Skip to search.

Breaking News Visit Yahoo! News for the latest.

×Close this window

jogja_astroclub · Jogja Astro Club (JAC)

The Yahoo! Groups Product Blog

Check it out!

Group Information

  • Members: 287
  • Category: Amateur
  • Founded: Jul 5, 2005
  • Language: Indonesian
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Real people. Real stories. See how Yahoo! Groups impacts members worldwide.

Messages

Advanced
Messages Help
Messages 138 - 167 of 998   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Messages: Show Message Summaries Sort by Date ^  
#138 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Thu Jun 1, 2006 4:38 pm
Subject: (Dan) Patahan Itu Hidup Lagi ?
marufins
Send Email Send Email
 
Dan) Patahan Itu Hidup Lagi ?

BMG menyatakan gempa Yogya 27 Mei 2006 ini memiliki
episentrum di dasar Samudera Hindia pada koordinat
8,26deg LS 110,31deg BT, dalam jarak 37 km di selatan
kota Yogya. Sementara USGS menyatakan posisi
episentrum justru ada di kawasan Pantai Samas atau
tepatnya di muara Sungai Opak, pada koordinat 8,007deg
LS 110,286deg BT sejauh 20 km ke arah selatan dari
kota Yogya. Sementara EMSC - dari Eropa - menyatakan
pusat gempa justru ada di sebelah timur Yogya,
tepatnya di bawah kawasan Piyungan - Patuk pada
koordinat 7,851deg LS 110,463deg BT sejauh 12 km dari
Yogya. Namun ketiga lembaga itu sama2 menyatakan bahwa
gempa tektonik ini berasal dari pure strike-slip alias
pergeseran mendatar, bukan gerak naik / turun
sebagaimana yang biasa terjadi pada zona subduksi.

Lepas dari pihak mana yang paling akurat, posisi2
episentrum ini cukup menarik. Episentrum-nya USGS
berada tepat di sebuah patahan yang berarah timur laut
- barat daya dan membentang mulai dari kawasan utara
Candi Prambanan hingga ke muara Sungai Opak.
Episentrum-nya EMSC berada persis di bawah bukit2
kapur Pegunungan Sewu yang menjadi bagian horst
patahan ini. Sementara episentrum-nya BMG, ternyata
juga terletak di sekitar garis imajiner perpanjangan
patahan ini ke selatan, menerus ke Samudera Hindia.

Apa yang bisa diartikan dari sini ? (Hampir pasti)
bisa dikatakan  gempa kuat di Yogya berkaitan dengan
aktivitas patahan Sungai Opak ini. Mungkin hal ini
juga yang bisa menjelaskan mengapa daerah dengan
kerusakan terparah (dan korban jiwa terbesar) ada di
sumbu imajiner Bantul - Klaten, karena memang patahan
ini membentang dari Bantul selatan hingga Klaten
selatan (kawasan Prambanan). Barangkali hal ini juga
yang bisa menjelaskan ambruknya stasiun KA Prambanan
(sementara stasiun2 lainnya hanya rusak ringan) serta
melengkung dan patahnya rel KA di antara stasiun
Srowot - Prambanan, suatu hal yang " luar biasa " bagi
sebuah gempa dengan magnitude 5,9 - 6,3 skala Richter,
yang lebih kecil dibanding misalnya gempa Nias ataupun
gempa Kep. Mentawai tahun silam.

Tentang patahan ini, bila anda pernah berwisata ke
Parangtritis, sebelum memasuki gerbang kawasan wisata
itu anda akan melintasi jembatan gantung yang
membentang di atas sebuah sungai. Itulah Sungai Opak.
Selain melintasi sungai, persis di jembatan ini anda
sebenarnya juga sedang melintasi patahan Sungai Opak,
yang terpendam di bawah endapan vulkanik Gunung
Merapi. Panorama di sebelah selatan jembatan tadi
berbeda dibanding sebelah utara yang relatif datar.
Selain bukit2 kapur, di sini juga terdapat mata air
panas (hot springs) Parangwedang,  yang tidak
berkaitan dengan aktivitas vulkanik ataupun
post-vulkanik, namun disebabkan oleh patahan. Rupanya
ruang di bawah horst diisi oleh magma, namun bidang
patahannya masih cukup kuat untuk menahan tekanan
magma - beda dengan patahan sejenis di utara, yang tak
sanggup menahan tekanan magma hingga magma bisa muncul
ke permukaan Bumi lewat bidang patahan dan
terbentuklah jajaran gunung-gunung api Merapi, Merbabu
dan Ungaran. Meski begitu magma di bawah horst tadi
sudah cukup mampu untuk memanaskan air bawah tanah,
yang kemudian keluar melewati bidang patahan sebagai
air panas.

Patahan ini pernah diteliti di akhir 1980-an dan
disimpulkan bahwa ia telah mati. Sehingga tidak pernah
diperhitungkan sebagai salah satu potensi bahaya bagi
Yogyakarta dan sekitarnya. Fokus potensi bahaya di
Yogya kemudian lebih ditekankan pada ancaman letusan
Merapi serta gerakan tanah. Gempa tektonik - kalaupun
ada - dianggap diletupkan oleh zona subduksi yang
berada 300 km di selatan Yogya.

Jauh hari sebelumnya Yogya dan sekitarnya juga pernah
diguncang gempa besar pada Juni 1867, dengan magnitude
sekitar 7. Gempa ini menimbulkan kerusakan dan korban
yang luar biasa hingga manuskrip Kraton Yogya
mencatatnya dengan candrasengkala " obah lapis pitung
bumi " alias bergeraknya tujuh lapisan bumi, yang
terjemahannya menunjukkan angka tahun 1867 Masehi.
Candrasengkala ini menunjukkan betapa hebatnya
guncangan tanah saat itu, hingga disebutkan
menyebabkan bergeraknya tujuh lapisan bumi. Disini
harus diingat bahwa kata " pitu (tujuh) " dalam
kesusastraan Jawa merupakan kata serapan dari sastra
Arab, dan digunakan untuk menyatakan hal yang jamak.
Demikian besarnya guncangan saat itu hingga istana air
Tamansari (yang dibangun Hamengku Buwono 1 seabad
sebelumnya) rusak berat dan tidak pernah lagi
ditempati / diperbaiki sampai saat ini. Tugu golong
gilig yang menjadi lambang kota Yogya sampai ambruk
dan terbelah menjadi tiga bagian. Tanah longsor
terjadi di mana-mana, dan dari sini muncullah toponimi
" Terban " yang kemudian menjadi nama sebuah daerah di
pinggir Sungai Code, di sebelah selatan kampus UGM.

Kini patahan itu (nampaknya) hidup kembali. Dan di
sana, di bawah lembah Sungai Opak, gempa2 susulan
terus berkejaran. Sekilas pergeseran patahan ini
memang tidak besar. Bila gempa megathrust 26 Des 2004
menimbulkan pergeseran (rata-rata) 15 m dan (maksimal)
20 m, di gempa Yogya 'hanya' 5 - 10 cm. Namun bila
kita bandingkan pergeseran ini dengan pergerakan
patahan2 sejenis, yang banyak eksis di Jawa Barat
seperti patahan Lembang - Cimandiri - Baribis, dimana
kecepatannya (rata-rata) 0,2 mm / tahun, maka nampak
pergeserannya cukup besar.

Apa yang menyebabkan patahan ini hidup kembali, apakah
gempa megathrust 2004 silam ? Atau aktivitas Merapi
yang memang sedang memuncak setelah istirahat
berkepanjangan 5 tahun terakhir (hal yang memang tidak
biasa) ? Kita tidak tahu. Demikian juga, bagaimana
masa depan patahan ini dan apa pengaruh getaran
gempanya bagi dapur2 magma jajaran gunung2 api Merapi,
Merbabu dan Lawu ? Kita juga tidak tahu, dan
(harapannya) semoga tidak muncul hal lain yang lebih
buruk. Sebab rakyat Philipina telah merasakan betapa
sebuah gempa besar pada pertengahan Juli 1990 - yang
menghancurleburkan kawasan Baguio - dengan pusat
berjarak 100 km dari Gunung Pinatubo ternyata sanggup
membangunkan gunung yang telah 600 tahun terlelap (dan
tererosi berat) dengan munculnya erupsi freatik pada
awal April 1991 yang terus berkembang hingga puncaknya
menghasilkan letusan dahsyat ultraplinian pada
pertengahan Juni 1991 dengan semburan abu mencapai
ketinggian 34 km.

Bumi bercinta, manusia menangis, kata van Bemmelen.
Dan jujur saja, membayangkan semua kemungkinan2 itu,
membuat saya pribadi jadi bergidik ngeri. Apalagi
Merbabu dan Lawu memang sudah sangat lama terlelap,
dan Merapi 1.000 tahun silam punya sejarah letusan
teramat besar, hingga sanggup meruntuhkan dinding
barat dayanya dan mengalirkan milyaran ton material
vulkanik yang selanjutnya membentur Pegunungan
Menoreh, membentuk perbukitan Gendol dan mengubur
candi Borobudur...

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

#139 From: Mashoedah hoedah <mashoedah@...>
Date: Tue Jun 6, 2006 3:34 am
Subject: Re: [FISIKA] (Dan) Patahan Itu Hidup Lagi ?
mashoedah@...
Send Email Send Email
 
Assalamualaikum,

Dengan adanya gempa di jogja saya pribadi mengingatkan
kepada seluruh teman2 dan kerabat untuk membantu
saudara2 kita yang terkena bencana, untuk kedepan
harus sudah dipikirkan untuk membuat rumah tahan gempa
yang mungkin sudah didengung2kan oleh pemerintah dan
ahli dalam bidang kegempaan, yang terakhir JANGAN BELI
PERUMAHAN DI JOGJA KARENA KUALITASNYA SANGAT JELEK,
MESKI TAMPILANNYA BAGUS, PASANGAN DINDINGNYA DAPAT
DIIBARATKAN SEPERTI KUE BAKPIA JOGJA, LUARNYA KERAS
TAPI DALAMNYA KPYUR, MPREL. HANYA DIISI DENGAN PASIR
DAN KAPUR PUTIH TAK SEMEN SAMA SEKALI, SEMEN HANYA ADA
PADA PLESTERAN ACI DINDING ITUPUN PERBANDINGANNYA
KIRA2 1:12.
KAMI ADALAH SALAH SATU KORBAN DENGAN KONDISI RUMAH
YANG RETAK2 PARAH, PADAHAL JARAK KAMI DARI EISENTRUM
TERMASUK JAUH, SEDANG RUMAH2 PENDUDUK TIDAK BEGITU
PARAH.
DEMIKIAN INFORMASI DARI KAMI SEMOGA BERMANFAAT.

WASSALAM


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

#140 From: MUTOHA MMC <jogja_astroclub@...>
Date: Fri Jun 16, 2006 1:18 pm
Subject: Tanda dari Langit? (Awan Ajaib)
jogja_astroclub
Send Email Send Email
 
Tanda dari langit??
YA..! bagi orang yang percaya bahwa Tuhan itu ada..
Allahu Akbar...
Setidaknya fenomena yang unik ini bisa menjadi peringatan pada kita semua bahwa Tuhan benar-benar ada. Dan musibah yang terjadi merupakan peringatan kepada kita yang selamat untuk bertaubat mohon ampun kepada Tuhan.
Foto ini saya abadikan pada Selasa, 30 Mei 2006 (3 hari pasca gempa) dari Bukit Dlingo, Bantul, Yogyakarta jam 16.42 WIB di arah Barat (tepat di atas kota Bantul).Saat kami sedang dalam perjalanan menuju POS ICMI di Desa Terong, Dlingo untuk mengantar bantuan logistik kepada para korban (kebetulan saya ikut relawan di posko ICMI).
Terlihat gumpalan awan yang membentuk formasi "orang bertaubat" lengkap dengan kepala, hidung dan kedua tangan menengadah ke atas dalam posisi bersimpuh dengan latar belakang chaya matahari. Saya yakin bahwa ini bukan hanya sekedar fenomena awan biasa tapi lebih dari itu. Saat itu tidak hanya saya yang menyaksikan tapi cukup banyak masyarakat dan para relawan yang berhenti untuk melihat sehingga jalan sempat agak macet.
Dan maaf baru sempat saya posting kali ini sebab card memori sempat hilang dan alhamdulillah hari ini saya temukan (ada beberapa gambar yang lain).
Lihat file attachment atau di link ini :
 
 
Salam,
Mutoha
Jogja Astro Club (JAC)
Yogyakarta - Indonesia


Do you Yahoo!?
Next-gen email? Have it all with the all-new Yahoo! Mail Beta.

#141 From: MUTOHA MMC <jogja_astroclub@...>
Date: Tue Jun 20, 2006 4:34 am
Subject: NASA: Meteorit Hits The Moon
jogja_astroclub
Send Email Send Email
 
Terdeteksi dari bumi jatuhan meteorit di permukaan bulan.
 
 
.... During a telescope test last November 7th, Suggs and Swift recorded an explosion on their very first night of observing. A piece of debris from Comet Encke struck the plains of Mare Imbrium, making a crater about 3 meters wide....dst
 
Apa betul crater/kawah selebar 3 meter dapat dideteksi dari bumi menggunakan teleskop amatir???? Sepengetahuan saya kok mustahil..
 
Salam,
Mutoha
Jogja Astro Club (JAC)
Yogyakarta - Indonesia
 
 


Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2˘/min or less.

#142 From: MUTOHA MMC <jogja_astroclub@...>
Date: Tue Jun 20, 2006 7:24 pm
Subject: Hari Ini : Summer Soltice
jogja_astroclub
Send Email Send Email
 
Hari ini Summer Soltice jatuh pada :
 
Rabu, 21 Juni 2006 pukul 19.26 WIB (12.26 UT)
 
Summer Solstice adalah saat matahari berada di atas titik balik Utara atau sering disebut sebagai Tropic of Cancer yaitu garis paralel 23o 27’ di Utara Katulistiwa (Ekuator) bumi.  Dan perhatikan serta amati, terbit/terbenamnya matahari akan mulai bergeser lagi ke Selatan.
 
Saat peristiwa ini terjadi biasanya kita akan ingat dengan seorang tokoh filsafat, ahli matematika dan astronomi dari Yunani yang hidup sekitar 2200 tahun yang lalu yaitu Eratosthenes yang telah mengukur keliling bumi dengan ‘akurat’ menggunakan metode bayangan matahari antara dua kota yaitu Shine (Aswan) dan Alexandria saat summer solstice.
 
 
Nah kalo ada yang mau mengulang sukses Eratosthenes silahkan ikut mencoba.
 
Yang masih menjadi uneg-uneg saya adalah :
  1. Kenapa istilah Tropic of Cancer masih dipakai padahal sekarang saat Summer Solstice terjadi, matahari tidak lagi di Rasi Cancer.  Begitu juga untuk istilah lain misalnya Winter Soltice (Tropic of Capricorn) dan Vernal Equinox (Titik Aries) serta Autumnal Equinox (Titik Libra?) semuanya sudah tidak pas lagi.
  2. Apakah orang Australia juga menamakan dengan Summer Solstice padahal sekarang mereka sedang musim dingin (Winter) berarti orang Australia akan menamakan Winter Solstice untuk 21 Juni ini?
  3. Kalau ya, kita (Indonesia) akan menyebut yang mana?
  4. Apa sebaiknya istilah2 tersebut diganti yang universal biar bisa dipakai dimana saja dan oleh siapa saja. Siapa yang berhak mengganti?
 
“ Happy Summer/Winter Soltice “
 
Mutoha
Jogja Astro Club (JAC)
Yogyakarta – Indonesia


Do you Yahoo!?
Next-gen email? Have it all with the all-new Yahoo! Mail Beta.

#143 From: MUTOHA MMC <jogja_astroclub@...>
Date: Wed Jun 21, 2006 6:17 pm
Subject: Astro News : Nix & Hydra nama untuk bulan baru Pluto
jogja_astroclub
Send Email Send Email
 
Salam,
Berita baru astronomi : Jumat depan, 24 Juni 2006 International Astronomical Union (IAU) akan mengumumkan secara resmi nama untuk dua satelit (bulan) Planet Pluto yang ditemukan tahun lalu oleh Teleskop Hubble. Nama yang sudah dipilih adalah Nix dan Hydra yang akan menemani Charon yang telah ditemukan lebih dulu.
Chek langsung dari sumbernya:
 
 
Mutoha
Jogja Astro Club (JAC)
Yogyakarta - Indonesia
 
 
 
 


Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low rates.

#144 From: "Mutoha MMC" <jogja_astroclub@...>
Date: Fri Jun 23, 2006 12:13 pm
Subject: Planet di luar Pluto?
jogja_astroclub
Send Email Send Email
 
Beberapa waktu yl. seorang kawan di milis tetangga bertanya:

--- In sains@yahoogroups.com, Andya Primanda <mod_evolusi@...> wrote:
>
> Sdr Mutoha, mau tanya dong, kalau yg planet di luar
> Pluto itu sekarang udah ada berapa, dan udah dinamain
> apa saja?


Jawab saya cuma begini... Mohon koreksi kalo ada yang salah...

Planet setelah Pluto?
Telah ditemukan banyak obyek langit berukuran besar yang mengelilingi
matahari kita pasca Pluto dideklarasikan menjadi Planet ke-9 (suatu
keterlanjuran). Sebab kini diketahui bahwa Pluto hanya sebuah KBO
(Kuiper Belt Object) atau sering disebut dengan istilah TNO (Trans
Neptunian Object) atau planetoid atau minor planet. Nah kalo Pluto
masuk definisi Planet maka temen-teman Pluto yang lain juga harus
dimasukkan. Kecuali ada definisi baru mengenai Planet (sedang
dirumuskan oleh IAU) misalnya ditambahkan syarat ukurannya dsb.
Sejauh yg saya ketahui, telah ditemukan beberapa KBO yang cukup besar
dan bahkan ada yg lebih besar dari Pluto dan masih disebut sebagai
KBO (belum diakui sebgai planet kecuali Pluto). Ini urutannya :
1. Xena (2003-UB313) diameter = 2400 km +/-100  (dicalonkan sbg
Planet ke-10)
2. Pluto  diameter = 2320 km   (terlanjur diresmikan sbg Planet)
3. Charon diameter = 1270 km  (dianggap sbg satelit/bulan Pluto)
4. Sedna diameter = <1500 km?
5. 2004 DW  diameter ~ 1500?
6. 2005 FY9   diameter  ~1250 km?
7. 2003 EL61  diameter = 1200 km?
8. Quaoar diameter = 1200 km +/-200
9. Ixion diameter = 1065 km +/- 65
Namun sejauh ini pihak yang berwenang (IAU) masih membahas penemuan
tersebut dan akan segera memberikan keterangan mengenai status Pluto
sbg Planet atau KBO. Seiring dengan waktu, sangat besar kemungkinan
akan ditemukan KBO lain yang lebih banyak maupun yang lebih besar
sehingga definisi planet memang harus mulai dirumuskan secara
spesifik.
Baru masalah di sistem matahari kita aja, sudah memusingkan kepala.
Padahal sekarang sudah ditemukan ratusan Planet di luar sistem
matahari kita yang disebut sebagai Exoplanet (Extrasolar Planet).
== Planet X: ==
Penemuan Pluto serta beberapa KBO yg lain ternyata juga belum
menjawab hipotesa para astronom tentang keberadaan planet di luar
Neptunus yang dicari (Pluto dianggap terlalu kecil) shg dapat membuat
orbit Neptunus terganggu sebab menurut perhitungan paling tidak
planet ini sebesar Saturnus atau Jupiter. Planet misteri ini sering
disebut dg "Planet X" (X=misteri bukan angka romawi 10). Namun teka-
teki ini terjawab ketika pesawat angkasa Pioneer 10 & 11 ,Voyager 1
dan 2 tidak menemukan bukti keberadaan Planet X ini. Namun ketiadaan
bukti belum merupakan bukti dari ketiadaan Planet X ini. Pencarian
terhadap Planet X tidak begitu saja berhenti di sini. Bahkan sampai
muncul hipotesa Planet Nibiru dikemukakan oleh Zecharia Sitchin yaitu
planet raksasa tak terlihat yang melintas di sistem matahari kita,
sampai muncul "hoax kiamat" berkenaan dg konsep ini. Beberapa ahli
percaya bahwa penemuan "brown dwarf" dapat membawa bukti pada
keberadaan Planet X yang dicari seperti dituturkan oleh Andy Lloyd di
link ini :
http://www.darkstar1.co.uk/solution.html
Yah.. makin memusingkan saja. Moga2 keterangan ini bisa menjawab
pertanyaannya.
Source: dari berbagai sumber.

Add-on:
Namun saya lebih senang menikmati astronomi pada sesi observasinya.
Melihat langit malam, bintang2, rasi, bulan, planet, galaksi, nebula
baik secara langsung atau menggukan binokuler maupun teleskop. Nah..
yang ini malah bisa mengurangi pening di kepala setelah seharian
bekerja.

========================================================
Topik diskusi :
Mengenai status ganda Pluto (sebagai anggota Planet dan anggota KBO)
Perlukah Pluto dilengserkan dari barisan Planet dan masuk ke barisan
KBO?
========================================================


Salam,
Mutoha
Jogja Astro Club (JAC)
Yogyakarta - Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/jogja_astroclub/

#145 From: MUTOHA MMC <jogja_astroclub@...>
Date: Sat Jun 24, 2006 5:31 pm
Subject: RHI : Jumadil Akhir 1427 H
jogja_astroclub
Send Email Send Email
 
Assalamulaikum wr. wb.
Rukyat Hilal Indonesia (RHI) untuk penentuan :
 
1 Jumadil Akhir 1427 Hijriyah
 
akan dilaksanakan besok pada :
 
Senin, 26 Juni 2006 (29 Jumadil Awal 1427 H) @ sunset
 
di seluruh Wilayah;  Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapore dan serentak di seluruh dunia.
Info untuk wilayah Indonesia:
 
 
 
 
Salam,
Mutoha MMC
 
Jogja Astro Club (JAC)
Yogyakarta - Indonesia
"Memasyarakatkan Astronomi di Indonesia"
================================
 
Rukyatul Hilal Indonesia (RHI)
"Menuju Obsesi Lahirnya Sistem Tunggal Kalender Hijriyah Indonesia"
===================================================
 
 


Do you Yahoo!?
Next-gen email? Have it all with the all-new Yahoo! Mail Beta.

#146 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Mon Jun 26, 2006 4:21 pm
Subject: Hilal Sighting Report, Jumadits-Tsani 1427 H
marufins
Send Email Send Email
 
Assalamu'alaykum

Mencoba melihat hilal dari stadion Kebumen, posisi
7deg 40min LS 109deg
38min BT ketinggian sekitar 21 meter dpl. Situasi
langit, sebagian besar
cerah tanpa awan, kecuali persis di horizon barat
dengan awan tipis.
MoonCalc v6.0 memberikan panduan sunset pada 17 : 35
WIB, dengan altitude
bulan saat itu 6 derajat, elongasi 9 derajat, umur
Bulan 18,5 jam. Semuanya
sudah memenuhi kriteria Danjon limit. Perkiraan umur
hilal 24 menit.
Pengamatan dilakukan dengan mata telanjang, sejak 17 :
30 hingga 17 : 50
WIB.

Sempat terlihat titik cahaya redup pada area dimana
hilal seharusnya berada
menurut perkiraan MoonCalc v6.0. " Umur " titik cahaya
ini sekitar 1 menit
(karena baru nampak sesaat sebelum saya meninggalkan
lokasi) kemudian
tertutupi awan. Ketinggian sekitar 1 ibu jari (mungkin
< 5 derajat). Bentuk
titik cahaya tidak bisa dipastikan (MoonCalc v6.0
memberikan gambaran
bentuknya harus konkaf / terbuka ke arah utara).
Pengamatan sangat terganggu
oleh latar belakang cahaya merah jingga yang
dipantulkan Matahari ke awan2
rendah di horizon barat.

Demikian yang bisa dilaporkan. Moga2 ada pengamat di
tempat lain yang lebih
beruntung :).

Wassalamu'alaykum


Ma'rufin





__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

#147 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Mon Jun 26, 2006 4:22 pm
Subject: Re: [FISIKA] Tanya tentang tanda2 gempa bumi
marufins
Send Email Send Email
 
Yang dimaksud mungkin prekursor, alias tanda2 khusus
sebelum gempa meletup.

Kita fokuskan persoalannya ke gempa tektonik.
Sederhananya, gempa ini
terjadi akibat adanya pematahan kerak bumi di sebuah
patahan dengan luasan
tertentu
dan kemudian bergeser secara relatif
terhadap lingkungan disekitarnya. Penyebab pergeseran
ini tidak lain adalah
tekanan dari lempeng tektonik, yang selama beberapa
waktu sebelumnya (entah
puluhan atau ratusan tahun) masih bisa ditahan oleh
batuan setempat. Namun
lama kelamaan ambang batas ketahanan batuan setempat
terlewati juga,
sehingga timbul pematahan yang berujung pada
perambatan getaran gempa.

Gempa terjadi dalam sekejap. Namun terlampauinya
ambang batas ketahanan
batuan (sebelum terpatahkan) butuh waktu lama.Batuan
juga tak langsung
terpatahkan begitu saja, namun ibarat penggaris, ia
akan melengkung lebih
dahulu, menghasilkan retakan2 mikro sebelum kemudian
terpatahkan.

Ada beberapa prekursor yang bisa dipakai, 4
diantaranya yang populer :

1. Emisi gas Radon.
Gas Radon adalah gas radioaktif produk peluruhan
Radium dan dalam keadaan
normal terjebak pada rongga2 mikro dalam batuan
penyusun kerak bumi.
Terjadinya retakan2 mikro dalam kerak bumi
menghasilkan jalan bebas yang
membuat Radon terloloskan ke lingkungan, sehingga
konsentrasinya di
permukaan Bumi meningkat, menghasilkan anomali Radon.
Prof. Asada
menunjukkan anomali Radon telah terdeteksi pada gempa
Tashkent 1966
(anomalinya terdeteksi sejak 1960 !), gempa Cina 1976
dan gempa Hanshin
Agung-Awaji di Kobe (1995).

2. Munculnya awan yang aneh
Ini masih kelanjutan dari kisah emisi gas Radon. Radon
merupakan radioisotop
pemancar sinar alfa. Karakteristik dari sinar alfa,
meski jangkauannya
sangat pendek (karena muatannya yang besar), namun ia
mampu mengionisasi
molekul2 udara di sepanjang jalur lintasannya sehingga
akan terbentuk
sedikitnya 10.000 pasang ion. Ion2 inilah yang
selanjutnya berperan menjadi
agen kondensasi dengan menarik molekul2 air di udara
untuk berkondensasi
menjadi titik2 air dan akhirnya berkumpul menjadi
awan.Jika emisi Radon
meningkat, konsekuensinya kondensasi pun berlangsung
lebih intensif sehingga
terbentuk gugusan awan yang besar dan unik, sebab
mengikuti segmen di
permukaan Bumi yang telah memunculkan retakan2 mikro.
Awan ini umumnya
berbentuk memanjang, seperti rangkaian kereta api atau
ular (lihat di
http://www.meteoquake.org).

3. Naik turunnya permukaan air tanah
Prekursor lain adalah naik turunnya permukaan air
tanah, meski variasinya
tidak mencolok. Dinamika ini terjadi akibat adanya
retakan2 mikro dalam
kerak bumi, yang membuka ruang2 baru di dalam tanah
sehingga air bawah tanah
mengalir ke sana. Namun pada saat yang lain ruang ini
menutup kembali
sehingga air bawah tanah pun dipaksa keluar dari sana.
Fenomena ini juga
sempat diamati dalam gempa Hanshin Agung - Awaji di
Kobe 1995.

4. Gangguan pada gelombang radio
Ini juga masih berhubungan dengan anomali Radon dan di
sisi lain juga
dipengaruhi oleh seberapa banyak ion yang dilepaskan
dari retakan2 mikro.
Produksi ion yang berlebih, dan kemudian
disirkulasikan ke atas, bisa
mencapai lapisan ionosfer dan mengganggu lapisan
ini,sehingga mengganggu
kemampuannya untuk memancarkan gelombang radio. Dalam
kasus megathrust 26
Desember 2004 kemarin, fenomena ini terdeteksi, berupa
noise pada gelombang
FM yang dipancarkan dari stasiun2 radio di Sumatra -
Thailand dan teramati
di India. Gangguan gelombang radio pula yang
diperkirakan menstimulasi
binatang2 rodentia untuk berperilaku aneh, seperti
teramati di China 1976.

Tidak semua prekursor ini bisa digunakan untuk
mendeteksi gempa di setiap
titik di permukaan Bumi. Dan juga, meski prekursor2
tadi sudah diamati
secara intensif, namun hal itu belum menjadi jaminan
bahwa prekursor tadi
bisa digunakan. Ambil contoh kasus Cina. Dengan
mengamati kelakuan aneh
binatang2 rodentia (tikus dan konco2nya) beserta emisi
Radon, otoritas China
berhasil memprediksi datangnya gempa besar di tahun
1976. Namun mereka sama
sekali gagal memprediksi gempa besar berikutnya,
berselang beberapa tahun,
meski menggunakan metode prekursor yang sama.

Untuk wilayah Indonesia, jika berpatokan
pada bentuk awan yang aneh, ini sulit dibedakan dengan
awan2 yang
terbentuk di Inter Tropical Convergence Zone (ITCZ)
pada bulan2 tertentu
mengingat sifat iklim
Indonesia. Dalam kasus gempa Yogya 27 Mei kemarin,
hingga
beberapa hari sebelum gempa meletup memang terjadi
hujan yang cukup lebat
saat
sore - malam hari, dan hujan terasakan pula hingga ke
wilayah Purworejo -
Kebumen, padahal menurut ramalan BMG daerah ini sudah
" harus " memasuki
musim kemarau sejak awal Mei, dengan prediksi curah
hujan di bawah normal.
Hujan lebat juga terus berlangsung hingga
beberapa hari pasca gempa. Bisa saja hujan " salah
musim " ini berkaitan
dengan meningkatnya konsentrasi gas Radon di atas
sesar Opak, sebelum dan
seduha gempa meletup. Namun hal ini susah juga
dibuktikan, selain tiadanya
radon-meter di Yogya, harus diingat juga adanya faktor
Merapi yang sedang
aktif dan berfungsi sebagai sumber panas
yang besar, yang memacu terjadinya arus konveksi dalam
atmosfer. Fenomena
meningkatnya hujan dalam peningkatan aktivitas Merapi
juga terjadi pada
Maret - April 2001 silam saat Merapi juga sedang
giat2nya (masih ingat
dengan badai yang sempat
merubuhkan puluhan pohon di kompleks UGM ?)

Salam


Ma'rufin



----- Original Message -----
From: wido_mono
To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
Sent: Saturday, June 10, 2006 11:45 AM
Subject: [FISIKA] Tanya tentang tanda2 gempa bumi


mau tanya apakah ada tanda2 khusus terjadinya gempa
bumi? Ada yang
bilang klo mo ada gempa bumi maka medan magnet bumi
berubah sehingga
menyebabkan awan dilangit tertarik ke bumi. Dan
tertariknya awan ke
bumi dijadikan sebagai tanda2 klo akan terjadi gempa
bumi? Apakah
pernyataan itu benar?

========================================================================
info : http://www.widodo.web.ugm.ac.id/1/index.php







__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

#148 From: "Rovicky Dwi Putrohari" <rovicky@...>
Date: Tue Jun 27, 2006 1:52 am
Subject: Re: [FISIKA] Tanya tentang tanda2 gempa bumi
rovicky@...
Send Email Send Email
 
Mas Ma'rufin, secara logika saya bisa menerima bagaimana
kejadian-kejadian sebelum gempa. Munculnya gas radon, juga
"gelisah"nya binatang-binatang. Namun ada satu yg krusial dalam soal
gempa ini.

Menurut saya kekuatan gempa akan berbanding lurus dengan stress yg
dialami batuan. Namun kejadian gempa tidak selalu pada saat stress
terbesar. Kejadian gempa merupakan titik kritis yg terlewati ->
TRIGGER PHENOMENA ! atau ELASTIC REBOUND !

- Stress yg kecil tetapi melewati titik kritis akan menyebabkan gempa kecil.
- Stress besar dan melewati titik kritis akan menyebabkan kekuatan gempa besar.
- Namun tidak berarti bahwa setiap stress besar akan menyebabkan gempa
pada waktu dekat ini ? Bahkan stress besar kalau ter-"release" kecil2,
justru "mungkin" akan menjadikan stress berkurang dan potensial "big
quake" menjadi berkurang.

Precursor dari gempa secara fisis mungkin persis apa yg anda uraikan
secara fisis dengan adanya gas radon, namun saya masih bertanya2
apakah gas radon ini muncul akibat besarnya stress? atau akan
terlewatinya titik kritis ?

Itulah sebabnya saya masih ragu2 dengan "awan lurus", magnetik change
dll. Termasuk Gas Radon. ... apakah Gas Radon banyak dijumpai di
sumatra relatif dari daerah kalimantan ? Trus terang aku corious hal
ini.

Nah yg mungkin ada yg bisa dilakukan kalau kita tahu precusor ini memang benar
Studi khusus saja pada saat gempa susulan, yg aku heran kenapa pada
waktu gempa susulan tidak ada awan lurus lagi, tidak ada perubahan
magnetik lagi ?
Mekanisme susulan sebenernya hampir sama dengan mekanisme gempa utama.
Hanya merupakan rilis dari stress-stress kecil yg ada saja. Gempa
susulan di Sumatra juga memiliki kekuatan yg buesar bahkan banyak yg
diatas 5SR, namun gejala-gejala precursor yg dicurigai selama ini ini
tidak terrekam.

Untuk sementara ini kalau memang bener, munculnya awan lurus serta
perubahan magnetik saya anggap sebagai "kebetulan", karena tidak
berlaku pada gempa susulan.

salam
rdp

On 6/27/06, Ma'rufin Sudibyo <marufins@...> wrote:
> Yang dimaksud mungkin prekursor, alias tanda2 khusus
> sebelum gempa meletup.
>
> Kita fokuskan persoalannya ke gempa tektonik.
> Sederhananya, gempa ini
> terjadi akibat adanya pematahan kerak bumi di sebuah
> patahan dengan luasan
> tertentu
> dan kemudian bergeser secara relatif
> terhadap lingkungan disekitarnya. Penyebab pergeseran
> ini tidak lain adalah
> tekanan dari lempeng tektonik, yang selama beberapa
> waktu sebelumnya (entah
> puluhan atau ratusan tahun) masih bisa ditahan oleh
> batuan setempat. Namun
> lama kelamaan ambang batas ketahanan batuan setempat
> terlewati juga,
> sehingga timbul pematahan yang berujung pada
> perambatan getaran gempa.
>
> Gempa terjadi dalam sekejap. Namun terlampauinya
> ambang batas ketahanan
> batuan (sebelum terpatahkan) butuh waktu lama.Batuan
> juga tak langsung
> terpatahkan begitu saja, namun ibarat penggaris, ia
> akan melengkung lebih
> dahulu, menghasilkan retakan2 mikro sebelum kemudian
> terpatahkan.
>
> Ada beberapa prekursor yang bisa dipakai, 4
> diantaranya yang populer :
>
> 1. Emisi gas Radon.
> Gas Radon adalah gas radioaktif produk peluruhan
> Radium dan dalam keadaan
> normal terjebak pada rongga2 mikro dalam batuan
> penyusun kerak bumi.
> Terjadinya retakan2 mikro dalam kerak bumi
> menghasilkan jalan bebas yang
> membuat Radon terloloskan ke lingkungan, sehingga
> konsentrasinya di
> permukaan Bumi meningkat, menghasilkan anomali Radon.
> Prof. Asada
> menunjukkan anomali Radon telah terdeteksi pada gempa
> Tashkent 1966
> (anomalinya terdeteksi sejak 1960 !), gempa Cina 1976
> dan gempa Hanshin
> Agung-Awaji di Kobe (1995).
>
> 2. Munculnya awan yang aneh
> Ini masih kelanjutan dari kisah emisi gas Radon. Radon
> merupakan radioisotop
> pemancar sinar alfa. Karakteristik dari sinar alfa,
> meski jangkauannya
> sangat pendek (karena muatannya yang besar), namun ia
> mampu mengionisasi
> molekul2 udara di sepanjang jalur lintasannya sehingga
> akan terbentuk
> sedikitnya 10.000 pasang ion. Ion2 inilah yang
> selanjutnya berperan menjadi
> agen kondensasi dengan menarik molekul2 air di udara
> untuk berkondensasi
> menjadi titik2 air dan akhirnya berkumpul menjadi
> awan.Jika emisi Radon
> meningkat, konsekuensinya kondensasi pun berlangsung
> lebih intensif sehingga
> terbentuk gugusan awan yang besar dan unik, sebab
> mengikuti segmen di
> permukaan Bumi yang telah memunculkan retakan2 mikro.
> Awan ini umumnya
> berbentuk memanjang, seperti rangkaian kereta api atau
> ular (lihat di
> http://www.meteoquake.org).
>
> 3. Naik turunnya permukaan air tanah
> Prekursor lain adalah naik turunnya permukaan air
> tanah, meski variasinya
> tidak mencolok. Dinamika ini terjadi akibat adanya
> retakan2 mikro dalam
> kerak bumi, yang membuka ruang2 baru di dalam tanah
> sehingga air bawah tanah
> mengalir ke sana. Namun pada saat yang lain ruang ini
> menutup kembali
> sehingga air bawah tanah pun dipaksa keluar dari sana.
> Fenomena ini juga
> sempat diamati dalam gempa Hanshin Agung - Awaji di
> Kobe 1995.
>
> 4. Gangguan pada gelombang radio
> Ini juga masih berhubungan dengan anomali Radon dan di
> sisi lain juga
> dipengaruhi oleh seberapa banyak ion yang dilepaskan
> dari retakan2 mikro.
> Produksi ion yang berlebih, dan kemudian
> disirkulasikan ke atas, bisa
> mencapai lapisan ionosfer dan mengganggu lapisan
> ini,sehingga mengganggu
> kemampuannya untuk memancarkan gelombang radio. Dalam
> kasus megathrust 26
> Desember 2004 kemarin, fenomena ini terdeteksi, berupa
> noise pada gelombang
> FM yang dipancarkan dari stasiun2 radio di Sumatra -
> Thailand dan teramati
> di India. Gangguan gelombang radio pula yang
> diperkirakan menstimulasi
> binatang2 rodentia untuk berperilaku aneh, seperti
> teramati di China 1976.
>
> Tidak semua prekursor ini bisa digunakan untuk
> mendeteksi gempa di setiap
> titik di permukaan Bumi. Dan juga, meski prekursor2
> tadi sudah diamati
> secara intensif, namun hal itu belum menjadi jaminan
> bahwa prekursor tadi
> bisa digunakan. Ambil contoh kasus Cina. Dengan
> mengamati kelakuan aneh
> binatang2 rodentia (tikus dan konco2nya) beserta emisi
> Radon, otoritas China
> berhasil memprediksi datangnya gempa besar di tahun
> 1976. Namun mereka sama
> sekali gagal memprediksi gempa besar berikutnya,
> berselang beberapa tahun,
> meski menggunakan metode prekursor yang sama.
>
> Untuk wilayah Indonesia, jika berpatokan
> pada bentuk awan yang aneh, ini sulit dibedakan dengan
> awan2 yang
> terbentuk di Inter Tropical Convergence Zone (ITCZ)
> pada bulan2 tertentu
> mengingat sifat iklim
> Indonesia. Dalam kasus gempa Yogya 27 Mei kemarin,
> hingga
> beberapa hari sebelum gempa meletup memang terjadi
> hujan yang cukup lebat
> saat
> sore - malam hari, dan hujan terasakan pula hingga ke
> wilayah Purworejo -
> Kebumen, padahal menurut ramalan BMG daerah ini sudah
> " harus " memasuki
> musim kemarau sejak awal Mei, dengan prediksi curah
> hujan di bawah normal.
> Hujan lebat juga terus berlangsung hingga
> beberapa hari pasca gempa. Bisa saja hujan " salah
> musim " ini berkaitan
> dengan meningkatnya konsentrasi gas Radon di atas
> sesar Opak, sebelum dan
> seduha gempa meletup. Namun hal ini susah juga
> dibuktikan, selain tiadanya
> radon-meter di Yogya, harus diingat juga adanya faktor
> Merapi yang sedang
> aktif dan berfungsi sebagai sumber panas
> yang besar, yang memacu terjadinya arus konveksi dalam
> atmosfer. Fenomena
> meningkatnya hujan dalam peningkatan aktivitas Merapi
> juga terjadi pada
> Maret - April 2001 silam saat Merapi juga sedang
> giat2nya (masih ingat
> dengan badai yang sempat
> merubuhkan puluhan pohon di kompleks UGM ?)
>
> Salam
>
>
> Ma'rufin
>
>
>
> ----- Original Message -----
> From: wido_mono
> To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
> Sent: Saturday, June 10, 2006 11:45 AM
> Subject: [FISIKA] Tanya tentang tanda2 gempa bumi
>
>
> mau tanya apakah ada tanda2 khusus terjadinya gempa
> bumi? Ada yang
> bilang klo mo ada gempa bumi maka medan magnet bumi
> berubah sehingga
> menyebabkan awan dilangit tertarik ke bumi. Dan
> tertariknya awan ke
> bumi dijadikan sebagai tanda2 klo akan terjadi gempa
> bumi? Apakah
> pernyataan itu benar?
>
> ========================================================================
> info : http://www.widodo.web.ugm.ac.id/1/index.php

#149 From: MUTOHA MMC <jogja_astroclub@...>
Date: Tue Jun 27, 2006 6:36 am
Subject: RHI : Laporan Rukyat Jumadil Akhir 1427 H
jogja_astroclub
Send Email Send Email
 
Laporan RHI Jumadil Akhr 1427 H
di link ini :
 
 
 
Salam,
Mutoha MMC
 
Jogja Astro Club (JAC)
Yogyakarta - Indonesia
"Memasyarakatkan Astronomi di Indonesia"
================================
 
Rukyatul Hilal Indonesia (RHI)
"Menuju Obsesi Lahirnya Sistem Tunggal Kalender Hijriyah Indonesia"
===================================================


Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2˘/min or less.

#150 From: "diagrammagalileo" <diagrammagalileo@...>
Date: Tue Jun 27, 2006 8:50 am
Subject: cara buat telescope sendiri
diagrammagal...
Send Email Send Email
 
ass
salam kenal
  saya jusuf dari makassar
mau nanya nih mas, bagaimana cara membuat telescope sendiri dan
memperoleh bahannya dimana....
makasih ya atas atensinya

--- In Jogja_Astroclub@yahoogroups.com, "Mutoha MMC"
<jogja_astroclub@...> wrote:
>
> Beberapa waktu yl. seorang kawan di milis tetangga bertanya:
>
> --- In sains@yahoogroups.com, Andya Primanda <mod_evolusi@> wrote:
> >
> > Sdr Mutoha, mau tanya dong, kalau yg planet di luar
> > Pluto itu sekarang udah ada berapa, dan udah dinamain
> > apa saja?
>
>
> Jawab saya cuma begini... Mohon koreksi kalo ada yang salah...
>
> Planet setelah Pluto?
> Telah ditemukan banyak obyek langit berukuran besar yang
mengelilingi
> matahari kita pasca Pluto dideklarasikan menjadi Planet ke-9 (suatu
> keterlanjuran). Sebab kini diketahui bahwa Pluto hanya sebuah KBO
> (Kuiper Belt Object) atau sering disebut dengan istilah TNO (Trans
> Neptunian Object) atau planetoid atau minor planet. Nah kalo Pluto
> masuk definisi Planet maka temen-teman Pluto yang lain juga harus
> dimasukkan. Kecuali ada definisi baru mengenai Planet (sedang
> dirumuskan oleh IAU) misalnya ditambahkan syarat ukurannya dsb.
> Sejauh yg saya ketahui, telah ditemukan beberapa KBO yang cukup
besar
> dan bahkan ada yg lebih besar dari Pluto dan masih disebut sebagai
> KBO (belum diakui sebgai planet kecuali Pluto). Ini urutannya :
> 1. Xena (2003-UB313) diameter = 2400 km +/-100  (dicalonkan sbg
> Planet ke-10)
> 2. Pluto  diameter = 2320 km   (terlanjur diresmikan sbg Planet)
> 3. Charon diameter = 1270 km  (dianggap sbg satelit/bulan Pluto)
> 4. Sedna diameter = <1500 km?
> 5. 2004 DW  diameter ~ 1500?
> 6. 2005 FY9   diameter  ~1250 km?
> 7. 2003 EL61  diameter = 1200 km?
> 8. Quaoar diameter = 1200 km +/-200
> 9. Ixion diameter = 1065 km +/- 65
> Namun sejauh ini pihak yang berwenang (IAU) masih membahas penemuan
> tersebut dan akan segera memberikan keterangan mengenai status
Pluto
> sbg Planet atau KBO. Seiring dengan waktu, sangat besar kemungkinan
> akan ditemukan KBO lain yang lebih banyak maupun yang lebih besar
> sehingga definisi planet memang harus mulai dirumuskan secara
> spesifik.
> Baru masalah di sistem matahari kita aja, sudah memusingkan kepala.
> Padahal sekarang sudah ditemukan ratusan Planet di luar sistem
> matahari kita yang disebut sebagai Exoplanet (Extrasolar Planet).
> == Planet X: ==
> Penemuan Pluto serta beberapa KBO yg lain ternyata juga belum
> menjawab hipotesa para astronom tentang keberadaan planet di luar
> Neptunus yang dicari (Pluto dianggap terlalu kecil) shg dapat
membuat
> orbit Neptunus terganggu sebab menurut perhitungan paling tidak
> planet ini sebesar Saturnus atau Jupiter. Planet misteri ini sering
> disebut dg "Planet X" (X=misteri bukan angka romawi 10). Namun teka-
> teki ini terjawab ketika pesawat angkasa Pioneer 10 & 11 ,Voyager 1
> dan 2 tidak menemukan bukti keberadaan Planet X ini. Namun
ketiadaan
> bukti belum merupakan bukti dari ketiadaan Planet X ini. Pencarian
> terhadap Planet X tidak begitu saja berhenti di sini. Bahkan sampai
> muncul hipotesa Planet Nibiru dikemukakan oleh Zecharia Sitchin
yaitu
> planet raksasa tak terlihat yang melintas di sistem matahari kita,
> sampai muncul "hoax kiamat" berkenaan dg konsep ini. Beberapa ahli
> percaya bahwa penemuan "brown dwarf" dapat membawa bukti pada
> keberadaan Planet X yang dicari seperti dituturkan oleh Andy Lloyd
di
> link ini :
> http://www.darkstar1.co.uk/solution.html
> Yah.. makin memusingkan saja. Moga2 keterangan ini bisa menjawab
> pertanyaannya.
> Source: dari berbagai sumber.
>
> Add-on:
> Namun saya lebih senang menikmati astronomi pada sesi observasinya.
> Melihat langit malam, bintang2, rasi, bulan, planet, galaksi,
nebula
> baik secara langsung atau menggukan binokuler maupun teleskop.
Nah..
> yang ini malah bisa mengurangi pening di kepala setelah seharian
> bekerja.
>
> ========================================================
> Topik diskusi :
> Mengenai status ganda Pluto (sebagai anggota Planet dan anggota KBO)
> Perlukah Pluto dilengserkan dari barisan Planet dan masuk ke
barisan
> KBO?
> ========================================================
>
>
> Salam,
> Mutoha
> Jogja Astro Club (JAC)
> Yogyakarta - Indonesia
> http://groups.yahoo.com/group/jogja_astroclub/
>

#151 From: "Mutoha MMC" <jogja_astroclub@...>
Date: Sun Jul 2, 2006 5:05 pm
Subject: Re: cara buat telescope sendiri
jogja_astroclub
Send Email Send Email
 
Untuk belajar astronomi tidak harus punya telskop lebih dahulu. Anda
dapat mulai dengan menggunakan mata telanjang mengenal rasi2 dan
nama2 bintang. Lebih baik lagi memiliki binokuler yg cukup murah (di
Jogja 175 ribu) sudah dapet 7x35 Tasco cukup bagus untuk pengmatan
langit dan permukaan bulan. Tapi kalo mau coba2 buat teleskop
sendiri sementara buka link ini :

http://mmc-jogja.20m.com/artikel-teleskop-atm.html



Salam,
Mutoha
Jogja Astro Club (JAC)
Yogyakarta - Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/jogja_astroclub/
Turut Memasyarakatkan Astronomi Indonesia
==============================================











--- In Jogja_Astroclub@yahoogroups.com, "diagrammagalileo"
<diagrammagalileo@...> wrote:
>
> ass
> salam kenal
>  saya jusuf dari makassar
> mau nanya nih mas, bagaimana cara membuat telescope sendiri dan
> memperoleh bahannya dimana....
> makasih ya atas atensinya
>

== dibusak ==

#152 From: diagramma galileo <diagrammagalileo@...>
Date: Mon Jul 3, 2006 1:41 am
Subject: Re: [Jogja_Astroclub] Re: cara buat telescope sendiri
diagrammagal...
Send Email Send Email
 
terima kasih atas linknya

Mutoha MMC <jogja_astroclub@...> wrote:
Untuk belajar astronomi tidak harus punya telskop lebih dahulu. Anda
dapat mulai dengan menggunakan mata telanjang mengenal rasi2 dan
nama2 bintang. Lebih baik lagi memiliki binokuler yg cukup murah (di
Jogja 175 ribu) sudah dapet 7x35 Tasco cukup bagus untuk pengmatan
langit dan permukaan bulan. Tapi kalo mau coba2 buat teleskop
sendiri sementara buka link ini :

http://mmc-jogja.20m.com/artikel-teleskop-atm.html

Salam,
Mutoha
Jogja Astro Club (JAC)
Yogyakarta - Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/jogja_astroclub/
Turut Memasyarakatkan Astronomi Indonesia
==============================================

--- In Jogja_Astroclub@yahoogroups.com, "diagrammagalileo"
<diagrammagalileo@...> wrote:
>
> ass
> salam kenal
> saya jusuf dari makassar
> mau nanya nih mas, bagaimana cara membuat telescope sendiri dan
> memperoleh bahannya dimana....
> makasih ya atas atensinya
>

== dibusak ==



Do you Yahoo!?
Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail Beta.

#153 From: "Djengkar Subagyo" <jengkars@...>
Date: Tue Jul 4, 2006 12:04 am
Subject: RE: [Jogja_Astroclub] Re: cara buat telescope sendiri
jengkars@...
Send Email Send Email
 
Pak Toha,
Di toko apa di jogja, tempat jual binokuler tasco 7x35 atau yg 10x50 ?
Kadang-2 saya perlu yg seperti bino, krn ini dipakai dg tanpa
merangkai-rangkai spt telescope.


Salam.


-----Original Message-----
From: Mutoha MMC [mailto:jogja_astroclub@...]
Sent: 03 Juli 2006 1:06
To: Jogja_Astroclub@yahoogroups.com
Subject: [Jogja_Astroclub] Re: cara buat telescope sendiri


Untuk belajar astronomi tidak harus punya telskop lebih dahulu. Anda
dapat mulai dengan menggunakan mata telanjang mengenal rasi2 dan
nama2 bintang. Lebih baik lagi memiliki binokuler yg cukup murah (di
Jogja 175 ribu) sudah dapet 7x35 Tasco cukup bagus untuk pengmatan
langit dan permukaan bulan. Tapi kalo mau coba2 buat teleskop
sendiri sementara buka link ini :

http://mmc-jogja.20m.com/artikel-teleskop-atm.html



Salam,
Mutoha
Jogja Astro Club (JAC)
Yogyakarta - Indonesia http://groups.yahoo.com/group/jogja_astroclub/
Turut Memasyarakatkan Astronomi Indonesia
==============================================











--- In Jogja_Astroclub@yahoogroups.com, "diagrammagalileo"
<diagrammagalileo@...> wrote:
>
> ass
> salam kenal
>  saya jusuf dari makassar
> mau nanya nih mas, bagaimana cara membuat telescope sendiri dan
> memperoleh bahannya dimana....
> makasih ya atas atensinya
>

== dibusak ==








Yahoo! Groups Links

#154 From: MUTOHA MMC <jogja_astroclub@...>
Date: Tue Jul 4, 2006 2:17 pm
Subject: RE: [Jogja_Astroclub] Re: cara buat telescope sendiri
jogja_astroclub
Send Email Send Email
 
Saya beli di Gramedia.
Saya lihat di counter toko2 Outdoor juga banyak.
Di 'klithikan' malah cuman dijual 80 ribu untuk TASCO 7x35 tapi gak tahu kualitasnya.
 
Salam,
Mutoha


Djengkar Subagyo <jengkars@...> wrote:
Pak Toha,
Di toko apa di jogja, tempat jual binokuler tasco 7x35 atau yg 10x50 ?
Kadang-2 saya perlu yg seperti bino, krn ini dipakai dg tanpa
merangkai-rangkai spt telescope.

Salam.

-----Original Message-----
From: Mutoha MMC [mailto:jogja_astroclub@yahoo.com]
Sent: 03 Juli 2006 1:06
To: Jogja_Astroclub@yahoogroups.com
Subject: [Jogja_Astroclub] Re: cara buat telescope sendiri

Untuk belajar astronomi tidak harus punya telskop lebih dahulu. Anda
dapat mulai dengan menggunakan mata telanjang mengenal rasi2 dan
nama2 bintang. Lebih baik lagi memiliki binokuler yg cukup murah (di
Jogja 175 ribu) sudah dapet 7x35 Tasco cukup bagus untuk pengmatan
langit dan permukaan bulan. Tapi kalo mau coba2 buat teleskop
sendiri sementara buka link ini :

http://mmc-jogja.20m.com/artikel-teleskop-atm.html

Salam,
Mutoha
Jogja Astro Club (JAC)
Yogyakarta - Indonesia http://groups.yahoo.com/group/jogja_astroclub/
Turut Memasyarakatkan Astronomi Indonesia
==============================================

--- In Jogja_Astroclub@yahoogroups.com, "diagrammagalileo"
<diagrammagalileo@...> wrote:
>
> ass
> salam kenal
> saya jusuf dari makassar
> mau nanya nih mas, bagaimana cara membuat telescope sendiri dan
> memperoleh bahannya dimana....
> makasih ya atas atensinya
>

== dibusak ==

Yahoo! Groups Links



How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low PC-to-Phone call rates.

#155 From: "Mutoha MMC" <jogja_astroclub@...>
Date: Tue Jul 4, 2006 2:24 pm
Subject: Re: [HAAJ] Bedah buku : Matahari mengelilingi Bumi
jogja_astroclub
Send Email Send Email
 
Dari Milis Tetangga:
Re: [HAAJ] Bedah buku : Matahari mengelilingi Bumi


Kalo saya boleh komentar:
Matahari mengelilingi bumi?? Betul juga!! sebab yang kita lihat
sehari-hari dari tempat kita memang demikian khan? Entah menurut
orang yang berada di kutub?? Katanya malah matahari suka muter2 di
atas horison pada tanggal tertentu.

Ya.. berbicara mengenai kerangka acuan memang sangat relatif..
tergantung dari mana kita melihat.
Sebab secara universal telah diketahui dan dibuktikan bahwa "Bumi
beserta planet2 lain mengelilingi Matahari"

Namun patut disayangkan saat teknologi semakin berkembang dan
explorasi ruang angkasa besar-besaran sedang berlangsung kita malah
memperdebatkan sesuatu yang memalukan akibat penafsiran yang kurang
tepat thd ayat2 dalam Al Quran. Apalagi konon penafsiran ini
mengarah kepada penolakan thd heliosentris yang jelas2 sudah
terbukti secara faktual melalui explorasi ruang angkasa. Saya
khawatir argumen yang nanti akan digunakan untuk menyanggah konsep
heliosentris justru akan menusuk diri kita sendiri. Dan kekhawatiran
yang paling menakutkan saya adalah cap 'kafir' bagi orang yang tidak
mau percaya dengan konsep 'geosentrisnya'. Na'udzubillahi mindzalik.
Moga2 bedah buku ini akan membawa kepada pemahaman penulisnya serta
orang2 yang sangat percaya dengan konsep geosentris untuk bisa
banyak belajar tentang perkembangan dunia astronomi/falak dengan
pendekatan yang lebih realistis.

Masalah ini pernah dibahas secara tuntas di Forum Falak-Net dan
kesimpulannya adalah :  Kurangnya pemahaman masyarakat tentang Ilmu
Falak/Astronomi.

Namun tidak ada jeleknya untuk ikut diskusi ini dalam rangka
pencerahan :

http://catri.blogsome.com/2006/06/07/p38/



Salam,
Mutoha
Jogja Astro Club (JAC)
Yogyakarta - Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/jogja_astroclub/
Turut Memasyarakatkan Astronomi di Indonesia
===================================

#156 From: "Mutoha MMC" <jogja_astroclub@...>
Date: Fri Jul 7, 2006 7:11 pm
Subject: JAC RoadShow
jogja_astroclub
Send Email Send Email
 
Mulai malam Minggu depan, 21 Juli 2006 (jika cuaca memungkinkan) Tim
Road Show JAC berencana memulai missinya "Bringing Astronomi to The
People" lewat kegiatan JAC RoadShow. Target pertama adalah kawasan
Boulevard UGM mulai 19.00 sampai 22.00 WIB. Dengan 2 buah teleskop +
Tenda Doom 3m Tim akan menyiapkan observasi langit berupa "eyepiece
viewing" menggunakan teleskop 6" Newtonian dan CCD Imaging menggunakan
Refraktor 3" Jason Mercury dan Demo program Planetarium Starrynight
via Laptop. Juga tidak ketinggalan turut dibawa 7 buah binokuler
(sambil lihat Merapi) juga pengenalan nama bintang/planet serta
konstelasi/rasi + ada dialog/konsultasi serta tanya jawab seputar
astronomi.
Bagi anggota/simpatisan yang mau ngikut.., (itung2 menghilangkan
trauma pasca gempa) dapat kontak via email/sms ke 08122743082. Tidak
ada biaya alias gratiisss... (Tapi boleh bawa snack buat bagi2.
Kegiatan ini dijadwal minimal sekali dalam sebulan saat cuaca
memungkinkan (clearsky) dan sekaligus menjadi ajang pertemuan
anggota/simpatisan JAC dengan lo. Materi kegiatan akan senantiasa
ditingkatkan.
Demikian info ini semoga mendapat respon.

Salam,
Mutoha

#157 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Sat Jul 8, 2006 10:38 am
Subject: Re: [FISIKA] Tanya tentang tanda2 gempa bumi
marufins
Send Email Send Email
 
Kemarin ada berita, oseanografer LIPI kembali
menemukan ikan " fosil " : Coelacanth. Bukan hanya
satu, mati dan sudah dijual di pasar (seperti penemuan
tahun 1998), tapi lima ekor dan semuanya masih hidup
jauh di kedalaman perairan Sulawesi. Ikan " fosil "
ini pernah membikin heboh saat pertama kali ditemukan
hidup pada dekade 1930-an di lepas pantai Afrika
timur, setelah sebelumnya hanya bisa dikenali lewat
tulang belulangnya yang telah membatu dan berumur
jutaan tahun. Anda yang pernah membaca bukunya Harun
Yahya, tentu masih ingat dengan tampang sangar si
Coelacanth, sekaligus argumennya tentang runtuhnya
teori evolusi. Kelima Coelacanth asli Sulawesi ini -
yang berkembang biak dengan beranak - tentulah sebuah
kabar menyenangkan dari pulau besar yang sedang
meradang oleh hantaman banjir bandang dan sempat pula
diguncang " sahabat " lama : gempa tektonik.

Kembali ke gempa tektonik. Mengapa Radon menjadi salah
satu kandidat prekursor gempa ? Menurut Cothern (lihat
Cothern dkk; ____; Environmental Radon, Plenum Press,
New York) Radon adalah gas monoatomik anggota gas
mulia sehingga bersifat inert. Densitasnya besar,
kadangkala malah terjebak dalam klatrat dan baru bisa
meloloskan diri jika ada pori2 intergranular
berdiameter 10 - 20 nanometer di batuan. Gas ini
adalah radioisotop pemancar sinar alfa murni (energi
5,5 MeV) dan berumur pendek (waktu paruh : 3,8 hari),
sehingga relatif mudah dideteksi mengingat aktivitas
jenisnya tinggi dan ' jejak ' energinya khas.

Memang, menjelang terjadinya gempa, tidak hanya Radon
saja yang meningkat jumlahnya. Dr. Motoaki Sato pernah
menunjukkan adanya peningkatan jumlah Hidrogen di
udara menjelang gempa Parkfield (California) 2 Mei
1983 (Mw = 6,5), sampai > 50 kali lipat di atas normal
(dikutip dari Carayannis, George P; 1989; Earthquake
Prediction : Some Basic Principles; 2nd International
Tsunami Workshop; Novosibirsk USSR). Namun peningkatan
emisi Hidrogen boleh dikata hanya khas untuk daerah
California dan Jepang saja, mengingat adanya batuan
serpentinit di sekitar sesar di California dan Jepang.
Desintegrasi kimiawi serpentinit oleh panas akibat
tekanan, menyebabkan terlepasnya Hidrogen.

Ini berbeda dengan Radon yang terdapat di semua jenis
batuan, meski kadarnya memang berbeda-beda. Cothern
menunjukkan tingginya konsentrasi Radon di batuan
malihan (metamorf) dan granit dibanding diorit dan
basalt. Hal ini disebabkan titik leleh batuan malihan
dan granit relatif lebih rendah dibanding diorit dan
basalt. Makanya sumber utama Radon di atmosfer adalah
permukaan Bumi, baru disusul sumber2 minor : permukaan
laut, gas alam, uap geotermal, gas vulkanik dan
penambangan / pembakaran batubara. Nilai rata2
konsentrasi Radon di udara terbuka yang dianggap
normal adalah 0,13 picoCurie per meter kubik,
sementara di bawah tanah sebesar 150 picoCurie per
meter kubik. Sedikitnya konsentrasi Radon diakibatkan
oleh panjang difusi rata2nya yang 'hanya' 1 meter di
batuan berpori dan beberapa sentimeter saja di air.

Masalah muncul ketika batuan terkena stress yang
akumulatif dan mulai mencapai titik kritisnya
(menjelang gempa utama / mainshock). Artikel lama dari
USGS (judulnya Radon in Shear Zones) sedikit memberi
gambaran terjadinya metamorfosis batuan menjelang
meletupnya sebuah gempa, sehingga batuan beku /
sedimen berubah menjadi batuan malihan lewat proses
milonitisasi (kalo tidak salah kutip) karena
meningkatnya suhu di sepanjang sesar. Shou (Shou, Z;
1999; Earthquake Clouds and Short Term Prediction;
Science and Utopya vol 64 Oct 1999) menunjukkan
kenaikan suhu mencapai 300 - 1500 derajat Celcius,
nilai yang cukup besar untuk proses milonitisasi
(pencairan batuan setempat sekaligus rekristalisasi).
Suhu sebesar ini juga cukup mampu untuk mendidihkan
air bawah tanah seperti teramati menjelang tiga gempa
besar di Meksiko (1985). Padahal, seperti ditunjukkan
Cothern, rekristalisasi membuat butir2 mineral menjadi
resisten dan menaikkan konsentrasi Uranium didalamnya,
sementara tingkat pelepasan Radon berbanding lurus
dengan konsentrasi Uranium, karena Radon adalah '
anakan ' Uranium dalam deret radioaktifnya.

Jadi, dalam pendapat saya (dan ini sangat mungkin
salah), meningkatnya emisi Radon menjelang gempa
disebabkan oleh terjadinya metamorfosis batuan yang
hendak terpatahkan di sekitar sesar. Sesar juga
merupakan jalur lemah yang langsung menghubungkan
permukaan bumi dengan bagian dalam kerak bumi,
sehingga ketika banyak Radon diproduksi, emisi ke
permukaan berlangsung lewat sesar dan juga retakan2
mikro yang mulai terbentuk. Seberapa besar retakan
mikro ini, saya pikir tak harus nampak oleh mata
manusia, sebab Radon sudah bisa lolos lewat celah 10 -
20 nanometer bukan ? Anomali emisi Radon bisa mencapai
puluhan (bahkan ada yang ratusan) kali lipat dari
konsentrasi normalnya.

Kapan anomali Radon mulai terjadi, itu sangat khas
untuk tiap tempat. Dalam gempa Tashkent 1966, anomali
telah terdeteksi sejak 6 tahun sebelum gempa,
sementara dalam gempa Haicheng Cina 1975, anomali
hanya terjadi 2 minggu sebelum gempa (lihat
attachment). Padahal keduanya sama2 gempa bermagnitude
> 7. Variasi macam ini menurut Cothern, termasuk
variasi harian emisi Radon dalam kondisi normal,
disebabkan oleh banyak faktor : porositas batuan,
komposisi mineral dalam batuan, densitas, stratigrafi,
juga musim dan pergerakan angin. Cothern sendiri
pernah mengukur emisi Radon dalam tanah pada 3 titik
di Washington DC, dan hasilnya mengandung range cukup
besar : 2 - 122 pikoCurie per meter kubik. Namun
Carayannis memastikan hanya gempa bumi sajalah yang
menjadi biang keladi anomali emisi Radon.

Anomali Radon, selain pernah dideteksi di Jepang,
Cina, Pakistan dan Tashkent, bahkan pernah juga
dideteksi di Eropa meski gempanya kecil (M < 4 SR).
Untuk yang terakhir ini, saya (pernah) punya papernya,
namun sekarang sudah raib entah kemana, mbuh ketumpuk
nang endi. Kabar termutakhir (dari milis sebelah),
orang2 Perancis juga telah menginstall 6 radon-meter
pada celah2 di puncak Merapi untuk mengetahui dinamika
aktivitas Merapi dengan trend emisi Radon. Mendeteksi
Radon juga relatif mudah, cukup memasang detektor
semikonduktor, atau kalo mau sedikit ribet bisa
memakai detektor foto emulsi yang diganti secara
periodik (misal : 1 minggu sekali) untuk dianalisis.

Kenapa emisi Radon langsung turun drastis menjadi
normal kembali setelah gempa utama terjadi, padahal
masih ada gempa2 susulan, wah, saya ga punya opini
soal ini. Carayannis memang menyebutkan adanya
beberapa variasi emisi Radon pasca gempa utama, yang
memang lebih tinggi dari nilai rata2nya meski tidak
setinggi anomali menjelang gempa utama. Namun tidak
semua gempa seperti itu. Apakah pasca gempa utama,
sebagian sesar memang tidak lagi terjadi milonitisasi,
meski tekanannya masih ada daqn memunculkan gempa2
susulan, saya pikir ustadz gempa kita, pak Rovicky,
bisa memberi gambaran bagaimana situasi sebenarnya,
apakah metamorfosis itu memang berhenti pasca gempa
utama atau malah terus berlanjut.

O iya, selain sebagai kandidat prekursor gempa, di AS
Radon juga dimanfaatkan untuk mendeteksi lokasi
cadangan minyak dan sumber2 energi geotermal.

Demikian, mohon pencerahan dan sharingnya :).

Salam


Ma'rufin



--- Rovicky <rovicky@...> wrote:

> Ada yang tahu bagaimana mekanisme gas radon ini
> terbentuk atau release
> dari material (batuan) ?
>
> Kalau hanya terbentuk akibat adanya crack saja,
> radonnya kluar gas yg
> lain tentu juga kluar donk ? jadi kenapa harus
> sensor radon yg rumit ?
>
> Yang mungkin dilakukan adalah mencari poin-pon
> kritis berdasarkan past
> event. Saya kira ada kecenderungan repetisi dari
> sistem trigger gempa.
> Ada titik2 kritis yg kemungkinan berulang. Mungkin
> dengan pendekatan
> "self organized criticality" ?
>
> rdp
>
>
> --- In fisika_indonesia@yahoogroups.com, Andreas
> Setiawan
> <andre_fsm@...> wrote:
> >
> > kalau sudah sampai "horeg" namanya bukan tanda2
> terjadinya gempa...
> tapi sudah gempa beneran pak :)
> > Mungkin yang diinginkan... adalah membuat sebuah
> sistem/sensor yang
> bisa memprediksi bakal terjadinya suatu gempa (meski
> waktunya mungkin
> tidak lama).
> >
> > Info tentang gas radon sangat menarik dan mungkin
> masuk akal bagi
> saya. Jika memang metode ini cukup cocok... mungkin
> disepanjang sesar
> yang kita ketahui cukup aktif bergerak bisa dipasang
> sensor gas Radon.
> Sehingga saat retakan belum mencapai titik kritis
> kemunculan gas Radon
> sudah diketahui dan bisa diambil tindakan
> pengamanan.
> >
> > ---------------------------------
> > Do you Yahoo!?
> >  Next-gen email? Have it all with the  all-new
> Yahoo! Mail Beta.
> >
>
>
>
>
>

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

#158 From: MUTOHA MMC <jogja_astroclub@...>
Date: Wed Jul 12, 2006 12:44 pm
Subject: Who Wants to be a Stargazer
jogja_astroclub
Send Email Send Email
 
Just to share..
Mungkin posting ini lebih cocok dibaca bagi para pemula.....
Dear stargazer.. Mari sejenak melupakan masalah2 yang ada...
Coba kita amati benda2 langit saat langit cerah seperti semalam, apalagi saat purnama Sungguh mengasyikan. Sampai2 lupa kalo sudah malam sudah amat larut. Di kawasan Langit Selatan, Rasi Crux dengan pola salib/layang2 dan Centaurus dengan bintangnya yang paling terang 'Rigel' atau Alpha Centauri dan disebelahnya Beta Centauri seolah membentuk sebuah panah yang mengarah ke Rasi Crux. Sementara di kawasan ekliptika (tengah) Rasi Scorpion nampak jelas dengan bintang merahnya 'Antares' dengan mudah dapat kita kenali. Kalau kita telusuri di arah Barat bintang Antares ini akan kita temukan titik cahaya paling terang di langit itulah Planet Jupiter. Planet ini terlihat berada di atas kepala pada sekitar jam 7 malam. Mau lihat bulan2nya Jupiter seperti Galileo?
Bisa..! kalau kita punya binokuler paling tidak atau teleskop biar lebih jelas. Tidak punya? jangan khawatir sebab sebentar lagi ada pemandangan indah di Langit Timur yaitu Bulan yang sedang terbit dengan bulatnya yang sudah tidak lagi sempurna karena telah melewati fase purnama. Amati permukaannya dengan sedikit konsentrasi dan akomodasi, tatap dalam2 dan gambar apa yang anda lihat di sana?? Nenek2 ? Kepiting? Kelinci?? atau terserah anda membuat gambar pola permukaan bulan. Nah bagi yang pingin tahu detil permukaan bulan serta nama2 tempat di sana bisa dilihat di file berikut :
 
 
Akan lebih asyik tentunya kalo kita bisa membuat dokumentasinya dalam bentuk foto apalagi video. Kalau kita memiliki teleskop dan peralatan foto/video seperti kamera digital, Kamera SLR dan CCD yang tentunya sangat mahal! Bagi kita yang kantongnya pas2 an tentu tidak berhenti sampai di sini khan? Ada ide?
Semalam dan beberapa waktu yang lalu saya mulai belajar astrofotorafi dan astrovideo menggunakan kamera hasil modofikasi Webcam (saya gunakan ORITE 740k) dengan membuang bagian lensa kecilnyanya serta selongsongnya. Sensor webcam ternyata berukuran kecil +/_ 4x3 mm. Dengan sedikit teknik membuat dudukan ke teleskop dari bahan pralon dan tabung tempat film (canister) 'ternyata tabung ini pas ke dudukan eyepiece' (1,25"). Akhirnya lensa webcam kini diganti menggunakan lensa teleskop. Hasilnya... ternyata lumayan... contoh lihat file berikut :
 
 
 
 
 
 
 
 
Walau hasilnya mungkin kurang oke, bagi saya sudah, walau belum puas...
Makanya yang yang punya pengalaman udah banyak..boleh donk bagi2 ilmu sama kita2..
Kapan2 kalau ada yang pingin buat juga boleh saya buatkan artikelnya.
Happy stargazing....
 
Salam,
Mutoha
Jogja Astro Club (JAC)
http://groups.yahoo.com/group/jogja_astroclub/
"Turut Membumikan Astronomi Indonesia"


Do you Yahoo!?
Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail Beta.

#159 From: "Mutoha MMC" <jogja_astroclub@...>
Date: Thu Jul 13, 2006 1:57 am
Subject: Re: JAC RoadShow (Ralat Tanggal)
jogja_astroclub
Send Email Send Email
 
Berita yg. benar sbb.

Mulai malam Minggu depan, 15 Juli 2006 (jika cuaca memungkinkan) Tim
Road Show JAC berencana memulai missinya "Bringing Astronomi to The
People" lewat kegiatan JAC RoadShow. Target pertama adalah kawasan
Boulevard UGM mulai 19.00 sampai 22.00 WIB. Dengan 3 buah teleskop +
Tenda Doom 3m Tim akan menyiapkan observasi langit berupa "eyepiece
viewing" menggunakan teleskop 6" Newtonian dan Dauer 8" serta CCD
Imaging enggunakan Refraktor 3" Jason Mercury dan Demo program
Planetarium Starrynight via Laptop. Juga tidak ketinggalan turut
dibawa 7 buah binokuler
(sambil lihat Merapi) juga pengenalan nama bintang/planet serta
konstelasi/rasi + ada dialog/konsultasi serta tanya jawab seputar
astronomi.
Bagi anggota/simpatisan yang mau ngikut.., (itung2 menghilangkan
trauma pasca gempa) dapat kontak via email/sms ke 08122743082. Tidak
ada biaya alias gratiisss... (Tapi boleh bawa snack buat bagi2.
Kegiatan ini dijadwal minimal sekali dalam sebulan saat cuaca
memungkinkan (clearsky) dan sekaligus menjadi ajang pertemuan
anggota/simpatisan JAC dengan lokasi berpindah-pindah. Materi
kegiatan akan senantiasa ditingkatkan.
Demikian info ini semoga mendapat respon.

Salam,
Mutoha

#160 From: MUTOHA MMC <jogja_astroclub@...>
Date: Thu Jul 13, 2006 5:23 am
Subject: Re: Peta Langit
jogja_astroclub
Send Email Send Email
 
Versi snapshot untuk bulan ini (300 kb) di link :
 
Untuk Software aslinya (2,8 Mb) di link :
 
Semoga membantu
 
Salam,
Mutoha (JAC)
 


sobar pribadi <sobarpribadi@...> wrote:
Assalamu'alaikum Pak Mutoha ...
Pak Mutoha, saya ingin mempunyai semacam peta langit sehingga ketika saya melihat ke langit malam hari saya bisa tahu apa yang saya lihat. Bapak bisa bantu ?
Terima kasih,
Wassalam.Sobar

Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business.


Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business.

#161 From: MUTOHA MMC <jogja_astroclub@...>
Date: Sun Jul 16, 2006 6:00 am
Subject: Istiwa A'zam ke-2 : Penentuan Arah Kiblat (Minggu, 16 Juli 2006)
jogja_astroclub
Send Email Send Email
 
Hari ini.. 16 Juli 2006 jam 16:26 WIB (boleh sampai H-2 atau H+2) merupakan hari yang tepat untuk menentukan arah kiblat di sebagian besar wilayah Indonesia dan beberapa negara tetangga. Peristiwa tsb berkaitan dengan fenomena falak/astronomis yang dikenal dengan istilah Istiwa A'zam yaitu saat dimana posisi matahari tepat berada di atas (Zenith) kota Makkah sehingga tempat-tempat lain di sekitarnya dapat menggunakan kaidah teknik bayangan matahari untuk menentukan arah kiblat secara presisi tanpa bantuan peralatan modern. Info selengkapnya saya tulis di sini :
 
 
Salam,
Mutoha MMC
Jogja Astro Club (JAC) Yogyakarta - Indonesia
Website : http://jogja-astro.tk
Milis : http://groups.yahoo.com/group/jogja_Astroclub
=========================================
" Bringing Astronomy to the People "
=========================================


Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1˘/min.

#162 From: MUTOHA MMC <jogja_astroclub@...>
Date: Sun Jul 16, 2006 7:12 pm
Subject: Result: JAC Astronomy RoadShow 1
jogja_astroclub
Send Email Send Email
 
Bersyukur kegiatan memasyarakatkan astronomi yang diselenggarakan oleh Jogja Astro Club (JAC) dapat berjalan sukses. Kami berharap di waktu2 yad. dapat melakukannya lagi demi kemajuan Astronomi Indonesia. Dukungan dari rekan2 sangat kami perlukan.... Terimakasih..
 
Laporannya di link ini :
 
 
 
Salam,
Mutoha MMC
Jogja Astro Club (JAC) - Yogyakarta
=====================================
           Bringing Astronomi to the People
=====================================
 
 
 
 


Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail Beta.

#163 From: MUTOHA MMC <jogja_astroclub@...>
Date: Mon Jul 17, 2006 5:19 pm
Subject: Masih Seputar Geosentris
jogja_astroclub
Send Email Send Email
 
In astronomi_indonesia@yahoogroups.com, "Tri Laksmana" <tri_laksmana@...>
 
 
 
> In astronomi_indonesia@yahoogroups.com, Sakti Cute
<pite_cute@...> wrote:
>
>
> Assalamualaikum Wr.Wb
>
> Maaf nech ikut nimbung masalah bedah buku... yang
> katanya TRI jadi bagian dari krisis identitas bangsa
> karena mengacu pada Al-Qur'an.

Wuih, saya gak bilang gitu loh. Meningkatnya fundamentalisme islam
di Indonesia, itu yang saya bilang. Siapa bilang pula bahwa
peningkatan ini pasti adalah bagian dari krisis identitas bangsa?
Saya bilang itu masih debatable, masih bisa diperdebatkan lagi. Soal
fundamentalisme yang makin merajalela juga saya gak berani bilang
kalau itu pasti merajalela, walaupun bentuk2nya makin kelihatan.
Terorisme yang mengatasnamakan agama, yang akhir2 ini marak, itu
yang paling kelihatan. Fatwa2 MUI yang kontroversial, itu contoh
lain.

>
> btw seperti yang saya ketahui mengenai pendaratan di
> bulan kayaknya udah dijelaskan oleh orang NASA kalo
> pendaratannya itu emang boongan (pernah ditayangkan
> disalah satu stasiun televisi) megenai pendaratan
> dibulan itu ternyata pengambilan gambarnya ada di
> nevada di salah satu lab milik NASA.
> (dalam hal ini bukan orang islam loh yang bicara)
>

Perdebatan tentang apakah pendaratan di bulan itu beneran atau
bukan, itu sudah perdebatan semenjak lama. NASA sendiri, setelah
berpuluh-puluh tahun tak perduli, akhirnya mengeluarkan statement
resmi beberapa tahun lalu, bahwa pendaratan itu betulan. Di milis
ini sendiri sudah pernah dibahas beberapa tahun lalu.

Acara TV yang saudara tonton mungkin yang diproduksi FOX Network.
Acara tersebut sudah dibahas habis2an di berbagai situs di internet,
seingat saya di www.clavius.org sudah dibahas sampai habis. Di situs
www.badastronomy.com juga ada.

Menurut pendapat saya, pendaratan di bulan itu asli karena 1)
bukti2nya (baik foto, batu2an, maupun hasil ilmiahnya) sudah amat
menyakinkan dan 2) bukti2 yang diajukan pihak2 yang tidak
mempercayainya didasarkan pada ketidakpahaman mengenai fotografi dan
ilmu2 dasar, dan dapat ditolak dengan penjelasan yang lebih masuk
akal.

Pembahasan tentang 1) dan 2) sudah teramat banyak bertebaran di
internet. Saudara bisa lihat, misalnya, di www.clavius.org

> "Saya melihat bahwa sentimen anti barat kemudian
> diikuti oleh sentimen terhadap hal2 yang dipandang
> sebagai produk dari barat, dan sains pun menjadi
> korban. Kreasionisme ala Harun Yahya merajalela,
> pendaratan di Bulan diragukan, dan kini ujug2 ada
> orang yang punya tafsir lain tentang tata surya
> (mending kalau bener, lha ini ngawur)."
>
> adil kah ???
> maaf cuma buat jadi bahan pemikiran aja.

Saudara bisa baca penjelasan selanjutnya tentang sains pada paragraf
selanjutnya. Sains memang tidak bebas nilai (menurut Thomas Kuhn),
tapi tradisi sains bukan murni produk barat.

Praktik2 imperialisme Amerika Serikat memang tidak bisa dibenarkan.
Itulah wajah buruk sistem kapitalisme, tapi seperti yang sudah saya
katakan, jangan anti barat dengan mengidentifikasikan ini dan itu
sebagai produk barat. Peradaban Islam di masa lalu juga
mempraktikkan sains. Ketika orang Eropa tenggelam dalam
keterbelakangan, di Cina, India, dan Peradaban Islam, ilmuwan-
ilmuwan terus bekerja.
================
> Buat MUTOHA MMC ada sedikit pernyataan anda yang saya
> tidak setuju juga mengenai tulisan :
>
> "saudara kita :
> Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf (apa dia pernah
> belajar astronomi???) telah berhasil membuat kepastian
> baru mengenai fakta sistem tata surya kita. Ya
> keberhasilan itu adalah dengan
> diterbitkannya buku dengan judul :
> "Matahari mengelilingi bumi, sebuah kepastian
> al-Qur'an dan as-Sunnah serta Bantahan terhadap teori
> bumi
> mengelilingi matahari"
> yang diterbitkan oleh Pustaka Al Furqon dalam
> edisi lux."
>
> tulisan anda berkesan kalo anda meremehkan seseorang
> saya yakin ga mungkin ada orang yang tiba2 bikin buku
> tanpa tau ilmunya dan berani melakukan Bedah Buku
>
===================================================
> Soal ini, biar Bung Mutoha yang menjawab.

> Regards,

> -tri-
 
 

====================================================
Ya... saya mencoba menjawab:
 
Sebetulnya bukan bermaksud meremehkan..
Cuman kalimat itu memang keluar secara spontan...
Sebab beliaunya juga nekad mencantumkan kalimat "KEPASTIAN" itu yg saya tidak terima. Apalagi ada embel2 "BANTAHAN" ... ini lebih parah lagi... karena sudah bersifat frontal menentang fakta2 ilmiah (waktu itu saya belum baca bukunya).
 
Coba deh baca bukunya... (saya cuman minjem dan sebaiknya memang minjem aja.) Pasti deh bisa baca sambil tersenyum sendiri......
Betul dugaan saya bapak ini yg satu ini belum faham benar ttg astronomi....
Tercermin dari argumentasi dan contoh2 yang diberikan (tidak perlu saya jelaskan kalimat yg mana) silahkan baca aja sendiri.
Untuk itu saya sarankan beliau juga menimba ilmu sama Pak DR. Moedji Raharto dkk. di Obs. Booscha Bandung kalau mau menerbitkan buku yang mengangkat fenomena astronomi dan tidak asal main tafsir. Biar bahasannya lebih berkualitas dan bisa dipertanggungjawabkan baik secara ilmiah maupun kaidah agama dan keimanan.
Sehingga saya tidak protes seperti ini....
===
Masalah ini sebetulnya sudah basi sebab sekitar 4 tahun yl. Surkan Haji Saniman juga pernah menulis buku dengan judul yang sama bahkan isinyapun tidak jauh berbeda dengan yang ditulis oleh beliau (termasuk juga statement yang disampaikan oleh Syaikh Utsaimin) dan menjadi bahan perdebatan juga (ini bukti bahwa falak/astronomi masih menjadi sesuatu yg awam bagi masyarakat kita). Namun entah karena apa masalah ini muncul kembali. Seolah pendapat dan tafsir mereka saja yang benar, sementara fakta2 dan kajian secara ilmiah tidak mau mereka terima. Kalau sudah begini sampai kiamatpun tidak akan selesai...
===
Surat Yaasin ayat 38 "Dan matahari berjalan di tempat peredarannya...dst" tidak bisa khan hanya ditafsirkan secara lahiriyah saja.. Dan fakta ilmiahpun membenarkan bahwa matahari memang berjalan di tempat peredarannya tapi bukan mengelilingi bumi. Matahari bersama anggota sistem tata surya memiliki garis peredaran (orbit) mengelilingi pusat galaksi (Galaksi Bimasakti) dimana matahari berada. Ini justru maksud dari ayat tsb. khan? Sebab al Quran adalah panduan global. Tidak semua penemuan sains dikisahkan secara rinci di dalammnya. Dan apakah jika semua sudah dikisahkan dalam membuat semua umat manusia menjadi beriman?? Coba perhatikan di dalam Al Quran; Apakah diceritakan langsung ttg dinosaurus, ttg kuman2, ttg elektron/atom, ttg listrik?. Ini bermakna bahwa jangan hanya mengharapkan Quran menyebut segala-galanya maka baru akan mempercayai itu dan ini. Sebab itulah Allah memerintahkan manusia menggunakan akal dan melakukan kajian ilmiah untuk mengetahui apa yang ada di sekeliling kita.
===
Begitulah umat Islam kita di akhir zaman ini, mereka menganggap ilmu tafsir menafsir dengan menguasai bahasa Arab dan beberapa ilmu "Islam" sudah membuat mereka bebas menafsirkan ayat-ayat Al Quran dengan label KEPASTIAN  padahal segala ilmu yang Allah berikan kepada manusia akan lebih banyak lagi peluang menafsirkan Al Quran dalam sudut pandang sains.
===
Secara astronomis kita mengakui adanya dua sistem koordinat benda langit yaitu Koordinat Horison dan Koordinar Equator.
Pada sistem koordinat horison memang kita menempatkan bumi seolah sebagai pusat alam semesta ini. Matahari, bulan, planet2 bahkan bintangpun akan mengelilingi bumi dalam sistem koordinat ini (coba lihat bola langit di laborat setiap SMA/SMP). Kita lihat disana bumi ditempatkan di pusat bola itu khan? Tapi koordinat ini memang dikhususkan bagi pengamat yang berada di bumi yang memiliki horison/ufuk/garis cakrawala.  Al Quran diturunkan kepada manusia yang berada di bumi (Mekah/Madinah) yang kebetulan berada di pertengahan antara Kutub Utara dan Ekuator. Oleh sebab itu ayat2 Al Quran hendaklah dibaca dari perspektif manusia di sana. Berdasarkan koordinat Horison di Mekah/Madinah matahari juga benda2 langit yang lain memang terlihat mengelilingi bumi. Terbit di Timur dan terbenam di Barat. Tapi pernahkan penulis membayangkan apa yang terjadi di daerah Kutub? Selama 6 bulan orang disana tidak akan melihat matahari terbit dan terbenam seperti di Mekah. Yang mereka lihat adalah matahari cuman berkeliling di atas horison. Bahkan 6 bulan yang lain mereka tidak akan pernak melihat matahari alias malam terus selama 6 bulan.
Dan ketika kita berbicara mengenai matahari, bumi, bulan serta planet bahkan bintang2 secara universal, koordinat horison akan kita tinggalkan... sebab kita seolah keluar dari bumi naik..... sampai suatu ketinggian tertentu dan kita melihat dari sana. Nah dari tempat ini baru kita akan dapat melihat bahwa ternyata bumi kita tidak diam... ia berotasi (berputar pada sumbunya) dan ia juga berevolusi (mengelilingi matahari) bersama planet2 yang lain. Dan ini adalah sebuah fakta bukan lagi teori yang selama ini dianggap..! Sains telah membuktikan itu. Perhitungan astronomis/hisab yang akurat sehingga kita dapat tahu persis kapan terjadi gerhana matahri/bulan, ijtimak/konjungsi bulan, jadwal waktu shalat, fenomena planet2 dan bulan seperti transit-konjungi-okultasi-aphelion-perihelion-retrograde motion-dsb,  kedatangan komet, pergerakan musiman matahari bahkan perjalanan misi2 luar angkasa adalah bukti fakta tersebut. Sebab tanpa konsep heliosentris (bumi+planet2 mengelilingi matahari) hal ini sangat mustahil dilakukan. Sementara dengan konsep geosentris (matahari&planet serta bintang2 mengelilingi bumi akan menjadi sangat rumit difahami ketika kita menggambarkan pola orbitnya. (Silahkan dicoba).  Atau mungkin penggagasnya dapat menjelaskan..? (Paling tidak ini yang saya fahami)
===
Terakhir saya berharap para ustad2 yang masih berfikiran bahwa bumi ini dikelilingi oleh matahari dan juga ahli agama yang tetap mempertahankan pendapat bahwa bumi ini diam di tempat untuk tidak ada salahnya juga menimba pengetahuan dari ahlinya serta menghidarkan diri dari taklid buta serta membuka diri thd penemuan sains sebagai bagian dari menuntut ilmu.
Rasulullah SAW pernah bersabda: "Ahli-ahli 'abid yang beribadah walau 60 tahun bahkan lebih tetapi ibadah mereka tak akan dapat menandingi ahli-ahli ilmu pengetahuan..........
(dari berbagai sumber)
 
 
 
Salam,
Mutoha
Jogja Astro Club (JAC)
Yogyakarta - Indonesia
===================================
         "Bringing Astronomy to the People"
===================================


Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail Beta.

#164 From: "Muchlas" <muchlas@...>
Date: Tue Jul 18, 2006 3:38 am
Subject: Selamat Atas Terselenggaranya JAC RoadShow
muchlas2002
Send Email Send Email
 
Pak Ketua, saya mohon maaf belum bisa ikut road show dan kegiatan JAC yang
lain, karena saat ini masih ngurusi recovery kampus akibat gempa. Insya
Allah setelah kampus fully recovered (diperkirakan awal oktober) saya
usahakan untuk ikut meramaikan kegiatan JAC minimal "melu mangan tempe
mendoan". Selamat atas terselenggaranya Road Show yang sangat meriah.

Salam,
Muchlas
Anggota JAC Tinggal di Banguntapan

#165 From: sari wismaningrum <sarikw@...>
Date: Tue Jul 18, 2006 5:44 am
Subject: Re: [Jogja_Astroclub] Result: JAC Astronomy RoadShow 1
sarikw
Send Email Send Email
 
akhirnya jadi juga toh, JAC kemaren?
sabtu kemarin sekitar  pukul 19.30 saya muter-muter di boulevard, cari lokasi pelaksanaan JAC. Sebab berdasarkan info yg saya terima, acara akan dimulai pukul 19.00. Tapi kok gak ada. Ternyata saya salah jadual ya....

Keep me inform for the next event ya, moga-moga saya bisa ikut... (dan tidak salah jadual lagi...)

Salam
Sari

MUTOHA MMC <jogja_astroclub@...> wrote:
Bersyukur kegiatan memasyarakatkan astronomi yang diselenggarakan oleh Jogja Astro Club (JAC) dapat berjalan sukses. Kami berharap di waktu2 yad. dapat melakukannya lagi demi kemajuan Astronomi Indonesia. Dukungan dari rekan2 sangat kami perlukan.... Terimakasih..
 
Laporannya di link ini :
 
 
 


Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.

#166 From: MUTOHA MMC <jogja_astroclub@...>
Date: Mon Jul 17, 2006 10:16 am
Subject: Beberapa Situs Astronomi Indonesia Error??
jogja_astroclub
Send Email Send Email
 
Saya mencoba membuka ketiga situs ini kok error ya..??
Apa server di tempat saya?? gimana di tempat laen???
 
Kebetulan ada yang saya perlukan di situs2 tsb.
 
 
 
Salam,
Mutoha
Jogja Astro Club (JAC)
Yogyakarta - Indonesia
================================
       "Bringing Astronomy to the People"
================================
 


Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2˘/min or less.

#167 From: "Muchlas" <muchlas@...>
Date: Wed Jul 19, 2006 3:05 am
Subject: Cek koneksi
muchlas2002
Send Email Send Email
 
Cek.....

Messages 138 - 167 of 998   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright © 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines NEW - Help