Search the web
Sign In
New User? Sign Up
jogja_astroclub · Jogja Astro Club (JAC)
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Want to share photos of your group with the world? Add a group photo to Flickr.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Messages 927 - 931 of 931   Newest  |  < Newer  |  Older >  |  Oldest
Messages: Show Message Summaries   (Group by Topic) Sort by Date v  
#931 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Sun Nov 15, 2009 9:06 am
Subject: Balasan: Pemberitahuan tentang Waktu, Strategi dan Pelaporan untuk Pengamatan Hilaal dan Hilaal Tua Lunasi Zulhijjah 1430 H
marufins
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Assalamu'alaikum wr wb


Berikut tambahan penjelasan dari Bp. Dr. Thomas Djamaluddin mengenai kondisi cuaca khususnya dalam pelaksanaan rukyat hilaal untuk menentukan 1 Zulhijjah 1430 H pada Selasa 17 November 2009 mendatang.

Beberapa penjelasan tambahan :
El Nino = suatu kondisi dimana perairan bagian timur Samudera Pasifik suhunya lebih tinggi (1 - 3 derajat Celcius) dibanding perairan Pasifik barat, sehingga uap air yang terbentuk di wilayah Pasifik barat (termasuk dari wilayah Indonesia) akan dibawa ke sisi timur Pasifi.
DMI = Dipole Mode Indian Ocean. DMI positif adalah satu kondisi dimana perairan bagian barat Samudera Hindia (yang berdekatan dengan Afrika) suhunya lebih tinggi ketimbang perairan sebelah timur Samudera Hindia (yang berdekatan dengan Indonesia), dalam orde 1 - 3 derajat Celcius. Kondisi demikian membuat uap air di wilayah Indonesia akan dibawa ke bagian barat Samudera Hindia.
MJO = Madden Julian Oscillation, yakni satu kondisi osilasi (siklus) pergerakan awan-awan di zona tropis/ekuator dari Samudera Hindia ke Samudera Pasifik dengan periode 30 - 60 hari. Pergerakan awan-awan tersebut jika melintasi Indonesia akan mendatangkan curah hujan yang kuat, intensif, namun bersifat sementara (lokal).

Sebagai catatan lagi, El-Nino kuat dan DMI positif kuat terjadi pada 1997 silam dan menghasilkan kekeringan berkepanjangan. Alhamdulilllah bahwa pada saat ini El-Nino dan DMI positif yang terjadi tidak kuat sehingga kekeringan di Indonesia tidak separah pada 1997.

   
--------------------
Balasan: Pemberitahuan tentang Waktu, Strategi dan Pelaporan untuk Pengamatan Hilaal dan Hilaal Tua Lunasi Zu

Assalamu'alaikum wr. wb.,

Ditinjau dari segi cuaca, peluang keberhasilan rukyat di wilayah Jawa bagian Timur tampaknya masih lebih besar daripada di Jawa Bagian Barat. Tetapi peluangnya 50:50, mengingat satu sisi kondisi El Nino makin meningkat dan DMI positif memberi peluang berkurangnya awan di atas Indonesia, tetapi MJO aktif yang cenderung meningkatkan konveksi di wilayah Indonesia berpotensi langit masih berselimut awan.
--------------------

Salam,


Ma'rufin


#930 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Thu Nov 12, 2009 5:12 pm
Subject: Asteroid 2009 VA, ADB yang sangat dekat
marufins
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Thanks mas Subhan, emang tidak salah. Namun menyimulasikannya yang agak panjang.

Btw, 2009 VA ini punya diameter 7 meter dan dari Small Body Database JPL punya magnitude mutlak (H) = 28,58 sehingga ia punya albedo 0,06 alias hanya memantulkan 6 % saja dari cahaya Matahari yang jatuh menimpanya. Dengan albedo sekecil itu, maka kemungkinan besar asteroid dekat Bumi (ADB) ini tersusun dari batu.

Jika kita mengkonversikan magnitude mutlak ini menjadi magnitude visual dengan ngambil jarak asteroid ke Matahari disamakan saja dengan jarak Bumi ke Matahari, yakni sama-sama 1 AU maka pada ketinggian 14.000 km asteroid ini sebenarnya belum bisa dilihat dengan mata telanjang ataupun dengan binokuler. Musababnya magnitude visualnya masih + 14. Sehingga butuh teleskop dengan diameter lensa/cermin obyektifnya minimal 46 cm.

Asteroid seukuran ini akan memiliki massa 170 ton jika kita anggap densitasnya 3 g/cc. Dan ia melaju di angkasa dengan energi kinetik 8,5 kiloton TNT jika kita anggap kecepatannya 20,3 km/detik. Pada tingkat energi tersebut, asteroid akan jatuh ke Bumi secara statistik setiap 2,6 tahun sekali. Tentu saja jika model matematis yang dikembangkan Near Earth Object Science Definition Team 2003 silam itu benar.

Andaikata 2009 VA ini bisa memasuki atmosfer Bumi, ia akan terpecah dan meledak pada rentang ketinggian 30 - 40 km dari permukaan tanah setelahs ebelumnya nampak seterang Bulan purnama karena magnitude visualnya bisa berharga -11. Ledakan takkan menghasilkan dampak signifikan di permukaan karena terlalu tingginya. Namun pecahan berukuran kecil mungkin masih tersisa dan jatuh ke Bumi sebagai meteorit, meski total massanya paling beberapa kg saja.

Btw, belakangan makin sering saja asteroid ADB kecil-kecil yang berhasil dilacak. Namun untuk kasus ledakan Bone kemarin koq nggak ada yang bisa ya ?

Salam,


Ma'rufin


<xcubanx@...>
To: indoskygazer@yahoogroups.com
Sent: Thu, November 12, 2009 3:48:08 PM
Subject: [indoskygazer] Re: satelit?

 

data orbit untuk asteroid 2009 VA,... mudah2an tidak salah :

http://ssd.jpl. nasa.gov/ sbdb.cgi? sstr=2009% 20VA;orb= 1;cov=0;log= 0;cad=1#cad

Keep Gazing!
Salam,
Subhan Nur Hakim

--- In indoskygazer@ yahoogroups. com, Ma'rufin Sudibyo <marufins@.. .> wrote:
>
> Bisa saja koq masuk ke atmosfer Bumi tapi kemudian keluar lagi. Istilahnya bouncing. Terjadi ketika asteroid datang dari ketinggian yang sangat rendah, sekitar kurang dari 5 derajat. Asteroid yang masuk ke atmosfer, selain terablasi, kecepatannya juga diperlambat alias mengalami proses aerobraking sehingga ketika keluar dari lingkungan atmosfer untuk kembali ke angkasa, orbitnya sudah berubah dari semula.
>
> Contoh asteroid semacam ini misalnya dalam peristiwa fireball Grand Teton di AS pada 10 Agustus 1972, yang demikian terang sehingga bisa dilihat jelas di siang hari. Lihat lebih lengkap di :
>
> The Great Daylight 1972 Fireball
>
> Btw, pada 6 November lalu ada asteroid 2009 VA, berdiameter 7 m yang melintas hanya 14.000 km dari permukaan Bumi. Namun data-data orbitnya koq belum ada ya, sehingga belum jelas juga apakah ini yang nongol pada Jumat pagi 6 November jam 05:00 itu.
>
> Salam,
>
>
> Ma'rufin
>
>
>
>
>
> ____________ _________ _________ __
> From: andreas adiana <andreas.adiana@ ...>
> To: indoskygazer@ yahoogroups. com
> Sent: Tue, November 10, 2009 9:57:49 PM
> Subject: Re: [indoskygazer] satelit?
>
>
> melintas tapi gak masuk atmosfer bumi ya? soalnya kalo masuk atmosfer kan terbakar...
> kalo yg ini kecepatannya gak sekenceng meteor yang cuma sekedipan mata...ini bisa dilihat sampe ke ufuk...kalo asteroid...kebayang gedenya deh...
>
> salam,
> andreas adiana
>
>
> 2009/11/10 avivah yamani <avivahy@gmail. com>
>
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > >
> >
> >>
> >
> >>
> >
> >6 november ada asteroid yg melintas...
> >
> >
> >2009/11/10 andreas adiana <andreas.adiana@ gmail.com>
> >
> >
> >>>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >> >>
> >>
> >>>>
> >>
> >>>>
> >>
> >>Jumat pagi 6 nov 2009, sekitar jam 5 lewat, waktu mau nyuci mobil,
> >>>>iseng mendongak menikmati konstelasi orion dan cerahnya sirius...
> >>>>eh...ada benda terang, secerlang venus melintas dari barat laut ke
> >>>>tenggara. ..beberapa detik ternganga, terus teriak2 manggil anakku yang
> >>>>paling gede...
> >>>>entah apa benda itu, yang jelas cahayanya enggak berkedip, secerlang
> >>>>venus, bergerak cepat...
> >>>>mungkinkan itu satelit yg kebetulan melintas? atau teleskop hubble?
> >>>>posisi pengamatan di bontang, beberapa detik dari ke utara dari khatulistiwa
> >>
> >>>>salam,
> >>>>andreas adiana
> >>
> >
> >
> >--
> >Avivah Yamani
> >http://langitselatan.com
> >http://simplyvie. com
> >
>
>
>
> ____________ _________ _________ _________ _________ __
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail. yahoo.com
>



#929 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Thu Nov 12, 2009 4:53 pm
Subject: Risalah RHI : Zulhijjah 1430 H
marufins
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Assalamu'alaikum wrw

Salam untuk semua,
Mulai islamic lunation ke-17160 (alias Zulhijjah 1430 H) Rukyatul Hilal Indonesia mulai merilis risalah elektronik tentang kondisi menjelang 1 Hijriyyah dalam setiap lunasinya. Risalah ini bertujuan untuk peta kondisi hilaal dan hilaal tua di Indonesia untuk tiap lunasi yang dideskripsikan, sehingga diharapkan bisa menjadi panduan untuk pelaksanaan observasi Bulan sabit termuda atau hilaal (bagi yang melaksanakan observasi) dan sebagai panduan informasi yang berharga dan dapat dipertanggungjawabkan (bagi yang mendasarkan pada perhitungan).

Karena risalahnya masih trial version, mohon masukan-masukannya agar bisa jadi lebih baik, bisa langsung bisa juga japri.

Wassalamu'alaikum wrw,


Ma'rufin



1 of 1 File(s)


#928 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Thu Nov 12, 2009 4:42 pm
Subject: Pemberitahuan tentang Waktu, Strategi dan Pelaporan untuk Pengamatan Hilaal dan Hilaal Tua Lunasi Zulhijjah 1430 H
marufins
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Assalamu'alaikum..

Mari menyiapkan diri untuk melaksanakan pengamatan hilaal dan hilaal tua bagi lunasi Zulhijjah 1430 H untuk menjadi bahan masukan dalam sidang itsbat penentuan 1 Zulhijjah 1430 H guna menentukan Hari Raya Idul Adha.

Ijtima' atau konjungsi Bulan - Matahari akan terjadi pada hari Selasa 17 November 2009 pukul 02:14 WIB.

Sehingga :

1.Waktu Pengamatan Hilaal Tua Zulqa'idah

Tersedia selang waktu untuk mengamati hilaal tua pada :
  • Minggu 15 November 2009 (umur Bulan saat itu > 40 jam sebelum konjungsi, lama Bulan di atas ufuk > 90 menit)
  • Senin 16 November 2009 (umur Bulan saat itu > 19 jam sebelum konjungsi, lama Bulan di atas ufuk > 40 menit)
Silahkan melaksanakan pengamatan hilaal tua Zulqa'idah pada dua hari tersebut, dengan strategi pengamatan : 
  • Menghadaplah ke langit timur sejak mulai terbitnya Bulan hingga sebelum Matahari terbit (terbitnya Bulan = waktu terbitnya Matahari dikurangi dengan lamanya Bulan di atas ufuk).
  • Perhatikan bahwa Matahari pada saat terbit berada di Azimuth 109 alias berada di arah Timur -Tenggara dari pengamat.
  • Perhatikan bahwa pada 15 November 2009, Bulan akan berada di sebelah kiri (sebelah utara) dari kedudukan Matahari, sehingga bentuk lengkungan cahayanya adalah miring ke kiri. Sementara pada 16 November 2009 Bulan akan nyaris tepat berada di atas Matahari.
2. Pengamatan Hilaal Zulhijjah

Tersedia selang waktu untuk mengamati hilaal pada :
  • Selasa 17 November 2009 (umur Bulan saat itu > 13 jam setelah konjungsi, lama Bulan di atas ufuk > 20 menit)
  • Rabu 18 November 2009 (umur Bulan saat itu > 37 jam setelah konjungsi, lama Bulan di atas ufuk > 72 menit)
Silahkan melaksanakan pengamatan hilaal Zulhijjah pada dua hari tersebut, dengan strategi pengamatan : 
  • Menghadaplah ke langit barat sejak mulai terbenamnya Matahari hingga terbenamnya Bulan (terbenamnya Bulan = waktu terbenamnya Matahari ditambah dengan lamanya Bulan di atas ufuk).
  • Perhatikan bahwa Matahari pada saat terbenam berada di Azimuth 251 alias berada di arah Barat - Barat Daya dari pengamat.
  • Perhatikan bahwa dalam dua hari tersebut Bulan akan berada di sebelah kiri (sebelah selatan) dari kedudukan Matahari, sehingga bentuk lengkungan cahayanya akan miring ke kiri.
3. Pemodelan dan Prediksi

Pemodelan ada di dalam risalah elektronik RHI Nomor 2 volume I tahun 1430 H.

4. Format Laporan

Kemudian, tidak bermaksud untuk menggurui, namun agar lebih sistematis mohon upaya laporan-laporan tentang pengamatan hilaal maupun hilaal tua mengandung sedikitnya hal-hal sebagai berikut :
  1. Lokasi pengamatan (lebih bagus lagi jika lengkap dengan koordinat dan elevasinya).
  2. Kondisi kaki langit/horizon saat pengamatan (apakah cerah sempurna, atau berawan total/mendung, atau berawan sebagian dimana horizon tertutupi, atau terdapat sebaran awan/scatter clouds).
  3. Alat yang digunakan. Jika memakai alat bantu optik, mohon disertakan spesifikasinya (misalnya binokuler 7 x 35 mm dsb).
  4. Waktu saat terjadinya sunrise (jika mengamati Bulan sabit tertua) atau sunset (jika mengamati hilaal), dengan catatan sepanjang Matahari benar-benar teramati menyentuh horizon.
  5. Waktu saat Bulan sabit tertua terakhir kali terlihat, atau saat hilaal pertama kali terlihat. Catat juga tingginya pada saat itu (jika menggunakan alat optik), atau perkiraan tingginya (dengan membandingkannya terhadap ibu jari)
  6. Orientasi Bulan sabit tertua dan hilaal. Sebagai gambaran, bandingkan bentuk Bulan sabit tertua atau hilaal yang teramati dengan lingkaran jam, kemudian catat salah satu ujung sabit berada di jarum jam berapa, demikian juga ujung sabit yang lain. Setelah itu tuliskan dalam bentuk dimana angka jarum jam yang lebih kecil didahulukan. Misalnya : 3 - 8, 4 - 7, 2 - 6 dan sebagainya.
  7. Warna Bulan sabit tertua / hilaal.
  8. Jika memungkinkan, harap disertakan fotonya.
  9. Sebelum melakukan pengamatan, harap kalibrasikan jam anda dengan standar waktu referensi setempat. Misalnya dengan menghubungi nomor 103 lewat telpon kabel/ponsel CDMA dengan SIMCard Flexy, atau membandingkannya dengan waktu siaran BBC, atau dengan siaran RRI, atau radio pantai.
Laporan harap di-share ke milis ini, atau bisa juga dikirimkan via japri ke marufins@... atau jogja_astroclub@.... Boleh juga dikirimkan dalam format singkat lewat SMS ke Ma'rufin (0817727823) atau Mutoha (08122743082)

5. Catatan

Pengamatan hilaal dan hilaal tua untuk lunasi Zulhijjah 1430 H ini memiliki keunikan karena :
  • Secara umum meski sebagian besar region Indonesia berada di masa pancaroba (transisi dari musim kemarau ke musim hujan) yang lebih panjang disertai anomalous Dipole Mode di Samudera Hindia serta fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) sehingga membuat sebagian wilayah Indonesia berpotensi lebih berawan dan atau hujan, sehingga peluang langit bersih dari awan dengan clear horizon tel;ah mengecil.
  • Posisi hilaal tua di bagian barat wilayah Indonesia pada hari Senin pagi 16 November 2009 tepat berada dalam batas definisi hilaal tua sesuai data RHI sehingga diharapkan pengamatan hilaal tua memfokuskan diri dan pada saat tersebut.
  • Posisi hilaal di bagian barat wilayah Indonesia pada Selasa senja 17 November 2009 tepatberada di batas bawah definisi hilaal sesuai data RHI sehingga bermanfaat untuk melaksanakan pengujian definisi. Pengujian definisi sebelumnya pernah dilakukan pada rukyatul hilaal untuk menentukan 1 Syawwal 1430 H yang dilaksanakan pada 19 September 2009 dan berhasil meski dari 1 titik pengamatan saja.
  • Harap untuk berhati-hati dalam mengidentifikasi hilaal dan membedakannya dengan obyek terang di langit.
  • RHI hanya mempergunakan sistem hisab kontemporer (haqiqi bittahqiq) untuk menghitung, membuat model matematis dan membuat peta ketinggian dan elongasi hilaal.
  • Tidak ada fenomena khusus terkait Bulan dan atau Matahari dalam bentuk gerhana,
Demikian, terima kasih atas perhatiannya, ditunggu partisipasinya dan laporan-laporannya.

Wassalamu'alaikum...


Ma'rufin


#927 From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Date: Sun Nov 8, 2009 2:22 am
Subject: Re: Di Bali, tampak komet? Meteor? Yang jelas bukan UFO
marufins
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Thanks mas Iwal atas infonya. Saya kutip saja fotonya dari blog yang bersangkutan, yang mendapat laporan dari seseorang bernama Devy yang kebetulan berada di Pantai Nusa Dua Bali pada 28 Oktober 2009 lalu. Fotonya sebagai berikut :

Obyek nampak bergerak "cepat" (cepat di sini relatif, berdasar persepsi pengamat) di sore hari, menjelang Matahari terbenam. Pada obyek terlihat ada lampu yang berkela-kelip mirip pesawat.

Yang jelas obyek ini bukan komet. Mengapa? Karena komet jika dilihat dari Bumi memiliki gerakan yang kecepatannya relatif tak jauh berbeda dengan kecepatan langit (yakni bergeser 1 derajat per 4 menit), dimana untuk komet ada tambahan 1 - 2 derajat per hari. Pengamat yang berhasil melihat komet akan terpersepsikan bahwa komet itu "diam", seolah tidak bergerak terhadap Bumi. Ini bisa dimengerti karena jarak Bumi dan komet-komet yang melintas di tata surya umumnya sangat jauh, sama dengan jarak bumi ke planet-planet, sehingga dinamika pergerakan komet layaknya pergerakan planet-planet jika dilihat dari Bumi.

Karena terlihat bergerak "cepat", maka obyek posisinya masih berada di lingkungan Bumi. Namun obyek tersebut bukan sampah antariksa (space debris), karena energinya tak cukup untuk itu. Sampah antariksa pada umumnya memiliki kecepatan 8 km/detik, sehingga untuk bisa menghasilkan goresan cahaya tersebut massanya harus sangat besar sehingga energi kinetiknya cukup besar, melebihi 10 ton. Untuk obyek secepat sampah antariksa, hanya pesawat ulang alik (space shuttle) yang bisa menghasilkan fenomena tersebut saat reentry kembali ke Bumi.

Sehingga tinggal tersisa dua kemungkinan : obyek tersebut adalah meteor/fireball, atau obyek tersebut adalah pesawat terbang biasa. Jika meteor, obyek tersebut tentulah merupakan fireball karena bisa terlihat di siang hari sehingga kecerlangannya lebih besar ketimbang planet Venus, atau dalam bahasa yang lebih rinci, magnitude visualnya lebih besar ketimbang -4 (minus empat). Untuk akhir Oktober, pelacakan menunjukkan ada sumber meteor (radiants) yang aktif, yakni Orionids yang bersumberkan dari remah-remah yang tersisa di orbit komet Halley. Namun Orionids di Indonesia baru akan teramati selepas tengah malam, sehingga obyek di sore hari itu bukanlah meteor Orionids. Selain itu Orionids hanyalah aktif pada 18 hingga 25 Oktober saja, dengan puncaknya pada 21 Oktober 2009 yang memiliki rate 60 meteor/jam. Sehingga, jika obyek itu merupakan meteor, kemungkinan besar ia bersumber dari asteroidal, yakni pecahan-pecahan asteroid dekat Bumi yang kebetulan tertarik oleh gravitasi Bumi dan jatuh sebagai meteor sangat cemerlang. Berbeda dengan hujan meteor yang sifatnya periodik sehingga jadwalnya bisa diprediksikan, meteor asteroidal ini random, tak terprediksi dan dalam sejumlah kasus (jika ukuran pecahan asteroidnya cukup besar), ia bisa menjangku permukaan Bumi sebagai meteorit.

Sementara kemungkinan yang kedua, obyek ini mungkin hanyalah pesawat terbang biasa khususnya pesawat bermesin jet. Ini diperkuat oleh kelap kelip lampu, sesuatu yang tak ada di dalam meteor. Gas buangan yang dihasilkan oleh mesin jet akan terkondensasi ketika pesawat cukup tinggi di atmosfer, sehingga menghasilkan fenomena contrail (condensation trail) karena hasil kondensasi tersebut mirip awan, namun bentuknya lurus.

Salam,


Ma'rufin

From: Iwal <iwal99@...>
To: rukyatulhilal@yahoogroups.com
Sent: Mon, November 2, 2009 6:53:06 PM
Subject: [ RHI ] Di Bali, tampak komet? Meteor? Yang jelas bukan UFO

 

Pak Ma'rufin dan rekan-rekan astronom,

Saya dapat info dari sini, bahwa di Bali (28/10/2009) ada seseorang yang sempat melihat benda langit menyerupai komet (atau meteor?).

Mohon infonya, apakah info ini benar, apakah ada "rekaman" yang menunjukkan aktifivtas benda langit di atmosfer sekitar Bali pada tanggal segitu?
Mohon keterangan tentang hal ini, mengingat saat ini memang langit kelihatannya sedang "rajin" menampakkan gejala-gejala yang cukup langka untuk diamati secara awam.

Wassalam



Messages 927 - 931 of 931   Newest  |  < Newer  |  Older >  |  Oldest
Advanced
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help