Pak Albi..assalamu alaikum
Dalam konsep yg sy ajukan, untuk penentuan awal bulan sudah tidak menggunakan rukyat lagi. Tapi...bukan berarti rukyat ditiadakan. Bukan begitu...rukyat harus selalu dilakukan. Setiap ada data observasi baru, digunakan untuk menyempurnakan model. Ini dilakukan sepanjang masa. Dari model itulah dilakukan prediksi data yg akan datang. Dari data2 itulah kita buat kalender. Begitu Pak Albi. Jadi, pada konsep ini rukyat dan hisab itu pasangan. Tidak akan ada hisab tanpa rukyat. Tidak akan ada manfaatnya rukyat tanpa hisab.
Betul bahwa dalam konsep kalender masehi ganti hari jam 00.00. Menurut sy, yg tepat itu jam 06.00 sebagai aproksimasi kondisi terbit matahari.
Zona waktunya sj yg digunakan. Sedangkan, ganti hari dan konsep kalender lainnya berbeda dari kalender masehi.
Salam
PranotoSubject: [ RHI ] Mohon Belajar Dulu Astronomi
To: rukyatulhilal@yahoogroups.com
Date: Tuesday, 17 November, 2009, 9:02 PMTidak bisa Pak Pranoto..... .Zona waktu untuk Sistem Kalender Masehi tidak bisa digabung dengan konsep zona waktu untuk Sistem Kalender Qamariyah.Jika misalkan di suatu zona waktu sudah melihat hilal saat MAGHRIB (di zona itu), apakah ini berlaku untuk zona yang lain??Pak, kayaknya terbit hilal itu TIDAK SEMESTINYA selalu dimulai di Garis Tanggal Internasional.Setiap bulan tuh, berbeda-beda lho !!!Ayo, yang lain beri penjelasan untuk Pak Pranoto ini.Saya gunakan Sistem Hisab untuk mengkoreksi dan memprediksi Rukyat.Pak Pranoto ini aneh yah. Sulit untuk ....1. Berdasarkan konvensi, bahwa pergantian hari/tanggal di Sistem Kalender Masehi adalah saat pukul 00:00. Yang pertama kali berganti adalah di 180 derajat Bujur.2. Karena terbitnya hilal akan berbeda-beda dan tidak selalu tepat di Garis Tanggal Internasional, maka para astronom muslim sudah sejak lama menentukan Garis Tanggal Islam ini yang posisinya berubah tiap bulannya.Pak Ma'rufin, tolooooooooong sayaaaaa....Saya jadi error dan pusiing..... ......... ......... ..
Dari: pranoto rusmin <pranotohr@yahoo. com.sg>
Kepada: rukyatulhilal@ yahoogroups. com; albi_fit@yahoo. co.id
Terkirim: Sel, 17 November, 2009 10:42:39
Judul: Mohon dipahami dulu konsepnya, baru mengkritik
Pak Albi, silakan dibaca penjelasan sy. Pak Albi menggunakan asumsi2 yg tidak digunakan pada konsep sy.
Satu hari Qamariyah=1 hari syamsiah = 24 jam. Kita sama2 menggunakan basis rotasi bumi sebagai basis waktu.
Pergantian hari di jam 06.00 pagi di setiap zona waktu.
Umur bulan secara astronomis = satu siklus sinodik berbeda2, berakibat pada panjang satu bulan kalender yang berbeda beda, sesuai panjang siklus sinodik bulannya (bukan menggunakan rata2 siklus sinodik bulan). Benar2 diinginkan hari2 dalam kalender sesuai dg fasa bulan dan berlaku untuk 24 zona waktu.
Mohon kalau dapat jangan berpikir dengan analogi terus. Kalau pun mau dengan analogi, kita perlu menganalisis dulu kedua hal yang dibandingkan memang setara. Jadi, dari analogi keduanya kita dapat mengambil kesimpulan yang tepat.
Salam
Pranoto
--- On Mon, 16/11/09, albi fitransyah <albi_fit@yahoo. co.id> wrote:
From: albi fitransyah <albi_fit@yahoo. co.id>
Subject: Bls: [ RHI ] Perlunya Batas Berlakunya Hilal Dengan Taat Garis Tanggal Qamariyah
To: rukyatulhilal@ yahoogroups. com
Date: Monday, 16 November, 2009, 10:21 PM
Betul gitu kalau menurut Pak Pranoto bahwa bulan itu bersifat global tanpa ada penyesuaian dengan posisi di bumi, maka bisa jadi, definisi bahwa saat ini hari yang ke:1. Mulai hari ke satu di bulan qamariyah --> "HARUS SERAGAM PADA JAM/MENIT/DETIK DI SELURUH DUNIA"--> bukan maghrib --> bukan pula jam 00:00 malam --> bukan pula matahari terbit.2. Mulai hari ke dua di bulan qamariyah --> "HARUS SERAGAM PADA JAM/MENIT/DETIK DI SELURUH DUNIA"--> bukan maghrib --> bukan pula jam 00:00 malam --> bukan pula matahari terbit.3. Mulai hari ketiga di bulan qamariyah --> "HARUS SERAGAM PADA JAM/MENIT/DETIK DI SELURUH DUNIA"--> bukan maghrib --> bukan pula jam 00:00 malam --> bukan pula matahari terbit.Jadi, coba saya tanya menurut definisi Pak Pranoto, kira-kira "KAPAN" pergantian hari di bulan qamariyah itu.Kemungkinan besar akan berubah-ubah bergantung FASA BULAN GLOBAL TADI.Jadi, semua harus DISERAGAMKAN di manapun engkau berada, pada jam/menit/detik yang berbeda.Jika demikian bisa jadi 1 hari qamariyah akan lebih kecil dari pada 1 hari syamsiyah.. Karena, mengingat menggunakan FASA BULAN GLOBAL. Seluruh daerah harus sama.Ini membuat kacaunya sistem penanggalan qamariyah.Jika global, umur bulan itu (dibulatkan) =29,5 hari. Nah, jika informasi hilal ini diterima saat jam 4 sore waktu setempat, karena wilayah lain yang di timurnya sudah melihat hilal, maka bagaimana apakah Pak Pranoto langsung BUKA PUASA. Padahal di wilayah ini belum magrib dan belum menyempurnakan puasanya hingga hari 29. Bisa jadi juga, jika informasi hilal sampai di suatu tempat jam 8 pagi, karena wilayah lain sudah masuk hilal. Apakah harus berbuka puasa jika belum sampai magrib. Lalu, puasanya baru 28 hari dong?? Lalu, shalat Ied nya bagaimana?? Apakah shalat Ied nya harus serentak seluruh dunia. Kan tak bisa.Saya pikir, sistem waktu qamariyah juga HARUS DISELARASKAN dengan sistem waktu shalat, BUKAN TUNDUK PADA KALENDER MASEHI (GARIS TANGGAL MASEHI). Jadi, waktu magrib (ghurub matahari) sebagai patokan pergantian waktu qamariyah di suatu tempat. Alasannya:1. Meskipun siang dapat melihat bulan, tetapi malam hari adalah waktu ideal penampakan bulan.2. Maghrib merupakan waktu melihatnya hilal di suatu tempat (kota). Setelah lewat maghrib, hilal tidak mungkin terlihat (di suatu kota).3. Shalat Tarawih dilakukan setelah ba'da 'Isya. Artinya, jika saat maghrib (di suatu kota) sudah terlihat hilal (di atas ufuk barat kota), maka di kota tersebut dapat melaksanakan tarawih. Atau dapat melaksanakan TAKBIRAN hingga menjelang Shalat Ied.4. Tidak mungkin membaca hilal saat posisi siang hari yang didefinisikan di suatu tempat di permukaan bumi mana saja. Orang menganggap bahwa: "Saya melihat bulan baru"--> Bulan baru ini adalah penampakan hilal di suatu tempat di permukaan bumi. "Lihat, bulan baru telah TERBIT". Terbit ini seperti terbitnya matahari. Maka, jika orang melihat matahari terbit (anggap fajar shubuh)--> di suatu kota melaksanakan shalat shubuh. Maka, analoginya bahwa terbitnya hilal sebagai wilayah yang telah TERSAPU oleh bayang-bayang hilal bulan.5.. Tidak ada "SIANG TAKBIR" yang ada 'MALAM TAKBIR".
Dari: pranoto rusmin <pranotohr@yahoo. com.sg>
Kepada: rukyatulhilal@ yahoogroups. com; Ma'rufin Sudibyo <marufins@yahoo. com>
Terkirim: Sen, 16 November, 2009 09:59:04
Judul: Re: [ RHI ] Perlunya Batas Berlakunya Hilal Dengan Taat Garis Tanggal Qamariyah
Setuju 100 %. Itulah mengapa bulan Purnama itu adalah tanda pertengahan bulan. Bukan tanda pas persis tengah-tengah bulan. Ketika Bumi muter bulan juga bergerak, seluruh bumi akan mengetahui bahwa saat ini dalam posisi pertengahan bulan.. Ia berada di 3 tanggal tengah2 bulan. Coba dicek distribusinya.
Apa kalau belahan bumi lain tidak melihat gerhana bulan, lalu posisi gerhana bulan itu bersifat lokal? Benar tidak dapat melihat, tapi tetap posisinya berlaku untuk seluruh wilayah di bumi. Ahillah itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia & haji QS 2:189. Fasa bulan berlaku global, untuk seluruh manusia.
Salam
Pranoto
--- On Mon, 16/11/09, Ma'rufin Sudibyo <marufins@yahoo. com> wrote:
From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@yahoo. com>
Subject: Re: [ RHI ] Perlunya Batas Berlakunya Hilal Dengan Taat Garis Tanggal Qamariyah
To: "pranoto rusmin" <pranotohr@yahoo. com.sg>
Cc: "Rukyat" <rukyatulhilal@ yahoogroups. com>
Date: Monday, 16 November, 2009, 9:49 AM
Maaf, sekali lagi ini kekeliruan paradigma berfikir anda tentang fase Bulan..
Saya ambil contoh, ketika hari ini di Indonesia kita menyaksikan Bulan sedang dalam fase purnama (fase 100 %) dan anggaplah sedang di puncak kulminasinya, maka mereka yang berada 6 jam di sebelah barat Indonesia (alias berselisih bujur 90 derajat dari Indonesia) takkan melihat Bulan dalam kondisi purnama. Di tempat mereka, Bulan sudah meninggalkan kondisi purnama alias fasenya sudah mulai berkurang dari 100 %.
Buktinya? Salah satunya bisa dilihat dalam proses Gerhana Bulan. Jika fase purnama blaku untuk segenap penjuru Bumi, gerhana Bulan pun akan terjadi untuk segenap penjuru Bumi. Dan hal itu ternyata tidak pernah terjadi, karena Gerhana Bulan hanya berlangsung paling banter pada seperempat atau setengah bagian bola Bumi saja.
Salam,
Ma'rufin
From: pranoto rusmin <pranotohr@yahoo. com.sg>
To: rukyatulhilal@ yahoogroups. . com; marufins@yahoo.. com
Sent: Mon, November 16, 2009 9:06:04 AM
Subject: Re: [ RHI ] Perlunya Batas Berlakunya Hilal Dengan Taat Garis Tanggal Qamariyah
Pak Ma'rufin....
kita perlu membedakan antara garis tanggal internasional dan sifat fasa bulan yg global. Itu dua hal yg berbeda.
Garis tanggal internasional (GTI) adalah garis di mana pertama kali terjadi perubahan tanggal di bumi ini. Setelah menggenapi siklus 24 jam dan 24 perubahan di masing2 zona waktu, akan ketemu di GTI itu lg.
Sedangkan, fasa bulan itu memang bersifat global. Coba perhatikan data2 fasa bulan, boleh dari NASA atau mana saja. Coba mapping ke waktu lokal atau dibalik waktu lokal ke fasa bulan. Walaupun saat ini di tiap waktu lokal berbeda waktu akan terdapat satu fasa bulan. Sebagai contoh misal detik ini pas terjadi purnama, dilihat dari mana saja ya sedang purnama. Apa ya mungkin kl dilihat di lain tempat jadi bulan sabit???
Lho ini kl dianalogikan dengan waktu lokal ya jelas beda. Dari satu acuan waktu UT, kl di mapping ke 24 zona waktu akan menghasilkan 24 kondisi yg berbeda juga. ada yg saat terbit matahari, tengah hari, maghrib, dst....
Waktu sebagai acuan sholat itu bersifat lokal. Sedangkan, fasa bulan sebagai acuan tanggal bersifat global, hanya perubahan di masing2 zona waktu mengikuti siklus siang-malam di masing2 zona tsb.
Setahu sy, ganti hari adalah saat terbit matahari, dasarnya kuat dari Quran QS 36:37,40 tentang siklus siang-malam & QS 17:12 tentang pergantian dari malam ke siang, sebagai acuan untuk perhitungan kalender. Ada yg berargumentasi saat fajar. Boleh, silakan. Tp yg jelas tidak saat maghrib atau sunset.
Salam
Pranoto
--- On Sun, 15/11/09, Ma'rufin Sudibyo <marufins@yahoo. com> wrote:
From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@yahoo. com>
Subject: Re: [ RHI ] Perlunya Batas Berlakunya Hilal Dengan Taat Garis Tanggal Qamariyah
To: rukyatulhilal@ yahoogroups. com
Date: Sunday, 15 November, 2009, 3:43 PM
Wa'alaikumsalam wr wb.Langsung saja.Pendapat berikut berdasarkan perspektif garis tanggal Hijriyyah dari kriteria visibilitas yang valid dan reliabel.
- Secara mikro/regional, iya. Jika hilaal terlihat dari salah satu bagian di Indonesia, maka seluruh wilayah hukum Indonesia telah memasuki tanggal 1 Qamariyyah yang baru. Ini berdasarkan pada pendekatan legal dan sosiologis. Jika digunakan garis tanggal, maka jika garis tanggal suatu lunasi Hijriyyah melintasi wilayah Indonesia, maka seluruh wilayah hukum Indonesia telah memasuki tanggal 1 Qamariyyah yang baru. Hanya perlu diperhatikan aspek zona ketidakpastian garis tanggal, sehingga tidakmembuat pengambilan keputusan menjadi bias.
- Secara global, iya. Hilaal berlaku untuk semua negara alias seluruh penjuru Bumi. Dengan catatan, harus dilihat dalam konteks garis tanggal Hijriyyah.. Jika dilihat dalam konteks yang lain, tentu komplikatif hasilnya dan ndak karu-karuan seperti sekarang.
- Ini merupakan konsekuensi dari butir 1 di atas.
Untuk yang selanjutnya :
- Garis Tanggal Qamariyyah/Hijriyya h tidak tunduk pada International Date Line (garis bujur 180 derajat), karena konsepsi kalendernya sangat berbeda secara diametral.
- Yup... Garis Tanggal Qamariyyah didasarkan pada satu kondisi visibilitas hilaal pada titik-titik di permukaan Bumi, jadi tidaks emata didasarkan pada tinggi hilaal sekian derajat di ufuk barat.
Garis Tanggal Qamariyyah diusulkan pertama kali oleh Prof. Ilyas meski fundamentalnya tela dipaparkan al-Biruni berabad silam. Bila dibutuhkan, kebetulan saya menyimpan tulisan ilmiah beliau tentang hal tersebut (dalam format PDF).Salam,Ma'rufin
From: albi fitransyah <albi_fit@yahoo. co.id>
To: rukyatulhilal@ yahoogroups. com
Sent: Fri, November 13, 2009 11:15:04 PM
Subject: [ RHI ] Perlunya Batas Berlakunya Hilal Dengan Taat Garis Tanggal Qamariyah
Assalamu'alaikum.
Yth.
Astronomer RHI.
Pak/Bu, mohon dijelaskan pula mengenai "BATAS BERLAKUNYA HILAL".
1. Apakah "1 HILAL UNTUK 1 NEGARA INDONESIA SAJA->Wilayatul Hukmi"
2. Apakah "1 HILAL UNTUK SELURUH NEGARA-NEGARA" -> Global"
3. Apakah "1 HILAL UNTUK 1 KOTA WILAYAH KE BARAT YANG SESUAI TINGGINYA BULAN".-> Lokal/Rukyatul City"
Dibuatnya "BATAS=GARIS TANGGAL QAMARIYAH".
1. Apakah "GARIS TANGGAL QAMARIYAH" harus TUNDUK pada "INTERNATIONAL DATE LINE" yang berada di Samudera Pasifik yang bergantinya hari pukul 00:00 WIB?
2. Apakah "GARIS TANGGAL QAMARIYAH" dibuat berdasarkan kondisi ilmiyah "KETINGGIAN BULAN DI ATAS UFUK BARAT SUATU KOTA"
Alasan harusnya ada "GARIS TANGGAL QAMARIYAH": karena waktu shalat (5 waktu) menggunakan waktu jadwal shalat kota dan waktu maghrib sebagai pindahnya hari (di suatu kota) berdasarkan kemungkinan hilal di atas ufuk.
Albi Fitransyah, S.Si, M.T.
Berselancar lebih cepat..
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
____________ _________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail. yahoo.com
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang!
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)
Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.