.
mochamad rofiq <ki_rofiq@...> wrote:
Kemarin(20/10/2007) saya baru dapat sms bahwa"hasil rukyat di lajnah falakiyah AL HUSNIYAH Cakung JKT.
pada tanggal 11
oktober2007 sbb :
tinggi hilal 3.35'.59" , >>>> ini adalah hasil hisab bukan rukyat
umur hilal 14 mnt 24 detik. >>>> ini juga hasil hisab
Dengan saksi :H.m.Labib. 2.Forkhon. 3.A.Zain. 4.Muzbiwijdi
Data ini dihitung menggunakan Hisab Taqribi (hitungan kasar) sehingga tidak akurat
ditengarai Tim Cakung menggunakan Kitab Sulam al Naiyroin
(Menurut kitab ini, ijtimak terjadi pada 10:27 WIB )
Dari ijtimak sd sunset sekitar 7 jam shg :
7 jam x 0,5° (ketertinggalan bulan selama 1 jam=0,5°) = 3°30'
(kasarnya)
karena gerak bulan juga sekitar 4° per menit maka tg= 3°30' (3,5°) sampai
tg=0 (bulan terbenam) >> perlu waktu 3,5x4 menit = 14 menit
( begitu cara mereka menghisab tanpa memperhitungkan faktor2 astronomis;
kerendahan ufuk (dip), refraksi atmosfer, semi diameter bulan/matahari, ketinggian tempat,
faktor ketelitian hitungan (digit) dsb mereka abaikan sgh hasilnya kasar) Tapi mereka mantap betul dengan hasil tsb >>> 3,5° ketinggian hilal yg membuat mereka begitu percaya diri dapat melakukan rukyat (menurut mereka angka ketinggian hilal minimal agar bisa dirukyat adalah 2° (padahal angka ini juga masih jauh dari kriteria sains)) apalagi hasil hisab yg terpaut jauh dg
perhitungan modern ( 0° 21' 06" ) ada selisih sekitar 3°.
Tambahan:.
Data Hisab Modern (menggunakan Software Starrynight pro Plus 6.06 untuk wilayah Cakung, Jakarta Timur Long:106:49:00E dan Lat:06:10:00S Tinggi: 50m dpl)
pada 11 Oktober 2007 adl. sbb:
Ijtimak Geosentrik : 12:02 WIB (dilihat dari pusat bumi)
Ijtimak Toposentrik : 12:33 WIB (dilihat dari lokasi ybs)
Matahari terbenam : 17:46 WIB (seluruh piringan matahari masuk
ufuk Mar'i / visibel
horizon)
Bulan terbenam : 17:48 WIB
Azimuth bulan : 258°44'
Azimuth matahari : 262°54'
Tinggi bulan saat matahari terbenam : 0° 21' 06" (dia atas ufuk Mar'i / visibel horizon)
Lama hilal di atas ufuk : 2 menit (sunset-moonset)
Umur bulan dari
ijtimak sampai saat matahari terbenam 17:46 - 12:02 = 5jam 44 menit
=======================================================
PADA KONDISI SEPERTI INI MUSTAHIL HILAL/BULAN DAPAT DIRUKYAT
=======================================================
Catatan : Software Starrynight Pro Plus 6.06 menggunakan algoritma Chapront ELP2000/82 yang hanya menghasilkan kesalahan sudut rata2 0,027° melenceng dari posisi sesungguhnya (sementara sudut diameter bulan cukup besar yaitu sekitar 0,5°)
Yg ingin saya tanyakan:
1.Benarkah hilal terlihat diwilayah cakung?RHI kan juga melakukan pengamatan disana.
Tim RHI di JIC (Jakarta Timur) maupun yang bergabung di Cakung tidak melaporkan dapat melihat hilal (karena memang mustahil). Posisi Cakung yang terlalu rendah membuat lokasi ini juga akhirnya tidak ideal untuk observasi hilal. Berdasarkan hasil observasi horizon barat dari Cakung berada di atas ufuk Hakiki sekitar 1° akibat pemukiman dan perkotaan belum lagi tingkat polusi udara langit Barat yang tepat berada di atas kota Jakarta.
Menurut laporan pengamat sering terlihat cahaya/lampu pesawat dari arah bandara sukarno-hatta terutama saat setelah maghrib sehingga ini dicurigai sebagai penyebab laporan rukyat dari cakung. Namun sayang tim Cakung menolak jika diajak pendampingan dengan alasan mengganggu.
2.Benarkah data2 hasil rukyat tersebut?
Yang disebutkan
itu adalah data hisab bukan data rukyat. Data rukyat dilakukan pengukuran saat hilal terlihat : Dimana, kapan, bentuknya seperti apa syukur disertai bukti fisik berupa hasil pemotretan atau video. Tapi sayang tim rukyat cakung tidak mencantumkan data2 tersebut, justru yg dicantumkan dalam laporan itsbatnya adalah data hasil hisab.
3.Kalau saudi 1 syawalnya tgl 12/10/2007 ,mesir 13/10/2007,indonesia 13/10/2007,berarti di dunia ini tanggal 1syawal nya bisa berlainan(bahkan ada 3 hari),apakah secara ilmiah ini mungkin?
Terjadinya perbedaan pada kalender komariyah secara ilmiah mungkin saja. Kenapa? sebab kriteria tunggal penanggalan tersebut memang belu disepakati. Masing2 pihak memiliki kriteria sendiri untuk menentukan awal bulannya akibatnya tidak hanya 3 hari berselisih bahkan bisa 4 hari. Dan menjadi hal yang mustahil untuk menyatukan kalender ini
karena bentuk bumi yang bulat dan kita juga masih terpengaruh sistem kelender masehi.
Kita harus sepakati dulu dimana mulainya hari misalnya hari Jumat dimulai dari mana? Negeri mana yang berhak Jumatan dulu? Arab? Indonesia? Atau dimulai dari tempat yang pertama kali melihat hilal? (seharusnya demikian). Lalu dimana yang paling tepat? tempat ini jelas selalu bergeser.. atau kita menggunakan aturan kalender masehi untuk menentukan hari dan menggunakan kalender hijriyah untuk awal bulan? yg jelas standard ganda penggunaan kelender ini juga menjadi masalah.
padahal kalau dikatakan contoh di Indonesia tanggal 1 januari 2009,maka seluruh dunia pasti juga tanggal 1 januari 2009,tapi kalau 1syawal kok bisa lebih dari 1?
Tidak juga, coba saat kita rame2 merayakan tahun baru 1 Januari pukul
00:00 di benua amerika masih tanggal 31 desember siang dan mereka harus menunggu 12 jam lagi untuk merayakannya.
Dan saat di benua amerika hiruk pikuk merayakan tahun baru sampai tanggal 1 sore harinya kita di Indonesia sudah masuk tanggal 2.
namun masih beruntung kalender masehi ini karena kriteria dan batasnya telah disepakati bersama walaupun untuk itu butuh waktu ratusan tahun sampai seluruh dunia mau mengakuinya....
ma'af atas ketidaktahuan saya.
sama2 kita saling belajar...
Salam,
Mutoha
Mutoha Arkanuddin
Jogja Astro Club (JAC)
http://mutoha.blogspot.com
http://groups.yahoo.com/group/jogja_astroclub
==================================
Bringing Astronomy to the People ...
==================================
http://mutoha.blogspot.com
http://groups.yahoo.com/group/jogja_astroclub
==================================
Bringing Astronomy to the People ...
==================================
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com