Assalamu'alaikum..
Mari menyiapkan diri untuk melaksanakan pengamatan hilaal dan hilaal tua bagi lunasi Zulhijjah 1430 H untuk menjadi bahan masukan dalam sidang itsbat penentuan 1 Zulhijjah 1430 H guna menentukan Hari Raya Idul Adha.
Ijtima' atau konjungsi Bulan - Matahari akan terjadi pada hari Selasa 17 November 2009 pukul 02:14 WIB.
Sehingga :
1.Waktu Pengamatan Hilaal Tua Zulqa'idah
Tersedia selang waktu untuk mengamati hilaal tua pada :
Tersedia selang waktu untuk mengamati hilaal pada :
Pemodelan ada di dalam risalah elektronik RHI Nomor 2 volume I tahun 1430 H.
4. Format Laporan
Kemudian, tidak bermaksud untuk menggurui, namun agar lebih sistematis mohon upaya laporan-laporan tentang pengamatan hilaal maupun hilaal tua mengandung sedikitnya hal-hal sebagai berikut :
5. Catatan
Pengamatan hilaal dan hilaal tua untuk lunasi Zulhijjah 1430 H ini memiliki keunikan karena :
Wassalamu'alaikum...
Ma'rufin
Mari menyiapkan diri untuk melaksanakan pengamatan hilaal dan hilaal tua bagi lunasi Zulhijjah 1430 H untuk menjadi bahan masukan dalam sidang itsbat penentuan 1 Zulhijjah 1430 H guna menentukan Hari Raya Idul Adha.
Ijtima' atau konjungsi Bulan - Matahari akan terjadi pada hari Selasa 17 November 2009 pukul 02:14 WIB.
Sehingga :
1.Waktu Pengamatan Hilaal Tua Zulqa'idah
Tersedia selang waktu untuk mengamati hilaal tua pada :
- Minggu 15 November 2009 (umur Bulan saat itu > 40 jam sebelum konjungsi, lama Bulan di atas ufuk > 90 menit)
- Senin 16 November 2009 (umur Bulan saat itu > 19 jam sebelum konjungsi, lama Bulan di atas ufuk > 40 menit)
- Menghadaplah ke langit timur sejak mulai terbitnya Bulan hingga sebelum Matahari terbit (terbitnya Bulan = waktu terbitnya Matahari dikurangi dengan lamanya Bulan di atas ufuk).
- Perhatikan bahwa Matahari pada saat terbit berada di Azimuth 109 alias berada di arah Timur -Tenggara dari pengamat.
- Perhatikan bahwa pada 15 November 2009, Bulan akan berada di sebelah kiri (sebelah utara) dari kedudukan Matahari, sehingga bentuk lengkungan cahayanya adalah miring ke kiri. Sementara pada 16 November 2009 Bulan akan nyaris tepat berada di atas Matahari.
Tersedia selang waktu untuk mengamati hilaal pada :
- Selasa 17 November 2009 (umur Bulan saat itu > 13 jam setelah konjungsi, lama Bulan di atas ufuk > 20 menit)
- Rabu 18 November 2009 (umur Bulan saat itu > 37 jam setelah konjungsi, lama Bulan di atas ufuk > 72 menit)
- Menghadaplah ke langit barat sejak mulai terbenamnya Matahari hingga terbenamnya Bulan (terbenamnya Bulan = waktu terbenamnya Matahari ditambah dengan lamanya Bulan di atas ufuk).
- Perhatikan bahwa Matahari pada saat terbenam berada di Azimuth 251 alias berada di arah Barat - Barat Daya dari pengamat.
- Perhatikan bahwa dalam dua hari tersebut Bulan akan berada di sebelah kiri (sebelah selatan) dari kedudukan Matahari, sehingga bentuk lengkungan cahayanya akan miring ke kiri.
Pemodelan ada di dalam risalah elektronik RHI Nomor 2 volume I tahun 1430 H.
4. Format Laporan
Kemudian, tidak bermaksud untuk menggurui, namun agar lebih sistematis mohon upaya laporan-laporan tentang pengamatan hilaal maupun hilaal tua mengandung sedikitnya hal-hal sebagai berikut :
- Lokasi pengamatan (lebih bagus lagi jika lengkap dengan koordinat dan elevasinya).
- Kondisi kaki langit/horizon saat pengamatan (apakah cerah sempurna, atau berawan total/mendung, atau berawan sebagian dimana horizon tertutupi, atau terdapat sebaran awan/scatter clouds).
- Alat yang digunakan. Jika memakai alat bantu optik, mohon disertakan spesifikasinya (misalnya binokuler 7 x 35 mm dsb).
- Waktu saat terjadinya sunrise (jika mengamati Bulan sabit tertua) atau sunset (jika mengamati hilaal), dengan catatan sepanjang Matahari benar-benar teramati menyentuh horizon.
- Waktu saat Bulan sabit tertua terakhir kali terlihat, atau saat hilaal pertama kali terlihat. Catat juga tingginya pada saat itu (jika menggunakan alat optik), atau perkiraan tingginya (dengan membandingkannya terhadap ibu jari)
- Orientasi Bulan sabit tertua dan hilaal. Sebagai gambaran, bandingkan bentuk Bulan sabit tertua atau hilaal yang teramati dengan lingkaran jam, kemudian catat salah satu ujung sabit berada di jarum jam berapa, demikian juga ujung sabit yang lain. Setelah itu tuliskan dalam bentuk dimana angka jarum jam yang lebih kecil didahulukan. Misalnya : 3 - 8, 4 - 7, 2 - 6 dan sebagainya.
- Warna Bulan sabit tertua / hilaal.
- Jika memungkinkan, harap disertakan fotonya.
- Sebelum melakukan pengamatan, harap kalibrasikan jam anda dengan standar waktu referensi setempat. Misalnya dengan menghubungi nomor 103 lewat telpon kabel/ponsel CDMA dengan SIMCard Flexy, atau membandingkannya dengan waktu siaran BBC, atau dengan siaran RRI, atau radio pantai.
5. Catatan
Pengamatan hilaal dan hilaal tua untuk lunasi Zulhijjah 1430 H ini memiliki keunikan karena :
- Secara umum meski sebagian besar region Indonesia berada di masa pancaroba (transisi dari musim kemarau ke musim hujan) yang lebih panjang disertai anomalous Dipole Mode di Samudera Hindia serta fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) sehingga membuat sebagian wilayah Indonesia berpotensi lebih berawan dan atau hujan, sehingga peluang langit bersih dari awan dengan clear horizon tel;ah mengecil.
- Posisi
hilaal tua di bagian barat wilayah Indonesia pada hari Senin pagi 16 November 2009 tepat berada dalam batas definisi hilaal tua sesuai data RHI sehingga diharapkan pengamatan hilaal tua memfokuskan diri dan pada saat tersebut.
- Posisi hilaal di bagian barat wilayah Indonesia pada Selasa senja 17 November 2009 tepatberada di batas bawah definisi hilaal sesuai data RHI sehingga bermanfaat untuk melaksanakan pengujian definisi. Pengujian definisi sebelumnya pernah dilakukan pada rukyatul hilaal untuk menentukan 1 Syawwal 1430 H yang dilaksanakan pada 19 September 2009 dan berhasil meski dari 1 titik pengamatan saja.
- Harap untuk berhati-hati dalam mengidentifikasi hilaal dan membedakannya dengan obyek terang di langit.
- RHI hanya mempergunakan sistem hisab kontemporer (haqiqi bittahqiq) untuk menghitung, membuat model matematis dan membuat peta ketinggian dan elongasi hilaal.
- Tidak ada fenomena khusus terkait Bulan dan atau Matahari dalam bentuk gerhana,
Wassalamu'alaikum...
Ma'rufin