Search the web
Sign In
New User? Sign Up
rukyatulhilal · RUKYATUL HILAL INDONESIA (RHI)
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Hear how Yahoo! Groups has changed the lives of others. Take me there.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
pemetaan jalur gempa   Topic List   < Prev Topic  |  Next Topic >
Reply | Forward  | 
Re: pemetaan jalur gempa

Wa'alaikumsalam wr wb..

Untuk rekan2 yang lain, maaf kalo OOT.
Terima kasih sekali atas report-nya mas Noviar.

Pada dasarnya gelombang gempa (yang terdiri dari gelombang longitudinal/primer, gelombang transversal/sekunder serta gelombang permukaan yang terdiri dari gelombang Love dan gelombang Rayleigh) memang menyebar ke segala arah dari posisi hiposentrum episentrum, namun penyebarannya tidak homogen ke semua titik. Ada kondisi dimana gelombang-gelombang tersebut mengalami polarisasi (terkutubkan) ke arah-arah tertentu saja, sehingga di arah-arah tersebut intensitas gincangan tanahnya menjadi lebih tinggi sehingga kerusakan menjadi lebih besar ketimbang yang arah-arah yang lain.

Faktor pertama yang menentukan adalah strike gempa. Strike ini secara mudahnya adalah arah gerakan segmen batuan sumber gempa secara horizontal, yang di permukaan Bumi diekspresikan dengan azimuth. Gempa Padang 30 Sept 2009 lalu mempunyai strike 70, sehingga bisa diartikan bahwa daerah-daerah yang terletak dalam azimuth 70 dari episentrum (alias di sebelah timurlaut-timur dari episentrum) mengalami kerusakan lebih parah. Jika diplotkan ke peta, strike 70 ini memang tidak menyentuh Padang Pariaman, namun beberapa puluh km ke arah timur Padang Pariaman sehingga logis saja jika area di sebelah timur Padang Pariaman mengalami kerusakan lebih berat.

Faktor kedua yang menentukan adalah zona lemah dalam kerak Bumi yang lebih dikenal sebagai sesar atau patahan atau fault. Ada sistem patahan besar Sumatra yang aktif dan terletak di sebelah timur Padang Pariaman, dalam satu segmen yang menurut pak Danny Natawidjaja (yang meneliti patahan ini sebagai tesisnya) dinamakan segmen Sianok. Meski segmen ini sudah melepaskan energinya dalam gempa ganda (doublet) 6 Maret 2007 (magnitude 6,4 skala Richter) sehingga bisa dikatakan sudah "loyo", namun ia masih bisa berperan sebagai konduit bagi energi gempa yang datang dari sumber lain didekatnya.

Konduit gelombang gempa oleh jalur patahan bisa juga ditemukan misalnya dalam kasus gempa Jawa Barat 2 September 2009 lalu. Dalam gempa ini, kerusakan yang terlokalisir hanya di wilayah Pengalengan (sebelah selatan Bandung) serta Lembang (sebelah utara Bandung), yang juga turut mengganggu kinerja salah satu teleskop Bosscha, juga disebabkan oleh penghantaran gelombang gempa lewat patahan, masing-masing patahan Pengalengan dan Lembang.

Sementara untuk kasus Ambacang, itu terlokalisir dan spesifik. Rekan-rekan arsitek menyebut runtuhnya Ambacang bukan karena proses likuifaksi atau "pelelehan" tanah yang menjadi lokasi pendukungnya, namun lebih disebabkan bahwa bangunan tersebut semula hanyalah bangunan tingkat 1 yang kemudian direhab menjadi bangunan hotel bertingkat lebih dari satu tanpa adanya penguatan atau koreksi terhadap pondasinya. Inilah yang menyebabkan keruntuhan tersebut. Jika terjadi likuifaksi, atau reaktivasi patahan di sini, maka seharusnya ada jalur yang khas dan tidak hanya mengenai hotel tersebut.

Salam,


Ma'rufin


From: noviar firdaus <noviar.firdaus@...>
To: rukyatulhilal@yahoogroups.com
Sent: Sun, November 1, 2009 8:20:37 PM
Subject: [ RHI ] pemetaan jalur gempa

 

Assalamualaikum wr wb


Pada kesempatan perjalanan survai bersama tim rekonstruksi pasca gempa Padang beberapa hari lalu, saya memperhatikan adanya fenomena jalur kerusakan fisik yang tampak dalam bentuk kerusakan pada konstruksi bangunan. 
Sejauh pengamatan saya selama 5 hari perjalanan darat melintas jalur kota Padang - Padang Pariman - Kec Sungai Geringging - Koto Bangko - Padang, tidak terlihat adanya fenomena tanah terbelah, amblas atau terangkat, sebagaimana saya saksikan di Nias 4 tahun lalu. Mungkin pengamatan saya belum komprehensif, hanya terbatas pada jalur utama jalan raya saja.

Tingkat kerusakan bangunan ini yang menarik, kerusakan yang terjadi di kota Padang Pariman (penduduk padat & bangunan hampir berhimpitan) , secara proporsi masih lebih kecil dibanding dengan di Kecamatan Sungai Geringging (22 km arah timur PPariaman). Kota kecamatan ini, hampir seluruh bangunan mengalami kerusakan dalam skala medium sampai dengan Total lost. Anehnya, di beberapa lokasi antara PPariaman dgn S Geringging, banyak pula bangunan yang utuh tanpa kerusakan berarti.

Demikian pula yang terjadi di kota Padang, Hotel Bumi Minang yang berada satu area dengan hotel Ambacang, mengalami kerusakan struktural yang berbeda kualitas. Padahal dalam radius 2 km berdiri sebuah masjid dgn menara nya yg tampak masih utuh secara struktural (tidak termasuk pernak-pernik bangunan). 
Saya "menduga", ini semestinya bukan semata-mata karena kekuatan struktur bangunan terhadap gempa, melainkan juga adanya hamtaman energi yang berbeda dalam intensitas saat gempa datang.  

Pertanyaannya :
  1. Apakah dugaan sy cukup berdasar?
  2. Apakah fenomena ketidak serempakan tingkat kerusakan bangunan di permukaan bumi ini dapat menjadi tolok ukur bagi pemetaan permukaan bumi yang "relatif" lebih aman bagi pendirian suatu bangunan terhadap kemungkinan dampak primer sebuah gempa di masa depan? mengingat tidak terelakkan lagi perkembangan perkotaan menuntut akan adanya penjelasan mendasar mengenai regulasi bangunan tahan gempa di masa datang.
  3. Kalau ternyata hal ini masih merupakan misteri, apakah pemetaan dalam bentuk data titik2 kordinat kerusakan primer akibat gempa saat ini dapat menjadi dasar dalam menyusun perencanaan penataan lokasi bangunan (tata kota / ruang) tahan gempa yang lebih baik ? 
  4. Apakah ada kemungkinan- kemungkinan lain di balik fenomena ketidak serempakan tingkat kerusakan ini?

mohon pencerahan.

wassalamualaikum 

noviar



1 of 1 Photo(s)

Wed Nov 4, 2009 3:21 am

marufins
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
 | 
Expand Messages Author Sort by Date

Assalamualaikum wr wb Pada kesempatan perjalanan survai bersama tim rekonstruksi pasca gempa Padang beberapa hari lalu, saya memperhatikan adanya fenomena...
noviar firdaus
firdaus1967
Online Now Send Email
Nov 1, 2009
1:20 pm

Wa'alaikumsalam wr wb.. Untuk rekan2 yang lain, maaf kalo OOT. Terima kasih sekali atas report-nya mas Noviar. Pada dasarnya gelombang gempa (yang terdiri dari...
Ma'rufin Sudibyo
marufins
Offline Send Email
Nov 4, 2009
3:21 am

Assalamualaikum, Nah, kalau begitu, akan lebih baik bila sebelum membangun di lokasi yang mungkin bertepatan dengan titik lemah kerak bumi maupun kemungkinan...
noviar firdaus
firdaus1967
Online Now Send Email
Nov 4, 2009
4:02 am

Assalamu'alaikum.. Untuk respon bangunan terhadap percepatan tanah akibat gempa memang beda-beda sesuai dengan sistem konfigurasi struktur (konstruksi)...
Iwal
iwal99@...
Send Email
Nov 4, 2009
6:05 am

Assalamualaikum Mas Iwal, permohonan maaf karena kurang membantu ditolak, karena Mas Iwal membantu lebih banyak dari yang saya bayangkan he he he (maaf canda)....
noviar firdaus
firdaus1967
Online Now Send Email
Nov 4, 2009
10:07 am

Wa'alaikumsalam wr wb. Untuk prediksi strike gempa-gempa yang mungkin akan muncul ke depan, untuk Pulau Sumatra sebenarnya lebih mudah ketimbang misalnya Pulau...
Ma'rufin Sudibyo
marufins
Offline Send Email
Nov 7, 2009
10:54 pm
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help