Kesimpulannya, belajar ADAB yang mendasar ternyata perlu dan diperlukan untuk para calon ilmuwan dan calon guru ya ustad ?
Agar kelak bila dianggap telah PAS untuk menjadi ilmuwan atau guru, ybs bisa lebih mumpuni dan bijak dalam menyampaikan ilmu dan nasehatnya, dan tidak menjadikan murid-muridnya, rekan-rekannya dan juga guru-gurunya menjadi bingung dan terbingungkan.
Salam
noviar
Pada 30 November 2009 09:34, Hari F <harifajri@...> menulis:
Yang namanya perbedaan pendapat dikalangan ummat islam itu sudah biasa pak,bahkan do'a rasulullah saw agar dikalangan ummatnya tidak terjadi perpecahan, ditolak Allah.(lihat hadits dibawah)Selama perbedaan itu bukanlah perbedaan akidah, menurut saya sih fine2 saja.toh masing-masing ada dalil, yang bisa di uji.Yang mau saya sampaikan sebenarnya, tentang bukanlah siapa yang benar dan siapa yang salah, karena saya memang orang awam untuk itu,akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah:1. Dengan siapa kita berdiskusi2. Bagaimana cara kita menyampaikan.3. Apa tujuan kita berdiskusikadang apa yang kita sampaikan itu benar, tetapi kita berbicara dengan orang belum cukup pemahaman atau misalnya orang yang sentimen,maka kita akan selalu dianggap salah, meskipun apa yang kita sampaikan itu benar.kalau nggak salah, rasulullah sendiri pernah bilang kepada aisyah, kalau beliau saw, ingin agar ka'bah itu dirobah bentuknya, di bentuk seperti tiang, yang ditengahnya kosong. akan tetapi karena masyarakat mekah (setelah fathu makkah) waktu itu baru terlepas dari kemusyrikan, maka beliau mengurungkan niatnya.Disini dapat kita ambil pelajaran, bahwa untuk menyampaikan suatu aturan, perlu diperhatikan kondisi lingkungan.Terus, saya diajarkan oleh ustadz saya, kalau berdebat/bediskusi dengan orang yang setara atau lebih senior, baik dalam hal umur, maupun ilmu, jika kita berbeda pendapat dengan mereka, janganlah pakai kalimat berita, akan tetapi kalimat pertanyaan. yg intinya sama, yakni menyampaikan pendapat kita.Ini kadang terlihat sepele, tapi ternyata sangat efektif dan sering saya praktekkan jika berkomunikasi dengan orang tua, atasan, dsb.Sebab orang merasa lebih enak di koreksi jika memang dia khilaf.terus ada kalanya, dalam menyampaikan suatu pendapat tsb butuh cara yang bertahap,Allah saja dalam mengharamkan khamr (minuman keras) bertahap sbb:1. orang sholat dilarang dalam keadaan mabuk (sebab gak tahu apa yg dibaca).(oot: kayaknya kita jg gitu, gak mabuk, tapi gak ngerti apa yang dibaca dlm sholat. )2. dikasih tahu kalau lebih banyak mudharat dari manfaat.3. baru diharamkan.Terus tujuan berdiskusi, sebaiknya tidak nyari siapa yang menang dan siapa yang kalah, akan tetapi untuk mencari kebenaran.Semoga bermanfaat.Wallahu a'lam.maaf nih, pemula berani nasehatin master :)=============="Aku telah memohon kepada Allah SWT tiga hal. Dari tiga hal itu, hanya dua hal yang Dia kabulkan sementar yang satu lagi ditolak. Tiga hal itu adalah:
1. Aku memohon kepada Allah SWT agar Dia tidak membinasakan umatku dengan musim susah (paceklik) yang berkepanjangan. Permohonanku ini dikabulkan oleh Allah SWT.
2. Aku memohon kepada Allah SWT agar umatku ini jangan dibinasakan dengan bencana tenggelam (seperti banjir besar yang telah melanda umat Nabi Nuh a.s.). Permohonanku yang ini pun dikabulkan oleh-Nya.
3. Aku memohon kepada Allah SWT agar umatku terbebas dari pertikaian sesama mereka (peperangan, percekcokan antara sesama umat Islam). Tetapi permohonanku yang ini tidak dikabulkan (telah ditolak) oleh-Nya."
Sent: Mon, November 30, 2009 8:16:29 AM
Subject: Re: Fw: [ RHI ] OOT: cara praktis menerjemah qur'an.
Iya Pak Hari..sy setuju yg paling baik menafsirkan quran dengan quran.
Namun demikian, untuk melakukan itu pun kita perlu berpikir.
Salah satu harapan sy adalah adanya kesadaran bahwa al quran ini adalah petunjuk dari Allah SWT, yg perlu kita pelajari untuk diamalkan dalam kehidupan kita saat ini & yg akan datang. Perlu hati2 dalam menerjemahkan, tapi jgn berlebihan dalam menahan diri malah tidak berani menafsirkannya. Banyak sekali ayat quran yg justru menanyakan..adakah yg mengambil pelajaran? surah Al Qamar.
Yg paling utama dari mempelajari al quran adalah niat yg tulus untuk mempelajarinya untuk kebaikan. Kemudian, kita mesti terbuka dan mampu mengetahui yg lebih baik. Karena satu ayat al quran dapat mengandung makna lahir dan batin yg bertingkat, yg kesemuanya benar. Tapi jelas satu tafsir dengan tafsir yg lain, mestinya tidak boleh kontradiksi.
Sebagai contoh, di surat Yassin 38 disebutkan matahari beredar pada garis edarnya. Secara fisik dapat berarti dua hal, yaitu peredaran semu matahari dg pusat pengamatan bumi. Yg kedua, memang matahari beredar dg pusat tertentu, yg setahu sy belum diketahui.
Selama seseorang itu terbuka terhadap kebenaran, ketika tahu dirinya salah pasti akan segera memperbaiki. Justru sikap yg tertutup, akan membuat diri kita tidak dapat membedakan lagi mana yg lebih baik.
Konsep kalender yg sy usulkan itu hanya didasari atas keterkaitan antar ayat-ayat : 2:189, 84:18,36:39. 36:39 dg 10:5, 10:5 dg 17:12 dg 9:36 dg 55:5.
Apakah karena sangat takut untuk menafsirkan al quran, hanya menyatakan ada tidaknya keterkaitan itu sj, tidak ada yg menjawab? Baru Pak Siregar yg mengomentari ayat2 yg sy sampaikan. Mungkin yg lain takut salah, ya tidak apa. mestinya memang kita mengundang ahli ilmu al quran sebagai nara sumber.
Padahal, kl terbukti ayat2 tsb tidak terkait..ya sudah, gugur semua yg sy usulkan. sangat sederhana.
Salam
Pranoto
--- On Sat, 28/11/09, Hari F <harifajri@...> wrote:
From: Hari F <harifajri@...>
Subject: Fw: [ RHI ] OOT: cara praktis menerjemah qur'an.
To: rukyatulhilal@yahoogroups.com
Date: Saturday, 28 November, 2009, 9:14 AM
duh kok saya jadi minder :)setahu saya, dimilis ini banyak yang jago bahasa arab, pak pranoto.selama saya bisa, akan saya coba bantu.kalau untuk sekedar menerjemah, sekarang qur'an rata-rata banyak terjemahannya.
akan tetapi dalam menafsirkan qur'an, kita mesti belajar sama ahli tafsir pak,ada yg namanya tafsir qur'an bil qur'an,ada jg yg namanya tafsir qur'an bil hadits,kita dilarang utk menafsirkan sendiri, kecuali ilmu kita cukup.wallahu a'lam
----- Forwarded Message ----
From: pranoto rusmin <pranotohr@yahoo. com.sg>
To: rukyatulhilal@ yahoogroups. com; harifajri@yahoo. com
Sent: Sat, November 28, 2009 8:09:11 AM
Subject: Re: [ RHI ] OOT: cara praktis menerjemah qur'an.
Pak Hari...kalau dapat mohon sy dikoreksi terjemahan dan tafsirnya.
Salam
--- On Wed, 25/11/09, Hari F <harifajri@yahoo. com> wrote:
From: Hari F <harifajri@yahoo. com>
Subject: [ RHI ] OOT: cara praktis menerjemah qur'an.
To: rukyatulhilal@ yahoogroups. com
Date: Wednesday, 25 November, 2009, 5:08 PM
Assalamu'alaikum wr. wb.Minggu lalu iseng beli buku "bahasa qur'an" (buku praktis utk menerjemah qur'an).awalnya saya tertarik karena katanya sih bisa menerjemah qur'an dalan beberapa jam..bagi saya yang nggak ada background pesantren ini, sepertinya luar biasa.setalah di baca-baca, ternyata isinya lumayan juga.sekarang alhamdulillah, tanpa lihat kamus/arti, sudah hampir bisa nerjemahin qur'an..
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!