Assalamu'alaikum,
Kepada saudara-saudara yang berada di Indonesia sana, saya ingin
meminta tolong sesiapa yang boleh mencarikan buku di bawah ini untuk
saya dan saya akan membayarnya uang ongkos kirim ke Malaysia. Buku ini
sangat penting sementelahan saya berketurunan Bugis.
Jika dapat mencari buku ini di toko buku Indonesia sana, haraplah
sudi-sudilah membantu saya. Saya amat menghargai jasa baik
saudara-saudara sekalian.
Segala jasa baik saudara-saudara akan saya kirimkan kertas kerja saya
berjodol "Manuskrip Pandu Arah Falak Bugis". Sesiapa yang inginkan
kertas kerja saya ini, saya akan upload ke milis RHI. Insya Allah.
Selamat Hari Raya Aidil Adha. Wassalam.
ARTIKEL
- INFO BUKU
INFO
BUKU : NAVIGASI
BUGIS
14
Juli 2009
Sebuah
buku berjudul “Navigasi Bugis” ditulis
oleh Gene Ammarell diluncurkan pada tanggal 3 Juli 2009. Peluncuran
buku ini
yang ikut disponsori oleh COREMAP II dilaksanakan di Gedung LKBN
ANTARA,
Jakarta.
Buku
ini merupakan
terjemahan dari buku aslinya, “Bugis Navigation” yang diterbitkan
sebelumnya oleh Penerbit Cornell University tahun 1999. Buku versi
Bahasa
Indonesia ini, yang diterjemahkan oleh Nurhady Sirimorok, diterbitkan
oleh
Hasanuddin University Press.
Buku
ini ditulis
berdasarkan penelitian etnografi yang sangat mendalam yang dilakukan
oleh Gene
Ammarell di Pulau Balobaloang, sebuah pulau karang kecil yang terletak
di Laut
Flores, yang jaraknya sekitar 112 mil ke arah barat-daya dari Makassar,
yang
dapat ditempuh dalam 18 jam pelayaran dari Makassar. Pulau kecil ini
(panjang
1,9 km) yang sangat terpencil di tengah laut dihuni oleh masyarakat
suku Bugis.
Gene
Ammarell, seorang
professor dan juga direktur Program Studi Asia Tenggara di Ohio
University,
mendedikasikan lebih dari 20 tahun masa hidupnya untuk meneliti
pelayaran orang
Bugis-Makassar, dan telah dapat berbicara Bugis. Penilitian yang
dilaksanakanya
di Pulau Balobaloang dan dengan ikut serta pula dalam banyak pelayaran
dengan
perahu tradisional mengungkapkan secara rinci tidak saja perihal
kehidupan
masyarakat di pulau itu, tetapi tak kalah pentingnya bagaimana
pelaut-pelaut
tradisional Bugis melakukan pelayaran mengarungi laut dengan perahu
layar.
Diungkapkan
bagaimana
para pelaut Bugis membawa perahunya berlayar jauh dengan berbekal
pengetahuan
yang diperolehnya turun-temurun, tanpa sentuhan teknologi navigasi
modern.
Meskipun kompas dan peta laut telah dikenal tetapi dalam prakateknya
jarang
digunakan, dan bukan merupakan andalan utama. Untuk bernavigasi di laut
lepas
para pelaut itu memanfaatkan pengetahuan mereka tentang sifat-sifat
angin, benda-benda langit (matahari, bulan, bintang-gemintang),
ciri-ciri arus
laut dan ombak, awan, benda-benda terapung, kehadiran atau penampakan
burung-burung, ikan terbang, lumba-lumba, dan ciri-ciri pulau yang
dihadapi.
Dalam pelayaran di daerah pantai mereka juga memanfaatkan pengetahuan
tentang
pasang-surut dan arus pasang-surut.
Disamping
penerapan
pengetahuan teknis, pelaut Bugis juga sangat memperhatikan ritual, ilmu
gaib
dan berbagai tabu guna menjamin keberhasilan pelayaran dan kesehatan
para awak.
Perkembangan dalam dekade terakhir dengan mulai munculnya perahu layar
motor
berangsur-angsur membawa pula perubahan budaya bagi masyarakat ini.
(AN).
INFORMASI
BUKU
|
Judul
|
Navigasi
Bugis
|
|
Penulis
|
Gene
Ammarell
|
|
Bahasa
|
Bahasa
Indonesia
|
|
Penerjemah
|
Nurhady
Sirimorok
|
|
Penerbit
|
Hasanuddin
University Press
|
|
Halaman
|
xvii + 327 hlm
|
|
Tahun
|
2008
|
|
ISBN
|
979-530-065-2
|
Source
: CRITC