Skip to search.

Breaking News Visit Yahoo! News for the latest.

×Close this window

jogja_astroclub · Jogja Astro Club (JAC)

The Yahoo! Groups Product Blog

Check it out!

Group Information

  • Members: 287
  • Category: Amateur
  • Founded: Jul 5, 2005
  • Language: Indonesian
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Message search is now enhanced, find messages faster. Take it for a spin.

Messages

Advanced
Messages Help
Messages 837 - 866 of 998   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Messages: Show Message Summaries Sort by Date ^  
#837 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Tue Mar 24, 2009 4:17 pm
Subject: Hilaal Tua Rabiul Awwal dan Hilaal Rabiuts Tsani 1430 H
marufins
Send Email Send Email
 
Assalamu'alaikum..

Sekedar mengingatkan, konjungsi akan terjadi pada Kamis malam 26 Maret mendatang jam 23:06 WIB. So pada saat Shubuh 26 Maret dan 25 Maret, kita berkesempatan menyaksikan hilaal tua lunasi Rabiul Awwal 1430 H di langit timur menjelang Matahari terbit. Dan pada saat Maghrib 27 dan 28 Maret 2009, pasca Matahari terbenam, kita juga berkesempatan untuk menyaksikn hilaal lunasi Rabiuts Tsani 1430 H di langit barat. Tentu saja bila langit memungkinkan.

Berikut ada simulasi posisi dan bentuknya, baik untuk hilaal maupun hilaal tua. Ya ini diperoleh dengan spreadsheet Hilaal 1.1, bagian dari update Hilaal 1.0 yang pernah saya paparkan sebelumnya, dengan melakukan perbaikan pada algoritma yang digunakan (diubah dari algoritma Qureshi ke Jean Meeus), penambahan delta T, penambahan faktor kerendahan ufuk dan macem2 lainnya. Namun karena masih ada sedikit problem pada spreadsheet ini, maka mohon maaf bentuk utuhnya belum bisa saya tampilkan. Hanya bisa bentuk outputnya saja, yang protected with password.

Sebagai patokan dalam spreadsheet ini, digunakan koordinat pusat kota Yogyakarta. Namun pada dasarnya jika diterapkan di kota2 lainnya di Indonesia, hasilnya tidak akan berbeda jauh (khususnya untuk kawasan zona waktu WIB dan WITA).

Dan mohon fokus untuk senja 28 Maret (untuk hilaal) dan fajar 26 Maret (untuk hilaal tua), mengingat pada saat itu elemen Bulan dan Matahari memiliki posisi yang kritis menurut kriteria RHI. Jika pada kesempatan itu baik hilaal maupun hilaal tua bisa dilihat, maka kita bisa (kembali) mengupgrade kriteria RHI ini.

Akhir kata, selamat mengamati, dan mohon jika berhasil mengobservasi (alias ada laporan visibilitas positif), harap disharing di milis ini, atau hubungi saya di 0817-727-823

Wassalamu'alaikum...


Ma'rufin


#838 From: ar sugeng riyadi <ar_sugeng_riyadi@...>
Date: Wed Mar 25, 2009 9:09 am
Subject: Re: [[ JAC ]] Hilaal Tua Rabiul Awwal dan Hilaal Rabiuts Tsani 1430 H
ar_sugeng_ri...
Send Email Send Email
 
salam,

Terima kasih Pak Ma'rufin, karya yang luar biasa....

Btw, Laporan Rukyah dapat juga disampaikan ke Blog RHI dengan alamat:

http://rukyatulhilal.wordpress.com/laporan/

Jazakallah...

Wassalaam,
Pak AR di Solo
http://rukyatulhilal.wordpress.com/

--- On Tue, 3/24/09, Ma'rufin Sudibyo <marufins@...> wrote:

From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Subject: [[ JAC ]] Hilaal Tua Rabiul Awwal dan Hilaal Rabiuts Tsani 1430 H
To: "Rukyat" <rukyatulhilal@yahoogroups.com>, "Jogja Astroclub" <jogja_astroclub@yahoogroups.com>, "Astro_Semarang" <astronomi_semarang@yahoogroups.com>
Cc: "Rovicky Dwi Putrohari" <rovicky@...>, "Budi Sm" <sm_budiy@...>, "wahyu budi" <wahyubudisetyawan@...>, "Ustad Luqmana" <ustadluqmana@...>, "Ustadz Wahyu" <wahyuiso@...>, "Sulistyowati" <al_ienz@...>, "Ihda" <brother_ihda@...>, "Ismail Fahmi" <ismail_09_11_78@...>, "Falah Faniyah" <ge_taq@...>, "M. Fahrudin" <mfhrdnsw03@...>, "Pak Sofwan Jannah" <sofwanjanah@...>, "Dr. Thomas Djamaluddin" <t_djamal@...>, "Dr. Moedji Raharto" <moedji@...>, "KH Ahmad Izzudin" <ppdnsmg@...>, "KH Ahmad Izzudin" <prodi_falak@...>, "Marwadi STAIN Pwt" <marwadi_2005@...>, "Iffah" <a.iffah@...>, "Sri Utami" <uut_khan@...>
Date: Tuesday, March 24, 2009, 11:17 AM

Assalamu'alaikum. .

Sekedar mengingatkan, konjungsi akan terjadi pada Kamis malam 26 Maret mendatang jam 23:06 WIB. So pada saat Shubuh 26 Maret dan 25 Maret, kita berkesempatan menyaksikan hilaal tua lunasi Rabiul Awwal 1430 H di langit timur menjelang Matahari terbit. Dan pada saat Maghrib 27 dan 28 Maret 2009, pasca Matahari terbenam, kita juga berkesempatan untuk menyaksikn hilaal lunasi Rabiuts Tsani 1430 H di langit barat. Tentu saja bila langit memungkinkan.

Berikut ada simulasi posisi dan bentuknya, baik untuk hilaal maupun hilaal tua. Ya ini diperoleh dengan spreadsheet Hilaal 1.1, bagian dari update Hilaal 1.0 yang pernah saya paparkan sebelumnya, dengan melakukan perbaikan pada algoritma yang digunakan (diubah dari algoritma Qureshi ke Jean Meeus), penambahan delta T, penambahan faktor kerendahan ufuk dan macem2 lainnya. Namun karena masih ada sedikit problem pada spreadsheet ini, maka mohon maaf bentuk utuhnya belum bisa saya tampilkan. Hanya bisa bentuk outputnya saja, yang protected with password.

Sebagai patokan dalam spreadsheet ini, digunakan koordinat pusat kota Yogyakarta. Namun pada dasarnya jika diterapkan di kota2 lainnya di Indonesia, hasilnya tidak akan berbeda jauh (khususnya untuk kawasan zona waktu WIB dan WITA).

Dan mohon fokus untuk senja 28 Maret (untuk hilaal) dan fajar 26 Maret (untuk hilaal tua), mengingat pada saat itu elemen Bulan dan Matahari memiliki posisi yang kritis menurut kriteria RHI. Jika pada kesempatan itu baik hilaal maupun hilaal tua bisa dilihat, maka kita bisa (kembali) mengupgrade kriteria RHI ini.

Akhir kata, selamat mengamati, dan mohon jika berhasil mengobservasi (alias ada laporan visibilitas positif), harap disharing di milis ini, atau hubungi saya di 0817-727-823

Wassalamu'alaikum. ..


Ma'rufin



#839 From: farouq ageng <uqi_agen@...>
Date: Wed Mar 25, 2009 6:23 am
Subject: Re: [[ JAC ]] Hilaal Tua Rabiul Awwal dan Hilaal Rabiuts Tsani 1430 H
uqi_agen
Send Email Send Email
 


waalaikumsalam...
maaf pak kenapa yach,saya sulit memahami email yang bpk berikan.
karena saya orang yang sangat awam sekali mengenai hal ini. bisa dijelaskan dengan lebih mudah difahami dan adakah manfaat yang dapat kita ambil dari melihat hilal itu pak?



#840 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Mon Mar 30, 2009 2:38 pm
Subject: Resume Hilal Tua R-Awal dan Hilal Muda R-Akhir 1430 H
marufins
Send Email Send Email
 
Terima kasih untuk semua laporannya. Dari semua laporan yang masuk, bisa disimpulkan bahwa tidak ada yang bisa mengamati hilaal tua Rabiul Awwal 1430 H pada Shubuh 26 Maret 2009. Demikian juga, tidak ada yang bisa mengamati hilaal Rabiuts Tsani 1430 H pada Maghrib 27 Maret 2009 lalu. Masalah ketidakterlihatan baik hilaal maupun hilaal tua, sejauh ini bisa disimpulkan bahwa problem cuaca, dimana terdapat awan rendah menggantung di horizon, menjadi faktor utama.

Titik2 pengamatan untuk observasi hilaal dan hilaal tua kemarin adalah di Pelabuhan Ratu (Jawa Barat), Bogor (Jawa Barat), Nias (Sumut), Cirebon (Jawa Barat) dan Yogyakarta (DIY). Sejauh ini belum ada laporan masuk dari Jawa Timur, khususnya dari pak Abdoel Moeid di Balai Rukyat Condrodipo Gresik, ataupun pak Fikrizuhara Muzakkin di Lamongan.

Dengan ini saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pengamat yang telah berpartisipasi, mulai dari pak Ismail Fahmi, mas Noviar Firdaus, mas Yhonny Siregar, juga pak AR Sugeng Riyadi. Semoga kita dapat melakukannya lebih baik lagi dalam observasi 29 hari mendatang.

Salam,


Ma'rufin


From: noviar firdaus <noviar.firdaus@...>
To: rukyatulhilal@yahoogroups.com
Sent: Monday, March 30, 2009 8:31:30 AM
Subject: Re: [ RHI ] Hilal Tua R-Awal dan Hilal Muda R-Akhir = NOT SEEN

Salam,


Demikian pula dari wilayah Nias Selatan, di kecamatan Lolowau maupun di kecamatan Teluk Dalam,
di kedua lokasi tersebut gagal dilakukan rukyah karena faktor cuaca. hujan merata di seluruh daerah Nias Selatan.

Wassalam,

Noviar dari Nias Selatan




2009/3/29 AR Sugeng Riyadi <ar_sugeng_riyadi@ yahoo.com>

Salam,

Hilal Akhir R-Awal dan Hilal Awal R-Akhir, dua-duanya GAGAL terlihat di wilayah Surakarta dan Klaten.

Faktor utama adalah cuaca yang berawan dan hujan saat rukyah dan lokasi/posisi Hilal tertutup awan yg cukup tebal.

Semoga di lokasi lain ada yang bisa melihatnya.

Wassalaam...

Pak AR di Solo




#841 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Tue Mar 31, 2009 3:44 am
Subject: Re: Informasi
marufins
Send Email Send Email
 
Blackhole bisa "menguap" dan hilang sebenarnya tidak mengherankan mas. Itu bisa terjadi karena, meski blackhole adalah obyek eksotik di jagat raya ini, tingkah lakunya tetap memenuhi beberapa hukum fisika seperti hukum kekekalan massa dan energi serta asas ketidakpastian Heisenberg.

Memang blackhole itu bisa membesar, terutama jika ia terus menerus menyerap massa bintang2 yang ada disekelilingnya dan memilinnya dalam sebuah pusaran raksasa yang panas sebelum kemudian ditelan si lubang hitam itu. Dan proses penyerapan ini banyak diamati terjadi di berbagai titik di jagat raya ini, utamanya di pusat-pusat galaksi yang aktif alias AGN (active galactic nuclei), sebagaimana diungkap oleh Teleskop Chandra. Namun jika proses penyerapan ini terus menerus terjadi, secara langsung blackhole melanggar hukum kekekalan massa dan energi. Sehingga memang "harus" ada aliran energi yang juga memancar keluar dari blackhole menuju ke lingkungan disekitarnya.

Persoalan ini menjadi bahan kajian yang menarik bagi Stephen Hawking dan Roger Penrose, sehingga akhirnya mereka menelurkan konsep entropi lubang hitam yang populer itu, sebagai tanda bahwa memang ada aliran energi yang memancar keluar dari lubang hitam. Dan fisika kuantum menunjukkan, aliran energi itu bisa terjadi karena adanya fluktuasi kuantum di ruang vakum yang berbatasan dengan horizon peristiwa lubang hitam, dimana proses produksi pasangan dan anihilasi di sini terganggu oleh kehadiran horizon peristiwa, sehingga produksi pasangan kemudian tak diikuti dengan anihilasi (pemusnahan materi). Materi yang terbentuk dari produksi pasangan ini berupa partikel gamma yang akan dilejitkan menjauh dari horizon peristiwa, sementara antipartikelnya (antigamma) akan jatuh ke dalam lubang hitam. Pacaran partikel gamma ini yang kemudian dikenal sebagai "Radiasi Hawking". Nah karena blackhole juga memancarkan radiasi, secara otomatis massanya akan menyusut (jika tak ada pertambahan massa didalamnya) sehingga pada satu saat ia akan lenyap alias "menguap".

Ada persamaan yang diderivasikan Hawking tentang radiasi Hawking ini, baik dalam bentuk dayanya (energi persatuan waktu) maupun umur rata-rata blackhole-nya akibat emisi radiasi Hawking, silahkan dilihat di Wikipedia. Secara garis besar bisa ditarik kesimpulan, makin rendah massa sebuah blackhole, makin tinggi intensitas radiasi Hawkingnya sehingga makin rendah pula umur rata-ratanya. Sehingga pada sebuah microblackhole misalnya (yang massanya setara dengan massa proton), umur rata-ratanya berada dalam orde pikodetik. Inilah alasan kuat mengapa aktivitas Large Hadron Collider itu, andaikata ia menghasilkan microblackhole, tidak berdampak pada situasi Bumi.

Salam,


Ma'rufin


From: Antonius guntorojati <guntorojati_ireng@...>
To: astronomi_indonesia@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, March 31, 2009 12:53:24 AM
Subject: Re: [astronomi_indonesia] Re: Informasi

saya malah lebih heran lagi..ada yang bilang black hole bisa menguap dan hilang


From: resti vurwarin <restiv@gmail. com>
To: astronomi_indonesia @yahoogroups. com
Sent: Monday, March 30, 2009 12:39:14 PM
Subject: Re: [astronomi_indonesi a] Re: Informasi

dan blackhole bisa terus membesar katanya ya?

2009/3/30 mahapatihgadjahmada <mahapatihgadjahmada @rocketmail. com>

Yang terjadi adalah tata surya tempat kita hidup akan tersedot dan masuk ke dalam black hole tersebut. Dengan kata lain itu adalah "kiamat" dan sebagai akhir kehidupan di bumi. Tentu saja awal dari kehidupan setelah dunia ini. Hehe.
Tapi makasih buat infonya.

Hormat saya,

karang

* Pesan asli *
Dari:
orichalc_of_ moon@yahoo. com
Terkirim:
16:29:41
28 Mar 2009
Ke:
astronomi_indonesia @yahoogroups. com
Subjek:
[astronomi_indonesi a] Re: Informasi tentang black hole


> Black hole adalah fenomena antariksa yang menurut saya paling menarik > dan paling spektakuler. Tidak ada yang menandinginya, tak terkecuali.
> Buat temen-temen yang punya informasi apapun tentang black hole, baik
> buku, foto, majalah dan sebagainya, mohon informasinya untuk saya.
> Demikian, terimakasih.

Saya pernah menulis sedikit di blog saya mengenai efek dari sebuah black hole kalau dia bergerak melewati tata surya kita :

http://orimath. blogspot. com/2008/ 01/effect- of-black- hole-passing- by-our.html

http://orimath. blogspot. com/2008/ 01/effect- of-black- hole-passing- by-our_14. html

Semoga bisa membantu,

Fendy

> karang.






#842 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Tue Mar 31, 2009 4:09 am
Subject: Re: Si Gitung buang hajat mengeluarkan 90 Ton TNT ! Kecepatan air+lumpurnya mampu mencapai 70 Km/jam !
marufins
Send Email Send Email
 
Ya betul. Tsunami besar produk gempa megathrust Sumatra-Andaman 26 Desember 2004 yang menyerbu kota Banda Aceh itu memang "hanya" memiliki kecepatan 50 - 60 km/jam, merujuk penelitiannya Costas Synolakis, George Plaffke dan konco-konconya yang mendasarkan diri pada rekaman video amatir tentang masuknya tsunami ke Banda Aceh dan dilengkapi dengan survei lapangan yang detil. Begitupun, tsunami yang menyerbu Banda Aceh itu 2 kali lipat lebih cepat dari kelakuan tsunami pada umumnya saat menyerbu daratan, dimana pada tsunami2 lainnya rata-rata kecepatan mereka "hanyalah" 20 - 30 km/jam. Ini kecepatan pas masuk ke daratan, jadi harap dibedakan dengan kecepatan tsunami di laut dalam yang masih mematuhi persamaan Huygens, yang bisa mencapai 700 km/jam untuk kedalaman 4.000 meter. Tsunami aceh bisa dua kali lipat lebih cepat di daratan karena adanya "efek pelumasan", disamping kondisi jalan2 Banda Aceh yang konsentris mengarah ke pusat kota sehingga menjadi jalan tol bagi air untuk meluncur.

Bobolnya tanggul Si Gintung kemarin, secara kasar, melepaskan energi yang setara dengan 90 ton TNT. Dalam fisika bahan peledak, 1 ton TNT dideskripsikan sama dengan 4,184 Giga Joule atau 1 Giga Kalori. Energi 90 ton TNT ini jika dibandingkan setara dengan energi ledakan 90 butir bom besi Mk-10 yang biasa dipasang di sayap-sayap F-16. So, kerusakan yang diakibatkan oleh Situ Gintung bisa lah diibaratkan seperti pengeboman beruntun (carpet bombing) pada daerah sepanjang 2 km dengan 90 butir bom Mk-10 secara bersamaan. Ini memang "tidak seberapa" jika misalnya kita bandingkan dengan energi yang dilepaskan tsunami Aceh, yang bisa mencapai 15 megaton TNT alias 750 kali lipat lebih dahsyat ketimbang bom Hiroshima. Namun aliran air dan lumpur Situ Gintung terjadi di daerah yang sangat terlokalisir dan sempit, sehingga dampaknya memang luar biasa, menyamai tsunami Aceh 2004 silam.

Salam,


Ma'rufin


From: Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@...>
To: Serba_KL Serba_KL <serba-KL@googlegroups.com>; Milis IAGI-net <iagi-net@...>; Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia <forum@...>; kampung-ugm@yahoogroups.com; geologiugm@googlegroups.com; org mg <muhammadiyah_society@yahoogroups.com>; Forum Pembaca Kompas <Forum-Pembaca-Kompas@yahoogroups.com>; Astronomi Indonesia <astronomi_indonesia@yahoogroups.com>; "pedulibencana@yahoogroups.com" <pedulibencana@yahoogroups.com>
Sent: Monday, March 30, 2009 4:32:18 PM
Subject: [astronomi_indonesia] Si Gitung buang hajat mengeluarkan 90 Ton TNT ! Kecepatan air+lumpurnya mampu mencapai 70 Km/jam !

Tsunami yang  menyerbu kota Banda Aceh hanya pada kecepatan sekitar 50 - 60 km/jam.
Silahkan kalau pingin tahu detailnya silahkan klik disini  .

Rovicky



#843 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Sun Apr 5, 2009 4:46 pm
Subject: Re: Si Gitung buang hajat mengeluarkan 90 Ton TNT ! Kecepatan air+lumpurnya mampu mencapai 70 Km/jam !
marufins
Send Email Send Email
 
Itu bukan potret tsunami. Foto2 itu lebuih menunjukkan gelombang alun biasa yang ketinggiannya ekstrim alias dikenal sebagai swell. Salah satu foto itu (yang gelombang masuk ke sungai) diambil di Cina, sementara satunya lagi saya ndak begitu paham.

Foto tentang tsunami yang original, salah satunya, ada seperti saya lampirkan di sini. Diambil pada 17 Juli 2006 di PLTU Cilacap (oleh staff PLTU sana) dan kemudian dijadikan bahan analisis oleh sejumlah pakar tsunami. Dari foto ini kemudian bisa diketahui bahwa tsunami yang menerjang PLTU Cilacap itu mempunyai ketinggian 3 m, angka yang jauh di bawah normal ketimbang daerah2 di sekitar Cilacap (seperti pantai Teluk Penyu dan Pangandaran) akibat adanya efek perlindungan dari Pulau Nusakambangan. Sebagai gambaran, pantai Permisan di selatan Nusakambangan saja (yang jadi tempat latihannya Kopassus itu) pada saat yang sama mengalami terjangan tsunami setinggi 21 m. Dari sisi magnitude-nya, secara kuantitatif tsunami 17 Juli 2006 yang menyerbu pantai selatan Pulau Jawa memang mempunyai magnitude menyamai tsunami besar yang menyerbu Aceh dalam gempa megathrust Sumatra-Andaman 26 Desember 2004 (yakni sama-sama mempunyai 8,9 Mt), meski magnitude gempanya sangat jauh berbeda (7,7 Mw pada 17 Juli 2006 vs 9,15 Mw pada 26 Desember 2004).

Dari foto ini juga nampak salah satu beda tsunami dengan gelombang biasa. Tsunami memiliki panjang gelombang sangat besar, sehingga periodenya pun besar dan ketika sampai di pantai, permukaan tsunami nampak "datar". Panjang gelombang tsunami berkali-kali lipat lebih besar ketimbang kedalaman laut yang dilintasinya, sehingga ia merupakan gelombang koheren, yang mengalami susut energi sangat kecil sepanjang perjalanannya sehingga membawa daya rusak yang sangat besar ketika mentransfer semua kandungan energinya saat tiba di pantai. Gelombang biasa ataupun swell tidak punya kemampuan seperti itu.

Salam,


Ma'rufin



From: suryadi hanif liasa <sur_1952@...>
To: banyumas@yahoogroups.com
Sent: Thursday, April 2, 2009 5:37:45 AM
Subject: Re: [banyumasan] Re: Si Gitung buang hajat mengeluarkan 90 Ton TNT ! Kecepatan air+lumpurnya mampu mencapai 70 Km/jam !

sing kaya kiye potreké  sing jenenge tsunami apa?


From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@yahoo. com>
To: astronomi_indonesia @yahoogroups. com; Jogja Astroclub <jogja_astroclub@ yahoogroups. com>; Forum Pembaca Kompas <forum-pembaca- kompas@yahoogrou ps.com>; Fisika <fisika_indonesia@ yahoogroups. com>
Cc: Alumni SMA 1 Kebumen <smunsakbm@yahoogrou ps.com>; Kebumen <kebumen@yahoogroups .com>; banyumas@yahoogroup s.com; Shalahuddin <shalahuddinugm@ yahoogroups. com>; Rukyat <rukyatulhilal@ yahoogroups. com>; Sulistyowati <al_ienz@yahoo. co.id>; Marwadi STAIN Pwt <marwadi_2005@ yahoo.com>; M. Fahrudin <mfhrdnsw03@gmail. com>; Ayah Abdillah H <abdillahh@gmail. com>
Sent: Tuesday, March 31, 2009 11:09:22 AM
Subject: [banyumasan] Re: Si Gitung buang hajat mengeluarkan 90 Ton TNT ! Kecepatan air+lumpurnya mampu mencapai 70 Km/jam !

Ya betul. Tsunami besar produk gempa megathrust Sumatra-Andaman 26 Desember 2004 yang menyerbu kota Banda Aceh itu memang "hanya" memiliki kecepatan 50 - 60 km/jam, merujuk penelitiannya Costas Synolakis, George Plaffke dan konco-konconya yang mendasarkan diri pada rekaman video amatir tentang masuknya tsunami ke Banda Aceh dan dilengkapi dengan survei lapangan yang detil. Begitupun, tsunami yang menyerbu Banda Aceh itu 2 kali lipat lebih cepat dari kelakuan tsunami pada umumnya saat menyerbu daratan, dimana pada tsunami2 lainnya rata-rata kecepatan mereka "hanyalah" 20 - 30 km/jam. Ini kecepatan pas masuk ke daratan, jadi harap dibedakan dengan kecepatan tsunami di laut dalam yang masih mematuhi persamaan Huygens, yang bisa mencapai 700 km/jam untuk kedalaman 4.000 meter. Tsunami aceh bisa dua kali lipat lebih cepat di daratan karena adanya "efek pelumasan", disamping kondisi jalan2 Banda Aceh yang konsentris mengarah ke pusat kota sehingga menjadi jalan tol bagi air untuk meluncur.

Bobolnya tanggul Si Gintung kemarin, secara kasar, melepaskan energi yang setara dengan 90 ton TNT. Dalam fisika bahan peledak, 1 ton TNT dideskripsikan sama dengan 4,184 Giga Joule atau 1 Giga Kalori. Energi 90 ton TNT ini jika dibandingkan setara dengan energi ledakan 90 butir bom besi Mk-10 yang biasa dipasang di sayap-sayap F-16. So, kerusakan yang diakibatkan oleh Situ Gintung bisa lah diibaratkan seperti pengeboman beruntun (carpet bombing) pada daerah sepanjang 2 km dengan 90 butir bom Mk-10 secara bersamaan. Ini memang "tidak seberapa" jika misalnya kita bandingkan dengan energi yang dilepaskan tsunami Aceh, yang bisa mencapai 15 megaton TNT alias 750 kali lipat lebih dahsyat ketimbang bom Hiroshima. Namun aliran air dan lumpur Situ Gintung terjadi di daerah yang sangat terlokalisir dan sempit, sehingga dampaknya memang luar biasa, menyamai tsunami Aceh 2004 silam.

Salam,


Ma'rufin


From: Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@Gmail. com>
To: Serba_KL Serba_KL <serba-KL@googlegrou ps.com>; Milis IAGI-net <iagi-net@iagi. or.id>; Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia <forum@.... id>; kampung-ugm@ yahoogroups. com; geologiugm@googlegr oups.com; org mg <muhammadiyah_ society@yahoogro ups.com>; Forum Pembaca Kompas <Forum-Pembaca- Kompas@yahoogrou ps.com>; Astronomi Indonesia <astronomi_indonesia @yahoogroups. com>; "pedulibencana@ yahoogroups. com" <pedulibencana@ yahoogroups. com>
Sent: Monday, March 30, 2009 4:32:18 PM
Subject: [astronomi_indonesi a] Si Gitung buang hajat mengeluarkan 90 Ton TNT ! Kecepatan air+lumpurnya mampu mencapai 70 Km/jam !

Tsunami yang  menyerbu kota Banda Aceh hanya pada kecepatan sekitar 50 - 60 km/jam.
Silahkan kalau pingin tahu detailnya silahkan klik disini  .

Rovicky





#844 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Mon Apr 6, 2009 1:22 am
Subject: Fw:200 Masjid di Makkah Tidak Menghadap Kiblat
marufins
Send Email Send Email
 
Saya teruskan beritanya, utuh tuh, tanpa dipotong ataupun diedit. Mohon untuk diconfirm khususnya pada rekan2 yang memang saat ini sedang ada di tanah suci/Timur Tengah, seperti pak Nidlol Masyhud dkk.

Jika memang ini benar adanya, problem arah kiblat ternyata bukan cuma hanya di Indonesia saja. Di Jawa tengah saja, seperti dituliskan ustadz kita KH Ahmad Izzudin, ada situasi dimana 70 % masjid yang ada memiliki arah kiblat yang tidak tepat.

Memang agak ironi. Aljabar dan trigonometri adalah temuan ilmuwan Islam, "makanan sehari-hari" para ulama Islam sejak masa silam. Dengan aljabar dan trigonometri, sebenarnya tak susah lagi menetapkan arah kiblat di suatu tempat dan sekaligus melaksanakan pengukurannya. Namun, menurut saya, inilah tantangannya, bagaimana melakukan pengukuran dengan benar di lapangan, menyampaikan hasil2nya kepada masyarakat dan sekaligus mengedukasi publik agar tidak terjadi situasi dimana ada pihak yang merasa "tersakiti", yang terjadi semata-mata hanya karena ketidakpahaman atas duduk perkara yang sebenarnya.

Btw, Rasydul Qiblat masih ada 50-an hari lagi. Mari bersiap-siap, publikasi, training (jika bisa melaksanakan training) dll kegiatan yang menunjang.

Btw lagi, jika di kubah2 Masjidil Haram itu dipasang sinar laser yang dipancarkan menyebar keluar kota Makkah hingga jangkauan beberapa km itu, wah alangkah mengagumkannya. Suatu gambaran tentang arah kiblat yang nyata di atas kepala. Ada yang punya ide untuk meneruskannya ke Kedubes Saudi :) ?

Salam,


Ma'rufin

----- Forwarded Message ----
From: Agus Hamonangan <agushamonangan@...>
To: Forum-Pembaca-Kompas@yahoogroups.com
Sent: Sunday, April 5, 2009 2:34:30 PM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] 200 Masjid di Makkah Tidak Menghadap Kiblat

http://internasiona l.kompas. com/read/ xml/2009/ 04/06/03114971/ 200.Masjid. di.Makkah. Tidak.Menghadap. Kiblat.

MAKKAH,KOMPAS. com-Beberapa laporan dari Arab Saudi menyebutkan sekitar 200 masjid di kota suci Makkah tidak menghadap ke arah kiblat.

Surat kabar Saudi Gazette melaporkan, Minggu (5/4), orang-orang yang melihat ke bawah dari atas gedung-gedung tinggi yang baru di Makkah menemukan, mihrab di banyak masjid tua Makkah tidak mengarah langsung ke Kabah.

Saat menunaikan shalat, warga Muslim sedapat mungkin menghadap ke Kabah, bahkan kalau diperlukan, bisa menggunakan kompas khusus untuk mencari arah kiblat itu. Kabah tersebut terletak di tengah Masjidil Haram di Makkah.

Wartawan BBC Sebastian Usher mengatakan pihak berwenang belakangan melakukan pembangunan kembali kawasan di dan sekitar Masjidil Haram. Tetapi masjid-masjid lama di Makkah tetap dipertahankan keberadaannya. Kini bila dilihat dari gedung-gedung tinggi yang baru, sejumlah warga menemukan lokasi mihrab di sebagian masjid tersebut tidak tepat arah.

Pada saat masjid-masjid tersebut dibangun, digunakan perkiraan kasar arah kiblat karena saat itu belum ada alat yang akurat. Sebagian warga mengatakan ibadah mereka mungkin tidak sah. Namun, seorang pejabat Arab Saudi mengatakan ibadah shalat mereka tidak akan terpengaruh. Sebagian orang menyarankan sinar laser dipancarkan dari kubah Masjidil Haram untuk menunjukkan arah kiblat yang tepat.

ONO
Sumber : BBC



#845 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Tue Apr 7, 2009 1:01 am
Subject: Re: Fw:200 Masjid di Makkah Tidak Menghadap Kiblat
marufins
Send Email Send Email
 
Berikut adalah tanggapan dari pak T. Djamaluddin. Hatur nuwun pak Djamal..

Salam,


Ma'rufin

Catatan :

Saya juga pernah mengalami hal yang sama. Ketika pengukuran sudah dilangsungkan, dengan dua cara (kompas magnetik dan bayangan Matahari), ditambah dengan pembuktian lewat qiblalocator, ternyata masih teramat sulit juga untuk menjelaskan kepada jama'ah masjid yang bersangkutan yang pada saat iu sudah terbelah menjadi dua kubu, antara yang menerima dan yang menolak penetapan arah kiblat yang "baru" di dalam Masjid, yang konsekuensinya membuat masjid digaris-garis shaff baru yang miring 25 derajat dari arahnya semula. Dua kubu itu memiliki ulama/kiai pendukungnya masing-masing. Dari sini saya belajar bahwa dalam persoalan arah kiblat, yang penting bukan hanya bagaimana melaksanakan pengukuran, namun juga bagaimana memahami permasalahan sosiologis yang ada di jama'ah masjid yang bersangkutan dan bagaimana melakukan pendekatan persuasif berbasis kondisi sosiologis setempat. Setelah dilakukan pendekatan personal, dari hati ke hati alias "nguwongake" masing-masing ulama/kiai yang berperan dalam masjid tersebut dengan bantaun dari MUI dan KUA setempat, akhirnya disepakati untuk melakukan pengukuran ulang pada hari Rasydul Qiblat dan menerima apapun hasilnya. Alhamdulillah masalah kemudian selesai.



From: T. Djamaluddin <t_djamal@...>
To: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Sent: Monday, April 6, 2009 10:41:27 AM
Subject: Re: Fw:200 Masjid di Makkah Tidak Menghadap Kiblat

Assalamu'alaikum wr. wb.,

Ibadah itu didasarkan pada keyakinan. Saat masjid itu dibangun,
orang-orang yakin (berdasarkan pengetahuan saat itu) bahwa arahnya benar
ke masjidil haram. Kalau sampai saat ini pun mereka masih yakin, ibadah
orang yang shalat di sana tetap sah. Kalau sudah tahu arahnya menyimpang,
mereka tetap pada kesalahannya, baru dikatakan ridak sah.

Arah mihrab yang disimpulkan dari bangunan fisik belum tentu menunjukkan
salahnya arah kiblat. Bisa jadi, sebagian mereka sudah mengubah arah
kiblat di dalamnya dengan merevisi garis saf. Hal yang mirip pernah saya
lihat di Bukittinggi. Ada teman menyampaikan kepada saya bahwa masjid di
dekat pasar bawah (bila dilihat dari pasar atas) arahnya menyimpang dari
masjid dekat pasar atas. Saat berkunjung ke sama, arahnya saya ukur.
Benar, arah bangunan masjidnya menyimpang. Tetapi ketika saya cek ke
dalam, garis safnya telah diubah menyesuaikan arah kiblat yang benar.

Jadi, jangan cepat-cepat menyimpulkan arah kiblat keliru dari melihat
bentuk bangunan fisiknya. Dan hal yang penting juga, jangan sampai
menganggap tidak sah orang yang shalat di sana, tanpa mendengarkan
keyakinan mereka.

Wassalamu'alaikum wr. wb.,

T. Djamal

******************************************************************
Hidup ini adalah perjuangan lahir batin dengan iman, ilmu dan amal.
Matahari telah terbit.
Hari ini adalah hari perjuangan dengan semangat baru.
Majulah! Majulah! Majulah!
******************************************************************
Dokumentasi T. Djamaluddin : http://t-djamaluddin.spaces.live.com/
******************************************************************

On Mon, April 6, 2009 8:22 am, Ma'rufin Sudibyo wrote:
> Saya teruskan beritanya, utuh tuh, tanpa dipotong ataupun diedit. Mohon
> untuk diconfirm khususnya pada rekan2 yang memang saat ini sedang ada di
> tanah suci/Timur Tengah, seperti pak Nidlol Masyhud dkk.
>
> Jika memang ini benar adanya, problem arah kiblat ternyata bukan cuma
> hanya di Indonesia saja. Di Jawa tengah saja, seperti dituliskan ustadz
> kita KH Ahmad Izzudin, ada situasi dimana 70 % masjid yang ada memiliki
> arah kiblat yang tidak tepat.
>
> Memang agak ironi. Aljabar dan trigonometri adalah temuan ilmuwan Islam,
> "makanan sehari-hari" para ulama Islam sejak masa silam. Dengan aljabar
> dan trigonometri, sebenarnya tak susah lagi menetapkan arah kiblat di
> suatu tempat dan sekaligus melaksanakan pengukurannya. Namun, menurut
> saya, inilah tantangannya, bagaimana melakukan pengukuran dengan benar di
> lapangan, menyampaikan hasil2nya kepada masyarakat dan sekaligus
> mengedukasi publik agar tidak terjadi situasi dimana ada pihak yang merasa
> "tersakiti", yang terjadi semata-mata hanya karena ketidakpahaman atas
> duduk perkara yang sebenarnya.
>
> Btw, Rasydul Qiblat masih ada 50-an hari lagi. Mari bersiap-siap,
> publikasi, training (jika bisa melaksanakan training) dll kegiatan yang
> menunjang.
>
> Btw lagi, jika di kubah2 Masjidil Haram itu dipasang sinar laser yang
> dipancarkan menyebar keluar kota Makkah hingga jangkauan beberapa km itu,
> wah alangkah mengagumkannya. Suatu gambaran tentang arah kiblat yang nyata
> di atas kepala. Ada yang punya ide untuk meneruskannya ke Kedubes Saudi :)
> ?
>
> Salam,
>
>
> Ma'rufin
>
>
>
> ----- Forwarded Message ----
> From: Agus Hamonangan <agushamonangan@...>
> To: Forum-Pembaca-Kompas@yahoogroups.com
> Sent: Sunday, April 5, 2009 2:34:30 PM
> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] 200 Masjid di Makkah Tidak Menghadap
> Kiblat
>
>
> http://internasiona l.kompas. com/read/ xml/2009/ 04/06/03114971/
> 200.Masjid. di.Makkah. Tidak.Menghadap. Kiblat.
>
> MAKKAH,KOMPAS. com-Beberapa laporan dari Arab Saudi menyebutkan sekitar
> 200 masjid di kota suci Makkah tidak menghadap ke arah kiblat.
>
> Surat kabar Saudi Gazette melaporkan, Minggu (5/4), orang-orang yang
> melihat ke bawah dari atas gedung-gedung tinggi yang baru di Makkah
> menemukan, mihrab di banyak masjid tua Makkah tidak mengarah langsung ke
> Kabah.
>
> Saat menunaikan shalat, warga Muslim sedapat mungkin menghadap ke Kabah,
> bahkan kalau diperlukan, bisa menggunakan kompas khusus untuk mencari arah
> kiblat itu. Kabah tersebut terletak di tengah Masjidil Haram di Makkah.
>
> Wartawan BBC Sebastian Usher mengatakan pihak berwenang belakangan
> melakukan pembangunan kembali kawasan di dan sekitar Masjidil Haram.
> Tetapi masjid-masjid lama di Makkah tetap dipertahankan keberadaannya.
> Kini bila dilihat dari gedung-gedung tinggi yang baru, sejumlah warga
> menemukan lokasi mihrab di sebagian masjid tersebut tidak tepat arah.
>
> Pada saat masjid-masjid tersebut dibangun, digunakan perkiraan kasar arah
> kiblat karena saat itu belum ada alat yang akurat. Sebagian warga
> mengatakan ibadah mereka mungkin tidak sah. Namun, seorang pejabat Arab
> Saudi mengatakan ibadah shalat mereka tidak akan terpengaruh. Sebagian
> orang menyarankan sinar laser dipancarkan dari kubah Masjidil Haram untuk
> menunjukkan arah kiblat yang tepat.
>
> ONO
> Sumber : BBC
>
>
>
>
>
>




#846 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Tue Apr 14, 2009 6:38 am
Subject: Re: masjid saudi tak pas hadap kiblat?
marufins
Send Email Send Email
 
Ya pada intinya kita musti ingat :

  1. Kota Makkah itu secara topografis berada di sebuah cekungan (depresi) yang disusun oleh batuan beku produk aktivitas zona retakan Makkah-Madinah-Nufud, sehingga sulit untuk mengambil orientasi arah ke Ka'bah secara langsung (bukan ke Masjidil Haram-nya lho) bagi bangunan2 masjid yang didirikan diluar cekungan. Mungkin secara kasar bisa sja diambil orientasi arah ke Masjidil Haram, namun harap diingat bahwa menghadapkan arah bangunan ke Masjidil Haram tidak otomatis membuat masjid di sekitar Makkah tidak tepat menghadap ke Ka'bah.
  2. Untuk konteks kota Makkah, panduan arah ke Ka'bah dalam setting waktu seabad silam hanya bisa dilakukan dengan kompas magnetik. Penggunaan bayangan Matahari, atau yang lebih populer lagi seperti waktu Istiwa' Azzam (dimana Matahari tepat berada di atas Ka'bah), tidak bisa digunakan di Makkah karena justru pada saat itu kedudukan Matahari tepat berada di titik zenith dan tepat pada saat transit, sehingga bayangan yang dihasilkannya sangat sedikit atau malah tidak ada (ini mirip2 dengan bayangan Matahari yang menghilang pada saat equinoks 21 Maret dan 22 September tiap tahun di Pontianak).
  3. Jika menggunakan kompas magnetik, maka kompas terbaik sekalipun pada satu abad silam masih memiliki deklinasi magnetik -2 derajat terhadap true north berdasarkan World Magnetic Model punya NOAA. Artinya, sebagus-bagusnya kompas tersebut, maka arah yang ditunjukkannya masih melenceng sejauh minimal 2 derajat dari arah titik utara sejati. Jika kualitas kompasnya lebih rendah, tentu saja arah penyimpangannya akan lebih besar.
  4. Dengan tanah yang tersusun dari batuan beku, secara geologis Makkah banyak mengandung mineral besi, yang bagi kompas magnetik merupakan salah satu "musuh" karena kemampuannya membelokkan garis-garis gaya magnet Bumi sehingga akan ada tambahan penyimpangan terhadap deklinasi magnetik yang sudah ada.
  5. Yang juga jarang diperhitungkan, harus dicatat, setiap pengukuran (apapun instrumennya) selalu dihinggapi problem akurasi pengukuran. Dan dalam konteks pengukuran arah kiblat, makin mudah metodenya membawa implikasi pada makin kecilnya akurasi. Sehingga metode kompas magnetik, sebagai metod yang paling mudah, selalu memiliki akurasi lebih kecil. Metode bayangan Matahari yang sedikit lebih sulit, selalu memiliki akurasi +/- 0,5 derajat. Dan metode posisi bintang (metode tersulit), selalu memiliki akurasi terbesar. Memang fiqih menghendaki hasil yang seakurat mungkin, namun ilmu pengetahuan hanya sanggup menelurkan sejumlah metode dngan akurasinya masing-masing. Pada titik ini sebaiknya hal itu dipahami, terlebih lagi hal ini juga tidak melanggar kaidah ushul fiqih yang sudah ada.

Yang sudah saya dapatkan (secara sekilas) :
  1. Beberapa masjid bersejarah, seperti Masjid Qiblatain dan Masjid Quba (di Madinah), menunjukkan adanya selisih antara arah bangunan dengan arah kiblat dalam range 3 derajat jika dilihat dengan Qibla Locator. Ini memang musti diteliti lebih lanjut di lapangan, karena belum tentu penyimpangan itu real (mengingat citra satelit pun bisa memperlihatkan kesan seolah-olah menyimpang atau seolah-olah lurus, bergantung kepada sudut pemotretan citra). Kalopun itu real, simpangan 3 derajat jika dibandingkan dengan nilai deklinasi magnetik seabad lalu yang 2 derajat, menunjukkan arah bangunan masjid itu sudah mengarah ke kiblat dalam batas kesalahan pengukuran pada saat itu.
  2. Untuk masjid di sekitar Makkah seperti Masjid Namirah (di Padang Arafah), qibla locator menunjukkan simpangan 1 derajat. Demikian pula dengan Masjid al-Khaif di Mina (sebagai catatan, masjid Khaif ini merupakan masjid tertua ketiga di dunia setelah Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa). Ini menunjukkan arah bangunan masjid sudah mengarah ke Ka'bah sesuai dengan batas kesalahan pengukuran saat itu. Sebagai pembanding, di Mina pula, ada masjid (baru) berupa Masjid al-Quwwaitin, yang dari bentuk bangunannya kelihatan baru saja dibangun, namun lewat qibla locator nampak jelas bahwa simpangannya sekitar 5 derajat.

Epilog :
Dalam konteks seabad silam, tentu saja kita tidak bisa mengait-ngaitkan pengukuran arah kiblat dengan berbasis GPS, mengingat teknologi ini baru muncul pada 1980-an dan baru digunakan secara luas di kalangan sipil sejak 1990-an, artinya baru 20an tahun berada di tangan kita. Dan posisi Makkah dapatlah diibaratkan seperti kutub utara dalam bola Bumi. Kita yang berada jauh dari kutub bisa saja dengan mudah menentukan arah menggunakan kompas, namun merek yang berada di lingkaran kutub tidaklah mungkin menggunakan kompas biasa sebagai pemandu arah. Demikian pula saudara2 kita di Makkah. Metode bayangan Matahari jelas sulit digunakan di sini, sementara kompas magnetik, dengan deklinasi magnetik saat ini + 2 derajat, juga tak kalah menyulitkannya. Dengan demikian memang dibutuhkan sebuah metode baru yang lebih cocok untuk daerah seperti Makkah dan sekitarnya ini.

Salam,


Ma'rufin


From: Ryan HS <mds.ryan@...>
To: t_djamal@...
Cc: Herry.Sudjono <herry@...>; Ahmad Fahmi Syahab <fahmisyahab@...>; djasld@...; r.zubir@...; achmad.muzamil@...; agus.rintoko@...; amahmud@...; amir.fisabilillah@...; dhani_darma@...; imanudin@...; mulyadi.bahar@...; nova@...; rafdianr@...; saidi@...; ruslan.kailani@...; chardo@...; abdulrahmanriza@...; fitri.apb@...; marufins@...
Sent: Wednesday, April 8, 2009 9:25:40 AM
Subject: Re: masjid saudi tak pas hadap kiblat?

Alaykummusalam...

Jumlah 200 saya fikir adalah sebuah kesalahan yang sangat terorganisir..

Kita harus kembali kemasa awal pembangunan 200 masjid tersebut baru bisa melakukan telaah ilmiah penyebab melencengnya arah kiblat.

apakah saat dibangun sudah ada gedung berlantai 30an kah disekitar ka'bah.. ataukah jarak pandang tidak terhalang sama sekali..

perhatikan kalimat salah seorang ulama saudi (wahaby) yang mengatakan tidak masalah melenceng kiblatnya.

Bukankah ini berbenturan dengan Hadith Rasulillah Saww ; " melenceng sedikit dari kiblat (visualisasi) maka sholatnya tidak akan pernah diterima"

ketika seseorang beamali syariat (Sholat) - Fundamental, dibutuhkan Ilmu yang ahsan tuk bisa memahami seluruh sendi Fiqh, bukan sekedar berkhusnudzon. Bila kesalahan hanya -5 masjid bisa saja pasal itu diberlakukan, namun dalam kesalahan 100 more, saya fikir ada yang salah dalam metode pengajaran fiqh di saudi.

Bandingkan dengan riwayat bahwa Rasul saww pernah melarang membangun gedung lebih tinggi, karena ada seorang sahabat yang membangun rumah lebih tinggi dari tetangganya dikarenakan menghalangi sirkulasi udara, lalu perhatikan bagaimana baitul haram 'terjepit' diantara gedung gedung.

Dari 200 masjid tersebut, kebanyakan adalah masjid tua yang mungkin kehadiran kompas atau pun gps belum ada, perhatikan juga bagaimana Nabawi dibangun, apakah pelencengan nabawi melebihi batas derajat kebolehan ataukah kurang dari batas tersebut...?

Semoga ada penjelasan ilmiyah dan bukan sekedar khusnudzon dalam pembangunan.

Kiranya manusia dilarang berqiyas dalam beribadah kepadaNYA AWJ... ijtihad adalah membuat syariat tandingan, Inilah pokok pembahasan dimana manusia bila telah meninggalkan Imam Zamannya maka hanya sikap 'berlaku nabi' pada diri mereka yang akan mereka ambil... (baca ijtihad) Sesiapa berijtihad dalam Syariat, maka bersiaplah mempertanggung jawabkan 'qiyas syariatnya' dimahkamah ALLAH AWJ...

Ijtihad dalam sosial kemasyarakatan sangat dianjurkan namun dalam hablum minallah tidak diperkenankan..

~ sekedar pendapat al faqir

Wasalam...


2009/4/7 T. Djamaluddin <t_djamal@...>
Assalamu'alaikum wr. wb.,

Sengaja dilencengkan? Tolong jangan berprasangka sebelum tahu apa yang
sesungguhnya menjadi penyebab dan apa yang sesungguhnya ada di dalam
masjid (arah kiblat di dalam masjid).
Teman-teman komunitas 'hisab-rukyat' mengupayakan untuk mensosialisasikan
arah kiblat yang benar tanpa prasangka. Kalau pun nyatanya terjadi
penyimpangan, kita yakini itu adalah 'ijtihad' para pendahulu yang
membangun masjid itu. Bisa jadi keterbatasan informasi dan ilmu
menyebabkan ketidaktepatan.

Apakah masjid haram terlihat dari jauh (secara horizontal, bukan dari atas
bangunan tinggi)? Belum tentu. Banyaknya bangunan di sekitar masjidil
haram menghalangi untuk menentukan arah yang benar. Jangan dikira mudah
menentukan arah jarak dekat seperti itu. Tanpa bantuan alat sulit
menentukan arahnya. Kita dari Indonesia mudah menghitung arah Mekkah lalu
kita bisa menentukan arah kiblat dengan menggunakan kompas (setelah
memasukkan koreksi penyimpangan magnetik) atau menggunakan azimut
matahari. Tetapi, di lingkungan dekat masjidil haram, arah matahari dan
kompas tidak mungkin digunakan, harus menggunakan pengamatan visual
(padahal sudah banyak penghalang). Dengan GPS? Mungkin, tetapi harus
diingat juga faktor kesalahannya bila menggunakan GPS single frequency.
Dengan google Earth juga bisa. Tetapi kita harus mengingat juga ketika
masjid-masjid itu dibangun, saya yakin alat bantu penentuan arah belum
mereka gunakan, hanya didasarkan pada "ijtihad" mereka, perkiraan arah.

Mari kita husnudzhan, berprasangka baik.

Wassalamu'alaikum wr. wb.,

T. Djamal

******************************************************************
Hidup ini adalah perjuangan lahir batin dengan iman, ilmu dan amal.
Matahari telah terbit.
Hari ini adalah hari perjuangan dengan semangat baru.
Majulah! Majulah! Majulah!
******************************************************************
Dokumentasi T. Djamaluddin : http://t-djamaluddin.spaces.live.com/
******************************************************************

On Tue, April 7, 2009 12:39 pm, Ryan HS wrote:
> Keyakinan akan posisi Kiblat (kabah) tidak bisa disandarkan pada hati
> saja,
> bila secara visual terlihat Kiblat dan di ketahui Arah pasti,
> pembangunannya
> harus menuju kesana.
>
> Sungguh menggelikan, masjid masjid yang dibangun di sekitar kabah ternyata
> arahnya sengaja di lencengkan demi estetika dan di kaburkan dengan
> pemahaman
> arah didalam yang menuju kiblat. sebuah keanehan yang sangat dipaksakan
> masuk akal.
>
> kecuali orang orang perancang masjid disana bahlul dan tidak faham arah
> kiblat alasan pelencengan bolehlah dipaksakan kepada para alim.
>
> Masjid adalah salah satu tempat syiar sebagai fungsi luasnya, bila secara
> zahir dia telah 'dilencengkan' dari Kiblat yang asli maka boleh jadi
> syiarnya pun 'penuh pelencengan'
>
> hatta didalamnya dikatakan 'diarahkan' ke kiblat, apakah orang non muslim
> yang hanya boleh melihat dari luar masjid saja diharuskan masuk masjid tuk
> di tularkan ilmu islam tentang arah kiblat..?
>
> weis salah ga mau ngaku lalu mencari pembenaran...
> typical manusia....
>
> 2009/4/7 Herry.Sudjono <herry@...>
>
>>
>> ------------------------------
>> *From:* T. Djamaluddin <t_djamal@...>
>> *To:* Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
>> ***Sent:* Monday, April 6, 2009 10:41:27 AM
>> *Subject:* Re: Fw:200 Masjid di Makkah Tidak Menghadap Kiblat
>>
>> Assalamu'alaikum wr. wb.,
>>
>> Ibadah itu didasarkan pada keyakinan. Saat masjid itu dibangun,
>> orang-orang yakin (berdasarkan pengetahuan saat itu) bahwa arahnya benar
>> ke masjidil haram. Kalau sampai saat ini pun mereka masih yakin, ibadah
>> orang yang shalat di sana tetap sah. Kalau sudah tahu arahnya
>> menyimpang,
>> mereka tetap pada kesalahannya, baru dikatakan ridak sah.
>>
>> Arah mihrab yang disimpulkan dari bangunan fisik belum tentu menunjukkan
>> salahnya arah kiblat. Bisa jadi, sebagian mereka sudah mengubah arah
>> kiblat di dalamnya dengan merevisi garis saf. Hal yang mirip pernah saya
>> lihat di Bukittinggi. Ada teman menyampaikan kepada saya bahwa masjid di
>> dekat pasar bawah (bila dilihat dari pasar atas) arahnya menyimpang dari
>> masjid dekat pasar atas. Saat berkunjung ke sama, arahnya saya ukur.
>> Benar, arah bangunan masjidnya menyimpang. Tetapi ketika saya cek ke
>> dalam, garis safnya telah diubah menyesuaikan arah kiblat yang benar.
>>
>> Jadi, jangan cepat-cepat menyimpulkan arah kiblat keliru dari melihat
>> bentuk bangunan fisiknya. Dan hal yang penting juga, jangan sampai
>> menganggap tidak sah orang yang shalat di sana, tanpa mendengarkan
>> keyakinan mereka.
>>
>> Wassalamu'alaikum wr. wb.,
>>
>> T. Djamal
>>
>>
>>
>> ----- Original Message -----
>> R. J. Fitri (APB) <fitri@...> ; rara.dewi@...
>> *Sent:* Monday, April 06, 2009 2:07 PM
>> *Subject:* masjid saudi tak pas hadap kiblat?
>>
>>
>>
>>
>
>
> --
> Muta'allim ala Sabili al Najat
>





--
Muta'allim ala Sabili al Najat


#847 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Wed Apr 15, 2009 3:18 am
Subject: Re: Ancaman Bencana Akibat Badai Matahari pada 2012
marufins
Send Email Send Email
 
Yup. Ini badai geomagnet yang menghasilkan arus listrik induksi eksesif hingga ribuan ampere pada sistem interkoneksi kelistrikan Ontario Hydro, sehingga menyebabkan sejumlah trafo mereka terbakar dan akhibatnya ya oglangan deh (blackout) selama 9 jam itu. Guncangan magnetik badai sekitar seperempat Carrington event, alias di sekitar 400 nT.

Selain itu, badai Matahari lain yang masuk ke dalam catatan ada pada Januari 1994, yang merusak 2 satelit komunikasi Anik milik Canada akibat digempur elektron-elektron energetik dari Matahari. Satu satelit bisa pulih dalam beberapa jam, namun satelit lainnya baru terpulihkan 6 bulan kemudian. Total kerugian akibat lumpuhnya satelit ini disebut mencapai US $ 50 - 70 juta. Patut juga dicatat badai Matahari Januari 2005, yang berpotensi mengakibatkan blackout di frekuensi HF radio pesawat, sehingga penerbangan United Airlines 26 terpaksa dialihkan menghindari rute polar (kutub) yang biasa dilaluinya. Demikian juga badai Matahari Oktober - November 2003 yang mengganggu kinerja instrumen WAAS berbasis GPS milik otoritas penerbangan AS (FAA) selama 30 jam.

Sepakat dengan mas Tri, badai geomagnet ini akan lebih banyak diderita penduduk Bumi yang dekat2 lingkar kutub seperti AS, Canada, dan Eropa. Untuk prediksi event 2012 itu, pada Mei 2008 silam Dewan Riset Nasional-nya AS telah menyelenggarakan workshop di Washington DC dan dari sanalah muncul istilah populer "Katrina space weather", yang kemudian banyak disalahartikan itu. Workshop ini menyebut adanya potensi blackout kelistrikan di AS dimana lebih dari 350 trafo listrik diperkirakan akan menderita kerusakan permanen yang membuat 130 juta orang akan hidup dalam kegelapan selama beberapa waktu, dengan asumsi badai Matahari-nya sebesar Carrington event 1859. Potensi kerugian yang akan diderita diperkirakan sebesar US $ 1 - 2 trilyun dengan waktu pemulihan mencapai 4 - 10 tahun. Ini hanya di AS dan bisa dipahami mengingat listrik sangat vital di sini. Untuk mengantisipasinya telah diusulkan pembentukan jaringan sistem peringatan dini yang mengintegrasikan satelit2 seperti ACE, SOHO dan STEREO milik NASA, GOES dan POES milik NOAA serta penambahan jaringan magnetometer di Bumi dalam jejaring milik USAF. sistem peringatan dini ini diharapkan bisa memberitahukan potensi badai secara cepat (mengingat partikel2 yang diproduksi badai Matahari baru nyampe di Bumi dalam 1 - 2 hari) sehingga bisa dilakukan tindakan2 yang dirasa perlu. Sistem ini membutuhkan dana US $ 6 - 7 juta per tahun. Namun bagaimana kelanjutan usulan ini, belum jelas, terutama setelah masa kepemimpinan Barrack Obama.

Untuk Indonesia, antisipasi badai Matahari itu juga sudah dilakukan Kantor Menristek. Dan secara umum bisa dikatakan, dengan posisi di wilayah ekuator, dampak badai Matahari di Indonesia (andaikata sekuat Carrington event 1859) akan jauh lebih kecil ketimbang yang diderita negara2 dekat lingkar kutub.

Badai Matahari sebenarnya merupakan arus partikel bermuatan yang energetik sehingga bisa menghasilkan arus listrik induksi geomagnet yang mengganggu jaringan kelistrikan dan komunikasi (khususnya komunikasi wireless) di Bumi. Alhamdulillahnya Bumi kita masih punya medan magnet yang cukup kuat, sehingga badai Matahari sedahsyat Carrington event pun belum sanggup menciptakan gangguan atmosferik. Beda dengan Venus. Simulasinya pak Bambang Setiahadi dari Observatorium Matahari Watukosek menunjukkan badai Matahari akan menaikkan suhu atmosfer Venus secara cepat hingga 150 derajat Celcius dari semula. Kenaikan suhu sebesar ini tentunya sudah cukup mampu untuk menghasilkan dinamika atmosferik tak terprediksi di Venus seperti badai tropis ataupun sebangsanya.

Jadi, gak perlu khawatir badai Matahari akan menimbulkan rangkaian badai2 tropis di Bumi. Apalagi mengaitkannya dengan aktivitas Yellowstone Caldera (yang disebut-sebut sebagai supervulkan yang akan bangkit dari tidurnya itu), atau terbelahnya Afrika oleh rentetan gempa, ataupun dengan jatuhnya asteroid raksasa dari langit, seperti yang ditulis Lawrence E Joseph itu (yang bukunya "Kiamat 2012 : Investigasi Akhir Zaman" menjadi dasar penulisan artikel di Kompas itu). Itu "jauh panggang dari api"

Salam,


Ma'rufin



From: Tri Laksmana <trilaksmana@...>
To: astronomi_indonesia@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, April 14, 2009 9:06:37 PM
Subject: Re: [astronomi_indonesia] Re: Ancaman Bencana Akibat Badai Matahari pada 2012

Yang lebih baru lagi adalah badai geomagnetik pada tanggal 13 Maret 1989. Badai geomagnetik ini disebabkan karena adanya Lontaran Massa Koronal (CME, Coronal Mass Ejection) empat hari sebelumnya dari Matahari. Badai pada waktu itu cukup dahsyat dan menyebabkan mati listrik selama 9 jam di seluruh Quebec, Kanada. Bahkan ada terjadi aurora hingga ke Texas.

Seperti sudah beberapa kali disinggung di milis ini, kalaupun badai geomagnetik dahsyat menimpa Bumi, yang harus waspada adalah negara-negara yang paling dekat dengan kutub magnetik Bumi, e.g. negara-negara di Bumi bagian Utara dan Selatan.

Manusia tidak sampai tergoreng kok kalau ada badai semacam ini. Yang akan terganggu adalah pembangkit listrik dan fasilitas komunikasi dan navigasi.

Salam,
-tri-

2009/4/14 Ma'rufin Sudibyo <marufins@yahoo. com>


"Bencana akibat Badai Matahari 2012" ini juga cenderung menyesatkan jika dibaca apa adanya begitu saja. Aliran partikel2 dari Matahari merupakan partikel bermuatan, sehingga sudah barang tentu ia masih bisa dibelokkan oleh medan magnet Bumi. Sehingga janganlah dibayangkan ia akan menghasilkan sesuatu yang dahsyat yang menyapu permukaan Bumi seperti layaknya badai Katrina 2005. Itu cerita yang terlalu dilebih-lebihkan. Apalagi jika kemudian dikait-kaitkan dengan bakal melonjaknya frekuensi kegempaan di dunia, ataupun bangkitnya supervulkan. Itu jauh panggang dari api. Sejauh ini belum ada hubungan empirik yang valid dan reliabel tentang kaitan badai Matahari dengan semua itu.

Jika ingin tahu pengaruh kedahsyatan badai Matahari pada Bumi, lihatlah Carrington event 1859. Badai Matahari yang menghasilkan guncangan magnetik hingga 1.600 nT ini idak berdampak apa2 pada kesehatan manusia Bumi. Ia hanya berdampak pada padamnya sistem telekomunikasi telegraf di AS dan Eropa serta terlihatnya cahaya kutub (aurora) hingga region latitude 8 derajat LS.

Problem utama badai Matahari terhadap Bumi di masa kini lebih pada kemungkinan terganggunya sistem telekomunikasi dan kelistrikan. Itulah yang pernah diperbincangkan di AS dan telah disiapkan sejumlah rencana untuk mengantisipasinya. Namun andaikata satelit2 pada mati, telpon2 terganggu semua dan gardu2 listrik pada kebakar, manusia tetap bisa hidup bukan ? Lha wong nenek moyang kita dulu juga seperti itu..

Salam,


Ma'rufin




#848 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Thu Apr 16, 2009 2:40 pm
Subject: Fw: Satellites Show How Earth Moved During Italy Quake
marufins
Send Email Send Email
 
Luar biasa, gambaran bagaimana Bumi bergetar ketika gelombang gempa sedang menjalar dalam gempa L'Aquila 6,3 skala magnitudo lalu. Gempa yang sama kuatnya dengan yang merontokkan Bantul dan sekitarnya pada 27 Mei 2006 silam dan menelan korban jiwa jauh lebih besar, lebih dari 6.000 jiwa.

Jika diambil sebagai analogi, mungkin saat itu Bantul dan sekitarnya juga bergetar dengan pola seperti ini. Eh nggak terasa gempa-nya sudah hampir tiga tahun berlalu, tapi bekasnya dan lukanya masih tersisa dimana-mana

Salam,


Ma'rufin

----- Forwarded Message ----



An Envisat Advanced Synthetic Aperture Radar (ASAR) interferogram over the L'Aquila area in central Italy showing the deformation pattern caused by the seismic events in early April 2009. This interferogram was generated by Italy's Istituto per il Rilevamento Elettromagnetico dell' Ambiente (IREA-CNR) in Naples, Italy just a few hours after Envisat's acquisition on 12 April 2009. It combines that acquisition with a pre-seismic acquisition on 1 February 2009, with an estimated baseline (separation between the two Envisat orbital positions) of about 154 m. The satellite's right-looking angle is 23 degrees. Each fringe of the interferogram, corresponding to a colour cycle, is equivalent to an Earth surface displacement of 2.8 cm along the satellite direction. (Credit: IREA-C

Satellites Show How Earth Moved During Italy Quake

ScienceDaily (Apr. 15, 2009) — Studying satellite radar data from ESA’s Envisat and the Italian Space Agency’s COSMO-SkyMed, scientists have begun analysing the movement of Earth during and after the 6.3 earthquake that shook the medieval town of L’Aquila in central Italy on 6 April 2009.

Scientists from Italy’s Istituto per il Rilevamento Elettromagnetico dell’ Ambiente (IREA-CNR) and the Istituto Nazionale di Geofisica e Vulcanologia (INGV) are studying Synthetic Aperture Radar (SAR) data from these satellites to map surface deformations after the earthquake and the numerous aftershocks that have followed.  

The scientists are using a technique known as SAR Interferometry (InSAR), a sophisticated version of 'spot the difference'. InSAR involves combining two or more radar images of the same ground location in such a way that very precise measurements – down to a scale of a few millimetres – can be made of any ground motion taking place between image acquisitions.

The InSAR technique merges data acquired before and after the earthquake to generate 'interferogram' images that appear as rainbow-coloured interference patterns. A complete set of coloured bands, called ‘fringes’, represents ground movement relative to the spacecraft of half a wavelength, which is 2.8 cm in the case of Envisat's ASAR.

The first Envisat data, acquired after the earthquake on 12 April, were made immediately available to the scientists.

"We produced an interferogram just a few hours after the Envisat acquisition by combining these data with data acquired before the earthquake on 1 February. We were pleased that we were able to immediately see the pattern of the earthquake," said Riccardo Lanari of IREA-CNR in Naples, Italy.

The Envisat interferogram, as explained by Stefano Salvi from INGV’s Earthquake Remote Sensing Group, shows nine fringes surrounding a maximum displacement area located midway between L’Aquila and Fossa, where the ground moved as much as 25 cm (along a line between the satellite’s orbital position and the earthquake area).

"By using available 3D ground displacements from five GPS location sites around the affected area, we were able to confirm the preliminary results obtained with Envisat data," Salvi said. 

The COSMO-SkyMed constellation, which is currently made up of three satellites, allows for frequent data. This means new interferograms can be calculated every few days.

The COSMO-SkyMed data together with the Envisat data and possibly SAR data from other satellites will ensure a dense sampling of the ground deformation around the L’Aquila area in the next months, which could make this earthquake one of the most covered by SAR Interferometry measurements.

To ensure all scientists are able to contribute to the analysis of the earthquake, ESA is making its Earth observation dataset collected over the L’Aquila area freely accessible with an innovative fast data download mechanism. The dataset will be continuously updated with the newest Envisat acquisitions.


Adapted from materials provided by European Space Agency.

European Space Agency. "Satellites Show How Earth Moved During Italy Quake." ScienceDaily 15 April 2009. 16 April 2009 <http://www.sciencedaily.com­ /releases/2009/ 04/090415120121. htm>.
--
(Gars O'Higgins Station penguins)
http://wiinterrr. blogspot. com/
http://penguinnewst oday.blogspot. com/
http://penguinology .blogspot. com/
(Jackson, TN wx blog)
http://wiinterrrswx .blogspot. com/
>^,,^<  


#849 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Fri Apr 17, 2009 4:15 am
Subject: Re: Satellites Show How Earth Moved During Italy Quake
marufins
Send Email Send Email
 
Wah asyik tenan tadabbur alam di atas formasi Nglanggran. Saya pernah punya pengalaman hampir sama, zaman masih kinyis2, di bukit yang bersebelahan dengan bukit Syeh Bela Belu Parangkusumo. Ngambil air wudlu-nya di bawah, kemudian shalatnya di puncak. Exciting, meski setelah itu hujan deras dan berpetir.

Yup, memang sebaiknya dipandang secara positif. Masa2 pemulihan dan duka sudah usai, dan bergerak ke masa depan yang lebih baik. Sebab banyak yang musti dilakukan, at least ketika kita tahu bahwa gempa yang sama, dalam magnitude yang sama, juga tetep berpotensi akan terjadi dan terulang kembali di masa depan, entah kapanpun waktunya. Tetep optimis menatap, meski memang dalam urusan mitigasi bencana, yang disukai tetaplah pendekatan model pesimistik, yang memunculkan diri dalam skenario kebencanaan dengan berbasis worst case scenario.

Hampir semua jejak gempa mBantul pada benda2 cagar budaya di sana sudah direstorasi, saya kira. Masjid Gede Kotagede sudah dibetulin soko gurunya yang mlintir itu. Makam Pajimatan Imogiri juga sudah direstorasi. Beberapa mesjkid bersejarah (yang tergolong pathok negari) seperti di dekat tempuran Sungai Opak dan Oya itu juga sudah diperbaiki. Demikian pula Prambanan. Satu hal yang cukup mengagumkan bahwa semua itu terjadi dalam tempo yang tergologn singkat (hanya 3 tahun). Kalo pola kehidupan masyarakatnya, saya kira pak Agus lebih tahu tentang ini.

Akhir kata, dari semua ini, semoga Indonesia bisa belajar dari Yogya bagaimana cara menanganibencana.

Salam,


Ma'rufin


From: Hendratno Agus <agushendratno@...>
To: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Cc: Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@...>; Dirmawan <lik_dir@...>; wahyu budi <wahyubudisetyawan@...>; Riyan Triyono <triyono_dkp@...>; Iffah <a.iffah@...>; Jogja Astroclub <jogja_astroclub@yahoogroups.com>; Rukyat <rukyatulhilal@yahoogroups.com>; Peduli Bencana <pedulibencana@yahoogroups.com>; Fisika <fisika_indonesia@yahoogroups.com>; Shalahuddin <shalahuddinugm@yahoogroups.com>
Sent: Friday, April 17, 2009 9:43:55 AM
Subject: Re: Satellites Show How Earth Moved During Italy Quake

yaa..ruarrr biasa..., "tidaklah aku ciptakan semua ini dengan sia-sia....", memang tangkapan interferogram bisa ditangkap secara instan pada saat quake itu menghajar bagian dari kerak bumi...,
tapi kalau bekas dan sisa-sisa dari sisi keilmuan yang related dengan fenomena tsb ya jelas masih ada..., tapi dari sisi sosial dan humanioranya sepertinya mulai menurun (lihatlah dari cara pandang positip). Tadi malam, saya berkumpul dengan komunitas budaya dan masyarakat ndeso di Selopamioro (Imogiri) yang kumpul budaya dari jam 21.00-00.00 untuk dialog dengan Sang Khaliq di atas Formasi Nglanggran nun jauh di atas bukit breksi volkanik di perbukitan Imogiri (rumah-rumah di pereng-pereng bukit yang menurutku juga rawan runtuh, toch tetap adem ayem...), dalam suasana padang mbulan, cerah, dan ratusan masyarakat ndeso di sekitarnya, juga para profesi dan budayawan jogja, tumplek bleg menunjukkan antusias yang tinggi bahwa kejadian gempa bantul yang juga merusakkan sendi-sendi budaya di Imogiri lambat laut mulai dilupakan dan bangkit melihat masa depan yang lebih baik. Lha tenan je...

salam, gus hend


From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
To: Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@...>; Agus Hendratno MT <agushendratno@...>; Dirmawan <lik_dir@...>; wahyu budi <wahyubudisetyawan@...>; Riyan Triyono <triyono_dkp@...>; Iffah <a.iffah@...>
Cc: Jogja Astroclub <jogja_astroclub@yahoogroups.com>; Rukyat <rukyatulhilal@yahoogroups.com>; Peduli Bencana <pedulibencana@yahoogroups.com>; Fisika <fisika_indonesia@yahoogroups.com>; Shalahuddin <shalahuddinugm@yahoogroups.com>
Sent: Thursday, April 16, 2009 9:40:27 PM
Subject: Fw: Satellites Show How Earth Moved During Italy Quake

Luar biasa, gambaran bagaimana Bumi bergetar ketika gelombang gempa sedang menjalar dalam gempa L'Aquila 6,3 skala magnitudo lalu. Gempa yang sama kuatnya dengan yang merontokkan Bantul dan sekitarnya pada 27 Mei 2006 silam dan menelan korban jiwa jauh lebih besar, lebih dari 6.000 jiwa.

Jika diambil sebagai analogi, mungkin saat itu Bantul dan sekitarnya juga bergetar dengan pola seperti ini. Eh nggak terasa gempa-nya sudah hampir tiga tahun berlalu, tapi bekasnya dan lukanya masih tersisa dimana-mana

Salam,


Ma'rufin

----- Forwarded Message ----



An Envisat Advanced Synthetic Aperture Radar (ASAR) interferogram over the L'Aquila area in central Italy showing the deformation pattern caused by the seismic events in early April 2009. This interferogram was generated by Italy's Istituto per il Rilevamento Elettromagnetico dell' Ambiente (IREA-CNR) in Naples, Italy just a few hours after Envisat's acquisition on 12 April 2009. It combines that acquisition with a pre-seismic acquisition on 1 February 2009, with an estimated baseline (separation between the two Envisat orbital positions) of about 154 m. The satellite's right-looking angle is 23 degrees. Each fringe of the interferogram, corresponding to a colour cycle, is equivalent to an Earth surface displacement of 2.8 cm along the satellite direction. (Credit: IREA-C

Satellites Show How Earth Moved During Italy Quake

ScienceDaily (Apr. 15, 2009) — Studying satellite radar data from ESA’s Envisat and the Italian Space Agency’s COSMO-SkyMed, scientists have begun analysing the movement of Earth during and after the 6.3 earthquake that shook the medieval town of L’Aquila in central Italy on 6 April 2009.

Scientists from Italy’s Istituto per il Rilevamento Elettromagnetico dell’ Ambiente (IREA-CNR) and the Istituto Nazionale di Geofisica e Vulcanologia (INGV) are studying Synthetic Aperture Radar (SAR) data from these satellites to map surface deformations after the earthquake and the numerous aftershocks that have followed.  

The scientists are using a technique known as SAR Interferometry (InSAR), a sophisticated version of 'spot the difference'. InSAR involves combining two or more radar images of the same ground location in such a way that very precise measurements – down to a scale of a few millimetres – can be made of any ground motion taking place between image acquisitions.

The InSAR technique merges data acquired before and after the earthquake to generate 'interferogram' images that appear as rainbow-coloured interference patterns. A complete set of coloured bands, called ‘fringes’, represents ground movement relative to the spacecraft of half a wavelength, which is 2.8 cm in the case of Envisat's ASAR.

The first Envisat data, acquired after the earthquake on 12 April, were made immediately available to the scientists.

"We produced an interferogram just a few hours after the Envisat acquisition by combining these data with data acquired before the earthquake on 1 February. We were pleased that we were able to immediately see the pattern of the earthquake," said Riccardo Lanari of IREA-CNR in Naples, Italy.

The Envisat interferogram, as explained by Stefano Salvi from INGV’s Earthquake Remote Sensing Group, shows nine fringes surrounding a maximum displacement area located midway between L’Aquila and Fossa, where the ground moved as much as 25 cm (along a line between the satellite’s orbital position and the earthquake area).

"By using available 3D ground displacements from five GPS location sites around the affected area, we were able to confirm the preliminary results obtained with Envisat data," Salvi said. 

The COSMO-SkyMed constellation, which is currently made up of three satellites, allows for frequent data. This means new interferograms can be calculated every few days.

The COSMO-SkyMed data together with the Envisat data and possibly SAR data from other satellites will ensure a dense sampling of the ground deformation around the L’Aquila area in the next months, which could make this earthquake one of the most covered by SAR Interferometry measurements.

To ensure all scientists are able to contribute to the analysis of the earthquake, ESA is making its Earth observation dataset collected over the L’Aquila area freely accessible with an innovative fast data download mechanism. The dataset will be continuously updated with the newest Envisat acquisitions.


Adapted from materials provided by European Space Agency.

European Space Agency. "Satellites Show How Earth Moved During Italy Quake." ScienceDaily 15 April 2009. 16 April 2009 <http://www.sciencedaily.com­ /releases/2009/ 04/090415120121. htm>.
--
(Gars O'Higgins Station penguins)
http://wiinterrr. blogspot. com/
http://penguinnewst oday.blogspot. com/
http://penguinology .blogspot. com/
(Jackson, TN wx blog)
http://wiinterrrswx .blogspot.. com/
>^,,^<  




#850 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Fri Apr 17, 2009 4:22 am
Subject: Re: Fw: Satellites Show How Earth Moved During Italy Quake
marufins
Send Email Send Email
 
Yup, sangat jarang ada yang real time kayak gini. Mungkin Indonesia, at least BMKG atau LAPAN yang punya kewenangan ngurusin langit, musti mulai memikirkan bagaimana juga jika menggunakan satelit ataupun pesawat terbang (dengan SAR interferometer-nya) sebagai bagian dari mitigasi bencana disamping terus memantapkan jaringan seismometer hingga densitasnya menjadi lebih besar (baca : lebioh rapat).

Durasi gempa di mBantul itu 1 menit nggih, kalo ndak salah, karena pantulan2 gelombang pada sedimen muda Merapi yang mendasari Bantul. Normalnya gempa Mw 6,3 hanya berdurasi 20-an detik. Saya ndak tahu dengan durasi di L'Aquila, mungkin ada informasinya ?  Orang2 bilang, selain durasinya yang diduga lebih pendek, L'Aquila berdiri di atas kompleks batuan melange sehingga mungkin getarannya lebih teredam sehingga menghasilkan intensitas guncangan lebih kecil ketimbang mBantul.

Ndak terasa sudah hampir tiga tahun...

Salam,


Ma'rufin


From: Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@...>
To: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Cc: Agus Hendratno MT <agushendratno@...>; Dirmawan <lik_dir@...>; wahyu budi <wahyubudisetyawan@...>; Riyan Triyono <triyono_dkp@...>; Iffah <a.iffah@...>; Jogja Astroclub <jogja_astroclub@yahoogroups.com>; Rukyat <rukyatulhilal@yahoogroups.com>; Peduli Bencana <pedulibencana@yahoogroups.com>; Fisika <fisika_indonesia@yahoogroups.com>; Shalahuddin <shalahuddinugm@yahoogroups.com>
Sent: Friday, April 17, 2009 8:14:55 AM
Subject: Re: Fw: Satellites Show How Earth Moved During Italy Quake

Menarik gambar olahan dijital saat gempa dari satelite ini.
Btw, kalau dibanding yg di Jogja ya mestinya lebih merusak gempa
mBantul. Polanya aku rasa lebih ruwet dan durasinya lebih lama, karena
ada bouncing atau pantulan-pantulan getaran karena Jogja berada diatas
endapan merapi muda.
Sedangkan jumlah korban di mBantul juga lebih banyak karena 'building
condition' serta kepadatan yang berbeda dng daerah itali.

Salam

RDP

On Thu, Apr 16, 2009 at 10:40 PM, Ma'rufin Sudibyo <marufins@...> wrote:
> Luar biasa, gambaran bagaimana Bumi bergetar ketika gelombang gempa sedang
> menjalar dalam gempa L'Aquila 6,3 skala magnitudo lalu. Gempa yang sama
> kuatnya dengan yang merontokkan Bantul dan sekitarnya pada 27 Mei 2006 silam
> dan menelan korban jiwa jauh lebih besar, lebih dari 6.000 jiwa.
>
> Jika diambil sebagai analogi, mungkin saat itu Bantul dan sekitarnya juga
> bergetar dengan pola seperti ini. Eh nggak terasa gempa-nya sudah hampir
> tiga tahun berlalu, tapi bekasnya dan lukanya masih tersisa dimana-mana
>
> Salam,
>
>
> Ma'rufin
>
> ----- Forwarded Message ----
>
>
>
>
>
> An Envisat Advanced Synthetic Aperture Radar (ASAR) interferogram over the
> L'Aquila area in central Italy showing the deformation pattern caused by the
> seismic events in early April 2009. This interferogram was generated by
> Italy's Istituto per il Rilevamento Elettromagnetico dell' Ambiente
> (IREA-CNR) in Naples, Italy just a few hours after Envisat's acquisition on
> 12 April 2009. It combines that acquisition with a pre-seismic acquisition
> on 1 February 2009, with an estimated baseline (separation between the two
> Envisat orbital positions) of about 154 m. The satellite's right-looking
> angle is 23 degrees. Each fringe of the interferogram, corresponding to a
> colour cycle, is equivalent to an Earth surface displacement of 2.8 cm along
> the satellite direction. (Credit: IREA-C
>
> Satellites Show How Earth Moved During Italy Quake
>
> ScienceDaily (Apr. 15, 2009) — Studying satellite radar data from ESA’s
> Envisat and the Italian Space Agency’s COSMO-SkyMed, scientists have begun
> analysing the movement of Earth during and after the 6.3 earthquake that
> shook the medieval town of L’Aquila in central Italy on 6 April 2009.
>
> Scientists from Italy’s Istituto per il Rilevamento Elettromagnetico dell’
> Ambiente (IREA-CNR) and the Istituto Nazionale di Geofisica e Vulcanologia
> (INGV) are studying Synthetic Aperture Radar (SAR) data from these
> satellites to map surface deformations after the earthquake and the numerous
> aftershocks that have followed.
>
> The scientists are using a technique known as SAR Interferometry (InSAR), a
> sophisticated version of 'spot the difference'. InSAR involves combining two
> or more radar images of the same ground location in such a way that very
> precise measurements – down to a scale of a few millimetres – can be made of
> any ground motion taking place between image acquisitions.
>
> The InSAR technique merges data acquired before and after the earthquake to
> generate 'interferogram' images that appear as rainbow-coloured interference
> patterns. A complete set of coloured bands, called ‘fringes’, represents
> ground movement relative to the spacecraft of half a wavelength, which is
> 2.8 cm in the case of Envisat's ASAR.
>
> The first Envisat data, acquired after the earthquake on 12 April, were made
> immediately available to the scientists.
>
> "We produced an interferogram just a few hours after the Envisat acquisition
> by combining these data with data acquired before the earthquake on 1
> February. We were pleased that we were able to immediately see the pattern
> of the earthquake," said Riccardo Lanari of IREA-CNR in Naples, Italy.
>
> The Envisat interferogram, as explained by Stefano Salvi from INGV’s
> Earthquake Remote Sensing Group, shows nine fringes surrounding a maximum
> displacement area located midway between L’Aquila and Fossa, where the
> ground moved as much as 25 cm (along a line between the satellite’s orbital
> position and the earthquake area).
>
> "By using available 3D ground displacements from five GPS location sites
> around the affected area, we were able to confirm the preliminary results
> obtained with Envisat data," Salvi said.
>
> The COSMO-SkyMed constellation, which is currently made up of three
> satellites, allows for frequent data. This means new interferograms can be
> calculated every few days.
>
> The COSMO-SkyMed data together with the Envisat data and possibly SAR data
> from other satellites will ensure a dense sampling of the ground deformation
> around the L’Aquila area in the next months, which could make this
> earthquake one of the most covered by SAR Interferometry measurements.
>
> To ensure all scientists are able to contribute to the analysis of the
> earthquake, ESA is making its Earth observation dataset collected over the
> L’Aquila area freely accessible with an innovative fast data download
> mechanism. The dataset will be continuously updated with the newest Envisat
> acquisitions.
>
> ________________________________
> Adapted from materials provided by European Space Agency.
> European Space Agency. "Satellites Show How Earth Moved During Italy Quake."
> ScienceDaily 15 April 2009. 16 April 2009 <http://www.sciencedaily.com­
> /releases/2009/ 04/090415120121. htm>.
> --
> (Gars O'Higgins Station penguins)
> http://wiinterrr. blogspot. com/
> http://penguinnewst oday.blogspot. com/
> http://penguinology .blogspot. com/
> (Jackson, TN wx blog)
> http://wiinterrrswx .blogspot. com/
>>^,,^<
>
>



--
Dongeng anget :
http://rovicky.wordpress.com/2009/04/11/skenario-pilpres-2009/


#851 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Fri Apr 17, 2009 4:45 am
Subject: Re: [shalahuddinugm] Makkah
marufins
Send Email Send Email
 
Yup, memang situasi itu hanya terjadi pada musim dingin. Makkah itu terletak tidak jauh dari Garis Balik Utara alias Tropic of Cancer (garis lintang 23 derajat 26 menit 22 detik busur LU), sekitar 200 km di sebelah selatannya, sehingga memang akan mengalami efek yang mengagumkan saat menyaksikan pergerakan semu Matahari telah mencapai garis balik selatan (garis lintang 23 derajat 26 menit 22 detik busur LS) yang terjadi setiap 22 Desember itu.

Singkatnya, pada 22 Desember itu dan hari2 disekitarnya, Makkah akan melihat Matahari hanya memiliki ketinggian maksimum sekitar 45 derajat dari horizon selatan ketika transit terjadi (transit = kondisi saat bayangan dari sinar Matahari tepat mengarah ke utara - selatan sejati). Ini memang beda jika misalnya kita bandingkan dengan situasi di Indonesia, yang terletak di daerah lintang rendah. Jawa misalnya, pada 22 Desember itu masih melihat Matahari setinggi 60an derajat saat transit, sementara pada kondisi sebaliknya (ketika Matahari masih di garis balik utara, yakni pada 21 Juni) ketinggian Matahari80an derajat saat transit.

Kembali ke Makkah. Pada Desember itu, Makkah melihat Matahari terbit di horizon tenggara dan terbenam di horizon barat daya. Jadi tidak tepat arah timur - barat. Jika saat Matahari terbit anda menghadap ke arah Matahari, tentu saja bayangan Matahari akan jatuh di belakang anda. Dan jika posisi ini dipertahankan, maka pada saat terbenam bayangan Matahari jelas akan berada di sisi kiri anda. Ilustrasinya bisa dinumerasikan begini. Ketika Matahari terbit, anda menghadap ke azimuth (katakanlah) 135 derajat, yang berarti melihat ke tenggara. Sehingga bayangan Matahari saat terbit akan jatuh ke azimuth yang berlawanan, yakni ke azimuth 315 derajat alias ke barat laut. Sementara saat terbenam (anggap Matahari terbenam di azimuth 225 derajat atau di sebelah barat daya), bayangannya akan jatuh di azimuth 45 derajat atau mengarah ke timur laut. Dengan posisi anda tetap menghadap ke azimuth 135 derajat, maka jelas terlihat bahwa ada selisih sebesar 90 derajat (tegak lurus) antara anda dan bayangan Mataharisaat terbenam, dimana bayangan Matahari tepat berada di sebelah kiri anda.

Saya ada ilustrasinya, tapi nanti nggih dikirim, buru2 mau Jumatan.

Salam,

Ma'rufin

From: Rinaldo Hasibuan <aldomination@...>
To: shalahuddinugm@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, April 15, 2009 5:23:22 PM
Subject: [shalahuddinugm] Makkah

Jadi ingat waktu di mekkah desember kemarin, ada yang aneh dengan matahari disana,

karena sepanjang hari (walaupun jam 12 tepat) matahari tidak pernah berada tegak lurus diatas kepala, mulai jam 11 siang bayangan akan semakin memendek tapi ketika melewati jam 12 sampai jam 2 siang, ia tidak memendek lagi tapi memutar.

dan arahnya mungkin tidak tepat dari timur ke barat, misalnya kita berdiri di suatu tempat yang terbuka, saat pagi hari matahari terbit, bayangan ada di belakang kita, tapi saat sore hari bayangan akan berbelok ke sebelah kiri kita, bukannya didepan kita.

mungkin kang ma'rufin bisa jelasin nih, masih penasaran kok bisa gitu. Saat itu di mekkah musim dingin, mungkin karena itu ya.




#852 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Wed Apr 22, 2009 1:40 am
Subject: (INFO) Bersiap untuk Pengamatan Hilaal Tua dan Hilaal Jumadil Ula 1430 H
marufins
Send Email Send Email
 
Assalamu'alaikum wrw

Sekedar mengingatkan saja, bahwa konjungsi Bulan - Matahari akan terjadi pada 25 April 2009 pukul 10:23 WIB besok. Dan berikut disampaikan prediksi bentuk dan posisi hilaal (dimana posisi hilaal dinyatakan berdasarkan algoritma Jean Meeus) pada kondisi hilaal dan hilaal tua :

Hilaal tua Rabiuts Tsani 1430 H
Potensi terlihat pada pagi hari (sebelum Matahari terbit) di hari Jumat 24 April 2009, dengan umur Bulan 28,65 jam sebelum konjungsi.

Hilaal Jumadil Ula (Jumadil Awal) 1430 H

Potensi terlihat pada senja hari (setelah Matahari terbenam) di hari Minggu 26 April 2009, dengan umur Bulan 31,1 jam pasca konjungsi.

Dalam lampiran ini (lewat spreadsheet Hilaal 1.1.) disimulasikan posisi dan bentuk hilaal (serta hilaal tua) jika dilihat dari kota Yogyakarta. Namun pada galibnya bentuk dan posisi ini tidak berbeda signifikan untuk titik-titik pengamatan lainnya yang ada di Indonesia.

Kepada segenap pengamat hilaal, perukyat dsb, mohon untuk melakukan pengamatan terhadap hilaal tua pada pagi hari 24 April 2009 dan pengamatan terhadap hilaal pada senja hari 26 April 2009 dari lokasi masing-masing, baik dengan menggunakan mata telanjang (naked eye) maupun alat bantu yang lain (seperti binokuler ataupun teleskop).

Hasilnya, mohon dilaporkan ke dalam forum ini, atau dengan pesan singkat (SMS) ke 0817-727-823 dengan mengandung informasi sekurang-kurangnya :
  1. Waktu saat Matahari tenggelam (untuk hilaal) atau Matahari terbit (untuk hilaal tua) yang teramati dengan sebenarnya (bukan berdasarkan software !).
  2. Waktu saat hilaal mulai nampak (untuk hilaal) atau hilaal tua terakhir kali nampak (untuk hilaal tua) yang teramati dengan sebenarnya (bukan berdasarkan software !), baik dengan mata telanjang maupun dengan alat optik.
  3. Lamanya hilaal / hilaal tua terlihat di langit.
  4. Bentuk hilaal / hilaal tua (apakah miring ke utara/miring ke selatan).

Sebelumnya, kami ucapkan terima kasih atas partisipasinya. Semoga data-data ini bermanfaat untuk memperkuat teori visibilitas yang sudah ada, dan sekaligus bermanfaat sebagai bagian dari ibadah (dalam konteks fardhu kifayah, bagi yang meyakini).

Wassalamu'alaikum wrw


Ma'rufin


#853 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Wed Apr 22, 2009 2:09 pm
Subject: Re:OOT [Trs: mahasiswa kita d bunuh...!!!!!]
marufins
Send Email Send Email
 
Ini sudah banyak beredar di berbagai milis, dan akhirnya banyak juga yang beranggapan ini adalah fakta yang sesungguhnya. Dalam satu milis, bahkan ada yang terkagum-kagum dan mengaitkan kematian David dengan perangkat DSMAC yang kini katanya juga sudah dikembangkan ITB di Dep Elektronya. Padahal teknologi DSMAC (digital scanner multi area correlator) sebenarnya tergolong jadul (karena dikembangkan sejak 30 tahun silam), meski bersama instrumen INS (inertial navigation systems) sempat menjadi tulang punggung utama sistem persenjataan AGM 86 A/B Air Launched Cruise Missile bersama segala jenis variannya (seperti AGM 86 A/C Conventional ALCM maupun BGM-109 Tomahawk Land Attack Missile ataupun BGM-109 B/Tomahawk Antiship Missile). Dengan perkembangan teknologi GPS yang menciptakan presisi jauh lebih tinggi, so DSMAC tidak dibutuhkan lagi.

Dalam milis yang lain lagi malah ada yang berpendapat, David dibunuh karena "keberhasilannya" menemukan proses transfer energi listrik secara wireless, satu hal yang sulit dimengerti karena teknologi itu sudah eksis berpuluh tahun silam dan saat ini dikategorikan tidak layak secara ekonomis karena rugi2 transfer energinya yang besar.

Bener. David adalah salah satu kasus brain drain, orang pinter yang gak begitu diperhatikan oleh bangsanya sendiri. Ada ratusan kasus seperti ini. Namun mengaitkan kematiannya dengan hal2 "ajaib" seperti DSMAC maupun transfer energi wireless, hanya membuat kisah pilu kematiannya (yang harusnya diungkap dengan lebih jelas) menjadi abstrak layaknya sinetron. Dan kisah sinetron yang sama pula yang membuat otak pintar seperti yang dimiliki David menjadi tidak kondusif berkembang di Indonesia.

Salam,


Ma'rufin


From: Tri Laksmana <trilaksmana@...>
To: haaj84@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, April 22, 2009 8:50:41 PM
Subject: Re: [HAAJ] OOT [Trs: mahasiswa kita d bunuh...!!!!!]

Buset, ceritanya dangdut banget. Apa betul ini terjadi? Sumbernya dari mana? Jangan2 cuman fiksi belaka hasil rekaan seorang novelis yang ingin terkenal...

Cheers,
-tri-

2009/4/22 Amanda Nizami <amanda17imhoet@ yahoo.co. uk>




----- Forwarded Message ----
From: Nina Astuty <nina_as03@yahoo. co.id>
To: Ka Ria Qalam Faatihah <alaqia_fatihah@ hotmail.com>; Lutiva Riska Amelia <melnis_28@yahoo. com>; Mba Amsyiah <Amsyiah_Purnamasari @yahoo.com>; Mba Ismi <amanda@eramuslim. com>; Mba Ismi <amanda17imhoet@ yahoo.co. uk>; Ria Aryanti <kd_iya@yahoo. com>; Mba Endang <dwi_ndang@yahoo. com>; tika Yulianti <ticebangetz@ yahoo.com>; Nopi_Nuy <nopiermansyah@ yahoo.co. id>; Nurhasanah <indi_311269@ yahoo.com>; Ruli <luli_sep_87@ yahoo.com>; Mba Rini <rini_mardika07@ yahoo.com>
Sent: Wednesday, 8 April, 2009 9:42:26
Subject: Trs: mahasiswa kita d bunuh...!!!! !



----- Pesan Diteruskan ----
Dari: madie rosai <jronkkids@yahoo. com>
Kepada: "suaip_arjuna@ yahoo.co. id" <suaip_arjuna@ yahoo.co. id>; "fhaizone_smart@ yahoo.com" <fhaizone_smart@ yahoo.com>; "nina_as03@yahoo. com" <nina_as03@yahoo. com>; "tata_polman@ yahoo.co. .id" <tata_polman@ yahoo.co. id>; Ria Aryanti <kd_iya@yahoo. com>
Terkirim: Selasa, 7 April, 2009 19:10:36
Topik: mahasiswa kita d bunuh...!!!! !

 
 
From: Ellen
Sent: Friday, March 27, 2009 9:05 AM

 

Memang agak panjang , but sbg org Indo , wajib di baca !!

pembunuh mahasiswa indonesia sudah dipenjara... ......
>
> Kisah David Hartanto - akhirnya kekejaman Prof. Chan terungkap !!
> Angel adalah mahasiswa kampus Nanyang Technological University, ia adalah angkatan terbaru dalam tahun ajaran baru. Siang itu ia sedang menikmati makan paginya di sekitar halaman kampus,seorang pria duduk disampingnya dengan tersenyum sambil menghapuskan keringatnya dengan handuk kecil yang ia ambil dari tas jinjingnya. Pria berkacamata itu tampak memperhatikan
selembaran kertas yang berisikan beberapa catatan miliknya.
Pria itu begitu terburu-buru membaca kertas itu hingga berterbangan saat angin bertiup kencang, Angel melihat pria itu kewalahan dan mencoba membantu memunggut setiap lembaran ke sisi pria itu. Sambil tersenyum pria
> itu berkata " Terima kasih.."
> " Sama-sama..!"
> " Saya David.. Kamu mahasiswi baru disini ya?"
> " Iya.. Kok tau? Saya Angel..!"
> " Yup.. Tentu saja saya tau! Karena saya sudah menjelang semester akhir..!"
" Wow.. Ga bisa dibayangkan bertapa lamanya kamu belajar disini..Apalagi saya?"
> " Yup.. Membosankan tapi inilah hidup harus dijalanin.. Selama kamu menikmati waktu kamu tidak akan sadar kalau tiba-tiba kamu sudah mau lulus.."
Angel tersenyum lalu bertanya pada pria itu. " Apa kertas yang kamu baca itu..?"
> " Ini adalah bagian-bagian dari skripsi tugas akhir saya.. Mau lihat?"
> " Yup.. Mau dong..!"
> Angel memperhatika susunan kata-kata dan angka yang nyaris saja membuat matanya berkunang-kunang. David tertawa melihat kebingungan itu..
> " Ngomong-ngomong. . Inti dari skripsi kamu tentang apa sih? Ribet saya melihatnya hehehe"
> " Hehehe.. Ini tentang mimpi masa depan saya dan saya harap kelak berguna bagi siapapun?"
> " Wah.. Sebegitu hebatnya..?"
> " Yup.. Kapan-kapan saya akan ceritakan.. Tapi kalau sekarang jangan dulu..!"
> " Hehehe Ok, saya tunggu ya..?"
> " Kamu main Facebook..?"
> " Yup.. Saya ada! Kamu?"
> Mereka dua sahabat baru saling bertukar informasi tentang situs Facebook mereka, David harus berpamitan karena ia harus bertemu dengan Dosen pembimbingnya, Sedangkan Angel kembali ke kelasnya. Rika sahabat
Angel menyambutnya dengan tersenyum, lalu Angel bercerita tentang pertemuannya dengan seorang seniornya di taman tadi, begitu terkejutnya Angel ketika tau bahwa pria itu adalah salah satu jawara Olimpiade pendidikan.
" Terang saja dia begitu yakin bahwa ia akan menciptakan sebuah penemuan besar ?" ujar Angel dalam hati.
Pertemuan itu tidak begitu saja berakhir, Angel dan David saling berkomunikasi via mesengger dan Facebook. David sosok yang supel, bersahabat dan kocak tapi ia terkadang bisa menjadi orang yang serius bila sedang mengerjakan sesuatu, begitulah kisah yang mengawali hubungan dekat keduanya. Angel memang kuliah karena uang yang dimiliki ayahnya bukan karena kepintaran seperti David yang mendapatkan beasiswa
karena kepintarannya.
Karena sering merasa kesulitan mengejar penjelasan dosennya, Angel sering bertanya kepada David yang selalu membantunya. Suatu malam Angel merasa kesulitan untuk mengerjakan tugas kuliahnya, ia mencoba menghubungi David tapi sayang pria itu tidak mengangkat teleponnya.
Karena tugas ini begitu mendesak ia pun nekad menuju rumah David, pada saat ia datang ke apartementnya David sedang tertidur.
Ia mencoba membangunkan pria itu. David pun terbangun..
" Idih ditelepon kok ga angkat sih?"
" Sorry ketiduran, saya kekurangan jam tidur gara-gara pengen selesaikan tugas skripsi saya!"
" Oh gitu ya.. jadi saya ganggu ga kalau minta tolong bantuin kerjain tugas?"
" Boleh saja tapi dengan syarat kamu traktir saya makan bakmi?"
" Dengan senang hati.."
David berhasil membuat Angel menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya, Angel menepati janji untuk meneraktir makan bakmi. Saat itu mereka sedang makan di restorant bakmi, " David, kita kan sudah dekat.. Saya masih penasaran dengan Proyek ambisius dalam skripsi kamu boleh saya tau?"
" Ok deh, saya kasih tau.. Jadi." David bercerita bahwa ia sedang mencoba untuk meniliti bagaimana sebuah bloutooth bisa menghantarkan listrik bagi sekitarnya. Penelitian ini sudah ia lakukan sejak awal semester enam lalu, kini tahap penilitiannya mencapai 70 %, ia yakin pada saat nanti penilitian ini bisa membuat semua orang merasa senang, selain membantu penghematan listrik, penemuan ini bisa membuat dirinya di akui sebagai peneliti.. Angel begitu terkesima dengan kisah ambisius itu tapi ia masih bingung. Ia tidak mencoba bertanya banyak hal selain menunggu hasil penelitian sahabat baiknya itu.
David yang merasa penilitiannya adalah pertama dalam sejarah dunia, akhirnya terlena dengan kegiatannya di dalam kamar setiap harinya.
Sejak enam bulan lalu pihak universitas sudah memperingatkan tentang pemberhentian beasiswanya, tapi ia hanya menganggap ancaman itu ringan karena yakin kelak pihak universitas akan menyesal melakukan tindakan
itu bila penemuannya di akui, dan kenyataannya beasiswanya benar-benar dicabut.
Professor Chan adalah dosen pembimbing David yang sudah mengenal pria itu sejak lama, ia sadar David adalah murid pintar dan mempunyai masa depan yang baik disamping sifat kekanak-kanakannya. Suatu hari ketika ia
sedang terduduk David datang padanya, bertanya tentang ide skripsi yang ia paparkan. Dengan santai sang Prof berkata, " Apakah kamu sedang bermimpi, bagaimana mungkin sebuah teknoloagi nirkabel dapat menghantarkan listrik..
Ada-ada saja, lebih baik kamu cari ide yang lain!"
"Tapi saya yakin bisa Prof?"
" Kalau begitu tunjukkan pada saya permainan kamu!"
" Baik.. Kita lihat saja!"
David seolah tertantang oleh dosen pembimbingnya itu untuk membuktikan bahwa ia mampu menciptakan apa yang ia pikirkan, ia pun semakin mengorbankan waktunya untuk penelitian eksentriknya.
Sahabat-sahabat yang ia kenal mulai melihat David bagaikan seorang dukun rumahan yang membuka praktek dirumahnya untuk bicara hanya lewat laptopnya.
Angel yang setiap harinya mempunyai segudang pekerjaan rumah bahkan harus memaklumi keinginan David untuk tidak diganggu sementara ini.
" Tidak menerima tamu di rumah dan telepon untuk sementara ini " begitulah tulisan status David pada Facebooknya.
Dua minggu lamanya penelitian itu berlanjut hingga mengalami beberapa kegagalan, modal David pada saat itu hanya dua handphonenya yang berbluetooth, Ia berharap penilitiannya berhasil dengan berbagai cara.
Suatu malam ketika ia mulai menyerah setelah mencoba beberapa kali,akhirnya penemuannya itu berhasil walau hanya sebatas lima menit lamanya,ia berteriak bahagia dan bertekad menunjukkan keberhasilannya pada sang dosen.
Paginya David benar-benar pergi menuju ruangan Prof. Chan.Mereka bicara dengan santai sembari David mulai memberikan praktek penelitiannya.
Sang Prof yang awalnya cuek tiba-tiba nyaris menjatuhkan kacamatanya ketika melihat David berhasil membuktikan kata-katanya.
" Lihat Prof.. Saya buktikan bahwa saya bisa ..! "Prof terkagum-kagum dengan apa yang David tunjukkan
" David.. Kamu sungguh luar biasa, bagaimana kamu bisa menemukan hal mustahil di dunia ini menjadi nyata.. Kamu akan menjadi peraih nobel karena ini!"
" Ya saya tau.. !" Tiba-tiba muncul pikiran picik dari sang Professor untuk melihat jalan kerja penelitian David, ia menyuruh David menyempurnakan penilitian yang ia buat kemudian membawanya kembali. Baginya David bagaikan tambang emas yang akan membuatnya kaya dan termansyur, ia mulai berpikir merebut hasil penelitian David yang luas biasa itu. David yang tidak sadar dengan pikiran jahat sang Prof benar-benar terus mendalami penelitiannya.
Ketika David sedang merencanakan penelitiannya, sang Professor berpikir untuk mencari orang yang bisa menjadi saksi penelitian David diakui menjadi miliknya. Untuk itu ia membuka file dokumentasi mahasiswa yang berprestasi lainnya, ia mulai teringat dengan beberapa asisten dosen yang diberhentikan beberapa saat lalu. Ia mulai melirik seorang Zhou,seorang pria asal Cina yang sedang frustasi karena dipecat.
Ketika Prof menawarkan ide untuk mengangkat Zhou menjadi asistennya,pria itu begitu bahagia karena akhirnya ia mendapatkan pekerjaan sehingga bisa mengirimkan uang kepada ibunya yang sedang sakit.
> Pria itu tidak sadar sedang dimanfaatkan oleh sang Prof untuk menjadi saksi pada penelitian palsunya.. Bahkan Sang Prof memberikan bantuan kepada Zhou untuk mengobati sang Ibu yang menghadapi operasi kanker.
" Kamu tenang saja, saya akan memberikan perkerjaan yang baik padamu.
Tentu saja saya akan membantu biaya pengobatan ibu kamu hingga sembuh.
Kamu bisa kerja dua hari lagi dari sekarang, ok. Ini uang yang kamu butuhkan!"
" Terima kasih " Ucap Zhou yang begitu bahagia mendapatkan bantuan dari pria itu.
David berhasil menyempurnakan penilitiannya, ia sungguh tak kuasa menahan bahagia dengan apa yang ia temukan. Ia teringat pada Angel, ia pun mengajak gadis itu untuk bertemu merayakan kerberhasilannya. Tak tanggung-tanggung mereka makan di Restorant hotel yang mahal, Angel pun heran dengan undangan itu.
" Tumben kamu ada waktu untuk ngajak makan! Apalagi ditempat mewah lagi?"
" Hehehe.. Tenang saja. Ini hanya sebagai bentuk perayaan, dan kelak saya akan ajak kamu ke tempat yang lebih hebat lagi..!"
" Wah. Wah.. jadi tersanjung.. . Memang perayaan apa sih!"
" Coba keluarkan Hendphone kamu yang berbluetooth?"
Angel bingung tapi ia melakukan apa yang dipinta David.Dengan sekejap handphonenya tertuliskan
" Sedang mengisi baterai" angel terkejut, " Astaga!! David kamu berhasil..?"
" Yup.. Aku berhasil..!"
Angel dan David menghabiskan malam indah itu dengan penuh antusias,ia tak pernah menyangka begitu hebatnya sang sahabat kekanak-kanakannya itu.
> Akhirnya mereka pulang, karena David besok akan membawakan hasil penelitiannya itu kepada sang Dosen, David begitu ingin menampar para atasan universitas yang memberhentikan beasiswanya dengan prestasinya.
> Ketika David mengirimkan email kepada Dosennya untuk bertemu besok.
Keesokan paginya.Prof, Chan sudah mengingatkan David untuk membawa semua dokument proses berjalannya penelitiannya dalam USB agar ia bisa meneliti langsung kelayakan penelitian David. Awalnya, David agak bingung tapi Prof menyakinkan bahwa ia hanya ingin mencoba dengan caranya agar penelitian David dianggap sah. Tanpa pikir panjang David membawa penelitian itu dalam bentuk USB segera ke kampus pagi sekali pukul 7 sesuai jadwal yang ditentukan Prof. Chan.
> Sebelum berangkat David mengirimkan pesan kepada Angel untuk bertemu di kampus makan siang bersama. Saat pesan SMS itu masuk Angel masih tertidur, David pun berangkat sepagi mungkin menghadap sang Prof. Ketika tiba di lantai 4 sang Professor, David menemukan sang Prof sedang terduduk sehabis memotong apel. Ketika David datang ia membuang sisa Apel itu ke keranjang sampah, dan menyimpan pisau itu ke saku bajunya.
David tak sadar sedang berada dalam jebakan sang Prof. Chan.Pria tua itu meminta David untuk sekali lagi mencontohkan hasil penilitiannya, setelah menyaksikan penelitian itu pria itu semakin yakin bahwa David benar-benar jenius. Ia meminta David untuk memberikan USB itu
lalu berkata dengan santai," David.. Apakah kamu yakin ini penilitian kamu?"
" Ya, tentu saya yakin. Memang kenapa Prof?"
" Apakah kamu tidak sedang mengambil penelitian seorang mahasiwa lain bernama Zhou,?"
" Zhou siapa dia?"
" Dia adalah asisten dosen yang sudah dipecat, ada kemiripan antara penelitian kamu!"
" Mustahil..!" ucap David kesal." Kamu boleh bilang mustahil tapi saya punya hasil document dia yang sama.. coba perhatikan komputer saya?"
David menyaksikan sebuah klip kecil yang menunjukkan penelitian yang dilakukan seorang pria dan Prof mengatakan bahwa pria itu adalah Zhou yang sedang mendemokan hasil yang sama dengan David.
" Tidak mungkin. Prof. Bagaimana pria itu bisa melakukan hal yang sama dengan saya!"
Prof tersenyum sambil berkata." Kamu bukanlan seorang di dunia yang ini yang Jenius, masih banyak lagi..!"
> David terdiam mulai berpikir ada yang salah, ia yakin sang Professor melakukan tindakan licik.
> " Professor kembalikan USB saya...!?"
> " Untuk apa..?"
> " Tidak apa-apa , saya ingin dikembalikan saja..!"
> " Tidak bisa, ini akan menjadi barang bukti bahwa kamu telah melakukan pelanggaran di kampus karena melakukan penjiplakan karya orang lain sebagai skripsi kamu!"
> David mulai emosional.
" Silakan saja , saya tidak takut, saya akan buktikan bahwa itu tidak benar..!" ucap david sambil hendak keluar dari ruangan.
Cara professor dalam ancaman sepertinya salah , ia pun mendekati David sambil membujuk pria itu untuk tenang. Sembari menawarkan opsi lain berupa uang dalam jumlah yang banyak, David tetap pada pendiriannya bahwa ia adalah sang penemu pertama kali. Prof Chan yang emosional langsung menusukkan pisau itu ke bagian belakan badan david tapi hanya sebuah goresan kecil, David berteriak minta tolong.Zhou yang akan memulai
kerjanya
> hari ini berpikir untuk datang menemui Prof. Chan hari ini, ia mendengarkan suara teriakan dari arah pintu Prof Chan. David yang merasa terancam berusaha melawan dengan
sekuat tenaga, tapi sebuah bilasan pisau di leher membuatnya langsung tersungkur tak sadarkan diri. Tapi David masih mampu berdiri dan meraih pintu dan membukanya, Zhou yang berada di depan pintu terkejut melihat adegan itu.
David yang mulai tak sadarkan diri mulai berlari tanpa arah dan akhirnya terjatuh dari balkom lantai empat dekat ruangan itu. Zhou begitu shock melihat kejadian itu, Prof. Chan yang melihat Zhou ada disana langsung
> menyuruh pria itu masuk ke ruangan.
> " Kamu melihat semuanya?"
> " Tidak saya tidak melihatnya.. !"
> " Ingat.. Saya yang menyelamatkan nyawa ibu kamu, sebaiknya kamu tutup mulut.!"
> " Saya tidak akan katakan apapun..!"
> Prof. Chan yang begitu panik mulai tenang dan berpikir sesuatu.
" Tusuk punggung saya dengan pisau ini.." Perintah Prof pada Zhou
Zhou tidak punya pilihan selain melakukan perintah sang Prof Chan.
Lalu pria itu menyuruh David mencabut gagang pada pisau. Sebelumnya ia katakan bahwa ia akan membuat seolah-olah David bunuh diri dan tusukan pada dirinya hanya sebagai alibi, untuk menghilangkan barang bukti gagang pisau itu harus segara dibawa pergi oleh David agar tidak terdapat sidik jari dan membiarkan mata pisau terletak di lantai.
David yang panik melakukan begitu saja perintah sang Prof, dan rencana itu berjalan dengan baik.
> Angel yang baru saja menerima pesan David segera menuju kampus,ketika Ia datang banyak garis polisi terpampang di pintu Kampus, ia bertanya-tanya ada apa gerangan. Seorang mahasiwa mengatakan bahwa seorang mahasiswa bunuh diri dengan melompat. Angel begitu bingung, dan ketika ia mendekat hatinya bergetar dan berteriak histeris ternyata pria itu adalah David.
> Beberapa saat kemudian Prof. Chan keluar dengan bantuan alat medis seperti orang sekarat. Beberapa orang mencoba menenangkan Angel, Terlihat Zhou saksi kasus itu berdiri ketakutan menyaksikan kejadian itu.
> Prof Chan melirik Zhao dari matanya tersilat pesan kepada Zhou untuk tidak bertindak apapun selain menjaga rahasia ini.
Kejadian kematian David begitu memukul Angel, gadis itu bahkan berpikir telah jatuh cinta pada sang pria ceria itu.
> Kematian yang begitu misterius membuat Angel begitu penasaran dengan apa yang terjadi, Tidak mungkin seorang David yang mempunyai masa depan begitu cermelang harus bunuh diri. Ia tidak yakin dengan kematian itu,walaupun
> bersedih hati ia bertekad mencari kebenaran kematian itu karena ia yakin > David tidak akan melakukan tindakan bodoh disaat ia sedang menggapai mimpinya. Prof. Chan berhasil selamat dan keluar dari rumah sakit dua hari kemudian.
Zhou yang menjadi saksi mata merasa sangat bersalah dengan berita miring yang ada di media seolah membuatnya menjadi pria pendusta, tapi ia tidak mungkin tega memberikan penyataan kalau Prof. Chan adalah orang dibalik semua ini. Prof Chan meneleponnya untuk mengatakan sekali lagi bahwa sang ibu selamat karena dia. Zhou merasa hina ia pun memutuskan untuk bunuh diri dengan mengantung diri di balkon rumahnya.
Prof. Chan berpikir kini hidupnya akan damai karena semua yang terlibat dalam kematian David telah musnah, terlebih alibi yang ia lancarkan berjalan sempurna. Angel menyadari ada kenjanggalan dalam semua ini, ia
> mulai mencari semua data yang bisa membuktikan bahwa apa yang > terjadi pada David adalah sebuah konspirasi yang dilakukan Prof.Chan.
Berbulan-bulan ia melakukan berbagai cara untuk melakukan pembuktian.
Prof Chan yang sembuh merasa mulai perlu untuk mengeluarkan bukti penelitian yang ia ambil dari David. Hebatnya penelitian itu adalah nama yang sama dengan milik David, Angel pun sadar niat dibalik semua
kematian David adalah ambisi sang Prof untuk mengambil hak cipta David.
Untungya David pernah membuktikan terlebih dahulu hasil karyanya saat makan di restoran mewah, file name Bluetooth milik David masih tersimpan di ponselnya.
Ia pun seperti mendapatkan semangat untuk membuktikan kebeneran,ia laporkan semua bukti yang ia punya kepada Polisi, Polisi pun melakukan > investigasi ulang dan mendapatkan sebuah kebeneran yang terjadi. Prof Chan yang baru saja menikmati nama besarnya, akhirnya mendapatkan ganjaran perbuatannya karena kelicikan dan kekejamannya, Angel berhasil membuktikan > bahwa pria itu layak dipenjara seumur hidup. Angel merasa lega karena perkenalan dia dengan David adalah sebuah pesan takdir nyata untuk membelah
masa depan David yang telah hilang. Kini semuanya bisa tenang, Angel pun bisa tenang melepas kepergian sahabatnya
 




Firefox 3: Lebih Cepat, Lebih Aman, Dapat Disesuaikan dan Gratis.




#854 From: Mutoha <jogja_astroclub@...>
Date: Thu Apr 23, 2009 1:30 pm
Subject: Rukyatul Hilal Indonesia - Jumadil Awal 1430 H (Re: Bersiap untuk Pengamatan Hilaal Tua dan Hilaal Jumadil Ula 1430)
jogja_astroclub
Send Email Send Email
 
Assalamulaikum Wr. Wb.
 
Dengan ini disampaikan informasi bahwa pelaksanaan Rukyatul Hilal di Indonesia untuk penentuan :
 
===== 1 Jumadil Awal 1430 Hijriyah =====
 
akan dilaksanakan pada 29 Rabiul Akhir 1430 H bertepatan:
 
Sabtu, 24 April 2009 after sunset  ( MABIMS )
Minggu, 26 April 2009 after sunset  ( Limit Danjon )
 
Ijtimak/konjungsi awal bulan Jumadil Awal 1430 H atau Akhir Rabiul Akhir 1430 H jatuh pada hari:

Sabtu, 25 April 2009 pukul 03:24 GMT bertepatan
Sabtu, 25 April 2009 pukul 10:24  WIB/ 11:24 WITA / 12:24 WIT

Pada hari pertama konungsi Sabtu sore (25/4) untuk wilayah Yogyakarta Matahari terbenam pada pukul 17:34 WIB pada azimuth 28318' - Bulan terbenam 17:33 WIB pada azimuth 28933'. Tinggi bulan saat Matahari terbenam -030' kanan posisi Matahari. Kondisi ini jelas Hilal mustahil untuk dirukyat. Sementara pada Minggu (26/4) Matahari terbenam 17:32 WIB pada azimuth 28338' - Bulan terbenam 18:28 WIB pada azimuth 29558' dengan ketinggian 1120' saat Matahari terbenam. Posisi Bulan berada disebelah kanan-atas posisi Matahari.
 
Analisis dan Prediksi 1 Jumadil Awal 1430 H menurut beberapa kriteria :

Untuk itu kepada seluruh anggota JAC / miliser JAC dimohon melakukan kegiatan rukyat pada Minggu, 26  April 2009. Laporan dapat via sms ke 08122743082 atau 0817727823 atau posting di milis JAC atau kirim email ke info@... 
  
Wassalamulaikum Wr. Wb.
 
 
Mutoha Arkanuddin
Rukyatul Hilal Indonesia (RHI)


#855 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Fri Apr 24, 2009 6:21 am
Subject: Observatorium pertama di Indonesia ?
marufins
Send Email Send Email
 
Secara faktual, Observatorium Bosscha adalah satu-satunya observatorium langit malam di Indonesia. Memang ada sejumlah balai peneropongan lainnya seperti Observatorium Matahari Watukosek Gempol (Sidoarjo), Planetarium dan Observatorium Jakarta (Jakarta), Planetarium Tenggarong (Kalimantan Timur), Pos Observasi Bulan Lhoknga (NAD), Pos Observasi Bulan Pelabuan Ratu (Jawa Barat), Pos Observasi Bulan al-Husna Masjid Agung Jawa Tengah (Jawa Tengah), Balai Rukyat Condrodipo Gresik (Jawa Timur) dan yang akan menyusul Pos Observasi Bulan Bela-Belu Parangkusumo (Yogyakarta). Namun kecuali Bosscha, balai-balai peneropongan tersebut hanya menjalankan fungsi khusus dan tidak memfokuskan diri pada observasi langit malam. Selain itu, Bosscha adalah yang tertua.

Namun benarkah Bosscha merupakan observatorium tertua dan pertama di tanah Indonesia ?

Catatan yang sepotong-potong menunjukkan balai peneropongan bintang pertama di tanah Nusantara ini kemungkinan berdiri pada pertengahan abad ke-18 M atau hanya 1,5 abad setelah penemuan Galileo. Adalah Johann Mauritz Mohr (1716 - 1775), seorang pastor yang bekerja untuk VOC dan sekaligus astronom amatir, yang berinisiatif mendirikan gedung peneropongan bintang pertama di lokasi tempat tinggalnya nan luas di Molenvliet, daerah elite di masa keemasan VOC yang sekarang menjadi Jalan Gadjah Mada, Jakarta Pusat. Tak ada catatan rinci tentang jenis teleskop yang digunakan. Hanya disebutkan bahwa sang pastor tekun mengamati planet Venus dan mewariskan sejumlah catatan tentang planet ini.

Kini tak ada yang tersisa dari observatorium pertama (?) ini. Indikasi pernah adanya observatorium di sini, selain berdasarkan catatan VOC dan Mauritz Mohr sendiri, juga berdasar pada toponimi setempat. Dulu terdapat sebuah gang yang bernama Gang Torong (?), yang kemungkinan berasal dari kata Torren (dari bahasa Belanda untuk menara), yang berlokasi tidak jauh dari Gedung Arsip Nasional sekarang.

Mohon konfirmasinya untuk rekan2 yang lebih mengetahui, benarkan cerita tersebut? Dan jika memang benar, mumpung dalam rangka IYA 2009, bagaimana jika lokasi tersebut ditelusuri ulang untuk "menemukan" kembali observatorium itu, sebagai situs yang penting dalam perkembangan astronomi di Indonesia ?

Salam,


Ma'rufin


#856 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Mon Apr 27, 2009 8:33 am
Subject: Re: [astronomi_indonesia] Re: Observatorium pertama di Indonesia ?
marufins
Send Email Send Email
 
Terima kasih atas semua tanggapannya. wah nggak disangka ternyata observatorium Mohr ini menarik perhatian banyak kalangan juga.

Lewat "riset" kecil2an (intinya sih sebenarnya cuman gugling..), ada banyak catetan tentang Johann Mauritz Mohr dan observatoriumnya di Molenvliet, di masa Batavia itu. Salah satunya tulisannya mbak Dani Mijarto di portal Kompas.com, yang ditulis pada Februari 2009 lalu. Awal mulanya Johann Mautitz Mohr membantu Gerrit de Haan (kepala departemen pemetaan di Batavia) dan Pieter Jan Soele (salah satu kapten kapal VOC) mengobservasi peristiwa transit Venus pada 6 Juni 1761 di wilayah pantai Batavia. Dan begitu mengetahui bahwa Venus kembali akan mengalami transit pada 4 Juni 1769, maka Mohr memutuskan untuk membangun sebuah observatorium (yang juga sekaligus berfungsi sebagai tempat tinggalnya). Pembangunan itu diawali pada tahun 1765 dan berakhir pada 1768, menghasilkan sebuah gedung besar setinggi 24 m lebih (terdiri dari enam lantai) dengan puncak gedung berkubah dan ada bagian yang datar sebagai platform observasi. Dan transit Venus 1769 itu pun berhasil diamati, meski secara parsial (karena transit sudah terjadi sejak sebelum Matahari terbit). Demikian pula dengan transit Merkurius pada 10 November 1769.

Johann Mauritz Mohr sendiri meninggal pada 1775 dan berselang lima tahun kemudian (yakni 1780) gempa bumi kuat meruntuhkan bangunan observatorium ini. Sebagai catatan, gempa bumi ini mungkin bisa dipelajari lebih lanjut (monggo pakdhe RDP dkk) guna mengungkap siklus gempa Jakarta dan sekitarnya, karena posisi observatorium Mohr berada di dekat Gedung Arsip Nasional sekarang, wilayah yang diketahui memiliki sumber mata air panas (hotsprings) sebagai hasil aktivitas patahan Ciputat-Jakarta Kota sepanjang 10 km yang tempo hari sempat ramai didiskusikan. menarik untuk dikaji lebih lanjut, karena runtuhnya bangunan dalam gempa biasanya terjadi di dekat (atau bahkan di dalam) rupture zone.

Kembali ke observatorium Mohr, pasca gempa (dan kemudian meninggalnya istri Mohr pada 1782), bangunan ini tak terurus lagi. Hingga 1809 tercatat bangunan ini digunakan sebagai kantor, untuk kemudian digunakan pula sebagai barak tentara Hindia Belanda (pasca bubarnya VOC), namun kemudian diruntuhkan. Tercatat hingga 1844 sisa-sisa pondasi observatorium Mohr masih ada. Jadi observatorium ini hanya beroperasi selama 15 tahun saja (maksimal).

Nah dimanakah lokasi Observatorium Mohr ini ? Di arsip Perpusnas RI ada lukisan menarik dari Johannes Rach (1720 - 1783) tentang klenteng Cina dan observatorium Mohr. Lukisan itu secara jelas menggambarkan sebuah klenteng Cina (yakni klenteng Kim Tek I atau Jin-de Yuan atau Cin-te Yen) dari arah pintu masuknya. Dan di bagian kanan, di belakang klenteng ini, nampak menjulang observatorium Mohr, bangunan tertinggi di Molenvliet pada masa itu.

Melalui Google Earth (dan juga Wikimapia), bisa ditelusuri lebih lanjut bahwa ternyata klenteng Cin-te Yen ini sekarang masih ada, masih utuh berdiri. Yakni di Jl. Kemenangan, Petak Sembilan, Glodok, tidak jauh dari kawasan perdagangan yang terkenal itu. Klenteng ini dikenal pula sebagai wihara Dharma Bhakti. Apapun namanya, jika dilihat secara sekilas arsitekturnya, ternyata bentuk klenteng ini nyaris tak berubah sejak dari masa lukisan Johannes Rach itu. Dan karena pintu klenteng menghadap ke Jalan Kemenangan (alias menghadap ke timur), kita bisa melihat bahwa lukisan Johannes Rach memiliki point of view ke Barat, sehingga lokasi observatorium Mohr setidaknya berada di sebelah barat atau barat laut klenteng ini, dalam jarak yang tidak berapa jauh.

Dan menarik sekali, di belakang klenteng Cin-te Yen itu ternyata berdiri Gereja Katolik Santa Maria de Fatima beserta kompleks sekolah Ricci 1. Johann Mauritz Mohr sendiri seorang pastor. Saya rasa disinilah observatorium Mohr itu dulu (pernah) berdiri dan mungkin saja ada tanah kediaman Mohr itu di jauh kemudian hari (pasca 1844) kemudian digunakan menjadi lokasi berdirinya gereja dan sekolah katolik ini. 

Bagaimana rekan-rekan? Mohon dikoreksi kalo pendapat ini kurang tepat (bagi anda yang lebih memahami). Dan jikalau memang ini sisa situs observatorium Mohr itu, tak ada salahnya bukan jika kita bentuk panitia kecil2an, kemudian pasang prasasti/plakat peringatan observatorium Mohr di lokasi tersebut, tentunya setelah meminta izin dari gereja dan sekolah katolik tersebut selaku pemilik tanah. Mumpung masih dalam rangka IYA 2009. Jika dalam salah satu "agenda" IYA 2009 ada direncanakan satu kegiatan mengenang ekspedisi ke Pulau Princippe di Afrika Barat (lokasi Pengamatan gerhana Matahari Total 1919 oleh Eddington dkk yang bersejarah itu, yang berhasil membuktikan kebenaran Relativitas Umum), sementara peristiwa itu baru terjadi "kemarin sore", so untuk observatorium Mohr ini, yang bobot sejarahnya tak kalah tingginya (dan jauh lebih tua) layaklah untuk mendapatkan peringatan serupa.

Salam,


Ma'rufin



From: nggieng <nggieng@...>
To: astronomi_indonesia@yahoogroups.com
Sent: Friday, April 24, 2009 3:00:55 PM
Subject: [astronomi_indonesia] Re: Observatorium pertama di Indonesia ?

Usul yang menarik pak Ma'rufin!

Setahu saya soal gang toren, itu memang benar adanya, tapi saya pernah main ke gedung arsip nasional dan sekitarnya; kebetulan saya juga diwaktu luang juga mencari informasi mengenai sejarah obseratorium di Indonesia; tapi tidak melihat ada sisa2, ataupun petunjuk keberadaannya, mungkin memang harus ada studi mendalam dan komprehensif yang melibatkan jg sejarawan, dll.

Satu lagi yang lain adalah teropong transit yang dahulu ada di kantor meteorologi Belanda, kemudian diwariskan ke BMG (sekarang BMKG), itu sudah dipindahkan ke Pelabuhan Ratu. Wah, monumen2 astronomi di Indonesia sayang ya kl tidak dilestarikan.

Sungging




#857 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Mon Apr 27, 2009 8:42 am
Subject: Re: [astronomi_indonesia] Re: Observatorium pertama di Indonesia ?
marufins
Send Email Send Email
 
Terima kasih atas semua tanggapannya. Wah nggak disangka ternyata observatorium Mohr ini menarik perhatian banyak kalangan juga.

Lewat "riset" kecil2an (intinya sih sebenarnya cuman gugling..), ada banyak catetan tentang Johann Mauritz Mohr dan observatoriumnya di Molenvliet, di masa Batavia itu. Salah satunya tulisannya mbak Dani Mijarto di portal Kompas.com, yang ditulis pada Februari 2009 lalu. Awal mulanya Johann Mautitz Mohr membantu Gerrit de Haan (kepala departemen pemetaan di Batavia) dan Pieter Jan Soele (salah satu kapten kapal VOC) mengobservasi peristiwa transit Venus pada 6 Juni 1761 di wilayah pantai Batavia. Dan begitu mengetahui bahwa Venus kembali akan mengalami transit pada 4 Juni 1769, maka Mohr memutuskan untuk membangun sebuah observatorium (yang juga sekaligus berfungsi sebagai tempat tinggalnya). Pembangunan itu diawali pada tahun 1765 dan berakhir pada 1768, menghasilkan sebuah gedung besar setinggi 24 m lebih (terdiri dari enam lantai) dengan puncak gedung berkubah dan ada bagian yang datar sebagai platform observasi. Dan transit Venus 1769 itu pun berhasil diamati, meski secara parsial (karena transit sudah terjadi sejak sebelum Matahari terbit). Demikian pula dengan transit Merkurius pada 10 November 1769.

Johann Mauritz Mohr sendiri meninggal pada 1775 dan berselang lima tahun kemudian (yakni 1780) gempa bumi kuat meruntuhkan bangunan observatorium ini. Sebagai catatan, gempa bumi ini mungkin bisa dipelajari lebih lanjut (monggo pakdhe RDP dkk) guna mengungkap siklus gempa Jakarta dan sekitarnya, karena posisi observatorium Mohr berada di dekat Gedung Arsip Nasional sekarang, wilayah yang diketahui memiliki sumber mata air panas (hotsprings) sebagai hasil aktivitas patahan Ciputat-Jakarta Kota sepanjang 10 km yang tempo hari sempat ramai didiskusikan. menarik untuk dikaji lebih lanjut, karena runtuhnya bangunan dalam gempa biasanya terjadi di dekat (atau bahkan di dalam) rupture zone.

Kembali ke observatorium Mohr, pasca gempa (dan kemudian meninggalnya istri Mohr pada 1782), bangunan ini tak terurus lagi. Hingga 1809 tercatat bangunan ini digunakan sebagai kantor, untuk kemudian digunakan pula sebagai barak tentara Hindia Belanda (pasca bubarnya VOC), namun kemudian diruntuhkan. Tercatat hingga 1844 sisa-sisa pondasi observatorium Mohr masih ada. Jadi observatorium ini hanya beroperasi selama 15 tahun saja (maksimal).

Nah dimanakah lokasi Observatorium Mohr ini ? Di arsip Perpusnas RI ada lukisan menarik dari Johannes Rach (1720 - 1783) tentang klenteng Cina dan observatorium Mohr. Lukisan itu secara jelas menggambarkan sebuah klenteng Cina (yakni klenteng Kim Tek I atau Jin-de Yuan atau Cin-te Yen) dari arah pintu masuknya. Dan di bagian kanan, di belakang klenteng ini, nampak menjulang observatorium Mohr, bangunan tertinggi di Molenvliet pada masa itu.

Melalui Google Earth (dan juga Wikimapia), bisa ditelusuri lebih lanjut bahwa ternyata klenteng Cin-te Yen ini sekarang masih ada, masih utuh berdiri. Yakni di Jl. Kemenangan, Petak Sembilan, Glodok, tidak jauh dari kawasan perdagangan yang terkenal itu. Klenteng ini dikenal pula sebagai wihara Dharma Bhakti. Apapun namanya, jika dilihat secara sekilas arsitekturnya, ternyata bentuk klenteng ini nyaris tak berubah sejak dari masa lukisan Johannes Rach itu. Dan karena pintu klenteng menghadap ke Jalan Kemenangan (alias menghadap ke timur), kita bisa melihat bahwa lukisan Johannes Rach memiliki point of view ke Barat, sehingga lokasi observatorium Mohr setidaknya berada di sebelah barat atau barat laut klenteng ini, dalam jarak yang tidak berapa jauh.

Dan menarik sekali, di belakang klenteng Cin-te Yen itu ternyata berdiri Gereja Katolik Santa Maria de Fatima beserta kompleks sekolah Ricci 1. Johann Mauritz Mohr sendiri seorang pastor. Saya rasa disinilah observatorium Mohr itu dulu (pernah) berdiri dan mungkin saja ada tanah kediaman Mohr itu di jauh kemudian hari (pasca 1844) kemudian digunakan menjadi lokasi berdirinya gereja dan sekolah katolik ini. 

Bagaimana rekan-rekan? Mohon dikoreksi kalo pendapat ini kurang tepat (bagi anda yang lebih memahami). Dan jikalau memang ini sisa situs observatorium Mohr itu, tak ada salahnya bukan jika kita bentuk panitia kecil2an, kemudian pasang prasasti/plakat peringatan observatorium Mohr di lokasi tersebut, tentunya setelah meminta izin dari gereja dan sekolah katolik tersebut selaku pemilik tanah. Mumpung masih dalam rangka IYA 2009. Jika dalam salah satu "agenda" IYA 2009 ada direncanakan satu kegiatan mengenang ekspedisi ke Pulau Princippe di Afrika Barat (lokasi Pengamatan gerhana Matahari Total 1919 oleh Eddington dkk yang bersejarah itu, yang berhasil membuktikan kebenaran Relativitas Umum), sementara peristiwa ekspedisi itu senyatanya baru terjadi "kemarin sore", so untuk observatorium Mohr ini, yang bobot sejarahnya tak kalah tingginya (dan jauh lebih tua) layaklah untuk mendapatkan peringatan serupa.

Salam,


Ma'rufin



From: nggieng <nggieng@...>
To: astronomi_indonesia@yahoogroups.com
Sent: Friday, April 24, 2009 3:00:55 PM
Subject: [astronomi_indonesia] Re: Observatorium pertama di Indonesia ?

Usul yang menarik pak Ma'rufin!

Setahu saya soal gang toren, itu memang benar adanya, tapi saya pernah main ke gedung arsip nasional dan sekitarnya; kebetulan saya juga diwaktu luang juga mencari informasi mengenai sejarah obseratorium di Indonesia; tapi tidak melihat ada sisa2, ataupun petunjuk keberadaannya, mungkin memang harus ada studi mendalam dan komprehensif yang melibatkan jg sejarawan, dll.

Satu lagi yang lain adalah teropong transit yang dahulu ada di kantor meteorologi Belanda, kemudian diwariskan ke BMG (sekarang BMKG), itu sudah dipindahkan ke Pelabuhan Ratu. Wah, monumen2 astronomi di Indonesia sayang ya kl tidak dilestarikan.

Sungging




#858 From: Mutoha <jogja_astroclub@...>
Date: Mon Apr 27, 2009 10:06 am
Subject: Hasil rukyat Tim RHI - Jumadil Awal 1430 H
jogja_astroclub
Send Email Send Email
 

 

Selama 2 hari kegiatan rukyat yang dilakukan oleh Tim RHI dari berbagai lokasi rukyat, tidak satupun lokasi dapat melihat kenampakan hilal pada hari pertama ijtimak (25/4). Hal ini sudah bisa difahami karena pada saat tersebut memang posisi hilal masih jauh di bawah limit visibilitas. Namun pada hari ke-2 pelaksanaan rukyat (26/4), walaupun di beberapa tempat dilaporkan mendung dan hujan namun setidaknya ada 2 lokasi yang melaporkan dapat menyaksikan hilal pada sore itu dengan mata telanjang.

Laporan pertama yang masuk adalah dari POB Pelabuhanratu, Ismail Fahmi cs. dari RHI Jakarta bersama Tim BHR Pusat melaporkan dapat menyaksikan hilal selama beberapa menit sebelum terbenam.Disusul SMS dari RHI Solo dengan Koord. Pak AR menyatakan GAGAL menyaksikan hilal dikarenakan mendung.

Sementara dari POB Bukit Condro gresi, Abdul Moeid cs. (RHI Gresik) juga berhasil menyaksikan hilal langsung dengan mata telanjang.

Laporan dari POB Bela-belu Yogyakarta, Tim RHI yang melakukan rukyat pada 26/4 bersama Tim BHR DIY dan para mahasiswa UIN Yogyakarta terpaksa harus kecewa karena angit Barat tertutup oleh mendung yang cukup tebal sehingga gagal menyaksikan hilal.


SELENGKAPNYA


Mutoha Arkanuddin
(Koordinator)


#859 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Tue Apr 28, 2009 1:05 am
Subject: Re: [ RHI ] Hasil Rukyah Hilal, Untuk Apa...?
marufins
Send Email Send Email
 
Rukyat atau observasi atau pengamatan adalah bagian dari timekeeping, penanda waktu. Kegiatan semacam ini sebenarnya hal yang jamak dalam astronomi. Rekan-rekan kita yang menggunakan sistem penanggalan berbasis Matahari (seperti Kalender Gregorian/Masehi) misalnya, juga masih tetap melakukan observasi terhadap Matahari khususnya dalam kedudukan transit sebagai timekeeping bagi sistem kalendernya. Makanya di Kantor Meteorologi dan Geofisika berbagai negara, selalu tersedia teleskop transit untuk melaksanakan keperluan itu. Transit Matahari harus diamati, karena kalender berbasis Matahari memang mendasarkan pergantian hari-harinya pada peristiwa transit tersebut (silahkan dilihat pada berbagai postingan tentang seluk-beluk kalender di arsip milis ini).

So demikian pula, karena kalender Hijriyyah mendasarkan pergantian hari-harinya pada elemen unik Bulan dan Matahari pada saat Matahari terbenam alias sunset, maka rukyat hilaal pun dilaksanakan sebagai upaya timekeeping tadi. Memang ada yang menafsirkan cukup melaksanakan rukyat tiga kali saja selama setahun Hijriyyah, namun dalam pandangan saya pribadi, itu tidak cukup, karena selain menjadi bagian timekeeping tadi, kita juga dihadapkan pada pertanyaan yang lebih mendasar : dengan melakukan rukyat hanya tiga kali saja selama setahun Hijriyyah (yakni pada Ramadhan, Syawwal, dan Zulhijjah), bisakah kemudian menghasilkan skill yang mencukupi untuk mengidentifikasi hilaal yang sesungguhnya? Inilah problem yang diderita sebagian besar Umat Islam saat ini pak Irfan, meski hilaal sangat berperan penting dalam sistem kalender Islam, namun sangat jarang yang bisa mengidentifikasi dengan tepat apa itu hilaal dan membedakannya dari tipuan mata seperti awan unik dan obyek terang lain di langit (Merkurius, Venus, Mars, Jupiter) yang seringkali mengecoh.

Harus disadari, tingkat kesulitan melaksanakan rukyat hilaal jauh lebih tinggi dibanding mengamati transit Matahari. Jika pada transit Matahari, langit dalam kondisi terang benderang, dan umumnya bebas dari awan serta bisa dipastikan hanya ada satu obyek saja yang akan diamati (dan tak mungkin tertukar), yakni Matahari dalam posisi tertingginya, maka pada rukyat hilaal, dengan kondisi hilaal pada ketinggian rendah di langit barat, dalam kondisi Matahari telah terbenam, ini cukup menyulitkan mengingat adanya fenomena pembiasan atmosferik dan penurunan suhu (yang membuat langit barat seringkali diliputi awan/kabut). Kesulitan ini diakui oleh kalangan astronomi. Namun dengan tingkat kesulitan yang tinggi ini, bukan merupakan alasan bagi kita untuk menyerah dan berserah diri bukan ?

Kemudian, meski Islam sudah berkembang selama 14 abad terakhir, namun harus diakui episentrum perkembangannya terpusat di Jazirah Arabia dan sekitarnya (silahkan dirujuk pada sejarah kekhalifahan mulai dari Khulafaur Rasyidin hingga Turki Utsmani) alias di daerah lintang menengah. Dan data-data hasil rukyat hilaal yang telah dikumpulkan selama 14 abad terakhir ini, mayoritas juga berasal dari lokasi-lokasi tersebut, yang selain merupakan area lintang menengah, juga memiliki iklim kontinental. Kita di Indonesia merupakan perkecualian, karena selain berada di area lintang rendah (ekuator), juga sangat dipengaruhi samudera di sekitar kepulauan kita. Perkecualian juga muncul pada daerah di lintang tinggi yang berdekatan dengan lingkar kutub, yang kondisinya jelas sangat berbeda. Sehingga data rukyat hilaal yang ada (dan kemudian teori yang dikembangkan darinya) sebenarnya belum mencukupi untuk membangun sebuah teori visibilitas (keterlihatan hilaal) yang bisa berlaku secara global dan mendasari sebuah sistem kalender Islam yang global pula. Karena apa yang dihasilkan dari area lintang menengah itu ternyata tak bisa begitu saja diekstrapolasikan ke area lintang rendah maupun lintang tinggi.

So, untuk mengatasinya, tak ada jalan lain kecuali mendapatkan data hasil pengamatan dari lokasi-lokasi tersebut bukan ? Di sinilah signifikansi dari rukyat hilaal tadi, dan di sini pula signifikansinya mengapa rukyat hilaal dilaksanakan setiap bulan Hijriyyah, tidak hanya pada bulan-bulan yang disucikan saja.

Salam,


Ma'rufin


From: AR Sugeng Riyadi <ar_sugeng_riyadi@...>
To: rukyatulhilal@yahoogroups.com
Sent: Monday, April 27, 2009 12:40:09 PM
Subject: [ RHI ] Hasil Rukyah Hilal, Untuk Apa...?

Salam,

Yth. Pak Irfan
di Bandung

Hasil rukyah, menurut saya simpel saja; yakni untuk perhitungan waktu, atau bahasa lainnya waktu-waktu. Waktu itu bisa sebagai saat/time, dan waktu bisa sebagai ruang/space.

Istilah bhs arabnya 'MAWAQIIT". Dan menuru Al-Qur'an, surat al-Baqoroh ayat ke 189. Ayat inijelas menyebut bahwa Fungsi Hilal adalah untuk menentukan Waktu bagi manusia dan (waktu) ibadah haji.

Kalau Rukyah hanya Ramadhan, memang kita sudah mahir dan ahli, serta terlatih...? Munculnya kasus yang menyatakan melihat hilal, padahal tidak. Ternyata KLAIM saja. Lalu muncullah pendapat yg bermacam...akibat dari satu KALIM saja.

Manfaat lain, ya itu ilmu. Bicara Sains, sesuatu hanya Ilmiah kalau bisa diulang-ulang dan hasilnya konsisten. Dan hasil nya juga bersifat Objektif Rasional dan Argumentatitf.

Dan karena juga milis inilahir untuk memberi wadah bagi para praktisi Rukyah (dan Hisab) Hilal....

Baca juga ulasan pak Moedji R tentang Hisab-Rukyah Hilal, di link ini:
http://media. isnet.org/ iptek/Etc/ 1423.html

Wa Alla A'lam....

Pak AR di Solo

--- In rukyatulhilal@ yahoogroups. com, "area_limasatu" <area_limasatu@ ...> wrote:
>
> Ass.
> Pak Ar Sugeng,saya Irfan dibandung.
> mau tanya sama bapak maupun semua anggota milis.
>
> Lalu apa yang akan kita lakukan dan dapatkan setelah kita melakukan serangkaian pengamatan Hilal..???
>
> Ya mungkin pengamatan Hilal sangat dibutuhkan bila menjelang Bulan Ramadan saja"Menurut saya loh".
>
> Nah kalau dibulan diluar bulan ramadan kita melakukan pengamatan Hilal lalu hasil pengamatan dipublikasikan, trus ngapain lagi..???
>
> Maaf ngerti ga maksud saya..???
>
> dan satu lagi gimana caranya kala saya ingin bergabung dengan TIM Lapangan dari RHI?
>
> THx,itu aja deh
> Salam Irfan
>
> --- In rukyatulhilal@ yahoogroups. com, "AR Sugeng Riyadi" <ar_sugeng_riyadi@ > wrote:
> >
> > Salam,
> >
> > Hilal Tua 28 Rabiul Akhir 1430 H, Terlihat dari Juwiring-Klaten, cuaca baik dan ketinggian cukup memungkinkan.
> >
> > Hilal Tua 29 Rabiul Akhir 1430 H, Gagal Terlihat dari Klaten, karena mendung dan ketinggian limit.
> >
> > Data teknis Hilal Tua 28 R-Akhir 1430H:
> > 1. Matahari terbit jam 05:40 - 05:48 WIB. Sebab di sebalik kaki Gunung Lawu sebelah utara.
> > 2. Hilaal mulai nampak jam 05:00 - 05:26 WIB. (naked eye 05:20).
> > 3. Lamanya hilaal tua terlihat di langit sekitar 26 menit.
> > 4. Bentuk hilaal berimbang, karena posisi matahari di bawah hilal:
> >
> > selengkapnya, foto ada di blog saya:
> > http://pakarfisika. wordpress. com/2009/ 04/26/hilal- tua-r-akhir- 1430-seen/
> >
> > Wassalaam,
> >
> > Pak AR di Solo
> >
>



#860 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Wed May 6, 2009 5:03 pm
Subject: SIAGA Slamet
marufins
Send Email Send Email
 

Gunung Slamet pada hakikatnya sedang meletus. Sejak 23 April 2009, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status gunung ini dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (level III), menyusul terjadinya peningkatan jumlah letusan menjadi 360 kali/hari (rata–rata) dengan trend cenderung naik secara linier dari hari ke hari, sebagaimana direkam dalam grafik gempa letusan yang diproduksi Pos Pengamatan Gunung Api Gambuhan, Pulosari, Pemalang. Letusan didominasi semburan debu tipis setinggi 600 m dari puncak (rata–rata), disertai lontaran piroklastika pijar setinggi 25–100 m yang kemudian jatuh lagi ke kawah. Juga terjadi peningkatan lepasan gas SO2 dari 30–70 ton/hari di saat normal menjadi 60–140 ton/hari. Migrasi magma ke tubuh Gunung Slamet pun telah memanaskan mata air Pandansari dan Pasepuhan sehingga masing–masing mengalami kenaikan suhu 14° C dan 3° C dari normalnya. Secara umum letusan Gunung Slamet memiliki skala VEI (Volcanic Explosivity Index) 1, dimana semburan debunya takkan melebihi 1 km dari puncak, dengan volume materi letusan berkisar 10 ribu meter kubik.

 

Persoalannya sekarang, bagaimana “prospek” letusan Gunung Slamet ini dan apa yang harus kita perbuat untuk menghindari bahaya letusannya ?

 

Gunung Slamet merupakan gunung api muda tipe strato yang cukup unik di kawasan Jawa bagian Tengah, karena tidak memiliki sejarah letusan dahsyat seperti halnya gunung–gunung api muda yang berdekatan seperti Gunung Papandayan, Galunggung maupun Dieng. Ini bisa dilihat dari rupabumi Gunung Slamet yang relatif masih berbentuk kerucut utuh dan ketinggiannya yang besar (> 3.000 m), tanpa ada tanda – tanda sisa letusan dahsyat seperti halnya kaldera, kaldera tapal kuda ataupun runtuhnya (longsornya) salah satu sayap gunung api tersebut. Sebagai pembanding, letusan dahsyat telah dialami Gunung Papandayan pada 1772 silam (yang membentuk kaldera tapal kuda dan meruntuhkan salah satu sayap gunung), Galunggung 5.000 tahun silam (yang materi runtuhan sayapnya terserak demikian jauh hingga membentuk Perbukitan Sepuluh Ribu), Dieng 16.000 tahun silam (yang membentuk kaldera) dan juga Merapi 1.000 tahun silam (yang mengubur peradaban Mataram Hindu dan memaksa evakuasinya ke Jawa Timur).

 

Letusan Gunung Slamet, yang telah tercatat dengan baik sejak tahun 1772, senantiasa terjadi di kawah barat yang punya diameter 450 m dan kedalaman 150 m itu. Letusan umumnya berbentuk semburan debu tipis disertai lontaran piroklastika pijar dan kadang–kadang muncul aliran lava pijar, dengan durasi letusan rata–rata hanya beberapa hari meski dalam keadaan yang luar biasa bisa berlangsung berminggu–minggu. Periode istirahat antara dua buah letusan bervariasi, mulai dari 1 tahun hingga maksimum 53 tahun. Catatan letusan terbesar dari Gunung Slamet hanya memiliki skala VEI 2, dengan semburan asap maksimum < 5 km, volume material letusan ~1 juta m3 dan dampak letusan cuma dirasakan ke kaki gunung. Gunung Slamet belum pernah mengalami letusan sedahsyat Gunung Galunggung 1982 (skala VEI 4) maupun Gunung Agung 1963 (skala VEI 5), apalagi Krakatau 1883 (skala VEI 6) sehingga sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan.

 

Sejauh ini tak ada tanda – tanda bahwa Gunung Slamet akan meletus lebih dahsyat lagi. Lava Gunung Slamet memiliki kadar SiO2 52 %, jauh di bawah kondisi lava sangat asam yang SiO2 – nya bisa mencapai 64 % dan selalu muncul dalam setiap letusan – letusan dahsyat. Tubuh gunung ini juga tidak mengalami alterasi hidrotermal, yakni interaksi kompleks antara magma, air tanah dan batuan sedimen tubuh gunung yang membuat daya ikat batuan sedimen melemah dan terbentuklah retakan/patahan di sekujur tubuh gunung. Gunung Slamet juga tidak suka menimbun magma di puncaknya, baik sebagai kubah lava maupun cryptodome yang berat dan takstabil. Sehingga potensi keruntuhan sayap Gunung Slamet sangat kecil.

 

Gunung Slamet memang sudah waktunya untuk meletus. Dan dengan periode ulang letusannya yang kecil, ini patut disyukuri mengingat dengan demikian gunung ini tak sempat menimbun energi berlebihan yang suatu saat akan dilepaskannya secara mendadak sebagai letusan dahsyat. Sehingga tepat apa yang diungkapkan Mbah Samsuri itu. Ini sebuah kearifan lokal yang patut untuk dijaga, sekaligus mengubah cara pandang kita bahwa Slamet itu “hidup”, dia punya siklus yang harus ditaatinya agar tidak berulah lebih parah dan merusak. Karena itulah selama 200 tahun terakhir ini, letusan Gunung Slamet selalu kecil – kecil. Bandingkan misalnya dengan Gunung Pinatubo (Philipina), yang disangka sudah mati setelah letusan terakhir pada 600 tahun silam. Namun siapa sangka, setelah tidur panjang, dan dengan energi demikian besar, akhirnya dimuntahkanlah semua kandungan energinya secara serentak pada puncaknya di 16 Juni 1991, dalam letusan berskala VEI 6 yang setara kedahsyatannya dengan Krakatau 1883.

 

Cerita lokal di kalangan masyarakat Banyumasan memang menyebutkan, jikalau Gunung Slamet meletus dahsyat, maka Pulau Jawa akan terbelah. Saya ndak tahu apakah cerita ini merupakan kearifan lokal yang lain, yang menyiratkan bahwa kita juga harus memperhatikan potensi bencana gempa bumi tektonik seiring meningkatnya aktivitas Slamet. Di arah tenggara dari gunung ini terdapat patahan Kroya/Bumiayu, yang ditengarai masih aktif dan terakhir kalinya menimbulkan gempa tektonik merusak pada 1923. Patut untuk dikaji lebih lanjut, bagaimana coupling antara aktivitas Slamet dengan kemungkinan reaktivasi patahan Kroya ini, mengingat cerita yang mirip pernah terjadi tepat 3 tahun silam ketika aktivitas Merapi meningkat dan tak lama kemudian disusul dengan reaktivasi patahan Opak yang meletupkan Gempa Yogya (6,3 Mw) pada 27 Mei 2006.

 

Namun pada prinsipnya, dengan letusan berskala VEI 1 dan kemungkinan hanya akan berkembang ke skala VEI 2 maka lontaran piroklastika dan (jika ada) aliran lava serta awan panas dari Gunung Slamet hanya akan berpengaruh dalam wilayah berjarak 5 km dari puncak. Hujan debunya sendiri diperkirakan akan menjangkau wilayah sejauh 8 km dari puncak, meski hal ini sangat tergantung kepada tiupan angin. Dengan dampak semacam ini maka aktivitas di di luar zona kaki gunung dapat tetap berlangsung seperti biasa. Hanya, kewaspadaan memang perlu ditingkatkan sebagai bagian dari early warning systems, mengingat perilaku alam belum sepenuhnya kita pahami.

 

 Salam,



Ma'rufin



From: AnDri <garitama@...>
To: banyumas@yahoogroups.com
Sent: Monday, April 27, 2009 9:43:18 AM
Subject: Re: [banyumasan] WASPADA .....waspadalah....

Menurut Mbah Samsuri (85) sing dikenal Mbah Marinaje
Gunung Slamet waktu ditakoni neng wong sing pada teka
jawabane : "Lha wong gunung urip ya kaya kuwe. Nek ora
metu geni karo kukuse jenenge gunung mati. Kowe arep pada
munggah ya ora papa"
Gunung Slamet urung arep mbledug jere mbah Samsuri "Urung
arep mbledug, ora bakal gugur. Ora usah rewel, mergane nek
ora metu genine malah sida mbledug."
"Ibarat manusia, badan Mbah Slamet lagi mriyang dadi butuh
kerokan, terus ngentut. Itu wajar saja"
Meskipun demikian mbah Samsuri mengingatkan situasi bisa
berubah sewaktu-waktu, namun dia percaya jika
sahabat-sahabat spiritualnya di Gunung Slamet pasti akan
memberi tahu terlebih dahulu. "Saya bukan dukun, bukan
ahli ramal. Saya hanya menyampaikan apa yang disampaikan
para penjaga spiritual Gunung Slamet. Sekarang ini belum
akan meletus" katanya.



#861 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Tue May 12, 2009 6:23 am
Subject: Membantah Kiamat 2012 --> Fw: Sunspot cycle beginning to rise
marufins
Send Email Send Email
 
Berlawanan dengan heboh Kiamat 2012, ternyata prediksi siklus aktivitas Matahari terkini yang bakalan mencapai puncaknya pada Mei 2013 mendatang justru mungkin merupakan yang terlemah sejak 1928.

Silahkan dibaca lebih lanjut di bawah ini.

Salam,


Ma'rufin

----- Forwarded Message ----
From: "robert-blau@..." <robert-blau@...>
Sent: Monday, May 11, 2009 11:10:12 AM
Subject: [Geology2] Sunspot cycle beginning to rise

Sunspot cycle beginning to rise

Busier sunspot cycle may affect satellites, electrical systems

By RANDOLPH E. SCHMID, AP Science Writer Fri May 8,
3:31 pm ET

WASHINGTON â€" When the sun sneezes it's Earth that gets sick. It's
time for the sun to move into a busier period for sunspots, and while
forecasters expect a relatively mild outbreak by historical standards,
one major solar storm can cause havoc with satellites and electrical
systems here.

Like hurricanes, a weak cycle refers to the number of storms, but it
only takes one powerful storm to create chaos, said scientist Doug
Biesecker of the National Oceanic and Atmospheric Administration' s space
weather prediction center.

A report by the National Academy of Sciences found that if a storm as
severe as one in 1859 occurred today, it could cause $1 trillion to $2
trillion in damage the first year and take four to 10 years to recover.

The 1859 storm shorted out telegraph wires, causing fires in North
America and Europe, sent readings of Earth's magnetic field soaring, and
produced northern lights so bright that people read newspapers by their
light.

Today there's a lot more than telegraph lines at stake. Vulnerable
electrical grids circle the globe, satellites now vital for all forms of
communications can be severely disrupted along with the global
positioning system. Indeed, the panel warned that a strong blast of
solar wind can threaten national security, transportation, financial
services and other essential functions.

The solar prediction center works closely with industry and government
agencies to make sure they are prepared with changes in activity and
prepared to respond when damage occurs, Biesecker said in a briefing.

While the most extreme events seem unlikely this time, there will
probably be smaller scale disruptions to electrical service, airline
flights, GPS signals and television, radio and cell phones.

On the plus side, the solar storms promote the colorful auroras, known
as the northern and southern lights, high in the sky over polar areas.

An international panel headed by Biesecker said Friday it expects the
upcoming solar cycle to be the weakest since 1928.

The prediction calls for the solar cycle to peak in May 2013 with 90
sunspots per day, averaged over a month. If the prediction proves
correct it will be the weakest cycle since a peak of 78 daily sunspots
in 1928.

Measurement of sunspot cycles began in the 1750s.

The panel described solar storms as eruptions of energy and matter that
escape from the sun. At least some of this heads toward the Earth.

Solar cycles of more and fewer sunspots last several years and the cycle
currently building up will be number 24 since counting began.

It's only the third time researchers have tried to make such a forecast.
In 1989 a panel predicted Cycle 22, which peaked that year. And in 1996
scientists predicted Cycle 23.

Both earlier groups did better at predicting timing than intensity,
according to Biesecker.

The last solar minimum occurred in December, the researchers said.

W. Dean Pesnell of the National Aeronautics and Space Administration
said the forecasts are based on such indicators as the strength of the
sun's magnetic field at the poles and the reaction of the Earth's
magnetic field to the sun. Both are weak right now, he said, with only a
few sunspots visible since 2007.

A preliminary forecast issued in 2007 was split over the outlook for the
upcoming cycle, Biesecker said the researchers have now reached
consensus.
___
On the Net:
NOAA: http://www.noaa. gov
NASA: http://www.nasa. gov



#862 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Tue May 12, 2009 6:33 am
Subject: Re: [indoskygazer] Re: [astronomi_indonesia] Re: Observatorium pertama di Indonesia ?
marufins
Send Email Send Email
 
Oke pak Iwan, terima kasih atas informasinya. Kayaknya bisa dilanjut dengan diskusi tahap kedua deh, untuk melacak ulang posisi Observatorium Mohr di lapangan dan memasang plakat/prasasti peringatan di sana, setelah didului dengan semacam simposium atau semacamnya. Ya, observatoriumnya memang sudah hancur, namun saya rasa pondasinya masih ada dan mungkin saja menjadi bagian dari pondasi bangunan SD Ricci 1 ataupun Gereja Santa Maria de Fatima itu.

Sebagai tambahan, Johan Maurits Mohr ini selain astronom, juga dikenal sebagai meteorolog yang mencatat keseharian cuaca di Batavia. Ia juga dikenal sebagai vulkanolog, mendahului Neumann van Padang apalagi RDM Verbeek yang dikenal sebagai Bapak Gunung Api modern. Mohr turut mencatat letusan dahsyat Gunung Papandayan pada 1772, letusan dahsyat yang merontokkan sebagian tubuh gunung sehingga terbentuk kawah raksasa (kaldera) yang berbentuk tapal kuda ke salah satu sisi, sembari melongsorkan jutaan meter kubik material vulkanik yang mengubur 40-an desa disekitarnya dan menewaskan 4.000-an orang.

Salam,


Ma'rufin


From: Gabriel Iwan Prasetyono <gabrieliwan@...>
To: indoskygazer@yahoogroups.com
Cc: Dani Warta Kota <danimijarto@...>; Himpunan Astronom Amatir Jakarta <haaj84@yahoogroups.com>
Sent: Saturday, May 9, 2009 7:39:19 AM
Subject: Re: [indoskygazer] Re: [astronomi_indonesia] Re: Observatorium pertama di Indonesia ?

Sebelumnya ingin mengucapkan proficiat buat Mbak Dani Warta Kota :-) . Setelah pembicaraan kita di Starbuck (atau Coffebean? saya lupa :-p ) Senayan, Mbak Dani tampaknya langsung tancap gas melakukan riset. Pak Ma'rufin, topik ini pernah diangkat pada saat pertemuan ISG tempo hari (Juni 2008) klu gak salah, dan salah satu orang yang menyambutnya dengan antusias ya Mbak Dani ini.
 
Sebagai tambahan saja untuk penguatan: Joan Voute (Direktur Observatorium Bosscha pertama) pernah menyebutnya dalam Annalen v. d. Bosscha-sterrenwach t vol 1: halaman A14. Voute juga menyebutkan James Cook dan Louis Antoine de Bougainville, seorang penjelajah Perancis, bahkan pernah mengunjungi Mohr di observatoriumnya.

--- On Mon, 4/27/09, Ma'rufin Sudibyo <marufins@yahoo. com> wrote:

From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@yahoo. com>
Subject: [indoskygazer] Re: [astronomi_indonesi a] Re: Observatorium pertama di Indonesia ?
To: astronomi_indonesia @yahoogroups. com
Cc: "Rovicky Dwi Putrohari" <rovicky@gmail. com>, "Dr. Thomas Djamaluddin" <t_djamal@bdg. lapan.go. id>, "Dr. Moedji Raharto" <moedji@.... ac.id>, "Dani Warta Kota" <danimijarto@ yahoo.com>, "Himpunan Astronom Amatir Jakarta" <haaj84@yahoogroups. com>, "Jogja Astroclub" <jogja_astroclub@ yahoogroups. com>, "Indoskygazer" <indoskygazer@ yahoogroups. com>, "Astro_Semarang" <astronomi_semarang@ yahoogroups. com>, "Indoskygazer" <indoskygazer@ yahoogroups. com>, "Rukyat" <rukyatulhilal@ yahoogroups. com>
Date: Monday, April 27, 2009, 3:42 PM

Terima kasih atas semua tanggapannya. Wah nggak disangka ternyata observatorium Mohr ini menarik perhatian banyak kalangan juga.

Lewat "riset" kecil2an (intinya sih sebenarnya cuman gugling..), ada banyak catetan tentang Johann Mauritz Mohr dan observatoriumnya di Molenvliet, di masa Batavia itu. Salah satunya tulisannya mbak Dani Mijarto di portal Kompas.com, yang ditulis pada Februari 2009 lalu. Awal mulanya Johann Mautitz Mohr membantu Gerrit de Haan (kepala departemen pemetaan di Batavia) dan Pieter Jan Soele (salah satu kapten kapal VOC) mengobservasi peristiwa transit Venus pada 6 Juni 1761 di wilayah pantai Batavia. Dan begitu mengetahui bahwa Venus kembali akan mengalami transit pada 4 Juni 1769, maka Mohr memutuskan untuk membangun sebuah observatorium (yang juga sekaligus berfungsi sebagai tempat tinggalnya). Pembangunan itu diawali pada tahun 1765 dan berakhir pada 1768, menghasilkan sebuah gedung besar setinggi 24 m lebih (terdiri dari enam lantai) dengan puncak gedung berkubah dan ada bagian yang datar sebagai platform observasi. Dan transit Venus 1769 itu pun berhasil diamati, meski secara parsial (karena transit sudah terjadi sejak sebelum Matahari terbit). Demikian pula dengan transit Merkurius pada 10 November 1769.

Johann Mauritz Mohr sendiri meninggal pada 1775 dan berselang lima tahun kemudian (yakni 1780) gempa bumi kuat meruntuhkan bangunan observatorium ini. Sebagai catatan, gempa bumi ini mungkin bisa dipelajari lebih lanjut (monggo pakdhe RDP dkk) guna mengungkap siklus gempa Jakarta dan sekitarnya, karena posisi observatorium Mohr berada di dekat Gedung Arsip Nasional sekarang, wilayah yang diketahui memiliki sumber mata air panas (hotsprings) sebagai hasil aktivitas patahan Ciputat-Jakarta Kota sepanjang 10 km yang tempo hari sempat ramai didiskusikan. menarik untuk dikaji lebih lanjut, karena runtuhnya bangunan dalam gempa biasanya terjadi di dekat (atau bahkan di dalam) rupture zone.

Kembali ke observatorium Mohr, pasca gempa (dan kemudian meninggalnya istri Mohr pada 1782), bangunan ini tak terurus lagi. Hingga 1809 tercatat bangunan ini digunakan sebagai kantor, untuk kemudian digunakan pula sebagai barak tentara Hindia Belanda (pasca bubarnya VOC), namun kemudian diruntuhkan. Tercatat hingga 1844 sisa-sisa pondasi observatorium Mohr masih ada. Jadi observatorium ini hanya beroperasi selama 15 tahun saja (maksimal).

Nah dimanakah lokasi Observatorium Mohr ini ? Di arsip Perpusnas RI ada lukisan menarik dari Johannes Rach (1720 - 1783) tentang klenteng Cina dan observatorium Mohr. Lukisan itu secara jelas menggambarkan sebuah klenteng Cina (yakni klenteng Kim Tek I atau Jin-de Yuan atau Cin-te Yen) dari arah pintu masuknya. Dan di bagian kanan, di belakang klenteng ini, nampak menjulang observatorium Mohr, bangunan tertinggi di Molenvliet pada masa itu.

Melalui Google Earth (dan juga Wikimapia), bisa ditelusuri lebih lanjut bahwa ternyata klenteng Cin-te Yen ini sekarang masih ada, masih utuh berdiri. Yakni di Jl. Kemenangan, Petak Sembilan, Glodok, tidak jauh dari kawasan perdagangan yang terkenal itu. Klenteng ini dikenal pula sebagai wihara Dharma Bhakti. Apapun namanya, jika dilihat secara sekilas arsitekturnya, ternyata bentuk klenteng ini nyaris tak berubah sejak dari masa lukisan Johannes Rach itu. Dan karena pintu klenteng menghadap ke Jalan Kemenangan (alias menghadap ke timur), kita bisa melihat bahwa lukisan Johannes Rach memiliki point of view ke Barat, sehingga lokasi observatorium Mohr setidaknya berada di sebelah barat atau barat laut klenteng ini, dalam jarak yang tidak berapa jauh.

Dan menarik sekali, di belakang klenteng Cin-te Yen itu ternyata berdiri Gereja Katolik Santa Maria de Fatima beserta kompleks sekolah Ricci 1. Johann Mauritz Mohr sendiri seorang pastor. Saya rasa disinilah observatorium Mohr itu dulu (pernah) berdiri dan mungkin saja ada tanah kediaman Mohr itu di jauh kemudian hari (pasca 1844) kemudian digunakan menjadi lokasi berdirinya gereja dan sekolah katolik ini. 

Bagaimana rekan-rekan? Mohon dikoreksi kalo pendapat ini kurang tepat (bagi anda yang lebih memahami). Dan jikalau memang ini sisa situs observatorium Mohr itu, tak ada salahnya bukan jika kita bentuk panitia kecil2an, kemudian pasang prasasti/plakat peringatan observatorium Mohr di lokasi tersebut, tentunya setelah meminta izin dari gereja dan sekolah katolik tersebut selaku pemilik tanah. Mumpung masih dalam rangka IYA 2009. Jika dalam salah satu "agenda" IYA 2009 ada direncanakan satu kegiatan mengenang ekspedisi ke Pulau Princippe di Afrika Barat (lokasi Pengamatan gerhana Matahari Total 1919 oleh Eddington dkk yang bersejarah itu, yang berhasil membuktikan kebenaran Relativitas Umum), sementara peristiwa ekspedisi itu senyatanya baru terjadi "kemarin sore", so untuk observatorium Mohr ini, yang bobot sejarahnya tak kalah tingginya (dan jauh lebih tua) layaklah untuk mendapatkan peringatan serupa.

Salam,


Ma'rufin



From: nggieng <nggieng@yahoo. co.uk>
To: astronomi_indonesia @yahoogroups. com
Sent: Friday, April 24, 2009 3:00:55 PM
Subject: [astronomi_indonesi a] Re: Observatorium pertama di Indonesia ?

Usul yang menarik pak Ma'rufin!

Setahu saya soal gang toren, itu memang benar adanya, tapi saya pernah main ke gedung arsip nasional dan sekitarnya; kebetulan saya juga diwaktu luang juga mencari informasi mengenai sejarah obseratorium di Indonesia; tapi tidak melihat ada sisa2, ataupun petunjuk keberadaannya, mungkin memang harus ada studi mendalam dan komprehensif yang melibatkan jg sejarawan, dll.

Satu lagi yang lain adalah teropong transit yang dahulu ada di kantor meteorologi Belanda, kemudian diwariskan ke BMG (sekarang BMKG), itu sudah dipindahkan ke Pelabuhan Ratu. Wah, monumen2 astronomi di Indonesia sayang ya kl tidak dilestarikan.

Sungging






#863 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Thu May 14, 2009 8:07 am
Subject: [INFO] Bersiap untuk Pengamatan Hilaal Tua Jumadil Ula dan Hilaal Jumadil Akhir 1430 H
marufins
Send Email Send Email
 
Assalamu'alaikum..

Mari bersiap-siap untuk melaksanakan pengamatan hilaal dan hilaal tua untuk lunasi Jumadil Akhir 1430 H. Wah ndak terasa sudah hampir Jumadil Akhir, dan sebulan kemudian Rajab, dan selanjutnya aroma Ramadhan kian membayang.

Ijtima' atau konjungsi Bulan - Matahari akan terjadi pada hari Minggu 24 Mei 2009 pukul 19:11 WIB.

Sehingga :

1.Waktu Pengamatan Hilaal Tua Jumadil Ula

Tersedia selang waktu untuk mengamati hilaal tua pada :
  • Sabtu 23 Mei 2009 (umur Bulan saat itu : 37,4 jam sebelum konjungsi)
  • Minggu 24 Mei 2009 (umur Bulan saat itu : 13,4 jam sebelum konjungsi)
Silahkan melaksanakan pengamatan hilaal tua pada kedua hari tersebut, dengan strategi pengamatan :  menghadap ke langit timur dan pengamatan dilaksanakan sebelum Matahari terbit (sunrise)Waktu

2. Pengamatan Hilaal Jumadil Akhir

Tersedia selang waktu untuk mengamati hilaal tua pada :
  • Senin 25 Mei 2009 (umur Bulan saat itu : 22,2 jam setelah konjungsi)
  • Selasa 26 Mei 2009 (umur Bulan saat itu : 46,2 jam setelah konjungsi)
Silahkan melaksanakan pengamatan hilaal tua pada kedua hari tersebut, dengan strategi pengamatan :  menghadap ke langit barat dan pengamatan dilaksanakan setelah Matahari terbenam (sunset).

3. Pemodelan

Berikut kami lampirkan pemodelan posisi Bulan dan Matahari serta bentuk dan panjang sabit baik untuk hilaal maupun hilaal tua pada event tersebut. Pemodelan mengadopsi kota Yogyakarta sebagai lokasi pengamatan. Namun pada dasarnya tidak akan berbeda (secara praktis) ketika pengamatan dipindahkan ke kota-kota dan lokasi-lokasi lain yang ada di region Pulau Jawa dan Sumatra.

4. Format Laporan

Kemudian, tidak bermaksud untuk menggurui, namun agar lebih sistematis mohon upaya laporan-laporan tentang pengamatan hilaal maupun hilaal tua mengandung sedikitnya hal-hal sebagai berikut :
  1. Lokasi pengamatan (lebih bagus lagi jika lengkap dengan koordinat dan elevasinya).
  2. Kondisi kaki langit/horizon saat pengamatan (apakah cerah sempurna, atau berawan total/mendung, atau berawan sebagian dimana horizon tertutupi, atau terdapat sebaran awan/scatter clouds).
  3. Alat yang digunakan. Jika memakai alat bantu optik, mohon disertakan spesifikasinya (misalnya binokuler 7 x 35 mm dsb).
  4. Waktu saat terjadinya sunrise (jika mengamati Bulan sabit tertua) atau sunset (jika mengamati hilaal), dengan catatan sepanjang Matahari benar-benar teramati menyentuh horizon.
  5. Waktu saat Bulan sabit tertua terakhir kali terlihat, atau saat hilaal pertama kali terlihat. Catat juga tingginya pada saat itu (jika menggunakan alat optik), atau perkiraan tingginya (dengan membandingkannya terhadap ibu jari)
  6. Orientasi Bulan sabit tertua dan hilaal. Sebagai gambaran, bandingkan bentuk Bulan sabit tertua atau hilaal yang teramati dengan lingkaran jam, kemudian catat salah satu ujung sabit berada di jarum jam berapa, demikian juga ujung sabit yang lain. Setelah itu tuliskan dalam bentuk dimana angka jarum jam yang lebih kecil didahulukan. Misalnya : 3 - 8, 4 - 7, 2 - 6 dan sebagainya.
  7. Warna Bulan sabit tertua / hilaal.
  8. Jika memungkinkan, harap disertakan fotonya.
  9. Sebelum melakukan pengamatan, harap kalibrasikan jam anda dengan standar waktu referensi setempat. Misalnya dengan menghubungi nomor 103 lewat telpon kabel/HP CDMA Flexy, atau membandingkan dengan waktu siaran BBC, atau dengan siaran RRI, atau radio pantai.
Laporan harap di-share ke milis ini, atau bisa juga dikirimkan via japri ke marufins@... atau jogja_astroclub@.... Boleh juga dikirimkan dalam format singkat lewat SMS ke Ma'rufin (0817727823) atau Mutoha (08122743082)

5. Catatan

Pengamatan hilaal dan hilaal tua untuk lunasi Jumadil Akhir 1430 H ini memiliki keunikan tersendiri karena :
  • Secara umum region Pulau Jawa dan Sumatra bagian selatan sedang dalam transisi menuju ke musim kemarau, sehingga peluang langit bersih dengan clear horizon lebih besar.
  • Tanggal 27,28 dan 29 Mei 2008 pukul 16:18 WIB merupakan saat istimewa yang disebut Istiwa' Utama atau Istiwa' Azzam atau Rasydul Qiblat atau Zawal, dimana kedudukan piringan Matahari tepat ada di atas Ka'bah. Rukyatul Hilal Indonesia sedang mencoba mentradisikan hari-hari istimewa ini dalam tajuk "Hari Arah Kiblat" (atau "Hari Kiblat") yang diperingati setiap tahun.
  • Hilaal tua pada hari Minggu 24 Mei 2009 menjelang sunrise, secara teoritik memiliki umur "hanya" 13,4 jam, alias sangat muda. Namun pemodelan matematis menunjukkan pada kondisi tersebut hilaal tua justru masih ada kemungkinan untuk terlihat, ditandai dengan selisih tinggi yang lumayan (mencapai 7 derajat), elongasi 9 derajat atau di atas limit Danjon dan Bulan berada di atas ufuk selama 33 menit. Mari memfokuskan pengamatan ke saat tersebut, karena pada saat tersebut Bulan memiliki elemen-elemen yang sangat kritis (mendekati limit visibilitasnya) dan menjadi sarana yang ideal guna menguji kemampuan sebuah kriteria visibilitas.
Demikian, terima kasih atas perhatiannya, ditunggu partisipasinya dan laporan-laporannya. Mari menyiapkan diri.

Wassalamu'alaikum...


Ma'rufin



#864 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Mon May 18, 2009 2:32 am
Subject: Venus --> Re: [INFO] Bersiap untuk Pengamatan Hilaal Tua Jumadil Ula dan Hilaal Jumadil Akhir 1430 H
marufins
Send Email Send Email
 
Benda langit lain yang nampak pada Minggu pagi 17 Mei 2009 pukul 05:35 WIB, Venus. Selain Bulan dan Jupiter, venus menjadi satu-satunya benda langit yang masih terlihat di tengah kuatnya gelimang cahaya fajar alias twilight itu.

Salam,


Ma'rufin

From: AR Sugeng Riyadi <ar_sugeng_riyadi@...>
To: rukyatulhilal@yahoogroups.com
Sent: Thursday, May 14, 2009 4:37:13 PM
Subject: [ RHI ] Re: [INFO] Bersiap untuk Pengamatan Hilaal Tua Jumadil Ula dan Hilaal Jumadil Akhir 1430 H

Salam...

Insya Allah Pak Ma'rufin,
Semoga berhasil semuanya (ya hilal tuanya...ya hilal mudanya...)

Wassalaam...

Pak AR di Solo
LP2IF-RHI Wilayah Surakarta

--- In rukyatulhilal@ yahoogroups. com, Ma'rufin Sudibyo <marufins@.. .> wrote:
>
> Assalamu'alaikum. .
>
> Mari bersiap-siap untuk melaksanakan pengamatan hilaal dan hilaal tua untuk lunasi Jumadil Akhir 1430 H. Wah ndak terasa sudah hampir Jumadil Akhir, dan sebulan kemudian Rajab, dan selanjutnya aroma Ramadhan kian membayang.
>
> Ijtima' atau konjungsi Bulan - Matahari akan terjadi pada hari Minggu 24 Mei 2009 pukul 19:11 WIB.
>
> Sehingga :
>
> 1.Waktu Pengamatan Hilaal Tua Jumadil Ula
>
> Tersedia selang waktu untuk mengamati hilaal tua pada :
>
> * Sabtu 23 Mei 2009 (umur Bulan saat itu : 37,4 jam sebelum konjungsi)
> * Minggu 24 Mei 2009 (umur Bulan saat itu : 13,4 jam sebelum konjungsi)Silahkan melaksanakan pengamatan hilaal tua pada kedua hari tersebut, dengan strategi pengamatan : menghadap ke langit timur dan pengamatan dilaksanakan sebelum Matahari terbit (sunrise)Waktu
>
> 2. Pengamatan Hilaal Jumadil Akhir
>
> Tersedia selang waktu untuk mengamati hilaal tua pada :
>
> * Senin 25 Mei 2009 (umur Bulan saat itu : 22,2 jam setelah konjungsi)
> * Selasa 26 Mei 2009 (umur Bulan saat itu : 46,2 jam setelah konjungsi)
> Silahkan melaksanakan pengamatan hilaal tua pada kedua hari tersebut,
> dengan strategi pengamatan : menghadap ke langit barat dan pengamatan
> dilaksanakan setelah Matahari terbenam (sunset).
>
> 3. Pemodelan
>
> Berikut kami lampirkan pemodelan posisi Bulan dan Matahari serta bentuk dan panjang sabit baik untuk hilaal maupun hilaal tua pada event tersebut. Pemodelan mengadopsi kota Yogyakarta sebagai lokasi pengamatan. Namun pada dasarnya tidak akan berbeda (secara praktis) ketika pengamatan dipindahkan ke kota-kota dan lokasi-lokasi lain yang ada di region Pulau Jawa dan Sumatra.
>
> 4. Format Laporan
>
> Kemudian, tidak bermaksud untuk menggurui, namun agar lebih sistematis mohon upaya laporan-laporan tentang pengamatan hilaal maupun hilaal tua mengandung sedikitnya hal-hal sebagai berikut :
>
> 1. Lokasi pengamatan (lebih bagus lagi jika lengkap dengan koordinat dan elevasinya).
> 2. Kondisi kaki langit/horizon saat pengamatan (apakah cerah sempurna, atau berawan total/mendung, atau berawan sebagian dimana horizon tertutupi, atau terdapat sebaran awan/scatter clouds).
> 3. Alat yang digunakan. Jika memakai alat bantu optik, mohon disertakan spesifikasinya (misalnya binokuler 7 x 35 mm dsb).
> 4. Waktu saat terjadinya sunrise (jika mengamati Bulan sabit tertua) atau sunset (jika mengamati hilaal), dengan catatan sepanjang Matahari benar-benar teramati menyentuh horizon.
> 5. Waktu saat Bulan sabit tertua terakhir kali terlihat, atau saat hilaal pertama kali terlihat. Catat juga tingginya pada saat itu (jika menggunakan alat optik), atau perkiraan tingginya (dengan membandingkannya terhadap ibu jari)
> 6. Orientasi Bulan sabit tertua dan hilaal. Sebagai gambaran, bandingkan bentuk Bulan sabit tertua atau hilaal yang teramati dengan lingkaran jam, kemudian catat salah satu ujung sabit berada di jarum jam berapa, demikian juga ujung sabit yang lain. Setelah itu tuliskan dalam bentuk dimana angka jarum jam yang lebih kecil didahulukan. Misalnya : 3 - 8, 4 - 7, 2 - 6 dan sebagainya.
> 7. Warna Bulan sabit tertua / hilaal.
> 8. Jika memungkinkan, harap disertakan fotonya.
> 9. Sebelum melakukan pengamatan, harap kalibrasikan jam anda dengan standar waktu referensi setempat. Misalnya dengan menghubungi nomor 103 lewat telpon kabel/HP CDMA Flexy, atau membandingkan dengan waktu siaran BBC, atau dengan siaran RRI, atau radio pantai.Laporan harap di-share ke milis ini, atau bisa juga dikirimkan via japri ke marufins@... atau jogja_astroclub@ ... Boleh juga dikirimkan dalam format singkat lewat SMS ke Ma'rufin (0817727823) atau Mutoha (08122743082)
>
> 5. Catatan
>
> Pengamatan hilaal dan hilaal tua untuk lunasi Jumadil Akhir 1430 H ini memiliki keunikan tersendiri karena :
>
> * Secara umum region Pulau Jawa dan Sumatra bagian selatan sedang dalam transisi menuju ke musim kemarau, sehingga peluang langit bersih dengan clear horizon lebih besar.
> * Tanggal 27,28 dan 29 Mei 2008 pukul 16:18 WIB merupakan saat istimewa yang disebut Istiwa' Utama atau Istiwa' Azzam atau Rasydul Qiblat atau Zawal, dimana kedudukan piringan Matahari tepat ada di atas Ka'bah. Rukyatul Hilal Indonesia sedang mencoba mentradisikan hari-hari istimewa ini dalam tajuk "Hari Arah Kiblat" (atau "Hari Kiblat") yang diperingati setiap tahun.
> * Hilaal tua pada hari Minggu 24 Mei 2009 menjelang sunrise, secara teoritik memiliki umur "hanya" 13,4 jam, alias sangat muda. Namun pemodelan matematis menunjukkan pada kondisi tersebut hilaal tua justru masih ada kemungkinan untuk terlihat, ditandai dengan selisih tinggi yang lumayan (mencapai 7 derajat), elongasi 9 derajat atau di atas limit Danjon dan Bulan berada di atas ufuk selama 33 menit. Mari memfokuskan pengamatan ke saat tersebut, karena pada saat tersebut Bulan memiliki elemen-elemen yang sangat kritis (mendekati limit visibilitasnya) dan menjadi sarana yang ideal guna menguji kemampuan sebuah kriteria visibilitas. Demikian, terima kasih atas perhatiannya, ditunggu partisipasinya dan laporan-laporannya. Mari menyiapkan diri.
>
> Wassalamu'alaikum. ..
>
>
> Ma'rufin
>



1 of 1 Photo(s)


#865 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Mon May 18, 2009 12:10 pm
Subject: Mars Hoax --> Re: [banyumasan] http://space.about.com/library/weekly/blmarsclose.htm
marufins
Send Email Send Email
 
Itu memang Hoax. Lengkapnya disebut Mars Hoax. Munculnya sejak 2003 silam, dimana setiap menjelang Agustus selalu disebutkan bahwa Mars akan berada dalam posisi yang sangat dekat dengan Bumi sehingga akan nampak sebesar Bulan. Ini tidaklah tepat, karena dengan menggunakan data-data astronomi yang ada pada saat ini dan jika semuanya berjalan seperti sekarang, Mars tidaklah akan mungkin bisa nampak sebesar Bulan.

Berikut disajikan contoh simulasinya, menggunakan simulator Starry Night Digital Download, untuk 16 Agustus 2009 kelak. Kebetulan pada tanggal tersebut, tepatnya jam 05:00 WIB, posisi Mars akan berdekatan dengan posisi Bulan dimana jarak sudut (elongasi) di antara kedua benda langit ini hanya 4 derajat, sehingga memungkinkan untuk langsung dibandingkan dimensi nampaknya (tentunya dimensi yang terlihat dari kita di permukaan Bumi sebagai pengamat). Saat itu diameter nampak Bulan adalah 33 menit busur atau 0,5 derajat sementara diameter nampak Mars 5,5 detik busur atau 0,00153 derajat. Sehingga bisa dilihat dengan jelas tho, kalo Bulan ini =0,5/0,00153 = 327 kali lipat lebih besar ketimbang Mars.

Bagaimana akurasi simulator ini? Insya' Allah akurasinya sangat tinggi. Simulator ini memiliki ketidakpastian hanya 10 detik busur atau sebesar 0,0028 derajat secara rata-rata untuk pengestimasian posisi benda langit jika dilihat dari Bumi. Silahkan dibandingkan betapa kecilnya angka ketidakpastian ini terhadap elongasi Mars - Bulan yang besarnya 4 derajat itu, ataupun dengan diameter Bulan yang 0,5 derajat itu. Namun, nah ini namunnya...astronomi selalu mempersilahkan manusia khususnya yang mempelajarinya agar jangan terpaku pada simulasi-simulasi semacam ini saja, namun sebaiknya dibandingkan dengan data senyatanya di lapangan. So mari kita tunggu pada 16 Agustus besok dan silahkan dibandingkan langsung.

Tidak jelas siapa yang pertama kali mempopulerkan Mars Hoax ini. Memang sebenarnya ada waktu-waktu tertentu dimana posisi Mars akan tepat berada pada jarak yang paling pendek (paling dekat) terhadap Bumi, yang terjadi tiap 26 bulan sekali. Jarak minimal ini selalu dimanfaatkan untuk mengirimkan wahana antariksa ke Mars, mengingat pada kondisi tersebut Hohman Transfer Orbit (HTO) antara orbit Bumi dan orbit Mars membuat setiap pesawat antarika yang dikirim ke Mars hanya akan membakar bahan bakar roketnya dalam jumlah paling minimal sehingga bisa menghemat banyak biaya. Makanya badan-badan ruang angkasa seperti NASA maupun ESA memilih kesempatan langka ini untuk meluncurkan pesawat-pesawat dan robot2 pendaratnya seperti Mars Pathfinder dan Mars Global Surveyor (1997), Mars Climate Orbiter dan Mars Polar Lander (1999), Mars Odyssey (2001), Mars Exploration Rover dan Beagle (2003) ataupun hingga Mars Phoenix Lander (2007). Namun bukan berarti bahwa dalam jarak minimal tersebut Mars kemudian akan nampak sama besar atau bahkan lebih dibandingkan Bulan. Karena dengan diameter 'hanya' 6.792 km alias separuh saja dari diameter Bumi (diameter Bumi : 12.756 km), maka Mars hanya akan nampak sebagai titik bercahaya saja.

Btw, Mars Hoax ini hanya salah satu saja dari sejumlah hoax yang dikait-kaitkan dengan dunia astronomi, seperti misalnya :
  • Hoax Matahari bersinar 36 jam tanpa henti.
  • Hoax Planet X / Nibiru.
  • Hoax Matahari mengelilingi Bumi.
  • Hoax Manusia tidak pernah mendarat di Bulan.
  • Dlsb
Hoax-hoax ini nampaknya muncul karena secara naluriah manusia senantiasa terpukau dengan tarian benda-benda di langit yang eksotis ataupun dengan segala informasi yang berkaitan dengannya, sementara pada saat yang sama informasi yang disajikan kepadanya cukup terbatas. Ini sangat mirip dengan heboh Hoax Teh Botol kemarin itu. Siapa sih yang nggak "terpukau" dengan nama-nama keren seperti Asam Hidroksilat (hydroxilic acid) ataupun Dihidrogen Monoksida (DHMO), padahal sejatinya jika sedikit mau meninjau tatanama senyawa dalam ilmu kimia,  nama-nama keren itu hanya merujuk ke senyawa dengan rumus H2O yang kita kenal sebagai air. Jangankan Teh Botol, lha tubuh kita saja 70 %nya air.

Salam,


Ma'rufin


From: RC 00 SA <eyang_salim@...>
To: banyumas@yahoogroups.com
Sent: Monday, May 18, 2009 9:48:20 AM
Subject: Fw: [banyumasan] http://space.about.com/library/weekly/blmarsclose.htm

Maaf Pada Semua,

Setelah saya terus lungsur, sebenar ini ada lah E-Mail Hoax
 
Description: Email rumor / Hoax
Circulating since: 2003 (this version: 2009)
Status: Outdated / False

Comments: Don't bet on this one being true. The text was roughly accurate when it first began circulating in the summer of 2003, outdated when it went around again in 2005, and just plain false by the time it reappeared in 2006, 2007, and again in 2008.

It's now 2009 (view the latest version). How many times can a "once in a lifetime" event occur?

On August 27, 2003, the oscillating orbits of Mars and Earth did, in fact, bring the two planets closer together than at any other time during the past 50,000 years. Although Mars never actually appeared "as large as the full moon" — not even close — for a few days in 2003 it was indeed the brightest object in the night sky.

In October 2005 another well-publicized "close encounter" occurred, though in that case the planets were about 13 million kilometers further apart than during the 2003 event.

Nothing so spectacular is predicted for 2009.


Email This Article


RC00SA



----- Forwarded Message ----
From: RC 00 SA <eyang_salim@ yahoo.com>
To: banyumas@yahoogroup s.com
Sent: Monday, 18 May, 2009 8:26:30
Subject: [banyumasan] http://space. about.com/ library/weekly/ blmarsclose. htm

Untuk Pengetahuan Am - di persilakan lungsur http://space. about.com/ library/weekly/ blmarsclose. htm

 

SELF SATISFACTION is the best form of reward
To achieve this, one must have these qualities:-
1. Enthusiasm
2. Commitment
3. Dedication
4. Consistency


RC 00 SA






1 of 1 Photo(s)

#866 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Fri May 29, 2009 2:26 am
Subject: Resume Pengamatan Hilaal Tua Jumadil Ula dan Hilaal Jumadil Akhir 1430 H
marufins
Send Email Send Email
 
Hilaal Tua Jumadil Ula

1. Sabtu pagi 23 Mei 2009 menjelang Matahari terbit (sunrise)

Pengamat dan hasil :
  • Mas Yhonny Siregar (Bogor), langit cerah berawan, hilaal tua tak terlihat
  • Pak AR Sugeng (Klaten), langit mendung, hilaal tua terlihat
  • Ma'rufin (Kebumen), langit mendung, hilaal tua tak terlihat

2. Minggu pagi 24 Mei 2009 menjelang Matahari terbit (sunrise)

Pengamat dan hasil :
  • Pak AR Sugeng (Klaten), hilaal tua tak terlihat
  • Ma'rufin (Kebumen), langit mendung, hilaal tua tak terlihat
Hilaal Jumadil Akhir

1. Senin senja 23 Mei 2009 setelah Matahari terbenam (sunset)

Pengamat dan hasil :
  • Mas Yhonny Siregar (Bogor), langit berawan, hilaal tak terlihat
  • Pak AR Sugeng & tim (Klaten), langit mendung, hilaal tak terlihat
  • Pak Mutoha & tim (Parangkusumo DIY), langit mendung, hilaal tak terlihat
  • Pak Mahmud & tim (Jakarta), langit berawan, hilaal tak terlihat
  • Pak Arief Syamsulaksana (Perth, Australia), langit cerah, hilaal tak terlihat
  • Pak Ibnu Zahid Abdoel Muid & tim (Gresik), langit mendung, hilaal tak terlihat
  • Ma'rufin (Cirebon), langit berawan, hilaal tak terlihat)
  • Ma'rufin (Kebumen), langit mendung, hilaal tua tak terlihat
Pengamat tamu dan hasilnya :
  • Pak Ahmad I Adjie & tim (Bandung), langit cerah, hilaal terlihat ---> (?)
Terima kasih atas semua partisipasinya. Data-data telah kami catat dan Insya' Allah akan sangat berguna dalam histori dan kajian kalender Hijriyyah di Indonesia. Dan ditunggu lagi partisipasi serta laporannya dalam pengamatan hilaal tua Judail Akhir dan hilaal Rajab 1430 H sebulan ke depan.

Catatan

Berikut kami sajikan pula situasi lunasi Jumadil Akhir 1430 H, maaf me-refer ke Jadwal Shalat Hijriyyah 1.3 yang pernah kami publikasikan. Meski pada 25 Mei 2009 lalu hampir semua pengamat melaporkan tidak teramatinya hilaal (dan hanya satu yang melaporkan, meski itu masih berstatus meragukan), mengingat posisi Bulan dan Matahari telah jauh di atas kurva visibilitas, maka 1 Jumadil Akhir 1430 H = Selasa 26 Mei 2009.

Jumadil Akhir 1430 H akan berumur 30 hari, dengan saat penentuan (pengamatan hilaal Rajab 1430 H) pada 23 Juni 2009 mendatang. Pada lunasi Jumadil Akhir 1430 ini tidak ada event khusus seperti Gerhana Matahari maupun Gerhana Bulan.

Salam,


Ma'rufin



1 of 1 File(s)


Messages 837 - 866 of 998   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines NEW - Help