saya minta contohnya pak, apakah semisal begini
pembicara 1 Dr. Djamaluddin dari LAPAN
pembicara 2 pak Mutoha (RHI) atau ustadz AR Sugeng Riyadi di as-Salam
pembicara 3 KH Sahal Mahfudz (ketua MUI pusat) sbg pihak pemerintah
bagaimana pak bagus tidak kelihatannya
maaf
terima kasih
wassalam
Dari: Ma'rufin Sudibyo <marufins@...>
Kepada: rukyatulhilal@yahoogroups.com
Cc: Jogja Astroclub <jogja_astroclub@yahoogroups.com>
Terkirim: Selasa, 13 Mei, 2008 16:14:39
Topik: Re: [ RHI ] minta bantuan
Secara garis besar saja, hilaal itu bisa dipandang dari "fenomena" (misalnya mengapa hilaal bisa terlihat pada elongasi tertentu) atau dari segi "aplikasi" (misalnya bagaimana limit elongasi itu kemudian diterapkan dalam rumusan kalender Hijriyyah). So karena tinjauannya dari sudut pandang fisika, sebaiknya berpusat pada hilaal sebagai "fenomena" ditinjau dari sudut pandang fisika optika.
Dari sisi optika, hilaal itu bisa terlihat (visibel) karena prinsip sederhana : intensitas cahaya dari hilaal lebih besar dibanding intensitas cahaya langit senja (twilight). Dan karena hilaal itu punya radius nampak (apparent semi diameter) yang sangat kecil (dalam orde menit busur), ke dalam prinsip itu perlu ditambahkan satu ketentuan optika lagi : kontras hilaal musti lebih besar dari nilai ambang batas kontras Blackwell.
Berikut ada satu contoh perhitungan bagaimana hilaal dipandang dari sisi optika, yang digunakan untuk menganalisis kasus 1 Zulhijjah 1428 H di Kerajaan Saudi Arabia.
Tentang pembicara, wah coba anda kontak Pak Mutoha koordinator RHI Pusat untuk memastikannya. Di komunitas RHI ada beragam nama. Untuk yang bergelut dalam masalah teori, ada pak Dr. Djamaluddin dari LAPAN, ada juga pak Dr. Sofwan Jannah dan Dr. Susiknan Azhari di Yogyakarta dan juga pak Fikrizuhara Muzakkin di Lamongan. Sementara dalam ranah praktis (perukyat ulung) ada pak Ibnu Zahid Abdul Muid di Gresik, ada ustadz AR Sugeng Riyadi di as-Salam Pabelan dan juga ada pak Mutoha sendiri.
Kalo fokusnya ke pembicara yang berbasis optika, pak Dr. Djamaluddin dari LAPAN lebih cocok. Namun ini cuman usulan. Untuk lebih pastinya silahkan tanya pak Mutoha saja.
salam
Ma'rufin
From: mukhlis herwin mualif <masmukhlis@yahoo. co.id>
To: rukyatulhilal@ yahoogroups. com
Sent: Wednesday, April 30, 2008 5:27:27 AM
Subject: [ RHI ] minta bantuan
begini pak
saya mahasiswa fisika
rencana kami mau ngadaiin seminar mengenai "ILMU FALAQ
ATAU PENENTUAN AWAL BULAN HIJRIAH "
yang nantinya berkaitan dengan ilmu fisika
akan tetapi kami masih bingung konsepnya.
YANG JELAS INSYAALLOH kami sudah dapat pembicara dari
Gontor
Kami minta bantuannya pak
1. konsep acaranya
2. Pembicaranya nanti darimana
saja yang bagus. Yang nantinya
berkaitan dengan ilmu
fisika.tcara menghubunginya
gimana kalau pembicaranya jauh
3. judul yang bagus yang bisa
menarik peserta
DARI KAMI TERDAPAT PERBEDAAN DAN KEBINGUNGAN DAN
BELUMKETEMU JALAN KELUARNYA:
1. Ada yang usul judul pembicara
dariNU,Muhammadiyah ,ahli
fisika dengan dibuat seminar
nasional
2. Ada yang usul pembicara dari
gontor(berbicara tentang ilmu
falaq), DEPAG SOLO(berbicara
ttg fiqih), dosen fisika.
dengan judul"KUPAS TUNTAS ILMU
FALAQ" dengan dibuat seminar
regional
3. kalau menurut saya, pembicara
dari gontor,DEPAG PUSAT, ahli
fisika (mungkin dosen fisika)
yang bertaraaf nasional.
nantinya dibuat seminar
nasional dengan judul "
PENENTUAN AWAL BULAN HIJRIAH".
MINTA BANTUAN DAN SOLUSINYA
terima kasih
____________ _________ _________ _________ _________ ________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers. yahoo.com/
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.