Search the web
Sign In
New User? Sign Up
rukyatulhilal · RUKYATUL HILAL INDONESIA (RHI)
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Want to share photos of your group with the world? Add a group photo to Flickr.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
pertanyaan yg masih mengganjal tentang hilal   Message List  
Reply | Forward Message #1695 of 1813 |
Re: [ RHI ] Quran vs Hadits atau ada ketidakjujuran kita?

Pak Nidlol, kita sebagai umat Islam kan malah diwajibkan bawa-bawa Al-Quran.

Soal Al-Quran butuh penjelasan 5 level, ya boleh2 saja, saya setuju. Tapi...yg penting kita mau membuka pemahaman dan mau berpikir. Tanpa kemauan & kemampuan mengetahui yang lebih baik, seluruh ilmu tak akan ada gunanya.

Pak Nidlol tidak melihat penjelasan yg sy kemukakan sesuai atau tidak dengan maksud Al Quran, karena memang belum ada penjelasan dari Pak Nidlol.
Kalau ada bentuk penjelasan, entah itu dari tafsir mana, atau dengan logika sendiri, atau apapun, itu merupakan bentuk pemahaman. Baru sy akan tahu di mana letak kesalahan sy

Wassalamu alaikum
Pranoto



--- On Thu, 5/11/09, Nidlol Masyhud <nidlol@...> wrote:

From: Nidlol Masyhud <nidlol@...>
Subject: Re: [ RHI ] Quran vs Hadits atau ada ketidakjujuran kita?
To: rukyatulhilal@yahoogroups.com
Date: Thursday, 5 November, 2009, 3:57 PM

 

karena membawa-bawa ayat Al-Quran,
dan menganggap hadits selaras dengan Al-Quran,
serta menganggap para ulama mengesampingkan Al-Quran,

maka sebaiknya Pak Pranoto mengutip analisa para pakar tafsir, pakar fiqih, dan pakar bahasa Arab dalam hal ini yang mendukung pendapatnya. . supaya bisa 'dianggap' juga oleh para member.

jauh-jauh hari, Imam Syafi`i sudah menekankan, dalam bukunya, Ar-Risalah, bahwa penjelasan dari Allah itu ada 5 level: level nash Al-Quran yang gamblang dan lengkap; level nash Al-Quran yang gamblang tetapi butuh penjelasan syarat & beberapa pengecualian dari hadits; level nash Al-Quran yang tegas tetapi perinciannya dan bentuk pelaksanaannya dijelaskan oleh hadits; level hukum yang didiamkan oleh Al-Quran dan dipasrahkan aturannya melalui hadits; serta level hukum yang Al-Quran dan hadits hanya berbicara mengenai metodologinya saja sementara para ulama-lah yang berijtihad mencari hukumnya.

sampai sekarang, saya belum melihat apa yang disuarakan oleh Pak Pranoto itu didukung oleh Al-Quran (apalagi oleh Hadits dan oleh Ijma').

Image by FlamingText.com

 



--- On Wed, 11/4/09, pranoto rusmin <pranotohr@yahoo.. com.sg> wrote:

From: pranoto rusmin <pranotohr@yahoo. com.sg>
Subject: [ RHI ] Quran vs Hadits atau ada ketidakjujuran kita?
To: rukyatulhilal@ yahoogroups. com, marufins@yahoo. com, mandorsanim@ yahoo.com, nidlol@yahoo. com
Date: Wednesday, November 4, 2009, 12:43 PM

 

Assalamu alaikum

pernyataan pak Ma'rufin memang selalu membuat sy lebih bersemangat.

" Orang pesantren bilang gagasan anda sepenuhnya mengadopsi talfiq, alias memetik-memetik dalil tanpa mempedulikan sistematika. "

Pak...kita semua setuju sistematika itu, memang sudah seharusnya begitu.. Selaras antara Quran-hadits- ijma. Jangan lupa ilmu pengetahuan berperan penting agar dapat dibuktikan secara ilmiah.

Persoalan dasar hukum antara Quran dan hadits tidak muncul sebagai konfrontasi sampai saat ini, lebih disebabkan konsep dari Quran tidak digali. Yang selalu dimunculkan adalah hadits dan ijma.

Konsep dari hadits yg dipahami sampai saat ini, awal bulan dirukyat. Ada wujudul hilal, tapi tetap rukyat hilal sebagai dasar. Jd, sy melihat itu derivasinya, hanya dilakukan dengan hisab.

Sedangkan, di Quran merujuk pada 2:189 & 36:39, yang perlu diobservasi adalah seluruh fasa bulan, bukan hanya bulan sabit awal saja. Kemudian dihubungkan dengan 10:5, lebih jauh lagi justru dikaitkan dengan kemampuan untuk memprediksi data fasa bulan yang akan datang.

Lho jelas sekali ada perbedaannya.

Saya juga ingin Quran-hadits- ijma selaras membentuk satu kesatuan konsep.
Saya coba asumsikan dari konsep hadits sebagai acuan, konsep Quran diselaraskan. Ternyata tidak mungkin. Sulit sekali, tidak mungkin..bener2 sulit.

Lalu coba konsep dari Quran dijadikan acuan, konsep dari hadits diselaraskan. Hal ini mungkin kl hadits tsb dipahami bahwa untuk puasa & buka dengan melihat seluruh fasa bulan, lalu memperkirakan jumlah harinya. Kata "ghumma'" pada hadits tsb memang dapat berarti kesulitan. Bukan hanya tertutup awan, dapat jadi badai pasir, atau memang tidak terlihat saat mendekati konjungsi.  Pemahaman ini selaras dengan 2:189 & 36:39.
Kl dengan pengertian saat ini, kalau kita mau jujur...sekali lagi sy tekankan, kalau kita mau jujur, ya tidak akan selaras.

Yang kita perlukan adalah kalender. Kl di akhir tahun kita mengeluarkan kalender, pasti membutuhkan data2 fasa bulan satu tahun ke depan. Ini adalah pengertian QS 10:5. yang tidak mungkin di rukyat. Harus dilakukan dengan hisab (QS 10:5 & 17:12).

Rukyat & hisab itu pasangan, saling melengkapi sepanjang masa. Kl dikatakan QS 10:5 tidak ada hubungannya dengan QS 36:39, ya tidak mungkin. Di kedua ayat itu terdapat kata "manazil". Lalu di QS 2:189 ada kata "ahillah". Sama2 menjelaskan mengenai bentuk2 bulan. Ayat2 tersebut terhubung erat sekali. QS 10:5 terhubung dg 17:12 dari kata2 "lita'lamu adadas siniina wal hisaba". Ada kesinambungan antara observasi dan prediksi. Ini juga dasar berpikir dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Penting hal ini dilakukan agar keyakinan kita tidak dogmatis, tidak dapat dibuktikan. itulah sebabnya satu karakteristik keteraturan adalah perulangan. Karena dapat diulang, kita dapat membuktikan kebenarannya.

Lha kok dikatakan metik2 dalil. kita kan sama2 punya akal (rasional & hati), coba deh kita pikirkan, dirasakan, direnungkan, sambil berdoa, semoga Allah SWT memberikan pencerahan kepada kita (Yunus 99-101).

Saya melihat di sana kita dapat menjumpai batas2 akal rasional kita dalam mengenal Tuhan. untuk itulah kita mesti membuka & mengembangkan dimensi lain yg ada dalam diri kita. Satu dimensi yang diajarkan Quran adalah dimensi hati. Dugaan sy, setiap orang yg telah membuka dimensi ini akan mengenal Allah SWT jauh lebih baik. Sy sedang belajar dalam hal ini. Jadi belum banyak mengetahuinya.

Kelihatannya. ... kl sy perhatikan ayat2 Quran, transformasi orang2 berakal yg telah meyakini Tuhan itu Esa, memasuki dimensi keimanan dengan kejadian metafisik. Sebagai contoh Nabi Ibrahim saat diminta mencincang 4 ekor burung kemudian diletakkan di beberapa bukit berbeda, lalu dipanggil, ternayat hidup kembali dan mendatangi Nabi Ibrahim.

Lalu kisah berimannya tukang sihir firaun, yg kalah tanding dengan Nabi Musa.

Lalu ketika Nabi Musa ingin melihat Tuhan, malah pingsan saat gunung Tursina hancur luluh.

Transformasi ini akan dilalui oleh orang2 yang mencoba mengenal Allah SWT dan "mendekati"Nya. Dia lah Yang Awal (tanpa awal) dan Yang Akhir (tanpa akhir), Yang Dhohir dan Yang Bathin (Al Hadid). Konsep tentang Tuhan yang sangat abstrak. Di mana hukum sebab akibat sudah tidak berlaku. Seluruh indera untuk mencapainya memiliki keterbatasan. Tidaklah mungkin firaun dapat melihat Tuhan Musa, walau sudah dibuatkan haman menara yang tinggi.. Tidaklah mungkin kita dapat melihat matahari di siang hari yang kekuatan sinarnya melebihi batas kemampuan mata kita. Secara rasional, Tuhan dapat dicapai, tapi tidak dapat dirasakan tanpa membuka hati, dimensi spiritual.

Dengan segala keterbatasan kita, semoga kita diberikan konsistensi untuk selalu menuju kepadaNya. Selalu berusaha mengembangkan & menyatukan dimensi batin & rasional. Mencermati tanda2 Nya di seluruh penjuru bumi & pada diri sendiri, agar dapat meyakini bahwa Tuhan itu Tuhan Yang Esa. Kemudian beriman (yakin secara utuh, tanpa sedikitpun keraguan), lalu bertakwa kepada Allah SWT. itulah mengapa dalam banyak ayat disampaikan

"bertakwalah kepadaKu wahai orang2 yang berakal".


Semoga kita mau membuka hati untuk mengerti/memahami persoalan ini dengan lebih baik.

Salam

Pranoto






--- On Wed, 4/11/09, Ma'rufin Sudibyo <marufins@yahoo. com> wrote:

From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@yahoo. com>
Subject: Re: [ RHI ] Adakah ahli tafsir & nahwu sharaf pada milist ini?
To: rukyatulhilal@ yahoogroups. com
Date: Wednesday, 4 November, 2009, 9:48 AM

 

Qur'an memberikan landasan filosofisnya.
Dan Hadits Nabi SAW menerjemahkan landasan filosofis menuju ke basis operasionalnya.
Dan ijtihad menerjemahkan basis operasional menjadi aplikasi yang konkret dengan batasan-batasan operasional yang jelas.

Cukup sistematis bukan? Semua saling melengkapi, tidak saling berlawanan. Qur'an menjadi sumber tertinggi. Hadits menjadi derivasi dari Qur'an. Dan ijtihad menjadi derivasi dari hadits. Alur demikian memang baru diapungkan ke permukaan oleh alm. Prof. Ismail Raji' al Faruqi pada 3 dekade silam, namun sejatinya sudah dipraktikkan sejak berabad-berabad lamanya oleh cendekiawan Muslim.

Cukup sistematis, logis dan mudah dipahami, serta sesuai dengan semangat hakiki Islam untuk tidak mempersulit semua urusan.

Disinilah model penalaran anda untuk "mengkonfrontir" Qur'an dengan Hadits menjadi tidak relevan dan tidak sesuai dengan semangat Islam. Saya tegaskan kata "menkonfrontir" ini, karena anda selalu berkelit dengan mengajak untuk 'kembali ke Qur'an', meski ketika dicermati lebih lanjut gagasan yang anda tawarkan justru mengobrak abrik sistematika dan logika Qur'an - Hadits - Ijtihad. Orang pesantren bilang gagasan anda sepenuhnya mengadopsi talfiq, alias memetik-memetik dalil tanpa mempedulikan sistematika.

Sayang anda tak hadir pada forum HAI Conference di Campus Center Timur di minggu lalu. Padahal itu salah satu forum ilmiah yang pas untuk menguji gagasan anda. Ditelfon juga ndak nyambung, ada nada ponsel tidak aktif. Lagi kemana dok ?

Salam,


Ma'rufin


From: pranoto rusmin <pranotohr@yahoo. com.sg>
To: rukyatulhilal@ yahoogroups. com; mandorsanim@ yahoo.com; nidlol@yahoo. com
Sent: Fri, October 30, 2009 10:56:14 AM
Subject: Re: [ RHI ] Adakah ahli tafsir & nahwu sharaf pada milist ini?

 

Assalamu alaikum pak Firdhaus,
 
terima kasih atas responnya.
 
Di satu sisi..saya ingin bersikap terbuka dan tidak ingin merasa benar sendiri. Dengan diskusi seperti ini saya jadi lebih banyak masukan. Beberapa hal mesti saya koreksi kembali. Namun demikian, di sisi lain secara bersama bukankah mestinya kita semua membuka diri juga? saya merasa bahwa persoalan kalender hijriah, hanya didasarkan pada hadits Nabi. Al Quran dalam hal ini, tidak dieksplorasi (kecuali QS 2:189, itupun dengan ketidaktepatan terjemah). Karena ini berkaitan dengan penafsiran Quran, sudah tentu kita membutuhkan Nahwu, Sharaf, balaghah, sebagai dasar pemahaman tata bahasa dan variasi kata. Kemudian, kita perlu mencermati tafsir2 yang telah ada seperti tafsir Ibnu Katsir, Jalalain, Al Misbah, dsb.
 
Jangan lupa, kita perlu melihat yang telah ditemukan oleh ilmu pengetahuan sampai saat ini. Kalau seseorang menafsirkan Quran tanpa ilmu pengetahuan, dapat jadi masih meyakini bahwa bumi adalah pusat alam semesta dan bumi ini seperti karpet yang dibentangkan. Dalam kondisi seperti ini penafsiran justru terjebak pada khayalan, bukan realitas yang ada, yang dapat dibuktikan dan dipertanggungjawabk an.
 
Ketika ada seminar mengenai kalender di masjid Salman ITB, saya sempat menanyakan.. .kok para panelis tidak ada yang mengkaji persoalan ini dari AL Quran? (Justru hanya pembaca Quran di awal, yg menjadi satu2nya hadirin yang menyampaikan ayat Quran). Dijawab beliau, kl dengan Al Quran terlalu tinggi.
 
Saya benar2 jadi heran. Sy coba melihat ke beliau lg, sambil dalam hati bertanya Bapak ini sedang bercanda kali?. Ternyata serius. Ternyata, kita lebih suka menghindari Al Quran... Karena terlalu tinggi, takut salah, bukan tingkatannya, belum memenuhi kriteria sebagai penafsir, atau sejumlah alasan lain, yang pada intinya menjauhkan kita dari Quran.
Sebaliknya, justru di banyak ayat (Surat Ql Qamar) Allah SWT menegaskan bahwa Al Quran ini sudah dimudahkan, adakah yang ingin mengambil pelajaran?
 
Yang kita diskusikan ini, bukan hal yang sepele. Kalender merupakan bagian penting dari sebuah peradaban. Allah SWT memerintahkan kalender berbasis bulan, berdasarkan keteraturan gerak bulan. Salah satu nilai yang dapat kita pelajari dari kalender ini adalah keteraturan. Mengapa ketaraturan begitu penting???
 
Tanpa keteraturan, tidak mungkin ada ilmu pengetahuan. Dari keteraturan, akan ada observasi (rukyat), kemudian ada pemodelan yang memungkinkan melakukan prediksi. Dari sistem berpikir inilah ilmu pengetahuan berkembang & sebuah peradaban dapat berkembang lebih baik.
 
Lebih mendasar dari itu. Adanya keteraturan menandakan adanya penciptaan. Keteraturan tidak dapat ada secara kebetulan. Apalagi, adanya suatu perhitungan (QS 55:5) untuk gerakan matahari dan bulan, menunjukkan keseriusan dalam perancangan. Tidak dibuat dengan sembarangan. Lebih jauh lagi, keteraturan menunjukkan bahwa Yang membuat keteraturan itu hanya satu. Kalau lebih dari satu, mana mungkin ada keteraturan dalam seluruh keberadaan. Sebaliknya, akan terdapat kekacauan dan kehancuran (Al Anbiya 22).
Keteraturan ini sebagai tanda bahwa Tuhan itu adalah Tuhan Yang Esa.
 
Semoga dalam milist ini ada lebih banyak peserta yang mau berperan lebih aktif, untuk mendiskusikan Al Quran, untuk mencari solusi tentang kalender bagi umat manusia.
 
Wassalamu alaikum ww
Pranoto
 
 
 
 


--- On Thu, 29/10/09, Faidzin Firdhaus <mandorsanim@ yahoo.com> wrote:

From: Faidzin Firdhaus <mandorsanim@ yahoo.com>
Subject: Re: [ RHI ] Adakah ahli tafsir & nahwu sharaf pada milist ini?
To: rukyatulhilal@ yahoogroups. com
Date: Thursday, 29 October, 2009, 10:04 AM

 
Keahlian dalam ilmu-ilmu syariat itu bertingkat-tingkat, mulai dari level guru tpa di kampung sampai mujtahid mutlak.
Untuk level saya yang akuntan dan banyak di antara anggota milis (mungkin jg termasuk pak Pranoto yg org teknik) 'kapasitas' dari ust. Nidlol sepertinya sudah sangat mencukupi untuk (sampai taraf tertentu) berbicara mengenai syariat.
Pak Pranoto bisa googling untuk bisa mengenal lebih dekat 'kapasitas' ust. Nidlol ini.

 
Faidzin ibn Sumedi ibn Yasmudi ibn Naya (l.1979 M/1400 H)



From: pranoto rusmin <pranotohr@yahoo. com.sg>
To: rukyatulhilal@ yahoogroups. com; nidlol@yahoo. com
Sent: Thu, October 15, 2009 1:34:21 PM
Subject: [ RHI ] Adakah ahli tafsir & nahwu sharaf pada milist ini?
Pak Nidlol, assalamu alaikum ww

sepertinya kalau diskusinya hanya sepihak, tidak akan mencerahkan kedua belah pihak.
Mohon sekiranya di milist ini ada ahli tafsir Quran dan nahwu sharaf dapat ikut membantu dalam kajian ayat2 Quran. Dengan keterlibatan ahli2 tsb, sy sangat berharap ketika memiliki solusi, sudah berdasarkan semua ilmu yang dibutuhkan.

Semoga petunjuk Allah SWT selalu pada kita semua.

Wassalamu alaikum ww
Pranoto



--- On Thu, 1/10/09, Nidlol Masyhud <nidlol@yahoo. com> wrote:

From: Nidlol Masyhud <nidlol@yahoo. com>
Subject: Re: [ RHI ] Re: pertanyaan yg masih mengganjal tentang hilal
To: "pranoto rusmin" <pranotohr@yahoo. com.sg>
Cc: rukyatulhilal@ yahoogroups. com
Date: Thursday, 1 October, 2009, 3:50 PM

 
> Mohon koreksinya.

Oke, bismillah saya koreksi:

1. Kata siapa ibadah puasa dan id tidak terkait dengan cuaca dan politik? "Ahillah" adalah bentuk plural dari "hilal". Dan "hilal" itu sendiri artinya adalah "sesuatu yang diserukan". Bulan sabit yang masih adem ayem di langit tidak disebut "hilal" sebelum terlihat dan diserukan (diumumkan).

Nah, "penglihatan" jelas terkait dengan "cuaca", dan "penyeruan" jelas terkait dengan "komunitas" serta "pemerintah/ lembaga pemegang otoritas penyeruan/pengumuma n".

Jadi salah besar kalau "hilal" dianggap tidak terkati dengan cuaca dan sosial-politik.

2. Yang disebut dengan "yaum" dalam bahasa Arab memang biasanya dihitung dari pagi (Shubuh) sampai senja (Maghrib). Tetapi yang disebut dengan "lail" itu hitungannya dari senja. Nah, puasa adalah ibadah yang dilaksanakan selama satu yaum, jadi pagi (Shubuh) sampai senja (Maghrib). Tetapi ibadah semacam takbiran adalah ibadah yang dilaksanakan mulai awal lail, sehingga berarti mulai senja (Maghrib).

Mengapa?

Karena waktu start takbiran itu adalah "litukmilul `iddah", yaitu ("setelah hitungan hari Ramadhan itu genap"). Dan sudah jelas, bahwa hari-hari puasa itu berakhirnya ketika Maghrib. Bukan ketika jam 6 pagi saat ayam berkokok untuk kedua kali.

Akan tetapi, poin kedua ini tidak menjadi sorotan dalam komentar saya sebelumnya. Entah kenapa tiba-tiba ditanggapi.

.




New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!


____________ _________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail. yahoo.com


New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!




Search. browse and book your hotels and flights through Yahoo! Travel



Tue Nov 10, 2009 4:20 am

pranotohr
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #1695 of 1813 |
Expand Messages Author Sort by Date

Assalamu'alaikum wr. wb. Sampai saat ini saya masih ada 1 pertanyaan yg masih mengganjal tentang hilal, hal ini sudah pernah saya tanyakan kepada...
Hari F
harifajri
Online Now Send Email
Sep 15, 2009
4:29 am

Assalamu alaikum   Pak Hari..mungkin dari sudut pandang saya, justru pertanyaannya yang kita ubah dulu. Menurut saya lebih tepatnya,   Mengapa seluruh dunia...
pranoto rusmin
pranotohr
Offline Send Email
Sep 15, 2009
9:01 am

wa'alaikum salam pak pranoto, IMHO: kalau kita pakai metoda hisab atau rukyat global, maka sudah pasti seluruh dunia akan memakai satu hilal. setahu saya,...
Hari F
harifajri
Online Now Send Email
Sep 15, 2009
9:28 am

Saya hanya komentar sebatas kemampuan saya, masih banyak pakar astronomi di milis ini yang lebih kompeten dari saya, jadi kalo ada yang salah dengan komentar...
tomat
granulax_can...
Online Now Send Email
Sep 16, 2009
4:26 pm

Pak Hari,...assalamu alaikum   sebenarnya nash dari quran sangat jelas, hanya saja kita tidak mau membuka pemikiran kearahnya.   Rukyat bulan (secara...
pranoto rusmin
pranotohr
Offline Send Email
Sep 16, 2009
4:29 pm

wa'alaikum salam. Jika saya disuruh memilih antara 2 metoda penentuan hilal, yakni antara metoda hisab dan metoda rukyat. maka untuk diri saya pribadi, saya...
Hari F
harifajri
Online Now Send Email
Sep 17, 2009
6:23 am

Wa'alaikumussalam Wr. Wb. Alasannya memang karena masih satu negara (bahasa Fiqihnya: masih dalam satu "wilaayatul waliyyi" atau "hukmul haakim"). Dan memang...
nidlol
Offline Send Email
Sep 17, 2009
9:27 pm

Pak Nidlol, Assalamu alaikum   Manzilah dari bulan seperti dijelaskan dalam QS 2:189 dan 36:39, hanya terkait oleh posisi bulan relatif terhadap bumi dan...
pranoto rusmin
pranotohr
Offline Send Email
Oct 1, 2009
10:04 am

Wa'Alaikumussalam, Pak Pranoto, warahmatullah. Email bapak inilah yang saya jawab di: http://tech.groups.yahoo.com/group/rukyatulhilal/message/1631 Terima...
nidlol
Offline Send Email
Oct 4, 2009
7:12 am

Assalamu Alaikum Pak Nidlol,   iya yang jawaban itu sudah saya terima dan sudah saya balas juga.   Semakin lama mengkaji hal ini semakin jelas, bahwa memang...
pranoto rusmin
pranotohr
Offline Send Email
Oct 6, 2009
5:54 am

Oooo...berarti kalender bulan yang sekarang digunakan tidak sesuai dengan Qur'an dan Hadits ? Salam, Ma'rufin ________________________________ From: pranoto...
Ma'rufin Sudibyo
marufins
Offline Send Email
Oct 6, 2009
6:00 pm

Mohon maaf, ini cuma pendapat saya saja. Kesan yang saya tangkap dari diskusi di sini adalah ada yang aneh. Aneh, karena sebagai sesama saudara muslim, yang...
Anung Ariwibowo
barliant
Offline Send Email
Oct 7, 2009
6:45 am

Mas Anung, Sebenarnya model mencari "kelebihan" di antara kedua metode tersebut itulah yang sudah dilakukan, khususnya di Indonesia dan diperluas ke wilayah...
Ma'rufin Sudibyo
marufins
Offline Send Email
Oct 7, 2009
3:06 pm

Saya kira permasalahan (atau keanehan) pada thread ini (dan bbrp thread lain belakangan ini) bukan karena "yang mengambil dalil rukyah melihat ada kelemahan...
Faidzin Firdhaus
mandorsanim
Offline Send Email
Oct 8, 2009
2:15 am

... Oke, bismillah saya koreksi: 1. Kata siapa ibadah puasa dan id tidak terkait dengan cuaca dan politik? "Ahillah" adalah bentuk plural dari "hilal". Dan...
Nidlol Masyhud
nidlol
Offline Send Email
Oct 1, 2009
8:50 am

3. "Cobalah perhatikan alam ini, segala sesuatu yang baru diawali dengan munculnya sesuatu. Bukan dimulai saat tenggelam." Dengan pola yang sama kita bisa...
nidlol
Offline Send Email
Oct 1, 2009
8:59 am

Terima kasih atas koreksinya, Pak Nidlol. Point 1 dulu saya komentari. Penciptaan matahari & bulan sebagai tanda waktu bagi manusia, jelas tidak dipengaruhi...
pranoto rusmin
pranotohr
Offline Send Email
Oct 4, 2009
1:28 pm

Pak Nidlol, assalamu alaikum ww sepertinya kalau diskusinya hanya sepihak, tidak akan mencerahkan kedua belah pihak. Mohon sekiranya di milist ini ada ahli...
pranoto rusmin
pranotohr
Offline Send Email
Oct 20, 2009
4:11 am

Keahlian dalam ilmu-ilmu syariat itu bertingkat-tingkat, mulai dari level guru tpa di kampung sampai mujtahid mutlak. Untuk level saya yang akuntan...
Faidzin Firdhaus
mandorsanim
Offline Send Email
Oct 30, 2009
2:12 am

Assalamu alaikum pak Firdhaus,   terima kasih atas responnya.   Di satu sisi..saya ingin bersikap terbuka dan tidak ingin merasa benar sendiri. Dengan...
pranoto rusmin
pranotohr
Offline Send Email
Nov 1, 2009
8:25 am

Qur'an memberikan landasan filosofisnya. Dan Hadits Nabi SAW menerjemahkan landasan filosofis menuju ke basis operasionalnya. Dan ijtihad menerjemahkan basis...
Ma'rufin Sudibyo
marufins
Offline Send Email
Nov 4, 2009
2:49 am

Assalamu alaikum pernyataan pak Ma'rufin memang selalu membuat sy lebih bersemangat. " Orang pesantren bilang gagasan anda sepenuhnya mengadopsi talfiq, alias...
pranoto rusmin
pranotohr
Offline Send Email
Nov 4, 2009
6:06 am

karena membawa-bawa ayat Al-Quran, dan menganggap hadits selaras dengan Al-Quran, serta menganggap para ulama mengesampingkan Al-Quran, maka sebaiknya Pak...
Nidlol Masyhud
nidlol
Offline Send Email
Nov 5, 2009
8:58 am

Aslmkm.Wr.Wb.   Rekan2/teman2 di milis ini... apakah ada yang bisa memberikan info kepada saya tentang ayat2 qur'an dan hadits rasulullah yang berkaitan atau...
Yhonny Siregar
yhonny_01
Offline Send Email
Nov 6, 2009
5:37 am

Assalamu alaikum Pak Siregar...berikut sy sampaikan sebagian dari ayat2 tsb. Ini baru pendahuluan. Mohon didalami dengan ilmu nahwu sharaf. sehingga, sebagai...
pranoto rusmin
pranotohr
Offline Send Email
Nov 9, 2009
3:06 am

Pak Nidlol, kita sebagai umat Islam kan malah diwajibkan bawa-bawa Al-Quran.. Soal Al-Quran butuh penjelasan 5 level, ya boleh2 saja, saya setuju. Tapi....yg...
pranoto rusmin
pranotohr
Offline Send Email
Nov 10, 2009
8:34 am

Wahh...Ya...nampaknya Pak Pronoto memang hebat... ahli peluru kendali terhebat dunia yang mencipta kalendar seakurat 0.5 second! Wah hebat gitu dong! Tapi saya...
Azam Noor
astro_jade_2000
Offline Send Email
Oct 7, 2009
3:28 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help