http://vaksin.com/2009/0509/Teh%20Botol%20HOAX/Teh%20Botol%20HOAX.htm
=HOAX= Teh botol
Sosro Mengandung Racun =HOAX=
11 Mei 2009
Dalam
satu minggu terakhir ini produsen minuman Teh Botol blingsatan karena diterpa
issue Teh Botol mengandung Racun. HOAX yang ditengarai muncul pada awal Mei
2009 ini beredar sangat cepat karena tingkah para pengguna komputer (khususnya)
email dan beberapa blogger yang "berbaik hati" memperingatkan
teman-temannya atau siapapun supaya tidak menjadi "korban" racun Teh
Botol. Alih-alih membantu orang, si pengirim email inilah yang sebenarnya
teracuni oleh berita bohong karena tidak melakukan crosscheck terlebih dahulu
sebelum mengirimkan email.
Analisa HOAX :
- Pembuat HOAX ini cukup piawai, karena ia langsung
menyentuh ketakutan orang tua masa kini, dimana yang menjadi korban adalah
anak kecil yang rewel. Siapa yang tidak khawatir kalau anaknya sakit ?
- Hidroxilic acid atau dihidrogen monoksida.
Mungkin
nama "seram" berbau kimia ini yang meyakinkan mayoritas orang awam
percaya dan memutuskan untuk memforward email ini. Dimana sering terjadi orang
meninggal karena keracunan Karbon Monoksida (CO) di dalam mobil yang diparkir
dan tetap dinyalakan mesinnya. Tetapi perlu anda ketahui bahwa dihidrogen
monoksida adalah dua (di) hidrogen, satu (mono) oksida ditulis dengan nama H2O
yang artinya air. Jadi jika anda teliti sedikit dan waktu sekolah SMA dulu tidak
menyontek terlalu banyak, anda akan tahu bahwa dihidrogen monoksida adalah
rumus kimia untuk air.
- Pembuat HOAX berusaha mendapatkan pengesahan dari
sumber terpercaya seperti "Universitas
terkenal di Amerika", walah universitas terkenal di
Amerika mah banyak sekaleeee. Universitas yang mana ?
- HOAX ini menakuti korbannya, khususnya orang yang
masih sayang nyawa :P. Dengan kalimat
"Sedetik saja gejala kelebihan ini terlambat ditangani, nyawa pasien
melayang," jawab Dr. Priyadi Handoko, ahli kesehatan dari IKDN.
Padahal siapa Dr. Priyadi Handoko dan apa itu IKDN tidak dapat ditemukan
dan tidak dapat memberikan konfirmasi.
- Lalu seperti layaknya standar HOAX, tidak lupa
pembuat HOAX ini "menghimbau" penerima berita untuk meneruskan
informasi ini dengan kalimat "Please
spread the words. Sebarkan berita ini kepada orang-orang yang kamu
sayangi, sebelum semuanya terlambat! Perangi hydroxylic acid! "
Pembuktian HOAX :
Ada
tiga sumber yang dapat memverifikasikan bahwa informasi ini tidak benar :
- http://en.wikipedia.org/wiki/Dihydrogen_monoxide_hoax
yang menjelaskan bahwa DHMO atau Dihydrogen Monoxide adalah H2O atau air.
Ide HOAX menggunakan istilah DHMO ini pertama kali digunakan oleh Eric
Lechner dan Matthew Kaufman di tahun 1990, dirubah sedikit oleh Craig
Jackson di tahun 1994 dan menjadi populer karena Nathan Zohner (14 tahun)
di tahun 1997 yang menggalang petisi untuk memboikot DHMO :P. Lalu oleh
seorang praktisi periklanan Indonesia CCI (Creative circle Indonesia),
Hariadi dimodifikasi menjadi HOAX Teh Botol Beracun. (April 2009).
- Situs Hariadi yang menjelaskan kronologi
pengiriman HOAX yang sebenarnya merupakan konsep periklanan untuk
komunitas tertutup, tetapi celakanya malah disebarkan keluar oleh orang
yang "baik hati" (untuk tidak mengatakan
"keterlaluan"). http://hariadhi.wordpress.com/2009/05/08/kronologis-hoax-teh-botol-sosro/
- Situs Teh Botol Sosro yang (tentunya :P)
langsung mengklarifikasikan ketidakbenaran HOAX ini. http://sosro.com/Klarifikasi-Tehbotol-Sosro-Mengenai-HOAX-Hydroxilic-Acid.php
Celakanya,
kebiasaan langsung memforward email tanpa konfirmasi sangat sulit dihilangkan.
Bahkan menurut pantauan Vaksincom, selain menyebar melalui email ada
netter yang "baik hati" lalu mempostingkan informasi ini ke
website (blognya). Pertimbangannya cuma satu "Lebih baik berjaga-jaga
dripada nyesel dikemudian hari". Harusnya kan lebih baik crosscheck dulu
sebelum posting blog dan lebih baik ikuti pepatah "Lebih baik Crosscheck
dulu daripada malu dikemudian hari" :P.
http://meixiangflv97scs.blogs***.com/2009/05/hati-hati-teh-botol-sosro.html
http://celebrity.detikyogyaka***.net/tag/handoko/
<<<Awal
berita HOAX>>>
Waspada, Teh Botol Sosro Racunnya Teh
Marini tidak mengerti kenapa anaknya bertingkah aneh malam
itu, terus-terusan rewel.
"Rasanya dia tidak sakit apa-apa." Sudah tiga dokter yang dia temui,
semuanya menunjukkan gejala kecanduan yang akut. Tapi kecanduan apa, anaknya
belum bisa bicara, bagaimana dia bisa cari tahu?
Sampai akhirnya dia menemukan berita mengenai kandungan berlebihan hidroxylic
acid (atau nama resminya dalam format IUPAC adalah dihidrogen monoksida) di
dalam Teh Botol Sosro dari internet. Ia langsung ingat, anaknya tadi siang baru
saja menghabiskan tiga botol teh yang dibungkus dalam berbagai kemasan dan merk
ini. Celaka!
Ya, selama ini orang menganggap Teh Botol Sosro dibuat dari daun teh alami
seperti yang diiklankan. Nyatanya itu semua bohong, daun teh hanyalah sebagian
kecil dari bahan utama. Hidroxylic acid lah yang bertahun-tahun telah dipakai
sebagai bahan utama teh botol sosro, sehingga menyebabkan teh ini terasa lebih
enak daripada merk-merk lain.
Scientist dari seluruh Universitas terkenal di Amerika sepakat, tanpa kita
sadari hydroxylic acid sudah menguasai industri makanan. Dengan adanya
hydroxylic acid, rasa pahit yang sering muncul bila kita memakai pemanis buatan
bisa hilang tidak bersisa. Nyaris tidak ada makanan dan minuman olahan yang
tidak disentuh bahan ini.
Dalam batasan wajar memang bisa berguna bagi tubuh kita, dan tubuh kita punya
mekanisme untuk menetralisir kelebihan zat ini. Namun begitu melebihi ambang
batas, tidak ada satupun manusia yang bisa selamat.
Gejala kelebihan hydroxylic acid meliputi pusing, diare, pecahnya sel-sel tubuh
(plasmolisis) , bahkan jika konsentrasinya di dalam tubuh naik signifikan, bisa
menyebabkan rusaknya sel batang otak (neurolisis) dan kematian mendadak. Hal
ini telah memusingkan banyak petugas medis di dunia. "Sedetik saja gejala
kelebihan ini terlambat ditangani, nyawa pasien melayang," jawab Dr.
Priyadi Handoko, ahli kesehatan dari IKDN. Kalau sudah begini,
pengobatannya bisa sampai jutaan rupiah. Lalu mampukah
orang-orang seperti Marini menyembuhkan anaknya?
Yang membuat masalah ini jadi runyam adalah tidak adanya regulasi pemerintah
tentang penggunaan hydroxylic acid dalam industri. Pemakaiannya tercampur baur.
Data menunjukkan bahwa sebagian besar industri berbahaya memakai Hydroxylic
acid. Reaktor nuklir, pabrik pupuk, pewarna tekstil, semua memakai bahan yang
termasuk kategori senyawa kuat ini dalam konsentrasi tinggi.
Bahkan beberapa tahun belakangan hydroxylic acid
juga dipakai sebagai agen reaktif dalam pengangkatan minyak bumi. Dengan
bantuan hydroxylic acid, sumur-sumur tua bisa kembali berproduksi.
Saat dihubungi, Humas PT Sosro tidak berkomentar banyak. "Kami sudah
menggunakannya secara bertanggung jawab. Seluruh lini produk Teh Botol Sosro
sudah lewat pengawasan badan POM". Masalahnya, berapa kadar hydroxylic
acid dalam makanan yang bisa dianggap bertanggung jawab? Kenapa selama ini
terkesan ditutup-tutupi dari sorotan publik? Saat pertanyaan itu diajukan,
"Brak!", telepon dibanting.
Hydroxylic acid adalah simbol keangkuhan industri besar makanan. Penggunaannya
tidak melalui transparansi yang jelas. Bahkan bahayanya tidak pernah diumumkan
ke masyarakat.. Tutup matanya pemerintah terhadap isu ini wajar jika
menimbulkan kecurigaan, berapa besar dana gelap yang sudah mengalir untuk
menyembunyikan bau busuk isu hydroxylic acid? Merk apa saja yang sudah nekat
memakai hydroxylic acid demi mendapatkan keuntungan besar?
Kini anak Marini masih tergolek di tempat tidur dengan menangis. Marini
bingung, apa yang harus dilakukan sekarang. Untuk mengobati kecanduan anaknya,
dia tidak punya biaya..
Please spread the words. Sebarkan berita ini kepada orang-orang yang kamu
sayangi, sebelum semuanya terlambat! Perangi hydroxylic acid!
Perangi Teh Botol Sosro!
<<<Akhir berita HOAX>>>
Salam,
Alfons
Tanujaya
Antivirus
Specialist
PT.
Vaksincom
Jl.
Tanah Abang III / 19E
Jakarta
10160