Search the web
Sign In
New User? Sign Up
rukyatulhilal · RUKYATUL HILAL INDONESIA (RHI)
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Want to share photos of your group with the world? Add a group photo to Flickr.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
[INFO] Gerhana Matahari Total 22 Juli 2009, sang pemuncak parade ger   Message List  
Reply | Forward Message #1526 of 1690 |
Pada Selasa 22 Juli 2009 akan terjadi peristiwa Gerhana Matahari Total (GMT) yakni satu kondisi dimana bundaran Matahari tertutupi oleh bundaran Bulan yang sedang menuju ke fase Bulan baru atau konjungsi atau ijtima'. Gerhana ini merupakan gerhana pemuncak dari sebuah "parade gerhana" selama 30 hari ke depan dimana secara berturut-turut akan terjadi 3 gerhana sekaligus yakni Gerhana Bulan Penumbral 7 Juli 2009, Gerhana Matahari Total 22 Juli 2009 dan Gerhana Bulan Penumbral 6 Agustus 2009. Parade gerhana semacam ini terakhir kali terjadi 9 tahun silam tepatnya pada bulan Juli 2000.


Gerhana Matahari Total 22 Juli 2009 merupakan bagian dari gerhana seri Saros 136 dan bisa dilihat dari kawasan Asia Selatan, Asia Tenggara, Asia Timur dan Samudera Pasifik. Sebagai bagian dari seri Saros 136, maka gerhana ini merupakan perulangan dari GMT 55 tahun sebelumnya, yakni GMT 20 Juni 1955. Yang membedakan hanyalah lokasi keterlihatan gerhana kali ini sedikit bergeser ke utara. Dan kelak 55 tahun ke depan, yakni 24 Agustus 2063, GMT yang sama juga akan berulang dengan catatan bahwa lokasi keterlihatan gerhana kian bergeser ke utara menjauhi kawasan khatulistiwa.


Gerhana Matahari Total 22 Juli 2009 memiliki bayangan inti (umbra) yang memanjang sejauh ribuan kilometer dari lepas pantai Laut Arab di sebelah barat India dan menerus ke timur laut melintasi kota Shanghai dan Kep. Jepang untuk akhirnya berbelok ke tenggara hingga berakhir di pertengahan Samudera Pasifik. Umbra ini memiliki lebar 258 km. Gerhana dimulai pada pukul 06:58 WIB ketika terjadi kontak awal penumbra (P1). Disusul kemudian kontak awal umbra (U1) pada pukul 07:51 WIB. Seiring dengan gerakan Bulan mengelilingi Bumi, maka gerhana akan berjalan terus ke timur hingga mencapai puncaknya 09:35 WIB. Gerhana mulai berakhir pada pukul 11:19 WIB ketika terjadi kontak akhir umbra (U4) dan sepenuhnya berakhir pada pukul 12:12 WIB ketika kontak akhir penumbra (P4) terlampaui.


Seluruh wilayah Indonesia terletak jauh di selatan lintasan umbra dan berada di perbatasan daerah penumbra, sehingga hanya bisa menyaksikan gerhana ini dalam bentuk gerhana sebagian. Batas area penumbra membentang dari pantai barat Pulau Sumatra yang menerus ke timur laut melintasi kota Jambi, Samarinda dan sebelah utara kota Palu untuk kemudian berbelok ke tenggara melewati kota Luwuk, Bula (Pulau Seram bagian timur) dan laut Arafuru. Hanya daerah di sebelah utara garis ini yang bisa menyaksikan gerhana.


Gerhana bisa disaksikan pada pagi hari untuk Pulau Sumatra dan Kalimantan. Di Sulawesi dan Papua, gerhana bisa disaksikan pada siang hari. Durasi gerhana yang terpanjang terjadi di kota Jayapura dan sekitarnya, yakni selama 1 jam 52 menit yang dimulai pada pukul 11:11 WIT. Namun penutupan cakram Matahari oleh Bulan yang terbesar pada saat puncak gerhana justru terjadi di kota Banda Aceh dan sekitarnya, yakni mencapai 29,7 % (magnitude 0,297). Di Banda Aceh gerhana mulai terjadi pada pukul 07:14 WIB dan berakhir pada 08:48 WIB. Sementara durasi terpendek gerhana terjadi di sepanjang perbatasan penumbra. Di kota Samarinda dan sekitarnya misalnya, gerhana hanya berlangsung 17 menit sejak pukul 09:36 WITA, dengan tutupan cakram Matahari hanya 0,4 %.

Shalat gerhana Matahari disunnahkan dilaksanakan Umat Islam pada daerah-daerah yang bisa melihat gerhana, yakni yang bertempat di propinsi :
  • Nangroe Aceh Darussalam
  • Sumatera Utara
  • Sumatera Barat
  • Riau
  • Riau Kepulauan
  • Jambi (sebagian)
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Timur (sebagian)
  • Sulawesi Utara
  • Gorontalo
  • Sulawesi Tengah (sebagian)
  • Sulawesi Tenggara (sebagian)
  • Maluku (sebagian)
  • Maluku Utara
  • Irian Jaya Barat
  • Papua

Berikut dilampirkan peta keterlihatan gerhana dalam format PDF.


Salam,



Ma'rufin




Tue Jul 7, 2009 2:04 am

marufins
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #1526 of 1690 |
Expand Messages Author Sort by Date

Pada Selasa 22 Juli 2009 akan terjadi peristiwa Gerhana Matahari Total (GMT) yakni satu kondisi dimana bundaran Matahari tertutupi oleh bundaran Bulan yang...
Ma'rufin Sudibyo
marufins
Offline Send Email
Jul 7, 2009
2:05 am

assalamu'alaikum, sy mau nanya bagaimanakah penentuan waktu shalat di zaman rasul. sy hanya dapat hadisnya aja.. 1. Waktu Sholat Dhuhur Jabir bin Abdullah ra....
nana alfikr
if_alfikr
Offline Send Email
Jul 18, 2009
5:39 pm

salam, Akhi AlFikri, Zaman Rasul, teknologi belum secanggih kini. Dan pesan Rasulullah SAW tidak mungkin diterima ummat bila beliau menyampaikannya secara...
AR Sugeng Riyadi
ar_sugeng_ri...
Offline Send Email
Jul 19, 2009
5:17 am

Intinya, sampai saat ini belum ada sumber (baik berupa hadits, tarikh dll) yang menyebutkan pada saat itu menggunakan apa, dalam artian apakah dengan jalan...
Ma'rufin Sudibyo
marufins
Offline Send Email
Jul 19, 2009
3:56 pm

terima kasih atas penjelasannya pak, tapi saya masih penasaran dengan bagaimana Rasul atau para sahabat menentukan waktu sholat ketika cuaca sedang tidak...
nana alfikr
if_alfikr
Offline Send Email
Jul 30, 2009
5:09 pm

Assalamu'alaikum wr. wb. Mohon pencerahan mengenai hisab waktu shalat shubuh, dalam perhitungan dipakai sudut matahari berapa derajat ? Dalam sebuah wacana...
adzan
adzanshalat
Offline Send Email
Aug 19, 2009
6:54 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help