Dari: Yhonny Siregar <yhonny_01@...>
Kepada: Mutoha Arkanuddin <rukyatulhilal@yahoogroups.com>; pranoto rusmin <pranotohr@...>
Terkirim: Sel, 10 November, 2009 12:59:54
Judul: [ RHI ] Pada mulanya Rukyat VS Hisab, tapi kenapa sekarang Qur’an VS Hadits…??!! [1 Attachment]
Assalâmu’alaikum. Wr. Wb.
Waduh… pemahaman dan pengetahuan saya tentang rukyat dan hisab aja tidak mantap, tapi sekarang malah langsung diincar ke “jantung”nya Islam (qur’an dan hadits)… Ya Allah… Qur’an dan Hadits bertentangan…?! Gimana ini…?!
Untuk selanjutnya, terima kasih Pak Rusmin atas info tentang ayat qur’annya, berikut adalah ayat-ayat yang bapak cantumkan :
Al-qur’an merupakan wahyu yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yaitu :
- surat 10 ayat 37 (saya sepakat)
- surat 26 ayat 192 (saya sepakat)
- surat 32 ayat 2 (saya sepakat)
- surat 69 ayat 43 (saya sepakat)
Kemudian berikut adalah tujuan Al-qur’an diturunkan, agar Nabi SAW dapat menjelaskan segala sesuatu yang diperselisihkan :
- surat 16 ayat 64 (saya sepakat)
Ayat qur’an yang menyatakan agar bertanya kepada orang-orang yang berpengetahuan (ulama yang berkompeten) untuk mendapatkan penjelasan qur’an dan hadits ketika Rasulullah SAW telah wafat :
- surat 16 ayat 43 (saya sepakat)
- surat 21 ayat 7 (saya sepakat)
Ayat qur’an yang menunjukkan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai alat pembuktian dan penjelasan :
- surat 6 ayat 143 (saya sepakat)
- surat 46 ayat 4 (ayat ini bersifat penjelasan historis [kitab-kitab sebelum qur’an], tapi saya sepakat)
Bapak menyatakan bahwa, pembuktian perlu dilakukan dengan kaidah-kaidah berpikir logis dan bukti yang kuat, agar dapat dipertanggungjawabk an kebenarannya, sehingga, setiap orang dapat mengambilnya sebagai acuan :
- surat 17 ayat 36 (saya kurang sepakat, saya lebih setuju jika ayat ini tentang lebih baik diam karena tidak tahu)
Ayat qur’an yang menganjurkan kita untuk selalu berpikir :
- surat 10 ayat 100 (sepakat 50 %)
Ayat qur’an yang menunjukkan agar kita dapat menyimpulkan sesuatu yang lebih baik untuk memperoleh kebenaran :
- surat 39 ayat 18 (saya sepakat)
Terima kasih Pak Rusmin tentang infonya…
Dan berikut tentang Qur’an VS Hadits :
- surat 2 ayat 189 (tentang penjelasan Hilâl, pada al-qur’an digunakan kata Al-ahillah (الأهلة), yang berarti jamak dari kata Hilâl)
Tentang pernyataan bapak yang menyatakan bahwa,
“Jadi, yang ditanyakan pada ayat ini mengenai keseluruhan bentuk bulan. Bukan khusus mengenai hilal awal bulan saja (bulan sabit muda) saja.”
Koq, rasanya saya kurang setuju, untuk menyatakan bahwa “Al-ahillah” itu menyatakan keseluruhan bentuk bulan dengan diselaraskan kata “Mawâqîtu”… Jika seperti itu, saya menyimpulkan bahwa, bulan ¼, bulan ½, bulan ¾, bulan purnama dan bahkan bulan mati seluruhnya dapat dikatakan hilâl…??!! Bukankah Al-ahillah adalah jamak dari kata hilâl…?! Nah loh…?! Saya koq jadi rancu dalam memahaminya ya…
Dan akan semakin rancu ketika KITA akan melakukan rukyatul hilâl, nah… hilâl yang bagaimana yang akan kita rukyat…??!! Bukankah para anggota RHI LP2IF dianjurkan untuk melakukan rukyat hilâl pada setiap bulan 2 kali (awal bulan dan akhir bulan)…?! Bagaimana jika hilâl yang dimaksud adalah bulan purnama kemudian kita buat metode baru dalam rukyat hilâl adalah setiap bulan purnama…??!! Nah… ini kan jadi lebih MUDAH…??!! Bahkan sangat MUDAH…!! BULAN PURNAMA adalah HILÂL…!!!
Kawan-kawan di milis RHI LP2IF… bagaimana jika untuk selanjutnya kita merukyat hilâl pada bulan purnama saja…??!! Apakah kalian setuju…??!! Ini bukan bid’ah…!!! Ini sesuai dengan qur’an…!! Waduuhh… koq saya jadi makin bingung nich…!!!
Saya lebih cenderung untuk menyatakan bahwa Al-ahillah itu adalah bentuk bulan pada 29 hingga 30 hari ke depan atau kebelakang dengan bentuk yang telah disepakati, yaitu seperti sabit. Tapi untuk hal ini kita harus mengerti dahulu asbabun nuzul bahkan asbabul wurud suatu hadits, sebab, saya gak tahu kapan Rasulullah SAW mendapatkan ayat tersebut (QS.2 ayat 189), apakah ayat itu turun ketika bulan sabit, bulan ¼, bulan ½, bulan ¾, bulan purnama atau bulan mati…?! Bahkan, kita pun harus belajar tentang ilmu nahwu dan sharaf qur’an… Pertanyaan pentingnya adalah, apakah benar “Al-ahillah” itu adalah jamak dari kata hilâl…?! Jadi, pernyataan dibawah ini rasanya lebih cocok dengan kadar pengetahuan saya :
“Al-ahillah adalah mungkin fase bulan yang kita melihatnya dari bumi memiliki bentuk yang sama pada rentang waktu yang berkisar antara 29 hingga 30 hari kedepan atau kebelakang.”
Itulah menurut saya jika ingin menyelaraskan kata “Al-ahillah” dan “Mawâqîtu” seperti pada surat 2 ayat 189.
Tentang ‘Urjûnil qadîm yaitu :
- surat 36 ayat 39 (Bapak menyatakan bahwa, “di ayat ini sama sekali tidak menyebutkan ‘hilal’ atau bulan sabit awal sebagai bentuk bulan yang khusus”, maka, saya sepakat)
Bahkan, jika melihat ayat diatas (QS.36:39), saya merasa agar KITA lebih cenderung memfokuskan pada keadaan “Manzilah”-nya bulan, bukan pada apa yang kita lihat tentang keadaan bulan dari bumi (apakah bentuk sabit, bulan ½, bulan ¼, bulan ¾, dst…). Jadi, menurut saya :
“Kembalinya bulan pada “posisi tertentu” di langit sementara KITA melihatnya seperti pada keadaan (bentuk) yang sama pada 29 atau 30 hari sebelumnya, telah menunjukkan bahwa, POSISI BULAN TELAH KEMBALI (seperti pada kata “hatta ‘âda”) dan BENTUK MANZILAH-nya seperti ‘urjûnil qadîm…”
Lantas, apakah hal tersebut sesuai dengan ilmu pengetahuan…?! Melihat penjelasan dan simulasi dari DR.Mansour Hassab Elnaby [tentang kecepatan 1 hari = 1000 tahun yang dimaksudkan oleh qur’an pada 14 abad lampau adalah kecepatan cahaya menurut ilmu pengetahuan kita saat ini], maka, bagi saya sesuai dengan ilmu pengetahuan…
Berikut adalah gambar MANZILAH BULAN yang seperti ‘urjûnîl qadîm :
Pada simulasi tersebut, bulan berwarna hijau muda dan manzilahnya berwarna garis kuning bengkok seperti hilâl yang sangat tipis… Jadi, intinya bukan pada apa yang kita lihat oleh mata kita bahwa bulan seperti ‘urjûnil qadîm, akan tetapi kembalinya posisi bulan seperti ‘urjûnîl qadîm… Itulah pemahaman saya jika melihat QS.36:39… wallâhu a’lam…
Selanjutnya adalah tentang ayat-ayat qur’an tentang pembuatan kalender :
1. surat 55 ayat 5
2. surat 10 ayat 5
3. surat 17 ayat 12
4. surat 6 ayat 96
5. surat 9 ayat 36
Terima kasih Pak Rusmin tentang informasinya, btw… hadits-haditsnya kemana…? Dan pertentangannya dimana? Tentunya qur’an dan hadits tidak akan bertentangan dalam segala hal kan ? Akan tetapi pemahaman kita terhadapnya- lah yang mungkin terjadi kesalahan… contohnya seperti pemahaman saya diatas, apakah ada yang menentangnya atau malah sependapat…?
Sekali lagi terima kasih… selanjutnya untuk teman2/rekan2 di milis RHI LP2IF ini, jadi, apakah kita benar-benar akan melakukan rukyat hilâl pada bulan purnama…?! J
Wassalâmu’alaikum Wr.Wb.
Salam,
Yhonny Siregar
NB : - Kalo gambarnya gak jelas silahkan lihat attachment nya
Lebih aman saat online.
Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!