Skip to search.

Breaking News Visit Yahoo! News for the latest.

×Close this window

jogja_astroclub · Jogja Astro Club (JAC)

The Yahoo! Groups Product Blog

Check it out!

Group Information

  • Members: 287
  • Category: Amateur
  • Founded: Jul 5, 2005
  • Language: Indonesian
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Message search is now enhanced, find messages faster. Take it for a spin.

Messages

Advanced
Messages Help
Messages 787 - 816 of 998   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Messages: Show Message Summaries Sort by Date ^  
#787 From: Mutoha <jogja_astroclub@...>
Date: Wed Dec 3, 2008 2:12 am
Subject: Event Atronomi Indonesia - Desember 2008
jogja_astroclub
Send Email Send Email
 
Salam Astro,
 
Bulan Desember tlah tiba. Mendung dan hujan tentunya tidak bisa dipisahkan dari nama bulan ini. Desember kata orang Jawa 'gede-gedene sumber' yang artinya pada bulan ini isi sumur pas lagi penuh-penuhnya. Memang demikian yang biasa kita alami selama bulan di akhir tahun ini.
Tapi jangan pesimis dulu astromania, tidak selamanya mendung dan hujan akan terus menghias langit malam Desember ini. Pasti ada sisi-sisi cerahnya yang bisa kita gunakan untuk menikmati langit malam. Dan tentu kita berharap saat cerah tersebut adalah saat dimana event menarik sedang terjadi. Bulan ini ada beberapa event yang cukup menarik diantaranya triple konjungsi Bulan-Jupiter dan Venus yang akan mengawali langit bulan ini. Disusul konjungsi Mars terhadap Matahari, kemunculan beberapa meteor shower khususnya Hujan Meteor Geminids serta beberapa event astronomi menarik lainnya. Kunjungsi akhir tahun akan kembali menghias langit kita yaitu Bulan dan planet Jupiter. Event kali ini masih menayangkan kalender fase dan posisi bulan terutamanya data awal bulan Muharram 1430 H yang merupakan awal Tahun Baru 1430 Hijriyah.


Selengkapnya :
 
Salam,
 
Mutoha Arkanuddin
Jogja Astro Club (JAC)
http://mutoha.blogspot.com
http://groups.yahoo.com/group/jogja_astroclub

==================================
Bringing Astronomy to the People ...
==================================
 


#788 From: jogja_astroclub@yahoogroups.com
Date: Tue Dec 16, 2008 1:39 pm
Subject: New file uploaded to jogja_astroclub
jogja_astroclub@yahoogroups.com
Send Email Send Email
 
Hello,

This email message is a notification to let you know that
a file has been uploaded to the Files area of the jogja_astroclub
group.

   File        : /Jadwal Shalat Hijriyyah 1.2.xls
   Uploaded by : marufins <marufins@...>
   Description : Versi perbaikan dari spreadsheet jadwal shalat dalam kelnder
Hijriyyah

You can access this file at the URL:
http://groups.yahoo.com/group/jogja_astroclub/files/Jadwal%20Shalat%20Hijriyyah%\
201.2.xls

To learn more about file sharing for your group, please visit:
http://help.yahoo.com/l/us/yahoo/groups/original/members/web/index.htmlfiles

Regards,

marufins <marufins@...>

#789 From: still water <still_water73@...>
Date: Mon Dec 15, 2008 7:14 am
Subject: Thank you so much
still_water73
Send Email Send Email
 
Terima kasih dah diterima gabung di yahoo group astro club. Apa saya harus punya teleskop untuk belajar melihat bintang? Kalau saya belum punya, apa saya bisa ikut2an melihat bintang waktu anggota astroclub pergi melihat bintang? Makasih ya...

ari



#790 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Tue Dec 16, 2008 2:07 pm
Subject: Jadwal Shalat Hijriyyah versi 1.2 --> yang sudah diperbaiki
marufins
Send Email Send Email
 
Wa'alaikumsalam wr wb.

Sibuk banget sih tidak . Ya terima kasih atas masukannya.Memang ada kesalahan logika, dimana untuk Bulan Masehi lebih besar atau sama dengan 8 (Agustus) kami semula menggunakan perintah ROUNDUP. Ternyata yang lebih tepat seharusnya INT.

Masalah Rasydul Qiblat juga sudah diperbaiki. Dalam versi sebelumnya memang ada titik kelemahan di Rasydul Qiblat ini, karena hanya bisa digunakan ketika Matahari tepat di azimuth kiblat, tidak dengan posisi sebaliknya. Display petunjuk azimuth kiblat setempat juga sudah kami perbaiki, sehingga sekarang berwujud anak panah berwarna merah yang menunjuk ke Ka'bah. Syarat batas juga kami perbaiki, sehingga selisih antara timezone ideal dengan time zone senyatanya tidak melebihi 3, elevasi tempat yang digunakan tidak melebihi 10.000 meter, ada batasan dalam koordinat lintang dan bujur (sesuai standar) dan juga untuk penggunaan di wilayah sub tropis, ada klausul DST (Daylight Saving Time).

Demikian perbaikan-perbaikannya. Semoga mendatangkan manfaat. Dan jikalau ada kiranya titik-titik lemah yang ditemukan kembali, sudilah kiranya untuk diinformasikan kembali kepada kami.

Salam,


Ma'rufin


From: Masruri Moh. Asy'ari <masruri1@...>
To: rukyatulhilal@yahoogroups.com
Sent: Sunday, December 14, 2008 5:07:21 PM
Subject: Re: [ RHI ] Jadwal Shalat Hijriyyah versi 1.2

Ass. wr. wb.
 
Pak AR,
 
Saya kirim balik filenya dg parameter yang sudah saya isi via japri. Jika ada yang salah mohon infonya. Karena sudah saya coba dengan komputer yang berbeda, takut konflik macro dsb tapi hasilnya sama.
 
Wassalam,
Masruri


From: AR Sugeng Riyadi <ar_sugeng_riyadi@ yahoo.com>
To: rukyatulhilal@ yahoogroups. com
Sent: Sunday, December 14, 2008 19:48:34
Subject: Re: [ RHI ] Jadwal Shalat Hijriyyah versi 1.2

salam,

Saya coba masukkan data yang sama dengan pak Masruri, ternyata bisa
jalan itu, dan tanggal juga ok, roshdul qibla tetap muncul.
Memang ada dua tampilan, output1 dan output2, tetapi dua-duanya kok
bisa juga, yg error di mana nggih pak Masruri, soalnya pak Ma'rufin
juga lagi sibuk, lom sempat OL.

wassalaam...
pak AR di Solo

--- In rukyatulhilal@ yahoogroups. com, "Masruri Moh. Asy'ari"
<masruri1@.. .> wrote:
>
> Wa'alaikumussalam wr.wb.
>
> Pak Ma'ruf,
> Saat saya masukkan bulan 12Â th 1429 H kok ada indikasi kesalahan
ya ? Untuk rasydul qiblat tidak keluar. Dan hari dan tanggal tidak cocok.
>
> Wassalam,
> Masruri
>
>
>
>
> ____________ _________ _________ __
> From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@.. .>
> To: Rukyat <rukyatulhilal@ yahoogroups. com>; Jogja Astroclub
<jogja_astroclub@ yahoogroups. com>; Astronomi Indonesia
<astronomi_indonesia @yahoogroups. com>; Himpunan Astronom Amatir
Jakarta <haaj84@yahoogroups. com>
> Cc: Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@... >; Budi Sm <sm_budiy@.. .>;
Purwoko <purwoko@... >; Rachmad Resmiyanto <rachmadresmi@ ...>;
Sulistyowati <al_ienz@... >; Ihda <brother_ihda@ ...>; awan yudha
<eayf78@...> ; Eif Ifdul <pieseal@... >; Dra. Hj. Sri Riastuti
<sririast_sman1kbm@ ...>; "Sugiyarto ,S.Pd" <giyarto_sman1kbm@ ...>;
Ayah Abdillah H <abdillahh@. ..>; Iffah <a.iffah@... >; yayang <iffah22@... >
> Sent: Wednesday, October 29, 2008 21:17:47
> Subject: [ RHI ] Jadwal Shalat Hijriyyah versi 1.2
>
>
> Assalamu'alaikum. ..
>
> Alhamdulillah, setelah dicek ulang dan dilakukan kalkulasi ulang,
dibandingkan dengan algoritma manual dan dicocokkan kondisinya untuk
berbagai titik di muka Bumi, khususnya untuk lokasi-lokasi di daerah
subtropis dan lingkar kutub, jadi juga revisi terhadap spreadsheet
Jadwal Shalat Hijriyyah ini. Beberapa perbaikan yang telah dilakukan :
>
> * Perbaikan algoritma RA Matahari dan Bulan
> * Perbaikan algoritma kriteria RHI dan Odeh Indonesia disesuaikan
dengan data visibilitas terbaru
> * Perbaikan algoritma awal waktu imsyak, shubuh dan terbit
menggunakan ihtiyaat
> * Perbaikan algoritma rasydul qiblat
> * Perbaikan algoritma konjungsi, awal dan akhir lunasi
> * Penambahan penyesuaian algoritma untuk daerah lingkar kutub
> * Perbaikan display untuk waktu-waktu shalat yang tidak ada pada
daerah lingkar kutub
> * Penambahan Daylight Saving Time (DST) dan batasan penggunaannya
untuk daerah sub tropis dan lingkar kutub
> * Penambahan nilai-nilai default untuk mengantisipasi kesalahan
dalam menginput data, default diterapkan untuk Yogyakarta pada
Muharram 1420 H dengan kriteria visibilitas RHI dan sudut Matahari
untuk waktu shalat merujuk ke Depag RI
> * Perbaikan display azimuth kiblat setempat
> * Penambahan display jika terjadi kondisi khusus (salah input data,
berlakunya DST dan Matahari tak pernah terbit/terbenam) .Silahkan
dicoba, dan ditunggu masukannya untuk penyempurnaan selanjutnya :).
Terima kasih untuk semua masukannya, esp dari pak Toha, mas Yudha dkk.
>
> Wassalamu'alaikum. ...
>
>
> Ma'rufin
>
>
>
>
> Get your preferred Email name!
> Now you can @ymail.com and @rocketmail. com.
> http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/
>



New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!


#791 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Tue Dec 16, 2008 2:10 pm
Subject: Re: Bls: [astronomi_indonesia] PURNAMA Dzulhijjah di ATAS KA'BAH
marufins
Send Email Send Email
 
Terima kasih atas informasinya mas Nafan. Ini ide jenius, yang membuka cakrawala kita bahwa menentukan arah kiblat tak hanya dengan benda langit seperti Matahari saja, namun juga bisa dengan benda langit yang lain seperti Bulan (maupun bintang-bintang).

Modelling dengan software Moon Calculator v6.0 menunjukkan pada Selasa 15 Desember 2008 pukul 02:37 waktu Makkah, titik pusat cakram Bulan yang baru saja purnama (dengan fase 92 %) berada pada ketinggian 89,156 derajat dari horizon Makkah, atau nyaris di titik zenith Makkah (yang berarti juga nyaris di atas Ka'bah). Saya menggunakan setting toposentrik, sunrise/sunset geometrik dan mengabaikan refraksi atmosfer, namun pada titik zenith sebenarnya masalah diabaikan atau tidaknya keberadaan atmosfer akan menghasilkan resultan yang sama.

Dalam kondisi demikian, memang jika kita hendak melakukan pengukuran berpresisi tinggi, sebenarnya belum memenuhi syarat. Karena cakram Bulan memiliki apparent diameter 0,5 derajat atau radiusnya 0,25 derajat, maka yang bisa digunakan secara presisi adalah kondisi ketika pusat cakram Bulan (ataupun Matahari) berada pada ketinggian minimal 89,75 derajat. Ini juga membawa implikasi bahwa azimuth yang ditunjukkannya tidak tepat sejajar dengan azimuth kiblat. Misalnya saja untuk Yogyakarta. Azimuth kiblat di sini besarnya 294,70 derajat. Dan pada 15 Desember 2008 pukul 06:37 WIB itu (ingat selisih waktu Saudi Arabia dengan WIB sebesar 4 jam), pusat cakram Bulan berada di azimuth 295,53 derajat, alias meleset 0,8 derajat. Namun penyimpangan yang kurang dari 1 derajat ini masih bisa ditolerir ketika penentuan arah kiblat dilakukan untuk keperluan praktis, sebab presisinya masih jauh lebih baik ketimbang kompas magnetik terbaik sekalipun..

Sedikit tambahan, mengingat sifat Bulan yang cahayanya jelas kalah dibanding Matahari, maka kita tak bisa menggunakan bayang2 dari sinar Bulan. Pendekatan yang lebih mungkin adalah dengan "mengunci" posisi Bulan pada waktu tersebut, dengan menggunakan teodolit atau sejenisnya. Dan jangan lupa, untuk "mengunci" ini, kalibrasikan dulu petunjuk waktunya dengan standar waktu, bisa dengan menggunakan Telkom 103 maupun siaran radio RRI/BBC.

Yang jelas, ini inovasi menarik. Dalam kesempatan lain, mungkin kita -terutama mas Nafan- bisa memanfaatkan benda-benda langit lain yang cukup familiar seperti Venus, Mars dan Jupiter (yang titik cahayanya cukup cemerlang itu) untuk keperluan yang sama. Memang caranya sedikit lebih ribet. Namun dengan pengembangan2 semacam ini, so sekarang tersedia slot waktu yang lebih lebar untuk mengukur azimuth kiblat suatu tempat, tidak hanya di siang hari, di malam hari pun bisa.

Salam,


Ma'rufin


From: Nafan Akhun <nafanakhun@...>
To: astronomi_indonesia@yahoogroups.com
Cc: usanto168@...
Sent: Friday, December 12, 2008 4:07:53 PM
Subject: Re: Bls: [astronomi_indonesia] PURNAMA Dzulhijjah di ATAS KA'BAH

Pak Usman, 
Kita termasuk orang yang tidak bisa menikmati even ini, karena saya saat ini kebetulan sedang berdinas di Galela, Halmahera Utara.
Kita hanya bisa menikmati bulan purnama di langit masing-masing :)


Genghiskhun. com


--- On Thu, 12/11/08, USMAN SETIYANTO <usanto168@yahoo. co.id> wrote:
From: USMAN SETIYANTO <usanto168@yahoo. co.id>
Subject: Bls: [astronomi_indonesi a] PURNAMA Dzulhijjah di ATAS KA'BAH
To: astronomi_indonesia @yahoogroups. com
Date: Thursday, December 11, 2008, 4:46 PM

Terima kasih infox mas Nafan;
saya ngebayangin betapa indahx pemandangan Puranama di Atas Ka'bah.
 
Numpang tanya sekalian, alat apa saza yg diperlukan untuk dapat melihat "Puranama dia atas Ka'bah" tsb???? dan dimana belinya? & perkiraan budgetx brapa????
 
sayang sekali bagi kami yg di Papua, sangat sulit menikmati indahnya "Purnama diatas Ka'bah" tsb!  seandainya bisa sharing, tolong donk photo2nya ditayangkan! !!
 
sekali lagi terima kasih
===USman===
Bintuni Gulf

--- Pada Rab, 10/12/08, Nafan Akhun <nafanakhun@yahoo. com> menulis:
Dari: Nafan Akhun <nafanakhun@yahoo. com>
Topik: [astronomi_indonesi a] PURNAMA Dzulhijjah di ATAS KA'BAH
Kepada: astronomi_indonesia @yahoogroups. com
Cc: persen@yahoogroups. com
Tanggal: Rabu, 10 Desember, 2008, 9:51 PM


PURNAMA Dzulhijjah di ATAS KA'BAH

Ini bukanlah judul novel, film atau sinetron. Ini benar-benar kenyataan, perhatikan data Navigator Light v2:

Moon 14 Desember 2008 
23:40:00 GMT
GHA:320¡ë55.6'  
Dec:22¡ë14.0'N

Sedangkan dengan program MoonCalc v6;
Data Moon yang dilihat dari Kota Makkah tertera:
Altitude = 88.9 (Zenith= 90¡ë)
Dec 22.252¡ë

Koordinat Mekkah adalah: 21¡ë25N, 39¡ë49E
Diameter Moon yang terlihat dari permukaan bumi adalah 2¡ë2¡ì (derajat-menit busur) (3)
Dengan mempertimbangkan besar cakram piringan bulan yang bisa terlihat dari Bumi, maka Purnama zulhijah ini benar-benar di atas kota Mekkah.
Posisi geografik (Geographic position)-nya dapat kita gambarkan sebagai berikut:
(menyusul) 

"Lha trus, emang kenape?"

Bagi yang sempat menikmati Purnama ini anda bisa sekalian mengkoreksi arah kiblat yang selama ini kemungkinan kurang tepat.
di Indonesia terjadi pada pagi hari jam 06:40 WIB, namun sayang hanya bisa dinikmati yang tinggal di sumatra, Jawa, Kalimantan dan pesisir barat sulawesi. Semoga cahaya pagi masih redup dan langit cerah.
Sedangkan negara-negara yang bisa menikmati:
Sebagian besar Negara yang terletak di benua Eropa, Asia dan Afrika

Konversikan saja jam anda dengan waktu 23:40:00 GMT. Tapi ingat, di negara yang memberlakukan Daylight saving Time, hasil konversi di tambah 1 jam. 
Misalnya di Netherland:
Waktu Netherland = GMT + 3
= 02:40 Waktu Netherland
Koreksi Daylight saving Time menjadi=
03:40 Waktu Netherland

Semoga bermanfaat

Genghis Khun
Http://genghiskhun. com

Rujukan:
1. Program navigator Light, http://www.tecepe. com.br/nav
2. Program MOON CALCULATOR, Dr. Monzur Ahmed, www.starlight. demon.co. uk/mooncalc  
3. http://www.clockwk. com/lunars/ easylun.html




Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik.
Tambah lebih banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang!



#792 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Tue Dec 16, 2008 2:30 pm
Subject: Cahaya Misterius September
marufins
Send Email Send Email
 
Maaf kalo saya forward juga ke beberapa pihak dan beberapa milis, sebab ini menarik dan mungkin ada yang bisa memberikan informasi dan interpretasi tambahan.

Sejauh ini saya pribadi belum menerima informasi tentang adanya kilatan cahaya yang muncul di sekitar stasiun TV Indosiar pada pertengahan September 2008 lalu itu dari sumber-sumber lain, kecuali dari anda. Apalagi sampai menimbulkan gangguan listrik. Secara teoritis gangguan listrik akibat aksi energi di atmosfer bisa disebabkan oleh munculnya electromagnetic pulse (EMP), yang menimbulkan arus pengganggu nan besar pada jaringan listrik.

Nah, EMP ini bisa disebabkan oleh badai Matahari, ledakan nuklir atmosferik atau ekstra atmosferik (kasus eksperimen Argus), ledakan bom EMP (yang memang sudah ada dan operasional sejak 2003), maupun ledakan bolide di langit (seperti dalam peristiwa Tunguska 1908). Bolide ini meteor besar (fireball) yang kecemerlangannya melebihi magnitude visual -8.

Kilatan cahaya itu sekilas memang mirip dengan ciri-ciri meteor. Namun kalopun itu meteor, maka energinya terlalu kecil untuk membangkitkan EMP. Sebagai gambaran, dalam peristiwa Tunguska, EMP yang terekam di magnetogram stasiun Irkutsk (Russia), yang berjarak episentral 900 km dari lokasi ledakan, diproduksi oleh ledakan berkekuatan 20 - 40 megaton TNT, alias 1.000 - 2.000 kali lipat lebih dahsyat ketimbang bom Hiroshima dengan kilatan cahaya yang melebihi terangnya Matahari.

Saya kira, andaikata kilatan cahaya itu memang fireball (lebih khusus lagi, fireball berkecepatan rendah yang berasal dari pecahan asteroid),  dengan redupnya cahaya yang dipancarkannya,maka energi yang dilepaskannya dalam fase terminalnya cukup rendah. Sehingga gangguan listrik tersebut menjadi peristiwa yang terpisah terhadap munculnya kilatan cahaya tersebut.

Salam,


Ma'rufin



From: andre irwansyah <ads_djprox@...>
To: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Sent: Wednesday, December 10, 2008 12:17:35 AM
Subject: Re: sheering story from adshers


puasa ke 14. jam 2.25 jelang sahur. dan stasiun tv indosiar sempat mati dan melayangkan permohonan maaf ke pemirsa. data ini saya peroleh dari saksi mata yang kebetulan melihat dan menangkap fenomena ganjil ini. kejadiannya di areal Jakarta Barat, Lokasi wilayah depan lokasi Stasiun televisi Indosiar. banyak yang menyaksikan dan di wilayah lain masih di areal atau kecamatan yang sama, ada tiga anak lelaki yang jelas melihat fenomena tersebut, ketika mereka sednag bergadang menunggu sahur.


data spektrum cahaya tersebut saya peroleh berdasarkan kesaksian dari tiga orang anak yang melihat secara langsung spektrum warna cahaya yang semula biru, berubah menjadi orange lalu merah tepat diatas kepala mereka dan terus berjalan dan berubah warna menjadi hijau hingga akhirnya menghilang. anehnya saat melintas di atas wilayah atau dilokasi warna tersebut seperti menyedot voltase listrik di bawahnya. bunyi gemeretak dari listrik yang tersedot membuat ketiga anak tersebut takut dan hanya diam termangu menyaksikannya.

hal ini belum saya konfirmasikan dengan PLN atau pihak yang terkait seperti BMG. justru saya ingin sering ke semua pihak yang memang tahu dan mengerti di bidangnya dan saya ingin membuat artikulasi tentang fenomena yang terjadi.

kejadiannya terjadi di Jakarta Barat tepatnya di Jl. Karya Barat, pinggir rel, dan 500 meter di wilayah lain juga sama, tempat ketiga anak yang menyaksikan dengan jelas fenomena spektrum cahaya tersebut.

kiranya Mas  ma'rufin sudibyo ada waktu dan mungkin kita bisa sering atau berbincang untuk mencari tahu apa fenomena yang pernah terjadi tersebut.
terima kasih.


Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!


#793 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Tue Dec 16, 2008 3:08 pm
Subject: Giant Impact Hypothesis --> Re:Pendaratan di bulan, benarkah ?
marufins
Send Email Send Email
 
Hipotesis asal-usul Bulan sebagai bagian dari proto-Bumi yang terlempar ke angkasa akibat tumbukan dengan proto planet sebesar Mars, atau dikenal dengan Giant Impact Hypothesis, mulai mengemuka pada 1974 dengan dipelopori William K. Hartmann dan Donald R. Davis. Hipotesis ini kemudian berkompetisi dengan hipotesis asal-usul Bulan lainnya yang telah eksis sebelumnya seperti hipotesis biner (dimana Bulan dan Bumi terbentuk pada lokasi yang sama sebagai sistem biner, yang mirip dengan sistem biner antara planet Pluto dengan Charon satelitnya) ataupun hipotesis tangkapan (dimana Bulan disebut terbentuk di sekitar orbit Merkurius, untuk kemudian ditangkap oleh gravitasi Bumi ketika melintas mendekat).

Dibanding 2 hipotesis lainnya, Giant Impact Hypothesis segera menjadi mainstream karena memiliki bukti pendukung lebih kuat, terutama dari hasil eksplorasi misi Apollo, Clementine dan Lunar Prospector. Hipotesis ini bisa menjelaskan mengapa orbit Bulan terus menjauh dengan kian bertambahnya sumbu mayor ellipsnya sebesar 3,7 cm/tahun sekaligus sejalan dengan penemuan Consolmagno & Schaefer (1994) bahwa pada masa Devon (400 juta tahun silam), jarak Bumi - Bulan adalah separuh dari jaraknya sekarang.

Demikian pula dengan kesamaan komposisi isotop Oksigen (O-16, O-17 dan O-18) maupun kesamaan isotopik rasio Cr-53/Cr-52 antara Bumi dan Bulan. Hipotesis ini pun sanggup menjelaskan berlebihnya konsentrasi KREEP (kalium/potassium, rare earth elements, phosphorus) pada batuan Bulan, dimana keberadaan KREEP menunjukkan Bulan pernah berada dalam fase cair sebagai samudra magma. Kecilnya ukuran inti Bulan (yang kurang dari 25 % radius Bulan) dibanding benda-benda langit terestrial lainnya seperti Merkurius, Venus, Bumi dan Mars yang dimensi intinya bisa mencapai 50 % radius planet, juga menjadi bukti. Pun demikian dengan densitas Bulan yang rendah (hanya 3,36 gram/cc, bandingkan dengan densitas Merkurius, Venus, Bumi dan Mars yang masing-masing 5,43 gram/cc; 5,24 gram/cc; 5,52 gram/cc dan 3,94 gram/cc). Densitas Bulan lebih mendekati nilai densitas lapisan selubung (mantel) Bumi. Kandungan ilmenit (FeTiO3) dalam tanah Bulan cukup tinggi (10 kali lipat lebih tinggi dibanding kerak Bumi), namun hampir sama dengan kandungan ilmenit dalam mantel.

Nah, kapan Giant Impact itu terjadi? Setting waktu rasional menempatkan tumbukan dahsyat itu terjadi pada 4,533 milyar tahun silam, ketika Bumi berusia sekitar 50 juta tahun dan masih berwujud proto-Bumi yang sangat panas.

Giant Impact Hypothesis menyebutkan, ketika awan gas dan debu tata surya mulai berkondensasi membentuk proto-Matahari dan beragam proto-planet, di region yang kini menjadi orbit Bumi sebenarnya terbentuk 2 protoplanet yakni proto-Bumi dan proto-Theia. Proto-Theia ini terpisah sejauh 1 AU dari proto-Bumi dan bila dilihat dari Matahari berjarak 60 derajat di depan proto-Bumi, atau di salah satu titik Lagrange proto-Bumi. Konfigurasi macam ini sebenarnya dikenal stabil dan banyak contohnya yang tersisa hingga sekarang di tata surya, asalkan benda langit yang menghuni titik Lagrange itu berukuran kecil. Planet Jupiter misalnya, memiliki ribuan benda langit kecil penghuni titik Lagrange-nya yang dikenal sebagai asteroid Trojan, demikian pula Saturnus. Proto-Theia pun semula berukuran kecil, namun lama kelamaan ia tumbuh membesar ketika partikel debu di cakram akresi yang ada disekelilingnya mulai menggabung, sehingga pada akhirnya ia sama besarnya dengan Mars.

Membesarnya proto-Theia mendatangkan masalah tersendiri karena orbitnya mulai tidak stabil, yang membuatnya mulai berosilasi dengan simpangan yang terus membesar seiring pertamahan waktu hingga kian mendekati proto-Bumi. Sehingga pada 50 juta tahun setelah terbentuknya, osilasi proto-Theia sudah menyimpang sejauh 1 AU dan membentur Bumi dengan mekanisme tumbukan miring (oblique impact). Simulasi menunjukkan 48 % massa proto-Theia (berupa inti besi) tenggelam ke dalam inti proto-Bumi akibat tumbukan itu, sementara 2 % lainnya menyebar ke angkasa sebagai debris. Sedangkan 50 % massa terlempar ke sekitar Bumi bersama sebagian kecil massa mantel proto-Bumi, membentuk suatu kumpulan partikel debu dalam cakram akresi hangat, yang segera berkondensasi kembali membentuk gumpalan cair yang kian membesar dalam tempo sedikitnya 100 tahun pasca tumbukan. Inilah yang kemudian menjadi Bulan. Tumbukan dahsyat ini pula yang membuat sumbu rotasi Bumi bergeser hingga miring 23,5 derajat terhadap ekliptika.

2 % massa proto-Theia yang terlempar menjadi debris, kemudian berkondensasi membentuk cincin Bumi, mirip dengan cincin Saturnus di masa sekarang. Cincin Bumi tidak berumur lama karena perubahan jarak Bumi-Bulan secara konsisten menghasilkan perturbasi gravitasi yang membuat keseimbangan cincin terus menerus terganggu, hingga akhirnya ia jatuh ke Bumi ditarik oleh gravitasi Bumi ataupun dilemparkan keluar dari lingkungan gravitasi Bumi. Beberapa asteroid dekat Bumi yang diklasifikasikan sebagai Earth companion asteroids seperti Cruithne maupun 2002 AA29, diduga merupakan sisa komponen penyusun cincin Bumi yang telah terlempar keluar. Sementara di titik Lagrange Bumi masih tersisa kumpulan debu yang diduga merupakan sisa cakram akresi proto-Theia. Kumpulan debu ini menempati ruangan berdiameter 2 derajat, dan pertama kali berhasil diobservasi oleh Kordylewski (1956) sehingga disebut awan Kordylewski.

Dan akhirnya, sebagai hipotesis, tentu saja Giant Impact Hypothesis pun belum sanggup menjelaskan beberapa aspek di Bulan. Misalnya saja, sebagai konsekuensi dari tumbukan besar tersebut maka seharusnya di proto-Bumi pun pernah terbentuk samudera magma di permukaan. Sejauh ini tidak ada material di Bumi yang mgnindikasikan terbentuk di samudera magma. Demikian pula, konsentrasi mineral FeO di kerak Bulan yang lebih tinggi ketimbang di Bumi (13 % vs 8 %) sulit untuk dijelaskan hipotesis ini.

Salam,


Ma'rufin


From: Asis Pattisahusiwa <asisphysic04@...>
To: fisika_indonesia@yahoogroups.com
Sent: Thursday, November 13, 2008 3:02:25 AM
Subject: Re: [FISIKA] Re:Pendaratan di bulan, benarkah ?

Pada tanggal 11/11/08, Ma'rufin Sudibyo <marufins@yahoo. com> menulis:

penjelasan bapak sangat baik, namun ada yang masih mengganjal di otak saya,

Jika diekstrapolasikan mundur ke belakang, mudah ditebak bahwa Bulan
pernah bergabung jadi satu dengan Bumi. Pemisahan (fission) Bumi -
Bulan diperkirakan terjadi pada masa awal tata surya ketika proto-Bumi
dihantam benda langit seukuran Mars, yang membuat sebagian selubung
Bumi terlepas ke angkasa dan terkondensasi sendiri hingga membentuk
Bulan.

apa hipotesa ini sudah valid dan diakui dibidang astrofisik?, saya
memang bukan ahli di bidang itu tapi dari naluri fisika saya sendiri
sepertinya teori ini tidak bisa dipertanggung jawabkan alias ini
hanyalah Hoax.

ada beberapa hal yang perlu diperhitungkan agar teori (hipotesa) ini
dapat dipertanggungjawabk an,

1. jika memang bumi dulunya bertumbukan dengan suatu benda langit,
maka kemana bergeraknya serpihan-serpihan bumi yang lain. menurut
saya ketika peristiwa itu terjadi, maka bukan saja sebagian selubung
bumi yang terlepas (yang kemudian disebut "Bulan") namun pastinya ada
juga serpihan-serpihan bumi lainnya yang ikut terlepas sebagai efek
dari tumbukan itu walaupun tidak sebesar "bulan" tersebut.

2. bagaimana bumi yang sudah terlepas sebagian selubungnya bisa
kembali bulat (walaupun tidak bulat seperti bola)? hal ini sangat
tidak rasional mengingat bentuk bumi dan bulan sama-sama bulat. teori
ini mungkin bisa diterima jika seandainya bumi dan bulan bukan
berbentuk bulat, namun berbentuk persegi atau persegi panjang,
sehingga jika dipotong baik horisontal, vertikal maupun diagonal
hasilnya masih akan simetri walaupun volumenya telah berkurang.

3. bagaimana teori ini bisa menjelaskan perbedaan permukaan bumi dan
bulan. mengingat, sewaktu di SD kita sudah diajarkan bahwa bumi
memiliki lapisan atmosfer yang tebal sehingga kita bisa terlindungi
dari paparan sinar kosmik dan benda-benda langit lainnya, sedangkan
bulan?. belum lagi permukaan bumi yang terlihat sungguh begitu indah
jika dibandingkan dengan permukaan bulan. seorang anak SD bertanya,
kenapa dibulan tidak terdapat makhluk hidup sedangkan dibumi ada
(padahal dulunya bersatu)?.

wassalam,

--
Asis Pattisahusiwa

Jurusan Fisika, F. MIPA, Universitas Pattimura - Ambon



#794 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Tue Dec 16, 2008 3:21 pm
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Lapan Siapkan Roket Peluncur Satelit
marufins
Send Email Send Email
 
Pernah mbaca di Kompas tahun 1997, saat itu LAPAN baru bisa dalam taraf beli roket utuh dari mancanegara yang kemudian dicat dengan nama LAPAN dan diluncurkan di Pameungpeuk. Jika kini sudah bisa meracik propellant sendiri, merakit satelit mini sendiri dan tempo hari di Parangtritis dengan pedenya melakukan lomba Roket Uji Muatan, ini sebuah kemajuan yang harus diapresiasi.

Terlebih untuk urusan roket sama ribetnya dengan reaktor. Negara2 londo itu telah mengikat diri dalam Missile Technology Control yang membuat transfer teknologi peroketan bukan lagi hal yang gampang, lebih gampang membeli barang jadi yang tinggal diterbangkan.

Tentu saja, jangan buru2 dibayangkan kelak akan dibangun roket raksasa macam keluarga Saturnus (misalnya roket Saturnus 5, yang tingginya 100-an meter dengan bobot 2.000 ton itu, yang dibangun guna melandaskan manusia ke Bulan). Masih terlalu jauh untuk LAPAn dan tentunya harus ada orang yang bernai berjibaku untuk itu, seperti Wernher von Braun dan tim-nya di NASA pada 1950-an. Namun dengan mengkonstruksi roket, yang mampu membawa minisat ke orbit 300 km, adalah sebuah pencapaian strategis. Banyak yang bisa dilakukan dengan "the last frontier" bernama ruang angkasa itu.

Salam,


Ma'rufin

From: Kusmayanto Kadiman <kkadiman@...>
To: Forum-Pembaca-Kompas@yahoogroups.com
Sent: Sunday, December 14, 2008 7:37:54 PM
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Lapan Siapkan Roket Peluncur Satelit

On Fri, 2008-12-12 at 20:58 +0800, Wal Suparmo wrote:
> Salam,
> Yang sebenarnya saya maksudkan adalah TEHNOLOGINYA bukan MATERIALNYA.
> Karena tak ada satu negarapun di dunia yang sepenuhnya adalah produsen
> 100% dari material yang dipergunakan. Tehnologipun sebenarnya juga
> jiplakan dari negara lain.Sehingga yang dapat dibanggakan hanyalah
> kreasi atau penemuan(invention) tehnik baru. Seperti misalnya pesawat
> terbang CN yang adalah gabungan dari Cassa dan DI, karena pesawat
> N-pun belum terbukti.
> Wasalam,
> Wal Suparmo

Sepakat dengan apa yang rekan Wal Suparmo bilang bahwa tidak ada yang
mampu mandiri sepenuhnya. Sahabat kita Bayu Priyanto itu bilang 100%
buatan LAPAN itu bukan juga berbohong namun dramatisasi dari wujud
semangat yang bilang bahwa KITA MAMPU --Indonesia Bisa !

Saya percaya kemandirian itu adalah slogan, tag-line atau teriakan
semangat untuk menumbuhkan kepercayaan diri bahwa kita mampu dan
sekaligus kobaran api semangat untuk merdeka dan tidak didikte apalagi
dijajah. Saya memaknai kemandirian itu adalah sebagai upaya melepaskan
diri dari ketergantungan menuju zona baru yaitu kesalingtergantunga n
(inter-dependency !).

Bahkan Presiden Soekarno dalam sebuah pidatonya mengatakan "Indonesia
harus menjadi sebuah Tamansari Internasional" .

Semakin kagum saya dengan Presiden Soekarno ini, yang di tahun 60an
sudah melontarkan visi Globalisasi dan pentingnya fortifikasi. Dengan
kata lain ... kesalingtergantunga n sudah dipikirkan beliau di dekade
60-an .. Luarbiasa.

Tugas kita kemudian menterjemahkan dan merealisasikan visi tersebut.

Mengkonstruksi roket yang mampu terbang melintas dengan jarak 300km dan
propulsi yang kuat untuk menerbangkan roket peluncur satelit adalah
langkah strategis LAPAN dalam konteks Tamansari Internasional.

I love Monday,
KK

> Tidak ada cara generik untuk sukses, termasuk dalam
> berbisnis warnet.
> Pilih dan lakukan apa-apa yang anda lakukan baik dan
> benar !
>

he..he..he.. iya juga sih pak KK. Pilih dan lakukan
yang terbaik dan benar yang bisa kita lakukan..
Sebelum kami belajar dari keberhasilan Negara lain,
kami belajar dulu dari keberhasilan warnet lain.
he.he. karena hanya itu yang bisa kita lakukan saat
ini.

Kayaknya lebih enak manggil pak KK, lebih unik, tidak
mungkin saya memanggil "mas" karena perbedaan umur
yang cukup jauh :)

Terima kasih atas masukannya pak KK. Senang Bapak bisa
monitoring di Milis kami. Awari sedang merangkak untuk
"melesat" lebih jauh, jadi kami butuh masukan dan
kearifan bapak.

Hasanuddin
Toraja.Net - Internet Mudah

--- Kusmayanto Kadiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Selamat siang Bang Hasan.
>
> Silahkan sapa saya dengan panggilan yang Bang hasan
> senangi. Banyak yang
> menyapa saya dengan KK (Pak KK atau Mas KK), Kus
> (Pak Kus atau Mas Kus).
> Asal jangan menyapa saya dengan BungKus atau Ka'Kus
> he he he...
>
> Kita tidak usah silau dengan keberhasilan dan budaya
> orang lain.
> janganlah kita mengukur baju dibadan orang lain,
> begitu pepatah
> mengajarkan kita. Mari sama-sama kita petik
> pelajaran yang baik dan
> dapat kita terapkan yang cocok untuk situasi,
> suasana dan budaya
> Indonesia.
>
> Presiden Soekarno dalam pidatonya di PBB tahun 1960
> telah mengajarkan
> pada kita pentingnya Indonesia belajar dari
> mancanegara, menyikapi
> secara positif tentang globalisasi dan menjadikan
> Indonesia sebagai
> Tamansari Internasional.
>
> Tidak ada cara generik untuk sukses, termasuk dalam
> berbisnis warnet.
> Pilih dan lakukan apa-apa yang anda lakukan baik dan
> benar !
>
> Jabat erat,
> KK
>
> ... masih mau panjang lebar bercerita, tpi berhenti
> disini karena perut
> lapar... makanan (sayur kangkung, goreng tahu&tempe,
> daging kering
> balado, nasi dan buah segar potong) sudah tersaji
> nih.. Makan dulu ya?




#795 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Wed Dec 17, 2008 1:22 pm
Subject: Powerpoint
marufins
Send Email Send Email
 
Sekadar sharing...

Mohon maaf kalo ukurannya terlalu besar dan menyulitkan download.

Salam,


Ma'rufin


#796 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Thu Dec 18, 2008 12:43 pm
Subject: Re: Cahaya Misterius Desember
marufins
Send Email Send Email
 
Ini di Pesanggrahan, 9 Desember lalu katanya. 8 titik cahaya yang aneh. Kira2 apa ya ?

Salam,


Ma'rufin


From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
To: indoskygazer@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, December 17, 2008 5:56:41 AM
Subject: Re: [indoskygazer] Re: Cahaya Misterius Desember

Kalo hantu gimana? Hiiiii....atuuuutt. .

Salam,


Ma'rufin


From: punkasstoo <punkasstoo@yahoo. com>
To: indoskygazer@ yahoogroups. com
Sent: Tuesday, December 16, 2008 8:18:31 PM
Subject: [indoskygazer] Re: Cahaya Misterius Desember

waah itu barangkali balon promosinya film "the earth stood still"
yang memang sedang diputar di beberapa bioskop, boleh juga tuuh
ditonton banyak terminologi astronominya. ..

tapi kalau itun'ndaru' waah siap-siap ada tsunami/quake yang banyak
terjadi di bulan desember

--- In indoskygazer@ yahoogroups. com, johana ernawati <jernawati@. ..>
wrote:
>
> Dear Friends,
>  
> Mau numpang nanya dong... Kemarin (16/12-08) di langit malam Bogor
arah barat jam 20.30-21.00 kira-kira pada sudut 60 derajat, saya
melihat bola cahaya (mirip ledakan bola cahaya). Tadinya saya pikir
itu Venus, namun agak aneh soalnya waktu itu langit Bogor berkabut
dan bintang lain hanya kelihatan beberapa dan berupa titik cahaya
yang lemah. Bola cahaya ini mungkin 4 kali lipat Venus dengan
pendaran cahaya mirip lidah cahaya. Kalau bola cahaya itu adalah
bintang atau planet seharusnya bola itu tetap ada di langit sampai
lama, ya? Namun, bola langit itu sudah tidak ada lagi sekitar jam
21.30. Apakah ada teman-teman yang bisa memberitahu benda apa
gerangan itu? Thanks a lot ...
>  
> Regards,
> Rna
>
> --- On Tue, 16/12/08, Ma'rufin Sudibyo <marufins@.. .> wrote:
>
> From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@.. .>
> Subject: [indoskygazer] Cahaya Misterius September
> To: ads_djprox@. ..
> Cc: "Himpunan Astronom Amatir Jakarta"
<haaj84@yahoogroups. com>, "Astronomi Indonesia"
<astronomi_indonesia @yahoogroups. com>, "Jogja Astroclub"
<jogja_astroclub@ yahoogroups. com>, "Indoskygazer"
<indoskygazer@ yahoogroups. com>, "Rukyat"
<rukyatulhilal@ yahoogroups. com>
> Date: Tuesday, 16 December, 2008, 9:30 PM
>
>
>
>
>
>
>
> Maaf kalo saya forward juga ke beberapa pihak dan beberapa milis,
sebab ini menarik dan mungkin ada yang bisa memberikan informasi dan
interpretasi tambahan.
>
> Sejauh ini saya pribadi belum menerima informasi tentang adanya
kilatan cahaya yang muncul di sekitar stasiun TV Indosiar pada
pertengahan September 2008 lalu itu dari sumber-sumber lain, kecuali
dari anda. Apalagi sampai menimbulkan gangguan listrik. Secara
teoritis gangguan listrik akibat aksi energi di atmosfer bisa
disebabkan oleh munculnya electromagnetic pulse (EMP), yang
menimbulkan arus pengganggu nan besar pada jaringan listrik.
>
> Nah, EMP ini bisa disebabkan oleh badai Matahari, ledakan nuklir
atmosferik atau ekstra atmosferik (kasus eksperimen Argus), ledakan
bom EMP (yang memang sudah ada dan operasional sejak 2003), maupun
ledakan bolide di langit (seperti dalam peristiwa Tunguska 1908).
Bolide ini meteor besar (fireball) yang kecemerlangannya melebihi
magnitude visual -8.
>
> Kilatan cahaya itu sekilas memang mirip dengan ciri-ciri meteor.
Namun kalopun itu meteor, maka energinya terlalu kecil untuk
membangkitkan EMP. Sebagai gambaran, dalam peristiwa Tunguska, EMP
yang terekam di magnetogram stasiun Irkutsk (Russia), yang berjarak
episentral 900 km dari lokasi ledakan, diproduksi oleh ledakan
berkekuatan 20 - 40 megaton TNT, alias 1.000 - 2.000 kali lipat lebih
dahsyat ketimbang bom Hiroshima dengan kilatan cahaya yang melebihi
terangnya Matahari.
>
> Saya kira, andaikata kilatan cahaya itu memang fireball (lebih
khusus lagi, fireball berkecepatan rendah yang berasal dari pecahan
asteroid),  dengan redupnya cahaya yang dipancarkannya, maka energi
yang dilepaskannya dalam fase terminalnya cukup rendah. Sehingga
gangguan listrik tersebut menjadi peristiwa yang terpisah terhadap
munculnya kilatan cahaya tersebut.
>
> Salam,
>
>
> Ma'rufin
>
>
>
>
>
>
> From: andre irwansyah <ads_djprox@ yahoo. co.id>
> To: Ma'rufin Sudibyo <marufins@yahoo. com>
> Sent: Wednesday, December 10, 2008 12:17:35 AM
> Subject: Re: sheering story from adshers
>
>
>
>
>
>
> puasa ke 14. jam 2.25 jelang sahur. dan stasiun tv indosiar sempat
mati dan melayangkan permohonan maaf ke pemirsa. data ini saya
peroleh dari saksi mata yang kebetulan melihat dan menangkap fenomena
ganjil ini. kejadiannya di areal Jakarta Barat, Lokasi wilayah depan
lokasi Stasiun televisi Indosiar. banyak yang menyaksikan dan di
wilayah lain masih di areal atau kecamatan yang sama, ada tiga anak
lelaki yang jelas melihat fenomena tersebut, ketika mereka sednag
bergadang menunggu sahur.
>
>
> data spektrum cahaya tersebut saya peroleh berdasarkan kesaksian
dari tiga orang anak yang melihat secara langsung spektrum warna
cahaya yang semula biru, berubah menjadi orange lalu merah tepat
diatas kepala mereka dan terus berjalan dan berubah warna menjadi
hijau hingga akhirnya menghilang. anehnya saat melintas di atas
wilayah atau dilokasi warna tersebut seperti menyedot voltase listrik
di bawahnya. bunyi gemeretak dari listrik yang tersedot membuat
ketiga anak tersebut takut dan hanya diam termangu menyaksikannya.
>
> hal ini belum saya konfirmasikan dengan PLN atau pihak yang terkait
seperti BMG. justru saya ingin sering ke semua pihak yang memang tahu
dan mengerti di bidangnya dan saya ingin membuat artikulasi tentang
fenomena yang terjadi.
>
> kejadiannya terjadi di Jakarta Barat tepatnya di Jl. Karya Barat,
pinggir rel, dan 500 meter di wilayah lain juga sama, tempat ketiga
anak yang menyaksikan dengan jelas fenomena spektrum cahaya tersebut.
>
> kiranya Mas  ma'rufin sudibyo ada waktu dan mungkin kita bisa
sering atau berbincang untuk mencari tahu apa fenomena yang pernah
terjadi tersebut.
> terima kasih.
>
>
>
> Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
> Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Get your new Email address!
> Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else
does!
> http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/
>




#797 From: Mutoha <jogja_astroclub@...>
Date: Fri Jan 2, 2009 7:00 am
Subject: Ijtimak Akhir 2008 dan Awal 2009 di Kebumen
jogja_astroclub
Send Email Send Email
 
Ijtimak Akhir 2008 dan Awal 2009 di Kebumen


Mangayubagyo Pernikahan salah satu Anggota Ahli di Jogja Astro Club (JAC) dan Koordinator RHI Kebumen : Sdr. Ma'rufin Sudibyo yg mempersunting putri dari kota apel (Malang-Jatim). Karena saat acara pernikahan di Malang tidak sempat hadir maka konco2 baru sempat hadir pada acara "ngunduh manten" nya di Kebumen pada Kamis, 1 Jan 2009.


Dari kiri : Mas Agus Solo - Pak AR - Mas Agus Jogja - Marufin & Iffah - My Jovian - Pak Sofwan Jannah - Saya

"Baroka Allahu Lakumaa wa Baroka 'Alaikumaa wa Jama'akumaa Fii
Khoiirin..."

Semoga menjadi keluarga yg sakinah, mawaddah warahmah... Amin 3X


Salam,

Mutoha Arkanuddin
Yogyakarta


#798 From: "B. Adi Nugroho" <steveadinegoro@...>
Date: Fri Jan 2, 2009 7:05 am
Subject: Re: [[ JAC ]] Ijtimak Akhir 2008 dan Awal 2009 di Kebumen
steveadinegoro
Send Email Send Email
 
selamat buat Sdr. Ma'rufin Sudibyo... maaf saya udah keburu balik JKT belum sempet mampir2. abis padat banget acara keluarganya...

turut berbahagia,

Adi Nugroho


From: Mutoha <jogja_astroclub@...>
To: rukyatulhilal@yahoogroups.com
Cc: jogja_astroclub@yahoogroups.com
Sent: Friday, January 2, 2009 2:00:45 PM
Subject: [[ JAC ]] Ijtimak Akhir 2008 dan Awal 2009 di Kebumen

Ijtimak Akhir 2008 dan Awal 2009 di Kebumen


Mangayubagyo Pernikahan salah satu Anggota Ahli di Jogja Astro Club (JAC) dan Koordinator RHI Kebumen : Sdr. Ma'rufin Sudibyo yg mempersunting putri dari kota apel (Malang-Jatim). Karena saat acara pernikahan di Malang tidak sempat hadir maka konco2 baru sempat hadir pada acara "ngunduh manten" nya di Kebumen pada Kamis, 1 Jan 2009.


Dari kiri : Mas Agus Solo - Pak AR - Mas Agus Jogja - Marufin & Iffah - My Jovian - Pak Sofwan Jannah - Saya

"Baroka Allahu Lakumaa wa Baroka 'Alaikumaa wa Jama'akumaa Fii
Khoiirin..."

Semoga menjadi keluarga yg sakinah, mawaddah warahmah... Amin 3X


Salam,

Mutoha Arkanuddin
Yogyakarta



#799 From: Dimaz AP <dont_let_it_be@...>
Date: Fri Jan 2, 2009 11:49 am
Subject: Bls: [[ JAC ]] Ijtimak Akhir 2008 dan Awal 2009 di Kebumen
dont_let_it_be
Send Email Send Email
 
alhamdulillah,
Selamat buat mas ma'rufin, saya sering dapet ilmunya dari beliau nih

Semoga menjadi keluarga yg sakinah, mawaddah warrahmah

Amin


Dari: B. Adi Nugroho <steveadinegoro@...>
Kepada: jogja_astroclub@yahoogroups.com
Terkirim: Jumat, 2 Januari, 2009 14:05:10
Topik: Re: [[ JAC ]] Ijtimak Akhir 2008 dan Awal 2009 di Kebumen

selamat buat Sdr. Ma'rufin Sudibyo... maaf saya udah keburu balik JKT belum sempet mampir2. abis padat banget acara keluarganya. ..

turut berbahagia,

Adi Nugroho


From: Mutoha <jogja_astroclub@ yahoo.com>
To: rukyatulhilal@ yahoogroups. com
Cc: jogja_astroclub@ yahoogroups. com
Sent: Friday, January 2, 2009 2:00:45 PM
Subject: [[ JAC ]] Ijtimak Akhir 2008 dan Awal 2009 di Kebumen

Ijtimak Akhir 2008 dan Awal 2009 di Kebumen


Mangayubagyo Pernikahan salah satu Anggota Ahli di Jogja Astro Club (JAC) dan Koordinator RHI Kebumen : Sdr. Ma'rufin Sudibyo yg mempersunting putri dari kota apel (Malang-Jatim) . Karena saat acara pernikahan di Malang tidak sempat hadir maka konco2 baru sempat hadir pada acara "ngunduh manten" nya di Kebumen pada Kamis, 1 Jan 2009.


Dari kiri : Mas Agus Solo - Pak AR - Mas Agus Jogja - Marufin & Iffah - My Jovian - Pak Sofwan Jannah - Saya

"Baroka Allahu Lakumaa wa Baroka 'Alaikumaa wa Jama'akumaa Fii
Khoiirin..."

Semoga menjadi keluarga yg sakinah, mawaddah warahmah... Amin 3X


Salam,

Mutoha Arkanuddin
Yogyakarta




Firefox 3: Lebih Cepat, Lebih Aman, Dapat Disesuaikan dan Gratis.

#800 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Mon Jan 5, 2009 4:09 am
Subject: OOT : Hari Baik Bulan Baik
marufins
Send Email Send Email
 
Assalamu'alaikum wr wb.

1 Muharram 1428 H itu bertepatan dengan Senin 29 Desember 2008. Hampir koinsidens dengan 1 Januari 2009 yang menjadi penanda tahun baru Miladiyah (Masehi). Ini setting waktu yang langka ketika 1 Muharram dan 1 Januari berdekatan, situasi yang entah kapan akan terulang lagi (sejujurnya, saya belum ngitung soal itu). Dan dalam konteks Indonesia kini, 1 Muharram dan 1 Januari merupakan hari-hari libur sehingga lebih  mudah ngatur2 acara2 nan penting.

Dalam konteks tersebutlah kami mengucapkan mitsaqan ghaliza, sebuah perjanjian suci, di Masjid Zamzam Jl. Cakalang No. 209 A Polowijen Malang, tepat pada 28 Desember 2008 pukul 08.00 WIB yang disusul dengan walimah. Kemudian disusul dengan syukuran kecil2an dan boyongan di Jl. H. Abubakar No. 12 RT 05/I Kawedusan Kebumen, pada 09.00 - 12.00 WIB.

Terima kasih kepada semua rekan, yang tak bisa kami sebutkan di sini satu persatu karena saking banyaknya, yang telah mendoakan kami, yang telah meluangkan waktunya untuk mengikuti acara kami baik di Malang maupun di Kebumen, yang bersedia kami repoti, yang selalu menyupport kami, yang selalu mengajarkan bahwa cita-cita dan cinta harus diperjuangkan, bahwa tak ada yang tak mungkin ketika kita mau bekerja keras dan berusaha dan juga meletakkan semuanya dalam ridha Allah SWT. Terima kasih atas kado-kadonya, web-nya, fotografi-nya, dan banyak hal lainnya yang tak dapat kami sebutkan satu persatu di sini. Insya' Allah hanya Allah SWT lah yang akan memberikan imbalan yang pantas kepada anda semua.

Wassalamu'alaikum wr wb.


Ma'rufin & Iffah


#801 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Mon Jan 5, 2009 4:17 am
Subject: Sorong, Sebuah Catatan Bertajuk 7,6 Mw
marufins
Send Email Send Email
 
Catatan dimulai dari 4 Januari 2009 pukul 04:44 WIT, ketika sebuah guncangan kuat menggoyang kepala burung pulau Irian. USGS National Earthquake Information Center menempatkan gempa ini pada magnitude 7,6 Mw dan dikategorikan sebagai gempa besar dengan pelepasan energi seismik mencapai 3.700 kiloton TNT atau 185 kali lipat lebih dahsyat ketimbang bom Hiroshima. Hingga 12 jam kemudian telah tercatat sedikitnya 21 gempa susulan. Sejauh ini "baru" 1 orang tewas, 2 orang masih tertimbun di Hotel Mutiara, 4 orang luka-luka serta beragam bangunan roboh ataupun retak-retak, seperti misalnya kantor Gubernur Irian Jaya Barat.

Plotting posisi episentrum gempa utama dan gempa-gempa susulannya menunjukkan Gempa Sorong ini berpusat di daratan, tepatnya di lintasan sesar Sorong. Merujuk mekanisme fokal dari USGS, gempa ini ditimbulkan oleh pematahan naik (thrust faulting) sepanjang 150 km dengan luas segmen batuan yang terpatahkan mencapai 4.000 km persegi, yang secara rata-rata mengalami pergeseran total (total slip) sebesar 2,5 meter. Angka ini berbeda jauh dengan estimasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Dept. ESDM yang menempatkan luasan patahan sebesar 28.600 km persegi atau 7 kali lipat lebih besar, yang berkorelasi dengan total slip 7 m. Mana yang lebih tepat tentunya musti dicek berdasarkan jejak-jejak rupture di lapangan, yang kemungkinan besar terekspos di permukaan mengingat hiposentrum gempa ini dangkal (yakni 35 km menurut USGS). Namun jika merujuk pada pengalaman gempa dengan magnitude hampir sama, seperti Samudera Hindia 17 Juli 2006 (7,7 Mw) maupun Mentawai 1935 (7,7 Mw), nilai total slipnya rata-rata tidak melebihi 3 meter.

Di tengah musibah ini, patut disyukuri bahwa gempa ini tidak terjadi di laut, mengingat ada bagian sesar Sorong yang berada di dasar Teluk Cenderawasih. Andaikata sumber gempa ada di dasar teluk, maka dengan dislokasi vertikal rata-rata sebesar 150 cm akan diikuti dengan terbentuknya tsunami merusak dengan energi 3,92 kiloton dengan tinggi gelombang 1,3 meter pada pantai berjarak 50 km dari episentrum. Ini tentu cukup merusak. Di masa silam pesisir utara Pulau Irian, khususnya pulau Biak dan sekitarnya, pernah dihantam tsunami merusak pada 17 Februari 1996 yang menyebabkan 108 orang tewas.

Gempa ini menghasilkan guncangan berintensitas 9 MMI di sumbernya. Namun di kota Sorong dan Manokwari, dua pusat pemukiman terdekat dengan sumber gempa, intensitas gempa tercatat hanya 5 MMI yang berkorelasi dengan percepatan tanah maksimum 4 - 6 % G. Angka ini cukup kecil sehingga tidak sampai meruntuhkan bangunan setempat. USGS Landscan 2005 menyebut ada 200 ribu jiwa yang mendiami wilayah yang terkena guncangan lebih dari 5 MMI, sehingga potensi korban jiwa memang ada, namun diestimasikan kecil. Demikian pula dengan potensi korban luka-luka. Sementara kerusakan infrastruktur sejauh ini belum bisa diestimasikan.

Gempa Sorong meletup di lintasan sesar Sorong, sebuah patahan transformasi nan panjang yang membentuk Kawasan Indonesia bagian Timur mulai dari Pulau Irian hingga Pulau Sulawesi, yang muncul sebagai hasil interaksi kompleks antara lempeng Pasifik yang mendesak ke arah barat daya dengan kecepatan 11 cm/tahun dengan lempeng Australia yang bergerak ke utara dnegan kecepatan 6 cm/tahun. Sesar Sorong ini tergolong sesar aktif dan berulangkali menjadi sumber gempa yang merusak di kawasan Pulau Irian, Kepulauan Maluku, maupun Sulawesi bagian timur (Kep. Banggai dan Sula). Namun Pulau Irian tidak hanya punya sesar Sorong saja, masih ada pula sesar Tarera Aiduna yang bertanggung jawab atas gempa Nabire 2004, serta sesar Ransiki dan sesar-sesar yang membujur di sepanjang Pegunungan Jayawijaya.

Persoalannya sekarang, 70 % pusat hunian manusia Indonesia berada di atas lembah/daratan yang terbentuk oleh aktivitas patahan, sebagian di antaranya diketahui aktif dan sebagian lagi belum jelas statusnya. Sementara sebagian besar bangunan di pusat-pusat hunian ini mempunyai daya tahan nan buruk terhadap guncangan gempa. Perhitungan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Dep. ESDM menunjukkan, untuk Pulau Jawa saja, guncangan gempa dengan magnitude 4,8 - 5,2 Mw (alias 5 skala Richter) sudah cukup mampu membuat kerusakan signifikan, sebagaimana yang terbukti dalam petaka Gempa Yogya 27 Mei 2006 silam yang merenggut 6.000 korban jiwa, padahal magnitudenya tergolong "kecil" (hanya 6,4 Mw). Maka prioritas mitigasi bencana gempa, mau tak mau adalah bagaimana menytelematkan manusianya, bukan bangunannya.

Inilah yang harus terus menerus kita latih dan lakukan. Waspada dan berlatih siaga adalah your earthquake early warning systems. Sebab gempa-gempa lain setelah Gempa Sorong pasti akan terjadi, dan salah satunya mungkin akan terjadi di tempat tinggal kita. Itu hanya masalah waktu saja.

Catatan usai.

Salam,


Ma'rufin


#802 From: Yusuf_Yunus <yusuf_yunus06@...>
Date: Mon Jan 5, 2009 8:20 am
Subject: [OOT] vote for Palestine, please !
yusuf_yunus06
Send Email Send Email
 
Dear all,
Please vote for Palestine in http://www.israel-vs-palestine.com/gz/?
Thank you !



Berbagi foto Flickr dengan teman di dalam Messenger.
Jelajahi Yahoo! Messenger yang serba baru sekarang!

#803 From: "B. Adi Nugroho" <steveadinegoro@...>
Date: Mon Jan 5, 2009 4:27 am
Subject: Re: [[ JAC ]] OOT : Hari Baik Bulan Baik
steveadinegoro
Send Email Send Email
 
1 Sura pula jangan lupa, karena kalender Jawa mengikuti kalender Islam :) sekali lagi selamat dan sukses semoga menjadi keluarga sakinah dan diberkahi keturunan yg berbakti

salam,

Adi N.




Assalamu'alaikum wr wb.

1 Muharram 1428 H itu bertepatan dengan Senin 29 Desember 2008. Hampir koinsidens dengan 1 Januari 2009 yang menjadi penanda tahun baru Miladiyah (Masehi). Ini setting waktu yang langka ketika 1 Muharram dan 1 Januari berdekatan, situasi yang entah kapan akan terulang lagi (sejujurnya, saya belum ngitung soal itu). Dan dalam konteks Indonesia kini, 1 Muharram dan 1 Januari merupakan hari-hari libur sehingga lebih  mudah ngatur2 acara2 nan penting.

Dalam konteks tersebutlah kami mengucapkan mitsaqan ghaliza, sebuah perjanjian suci, di Masjid Zamzam Jl. Cakalang No. 209 A Polowijen Malang, tepat pada 28 Desember 2008 pukul 08.00 WIB yang disusul dengan walimah. Kemudian disusul dengan syukuran kecil2an dan boyongan di Jl. H. Abubakar No. 12 RT 05/I Kawedusan Kebumen, pada 09.00 - 12.00 WIB.

Terima kasih kepada semua rekan, yang tak bisa kami sebutkan di sini satu persatu karena saking banyaknya, yang telah mendoakan kami, yang telah meluangkan waktunya untuk mengikuti acara kami baik di Malang maupun di Kebumen, yang bersedia kami repoti, yang selalu menyupport kami, yang selalu mengajarkan bahwa cita-cita dan cinta harus diperjuangkan, bahwa tak ada yang tak mungkin ketika kita mau bekerja keras dan berusaha dan juga meletakkan semuanya dalam ridha Allah SWT. Terima kasih atas kado-kadonya, web-nya, fotografi-nya, dan banyak hal lainnya yang tak dapat kami sebutkan satu persatu di sini. Insya' Allah hanya Allah SWT lah yang akan memberikan imbalan yang pantas kepada anda semua.

Wassalamu'alaikum wr wb.


Ma'rufin & Iffah



#804 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Mon Jan 5, 2009 3:45 pm
Subject: Re: [IndoEnergy] Re: Global Warming
marufins
Send Email Send Email
 
Ya, tentu saja tak ada yang salah dengan CO2 di atmosfer Bumi. Itu bukan "gas setan." Namun menjadi bermasalah ketika konsentrasinya menjadi terlalu banyak.

Mari kita lihat kasus pemusnahan massal 65 juta tahun silam, yang menyebabkan sedikitnya 75 % populasi makhluk hidup penghuni Bumi punah. Alvarez et.al (1980) menyebutkan pemusnahan massal ini sangat terkait dengan eksistensi lapisan lempung hitam tipis nan kaya Iridium yang ditemukan terjepit di sedimen zaman Karbon dan Paleosen, yang kemudian diketahui memiliki hubungan dengan terbentuknya Megastruktur Chicxulub di Semenanjung Yucatan, kawah raksasa produk tumbukan benda langit. Memang timing terbentuknya Megastruktur Chicxulub dengan pemusnahan massal itu ada selisih waktu 0,3 juta tahun. Namun dari jejak-jeka di lapisan tipis lempung hitam itu diketahui bahwa pemusnahan massal terjadi akibat adanya perubahan lingkungan dramatis yang diawali dengan musim dingin nuklir selama 8 - 20 tahun (ingat hipotesis TTAPS alias Turco, Toon, Pollack, Ackerman dan Sagan), dimana suhu udara turun hingga titik yang membekukan akibat terhalangnya radiasi sinar Matahari oleh sebaran debu-debu di atmosfer, yang kemudian disusul dengan pemanasan global selama ribuan tahun kemudian dimana suhu rata-rata Bumi meningkat hingga 10 derajat Celcius dari nilainya semula. Aherns & O' Keefe (1990) dari NASA menunjukkan bahwa konsentrasi CO2 di atmosfer pada saat peristiwa itu mencapai 1,5 % alias 15.000 ppm atau 44 kali lipat di atas nilai sekarang (340 ppm, rata-rata).

Dalam hal pemanasan global untuk konteks kekinian di Bumi, kita bisa juga berkaca pada apa yang terjadi di planet kembaran kita : Venus. Ada cukup banyak CO2 di atmosfer planet ini, yang mencapai konsentrasi > 80 %. Akibatnya ya bisa kita lihat, planet ini mempunyai suhu permukaan rata-rata yang luar biasa besarnya, hingga mencapai ratusan derajat Celcius.

Salam,


Ma'rufin


From: Zaki <zaki@...>
To: IndoEnergy@yahoogroups.com
Sent: Monday, January 5, 2009 6:31:10 AM
Subject: Re: [IndoEnergy] Re: Global Warming

Tentu saja tidak ada yg salah dg adanya CO2 di atmosfer. Yg salah adalah jumlahnya yg semakin meningkat karena sifat CO2 ini memerangkap panas sehingga peningkatan jumlah CO2 di atmosfer akan menaikkan temperatur rata2 udara di bumi.
 
Ada 2 penyebab utama kenaikan jumlah CO2 di atmosfer bumi: yg pertama kenaikan produksi CO2 akibat aktifitas seperti pembakaran bahan bakar di pabrik dan kendaraan, yg kedua karena siklus karbon yg terganggu (jumlah tanaman utk menyerap CO2 dari atmosfer semakin berkurang akibat penggundulan hutan dan konservasi lahan utk pemukiman).
 
Jadi kenaikan jumlah CO2 di atmosfer bukan karena penyebab alami, paling tidak terlihat bahwa kenaikan ini terlihat secara signifikan sejak adanya revolusi industri di abad ke-18. Apakah alam akan menyeimbangkan dirinya? Saya rasa bisa saja, tapi prosesnya akan menyengsarakan umat manusia. Salah satu kemungkinan caranya seperti ini:
- temperatur udara yg meningkat mencairkan es kutub dan menaikkan permukaan laut dan menyebabkan luas daratan berkurang
- terjadi pergeseran iklim, daerah di sekitar katulistiwa semakin panas sehingga berkurang kesuburannya, daerah sub tropis akan memiliki iklim seperti tropis yg skrg, dan seterusnya, akibatnya spesies flora dan fauna akan berubah. (mungkin di Indonesia tambah banyak nyamuk karena tambah panas?). daerah subtropis yg skrg nantinya akan menjadi tempat yg cocok bagi flora dan fauna tropis. 
- selain flora dan fauna yg berubah, jangan lupa pula yg ukurannya kecil seperti bakteri dan virus. penyakit yg biasa ada di Indonesia mungkin bergeser dikit lah ke daerah Cina. penyakit yg muncul di Indonesia entah seperti apa nanti yg muncul.
- udara yg panas memungkinkan siklus air terjadi lebih cepat (penguapan, pembentukan awan, hujan, penyerapan air ke tanah), akibatnya hujan lebih sering tetapi tanah berkurang kesuburannya (karena airnya lebih cepat menguap). akibatnya daerah subur semakin sedikit dan produksi pangan akan berkurang
- dari hal2 tsb di atas terlihat bahwa hasil akhirnya populasi manusia akan berkurang karena krisis: penyakit, kurangnya ketahanan tubuh thd udara yg lebih panas, kurangnya lahan, kurangnya pangan (biasanya kalo krisis begini orang lebih mudah gelap mata, jadi mungkin juga akan ada perang perebutan sumber daya).
- populasi manusia, hewan dan tanaman yg berkurang lalu memungkinkan atmosfer bumi menjadi kembali ke level seperti sebelumnya (karena lebih sedikit CO2 yg dilepas ke atmosfer sehingga jumlah tanaman dapat seimbang dg jumlah CO2 yg dilepas ke atmosfer).
 
Nah, alam bisa menyeimbangkan dirinya kan?
 
 
 
----- Original Message -----
From: soedardjo
Sent: Monday, January 05, 2009 10:41 AM
Subject: [IndoEnergy] Re: Global Warming

Maaf benar-benar saya tidak paham, apa itu Global Warming?
Saya bukan peneliti Global Warming.
Apa karena akselerasi SOx, NOx, CO, CO2 di dunia ini meningkat? Saya setuju masalah tersebut juga merupakan keseimbangan alami, untuk photosintesis tumbuh-tumbuhan, masih memerlukan CO2 (CO) mohon dikoreksi, sesuai ilmu yang saya terima di SMA jadul.
Kemarin saja di Televisi, ada produsen jadul, minuman bersoda, masih membutuhkan buih pada minuman menggunakan botol isi CO2, agar minumannya fresh. Lalu apa salahnya ada CO2 di dunia ini?

Wassalam soedardjo


On Rab, Desember 31, 2008 21:54, andryansyah rivai wrote:

 

Saya jadi teringat pernah mendengar/membaca berita bahwa ada orang yang ahli di bidangnya bicara bahwa pemanasan global itu hanya suatu siklus. Artinya kita akan kembali lagi ke siklus dingin. Dan saya percaya dengan ilmuwan ini karena adanya kesetimbangan. Jadi omongan pak Wisnu dan kelompok yang mengatakan pemanasan global akan terus berlanjut dan mengakibatkan bumi semakin panas adalah omongan yang belum terbukti kebenarnnya.
 
Logika saya yang percaya pada ilmuwan yang bilang ini hanya suatu siklus adalah sbb:
Minyak, gas, batubara (MGB) yang dibakar menghasilkan banyak CO2. Ini menguntungkan tumbuhan untuk berkembang karena fotosintesis banyak sumbernya. Jadi kalau MGB habis kita tidak kekurangan energi karena BBN (nabati) disamping banyaknya tumbuhan akan mendinginkan dunia.....
 
Jadi buat saya..tidak ada itu pemanasan global yang ada hanya sebuah siklus yang kebetulan kita merasakan yang panasnya.... ..Bukankah ada yang pernah membuktikan bahwa es di kutub itu pernah cair sebagian dan sekarang terbentuk es lagi. Yang punya kitab suci silahkan disimak ulang, adakah dikatakan kiamat (habisnya manusia) itu karena bumi yang semakin panas?


From: Chairul Hudaya gmail.com>
To: IndoEnergy@yahoogro ups.com
Sent: Wednesday, December 31, 2008 7:40:29 PM
Subject: [IndoEnergy] Global Warming Re: Anti PLTN & PLTU Batubar

Hehe.. jawabannya kok jadi begini toh pak lik.. Orang kita ngomongin
global warming kok..
Pak Darjo sepertinya tidak peduli dengan global warming yang sudah
mengancam kehidupan manusia dewasa ini, dengan alasan bapak belum
menelitinya, atau merasakannya. Itulah yang menjadi concern Pak Wisnu
yang seharusnya dijawab pak.

On 12/31/08, soedardjo soedardjo@batan. go.id> wrote:

> Maaf Bapak ibu sekalian, karena ranah diskusi sudah sensitif
menjurus sara, ijinkanlah saya menjawab pertanyaan pak Wisnu.
>
> Yth. pak Wisnu, apakah Bapak percaya ada utara, ada selatan dan
sebagainya? Apakah Bapak melihat, mana utara dan mana selatan secara
persis?. Apa Bapak dapat memegang Utara dan Selatan?. Jika Bapak belum
dapat melihat Utara dan selatan serta belum dapat memegang Utara dan
Selatan, mengapa Bapak percaya ada Utara dan Selatan? Itu hanya opini
Bapak bukan? Padahal adanya Tuhan atau istilah saya Alloh, itu adalah
suatu keyakinan.
>
> Apa Bapak yakin bahwa 1 adalah angka satu, dan 2 adalah angka dua?.
Itu hanyalah suatu konvensi internasional, dan Bapak boleh SEPAKAT
untuk TIDAK SEPAKAT.
>
> Suatu saat, ada murid menanya ke guru agamanya.
>
> M: "Guru, mana buktinya ada Alloh?"
> G: Gurunya lalu menampar pipi muridnya
> M: "ADUH, SAKIT GURU, mengapa GURU MENAMPAR PIPI SAYA"
> G:" Mana buktinya sakit? Apa engkau dapat melihat SAKIT tersebut?"
> M:" Tidak guru, saya atidak melihat sakit tersebut"
> G:" Lalu mengapa anda percaya dengan SAKIT?. Toh sakit tidak dapat
engkau lihat, namun dapat engkau rasakan, dapat engkau percayai jika
saya tampar pipimu pasti sakit"
> " Apa engkau tahu jika engkau akan saya tampar?"
>
> M: "Tidak guru"
> G: "Allohlah yang menentukan nasib manusia, sehingga engkau tidak
tahu sebelumnya jika nasibmu saya temapar pipimu karena ingin
membuktikan Alloh itu ada"
>
> Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka
sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta
kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata :
"Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata". Maka mereka disambar
petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi , sesudah
datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami ma'afkan dari
yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang
nyata.
> QS: An Nisaa (4) ayat 153
>
> Maaf pak Wisnu, jika Indoenergi ini menjadi polemik beda keyakinan.
>
> Wassalam soedardjo
>
>


 



Internal Virus Database is out of date.
Checked by AVG - http://www.avg. com
Version: 8.0.176 / Virus Database: 270.9.18/1850 - Release Date: 12/15/2008 5:04 PM


#805 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Mon Jan 5, 2009 3:59 pm
Subject: Re: [[ JAC ]] OOT : Hari Baik Bulan Baik
marufins
Send Email Send Email
 
1 Muharram itu ya 1 Sura. Itu kan cara Sultan Agung Hanyakrakusuma men-jawa-kan kalender Islam untuk menggantikan kalender Saka yang telah digunakan sejak masa Medang / Kalingga itu. Men-jawa-kan itu kalo istilah modern-nya ya menaturalisasi, menginternalisasi.

OK terima kasih atas doa dan harapannya. Btw, piye dengan perkembangan rencana pengamatan Gerhana Matahari Cincin 26 Januari 2009 besok ? Jadi ke Krakatau atau malah ke Lampung ? Kalo sudah konkrit rencananya, mbok dibagi-bagi, kan saya juga pengin ikut...

Salam,


Ma'rufin


From: B. Adi Nugroho <steveadinegoro@...>
To: jogja_astroclub@yahoogroups.com
Sent: Monday, January 5, 2009 4:27:54 AM
Subject: Re: [[ JAC ]] OOT : Hari Baik Bulan Baik

1 Sura pula jangan lupa, karena kalender Jawa mengikuti kalender Islam :) sekali lagi selamat dan sukses semoga menjadi keluarga sakinah dan diberkahi keturunan yg berbakti

salam,

Adi N.




Assalamu'alaikum wr wb.

1 Muharram 1428 H itu bertepatan dengan Senin 29 Desember 2008. Hampir koinsidens dengan 1 Januari 2009 yang menjadi penanda tahun baru Miladiyah (Masehi). Ini setting waktu yang langka ketika 1 Muharram dan 1 Januari berdekatan, situasi yang entah kapan akan terulang lagi (sejujurnya, saya belum ngitung soal itu). Dan dalam konteks Indonesia kini, 1 Muharram dan 1 Januari merupakan hari-hari libur sehingga lebih  mudah ngatur2 acara2 nan penting.

Dalam konteks tersebutlah kami mengucapkan mitsaqan ghaliza, sebuah perjanjian suci, di Masjid Zamzam Jl. Cakalang No. 209 A Polowijen Malang, tepat pada 28 Desember 2008 pukul 08.00 WIB yang disusul dengan walimah. Kemudian disusul dengan syukuran kecil2an dan boyongan di Jl. H. Abubakar No. 12 RT 05/I Kawedusan Kebumen, pada 09.00 - 12.00 WIB.

Terima kasih kepada semua rekan, yang tak bisa kami sebutkan di sini satu persatu karena saking banyaknya, yang telah mendoakan kami, yang telah meluangkan waktunya untuk mengikuti acara kami baik di Malang maupun di Kebumen, yang bersedia kami repoti, yang selalu menyupport kami, yang selalu mengajarkan bahwa cita-cita dan cinta harus diperjuangkan, bahwa tak ada yang tak mungkin ketika kita mau bekerja keras dan berusaha dan juga meletakkan semuanya dalam ridha Allah SWT. Terima kasih atas kado-kadonya, web-nya, fotografi-nya, dan banyak hal lainnya yang tak dapat kami sebutkan satu persatu di sini. Insya' Allah hanya Allah SWT lah yang akan memberikan imbalan yang pantas kepada anda semua.

Wassalamu'alaikum wr wb.


Ma'rufin & Iffah




#806 From: "B. Adi Nugroho" <steveadinegoro@...>
Date: Mon Jan 5, 2009 4:08 pm
Subject: Re: [[ JAC ]] OOT : Hari Baik Bulan Baik
steveadinegoro
Send Email Send Email
 
Lampung saja, lebih center of event...


From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
To: jogja_astroclub@yahoogroups.com
Cc: Johannes Keioranto <keioranto@...>; Iffah <a.iffah@...>
Sent: Monday, January 5, 2009 10:59:40 PM
Subject: Re: [[ JAC ]] OOT : Hari Baik Bulan Baik

1 Muharram itu ya 1 Sura. Itu kan cara Sultan Agung Hanyakrakusuma men-jawa-kan kalender Islam untuk menggantikan kalender Saka yang telah digunakan sejak masa Medang / Kalingga itu. Men-jawa-kan itu kalo istilah modern-nya ya menaturalisasi, menginternalisasi.

OK terima kasih atas doa dan harapannya. Btw, piye dengan perkembangan rencana pengamatan Gerhana Matahari Cincin 26 Januari 2009 besok ? Jadi ke Krakatau atau malah ke Lampung ? Kalo sudah konkrit rencananya, mbok dibagi-bagi, kan saya juga pengin ikut...

Salam,


Ma'rufin


From: B. Adi Nugroho <steveadinegoro@...>
To: jogja_astroclub@yahoogroups.com
Sent: Monday, January 5, 2009 4:27:54 AM
Subject: Re: [[ JAC ]] OOT : Hari Baik Bulan Baik

1 Sura pula jangan lupa, karena kalender Jawa mengikuti kalender Islam :) sekali lagi selamat dan sukses semoga menjadi keluarga sakinah dan diberkahi keturunan yg berbakti

salam,

Adi N.




Assalamu'alaikum wr wb.

1 Muharram 1428 H itu bertepatan dengan Senin 29 Desember 2008. Hampir koinsidens dengan 1 Januari 2009 yang menjadi penanda tahun baru Miladiyah (Masehi). Ini setting waktu yang langka ketika 1 Muharram dan 1 Januari berdekatan, situasi yang entah kapan akan terulang lagi (sejujurnya, saya belum ngitung soal itu). Dan dalam konteks Indonesia kini, 1 Muharram dan 1 Januari merupakan hari-hari libur sehingga lebih  mudah ngatur2 acara2 nan penting.

Dalam konteks tersebutlah kami mengucapkan mitsaqan ghaliza, sebuah perjanjian suci, di Masjid Zamzam Jl. Cakalang No. 209 A Polowijen Malang, tepat pada 28 Desember 2008 pukul 08.00 WIB yang disusul dengan walimah. Kemudian disusul dengan syukuran kecil2an dan boyongan di Jl. H. Abubakar No. 12 RT 05/I Kawedusan Kebumen, pada 09.00 - 12.00 WIB.

Terima kasih kepada semua rekan, yang tak bisa kami sebutkan di sini satu persatu karena saking banyaknya, yang telah mendoakan kami, yang telah meluangkan waktunya untuk mengikuti acara kami baik di Malang maupun di Kebumen, yang bersedia kami repoti, yang selalu menyupport kami, yang selalu mengajarkan bahwa cita-cita dan cinta harus diperjuangkan, bahwa tak ada yang tak mungkin ketika kita mau bekerja keras dan berusaha dan juga meletakkan semuanya dalam ridha Allah SWT. Terima kasih atas kado-kadonya, web-nya, fotografi-nya, dan banyak hal lainnya yang tak dapat kami sebutkan satu persatu di sini. Insya' Allah hanya Allah SWT lah yang akan memberikan imbalan yang pantas kepada anda semua.

Wassalamu'alaikum wr wb.


Ma'rufin & Iffah





#807 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Wed Jan 7, 2009 12:25 am
Subject: Bulan Baru dan Purnama Jadi Alternatif Peringatan Dini
marufins
Send Email Send Email
 
Bulan Baru dan Purnama Jadi Alternatif Peringatan Dini
Selasa, 6 Januari 2009 | 21:53 WIB



BANDUNG — Fenomena bulan baru dan bulan purnama berpotensi dijadikan alternatif lain sistem peringatan dini menjelang kejadian bencana alam gempa bumi. Fenomena bulan baru dan purnama dikatakan berpotensi menyebabkan pelepasan energi di lempeng bumi.

Demikian dikatakan Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaludin, Selasa (6/1), terkait alternatif astronomi dalam sistem peringatan dini gempa bumi.

Menurut Thomas, hal itu disebabkan perbedaan dua arah gaya bumi, menuju dan menjauhi bulan atau matahari. Hal itu dikatakannya rentan mengganggu atau melepaskan energi dalam struktur lempeng bumi, khususnya di daerah perbatasan waktu pagi dan magrib.

"Dengan adanya kejadian ini, sangat mungkin lempengan yang sudah rawan lantas bergerak," katanya.

Bulan purnama, dikatakan Thomas, terjadi ketika bumi berada di antara bulan dan matahari. Untuk Januari 2009, bulan purnama pada tanggal 11 Januari. Sementara itu, bulan baru ketika bulan berada di antara matahari dan bumi dan terjadi tanggal 26 Januari 2009.

Thomas memberikan beberapa contoh gempa bumi yang terjadi di Indonesia beberapa waktu terakhir. Beberapa di antaranya bahkan berkekuatan tinggi dan memakan banyak korban jiwa.

Di antaranya, gempa Alor pada 12 November 2004 terjadi menjelang bulan baru, 28 Ramadhan 1425 dan gempa Nabire pada 26 November 2004 terjadi menjelang purnama, 13 Syawal 1425.

Selain itu, gempa Aceh pada 26 Desember 2004 terjadi saat purnama, 14 Dzulqaidah 1425; gempa Simeulue pada 26 Februari 2005 terjadi setelah purnama, 16 Muharram 1426; dan gempa Nias pada 28 Maret 2005 terjadi setelah purnama, 17 Safar 1426. Gempa Mentawai pada 10 April 2005 terjadi pada bulan baru, 1 Rabiul Awal 1426, dan gempa Yogya pada 27 Mei 2006, terjadi menjelang bulan baru, 29 Rabiuts Tsaniah 1427, juga termasuk di dalamnya.

Oleh karena itu, ia mengharapkan agar para ahli dan pakar gempa bumi bisa menimbang hal ini sebagai salah satu sumbangan peringatan dini gempa bumi. Diharapkan, dalam bulan baru dan purnama, kewaspadaan bisa ditingkatkan. Tujuannya, agar kejadian gempa bumi tidak menimbulkan korban.

Bagi masyarakat, hal ini bisa dijadikan pegangan. Bagi mereka yang hidup di daerah rawan bencana gempa bumi, hal ini merupakan sumbangan peringatan dini lainnya. Dengan begitu, mereka diharapkan bisa mandiri mempersiapkan sebelumnya atau menyelamatkan diri ketika terjadi gempa bumi.




#808 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Wed Jan 7, 2009 12:50 am
Subject: Tsunami di Manokwari Terdeteksi
marufins
Send Email Send Email
 
Tsunami di Manokwari Terdeteksi
Rabu, 7 Januari 2009 | 03:00 WIB


Jakarta, Kompas - Dua gempa tektonik berkekuatan di atas M 7 atau 7 skala Richter di utara Kepala Burung Papua, Minggu (4/1), berdasar rekaman Stasiun Pasang Surut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional diketahui telah menimbulkan tsunami setinggi 80 sentimeter di Manokwari, 35 cm di Biak, dan 20 cm di Jayapura.


Parluhutan Manurung, Kepala Bidang Medan Gaya Berat dan Pasang Surut Bakosurtanal, Selasa (6/1), menjelaskan, gempa pertama (7,9 SR) pada pukul 19:43:51 UTC/GMT (04:43:51 WIT) menimbulkan tsunami dengan kecepatan sekitar 500 kilometer per jam. Manokwari berjarak 140 km dari pusat gempa terkena terjangan gelombang pasang 17 menit setelah gempa.


Gempa kedua (7,6 SR) pada 7:33:40 WIT pusat gempanya lebih dekat ke Manokwari, 77 km. ”Gelombang kedua datang 15 menit berikutnya disusul gelombang ketiga sekitar interval waktu yang sama. Ini bukan gelombang tertinggi sepanjang periode gempa susulan,” ujarnya. Setelah gempa kedua, datang gelombang yang lebih besar setinggi 0,80 meter pada pukul 8:32 WIT—60 menit setelah gempa kedua terjadi.


Stasiun Pasang Surut Jayapura, ibu kota Provinsi Papua, lebih dari 800 km dari pusat gempa, mencatat tsunami 0,20 m. Tsunami ini pertama mencapai pantai Jayapura 95 menit setelah gempa pertama dengan kecepatan 500 km per jam.


Di Pulau Biak, sekitar 300 km dari pusat gempa, tsunami tiba 42 menit setelah gempa pertama dengan tinggi 0,35 m. Kecepatannya sekitar 430 km per jam.


Tsunami, menurut pakar tsunami dari ITB, Hamzah Latief, juga dilaporkan PARI (Port and Airport Research Institute) Jepang. Tinggi tsunami sekitar 15 cm dari tinggi alat pemantau pasang surut (tide gauge ) di Pulau Chichizima, pulau paling selatan di Jepang yang berjarak ribuan km dari utara Papua.


Tsunami di Papua


Menurut Parluhutan, tinggi gelombang dan kecepatan penjalaran tsunami tergantung jarak dari pusat gempa dan kedalaman laut. Laut berkedalaman 4.500 m kecepatan tsunaminya bisa mencapai 700 km per jam, tetapi tinggi gelombangnya rendah seperti riak air. Namun ketika mencapai perairan dangkal, kecepatannya akan berkurang drastis dan bisa sangat membahayakan karena gelombang berubah seperti tembok air yang siap tumpah ke pantai.


”Fenomena ini ibarat mobil kencang yang direm mendadak menjelang gerbang tol,” kata Parluhutan.


Saat ini pemantauan tsunami di kawasan timur laut Indonesia dilakukan di stasiun pengamatan pasang surut di tiga pelabuhan, yaitu Manokwari, Biak, dan Jayapura.

”Data belum real time karena masih menggunakan komunikasi data GSM,” ungkap Parluhutan.



#809 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Wed Jan 7, 2009 1:15 am
Subject: Re: Tsunami di Manokwari Terdeteksi
marufins
Send Email Send Email
 
Saya berpendapat tsunami itu murni produk dislokasi patahan. Indikasinya sederhana saja. Dari data tinggi gelombang yang ada (Manokwari = 0,8 meter, Biak = 0,35 meter dan Jayapura = 0,2 meter) dan kemudian dikomparasikan dengan data tinggi gelombang di Jepang yang sebesar 15 cm itu, dan setelah dimasukkan data-data jarak episentral tiap titik di atas, maka dengan menggunakan rumus Katsuyuki Abe (Abe, 1981) tentang tsunami magnitude (Mt), diperoleh nilai rata-rata Mt = 7,95 +/- 0,10. Hitung2an sederhana ini (karena saya hanya menggunakan MS Excell) ternyata memberikan hasil yang tak berbeda dengan prediksi GDACS 2009. Jika kita bandingkan dengan nilai magnitude gempa yang besarnya Mw = 7,6 maka jelaslah bahwa nilai Mt tidak berbeda jauh dengan Mw. Dari kedekatan nilai ini bisa ditarik kesimpulan bahwa mekanisme pembangkitan tsunami lebih didominasi oleh dislokasi vertikal dasar laut di lokasi sumber gempa.

Sementara tsunami produk longsoran gigantik di dasar laut akan terbaca dengan jelas lewat perbedaan nilai Mt dan Mw yang signifikan (melebihi 1). Kasus terakhir tentang tsunami macam gini bisa ditemui misalnya pada Gempa Samudera Hindia 17 Juli 2006 yang tsunaminya menghantam pantai selatan Jawa itu. USGS menyebut gempa ini mempunyai magnitude Mw = 7,7. Sementara data-data ketinggian gelombang dan jarak episentral yang dikumpulkan dari beragam titik di sepanjang pantai selatan dari Pangandaran hingga Parangtritis menunjukkan tsunaminya memiliki Mt = 8,9. Perbedaannya sangat signifikan, dan itulah yang disebut kasus "tsunami earthquake", yang sekaligus menjawab kegelisahan banyak orang mengapa gempa yang 'kecil' dan tidak terasakan itu justru menimbulkan tsunami yang magnitudenya setara dengan tsunami dahsyat yang dilepaskan gempa megathrust Sumatra Andaman 26 Desember 2004 silam.

Tsunami 1998 yang menghantam Papua Nugini itu, menurut Abe, juga bisa dikategorikan sebagai tsunami longsoran atau tsunami earthquake, karena mekanismenya juga mirip dengan tsunami Samudera Hindia 17 Juli 2006.

Btw, masih ada yang 'aneh' dari gempa ini. Plotting posisi sumber gempa (dari gempa utama dan gempa2 susulannya) menunjukkan ia berlokasi di lintasan patahan Sorong atau didekatnya. Namun mekanisme pematahannya koq naik ya ?

Salam,


Ma'rufin


From: Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@...>
To: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>; "iagi-net@..." <iagi-net@...>; Forum HAGI <forum@...>
Sent: Wednesday, January 7, 2009 12:55:44 AM
Subject: Re: Tsunami di Manokwari Terdeteksi

Tsunami ini karena dislokasi patahan atau karena longsoran ya ?
Tsunami dulu tahun 1988 di utara Papua Nugini ada yang menduga akibat longsoran.

RDP

On Wed, Jan 7, 2009 at 8:50 AM, Ma'rufin Sudibyo <marufins@...> wrote:
Tsunami di Manokwari Terdeteksi
Rabu, 7 Januari 2009 | 03:00 WIB

Jakarta, Kompas - Dua gempa tektonik berkekuatan di atas M 7 atau 7 skala Richter di utara Kepala Burung Papua, Minggu (4/1), berdasar rekaman Stasiun Pasang Surut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional diketahui telah menimbulkan tsunami setinggi 80 sentimeter di Manokwari, 35 cm di Biak, dan 20 cm di Jayapura.

Parluhutan Manurung, Kepala Bidang Medan Gaya Berat dan Pasang Surut Bakosurtanal, Selasa (6/1), menjelaskan, gempa pertama (7,9 SR) pada pukul 19:43:51 UTC/GMT (04:43:51 WIT) menimbulkan tsunami dengan kecepatan sekitar 500 kilometer per jam. Manokwari berjarak 140 km dari pusat gempa terkena terjangan gelombang pasang 17 menit setelah gempa.

Gempa kedua (7,6 SR) pada 7:33:40 WIT pusat gempanya lebih dekat ke Manokwari, 77 km. "Gelombang kedua datang 15 menit berikutnya disusul gelombang ketiga sekitar interval waktu yang sama. Ini bukan gelombang tertinggi sepanjang periode gempa susulan," ujarnya. Setelah gempa kedua, datang gelombang yang lebih besar setinggi 0,80 meter pada pukul 8:32 WIT—60 menit setelah gempa kedua terjadi.

Stasiun Pasang Surut Jayapura, ibu kota Provinsi Papua, lebih dari 800 km dari pusat gempa, mencatat tsunami 0,20 m. Tsunami ini pertama mencapai pantai Jayapura 95 menit setelah gempa pertama dengan kecepatan 500 km per jam.

Di Pulau Biak, sekitar 300 km dari pusat gempa, tsunami tiba 42 menit setelah gempa pertama dengan tinggi 0,35 m. Kecepatannya sekitar 430 km per jam.

Tsunami, menurut pakar tsunami dari ITB, Hamzah Latief, juga dilaporkan PARI (Port and Airport Research Institute) Jepang. Tinggi tsunami sekitar 15 cm dari tinggi alat pemantau pasang surut (tide gauge ) di Pulau Chichizima, pulau paling selatan di Jepang yang berjarak ribuan km dari utara Papua.

Tsunami di Papua

Menurut Parluhutan, tinggi gelombang dan kecepatan penjalaran tsunami tergantung jarak dari pusat gempa dan kedalaman laut. Laut berkedalaman 4.500 m kecepatan tsunaminya bisa mencapai 700 km per jam, tetapi tinggi gelombangnya rendah seperti riak air. Namun ketika mencapai perairan dangkal, kecepatannya akan berkurang drastis dan bisa sangat membahayakan karena gelombang berubah seperti tembok air yang siap tumpah ke pantai.

"Fenomena ini ibarat mobil kencang yang direm mendadak menjelang gerbang tol," kata Parluhutan.

Saat ini pemantauan tsunami di kawasan timur laut Indonesia dilakukan di stasiun pengamatan pasang surut di tiga pelabuhan, yaitu Manokwari, Biak, dan Jayapura.

"Data belum real time karena masih menggunakan komunikasi data GSM," ungkap Parluhutan.



#810 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Wed Jan 7, 2009 12:16 pm
Subject: Pengamatan gerhana di Lampung
marufins
Send Email Send Email
 
Oke, kalo memang harus di Lampung, saya kira ndak masalah. Kebetulan saya juga ada sodara dan temen di sana. Memang yang jadi masalah, dimana tempatnya di Lampung ? karena ketika saya ke sana bulan Maret lalu, nyaris seluruh horizon Lampung (khususnya kota Bandar Lampung) dikepung gunung-gunung sehingga kita sulit untuk mengidentifikasi posisi Matahari terutama pada saat menjelang sunset. Itulah mengapa saya cenderung memilih lokasi Krakatau sebagai pusat pengamatan, karena nyaris tak ada yang mengganggu di horizonnya. Namun soal ini bisa kita diskusikan lagi.

Kemudian langsung ke teknisnya. Jika lokasi pengamatan sudah dimantapkan, kemudian teknisnya bagaimana? Maksud saya, kita ngumpulnya dimana (di Jakarta) ? Terus berangkat jam berapa dan pakai apa ? Dan yang tak kalah pentingnya, pembiayaan per orang jatuhnya berapa ? Harapan saya, semoga sih kita bisa berangkat Minggu pagi, sehingga Minggu sore sudah ada di Lampung dan bisa menyempatkan diri untuk orientasi dan malamnya dilanjutkan dengan Star Party. Dan jika berangkatnya Minggu pagi, mungkin bisa dilakukan setelah jam 7, ya itung2 memberi kesempatan saya (dan pak Mutoha) untuk melakukan observasi hilaal tua alias the waning crescent dulu.

Soal rencana mengajak media, baru mbak Dani Mijarto dari Warta Kota yang memberikan lampu hijau. Piye dengan yang lain-lain? Pak Mutoha kalo ndak salah ada kontak dengan mereka yang di Detik.com sama KOMPAS. Mungkin bisa dihubungi lagi ?

Demikian dulu, perkembangan berikutnya mohon untuk selalu dikomunikasikan.

Salam,


Ma'rufin

From: B. Adi Nugroho <steveadinegoro@...>
To: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>; Johannes Keioranto <keioranto@...>; aldrinsyah@...
Cc: Iffah <a.iffah@...>
Sent: Monday, January 5, 2009 4:28:22 PM
Subject: Re: OOT : Hari Baik Bulan Baik

Perihal pengamatan Gerhana Matahari Cincin 26 Januari 2009:

Sebenarnya ide bagus untuk pengamatan Krakatau, dan ide ini sudah ditelurkan sejak lama. Namun sejenak coba kita perhatikan lagi:
http://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEgoogle/SEgoogle2001/SE2009Jan26Agoogle.html

Ternyata Bandar Lampung lebih dekat dengan pusat kejadian. Perihal Lampung ini, saya sempat chatting dengan Jeff Teng (yg hometownnya di Lampung). Saat ini dia sedang berada di China jadi ndak bisa ikut pengamatan 26 Jan. Menurutnya, di sebelah Barat Lampung ada perbukitan/pegunungan. Hal ini akan merugikan pengamatan karena kejadian GMC kali ini adalah sore hari jelang terbenam. Saran bung Jeff adalah kita cari tempat yg agak lebih tinggi agar dapat mengamati lebih puas.

Kalau saran saya begini, khususnya bagi pecinta gambar astronomi berkomposisi cantik, kita cari bangunan yg menarik dan kita mengamati dari sisi Timurnya. Tujuannya adalah mendapatkan komposisi cantik dan menarik paduan arsitektur & astrofotografi. Hanya sampai sekarang saya belum konsultasi lebih lanjut orang2 yg hometownnya di Lampung.

Sementara ini rencana pengamatannya adalah menggunakan kendaraan dengan rute Jakarta - Merak - Bakauheni - Lampung. Kita akan melakukan perjalanan darat & laut pagi hari. Ada pula kemungkinan dari sehari sebelumnya (Minggu) kita sudah jalan ke sana.

salam,

Adi N.

PS: saya forward ke humas PPFGA (Perhimpunan Penggemar Fotografi Garuda) untuk koordinasi lebih lanjut.


From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
To: Johannes Keioranto <keioranto@...>
Cc: Adi Nugroho <steveadinegoro@...>; Iffah <a.iffah@...>
Sent: Monday, January 5, 2009 11:14:39 PM
Subject: Re: OOT : Hari Baik Bulan Baik

Terima kasih. Wah dikaitkan sama inflationary of universe toh, large scale structure. Sementara yang kepikiran sekarang maish dalam taraf medium scale structure merujuk pengapungan benua ala Wegener dengan interaksi model subduksi (tunjaman), hehehe..

Btw, gimana dengan perkembangan ke Krakatau ? denger2 Steve Adi malah sudah nyiapin rencana ke Lampung. Mungkin bisa dibagi gimana hasil pembicaraannya pas lebiyur panjang kemarin, sehingga ada langkah konkret yang bisa dilakukan ?

Salam,


Ma'rufin


From: Johannes Keioranto <keioranto@...>
To: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Sent: Monday, January 5, 2009 8:49:49 AM
Subject: Re: OOT : Hari Baik Bulan Baik

Ma'rufin Sudibyo,
 
Selamat yah atas pernikahan kalian. Semoga ikatan nan suci ini bisa langgeng selamanya dan terus mengembang berekspansi layaknya alam semesta ala teori relativitas einstein :)
 
rgd,



#811 From: "B. Adi Nugroho" <steveadinegoro@...>
Date: Wed Jan 7, 2009 1:49 pm
Subject: Re: [[ JAC ]] Pengamatan gerhana di Lampung
steveadinegoro
Send Email Send Email
 
Ada pemikiran lain sebenarnya untuk rencana pengamatan ini. Sempat ada kekhawatiran tentang gelombang laut yg sedang tinggi2nya (ingat bahwa saat ini kita mulai memasuki musim hujan, biasanya dekat Februari intensitas badai meningkat). Karenanya baik pergi ke Lampung maupun Krakatau memiliki tingkat resiko yg hampir sama kalau lewat jalan darat & laut. Kekhawatiran lain juga disebutkan mas Ma'rufin yaitu pegunungan yg mengepung kota Bandar Lampung, yg juga sempat disebutkan oleh bung Jefferson Teng.

Karenanya ada beberapa solusi untuk hal tsb.
1. Kalau tetap mengamat di Lampung kita gunakan pesawat dari Jakarta - Lampung. Adapun penerbangan yg tersedia antara lain Merpati. Saya kurang tahu kalau dari Jogja - Lampung.
2. Demi menghindari pegunungan dan juga perjalanan laut, kita bisa divert lokasi pengamatan ke tempat2 antara lain: Ujung Kulon, Tanjung Lesung, Karang Bolong, dan Anyer. Lokasi ini pasti kita tempuh dengan perjalanan darat. Keuntungan tempat ini juga adalah pandangan ke Barat yg bebas halangan kecuali Gn. Krakatau (yg mana bisa kita gunakan sebagai pemanis foto gerhana matahari cincin).

Perihal perjalanan darat, laut, atau udara saya kira akan lebih praktis kalau kita mulai dari Jakarta. Demi kepraktisan pula akan lebih baik kalau kita pilih lokasi kumpul di tengah kota dekat jalan tol seperti halnya Senayan / Semanggi di mana ada mall berlimpah lumayan buat tempat nunggu. Tempat2 tsb pun lebih mudah diakses setelah perjalanan dari luar kota menuju Jakarta, baik melalui udara, laut, maupun darat karena semua transportasi melewati tempat2 tsb.

Perihal mengajak media, rasanya akan lebih mudah kalau kita sudah membuat keputusan tentang rencana kita.

salam,

Adi Nugroho


From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
To: B. Adi Nugroho <steveadinegoro@...>; Pak Mutoha <jogja_astroclub@...>; dani mijarto <danimijarto@...>; Johannes Keioranto <keioranto@...>; aldrinsyah@...; ibnu_abee@...; Jogja Astroclub <jogja_astroclub@yahoogroups.com>; Iffah <a.iffah@...>
Sent: Wednesday, January 7, 2009 7:16:05 PM
Subject: [[ JAC ]] Pengamatan gerhana di Lampung

Oke, kalo memang harus di Lampung, saya kira ndak masalah. Kebetulan saya juga ada sodara dan temen di sana. Memang yang jadi masalah, dimana tempatnya di Lampung ? karena ketika saya ke sana bulan Maret lalu, nyaris seluruh horizon Lampung (khususnya kota Bandar Lampung) dikepung gunung-gunung sehingga kita sulit untuk mengidentifikasi posisi Matahari terutama pada saat menjelang sunset. Itulah mengapa saya cenderung memilih lokasi Krakatau sebagai pusat pengamatan, karena nyaris tak ada yang mengganggu di horizonnya. Namun soal ini bisa kita diskusikan lagi.

Kemudian langsung ke teknisnya. Jika lokasi pengamatan sudah dimantapkan, kemudian teknisnya bagaimana? Maksud saya, kita ngumpulnya dimana (di Jakarta) ? Terus berangkat jam berapa dan pakai apa ? Dan yang tak kalah pentingnya, pembiayaan per orang jatuhnya berapa ? Harapan saya, semoga sih kita bisa berangkat Minggu pagi, sehingga Minggu sore sudah ada di Lampung dan bisa menyempatkan diri untuk orientasi dan malamnya dilanjutkan dengan Star Party. Dan jika berangkatnya Minggu pagi, mungkin bisa dilakukan setelah jam 7, ya itung2 memberi kesempatan saya (dan pak Mutoha) untuk melakukan observasi hilaal tua alias the waning crescent dulu.

Soal rencana mengajak media, baru mbak Dani Mijarto dari Warta Kota yang memberikan lampu hijau. Piye dengan yang lain-lain? Pak Mutoha kalo ndak salah ada kontak dengan mereka yang di Detik.com sama KOMPAS. Mungkin bisa dihubungi lagi ?

Demikian dulu, perkembangan berikutnya mohon untuk selalu dikomunikasikan.

Salam,


Ma'rufin




#812 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Thu Jan 8, 2009 1:40 am
Subject: GMC 26 januari 2009 --> Re: Fwd: [Serba.Serbi-KL] Re: Bulan Baru dan Purnama Jadi Alternatif Peringatan Dini
marufins
Send Email Send Email
 
Berikut peta tentang wilayah-wilayah yang tercover Gerhana Matahari Cincin 26 Januari 2009 mendatang. Sumbernya dari NASA Goddard Spaceflight Center, dibuat oleh Fred Espenak. Ya gambar kan lebih bermakna dari 1.000 kata2 .

Dari peta ini kita bisa mengetahui bahwa lintasan bayangan umbra (bayangan inti) dalam Gerhana Matahari Cincin ini hanya selebar 280 km, namun kebetulan menyentuh wilayah Indonesia khususnya dari Selat Sunda hingga ke Kalimantan Timur. Di luar wilayah tersebut, gerhana tetap bisa dilihat, namun menampakkan dirinya dalam wujud gerhana sebagian. Misalnya saja seluruh kawasan Pulau Sumatra (selain Lampung dan Sumatra Selatan), dalam peta dilintasi garis biru muda sejajar umbra bernilai 0,6 dan 0,8. Artinya wilayah2 tersebut akan menyaksikan Matahari tertutupi bundaran Bulan antara 60 - 80 % (nilai persisnya bergantung pada posisi tiap titik di daerah tersebut). Demikian pula, sebagian besar Pulau Jawa akan menyaksikan Gerhana Matahari Cincin inis ebagai gerhana sebagian dimana Matahari tertutupi Bulan hingga > 80 %. Sebagai tambahan, magnitude Gerhana Matahari Cincin ini sendiri, yakni luas permukaan Matahari yang tertutupi bundaran Bulan, adalah 93 %. Artinya di jalur umbra pun kita 'hanya' sanggup melihat 93 % cakram Matahari tertutupi Bulan, makanya disebut Gerhana Cincin.

Seluruh wilayah Indonesia ada di sebelah timur garis imajiner 09:30 UT, artinya puncak gerhana baru terjadi selepas pukul 16:30 WIB namun sebelum 16:55 WIB.

Saya ambil contoh misalnya lokasi pengamatan di Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Disini gerhana bisa diamati sejak pukul 15:21 WIB (ketika kontak umbra mulai terjadi, dimana cakram Bulan mulai menyentuh tepi piringan Matahari) dan berakhir pada pukul 17:52 WIB (ketika kontak umbra berakhir, dimana cakram Bulan tepat sepenuhnya meninggalkan piringan Matahari). Sementara puncak gerhana terjadi pada pukul 16:42 WIB. Untuk tempat2 lainnya di Pulau Sumatra dan Jawa dan Kalimantan (serta Semenanjung Malaysia), waktunya tidak berselisih jauh (paling hanya berbeda beberapa menit, tentu saja setelah dikonversikan dengan standar waktu setempat).

Untuk mangayubagyo Gerhana ini, ya silahkan dipersiapkan untuk melakukan pengamatan dan menjadi saksi hidup kejadian gerhana di Indonesia, yang memang jarang terjadi . Jangan lupa untuk mempersiapkan teknik khusus, karena kita mengamati Matahari, obyek terang yang bisa merusak mata. Untuk teknik pengamatan dan fotografinya (astrofotografi), mungkin pak Mutoha atau pak Jefferson Teng bisa menyampaikan tipsnya di sini ? Untuk anda2 yang Muslim, ya silahkan dikomunikasikan dengan Pengurus/Takmir Masjid setempat dimana anda beraktivitas agar turut menyelenggarakan Shalat Sunnah gerhana Matahari. Pak AR Sugeng Riyadi atau pak Ibnu Zahid atau pak Fikrizuhara Muzakkin atau yang lain mungkin bisa menyampaikan tata cara pelaksanaan shalat gerhana ?

Sebagai tambahan, di minggu keempat Januari 2009 itu diprediksikan siklus cuaca anomalik Madden Julian Oscillation yang mendatangkan curah hujan berintensitas tinggi di Indonesia telah kembali. Terlebih lagi gerhana terjadi ketika Matahari berada pada ketinggian nan rendah di atas horizon. Maka peluang langit tertutup awan cukup tinggi. Namun jangan pesimistis dulu lah. Di antara langit2 nyang gelap tertutup awan, tentu ada yang cerah dan bisa melihat gerhana.

Salam,


Ma'rufin


From: Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@...>
To: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Sent: Thursday, January 8, 2009 12:26:13 AM
Subject: Fwd: [Serba.Serbi-KL] Re: Bulan Baru dan Purnama Jadi Alternatif Peringatan Dini



---------- Forwarded message ----------
From: Isra Ismail <isra.ismail@...>
Date: 2009/1/8
Subject: [Serba.Serbi-KL] Re: Bulan Baru dan Purnama Jadi Alternatif Peringatan Dini
To: serba-KL@googlegroups.com


Pak Novan,

Ini informasinya.......

Isra

---------- Forwarded message ----------

Tahun 2009 tercatat ada dua gerhana yang akan melewati Indonesia , yaitu pada tanggal 26 Januari dan 21-22 Juli, sementara itu, gerhana matahari akan kembali menyenggol kita pada tanggal 15 Januari 2010.

Fenomena ini sangat disayangkan untuk dilewatkan, karena gerhana matahari baru akan menyapa kita kembali pada tahun 2016.


1. Gerhana 26 Januari 2009

Yang paling spesial dari ketiganya adalah Gerhana pada tanggal 26 Januari yang jatuh pas di hari libur Imlek. Gerhana ini dapat dilihat oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia (Dari Banda Aceh sampai Ambon), beruntunglah mereka yang tinggal di daerah Lampung, Samarinda, dan Teluk betung, karena bulan menutup hampir seluruh bagian matahari. Gerhana ini terjadi pada waktu sore hari sekitaran pukul 3 - 4.
Berikut gambar-gambar mengenai Gerhana ini:

cid:1.2678773516@web35906.mail.mud.yahoo.com
cid:2.2678773517@web35906.mail.mud.yahoo.com
cid:3.2678773517@web35906.mail.mud.yahoo.com
cid:4.2678773517@web35906.mail.mud.yahoo.com

Yang perlu diperhatikan dari jenis gerhana ini adalah jenis gerhana ini adalah gerhana matahari anular (bukan total) artinya ukuran bulan tidak cukup besar untuk menutupi seluruh priringan matahari berbeda dengan gerhana matahari total dimana bulan menutupi seluruh piringan matahari. Jadi, untuk melihatnya, perlu digunakan lensa pelindung mata, serta bagi fotografer, ingat untuk melindungi lensa kameranya sebelum mengabadikan fenomena langka ini.

Gerhana Matahari Anular
cid:5.2678773517@web35906.mail.mud.yahoo.com

Gerhana Matahari Total
cid:6.2678773517@web35906.mail.mud.yahoo.com

2. Gerhana Matahari 22 Juli 2009

Gerhana ini cuma dapat dinikmati oleh mereka-mereka yang tinggal di bagian utara Indonesia seperti: Banda Aceh, Jayapura, Manado, Medan, Padang, Palu, Pekanburu, Pontianak, Samarinda, Sorong, Ternate. Jenis Gerhana ini adalah gerhana Matahari Total, namun di Indonesia , bulan hanya akan menutup sebagian kecil dari matahari. Jika ingin melihat gerhana matahari total ini secara full, anda bisa ke Shanghai , karena disana, Bulan akan menutupi seluruh bagian matahari.

cid:7.2678773517@web35906.mail.mud.yahoo.com

3. Gerhana Matahari 15 Januari 2010

Fenomena alam ini cuman bisa dinikmatin oleh mereka yang tinggal di bagian utara dan barat Indonesia seperti: Balikpapan, Banda Aceh, Tanjungkarang Telukbetung, Bandung, Banjarmasin, Bengkulu, Jakarta, Manado, Medan, Padang, Palembang, Palu, Pekanbaru, Pontianak, Samarinda, Semarang, Surakarta, Yogyakarta. Bagian Timur Indonesia sudah keburu malam ketika bayangan bulan melewati bagian sana .

Sama halnya dengan gerhana Juli 2009, bulan cuma akan menutup sebagian matahari saja. Karena pusat jalur Gerhana Matahari ini melewati daerah India dan Cina sana , sehingga di Indonesia cuma kebagian sebagian kecil bayangan dari Bulan..

cid:8.2678773517@web35906.mail.mud.yahoo.com
Akhirnya, setelah sekian lama, Gerhana matahari akan segera menyapa Indonesia . Tidak tanggung-tanggung, 3 gerhana matahari secara berturut-turut akan melewati Indonesia dalam rentang waktu 2009 - 2010. Sayangnya, tidak semua bagian di wilayah Indonesia dapat melihat fenomena ini. Karena, ketiga gerhana ini cuman melewati bagian barat dan/atau utara indonesia .
This email and any files transmitted with it are confidential and intended solely for the use of the individual or entity to whom they are addressed. If you have received this email in error please notify the system manager. This message contains confidential information and is intended only for the individual named. If you are not the named addressee you should not disseminate, distribute or copy this e-mail.



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Mohon menggunakan mailist sesuai dengan peruntukannya.
IATMI-KL : IATMI-KL@googlegroups.com
Cerita santai : Guyonan-KL@googlegroups.com
Postingan bebas selama tak menyerang SARA : serba-KL@googlegroups.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---




--
"Kekerasan atas nama negara lebih nyata ketimbang kekerasan atas nama agama !"


#813 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Thu Jan 8, 2009 1:55 am
Subject: Fw: Pengamatan gerhana di Lampung
marufins
Send Email Send Email
 
Ada info tambahan tentang lampung dari mas Syahrul. Ya seperti telah diprediksikan sebelumnya, memang di lampung lagi musim2nya hujan lebat di sore hari. Dan di minggu keempat Januari 2009 nanti, dengan datangnya siklus Madden Julian Oscillation, saya kira hujan lebat tetap mewarnai Lampung khususnya pada sore hari.

Kalo pak Toha sih nyaranin supaya ngamatinnya nggak perlu nyeberang Selat Sunda, karena baik mau ke Krakatau ataupun ke Lampung, faktor resikonya sama. Beliau lebih nyaranin ke Anyer saja, dan untuk selanjutnya fokus pada peralatan yang akan dibawa (teleskop, filter, video imaging dll).

Bagaimana nih, sudah ada gambaran ? Saya sih setuju2 saja ngamat dimanapun, yang penting efektif dan efisien.

Salam,


Ma'rufin

----- Forwarded Message ----
From: Syahrul <ibnu_abee@...>
To: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Sent: Wednesday, January 7, 2009 3:10:16 PM
Subject: Re: Pengamatan gerhana di Lampung

Kang, info:

1. Cuaca, di Lampung (lampung Tengah)  smpai sekarangg intensitas hujan tinggi banget. Hampir setiap sore hujan terus.

2. Transport:
Bus: bus damri tujuan bandar lampung langsung. Berangkat dari stasiun Gambir jam 8 dan jam 10 pagi sampai bandarlampung jam maksimal jam 18.00 serta jam 20.00 dan 22.00 sampai lmpaung jam 5 pagi. harga tket 115.000 s.d 160.000 per seat.

Pesawat dari jogja tidak ada yang langsung. Transit jakarta.

klao mau putus-putus juga bisa. ke mreak naik bus. sambung kapal cepat (gelombang tinggi gak jalan). sampai bakau heni, naek travel sampai bandarlampung (tanjungkarang) Rp. 35.000

demikian info. barangkali bermanfaat.

syahrul


--- On Wed, 7/1/09, Ma'rufin Sudibyo <marufins@...> wrote:
From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Subject: Pengamatan gerhana di Lampung
To: "B. Adi Nugroho" <steveadinegoro@...>, "Pak Mutoha" <jogja_astroclub@...>, "dani mijarto" <danimijarto@...>, "Johannes Keioranto" <keioranto@...>, aldrinsyah@..., ibnu_abee@..., "Jogja Astroclub" <jogja_astroclub@yahoogroups.com>, "Iffah" <a.iffah@...>
Date: Wednesday, 7 January, 2009, 7:16 PM

Oke, kalo memang harus di Lampung, saya kira ndak masalah. Kebetulan saya juga ada sodara dan temen di sana. Memang yang jadi masalah, dimana tempatnya di Lampung ? karena ketika saya ke sana bulan Maret lalu, nyaris seluruh horizon Lampung (khususnya kota Bandar Lampung) dikepung gunung-gunung sehingga kita sulit untuk mengidentifikasi posisi Matahari terutama pada saat menjelang sunset. Itulah mengapa saya cenderung memilih lokasi Krakatau sebagai pusat pengamatan, karena nyaris tak ada yang mengganggu di horizonnya. Namun soal ini bisa kita diskusikan lagi.

Kemudian langsung ke teknisnya. Jika lokasi pengamatan sudah dimantapkan, kemudian teknisnya bagaimana? Maksud saya, kita ngumpulnya dimana (di Jakarta) ? Terus berangkat jam berapa dan pakai apa ? Dan yang tak kalah pentingnya, pembiayaan per orang jatuhnya berapa ? Harapan saya, semoga sih kita bisa berangkat Minggu pagi, sehingga Minggu sore sudah ada di Lampung dan bisa menyempatkan diri untuk orientasi dan malamnya dilanjutkan dengan Star Party. Dan jika berangkatnya Minggu pagi, mungkin bisa dilakukan setelah jam 7, ya itung2 memberi kesempatan saya (dan pak Mutoha) untuk melakukan observasi hilaal tua alias the waning crescent dulu.

Soal rencana mengajak media, baru mbak Dani Mijarto dari Warta Kota yang memberikan lampu hijau. Piye dengan yang lain-lain? Pak Mutoha kalo ndak salah ada kontak dengan mereka yang di Detik.com sama KOMPAS. Mungkin bisa dihubungi lagi ?

Demikian dulu, perkembangan berikutnya mohon untuk selalu dikomunikasikan.

Salam,





#814 From: Hanief Trihantoro <hanief.trihantoro@...>
Date: Sat Jan 10, 2009 1:14 pm
Subject: GMC 20090126
hanief.triha...
Send Email Send Email
 
Dua peristiwa gerhana Bulan sudah pernah saya bahas, yaitu gerhana Bulan total pada Agustus 2007 dan gerhana Bulan sebagian pada Agustus 2008. Kali ini saya akan membahas gerhana Matahari yang akan terjadi dalam waktu dekat ini, yaitu Gerhana Matahari Cincin (GMC) tanggal 26 Januari 2009.

Lebih lengkapnya baca di Weblog Astronomi Berbahasa Indonesia

NB. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali

----------
Salam,
 
 
Hanief Trihantoro Wasito
 
----------
janganlah lihat siapa yang berbicara, tetapi dengarlah apa yang dibicarakan


#815 From: Hanief Trihantoro <hanief.trihantoro@...>
Date: Sat Jan 10, 2009 10:53 am
Subject: Salam Kenal
hanief.triha...
Send Email Send Email
 
salam kenal, saya member milis baru nih. semoga kita bisa saling belajar :-)

saya tertarik astronomi karena dulu ini adalah ilmu yang terunik di indonesia. sekarang, saya suka untuk berbagi info kepada orang lain, demi astronomi indonesia yang lebih baik.

----------
Salam,
 
 
Hanief Trihantoro Wasito
 
----------
janganlah lihat siapa yang berbicara, tetapi dengarlah apa yang dibicarakan


#816 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Mon Jan 12, 2009 1:44 am
Subject: Fw: Catastrophic Coincidence: Second Ever Example Of Contemporaneous Meteorite Impact And Flood Volcanism Discovered
marufins
Send Email Send Email
 
Satu lagi kejadian tumbukan benda langit dan vulkanisme basalt yang koinsidens waktunya. Dan baru berlangsung "kemarin sore' (30 juta tahun silam), bandingkan dengan kejadian tumbukan yang membentuk kawah Chicxulub dan banjir lava basal di Dekan yang muncul 65 juta tahun silam. Dan yang membedakannnya lagi, pembentukan Struktur Logoisk (diameter 17 km) dengan vulkanisme basalt Afro Arabia di Yaman pada 30 juta tahun silam ini 'hanya' menyemburkan 30 milyar ton gas sulfurdioksida, belum seberapa dibandingkan massa 8.000 milyar ton gas SO2 yang disemburkan Chicxulub (diameter asli 300 km) dan vulkanisme Dekan pada 65 juta tahun silam, event yang diyakini menghasilkan peristiwa pemusnahan massal dimana 75 % populasi makhluk hidup tersapu dari muka Bumi, termasuk kadal raksasa alias dinosaurus.

Dan satu lagi yang membedakan, bila kejadian 65 juta tahun silam berada dalam sistem podal-antipodal planet Bumi (silahkan direkonstruksikan posisi Kawah Chicxulub dan pusat semburan banjir lava basalt Dataran Tinggi Dekan pada 65 juta tahun silam, maka akan kita dapatkan kawah raksasa produk tumbukan benda langit berdiameter minimal 10 km tersebut tepat berada di titik lawan (antipodal) pusat banjir lava basalt Dekan dalam globe Bumi), Struktur Logoisk dengan pusat vulkanisme basalt Afro Arabia tidaklah demikian. Sehingga tidak jelas benar apakah tumbukan Logoisk yang memicu aktivitas vulkanisme basalt Afro Arabia, atapun meningkatkan intensitas aliran lava dari mantel Bumi. Sebagai pembanding, dalam kejadian 65 juta tahun silam, aktivitas vulkanisme basalt di Dataran Tinggi Dekan telah berlangsung lebih dulu dibanding kejadian tumbukan Chicxulub. Namun tumbukan benda langit tersebut menghasilkan gelombang seismik cukup kuat yang di titik antipodal kawah tumbukan terkumpul (terfokuskan) kembali dan memanaskan lapisan selubung Bumi setempat secara adiabatik, sehingga meningkatkan aliran keluar lava basalt di Dataran Tinggi Dekan. Volume banjir lava basalt kian membesar ketika -- ini masih hipotesis -- di dekat pusat semburan lava ini pun terbentuk kawah tumbukan raksasa berdiameter 600 km (!) yang kita kenal sebagai Struktur Shiva.

So, inilah mekanisme pemusnahan massal itu. Ketika komet/meteor raksasa (dengan diameter minmal 10 km) jatuh membentur permukaan Bumi, gelombang seismik yang diproduksinya cukup kuat untuk terfokuskan kembali pada titik antipodalnya, dan memicu aktivitas vulkanisme areal berupa banjir lava basalt di sana. Kombinasi emisi gas CO2 dan SO2 yang dihembuskan dari kedua peristiwa tersebut, disamping debu2 vulkanik dan mikrotektit produk tumbukan yang menggelapkan atmosfer, itulah yang mengiamatkan kehidupan di permukaan Bumi, sebagaimana terjadi pada 250 juta tahun silam dan 65 juta tahun silam.

Salam,


Ma'rufin


----- Forwarded Message ----
Subject: Catastrophic Coincidence: Second Ever Example Of Contemporaneous Meteorite Impact And Flood Volcanism Discovered

Catastrophic Coincidence: Second Ever Example Of Contemporaneous Meteorite Impact And Flood Volcanism Discovered

ScienceDaily (Jan. 7, 2009) — Scientists have discovered only the second example of a meteorite impact that occurred at the same time as massive volcanic activity, in research published in the Journal of the Geological Society the week of Jan 12. The first time such a coincidence was observed, at the Cretaceous-Tertiary boundary, was the catastrophic event thought to be responsible for the extinction of the dinosaurs, 65 million years ago.

This new event, uncovered after the 17 km diameter Logoisk impact structure in Belarus was precisely dated, is thought to have taken place around 30 million years ago. The crater was dated using argon isotopes, and found to have occurred at a similar time to a period of massive volcanism known as the Afro-Arabian flood volcanism, which started in NW Yemen at around 30.9 Mya, and SW Yemen at around 29.0 Mya.

The impact also coincides broadly with a period of sudden global cooling and sea level fluctuation. The researchers, led by Sarah Sherlock at the Open University, argue that massive volcanic eruptions and meteorite impacts are likely to have coincided much more frequently than has previously been thought, but because the preservation of impact craters on Earth is poor much of the evidence for these coincidences is lost.

The relationships between meteorite impact craters, volcanism and changes in climate is a subject of much debate among scientists. Prior to the study, only one example of an impact coinciding with volcanism had been found: the Chicxulub and Boltysh impacts and the Deccan Traps flood volcanism, all of which occurred at the Cretaceous-Tertiary boundary. In 2002, the discovery of their coincidence with a global mass extinction led to debate over the causative links between meteorite impacts, volcanism and mass extinction events, and fuelled the search for more impacts at stratigraphic boundaries.

Unlike the Cretaceous-Tertiary event, the combination of the Logoisk impact and the Afro-Arabain flood volcanism does not seem to have caused an extinction event. The researchers suggest that the reason for this may be that the magnitude of the event was not sufficiently large in comparison. Whilst the Chicxulub crater associated with the extinction of the dinosaurs measures 170km in diameter and the Deccan Traps released around (2-4) x106 km3 of lava, in comparison the Logoisk impact structure measures 17km across and the Afro-Arabian flood volcanism is around 1.2 x106 km3 in volume.

As a result, the effects of each event were likely to have been very different. At the Cretaceous-Tertiary boundary, it is thought that one of the deadly effects was the release of sulphur dioxide, either as acid rain or in the stratosphere, where it would have prevented heat from reaching the earth and caused massive global cooling. Around 8000 billion tons of SO2 are thought to have been released by the volcanism and meteorite impact. In comparison, the Logoisk impact and the Afro-Arabian volcanism are thought to have contributed only 30 billion tons of SO2.

Meteorite impact craters are extremely difficult to date, but an understanding of their age and frequency is crucial to attempts to control the number of future impacts, as well as understanding the links between impacts and other catastrophic events such as large volcanic eruptions and mass extinctions. Around 90% of the Earth's record of meteorite impacts is lost, and the researchers argue that coincidences between impacts and flood volcanism are far from rare. They suggest that, for every incidence of flood volcanism, at least one crater the size of Logoisk is likely to form, although few such coincidences are likely to be on a scale grand enough to bring about an extinction event comparable with that which destroyed the dinosaurs.



The Geological Society of London (2009, January 7). Catastrophic Coincidence: Second Ever Example Of Contemporaneous Meteorite Impact And Flood Volcanism Discovered. ScienceDaily. Retrieved January 7, 2009, from http://www.scienced aily.com­ /releases/2009/ 01/090107085320. htm

Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! News

Odd News

You won't believe

it, but it's true

Get in Shape

on Yahoo! Groups

Find a buddy

and lose weight.

Yahoo! Groups

w/ John McEnroe

Join the All-Bran

Day 10 Club.

.



Messages 787 - 816 of 998   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright © 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines NEW - Help