Cegah Virus dengan
Disable Autorun 23 Agustus 2007
Artikel Majalah Chip -
Maret 2007
Bagaimana cara paling efektif
menghindari kerugian karena virus ? Jawabannya simple tetapi sulit dijalankan,
jangan kena virus. Ini bukan jawaban nyeleneh, nenek-nenek juga tahu kalau
tidak kena virus adalah cara paling efektif menghindari kerugian karena virus.
Tetapi yang lebih penting lagi,.... bagaimana caranya supaya tidak kena virus ??
Jawaban klasiknya tentu pakai
antivirus yang selalu terupdate supaya dapat mengenali virus dengan baik.
Ibarat musik klasik yang tetap digemari sampai hari ini, resep tersebut masih
cukup ampuh dan terbukti banyak menolong pengguna komputer tidak menjadi korban
virus sampai hari ini, selain back up data dengan metode yang baik dan benar
merupakan salah satu “kotbah” yang paling sering dikumandangkan
para pakar sekuriti guna menekan kerugian jika terjadi “hal yang tidak
diinginkan”. Definisi “hal tidak diinginkan” tidak terbatas
pada ancaman virus / software saja, tetapi juga ancaman kerusakan hardware dan
lebih luas lagi ancaman diluar kendali manusia seperti force majeure seperti
banjir, kebakaran atau dicopet orang.
Khusus berbicara mengenai ancaman
virus, ada dua tindakan, preventif dan quratif. Preventif adalah tindakan
pencegahan atau “sebelum” insiden sedangkan kuratif adalah tindakan
“setelah” insiden atau tindakan penyembuhan. Sebenarnya antivirus
termasuk kedalam golongan preventif, yaitu berfungsi untuk mencegah komputer
terinfeksi virus, walaupun dalam beberapa kasus antivirus digunakan untuk
membasmi virus yang sudah menginfeksi komputer dan cukup berhasil, tetapi dalam
banyak khusus antivirus tidak berdaya menghadapi virus, bahkan beberapa virus
melumpuhkan antivirus dalam aksinya. Kalau sudah mendapatkan kasus seperti
virus Gnurbulf (Flu Burung) atau Rontokbro yang tetap restart komputer dalam
safe mode, tentunya antivirus sudah mempan lagi dan tindakan kuratif harus
dilakukan, yaitu NTFS for DOS, atau tindakan “rawat inap” harddisk
dengan membersihkan pada komputer lain (jadikan sebagai slave).
Selain antivirus, banyak tindakan
preventif yang dapat mencegah komputer anda terinfeksi virus. Perkembangan
terakhir adalah virus yang menginfeksi lewat UFD (USB Flas Disk), pada awalnya
virus mengandalkan rekayasa sosial dengan merubah icon dirinya dengan icon file
MS Office, folder atau file JPG. Pengguna komputer yang waspada dapat
menghindari dirinya terinfeksi virus dengan tidak sembarangan mengklik file.
Tetapi sekali lagi pembuat virus menunjukkan kedigdayaannya dengan
memanfaatkan fitur autorun pada UFD dimana setiap kali UFD dicolokkan ke
komputer maka, file yang mengandung virus secara otomatis akan dijalankan.
Lalu, bagaimana caranya menghindari virus menjalankan dirinya secara otomatis ?
Ada dua cara, cara sulit dan cara
mudah. Cara sulit (seperti biasa) adalah mengoprek registri komputer, lihat di http://autorun.moonvalley.com/enable.htm
(berlaku untuk Windows 98 / ME / NT / 2000 / XP) cara sulit meskipun
“sedikit” beresiko jika salah mengubah registri, tetapi dapat
membantu anda “naik kelas” dan setidakya mengethaui sedikit cara
kerja dan “jeroan” Windows.
Sedangkan cara mudahnya adalah
menggunakan tools TweakUI (147 KB) yang hanya tersedia khusus untuk Windows
XP.dan dapat anda download langsung dari http://download.microsoft.com/download/f/c/a/fca6767b-9ed9-45a6-b352-839afb2a2679/TweakUiPowertoySetup.exe
Setelah download file ini, silahkan
instal dan jalankan. Pada menu TweakUI, akses untuk setelan autorun ada pada
menu [My Computer][AutoPlay][Types]. Untuk menonaktifkan autorun pada UFD,
hilangkan centang pada pilihan “Enable autoPlay for removable
drives”, sedangkan untuk menonaktifkan autorun pada CD / DVD drive,
hilangkan centang pada pilihan “Enable autoPlay for CD and DVD drives”
Selain itu, anda juga bisa menentukan
drive mana saja yang ingin aktif autorunnya dengan mengakses menu [My
Computer][AutoPlay][Drives] dan hilangkan centang pada drive yang ingin
dinonaktifkan fitur autorunnya.
Sebenarnya secara default Windows
sudah menonaktifkan fitur autorun pada removeable drive, tetapi jika anda
pernah terinfeksi virus lokal yang memanfaatkan fitur autorun ini, kemungkinan
besar fitur ini diaktifkan sehingga setiapkali anda mencolokkan UFD bervirus
pada komputer anda, maka secara otomatis virus akan dijalankan oleh komputer.
Jika anda tetap ingin mengaktifkan
autorun dan ingin secara manual menonaktifkan autorun setiap kali anda
menasukkan CD, tekan [Shift] pada saat anda memasukkan CD untuk menonaktifkan
autorun.
Salam,
Aa Tan (A. Alfons Tanujaya)
PT. Vaksincom
Jl. Tanah Abang III / 19E
Jakarta 10160
Ph : 021 3456850
Fx : 021 3456851