afipid wrote:
> --- In id-python@y..., Steven Haryanto <lists@s...> wrote:
>>berminat meneruskan tutorial ini bisa japri ke saya.
> saya tertarik nih , sebelunya saya tanya dulu
sudah saya balas japri ke mas afipid.
--
sh
{'url':'http://steven.haryan.to', 'yid':'dovetail75', 'uin':'113762390'}
--- In id-python@y..., Steven Haryanto <lists@s...> wrote:
> ada seri tutorial python bersambung yang dimuat di majalah mwmag;
saat
> ini sudah sampai bagian ketiga (membahas i/o). berhubung penulis
> tutorialnya (sdr. salman agus supriadi) lenyap tak berbekas, bagi
yang
> berminat meneruskan tutorial ini bisa japri ke saya.
>
> --
> sh
>
{'url':'http://steven.haryan.to', 'yid':'dovetail75', 'uin':'113762390
'}
saya tertarik nih , sebelunya saya tanya dulu
pembahasan i/o nya pada apa , apakah penangnan file dan text , atau
koneksi dengan perangkat i/o seperti printer dan hardware lainnya ?
by default python selalu menggunakan pass by reference (kalau ini yang
anda maksud). tapi tidak semua objek mutable. misalnya, jika kita pass
func(x) maka reference ke variabel dikirim ke fungsi func(), tapi func()
tidak bisa mengubah nilai x jika x berupa string atau angka atau tuple
(atau immutable object lainnya).
>>> im="string"; mut=["string"]
>>> def fooim(x):
... x="voila!"
...
>>> def foomut(x):
... x[0]="voila!"
...
>>> fooim(im); print im
string
>>> foomut(mut); print mut
['voila!']
>>>
di python, anda tidak bisa mengubah binding variabel ke nilai lain.
--
sh
{'url':'http://steven.haryan.to', 'yid':'dovetail75', 'uin':'113762390'}
Rian R Nugraha wrote:
> Saya masih baru nih dalam bidang per-pythonan.
> Ada satu pertanyaan yang cukup mengganjal ?
> apakah python mendukung call by refference?
> soalnya saya cari di tutorialnya(kalau saya bener nih), saya gak nemuin.
>
> Kalu bener gitu, bagaimana kalau memerlukan pemanggilan parameter fungsi
> dengan call by refference?
>
> thanks.
Halo guys tools apa yg paling enak untuk development
wxpython? soalna saya pake boa masih belon stabil tuh.
Thanx
danu
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Win a DV camera, join our "30 Seconds of Fame" contest
http://sg.movies.yahoo.com
ade fajar wrote:
> saya baru belajar python , tetapi masih bingun belum menemukan dimana letak
kecanggihan bahasa python,
yang bilang canggih siapa? :-)
> untuk menampilkan GUI python harus digabungkan dengan bahasa Tcl/Tk
(Tkinter), wxpython , atau dengan pyGTK .
> berarti kita harus mepelajari dulu bahasa tersebut ,
tcl tidak sama dengan tk/tkinter. tkinter, wxpython, pygtk itu gui
toolkit/library, bukan bahasa. jadi gak perlu belajar bahasa tcl.
> dalam python ada tidak menampilkan GUI dengan bahasa python murni yang tidak
membutuhkan modul dengan bahasa lain ?
karena python bukan gui toolkit.
> letak python sebagai interface itu dimana ?
interface apa?
> jika kita menggunakan database misal postgrest atau mysql ,di koneksikan
dengan python yang katanya sebagai
> interface tetapi untuk menampilkan GUI harus ditambah lagi dengan
bahasa lain misal Tcl/Tk ,wxpython atau
lainnya .
berarti kita harus mepelajari 3 bahasa , apa bedanya kalau postgrets
atau mysql langsung di gabung dengan TCl/TK , atau bahasa GUI lainnya
kita hanya mempelajari 2 bahasa .
> dimana letak kecanggihannya ?
jadi menurut mas yang canggih itu yang seperti apa? kalo pake definisi
mas seperti di atas, berarti vb, c, delphi, dan semuanya juga sama
sekali tidak canggih. bayangkan, untuk melakukan regex aja vb dan c
mesti pake komponen/library terpisah.
--
sh
{'url':'http://steven.haryan.to', 'yid':'dovetail75', 'uin':'113762390'}
saya baru belajar python , tetapi masih bingun belum menemukan dimana letak
kecanggihan bahasa python, untuk menampilkan GUI python harus digabungkan
dengan bahasa Tcl/Tk (Tkinter), wxpython , atau dengan pyGTK . berarti kita
harus mepelajari dulu bahasa tersebut , dalam python ada tidak menampilkan GUI
dengan bahasa python murni yang tidak membutuhkan modul dengan bahasa lain ?
letak python sebagai interface itu dimana ?
jika kita menggunakan database misal postgrest atau mysql ,di koneksikan
dengan python yang katanya sebagai interface tetapi untuk menampilkan GUI harus
ditambah lagi dengan bahasa lain misal Tcl/Tk ,wxpython atau lainnya . berarti
kita harus mepelajari 3 bahasa , apa bedanya kalau postgrets atau mysql
langsung di gabung dengan TCl/TK , atau bahasa GUI lainnya kita hanya
mempelajari 2 bahasa .
dimana letak kecanggihannya ?
mohon pencerahan dari rekan - rekan
tanks ....... for your atention
--
Get your free email from www.linuxmail.org
Powered by Outblaze
kadang2, *sangat* bego :-)
dikutip dari salah satu posting di python-list@... tentang
komentar orang java mengenai python:
"Python is often used as pseudocode to conduct rapid development. Its
major users are web sites that do not reuse code and often conduct
“throw away” development to meet internet development time
tables. It is a very new language and has very little support compared
to the Java development community.
It is also not J2EE compliant."
--
sh
{'url':'http://steven.haryan.to', 'yid':'dovetail75', 'uin':'113762390'}
ada seri tutorial python bersambung yang dimuat di majalah mwmag; saat
ini sudah sampai bagian ketiga (membahas i/o). berhubung penulis
tutorialnya (sdr. salman agus supriadi) lenyap tak berbekas, bagi yang
berminat meneruskan tutorial ini bisa japri ke saya.
--
sh
{'url':'http://steven.haryan.to', 'yid':'dovetail75', 'uin':'113762390'}
> mungkin anda bisa menggunakan eval. jadi yang
> diinput adalah sebuah
> ekspresi python (mis: "[(1,2,3), (4,5,6)]"), lalu
> nanti di-eval menjadi
> struktur data python.
wah saya makin gak ngerti:
1. saya baru denger ttg review / eval (heran: waktu
baca email tulisan anda review, tapi waktu direply
semua tulisan review berganti dengan eval)
2. sepertinya saya harus lebih sering liat help-nya
python
3. saya coba:
def tes():
jumlah_data = input ('masukkan jml koord yg akan
diitung: ')
n = input('masukkan koord yg mo diitung: ')
i, a = 0, 0
for i in range (0,jumlah_data):
for a in range (0,3):
print n[i][a]
a += 1
i += 1
dan hasilnya:
masukkan jml koord yg akan diitung: 5 <enter>
masukkan koord yg mo diitung:
([1,2,3],[4,5,6],[7,8,9],[10,11,12],[13,14,15])
<enter>
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
gimana caranya utk melakukan spt diatas tanpa harus
meminta user menginput jumlah datanya?
apa ada cara utk mengetahui akhir dari indeks suatu
array?
salam,
-ua-
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! - Official partner of 2002 FIFA World Cup
http://fifaworldcup.yahoo.com
Ulul Azmi wrote:
> def itung():
> koords = input ('langsung masukkan 10 koordinat:
> ')
> basepoint = input ('masukkan basepoint: ')
> itung masing2 koordinat sesuai basepoint
mungkin anda bisa menggunakan eval. jadi yang diinput adalah sebuah
ekspresi python (mis: "[(1,2,3), (4,5,6)]"), lalu nanti di-eval menjadi
struktur data python.
--
sh
> anda ingin fungsi anda bisa menerima banyak
> koordinat?
>
> def itung(koords):
> for koord in koords:
> deg, min, sec = koord
> ...
>
> itung([(1,2,3), (4,5,6), (7,8,9)])
>
> atau ingin bisa menginput banyak koord?
>
> def itung():
> for i in range(10):
> koord = input('bla bla bla: ')
> basepoint = input('bla bla bla: ')
benar dua2nya itu maksudnya, pengennya sekali input
langsung banyak koordinat, yang nantinya diproses
secara bersamaan bukannya satu-satu. masalahnya,
sebelumnya saya sudah menggunakan array utk menampung
satu koordinat. kalo banyak koordinat apakah bisa
menggunakan array dalam array. kalo iya gimana cara
penamaan indeksnya? ----> ([(1,2,3), (4,5,6),
(7,8,9)])
apakah bisa dengan cara x[i[d]]? jadi kalo nunjuk
angka 4 mennjadi x[2[0]]?
def itung():
koords = input ('langsung masukkan 10 koordinat:
')
basepoint = input ('masukkan basepoint: ')
itung masing2 koordinat sesuai basepoint
> bedakan class dan module (dan package). class gak
> lebih dari sebuah blok
> definisi, yang bisa anda taruh di file yang sama,
> atau di file lain di
> direktori yang sama, atau di direktori lain, dsb.
> sementara module
> adalah file/source code python yang bisa anda
> import. anda mengimpor
> module, bukan class. untuk kasus paling sederhana,
> taruhlah
> namamodule.py di direktori yang sama dengan source
> code anda, lalu
> berikan statement 'import namamodule'. rata2
> instalasi python default
> akan dapat mengimpornya dengan baik.
ok mungkin saya belum ngerti yang dimaksud 'disimpan
di direktori yg sama dengan source code', saya pernah
buat class-class bankAccount seperti di tutorialnya
alan gauld, trus mau disimpan di direktori
site-packages, krn di readme-nya program bisa disimpan
disitu, tapi begitu diimpor, interpreter bilang gak
ada module yg namanya bankAccount. selama ini saya
ketik sourcenya di new window trus disave dg ekstensi
.py. salah ya?
> banyak. pyqt, wxpython, sampai anygui, dll. lihat
> faq python di
> www.python.org, pasti ada salah satu sectionnya yang
> membahas gui.
ya, saya sudah lihat di:
http://www.python.org/cgi-bin/faqw.py?req=show&file=faq04.013.htp
rupanya banyak sekali, tapi nanti saja belajar yg ini
:)
pencerahan please
-ua-
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! - Official partner of 2002 FIFA World Cup
http://fifaworldcup.yahoo.com
Ulul Azmi wrote:
> terima kasih jawabannya
> tapi sekarang masalahnya:
> 1. fungsi tersebut ngambil beberapa argumen yg
> masing-masing adalah array (list), jadi deg, min, sec
> jadi satu argumen koordinat=(<deg>,<min>,<sec>), trus
> ada dua argument lagi dengan bentuk yg sama. saya
> melakukannya dengan ngambil input dari user:
> def itung():
> koord = input(' bla bla bla : ')
> basepoint = input('bla bla bla: ')
> dll
> baru diitung seperti semula
> sudah bisa, tapi gimana caranya agar jika saya 10
> koordinat, 10 basepoint agar masing-masing bisa
> diitung secara simultan, bukannya diinput satu-satu?
anda ingin fungsi anda bisa menerima banyak koordinat?
def itung(koords):
for koord in koords:
deg, min, sec = koord
...
itung([(1,2,3), (4,5,6), (7,8,9)])
atau ingin bisa menginput banyak koord?
def itung():
for i in range(10):
koord = input('bla bla bla: ')
basepoint = input('bla bla bla: ')
...
> 2. saya coba buat class, tapi belum berhasil untuk
> manggilnya (import). bagaimana class atau modul ini
> harus disimpan sebelum digunakan. saya biasanya
> menggunakan idle. sudah baca tentang pythonpath dan
> environment variable, tapi masih belum ngerti =(
bedakan class dan module (dan package). class gak lebih dari sebuah blok
definisi, yang bisa anda taruh di file yang sama, atau di file lain di
direktori yang sama, atau di direktori lain, dsb. sementara module
adalah file/source code python yang bisa anda import. anda mengimpor
module, bukan class. untuk kasus paling sederhana, taruhlah
namamodule.py di direktori yang sama dengan source code anda, lalu
berikan statement 'import namamodule'. rata2 instalasi python default
akan dapat mengimpornya dengan baik.
> 3. oot dikit, adakah alternatif GUI utkpython selain
> tcl/tk?
banyak. pyqt, wxpython, sampai anygui, dll. lihat faq python di
www.python.org, pasti ada salah satu sectionnya yang membahas gui.
--
sh
terima kasih jawabannya
tapi sekarang masalahnya:
1. fungsi tersebut ngambil beberapa argumen yg
masing-masing adalah array (list), jadi deg, min, sec
jadi satu argumen koordinat=(<deg>,<min>,<sec>), trus
ada dua argument lagi dengan bentuk yg sama. saya
melakukannya dengan ngambil input dari user:
def itung():
koord = input(' bla bla bla : ')
basepoint = input('bla bla bla: ')
dll
baru diitung seperti semula
sudah bisa, tapi gimana caranya agar jika saya 10
koordinat, 10 basepoint agar masing-masing bisa
diitung secara simultan, bukannya diinput satu-satu?
2. saya coba buat class, tapi belum berhasil untuk
manggilnya (import). bagaimana class atau modul ini
harus disimpan sebelum digunakan. saya biasanya
menggunakan idle. sudah baca tentang pythonpath dan
environment variable, tapi masih belum ngerti =(
3. oot dikit, adakah alternatif GUI utkpython selain
tcl/tk?
tks sebelumnya
-ua-
--- Steven Haryanto <lists@...> wrote:
> total-nya keburu jadi int duluan :)
>
> cobain
>
> def itung(deg,min,sec):
> total = deg+min/60.0+sec/3600.0
> print total
>
> --
> sh
>
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! - Official partner of 2002 FIFA World Cup
http://fifaworldcup.yahoo.com
total-nya keburu jadi int duluan :)
cobain
def itung(deg,min,sec):
total = deg+min/60.0+sec/3600.0
print total
--
sh
Ulul Azmi wrote:
> salam kenal,
> kok milisnya sepi banget ya
> numpang tanya, saya coba buat operasi utk mengconvert
> degrees ke bentuk desimal, tapi kok gak bisa ya.
> saya pake:
>
> def itung(deg,min,sec):
> total = deg+min/60+sec/3600
> float(total)
> print total
>
> dengan argument (46,36,30) harusnya hasilnya
> 46,6080003dst
> tapi kenapa cuman keluarnya 46.0
> maaf kalo terlalu cemen, maklum baru belajar
> tks
salam kenal,
kok milisnya sepi banget ya
numpang tanya, saya coba buat operasi utk mengconvert
degrees ke bentuk desimal, tapi kok gak bisa ya.
saya pake:
def itung(deg,min,sec):
total = deg+min/60+sec/3600
float(total)
print total
dengan argument (46,36,30) harusnya hasilnya
46,6080003dst
tapi kenapa cuman keluarnya 46.0
maaf kalo terlalu cemen, maklum baru belajar
tks
-ua-
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! - Official partner of 2002 FIFA World Cup
http://fifaworldcup.yahoo.com
dari kemarin udah dibilangin id-python di yahoo ilang.
--
sh
Clone wrote:
> on Thursday, May 02, 2002, 2:31:53 AM, Steven Haryanto wrote:
>
>
>>PS: mas "salman ZT" bisa belajar python sama mas "salman AS". beliau
>>sering nulis di majalah dan rencananya bakal nulis buku (mungkin juga
>>buku tentang python). orangnya setahu saya dulu ada di id_python. :-)
>
> ^^^^^^^^^
> "id_python" masih ada? lah "id-python" ini apa? kok aneh sih? skrg
> rasanya anggota milis udah jadi 3 orang ya? :P mohon penjelasan
> donk ko steven. apakah saya harus pindah lagi ke "id_python"?
>
> TIA.
>
on Thursday, May 02, 2002, 2:31:53 AM, Steven Haryanto wrote:
> PS: mas "salman ZT" bisa belajar python sama mas "salman AS". beliau
> sering nulis di majalah dan rencananya bakal nulis buku (mungkin juga
> buku tentang python). orangnya setahu saya dulu ada di id_python. :-)
^^^^^^^^^
"id_python" masih ada? lah "id-python" ini apa? kok aneh sih? skrg
rasanya anggota milis udah jadi 3 orang ya? :P mohon penjelasan
donk ko steven. apakah saya harus pindah lagi ke "id_python"?
TIA.
--
Cheers *^_^*
Clone
btw, salman nulis di infolinux dan mwmag (dan mungkin juga majalah lain...)
--
sh
Steven Haryanto wrote:
> salman_zt wrote:
>
>>"salman AS" dimajalah apa?ntar gue cari dah.fg
dokumen aslinya ada di sini:
http://steven.haryan.to/hacker-howto.id.html
memang banyak dimuat juga di situs lain. boleh2 aja kok. diaku orang
laen juga boleh. meski gak disebutin eksplisit, dokumen tsb public
domain, seperti naskah aslinya.
--
sh
salman_zt wrote:
> "salman AS" dimajalah apa?ntar gue cari dah.fg
> masak si' mas steven gak nulis dikecoak elktrnk?
> lha ini apa??!!..
>
>
> ...Hacker DNA
> oleh Steven Haryanto dari Terjemahan Indonesia dari How To Become A
> Hacker <http://www.tuxedo.org/~esr/faqs/hacker-howto.html> oleh Eric
> S. Raymond <http://www.tuxedo.org/~esr>. Diterjemahkan oleh Steven
> Haryanto <steven@...>. Pertama diterjemahkan 31 Juli 1999.
> Update ke revisi 1.7 dan perbaikan terjemahan tanggal 19 Mei
> 2001...dst
>
> Ini tentunya merupakan keahlian hacking yang fundamental. Jika Anda
> belum pernah belajar bahasa pemrograman mana pun, saya sarankan mulai
> dengan Python. Disainnya bersih, terdokumentasi dengan baik, dan
> cukup mudah bagi pemula. Meski menjadi bahasa pertama, bukan berarti
> Python hanya mainan; Python amat ampuh dan fleksibel dan cocok untuk
> proyek-proyek besar. Saya menulis evaluasi terhadap Python yang lebih
> mendetil. Tutorial Python bisa dilihat di situs web Python
> (terjemahan Indonesia)...dst
oh iya,sori err-nya blm bisa dicek.PC-nya lagi dipake nglembur
(maklum kere, blm mampu beli pc sendiri,pake punya kantor ajalah)
biar cuma Cleaning service, boleh kan jadi orang pinter juga.
(biar bisa pamer ama siMbah di kampung).
Satu lagi, kalo mo rame jgn nempel di yahoo,gmn kalo bkn situs
sendiri,namanya jgn canggih2,yg penting kalo disearch engine, gampang
ketemu(repot ya?!...biarin..hehe..)
Ciaaoooo.....
"salman AS" dimajalah apa?ntar gue cari dah.fg
masak si' mas steven gak nulis dikecoak elktrnk?
lha ini apa??!!..
...Hacker DNA
oleh Steven Haryanto dari Terjemahan Indonesia dari How To Become A
Hacker <http://www.tuxedo.org/~esr/faqs/hacker-howto.html> oleh Eric
S. Raymond <http://www.tuxedo.org/~esr>. Diterjemahkan oleh Steven
Haryanto <steven@...>. Pertama diterjemahkan 31 Juli 1999.
Update ke revisi 1.7 dan perbaikan terjemahan tanggal 19 Mei
2001...dst
Ini tentunya merupakan keahlian hacking yang fundamental. Jika Anda
belum pernah belajar bahasa pemrograman mana pun, saya sarankan mulai
dengan Python. Disainnya bersih, terdokumentasi dengan baik, dan
cukup mudah bagi pemula. Meski menjadi bahasa pertama, bukan berarti
Python hanya mainan; Python amat ampuh dan fleksibel dan cocok untuk
proyek-proyek besar. Saya menulis evaluasi terhadap Python yang lebih
mendetil. Tutorial Python bisa dilihat di situs web Python
(terjemahan Indonesia)...dst
Java juga bahasa yang baik untuk belajar pemrograman. Lebih sulit
dari Python, tapi menghasilkan kode yang lebih cepat dari Python.
Menurut saya Java amat bagus sebagai bahasa kedua...dst
mo tanya nih, nulis gitu apa dah dipraktekin??kayaknya berat bener
yah?hihihi..(sori kecentilan..)
errornya kenapa. pesan yang muncul di layar, dsb.
--
sh
PS: mas "salman ZT" bisa belajar python sama mas "salman AS". beliau
sering nulis di majalah dan rencananya bakal nulis buku (mungkin juga
buku tentang python). orangnya setahu saya dulu ada di id_python. :-)
salman_zt wrote:
> guys!! baru masuk neeeh...ko sepi ya?
> Aseli! gue buta banget bahasa python, tapi ngebet pengen belajar(ini
> juga karena gue abis baca artikel di kecok elektrnk).
> Konon bahasa ini bagus buat basic pemrograman.Gue 'dah down load
> interpreternya dari situs Python.Yang gue bingung, taro'lah misalnya
> gue dah bikin kode programnya, tapi setiap di-Run kenapa error terus
> ya?,padahal kodenya 100% persis ama yang di sample helpnya python,apa
> karena OS-nya windows?.Gimana si' caranya supaya bisa ng-Run kode
> yang dah kita buat? tolong ya..pleeease..[sori,baru masuk dah
> ngerepotin :)]
> ok deeh..makasih banget kalo mo jawab.
saya gak nulis di kecoak tuh :-)
--
sh
salman_zt wrote:
> tambahan! makasih ya buat mas....siapa namanya lupa gue,mas steven!
> yang nulis dikecoak kan??ya,makasih ya!
guys!! baru masuk neeeh...ko sepi ya?
Aseli! gue buta banget bahasa python, tapi ngebet pengen belajar(ini
juga karena gue abis baca artikel di kecok elektrnk).
Konon bahasa ini bagus buat basic pemrograman.Gue 'dah down load
interpreternya dari situs Python.Yang gue bingung, taro'lah misalnya
gue dah bikin kode programnya, tapi setiap di-Run kenapa error terus
ya?,padahal kodenya 100% persis ama yang di sample helpnya python,apa
karena OS-nya windows?.Gimana si' caranya supaya bisa ng-Run kode
yang dah kita buat? tolong ya..pleeease..[sori,baru masuk dah
ngerepotin :)]
ok deeh..makasih banget kalo mo jawab.
Hello ko steven,
kenapa dengan milist ini? kok tinggal kita berdua aja? apakah
aku salah masuk milis? atau aku salah liat member?
milis id_python kemana? apa masih ada?
TIA.
--
Cheers *^_^*
Clone