Assalamu alaikum....
Saya jadi ingat cerita Nabi Ibrahim dalam surah Al Anbiya, di mana Beliau dengan sangat cerdik membuktikan kepada kaumnya bahwa berhala2 itu tidak memiliki kemampuan apapun, mengapa disembah?
Namun demikian, karena Nabi Ibrahim melawan 'mainstream' pemikiran yang ada saat itu. Beliau dibakar. Namun Allah SWT menyelamatkannya.
Sejarah akan selalu berulang. Di jaman pertengahan para ilmuwan mengembangkan konsep yg berbeda dg konsep dari gereja pada saat itu. Tercatat banyak ilmuwan yg dihukum mati karena pertentangan itu.
Sejarah akan selalu berulang.....semoga Pak Ma'rufin tidak pernah diberikan Allah SWT kekuasaan untuk merendahkan orang atau sampai melukai seseorang, hanya karena berbeda pendapat.
Bagaimanan pun kebenaran akan muncul suatu saat, entah oleh saya atau orang lain.Saya tidak perlu melanjutkan sesuatu yang sifatnya emosional. Tidak akan ada manfaatnya, justru kalau dilanjutkan hanya akan melukai.
Semoga Pak Ma'rufin faham yang sy bicarakan.
Salam
Pranoto
--- On Thu, 19/11/09, Ma'rufin Sudibyo <marufins@...> wrote:
From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Subject: Re: Bls: [ RHI ] Garis Tanggal Internasional Masehi & Hijriah
To: rukyatulhilal@yahoogroups.com
Date: Thursday, 19 November, 2009, 3:42 PMDisini ada kontradiksi antara fase Bulan global yang anda gunakan sebagai basis argumen, dengan penjelasan analogis anda terhadap kalender masehi.
Jika kalender Masehi berlaku lokal di setiap zona waktu dengan ganti hari tepat pukul 00:00 local time (bukan 00:00 GMT), maka bagaimana anda bisa berlogika bahwa fase Bulan 1 % yang misalnya terjadi tepat pada pukul 10:00 Local time berlaku utnuk seluruh dunia?
Maaf, dalam bahasa singkatnya : contradictio in terminus
Salam,
Ma'rufin
From: pranoto rusmin <pranotohr@yahoo. com.sg>
To: rukyatulhilal@ yahoogroups. com; elhasan@ymail. com
Sent: Wed, November 18, 2009 9:38:17 AM
Subject: Re: Bls: [ RHI ] Garis Tanggal Internasional Masehi & Hijriah
Kalau menurut sy...
Ganti hari di tiap zona waktu ya harus tetap. Misal kalender masehi di tengah malam jam 00. Ya semuanya begitu, di masing2 zona waktu ganti harinya jam 00.
Lho masak ganti harinya barengan di seluruh bumi, pada detik yg sama? apa mungkin???
Salam
Pranoto
--- On Tue, 17/11/09, Hasan Muthohar <elhasan@ymail. com> wrote:
From: Hasan Muthohar <elhasan@ymail. com>
Subject: Bls: [ RHI ] Garis Tanggal Internasional Masehi & Hijriah
To: rukyatulhilal@ yahoogroups. com
Date: Tuesday, 17 November, 2009, 11:52 PM
Membaca ide2 p. pranoto memang agak susah juga. Mungkin krna saya yang masih awam. Sebaiknya mailist ini juga menjelaskan secara awam, biar semua bisa mudeng dan mafhum 100%. Dan ada satu pertanyaan mengenai garis tanggal ini: Untuk pergantian tanggal/ bulan hijriyah, bolehlah gagasan GTH diluar GTI/IDL. Tapi yang membingungkan saya bagaimana dengan pergantian hari (sebutan hari: senin, selasa dst) dimulai dari mana? Apakah mengikuti GTH yang dinamis? kan aneh.Mohon penjelasan.
--- Pada Sen, 16/11/09, albi fitransyah <albi_fit@yahoo. co.id> menulis:
Dari: albi fitransyah <albi_fit@yahoo. co.id>
Judul: Bls: [ RHI ] Garis Tanggal Internasional Masehi & Hijriah
Kepada: rukyatulhilal@ yahoogroups. com
Tanggal: Senin, 16 November, 2009, 3:44 PMSANGAT JAUH BERBEDA ANTARA GARIS TANGGAL QAMARIYAH DAN GARIS TANGGAL MASEHI. KEDUANYA TIDAK BOLEH DICAMPUR ADUKKAN. (Pernyataan tegas).
Dari: Khoirun Nisak <ummu-zahwah@ telkom.net>
Kepada: rukyatulhilal@ yahoogroups. com
Terkirim: Sen, 16 November, 2009 13:20:00
Judul: Re: [ RHI ] Garis Tanggal Internasional Masehi & Hijriah
Maaf pak Pranoto! terpaksa saya omongin unek uneg saya.Saya nggak bisa komentar, kayaknya pak Pranoto sak karepe dewe. Meloncat kesana kemari tanda beban, argumen yang dipakai hanya illusi dan halusinasi (menurut saya). Penafsirannya berdasarkan akalnya sendiri dengan memutus mata rantai penafsiran salafus sholeh, seakan-akan tafsir ulama' terdahulu itu nggak logic dan ngawur tanpa argumen yang ilmiah.Pola pikirnya sangat kacau (menurut saya). Kalau saya ikutan komentar bisa jadi prosesor saya ngadat.Sekali lagi mohon maaf jika pak Pranoto kurang berkenanIbnu Zahid Abdo el-Moeid----- Original Message -----From: Ma'rufin SudibyoTo: RukyatSent: Monday, November 16, 2009 9:05 AMSubject: Re: [ RHI ] Garis Tanggal Internasional Masehi & Hijriah
Kalo anda menyatakan benar bahwa garis bujur 180 derajat versi konferensi Washington 1884 sebagai garis tanggal, persoalannya kenapa ilmuwan Muslim masa silam menggunakan garis bujur Arin (Ujjayn) sebagai garis tanggal Syamsiyyah ? Apa al-Biruni dkk pada waktu itu demikian bodoh2 sehingga mau2 saja meletakkan garis di Arin (Ujjayn) ?
Salam,
Ma'rufin
From: pranoto rusmin <pranotohr@yahoo. com..sg>
To: rukyatulhilal@ yahoogroups. com; marufins@yahoo. com
Sent: Mon, November 16, 2009 8:17:55 AM
Subject: Re: [ RHI ] Garis Tanggal Internasional Masehi & Hijriah
Singkat sj ya Mr Ma'rufin.
Pola perubahan tanggal terkait dg siklus siang & malam pada saat ganti hari.
Menurut sy, pola zona waktu dg garis tanggal di garis bujur 180 derajat itu tepat secara geografis. Wilayah TImur & barat ditandai laut atlantik & pasifik. Garis tanggalnya sendiri di laut terbesarnya yaitu pasifik. Dari perhitungan QS 10:5 & 17:12 tinggal gabung, jadilah kalender berbasis bulan. Sangat sederhana, tapi kaya akan nilai-nilai dasar.
Salam
Pranoto
--- On Sun, 15/11/09, Ma'rufin Sudibyo <marufins@yahoo. com> wrote:
From: Ma'rufin Sudibyo <marufins@yahoo. com>
Subject: Re: [ RHI ] Garis Tanggal Internasional Masehi & Hijriah
To: rukyatulhilal@ yahoogroups. com
Date: Sunday, 15 November, 2009, 1:23 PM
Singkat saja. Mari bandingkan "tafsir" Mr. Pranoto dengan fakta-fakta yang ada. Saya batasi sejak masa Islam saja.Pertama. Garis batas penanggalan internasional yang digunakan dalam kalender syamsiyyah baru disepakati lokasinya pada konferensi Washington 1884 yang diselenggarakan negara-negara jajahan Inggris dan Amerika Serikat. Disepakati untuk menggunakan garis bujur Greenwich sebagai acuan di antara mereka, sama seperti penggunaan sistem fps (foot pound seconds) sebagai satuan metrik mereka. Greenwich dipilih berdasar kebiasaan. Sebagai garis tanggal disepakati garis bujur 180 derajat.Kedua. Perancis dan negara-negara jajahannya tak pernah mengakui garis tanggal hasil konferensi Washington. Sejak abad ke-18 mereka menggunakan garis bujur yang melintasi Paris, sebagaimana diusulkan astronom Giovanni Domenico Cassini. Demikian juga, mereka menyepakati penggunaan sistem metrik mks (meter kilogram seconds) sebagai acuan. Garis bujur yang melintasi Paris, selanjutnya dinamakan meridian Arago atau green meridien, digunakan sebagai acuan penetapan nilai 1 meter yng kemudian diabadikan pada dua goresan di batang platina iridium yang disimpan di Paris. Garis tanggalnya? Ya tinggal tambahkan garis bujur Paris dengan 180 derajat, disitulah lokasinya.Ketiga. Kekhalifahan Islam hingga abad ke-17 memutuskan menggunakan garis bujur yang melintasi kota Arin (Ujjayn) di India selatan sebagai garis pangkal dan sekaligus garis tanggal Syamsiyyah. Alasannya, menghormati tradisi astronomi India (sebagaimana termaktub dalam kitab Panca Siddhantika warisan abad ke-3 Masehi).Singkat saja, jika Qur'an itu mempunyai kebenaran mutlak dan "tafsir" Mr. Pranoto benar, yang mana yang digunakan di antara ketiga garis tanggal tersebut?Mohon dijawab dengan singkat, padat dan fokus.Salam,Ma'rufin
From: pranoto rusmin <pranotohr@yahoo. com.sg>
To: rukyatulhilal@ yahoogroups. com; albi_fit@yahoo. co.id; yhonny_01@yahoo. com
Sent: Sat, November 14, 2009 11:32:37 AM
Subject: [ RHI ] Garis Tanggal Internasional Masehi & Hijriah
Assalamu alaikum
Pak Albi....benar bahwa setiap kalender memiliki garis tanggal internasional, baik itu kalender masehi maupun hijriah. dalam quran disebutkan pada Al Isra 12 :
"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas"
Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah menciptakan malam & siang sebagai dua tanda kekuasaanNya. Kemudian terdapat proses pergantian dari malam ke siang. Terdapat huruf 'fa', yang memang terdapat waktu di mana terdapat pergantian tsb. Tanda siang adalah terang benderang 'mubshiratan' . Pada saat siang ini memiliki dua peran:
1. agar manusia dapat mencari karunia Tuhan (beraktifitas/ bekerja).
2. Supaya mengetahui bilangan tahun-tahun & perhitungannya.
Kalau "supaya mengetahui bilangan tahun-tahun" dihubungkan dengan "agar manusia mencari karunia dari Tuhannya" dapat disimpulkan bahwa untuk seluruh aktifitas manusia membutuhkan kalender..
Kalender berisi hari2 dalam satu bulan dalam satu tahun. Satu tanggal atau satu hari terkait dengan satu kali siang dan malam. Di sinilah pertemuan antara jam dan tanggal. Diperlukan penentuan kapan ganti hari. Dari ganti hari inilah dapat dihitung panjang satu bulan sesuai dengan siklus sinodik bulan pada bulan yang bersangkutan. Oleh sebab itulah ayat ini menjelaskan tentang pergantian hari yg digunakan untuk pembuatan kalender. Tanpa itu, kita tidak dapat menentukan panjang satu bulan kalender.
Syarat agar kalender berbasis bulan selalu mengikuti fasa2 bulan adalah panjang satu bulan kalender diusahakan sama dengan satu siklus sinodik bulan (bukan nilai rata2nya). Panjang satu bulan kalender ini harus dihitung untuk memperoleh akurasi yang cukup. Untuk itulah ada kata alhisaba pada ayat ini.
Kalau digabungkan dengan sistem 24 zona waktu saat ini, yang telah diterima oleh semua negara. Akan ditemukan bahwa GARIS TANGGAl INTERNASIONAL untuk kalender Hijriah = IDL untuk kalender Masehi. Sama persis, tidak perlu ada perubahan sama sekali. Memang di sanalah pertama kali di bumi terjadi perubahan tanggal, pada saat matahari terbit. Lalu secata berurutan saat terbut matahari di masing2 zona waktu, terjadi perubahan tanggal pada zona waktu tsb. Itulah mengapa saya katakan perubahan waktu ini seiring dengan garis di bumi yang memisahkan daerah siang & malam. Garis itu bergerak seiring dengan perubahan waktu & tanggal.
Al Isra 12 terkait dg Yunus 5, membentuk kalender berbasis bulan untuk seluruh bumi.
Itulah dua perhitungan yg dibutuhkan untuk membuat kalender berbasis bulan..
Penutup Yunus 5 & Al Isra 12 membentuk makna bahwa Allah SWT selalu menjelaskan tanda2 kekuasaanNya pada org2 yg selalu ingin mengetahui. Dan segala sesuatu telah Allah SWT jelaskan secara rinci,
Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.
Semoga penjelasan di atas bermanfaat.
Wassalamu alaikum
Pranoto
--- On Tue, 10/11/09, albi fitransyah <albi_fit@yahoo.. co.id> wrote:
From: albi fitransyah <albi_fit@yahoo. co.id>
Subject: Bls: [ RHI ] Pada mulanya Rukyat VS Hisab, tapi kenapa sekarang Qur’an VS Hadits…??!!
To: rukyatulhilal@ yahoogroups. com
Date: Tuesday, 10 November, 2009, 10:04 PM
Assalamu'alaykum. .Pada forum ini, saya mengusulkan agar dibahas, dipertegas, dikaji mendalam tentang:"GARIS TANGGAL HIRJIYAH".Ini sangat penting, memngingat persyaratan dalam suatu SISTEM PENANGGALAN apapun.Albi Fitransyah, S.Si, M.T
Dari: Yhonny Siregar <yhonny_01@yahoo. com>
Kepada: Mutoha Arkanuddin <rukyatulhilal@ yahoogroups. com>; pranoto rusmin <pranotohr@yahoo. com.sg>
Terkirim: Sel, 10 November, 2009 12:59:54
Judul: [ RHI ] Pada mulanya Rukyat VS Hisab, tapi kenapa sekarang Qur’an VS Hadits…??!! [1 Attachment]
Assalâmu’alaikum. Wr. Wb..
Waduh… pemahaman dan pengetahuan saya tentang rukyat dan hisab aja tidak mantap, tapi sekarang malah langsung diincar ke “jantung”nya Islam (qur’an dan hadits)… Ya Allah… Qur’an dan Hadits bertentangan…?! Gimana ini…?!
Untuk selanjutnya, terima kasih Pak Rusmin atas info tentang ayat qur’annya, berikut adalah ayat-ayat yang bapak cantumkan :
Al-qur’an merupakan wahyu yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yaitu :
- surat 10 ayat 37 (saya sepakat)
- surat 26 ayat 192 (saya sepakat)
- surat 32 ayat 2 (saya sepakat)
- surat 69 ayat 43 (saya sepakat)
Kemudian berikut adalah tujuan Al-qur’an diturunkan, agar Nabi SAW dapat menjelaskan segala sesuatu yang diperselisihkan :
- surat 16 ayat 64 (saya sepakat)
Ayat qur’an yang menyatakan agar bertanya kepada orang-orang yang berpengetahuan (ulama yang berkompeten) untuk mendapatkan penjelasan qur’an dan hadits ketika Rasulullah SAW telah wafat :
- surat 16 ayat 43 (saya sepakat)
- surat 21 ayat 7 (saya sepakat)
Ayat qur’an yang menunjukkan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai alat pembuktian dan penjelasan :
- surat 6 ayat 143 (saya sepakat)
- surat 46 ayat 4 (ayat ini bersifat penjelasan historis [kitab-kitab sebelum qur’an], tapi saya sepakat)
Bapak menyatakan bahwa, pembuktian perlu dilakukan dengan kaidah-kaidah berpikir logis dan bukti yang kuat, agar dapat dipertanggungjawabk an kebenarannya, sehingga, setiap orang dapat mengambilnya sebagai acuan :
- surat 17 ayat 36 (saya kurang sepakat, saya lebih setuju jika ayat ini tentang lebih baik diam karena tidak tahu)
Ayat qur’an yang menganjurkan kita untuk selalu berpikir :
- surat 10 ayat 100 (sepakat 50 %)
Ayat qur’an yang menunjukkan agar kita dapat menyimpulkan sesuatu yang lebih baik untuk memperoleh kebenaran :
- surat 39 ayat 18 (saya sepakat)
Terima kasih Pak Rusmin tentang infonya…
Dan berikut tentang Qur’an VS Hadits :
- surat 2 ayat 189 (tentang penjelasan Hilâl, pada al-qur’an digunakan kata Al-ahillah (الأهلة), yang berarti jamak dari kata Hilâl)
Tentang pernyataan bapak yang menyatakan bahwa,
“Jadi, yang ditanyakan pada ayat ini mengenai keseluruhan bentuk bulan. Bukan khusus mengenai hilal awal bulan saja (bulan sabit muda) saja.”
Koq, rasanya saya kurang setuju, untuk menyatakan bahwa “Al-ahillah” itu menyatakan keseluruhan bentuk bulan dengan diselaraskan kata “Mawâqîtu”… Jika seperti itu, saya menyimpulkan bahwa, bulan ¼, bulan ½, bulan ¾, bulan purnama dan bahkan bulan mati seluruhnya dapat dikatakan hilâl…??!! Bukankah Al-ahillah adalah jamak dari kata hilâl…?! Nah loh…?! Saya koq jadi rancu dalam memahaminya ya…
Dan akan semakin rancu ketika KITA akan melakukan rukyatul hilâl, nah… hilâl yang bagaimana yang akan kita rukyat…??!! Bukankah para anggota RHI LP2IF dianjurkan untuk melakukan rukyat hilâl pada setiap bulan 2 kali (awal bulan dan akhir bulan)…?! Bagaimana jika hilâl yang dimaksud adalah bulan purnama kemudian kita buat metode baru dalam rukyat hilâl adalah setiap bulan purnama…??!! Nah… ini kan jadi lebih MUDAH…??!! Bahkan sangat MUDAH…!! BULAN PURNAMA adalah HILÂL…!!!
Kawan-kawan di milis RHI LP2IF… bagaimana jika untuk selanjutnya kita merukyat hilâl pada bulan purnama saja…??!! Apakah kalian setuju…??!! Ini bukan bid’ah…!!! Ini sesuai dengan qur’an…!! Waduuhh… koq saya jadi makin bingung nich…!!!
Saya lebih cenderung untuk menyatakan bahwa Al-ahillah itu adalah bentuk bulan pada 29 hingga 30 hari ke depan atau kebelakang dengan bentuk yang telah disepakati, yaitu seperti sabit. Tapi untuk hal ini kita harus mengerti dahulu asbabun nuzul bahkan asbabul wurud suatu hadits, sebab, saya gak tahu kapan Rasulullah SAW mendapatkan ayat tersebut (QS.2 ayat 189), apakah ayat itu turun ketika bulan sabit, bulan ¼, bulan ½, bulan ¾, bulan purnama atau bulan mati…?! Bahkan, kita pun harus belajar tentang ilmu nahwu dan sharaf qur’an… Pertanyaan pentingnya adalah, apakah benar “Al-ahillah” itu adalah jamak dari kata hilâl…?! Jadi, pernyataan dibawah ini rasanya lebih cocok dengan kadar pengetahuan saya :
“Al-ahillah adalah mungkin fase bulan yang kita melihatnya dari bumi memiliki bentuk yang sama pada rentang waktu yang berkisar antara 29 hingga 30 hari kedepan atau kebelakang.”
Itulah menurut saya jika ingin menyelaraskan kata “Al-ahillah” dan “Mawâqîtu” seperti pada surat 2 ayat 189.
Tentang ‘Urjûnil qadîm yaitu :
- surat 36 ayat 39 (Bapak menyatakan bahwa, “di ayat ini sama sekali tidak menyebutkan ‘hilal’ atau bulan sabit awal sebagai bentuk bulan yang khusus”, maka, saya sepakat)
Bahkan, jika melihat ayat diatas (QS.36:39), saya merasa agar KITA lebih cenderung memfokuskan pada keadaan “Manzilah”-nya bulan, bukan pada apa yang kita lihat tentang keadaan bulan dari bumi (apakah bentuk sabit, bulan ½, bulan ¼, bulan ¾, dst…). Jadi, menurut saya :
“Kembalinya bulan pada “posisi tertentu” di langit sementara KITA melihatnya seperti pada keadaan (bentuk) yang sama pada 29 atau 30 hari sebelumnya, telah menunjukkan bahwa, POSISI BULAN TELAH KEMBALI (seperti pada kata “hatta ‘âda”) dan BENTUK MANZILAH-nya seperti ‘urjûnil qadîm…”
Lantas, apakah hal tersebut sesuai dengan ilmu pengetahuan…?! Melihat penjelasan dan simulasi dari DR..Mansour Hassab Elnaby [tentang kecepatan 1 hari = 1000 tahun yang dimaksudkan oleh qur’an pada 14 abad lampau adalah kecepatan cahaya menurut ilmu pengetahuan kita saat ini], maka, bagi saya sesuai dengan ilmu pengetahuan…
Berikut adalah gambar MANZILAH BULAN yang seperti ‘urjûnîl qadîm :
Pada simulasi tersebut, bulan berwarna hijau muda dan manzilahnya berwarna garis kuning bengkok seperti hilâl yang sangat tipis… Jadi, intinya bukan pada apa yang kita lihat oleh mata kita bahwa bulan seperti ‘urjûnil qadîm, akan tetapi kembalinya posisi bulan seperti ‘urjûnîl qadîm… Itulah pemahaman saya jika melihat QS.36:39… wallâhu a’lam…
Selanjutnya adalah tentang ayat-ayat qur’an tentang pembuatan kalender :
1. surat 55 ayat 5
2. surat 10 ayat 5
3. surat 17 ayat 12
4. surat 6 ayat 96
5... surat 9 ayat 36
Terima kasih Pak Rusmin tentang informasinya, btw… hadits-haditsnya kemana…? Dan pertentangannya dimana? Tentunya qur’an dan hadits tidak akan bertentangan dalam segala hal kan ? Akan tetapi pemahaman kita terhadapnya- lah yang mungkin terjadi kesalahan… contohnya seperti pemahaman saya diatas, apakah ada yang menentangnya atau malah sependapat…?
Sekali lagi terima kasih… selanjutnya untuk teman2/rekan2 di milis RHI LP2IF ini, jadi, apakah kita benar-benar akan melakukan rukyat hilâl pada bulan purnama…?! J
Wassalâmu’alaikum Wr.Wb.
Salam,
Yhonny Siregar
NB : - Kalo gambarnya gak jelas silahkan lihat attachment nya
Lebih aman saat online.
Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!
Get back in touch.
Connect with your friends from Hotmail Gmail today!
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!
Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini!
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
Start chatting with friends on the all-new Yahoo! Pingbox today!
It's easy to create your personal chat space on your blogs