–  300,000 yen to compensate for admission fee
â–  250,000 yen/semester to compensate for tuition
â–  Research grants of up to 500,000 yen/semester (up to 1,000,000 yen/year)

top of pageâ–²

How to Apply

Step 1: Find faculty members in the field of your interest as candidates for your supervisor. Applications will not be accepted without the consent of at least one faculty member as a prospective supervisor. The prospective supervisors should be a professor, associate professor, or lecturer (senior assistant professor) affiliated to the Graduate School of Science. To look for faculty members, refer to the following websites.

—Brochure of the Graduate School of Science, Tohoku University
—Departments websites
—Academic Research Staff at Tohoku University

Step 2: Contact the faculty members directly via email and obtain consent of acceptance. To contact the faculty members, it is strongly advisable to:

—gather information about the faculty members and their field of research in advance by looking at their publications, research papers, and personal websites.
—include “IGPAS 2010†in the subject line of the email.
—provide as much of your academic background and application information as possible.
—provide the names of other faculty members if contacting more than one at the same time.
—provide the name of your current or the latest supervisor as a reference.

Step 3: Prepare the required documents for application

(see 10.APPLICATION DOCUMENTS of the IGPAS Application Booklet).

Step 4: Send application documents to the Academic Affairs Section for IGPAS via airmail. All the application documents should be enclosed together, sent via airmail, and received by the Academic Affairs Section for IGPAS by December 18, 2009 JST.

top of pageâ–²

Download Forms

Please check out 9. HOW TO APPLY and 10. APPLICATIN DOCUMENTS of the IGPAS application booklet first, and then download required forms from the chart below. Additional documents are also required for application.

[Attention]
—Do not alter the prescribed format. Attach an additional sheet if necessary.
—Forms should be and written in a legible hand or typed in English.

All Applicants

1
Form#1: Application for Admission
4p
2
Form#2: Statement of Reason for Applying for the Program
1p
3
Form#3: Research Proposal
1p
4
Form#4: Summary of Past Research
1p
5
Form#5: Recommendation Letter
  *Print out 2 copies and provide 1 copy to each of your references.
1p
(×2)
6
Form#6: Official Recommendation Letter
1p

Applicants for MEXT Scholarship
*It is not available at the time of application for IGPAS 2010 and will be required for only those who have selected as candidates for MEXT scholarship after the notification of result.

14
Application Form   *Print double-face
5p
WORD
—
15
Application Form(Attached)   *Print double-face
2p
WORD
—
16
Field of Study and Study Program   *Print double-face
21p
WORD
—

Applicants for SDC students

14
Form#A: Essay on Interdisciplinary Study
2p
15
Form#B: Application form Prospective Supervisor
2p
top of pageâ–²

Contact Information

Academic Affairs Section for IGPAS

Graduate School of Science, Tohoku University
6-3 Aramaki-Aza-Aoba, Aoba-ku, Sendai 980-8578 JAPAN

Operated by
Graduate Academic Affairs Section
Division for International Research and Educational Cooperation (DIRECT)

Monday-Friday 10:30am-4:30pm
Tel:+81-22-795-5829
Fax:+81-22-795-6345
E-mail: direct[at mark]mail.sci.tohoku.ac.jp

Those who are inquiring by email, please:
・ Include “IGPAS2010†in the subject line.
・ Provide as much of your application information as possible.
・ Read the IGPAS application booklet and FAQ thoroughly before inquiring.




>>->>IZUL<<-<<$4+|~14<<
-----------------------
Satria Zulkarnaen Bisri
PhD scientist
Low Temperature Condensed State Physics (Y. Iwasa Lab.)
Institute for Materials Research
Tohoku University, Japan
URL: http://www-lab.imr.tohoku.ac.jp/~satria/index.html



#14769 From: rudy irianto <rud_ir@...>
Date: Tue Nov 17, 2009 2:25 am
Subject: Bls: [FISIKA] Re: Tanya tentang analogi kemacetan Jalan dengan aliran air
rud_ir
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Tentang teori antrian untuk jalan raya bisa ditanyakan ke jurusan sipil, mereka telah mengaplikasikan untuk pengaturan Traffic, misalnya untuk pengaturan durasi waktu antara lampu merah dengan lampu hijau dari traffic lamp, loket antrian jalan tol baik secara paralel, seri, atau seri-paralel,dan kapasitas kemampuan daya tampung jalan raya. Di telekomunikasi jurusan elektro juga di gunakan teori antrian juga, menggunakan teori probabilitas dengan distribusi poison dan entropi Shannon, extensinya entropy Boltzman di fisika, mata kuliahnya traffic and trunking, biasanya untuk memprediksikan jumlah kanal yang diperlukan untuk waktu lama bicara rata-rata (biasanya sekitar 3 menit), agar tidak terjadi gagal sambung antar pelanggan. Kalo di teknologi informasi mirip dengan di telekomunikasi ditambah kejadian adanya tabrakan data, sehingga ada nilai BER (Bit Error Rate).


Dari: dit78er <di2003@...>
Kepada: fisika_indonesia@yahoogroups.com
Terkirim: Sen, 16 November, 2009 08:39:13
Judul: [FISIKA] Re: Tanya tentang analogi kemacetan Jalan dengan aliran air

 

Hallo,

Iya banyak memang fenomena di fluida yang berkaitan dengan aliran skala makro (orang/mobil) seperti wave propagation untuk kemacetan di jalan tol, walaupun tidak selalu menghasilkan observasi yang sama. Misalnya aliran air kalau diberi pembatas (pintu-pintu) akan mengalir lebih lambat. Tetapi kalau aliran orang di beri pembatas selebar orang (seperti pembatas yang mengatur orang masuk stadion) akan lebih lancar alirannya, kan? Mungkin fenomena ini lebih cocok dianalogikan dengan aliran gas didalam nanotube kah?

Kalo soal antrian, memang kemungkinan antrian kita paling cepat kan berbanding terbalik dengan jumlah antrian. Kalau ada 5 baris antrian, yah kemungkinan antrian kita paling cepat hanya 20%. Tetapi kalau kita hanya membandingkan dengan antrian sebelah, kemungkinan kita memilih antrian paling cepat lebih besar kalau memiliah antrian paling ujung (kemungkinananya 50%) dibanding yang agak tengah (33%), karena yang tengah punya 2 antrian yang bersebelahan.

Dan

--- In fisika_indonesia@ yahoogroups. com, uta <utsania@... > wrote:
>
> Bapak2 and Ibu2,
> Kemaren malam sewaktu kena macet lumayan parah didaerah tanah
> abang, saya sambil berpikir sendiri (lumayan isi waktu macet2):
> Jalan raya yang saya lalui muat tiga jalur mobil, saya pernah dengar
> teori yang mengatakan kalau dalam antrian berjajar (antri atm, karcis
> dll)
> barisan yang cepat cenderung random, dan kita cenderung melihat ada barisan lain yang lebih cepat dari kita.
> Tapi kalo macet mobil apalagi di indonesia mobil cenderung salip kanan
> kiri. Nah menurut pengamatan saya mestinya secara acak barisan tengah
> cenderung lebih cepat karena rata2 mobil ditengah bisa salip kanan dan
> kiri sehingga kecepatan rata2 seluruh mobil ditengah kalo gitu teorinya
> apakah akan lebih cepat ??(paling ngga secara pemodelannya akan gimana gitu ..)
> Nah kalau aliran air saya kurang tau teorinya, mungkin ada yang mau
> membantu menjelaskan. Tapi secara intuisi saya yang terbatas mestinya
> molekul air ditengah sedikit lebih cepat dari di pinggir karena friksi
> dengan pipa air ... disini yang agak beda analoginya karena molekul air
> susah sekali untuk dibuat cuma 3 molekul berjajar seperti kasus mobil...
> Mohon jika ada yang tertarik untuk membahas kasus ini, terimakasih banyak sebelumnya saya ucapkan.
>
> uta
>



Akses email lebih cepat.
Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)

#14768 From: Regina <reggie_nih@...>
Date: Mon Nov 16, 2009 1:38 pm
Subject: Pemuaian (2) ?
reggie_nih
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Menyambung thread pemuaian yang pernah saya angkat (dan telah ditanggapi dengan memuaskan oleh beberapa rekan di milis ini), saya masih punya sedikit masalah...

Contoh soal:
Sebuah gelas kaca dengan volume 200 cm kubik diisi penuh dengan raksa pada suhu 293 K. Berapa banyak raksa yang tumpah saat suhu sistem naik menjadi 373 K? (Sebut saja koef muai kaca = p per kelvin dan koef muai raksa = q per kelvin).

Di semua buku fisika yang pernah saya baca (univ textbook dan highschool textbook), soal seperti ini diselesaikan dengan cara sbb.

Dihitung perubahan volume (rongga gelas) kaca:
delta V kaca = [koef muai kaca] . [V awal] . [delta suhu] = p x 200 x 80               (1)
Dihitung perubahan volume raksa:
delta V raksa = [koef muai raksa] . [V awal] . [delta suhu] = q x 200 x 80             (2)
Sehingga volume raksa yang tumpah= 16000 (q-p)

Yang menjadi pertanyaan saya:
Apakah valid menghitung "perubahan volume rongga pada gelas kaca" menggunakan persamaan (1)? Perlu diingat, V awal = 200 cm kubik, bukanlah volume KACA-nya, tetapi  volume RONGGA-nya. Tapi perubahan volume rongga ini dihitung dengan memakai koefisien muai KACA-nya.
Apakah dapat dipastikan, perubahan volume rongga pasti linier dengan penambahan volume kaca, sehingga perhitungannya dapat dilakukan dengan persamaan (1)?
Apakah ada penurunan persamaan yang dapat mengkonversikan "perubahan volume kaca (di sini berfungsi sebagai 'kulit')" menjadi "perubahan volume rongga" seperti pada persamaan (1)?
(Saya sudah utak-atik dengan matematika sederhana, belum ketemu2).

Di buku-buku, penyelesaian soal seperti di atas juga berlaku untuk bentuk "kulit" yang sembarang (silinder bertutup/tidak bertutup, bola, kubus, dsb.). Semuanya memasukkan data "volume rongga", dikombinasikan langsung dengan "koef muai bahan kulit" (yang tadinya saya anggap tidak bisa dikombinasikan) ke dalam persamaan (1).

I'm looking forward to any help... Thank you for the future postings in this thread.

Regina


#14767 From: Regina <reggie_nih@...>
Date: Mon Nov 16, 2009 1:33 pm
Subject: Re: [FISIKA] Re: Tanya tentang analogi kemacetan Jalan dengan aliran air
reggie_nih
Offline Offline
Send Email Send Email
 


Kalo soal antrian, memang kemungkinan antrian kita paling cepat kan berbanding terbalik dengan jumlah antrian. Kalau ada 5 baris antrian, yah kemungkinan antrian kita paling cepat hanya 20%. Tetapi kalau kita hanya membandingkan dengan antrian sebelah, kemungkinan kita memilih antrian paling cepat lebih besar kalau memiliah antrian paling ujung (kemungkinananya 50%) dibanding yang agak tengah (33%), karena yang tengah punya 2 antrian yang bersebelahan.

Dan

---

Kenapa kalau yang punya 2 antrian yang bersebelahan, kemungkinan ngantri-nya jadi lebih lambat daripada yang di pinggir? Boleh tau bagaimana statistiknya sampai dapat angka 50% dan 33% di atas?

Terima kasih.

Regina



#14766 From: Eka Subyantara <eka.subyantara@...>
Date: Mon Nov 16, 2009 5:10 am
Subject: Re: [FISIKA] Re: Gaya Gravitasi Bumi???
eka_subyantara
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Terminal velocity dapat diterjemahkan sebagai kecepatan tetap, yaitu kecepatan gerak benda yang tidak berubah nilainya dalam rentang waktu pengamatan.

Terminal velocity terjadi pada benda bergerak yang mengalami hambatan/gesekan, yaitu saat gaya penggerak seimbang (sama besar) dengan gaya penghambat, sehingga total gaya adalah nol.

Karena total gaya adalah nol, maka tidak ada lagi gaya yang dapat mempercepat atau memperlambat gerak benda. Sehingga yang terjadi adalah gerakan dengan kecepatan tetap.

2009/11/16 felicia1001 <felis@...>
 

Salam kenal,

Mumpung sedang membahas terminal velocity, ingin tahu apakah kata indonesia yang dipakai sebagai padanan terminal velocity?
Saya dengan mencoba membantu seseorang menterjemahkan buku anak2, dan bertemu dgn istilah ini, mohon bantuannya

Terima kasih,
felis



#14765 From: "felicia1001" <felis@...>
Date: Mon Nov 16, 2009 4:16 am
Subject: Re: Gaya Gravitasi Bumi???
felicia1001
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Salam kenal,

Mumpung sedang membahas terminal velocity, ingin tahu apakah kata indonesia yang
dipakai sebagai padanan terminal velocity?
Saya dengan mencoba membantu seseorang menterjemahkan buku anak2, dan bertemu
dgn istilah ini, mohon bantuannya

Terima kasih,
felis

--- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, büdi sülistiyö <bhudy100704@...> wrote:
>
> apa yang dikatakan saudara arifianto itu memang benar.
>
> untuk siapa saja yang ingin mengkonversi satuan, klik:
> http://www.pu.go.id/itjen/konversi01.htm
>
> --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, arifianto keren
> <arifianto_ipb@> wrote:
> >
> > dalam penjelasan saya sudah ada persamaannya : "sqrt" itu artinya
> akar kuadrat (akar) dari (2gh)
> > tentu saja jika terkena gaya gesek akan memperlambat objek.
> > konfersinya 1ft=12in
> > 1in=2.545cm (kalo gak salah) liat tabel konversi saja.
> >
> > Arifianto
> > "cool like an ice"
> >
> >
> >
> > ----- Original Message ----
> > From: muhammad hanif <el_hunafa988@>
> > To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
> > Sent: Monday, May 26, 2008 5:53:34 PM
> > Subject: Re: [FISIKA] Gaya Gravitasi Bumi???
> >
> >
> >
> > terimakasih mas arif atas penjelasannya, tapi maaf mas arif, saya
> masih kurang faham, klo kena gesekan udara, benda itu makin cepat atau
> makin lambat? terus cara hitung rumus sederhananya gimana? 1264.9 ft/s
> dijadikan meter, berapa meter perdetik atau berapa KM perjam?
> > sekali lagi saya mohon maaf kalau banyak pertanyaan, saya
> benar-benar awwam... mohon pencerah & penjelasannya
> >
> > terimakasih
> >
> > M. Hanif Fikri
> >
> > arifianto keren <arifianto_ipb@ yahoo.com> wrote:
> > Wa'alaikumsalam
> > saya coba menjawab,
> > Percepatan gravitasi tidak bergantung dari massa benda yang jatuh
> melainkan hanya bergantung dari ketinggian dari pusat gravitasi dan
> massa planet (berdasarkan Hk. Newton). jika ketinggian objek dari
> permukan tanah 25000ft dan misal kita anggap percepatan gravitasi
> seragam (secara sederhana) adalah sekitar 32ft/s^2 maka kecepatannya =
> sqrt(2*32*25000) =  1264.9 ft/s. dengan catatan tidak ada gaya gesek
> udara (tapi pada kenyataannya tidak mungkin terjadi di bumi ini).
> sedangkan pada keadaan realnya contohnya penerjun bebas dari pesawa
> terbang, biasanya sebelum membuka parasut, dia harus menghiyung
> sampai 10 (detik), karena antara detik ke-0 sampai detik ke-10
> (pendekatan) semua onjek jatuh bebas dipercepat. namun karena
> adanya gaya gesek udara membuat percepatan objek mengecil sampai suatu
> saat gaya gravitasi sama dengan gaya gesek udara sehingga pada keadaan
> ini dicapai kecepatan terminal (terminal velocity) atau percepatannya
> nol. nah pada
> >  keadaan ini baru lebih aman untuk membuka parasut.
> > maaf kalo ada yang salah.
> >
> > Arifianto
> > "cool like an ice"
> >
> >
> >
> > ----- Original Message ----
> > From: muhammad hanif <el_hunafa988@ yahoo.com>
> > To: fisika_indonesia@ yahoogroups. com
> > Sent: Saturday, May 24, 2008 7:16:37 PM
> > Subject: [FISIKA] Gaya Gravitasi Bumi
> >
> >
> > Assalamu'alaikum. ..
> > saya anggota baru... mau tanya, kalau ada benda yang jatuh dari
> ketinggian 25000 kaki dan mempunyai massa sekitar 150 kilogram,
> kira-kira kecepatan jatuh kebuminya seberapa cepat?
> > seperti orang yang terjun bebas dari atas pesawat itu? dan rumus
> sederhananya seperti apa?
> > maklum saya bukan anak fisika, malah saya kuliah tentang keagamaan,
> namun saya suka sekali dengan fisika,mohon bantuan dan kerjasamanya.
> > terimakasih
> >
> > M. Hanif Fikri
> >
>

#14764 From: "dit78er" <di2003@...>
Date: Mon Nov 16, 2009 1:39 am
Subject: Re: Tanya tentang analogi kemacetan Jalan dengan aliran air
dit78er
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Hallo,

Iya banyak memang fenomena di fluida yang berkaitan dengan aliran skala makro
(orang/mobil) seperti wave propagation untuk kemacetan di jalan tol, walaupun
tidak selalu menghasilkan observasi yang sama. Misalnya aliran air kalau diberi
pembatas (pintu-pintu) akan mengalir lebih lambat. Tetapi kalau aliran orang di
beri pembatas selebar orang (seperti pembatas yang mengatur orang masuk stadion)
akan lebih lancar alirannya, kan? Mungkin fenomena ini lebih cocok dianalogikan
dengan aliran gas didalam nanotube kah?

Kalo soal antrian, memang kemungkinan antrian kita paling cepat kan berbanding
terbalik dengan jumlah antrian. Kalau ada 5 baris antrian, yah kemungkinan
antrian kita paling cepat hanya 20%. Tetapi kalau kita hanya membandingkan
dengan antrian sebelah, kemungkinan kita memilih antrian paling cepat lebih
besar kalau memiliah antrian paling ujung (kemungkinananya 50%) dibanding yang
agak tengah (33%), karena yang tengah punya 2 antrian yang bersebelahan.

Dan

--- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, uta <utsania@...> wrote:
>
> Bapak2 and Ibu2,
>     Kemaren malam sewaktu kena macet lumayan parah didaerah tanah
> abang, saya sambil berpikir sendiri (lumayan isi waktu macet2):
> Jalan raya yang saya lalui muat tiga jalur mobil, saya pernah dengar
> teori yang mengatakan kalau dalam antrian berjajar (antri atm, karcis
> dll)
> barisan yang cepat cenderung random, dan kita cenderung melihat ada barisan
lain yang lebih cepat dari kita.
> Tapi kalo macet mobil apalagi di indonesia mobil cenderung salip kanan
> kiri. Nah menurut pengamatan saya mestinya secara acak barisan tengah
> cenderung lebih cepat karena rata2 mobil ditengah bisa salip kanan dan
> kiri sehingga kecepatan rata2 seluruh mobil ditengah kalo gitu teorinya
> apakah akan lebih cepat ??(paling ngga secara pemodelannya akan gimana gitu
..)
> Nah kalau aliran air saya kurang tau teorinya, mungkin ada yang mau
> membantu menjelaskan. Tapi secara intuisi saya yang terbatas mestinya
> molekul air ditengah sedikit lebih cepat dari di pinggir karena friksi
> dengan pipa air ... disini yang agak beda analoginya karena molekul air
> susah sekali untuk dibuat cuma 3 molekul berjajar seperti kasus mobil...
> Mohon jika ada yang tertarik untuk membahas kasus ini, terimakasih banyak
sebelumnya saya ucapkan.
>
> uta
>

#14763 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Thu Nov 12, 2009 4:53 pm
Subject: Risalah RHI : Zulhijjah 1430 H
marufins
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Assalamu'alaikum wrw

Salam untuk semua,
Mulai islamic lunation ke-17160 (alias Zulhijjah 1430 H) Rukyatul Hilal Indonesia mulai merilis risalah elektronik tentang kondisi menjelang 1 Hijriyyah dalam setiap lunasinya. Risalah ini bertujuan untuk peta kondisi hilaal dan hilaal tua di Indonesia untuk tiap lunasi yang dideskripsikan, sehingga diharapkan bisa menjadi panduan untuk pelaksanaan observasi Bulan sabit termuda atau hilaal (bagi yang melaksanakan observasi) dan sebagai panduan informasi yang berharga dan dapat dipertanggungjawabkan (bagi yang mendasarkan pada perhitungan).

Karena risalahnya masih trial version, mohon masukan-masukannya agar bisa jadi lebih baik, bisa langsung bisa juga japri.

Wassalamu'alaikum wrw,


Ma'rufin



1 of 1 File(s)


#14762 From: uta <utsania@...>
Date: Thu Nov 12, 2009 2:06 pm
Subject: Tanya tentang analogi kemacetan Jalan dengan aliran air
utsania
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Bapak2 and Ibu2,
    Kemaren malam sewaktu kena macet lumayan parah didaerah tanah abang, saya sambil berpikir sendiri (lumayan isi waktu macet2):
Jalan raya yang saya lalui muat tiga jalur mobil, saya pernah dengar teori yang mengatakan kalau dalam antrian berjajar (antri atm, karcis dll)
barisan yang cepat cenderung random, dan kita cenderung melihat ada barisan lain yang lebih cepat dari kita.
Tapi kalo macet mobil apalagi di indonesia mobil cenderung salip kanan kiri. Nah menurut pengamatan saya mestinya secara acak barisan tengah cenderung lebih cepat karena rata2 mobil ditengah bisa salip kanan dan kiri sehingga kecepatan rata2 seluruh mobil ditengah kalo gitu teorinya apakah akan lebih cepat ??(paling ngga secara pemodelannya akan gimana gitu ..)
Nah kalau aliran air saya kurang tau teorinya, mungkin ada yang mau membantu menjelaskan. Tapi secara intuisi saya yang terbatas mestinya molekul air ditengah sedikit lebih cepat dari di pinggir karena friksi dengan pipa air ... disini yang agak beda analoginya karena molekul air susah sekali untuk dibuat cuma 3 molekul berjajar seperti kasus mobil...
Mohon jika ada yang tertarik untuk membahas kasus ini, terimakasih banyak sebelumnya saya ucapkan.

uta

#14761 From: "art.n" <art.nugraha@...>
Date: Thu Nov 12, 2009 1:16 am
Subject: Re: [FISIKA] Durasi studi PhD in Physics bagi lulusan Bachelor
art.nugraha
Offline Offline
Send Email Send Email
 
> > salam,
> > Franklin
> >
> > PS: Sebagai tambahan, junior saya pengetahuan fisikanya biasa-biasa saja. Tidak pintar sekali, tapi juga tidak payah sekali. Saya pribadi berpendapat untuk dapat PhD in Physics dalam 3 tahun bagi seorang sarjana Bachelor fisika termasuk kelewat ambisius.


numpang komentar singkat.
mas franklin, bilang aja ke junironya, harusnya belajar fisika ya dinikmati saja setiap tahapnya.
untuk apa dapat gelar cepat-cepat kalau toh tidak bisa menghasilkan apa-apa setelahnya.
lepas dari doktor pun masih banyak misteri fisika yang perlu kita pelajari dan jelajahi.

salam.
art.n

PS: maaf numpang juga untuk promosi blog lagi: http://102fm-itb.org, :d
ada artikel terbaru tentang motivasi sains: http://102fm-itb.org/2009/11/ini-baru-namanya-sains/

#14760 From: "Putri bungaH" <putri_bungah@...>
Date: Thu Nov 12, 2009 12:51 am
Subject: Re: [FISIKA] Durasi studi PhD in Physics bagi lulusan Bachelor
putri_bungah
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Di Jepang sudah mulai digalakan lulus doctor dalam 2thn saja,..
sehingga pada univ tertentu ada semacam integraduate program (kalo ga salah
demikian program nya) intinya dalam 4 tahun sudah bisa dapet gelar s2 dan s3
dengan beasiswa yg sudah compact(include).

Tapi cukup cape kuliahnya,.. ga ada santainya...
sehingga ini dikhususkan untuk anak2 yg doyan belajar..riset..belajar.. :)

Anak2 Fisika ITB banyak yg ambil program ini, malah bila sudah s2 terpaksa harus
mengulang s2 nya...

mungkin yg terlibat langsung bisa menjelaskan di milis ini sebagai gambaran :)
(kalo ada yg ikutan milis ini)

Sepertinya Jepang sedang menggalakkan menghasilkan program doktor sebayak2 nya,
sehingga dipermudah.

salam,
Elin


--- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, "dit78er" <di2003@...> wrote:
>
> Hallo,
>
> Nggak kok mas, benar di Inggris tidak perlu lulus S2/Master dulu untuk
langsung melanjutkan PhD untuk yang S1/Bachelornya minimal lulus dengan nila 1st
class/2.1(upper second). Mungkin IP minimal 3 kali ya, seperti yang mas Izul
bilang.
>
> Danial
>
> --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, Timmy Siahaan <timmy_fisika_ugm@>
wrote:
> >
> > kalo nggak salah di inggris 3 tahun, tapi yang bisa langsung PhD itu yang
lulusnya semacam cum-laude gitu (saya nggak inget istilahnya apa dalam sistem
pendidikan mereka)
> >
> >
> >
> >
> > ________________________________
> > From: frank_the_hero <frank_nasch@>
> > To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
> > Sent: Wed, November 11, 2009 4:10:33 AM
> > Subject: [FISIKA] Durasi studi PhD in Physics bagi lulusan Bachelor
> >
> >  
> > Halo kawan-kawan MFI,
> >
> > Franklin ada junior yang baru lulus Bachelor fisika tahun ini. Dia tanya ke
Franklin, negara mana yang menawarkan program studi PhD fisika dalam tempo yang
sesingkat-singkatny a. Kalau bisa, langsung dapat PhD in Physics dalam 3 tahun
saja.
> >
> > Aneh, setahu Franklin gelar PhD in Physics tidak bisa didapat dalam durasi 3
tahun saja... atau bisa jadi memang saya yang kurang tahu sistem pendidikan
fisika di seluruh dunia.
> >
> > Agar adil, mungkin kawan-kawan MFI bisa berbagi pengalaman waktu yang
dibutuhkan untuk lulusan Bachelor bisa dapat gelar PhD in Physics dari berbagai
negara di seluruh dunia (termasuk waktu yang dibutuhkan bagi sarjana S-1 untuk
dapat gelar S-3 fisika jika tetap kuliah PhD (S-3) di Indonesia).
> >
> > Misalnya:
> > Indonesia, Amerika, Jerman, Jepang, Korea, RRC, Taiwan, Australia,
Singapura, Kanada, Inggris, Prancis, Denmark, Swedia, dll....
> >
> > Apakah lulusan S-1 Indonesia wajib mengambil jenjang Master / S-2 dulu
sebelum kuliah PhD / S-3? Jika iya, negara mana saja yang mengharuskan demikian,
atau negara mana saja yang memperbolehkan sarjana Bachelor boleh langsung lanjut
PhD tanpa perlu ambil Master terlebih dahulu?
> >
> > salam,
> > Franklin
> >
> > PS: Sebagai tambahan, junior saya pengetahuan fisikanya biasa-biasa saja.
Tidak pintar sekali, tapi juga tidak payah sekali. Saya pribadi berpendapat
untuk dapat PhD in Physics dalam 3 tahun bagi seorang sarjana Bachelor fisika
termasuk kelewat ambisius.
> >
>

#14759 From: "dit78er" <di2003@...>
Date: Thu Nov 12, 2009 12:25 am
Subject: Re: [FISIKA] Durasi studi PhD in Physics bagi lulusan Bachelor
dit78er
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Hallo,

Nggak kok mas, benar di Inggris tidak perlu lulus S2/Master dulu untuk langsung
melanjutkan PhD untuk yang S1/Bachelornya minimal lulus dengan nila 1st
class/2.1(upper second). Mungkin IP minimal 3 kali ya, seperti yang mas Izul
bilang.

Danial

--- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, Timmy Siahaan <timmy_fisika_ugm@...>
wrote:
>
> kalo nggak salah di inggris 3 tahun, tapi yang bisa langsung PhD itu yang
lulusnya semacam cum-laude gitu (saya nggak inget istilahnya apa dalam sistem
pendidikan mereka)
>
>
>
>
> ________________________________
> From: frank_the_hero <frank_nasch@...>
> To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
> Sent: Wed, November 11, 2009 4:10:33 AM
> Subject: [FISIKA] Durasi studi PhD in Physics bagi lulusan Bachelor
>
>  
> Halo kawan-kawan MFI,
>
> Franklin ada junior yang baru lulus Bachelor fisika tahun ini. Dia tanya ke
Franklin, negara mana yang menawarkan program studi PhD fisika dalam tempo yang
sesingkat-singkatny a. Kalau bisa, langsung dapat PhD in Physics dalam 3 tahun
saja.
>
> Aneh, setahu Franklin gelar PhD in Physics tidak bisa didapat dalam durasi 3
tahun saja... atau bisa jadi memang saya yang kurang tahu sistem pendidikan
fisika di seluruh dunia.
>
> Agar adil, mungkin kawan-kawan MFI bisa berbagi pengalaman waktu yang
dibutuhkan untuk lulusan Bachelor bisa dapat gelar PhD in Physics dari berbagai
negara di seluruh dunia (termasuk waktu yang dibutuhkan bagi sarjana S-1 untuk
dapat gelar S-3 fisika jika tetap kuliah PhD (S-3) di Indonesia).
>
> Misalnya:
> Indonesia, Amerika, Jerman, Jepang, Korea, RRC, Taiwan, Australia, Singapura,
Kanada, Inggris, Prancis, Denmark, Swedia, dll....
>
> Apakah lulusan S-1 Indonesia wajib mengambil jenjang Master / S-2 dulu sebelum
kuliah PhD / S-3? Jika iya, negara mana saja yang mengharuskan demikian, atau
negara mana saja yang memperbolehkan sarjana Bachelor boleh langsung lanjut PhD
tanpa perlu ambil Master terlebih dahulu?
>
> salam,
> Franklin
>
> PS: Sebagai tambahan, junior saya pengetahuan fisikanya biasa-biasa saja.
Tidak pintar sekali, tapi juga tidak payah sekali. Saya pribadi berpendapat
untuk dapat PhD in Physics dalam 3 tahun bagi seorang sarjana Bachelor fisika
termasuk kelewat ambisius.
>

#14758 From: Timmy Siahaan <timmy_fisika_ugm@...>
Date: Wed Nov 11, 2009 6:09 pm
Subject: Re: [FISIKA] Durasi studi PhD in Physics bagi lulusan Bachelor
timmy_fisika...
Online Now Online Now
Send Email Send Email
 
kalo nggak salah di inggris 3 tahun, tapi yang bisa langsung PhD itu yang lulusnya semacam cum-laude gitu (saya nggak inget istilahnya apa dalam sistem pendidikan mereka)


From: frank_the_hero <frank_nasch@...>
To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
Sent: Wed, November 11, 2009 4:10:33 AM
Subject: [FISIKA] Durasi studi PhD in Physics bagi lulusan Bachelor

 

Halo kawan-kawan MFI,

Franklin ada junior yang baru lulus Bachelor fisika tahun ini. Dia tanya ke Franklin, negara mana yang menawarkan program studi PhD fisika dalam tempo yang sesingkat-singkatny a. Kalau bisa, langsung dapat PhD in Physics dalam 3 tahun saja.

Aneh, setahu Franklin gelar PhD in Physics tidak bisa didapat dalam durasi 3 tahun saja... atau bisa jadi memang saya yang kurang tahu sistem pendidikan fisika di seluruh dunia.

Agar adil, mungkin kawan-kawan MFI bisa berbagi pengalaman waktu yang dibutuhkan untuk lulusan Bachelor bisa dapat gelar PhD in Physics dari berbagai negara di seluruh dunia (termasuk waktu yang dibutuhkan bagi sarjana S-1 untuk dapat gelar S-3 fisika jika tetap kuliah PhD (S-3) di Indonesia).

Misalnya:
Indonesia, Amerika, Jerman, Jepang, Korea, RRC, Taiwan, Australia, Singapura, Kanada, Inggris, Prancis, Denmark, Swedia, dll....

Apakah lulusan S-1 Indonesia wajib mengambil jenjang Master / S-2 dulu sebelum kuliah PhD / S-3? Jika iya, negara mana saja yang mengharuskan demikian, atau negara mana saja yang memperbolehkan sarjana Bachelor boleh langsung lanjut PhD tanpa perlu ambil Master terlebih dahulu?

salam,
Franklin

PS: Sebagai tambahan, junior saya pengetahuan fisikanya biasa-biasa saja. Tidak pintar sekali, tapi juga tidak payah sekali. Saya pribadi berpendapat untuk dapat PhD in Physics dalam 3 tahun bagi seorang sarjana Bachelor fisika termasuk kelewat ambisius.



#14757 From: Satria Zulkarnaen <izoel13@...>
Date: Wed Nov 11, 2009 4:43 am
Subject: Re: [FISIKA] Durasi studi PhD in Physics bagi lulusan Bachelor
izoel13
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Kalau untuk 3 tahun, PhD di UK bisa. Tetapi syarat untuk masuk yang itu, harus tergolong sebagai first class graduate (IPK >3.5) atau second upper graduate (IPK>3). Jepang juga tiga tahun, tapi harus Master dulu.
 
>>->>IZUL<<-<<$4+|~14<<
-----------------------
Satria Zulkarnaen Bisri
PhD scientist
Low Temperature Condensed State Physics (Y. Iwasa Lab.)
Institute for Materials Research
Tohoku University, Japan
URL: http://www-lab.imr.tohoku.ac.jp/~satria/index.html



From: frank_the_hero <frank_nasch@...>
To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
Sent: Wed, November 11, 2009 12:10:33 PM
Subject: [FISIKA] Durasi studi PhD in Physics bagi lulusan Bachelor

 

Halo kawan-kawan MFI,

Franklin ada junior yang baru lulus Bachelor fisika tahun ini. Dia tanya ke Franklin, negara mana yang menawarkan program studi PhD fisika dalam tempo yang sesingkat-singkatny a. Kalau bisa, langsung dapat PhD in Physics dalam 3 tahun saja.

Aneh, setahu Franklin gelar PhD in Physics tidak bisa didapat dalam durasi 3 tahun saja... atau bisa jadi memang saya yang kurang tahu sistem pendidikan fisika di seluruh dunia.

Agar adil, mungkin kawan-kawan MFI bisa berbagi pengalaman waktu yang dibutuhkan untuk lulusan Bachelor bisa dapat gelar PhD in Physics dari berbagai negara di seluruh dunia (termasuk waktu yang dibutuhkan bagi sarjana S-1 untuk dapat gelar S-3 fisika jika tetap kuliah PhD (S-3) di Indonesia).

Misalnya:
Indonesia, Amerika, Jerman, Jepang, Korea, RRC, Taiwan, Australia, Singapura, Kanada, Inggris, Prancis, Denmark, Swedia, dll....

Apakah lulusan S-1 Indonesia wajib mengambil jenjang Master / S-2 dulu sebelum kuliah PhD / S-3? Jika iya, negara mana saja yang mengharuskan demikian, atau negara mana saja yang memperbolehkan sarjana Bachelor boleh langsung lanjut PhD tanpa perlu ambil Master terlebih dahulu?

salam,
Franklin

PS: Sebagai tambahan, junior saya pengetahuan fisikanya biasa-biasa saja. Tidak pintar sekali, tapi juga tidak payah sekali. Saya pribadi berpendapat untuk dapat PhD in Physics dalam 3 tahun bagi seorang sarjana Bachelor fisika termasuk kelewat ambisius.



Messages 14757 - 14786 of 14811   Newest  |  < Newer  |  Older >  |  Oldest
Advanced
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help