--- In
rsgisforum-net@yahoogroups.com, Yadi Setiadi <setiasetiadi@...>
wrote:
>
> Dear mas arief,
>
> Mungkin sedikit berbagi pengalaman...
>
> 1. Peta dasar memang sangat penting untuk perencanaan survey yg
> efektif, dan tentunya peta dasar tsb harus telah selesai kt buat sblm
> terjun ke lapangan. Biasanya peta dasar kt buat atau kt kompilasi dr
> data2 pendukung yang ada, spt yg telah mas arief kemukakan. Memang
> yang menjadi permasalahan adalah skala peta2 pendukung yg berbeda.
> Untuk peta geologi yg mempunyai skala yg lebih kecil, sebaiknya
> dipadankan/disesuaikan dgn foto udara, maksudnya batas2 peta geologi
> tsb dioverlaykan dengan foto udara. Biasanya batas2 geologi tsb
> terlihat jelas melalui analisis foto udara dan batas tsb bisa kt
> update dgn cara digit on screen, hal ini jg akan bermanfaat untuk
> analisis geomorfologi ntiny. Untuk survey pd skala 25rb sebaiknya
> dilakukan dgn metode transek berdasarkan keragaman variabilitas
> penggunaan lahan dan topografi, perencanaan survey tsb harus
> disesuaikan jg dgn peta tanah pendukung sebelumnya.
>
> 2. Untuk analisis spasial berbasis raster, sebaiknya dilakukan dengan
> nilai grid cell size yang sama, hal ini dilakukan agar tdk terjadi
> kesalahan analisis scr statistik sehingga output data yang dihasilkan
> tdk valid.
>
> Semoga dpt membantu dan bermanfaat...
>
> On 11/5/09, Arief Pradana arief.pradana@... wrote:
> > salam rekan2 RSGIS'er, saya ada beberapa pertanyaan dan semoga
rekan-rekan
> > bisa menjawabnya/memberikan tanggapan :
> >
> > 1. penelitian saya tentang evaluasi kesesuaian lahan menggunakan
beberapa
> > peta seperti peta topografi skala 1:25000, peta tanah dan geologi
skala
> > 1:100000 sebagai peta dasar dengan bantuan citra dari google earth
untuk
> > identifikasi penggunaan lahan nya. jika nanti saya ingin membuat
output
> > akhir peta kesesuaian lahan dengan skala 1:25.000, bagaimana proses
> > pengambilan data yang harus saya lakukan di lapang (ex: sampel
tanah) harus
> > sampai sedetil apa ? karena peta dasar yang saya gunakan memiliki
skala yang
> > berbeda-beda
> >
> > 2. jika kita ingin merubah format dari bentuk vektor ke grid
(raster), pasti
> > selalu ditanyakan cell size (misal jika ingin membuat DEM dari garis
> > kontur). yang ingin saya tanya, harus berapa meter cell size yang
harus
> > diisi apabila saya memakai citra ikonos/landsat dll sebagai data
tambahan
> > untuk identifikasi penggunaan lahan nya. apakah harus mengikuti
resolusi
> > spasial dari tiap citra yang digunakan sebagai data tambahan
tersebut?
> >
> > terimakasih
> >
> > regards,
> > arief
> >
> >
> >
> > Apakah wajar artis ikut Pemilu? Temukan jawabannya di Yahoo!
Answers.
> >
http://id.answers.yahoo.com
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
>
dear arief,
menajawab pertanyaan
1. untuk output peta kesesuaian lahan skala 1:25.000 satuan peta tanah
(SPT) yg digunakan adalah sampai tingkat asosiasi/kompleks dari seri
tanah dengan luas terkecil dr spt adalah 2,5 ha (peta tanah semi detil)
dengan pengamatan 1000 m x 250 m (pengamatan per 25 hektar), peta2 dasar
spt, geologi, tanah, topografi, dem, isohyet hanya sebagai data
pendukung dari peta dasar saja untuk membuat peta kerja, untuk acuan:
tanya ibu tini buku evaluasi kesesuaian lahan & perencanaan tataguna
tanah, sarwono hardjowigeno & widiatmaka di perpus, ato ikut kuliahnya
pak anang yogaswara & pak widiatmaka,
pergi ke balai penelitian tanah, dpn kebon raya, minta ke koperasi,
bagian fotokopinya buku petunjuk teknis evaluasi lahan untuk komoditas
pertanian
untuk analisis sampel tanah: buat profil tanah di setiap seri tanah yg
ditemukan di lokasi studi, ambil sampel per horison (untuk studi
pedogenesis), untuk penentuan status kesuburan tanah & sifat fisik tanah
ambil secara komposit sampel kesuburan di 2 kedalaman (secara umum 0 -
30 cm & 30 - 60 cm), untuk lebih spesifik, kedalaman disesuaikan dgn
zone perakaran tanaman study, untuk sampel fisik pake ring sampel
untuk sifat yg diamatin di lapangan, buka buku praktikum morfologi &
klasifikasi
parameter yg di analisis
a. kesuburan : tekstur pH, C-org, KTK, Kejenuhan Al, N-total, P tersedia
(P-bray), K, tekstur, salinitas & sodititas (Na & Cl, khusus daerah
pinggir pantai), untuk gambut, tamabahin kadar abu (untuk penentuan
kematangan gambut)
b. fisik: drainase, permeabilitas
2. mau bikin model jenis tanah dari perbedaan ketinggian ya?ato bikin
model kelas lereng pake model builder y?
untuk membuat DEM dari garis kontur cell size yang harus diisi ya
sebaiknya semakin kecil, biar resolusinya gede, samain aja sama cell
size ikonos, tapi berat pas prosesnya, tapi enak kita ngeliatnya
segitu aja dulu, CMIIW
[Non-text portions of this message have been removed]